Search Header Logo
Perencanaan Berbasis Data

Perencanaan Berbasis Data

Assessment

Presentation

Instructional Technology

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

Supriyanto, PSP

FREE Resource

80 Slides • 1 Question

1

media

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,
RISET, DAN TEKNOLOGI

PENYUSUNAN RKS

BERDASARKAN RAPOR

PENDIDIKAN

*Materi ini adalah materi sementara dan masih dalam tahap pengembangan

2

media

2

KONDISI SAAT INI

STRATEGI

VISI PENDIDIKAN

VISI INDONESIA

Krisis

Pembelajaran
20 - 30 tahun

mutu hasil
belajar jalan

ditempat

Transformasi

Satdik
dengan

implementasi

KMB

SDM Unggul
berkarakter
Profil Pelajar

Pancasila

Berdaulat,

maju, adil dan

makmur

4 besar negara
maju di dunia

pada tahun

2045

Kebijakan Merdeka Belajar (KMB) sebagai solusi mewujudkan Visi
Pendidikan Indonesia dengan meningkatkan mutu pembelajaran melalui
transformasi satuan pendidikan

3

media

3

2035

2045

TK

17 -18 tahun

27 - 28 tahun

SD

19 - 24 tahun

29 - 34 tahun

SMP

25 - 27 tahun

35 - 37 tahun

SMA

28 - 31 tahun

38 - 41 tahun

Anak-anak kita akan menjadi pemimpin yang menentukan
masa depan bangsa kita

4

media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

4

Bab 1: Merdeka Belajar dan Perencanaan Berbasis Data

Dalam sesi ini diharapkan peserta dapat:

Memahami kebijakan Merdeka Belajar
01

Memahami konsep Perencanaan Berbasis Data sebagai bagian dari Merdeka Belajar
02

5

media
media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

5

Kemdikbudristek telah menetapkan Visi Pendidikan Indonesia sebagai panduan
dalam merumuskan kerja pendidikan

“Mewujudkan

Indonesia

maju

yang

berdaulat,

mandiri,

dan

berkepribadian

melalui

terciptanya

Pelajar

Pancasila

yang

bernalar

kritis,

kreatif,

mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong,
dan berkebinekaan global.”

6

Multiple Choice

Apa tujuan utama dari Kebijakan Merdeka Belajar (KMB)?

1

Mengurangi beban tugas guru

2

Meningkatkan mutu pembelajaran melalui transformasi satuan pendidikan

3

Mengurangi jumlah mata pelajaran di sekolah

4

Meningkatkan anggaran pendidikan nasional

7

media
media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

6

Untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia, dikeluarkan kebijakan Merdeka
Belajar bagi tercapainya pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia

Pendidikan Berkualitas

Memastikan

peserta

didik

mengalami kemajuan belajar
sehingga lebih kompeten dan
berkarakter

Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Memastikan bahwa kelompok-
kelompok yang termarginalkan
(sulit mendapat akses
pendidikan) dibantu untuk
mendapatkan akses pendidikan
yg berkualitas.

Fokus pada pengembangan

kompetensi dasar dan

karakter

Intervensi asimetris

berfokus pada penguatan
kelompok termarjinalkan

8

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

7

Berbagai kebijakan Merdeka Belajar untuk meningkatkan mutu pendidikan
bagi seluruh masyarakat Indonesia sudah diluncurkan

Program Organisasi

Penggerak

Guru Penggerak

Penggantian UN

Penyesuaian Kebijakan

Dana BOS

Program Sekolah

Penggerak

SMK Pusat Keunggulan

Perluasan Program
Beasiswa Lembaga
Pengelola Pendidikan

Sekolah Aman Berbelanja

dengan SIPLah

Akselerasi dan Pendanaan
Satuan Pendidikan Tahun

2022

Kurikulum Merdeka dan
Platform Merdeka Belajar

MB 1

MB 3

MB 4

Rapor Pendidikan

Indonesia

MB 5

MB 7

MB 8

MB 10

MB 12

MB 15

MB 16

MB 19

9

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

8

Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data adalah bagian dari Merdeka
Belajar untuk memastikan pendidikan berkualitas untuk seluruh rakyat Indonesia

MERDEKA BELAJAR

Pendidikan Berkualitas bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Keluarga

Guru
Institusi

Pendidikan

Dunia

Usaha/Industri

Masyarakat

“Sekolahkan Anak Indonesia”

Angka Partisipasi Tinggi

>95% di seluruh jenjang pendidikan dasar

dan menengah; >70% pada jenjang

pendidikan tinggi

“Dorong Pembelajaran Siswa”

Hasil Belajar Berkualitas

Memiliki pengetahuan dan keterampilan
yang relevan, hasil penelitian berkualitas
tinggi, dan >90% tingkat penempatan kerja

“Tidak Ada Anak yang Tertinggal”

Distribusi yang merata

Baik secara geografis maupun status sosial

ekonomi

Rapor Pendidikan

Perencanaan Berbasis Data

10

media
media
media
media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Proses perencanaan sebagai kegiatan

bermakna yang berorientasi pada

peningkatan mutu pendidikan

9

Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data memperbaiki permasalahan
peningkatan mutu pendidikan dengan lebih sederhana dan bermakna

Berbagai sumber dan melakukan

pengisian borang berkali-kali

Hasilnya evaluasi yang beragam

Mengukur beragam hal

Hanya AN dan Dapodik serta tidak

ada pengisian borang-borang

tambahan lagi

Evaluasi hanya satu

Mengukur hal yang kunci:

Mutu hasil belajar

dan layanan pendidikan

Dahulu

Sekarang

Perencanaan hanya sebatas

pemenuhan dokumen administrasi

11

media
media
media
media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Perencanaan berbasis data adalah sebuah perubahan kebiasaan untuk mendorong
satuan pendidikan dan dinas pendidikan menyusun kegiatan peningkatan capaian
pembelajaran berdasarkan fakta

10

1. Mengidentifikasi

masalah berdasarkan
indikator yang
ditampilkan di dalam
Rapor Pendidikan

2. Melakukan refleksi

capaian, pemerataan,
dan proses
pembelajaran di
satuan pendidikan
dan daerah masing-
masing

3. Menyusun kegiatan

dalam bentuk rencana
kegiatan dan anggaran
satuan pendidikan (BOS
dan BOP) dan daerah
(APBD)

1. Mengidentifikasi

masalah berdasarkan
indikator yang
ditampilkan di dalam
Rapor Pendidikan

2. Melakukan refleksi

capaian, pemerataan,
dan proses
pembelajaran di
satuan pendidikan
dan daerah masing-
masing

3. Melakukan

pembenahan melalui
perumusan kegiatan
dalam bentuk rencana
kegiatan dan anggaran
satuan pendidikan (BOS
dan BOP) dan daerah
(APBD)

2. Melakukan refleksi

capaian, pemerataan,
dan proses
pembelajaran di
satuan pendidikan
dan daerah masing-
masing

12

media
media
media
media
media
media
media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

11

Perencanaan berbasis data adalah proses yang berkelanjutan dan terintegrasi
dalam siklus perencanaan satuan pendidikan

Langkah 1

Analisis Profil

Pendidikan

Langkah 2

Analisis Akar

Masalah

Langkah 3
Perumusan
Program dan

Kegiatan

Langkah 6

Monitoring dan

Evaluasi

Langkah 5

Pelaksanaan

Kegiatan

Langkah 4

Memasukkan dalam

dokumen perencanaan

dan anggaran

RKJM

Perencanaan Jangka

Menengah

RKT

Perencanaan Tahunan

RKAS

Dokumen Anggaran

RKJM: Rencana Kerja Jangka Menengah
RKT: Rencana Kerja Tahunan
RKAS: Rencana Kerja Anggaran Sekolah

13

media
media
media
media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

12

Kemendikbudristek akan memfasilitasi satuan pendidikan dan pemerintah
daerah untuk melakukan perencanaan berbasis data

2. Dukungan materi untuk

belajar mandiri
disiapkan sehingga
pemerintah daerah dan
satuan pendidikan
dapat mendalami
materi perencanaan
berbasis data

3. Pusat Bantuan disiapkan

untuk menjawab semua
pertanyaan terkait rapor
pendidikan dan
perencanaan berbasis
data, serta menerima
masukan untuk perbaikan

1. Bimbingan teknis dan

pendampingan
perencanaan berbasis
data akan dilakukan mulai
bulan Mei hingga sepanjang
tahun 2022 bekerjasama
dengan berbagai pemangku
kepentingan

14

media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

13

Bab 2: Profil Pendidikan dan Platform Rapor Pendidikan

Dalam sesi ini diharapkan peserta dapat:

Memahami definisi, kerangka, dan struktur Profil Pendidikan
01

Memahami indikator dalam Profil Pendidikan
02

Mampu mengakses dan menggunakan platform Rapor Pendidikan
03

15

media
media
media
media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

14

Definisi Profil Pendidikan, Rapor Pendidikan, dan Platform Rapor Pendidikan

laporan komprehensif mengenai layanan pendidikan sebagai hasil dari
Evaluasi Sistem Pendidikan yang digunakan sebagai landasan untuk
peningkatan mutu layanan pendidikan dan penetapan Rapor Pendidikan

Profil Pendidikan

indikator terpilih dari Profil Pendidikan yang merefleksikan prioritas
Kemendikbudristek yang digunakan untuk menilai kinerja daerah dan
satuan pendidikan. Rapor Pendidikan diperoleh dari perbandingan nilai
indikator antar tahun (akan ditampilkan mulai tahun 2023).

Rapor Pendidikan

aplikasi berbasis web yang menampilkan informasi Profil Pendidikan dan
Rapor

Pendidikan.

Platform

Rapor

Pendidikan

dapat

diakses

oleh

pengguna yang memiliki akun belajar sesuai dengan kewenangannya.

Platform Rapor
Pendidikan

16

media
media
media
media
media
media
media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

15

Rapor Pendidikan dan perencanaan berbasis data adalah alat bantu bagi satuan
pendidikan dan dinas pendidikan untuk terus bersama memperbaiki kualitas layanan
pendidikan

Rapor Pendidikan dan perencanaan berbasis data
adalah perangkat dan cara untuk

Rapor Pendidikan dan perencanaan berbasis data
bukanlah perangkat dan cara untuk

Didiskusikan secara konstruktif
dengan berbagai pemangku
kepentingan pendidikan untuk
membenahi mutu pendidikan

Refleksi capaian pendidikan sejauh ini

Mengidentifikasi akar permasalahan

Membanding-bandingkan pencapaian

Memeringkatkan satuan dan daerah

Menghukum dan mencari siapa yang salah

Menjadi tambahan beban dokumen
administrasi yang tidak bermakna

17

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

16

Dasar Hukum perencanaan berbasis data diatur dalam PP No. 57 tahun 2021 tentang Standar
Nasional Pendidikan dan Permendikbudristek No. 09 tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem
Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terhadap Pendidikan Anak Usia
Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

PP No 57 Tahun 2021

Pasal 28
Perencanaan kegiatan Pendidikan bertujuan untuk peningkatan
kualitas proses dan hasil belajar secara berkelanjutan
berdasarkan evaluasi diri Satuan Pendidikan.

Perencanaan kegiatan Pendidikan dituangkan dalam rencana
kerja jangka pendek dan rencana kerja jangka menengah.

Permendikbudristek No 09 tahun 2022

Pasal 24

Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah berdasarkan profil
pendidikan daerah.

Evaluasi sistem pendidikan oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan terhadap:

a. Pendidikan Anak Usia Dini; dan
b. Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Pasal 26
Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dimanfaatkan oleh Pemerintah
Daerah sebagai bahan untuk melakukan penyesuaian kebijakan dan perencanaan program
dalam rangka peningkatan akses, mutu, relevansi, dan tata kelola penyelenggaraan
pendidikan sesuai dengan kewenangannya.
Pasal 28
Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
dimanfaatkan oleh Satuan Pendidikan untuk:

mengidentifikasi masalah pendidikan yang perlu mendapatkan prioritas
berdasarkan indikator dalam profil Satuan Pendidikan atau profil program
pendidikan kesetaraan;

mendalami hasil identifikasi masalah pendidikan untuk menemukan akar
masalah dan merumuskan langkah perbaikan; dan

melakukan perencanaan program untuk mengatasi akar masalah

Pasal 48
3. Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan terhadap: a.
pendidikan anak usia dini; dan b. pendidikan dasar dan
menengah.

4. Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk perluasan
akses dan peningkatan mutu layanan Pendidikan daerah
sesuai kebutuhan Satuan Pendidikan dan program Pendidikan.

18

media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Bentuk Evaluasi

17

Asesmen Nasional
(AKM, Survei Karakter, &

Survei Lingkungan Belajar)

Sumber Data

Profil Pendidikan merupakan laporan komprehensif tentang layanan
pendidikan PAUD Dikdasmen berdasarkan hasil evaluasi sistem pendidikan

Dapodik

Data Pendidikan Kemenag

Platform Digital

Guru dan Kepala Sekolah

Tracer Study SMK

Data GTK

BPS, dll.

Laporan Evaluasi

Platform Rapor Pendidikan

PROFIL

Profil Satuan Pendidikan
Profil Pendidikan Daerah

(isi komprehensif, bersifat diagnostik)

RAPOR

Rapor Satuan Pendidikan
Rapor Pendidikan Daerah

(bagian dari indikator Profil Pendidikan)

Evaluasi Diri Satuan Pendidikan
(mandiri, bagian siklus perencanaan)

Evaluasi Diri Pemda

(mandiri, bagian siklus perencanaan)

Evaluasi Diri Internal

Evaluasi Eksternal

Evaluasi Pendidikan Daerah

(re)akreditasi Sekolah

oleh BAN (visitasi hanya pada sekolah

dengan kriteria tertentu)

Insentif Kinerja Sekolah

dari Kemendikbud

RKTS

RKPD

SPM

Akredi

tasi

19

media
media
media
media
media
media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

18

Profil Pendidikan merupakan laporan hasil evaluasi layanan pendidikan
sebagai penyempurnaan rapor mutu sebelumnya

03

05

04

01

Single source of data sebagai dasar analisis, perencanaan, dan tindak lanjut
peningkatan kualitas pendidikan.

Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output).

Instrumen pengukuran untuk evaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan
baik untuk evaluasi internal maupun eksternal.

Profil pendidikan menjadi sumber data untuk perencanaan di tingkat satuan
pendidikan dan perencanaan di tingkat pemerintah daerah.

Instrumen yang meringankan beban administrasi satuan pendidikan dengan
mengurangi aplikasi beragam dalam proses evaluasi internal dan eksternal.

02

Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar
(output)

20

media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

19

Profil Pendidikan merupakan laporan hasil evaluasi layanan pendidikan
sebagai penyempurnaan rapor mutu sebelumnya

8 Standar Nasional Pendidikan

Standar Kompetensi Lulusan1

Standar Isi2

Standar Proses3

Standar Penilaian4

Standar Pengelolaan5

Standar GTK6

Standar Pembiayaan7

Standar Sarpras8

A. Mutu dan relevansi hasil
belajar peserta didik

B. Pemerataan pendidikan
yang bermutu

D. Mutu dan relevansi
pembelajaran
C. Kompetensi dan kinerja GTK

E. Pengelolaan satuan pendidikan yang partisipatif, transparan dan
akuntabel

Rapor Pendidikan terdiri dari indikator-indikator yang merefleksikan delapan Standar Nasional Pendidikan
dan mencakup area yang berkaitan dengan input, proses, dan output pembelajaran

Output

Proses

Input

21

media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

20

Setiap dimensi terdiri dari indikator yang tersusun dalam beberapa tingkatan

Dimensi

Indikator
Level 1

Indikator
Level 2

Indikator
Level 3

Tiap dimensi terdiri dari beberapa indikator level 1. Indikator level 1 terdiri dari beberapa indikator level 2, dan
indikator level 2 terdiri dari beberapa indikator level 3. Beberapa indikator level 2 tidak memiliki indikator level
3, dan beberapa indikator level 1 tidak memiliki indikator level 2.

22

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

21

Struktur Profil Pendidikan Pendidikan Dasar Menengah dan SMK

Kualitas Capaian Pembelajaran Siswa
Kualitas Proses
Belajar Siswa

Kualitas Sumber Daya Manusia dan

Sekolah

Mutu dan relevansi
hasil belajar murid

Pemerataan

pendidikan yang

bermutu

Mutu dan relevansi

pembelajaran

Kompetensi dan

kinerja PTK

Pengelolaan sekolah

yang partisipatif,
transparan, dan

akuntabel

Output

Proses

Input

Dimensi A

Dimensi B

Dimensi D

Dimensi C

Dimensi E

23

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

22

Indikator DASMEN

Dimensi

Mutu dan Relevansi
Hasil Belajar

Kemampuan literasi

A.

Indikator Level 1

Pemerataan
Pendidikan Yang
Bermutu

B.

Kemampuan numerasi

Indeks Karakter

Penyerapan Lulusan SMK

Pendapatan Lulusan SMK

Kompetensi Lulusan SMK

Kesenjangan literasi

Kesenjangan numerasi

APS SD/MI/Paket A/SDLB

APK SMP/MTS/Paket B/SMPLB

Kesenjangan karakter

APK SD/MI/Paket A/SDLB

APS SMP/MTS/Paket B/SMPLB

APK SMA/K/MA/Paket
C/SMALB

APS SMA/K/MA/Paket
C/SMALB

Output

Hanya ada di level

daerah

Di level daerah dan
satuan pendidikan

24

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

23

Dimensi

Mutu dan Relevansi
Pembelajaran

Kualitas pembelajaran

D.

Indikator Level 1

Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru

Iklim inklusivitas

Kesenjangan Iklim inklusivitas

Kepemimpinan instruksional

Iklim keamanan sekolah

Kesenjangan fasilitas sekolah antar wilayah

Kesenjangan kebersihan sekolah (termasuk sanitasi)
antar wilayah

Kesenjangan iklim keamanan sekolah

Iklim kesetaraan gender

Kesenjangan bahan dan fasilitas belajar literasi

Kesenjangan akses dan fasilitas belajar daring

Kesenjangan Iklim kesetaraan gender

Pemanfaatan TIK untuk pembelajaran

Iklim kebinekaan

Link and match dengan Dunia Kerja

Kesenjangan Iklim kebinekaan

Indikator DASMEN

Proses

Hanya ada di level

daerah

Di level daerah dan
satuan pendidikan

25

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

24

Dimensi

Kompetensi dan
Kinerja GTK

Proporsi GTK bersertifikat

C.

Indikator Level 1

Proporsi GTK penggerak

Pengelolaan sekolah
yang Partisipatif,
Transparan, dan
Akuntabel

E.

Kehadiran guru di kelas

Indeks distribusi guru

Pengalaman pelatihan guru

Kualitas GTK penggerak

Pemenuhan Kebutuhan Guru

Proporsi GTK di SMK yang bersertifikat kompetensi

Nilai UKG

Partisipasi warga sekolah

Pemanfaatan TIK untuk pengelolaan anggaran

Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk
peningkatan mutu
Proporsi pemanfaatan APBD untuk pendidikan

Indikator DASMEN

Input

Hanya ada di level

daerah

Di level daerah dan
satuan pendidikan

26

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

25

Permasalahan yang terjadi di suatu indikator dapat dicari akar masalahnya
dari indikator yang lain

27

media

26

Click to edit Master title style

A.1 Kemampuan literasi

Dasar dan
Menengah
A.2 Kemampuan numerasi

A.3 Indeks Karakter

D.4 Iklim Keamanan
Sekolah

D.8 Iklim Kebinekaan

D.1 Kualitas Pembelajaran

Vokasi

A.1 Kemampuan literasi

A.2 Kemampuan numerasi

A.3 Indeks Karakter

D.4 Iklim Keamanan
Sekolah

D.8 Iklim Kebinekaan

D.1 Kualitas Pembelajaran

A.4 Penyerapan lulusan
SMK

D.17 Link and Match Dunia
Kerja

Terdapat penambahan indikator prioritas yang ditampilkan di halaman ringkasan untuk satuan pendidikan Vokasi
pada halaman Ringkasan Rapor Pendidikan karena indikator A.4 dan D.17 mempunyai relevansi tinggi untuk
peningkatan kualitas pembelajaran di jenjang Vokasi

PAUD

D.2 Penerapan
Pendekatan pembelajaran
yang sesuai untuk anak
usia dini

D.3 Muatan pembelajaran
yang membangun
kemampuan fondasi

E.6 Kemitraan dengan
orang tua

28

media

27

Click to edit Master title style

Indikator
Prioritas

Indikator Akar Masalah

A.1 Literasi
(11 pasang)

A.1 Kemampuan Literasi
A.1.1 Kompetensi membaca teks informasi
A.1.2 Kompetensi membaca Teks Sastra

D.1 Kualitas Pembelajaran
D.1.1 Manajemen kelas
D.1.2 Dukungan psikologis
D.1.3 Metode pembelajaran

D.2 Refleksi dan Perbaikan
Pembelajaran
D.2.1 Belajar tentang pembelajaran
D.2.2 Refleksi atas praktik mengajar
D.2.3 Penerapan praktik inovatif

D.3 Kepemimpinan Instruksional
D.3.1 Visi-misi sekolah
D.3.2 Pengelolaan kurikulum sekolah
D.3.3 Dukungan untuk refleksi guru

A.2 Numerasi
(15 pasang)

A.2 Kemampuan Numerasi
A.2.1 Kompetensi pada domain Bilangan
A.2.2 Kompetensi pada domain Aljabar
A.2.3 Kompetensi pada domain Geometri
A.2.4Kompetensi pada domain Data dan
Ketidakpastian

A.1 Kemampuan Literasi
A.1.1 Kompetensi membaca teks informasi
A.1.2 Kompetensi membaca Teks Sastra

D.1 Kualitas Pembelajaran
D.1.1 Manajemen kelas
D.1.2 Dukungan psikologis
D.1.3 Metode pembelajaran

D.2 Refleksi dan Perbaikan
Pembelajaran
D.2.1 Belajar tentang pembelajaran
D.2.2 Refleksi atas praktik mengajar
D.2.3 Penerapan praktik inovatif

D.3 Kepemimpinan Instruksional
D.3.1 Visi-misi sekolah
D.3.2 Pengelolaan kurikulum sekolah
D.3.3 Dukungan untuk refleksi guru

A.3 Karakter
(15 pasang)

A.3 Karakter
A.3.1 Beriman, Bertakwa kepada Tuhan
yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia`
A.3.2 Gotong Royong
A.3.3 Kreativitas
A.3.4 Nalar Kritis
A.3.5 Kebinekaan global
A.3.6 Kemandirian

D.1 Kualitas Pembelajaran
D.1.1 Manajemen kelas
D.1.2 Dukungan psikologis
D.1.3 Metode pembelajaran

D.2 Refleksi dan Perbaikan
Pembelajaran
D.2.1 Belajar tentang pembelajaran
D.2.2 Refleksi atas praktik mengajar
D.2.3 Penerapan praktik inovatif

D.3 Kepemimpinan Instruksional
D.3.1 Visi-misi sekolah
D.3.2 Pengelolaan kurikulum sekolah
D.3.3 Dukungan untuk refleksi guru

Berikut adalah daftar dari pasangan Indikator Akar Masalah yang akan muncul pada halaman Akar Masalah
di Rapor Pendidikan pada satuan pendidikan masing-masing

29

media

28

bard.google.com
chat.openai.com

30

media

29

Indikator
Prioritas

Indikator Akar Masalah

D.4
Keamanan
(25 pasang)

D.4. Iklim Keamanan
D.4.1 Kesejahteraan psikologis (wellbeing) murid
D.4.2 Kesejahteraan psikologis (wellbeing) guru
D.4.3 Pemahaman dan sikap terhadap perundungan
D.4.4 Pengalaman perundungan siswa
D.4.5 Pemahaman dan sikap terhadap hukuman fisik
D.4.6 Pengalaman hukuman fisik siswa
D.4.7 Pemahaman dan sikap guru tentang kekerasan
seksual
D.4.8 Pengalaman/pengetahuan kekerasan seksual siswa
D.4.9 Pemahaman dan sikap guru tentang rokok, minuman
keras, dan narkoba
D.4.10 Pengalaman siswa terkait rokok, minuman keras,
dan narkoba

D.3 Kepemimpinan Instruksional
D.3.1 Visi-misi sekolah
D.3.2 Pengelolaan kurikulum sekolah
D.3.3 Dukungan untuk refleksi guru

D.8 Iklim Kebinekaan
D.8.1 Toleransi agama dan budaya
D.8.2 Komitmen kebangsaan
D.8.3 Toleransi dan kesetaraan siswa

D.10 Iklim Inklusivitas
D.10.1 Layanan disabilitas
D.10.2 Layanan sekolah untuk murid cerdas dan
bakat istimewa
D.10.3 Sikap terhadap disabilitas

E.5 Program dan Kebijakan Sekolah
E.5.1 Kebijakan Sekolah: Perundungan
E.5.2 Kebijakan Sekolah: Hukuman Fisik
E.5.3 Kebijakan Sekolah: Kekerasan Seksual
E.5.4 Kebijakan Sekolah: Narkoba
E.5.5 Kebijakan Sekolah: Kesetaraan Gender
E.5.6 Program dan kebijakan mengenai
penanggulangan dan pencegahan intoleransi di
sekolah

D.8
Kebinekaan
(24 pasang)

D.8 Iklim Kebinekaan
D.8.1 Toleransi agama dan budaya
D.8.2 Komitmen kebangsaan
D.8.3 Toleransi dan kesetaraan siswa

D.3 Kepemimpinan Instruksional
D.3.1 Visi-misi sekolah
D.3.2 Pengelolaan kurikulum sekolah
D.3.3 Dukungan untuk refleksi guru

D.4. Iklim Keamanan
D.4.1 Kesejahteraan psikologis (wellbeing) murid
D.4.2 Kesejahteraan psikologis (wellbeing) guru
D.4.3 Pemahaman dan sikap terhadap perundungan
D.4.4 Pengalaman perundungan siswa
D.4.5 Pemahaman dan sikap terhadap hukuman fisik
D.4.6 Pengalaman hukuman fisik siswa
D.4.7 Pemahaman dan sikap guru tentang kekerasan
seksual
D.4.8 Pengalaman/pengetahuan kekerasan seksual siswa
D.4.9 Pemahaman dan sikap guru tentang rokok, minuman
keras, dan narkoba
D.4.10 Pengalaman siswa terkait rokok, minuman keras,
dan narkoba

D.6 Iklim Kesetaraan Gender
D.6.1 Pemahaman kesetaraan gender
D.6.2 Perilaku kesetaraan gender

E.5 Program dan Kebijakan Sekolah
E.5.1 Kebijakan Sekolah: Perundungan
E.5.2 Kebijakan Sekolah: Hukuman Fisik
E.5.3 Kebijakan Sekolah: Kekerasan Seksual
E.5.4 Kebijakan Sekolah: Narkoba
E.5.5 Kebijakan Sekolah: Kesetaraan Gender
E.5.6 Program dan kebijakan mengenai
penanggulangan dan pencegahan intoleransi di
sekolah

31

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

30

Struktur Profil Pendidikan PAUD

Tingkat Capaian

Perkembangan Anak

Kualitas Lingkungan Belajar PAUD

(Transformasi Sekolah: PAUD

Berkualitas)

Pemerataan Akses

dan Kualitas Layanan

PAUD

Jumlah, Distribusi

dan Kompetensi PTK

Outcome

Output

Proses

Input

Capaian

Perkembangan Anak

Pemerataan Akses

ke Layanan
Berkualitas

Kualitas Proses
Pembelajaran

Kualitas Pengelolaan

Satuan

Ketersediaan,

Kompetensi, dan

Kinerja PTK

Dimensi A

Dimensi B

Dimensi D

Dimensi E

Dimensi C

Catatan untuk perencanaan tahun 2022:

Indikator dalam dimensi A (Capaian Perkembangan Anak) belum ada di tahun 2022. Kemendikbudristek mengikuti mekanisme
pengukuran yang disepakati lintas sektor

Satuan PAUD menggunakan indikator dalam dimensi D dan E untuk proses perencanaan. Indikator dalam dimensi C belum tersedia untuk
satuan PAUD di tahun 2022.

Pemerintah daerah menggunakan indikator dalam dimensi B dan C untuk proses perencanaannya. Indikator D dan E belum tersedia
untuk pemerintah daerah.

32

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

31

Dimensi

Pemerataan ke
Akses yang
berkualitas

Angka Kesiapan Sekolah

B.

Indikator Level 1

Angka Partisipasi Kasar (3-6)

E.

Kesenjangan akses PAUD berdasarkan
kelompok gender

Kesenjangan akses PAUD dalam distribusi 1
Desa 1 PAUD

Angka Partisipasi Murni (3-6)

Angka Partisipasi Murni di PAUD Negeri (3-6)

Pertumbuhan Proporsi Jumlah Satuan PAUD
Terakreditasi B

Pemerataan Akses Anak Usia 3-6 Tahun di
Satuan yang Terakreditasi

Kesenjangan akses anak usia dini ke
pendidikan berdasarkan status sosial ekonomi
(APS 5-6)

Indikator PAUD

Output

Hanya ada di level

daerah

Di level daerah dan
satuan pendidikan

Belum tersedia

33

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

32

Dimensi

Ketersediaan,
Kompetensi, dan
Kinerja PTK

Pertumbuhan proporsi guru PAUD dengan
kualifikasi S1/D4

C.

Indikator Level 1

Proporsi pendidik berijazah minimal S1/D4

E.

Standar kompetensi pendidik

Proporsi GTK Penggerak

Proporsi Kepala Satuan berijazah minimal
S1/D4

Proporsi PTK bersertifikat dari PPG

Kualitas Guru Penggerak

Indeks Distribusi Guru

Sertifikasi diklat berjenjang Kementerian

Proporsi PTK dalam diklat teknis

Ketersediaan jumlah pengawas

Pemenuhan kebutuhan guru

Indikator PAUD

Input

Hanya ada di level

daerah

Di level daerah dan
satuan pendidikan

Belum tersedia

34

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

33

Dimensi

Kualitas Proses
Pembelajaran

Perencanaan untuk proses pembelajaran yang
efektif

D.

Indikator Level 1

Pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk anak
usia dini

Kualitas Pengelolaan
Satuan
E.

Muatan pengembangan yang sesuai kurikulum

Asesmen yang meningkatkan kualitas
pembelajaran

Indeks ketersediaan sarana prasarana esensial

Indeks iklim keamanan dan keselamatan sekolah

Indeks kemitraan dengan orang tua/wali untuk
kesinambungan stimulasi di satuan dan di rumah

Indeks layanan holistik integratif

Indeks iklim inklusivitas sekolah

Indeks refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh
pendidik

Indeks kapasitas perencanaan

Indeks akuntabilitas pembiayaan

Indeks kepemimpinan dan kebijakan satuan yang
mendukung refleksi dan perbaikan layanan
Pemanfaatan sumber daya satuan

Indikator PAUD

Proses

Hanya ada di level

daerah

Di level daerah dan
satuan pendidikan

Belum tersedia

35

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

34

Indikator dimensi D dan E sebagai Transformasi Sekolah menuju PAUD Berkualitas

Dimensi C

INPUT

PROSES

Dimensi D

Dimensi E

Daerah dan satuan dapat menggunakan indikator di dalam profil pendidikan agar dapat memahami kegiatan dan layanan apa saja yang perlu
ada di satuan PAUD, serta merancang pendampingan yang diperlukan bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

Pendidik dan
tenaga
kependidikan
adalah fondasi
dari PAUD
Berkualitas.
Kapasitas dan
kesejahteraan
PTK perlu
menjadi
perhatian agar
keempat
elemen ini
terwujud

KUALITAS PROSES
PEMBELAJARAN

Perencanaan pembelajaran
yang efektif.

Pendekatan pembelajaran
memberikan pengalaman
menyenangkan, dan
berpusat pada anak, sesuai
untuk anak usia dini.

Muatan pengembangan
yang selaras dengan
kurikulum, menguatkan
aspek perkembangan,
kontekstual dan bermakna.

Asesmen yang
meningkatkan kualitas
pembelajaran.

KEMITRAAN DENGAN

ORANG TUA

DUKUNGAN PEMENUHAN

LAYANAN ESENSIAL AUD DI

LUAR PENDIDIKAN

KEPEMIMPINAN DAN

PENGELOLAAN
SUMBER DAYA

Adanya interaksi terencana
dengan orang tua/wali untuk
membangun
kesinambungan stimulasi
dari PAUD dan di rumah
(wadah komunikasi, kelas
orang tua, komite, kegiatan
yang melibatkan orang tua,
dst).

Penguatan peran dan
kapasitas orang tua/wali
sebagai mitra pengajar dan
sumber belajar.

Pemantauan tumbuh kembang
anak (DDTK/KPSP/KMS/KIA)

Berkoordinasi dengan unit lain
terkait pemenuhan gizi dan
kesehatan

Kelas orang tua, wahana untuk
berbagi informasi mengenai
kebutuhan esensial anak
(intervensi gizi-sensitif).

Menerapkan PHBS melalui
pembiasaan.

Kepemilikan fasilitas sanitasi
dan air bersih (minimal,
menggunakan material
sederhana dan ada air mengalir)

Memberikan PMT dan/atau
makanan bergizi secara berkala
(minimal 3 bulan sekali)

Memantau kepemilikan
identitas (NIK) peserta didik.

Mampu menghadirkan:

Sarpras Esensial yang
berfokus pada keamanan
peserta didik dan
esensial untuk
mendukung kualitas
layanan.

Iklim aman (fisik-psikis)

Iklim inklusif

Iklim Partisipatif
(trisentra)

Pengelolaan sumber
daya melalui
perencanaan berbasis
data

Refleksi dan perbaikan
pembelajaran oleh guru

36

media

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

37

media
media

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

Kunjungi
Laman
Rapor

Pendidikan

Mengakses

Beranda

Mengakses

Mutu

Pembelajaran

Mengakses
Mutu Hasil

Belajar

Mengakses
Kompetensi
& Kinerja GTK

Mengakses
Pengelolaan

Sekolah

Partisipatif…

Unduh Excel
Data / Report

1

2

3

4

5

6

7

Masuk

menggunakan
akun belajar.id

1

38

media
media

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

Kunjungi
Laman
Rapor

Pendidikan

Mengakses

Beranda

Mengakses

Mutu

Pembelajaran

Mengakses
Mutu Hasil

Belajar

Mengakses
Kompetensi
& Kinerja GTK

Mengakses
Pengelolaan

Sekolah

Partisipatif…

Unduh Excel
Data / Report

1

2

3

4

5

6

7

Masuk

menggunakan
akun belajar.id

2

39

media
media

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

Visit Website
Mengakses

Beranda

Mengakses

Mutu

Pembelajaran

Mengakses
Mutu Hasil

Belajar

Mengakses
Kompetensi
& Kinerja GTK

Mengakses
Pengelolaan

Sekolah

Partisipatif…

Unduh Excel
Data / Report

1

2

3

4

5

6

7

Login

menggunakan
akun belajar.id

3

40

media
media

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

Visit Website
Mengakses

Beranda

Mengakses

Mutu

Pembelajaran

Mengakses
Mutu Hasil

Belajar

Mengakses
Kompetensi
& Kinerja GTK

Mengakses
Pengelolaan

Sekolah

Partisipatif…

Unduh Excel
Data / Report

1

2

3

4

5

6

7

Login

menggunakan
akun belajar.id

4

41

media
media

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

Visit Website
Mengakses

Beranda

Mengakses

Mutu

Pembelajaran

Mengakses
Mutu Hasil

Belajar

Mengakses
Kompetensi
& Kinerja GTK

Mengakses
Pengelolaan

Sekolah

Partisipatif…

Unduh Excel
Data / Report

1

2

3

4

5

6

7

Login

menggunakan
akun belajar.id

5

42

media
media

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

Visit Website
Mengakses

Beranda

Mengakses

Mutu

Pembelajaran

Mengakses
Mutu Hasil

Belajar

Mengakses
Kompetensi
& Kinerja GTK

Mengakses
Pengelolaan

Sekolah

Partisipatif…

Unduh Excel
Data / Report

1

2

3

4

5

6

7

Login

menggunakan
akun belajar.id

6

43

media
media

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

Visit Website
Mengakses

Beranda

Mengakses

Mutu

Pembelajaran

Mengakses
Mutu Hasil

Belajar

Mengakses
Kompetensi
& Kinerja GTK

Mengakses
Pengelolaan

Sekolah

Partisipatif…

Unduh Excel
Data / Report

1

2

3

4

5

6

7

Login

menggunakan
akun belajar.id

7

44

media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

43

Bab 3: Perencanaan Berbasis Data di Satuan Pendidikan

Dalam sesi ini diharapkan peserta dapat:

Mengidentifikasi masalah dan akar masalah berdasarkan Profil Pendidikan
01

Menetapkan solusi penyelesaian akar masalah
02

Memasukkan solusi dalam dokumen perencanaan dan anggaran
03

45

media
media
media
media
media
media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

44

Perencanaan berbasis data membantu satuan pendidikan dan daerah untuk
melakukan perubahan bermakna dalam perumusan kegiatan dan anggaran bagi
peningkatan mutu pendidikan

03

05

04

01

Menggunakan data dari Rapor Pendidikan yang terintegrasi, komprehensif,
dan objektif

Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output).

Melibatkan pemangku kepentingan secara aktif dalam proses
perencanaan

Pendampingan yang menyeluruh dan berkelanjutan

Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan yang terus menerus

02
Melakukan refleksi diri dan perbaikan berkelanjutan dari tahun ke tahun

46

media
media
media
media
media
media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

45

Tahapan pelaksanaan Perencanaan Berbasis Data disusun agar satuan pendidikan dapat
mengidentifikasi, merefleksikan, dan membenahi kondisi satuan pendidikan
menggunakan data yang tersedia di Rapor Pendidikan

03

05

04

01

Satuan pendidikan membaca Rapor Pendidikan untuk mengidentifikasi kondisi
dan tantangan yang dihadapi

Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output).

Kepala sekolah dan pemangku kepentingan di sekolah menentukan program
dan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah, menetapkan target capaian,
dan memasukkannya di dalam dokumen perencanaan.

Kepala sekolah dan pemangku kepentingan di sekolah melaksanakan program
dan kegiatan yang sudah direncanakan

Kepala sekolah melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat
keterlaksanaan kegiatan dan melihat perubahan capaian di Rapor Pendidikan
di tahun berikutnya

02

Kepala sekolah dan pemangku kepentingan di sekolah melakukan refleksi diri
untuk menemukan akar permasalahan dari tantangan yang dihadapi

47

media

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,
RISET, DAN TEKNOLOGI

Perencanaan Berbasis Data
Pendidikan Dasar dan Menengah
(SD, SMP, SMA, SMK, SLB)

48

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

47

Tahapan dalam melakukan Perencanaan Berbasis Data Dikdasmen

Tahapan

Tahapan:
Mengunduh data dari

platform Rapor
Pendidikan

Merujuk kepada daftar

indikator prioritas

Menetapkan indikator

rapor sebagai masalah
yang akan diintervensi.

Kegiatan

Tahapan:
Dari masalah yang

akan diintervensi,
dilakukan analisis
untuk mencari
akar masalah

Tahapan:
Membuat program

dan kegiatan sebagai
solusi untuk setiap
akar masalah yang
ditetapkan

Tahapan:
Menetapkan daftar

kegiatan yang akan
dimasukkan dalam RKAS

Menetapkan barang dan

jasa yang akan dibelanjakan
(termasuk harga satuan)

Memasukkan kegiatan dan

anggaran dalam ARKAS

Memilih dan menetapkan
Masalah

Merumuskan akar
masalah

Menentukan program
dan kegiatan

Rencana Kerja Tahunan

Rencana Kegiatan dan Anggaran

Sekolah
(RKAS)

Identifikasi

Refleksi

Benahi

Dokumen

Memasukkan dalam dokumen
RKAS

RKAS

49

media

48

Cara 1:
Tahapan Perencanaan Berbasis Data
dengan melakukan eksplorasi dashboard
platform Rapor Pendidikan

50

media

49

Cara 1

Tahap 1: Identifikasi untuk memilih dan menetapkan masalah

1.Buka Rapor Pendidikan, Anda akan melihat 6 indikator
prioritas untuk Dasmen dan 8 indikator prioritas untuk SMK

2.Pilih indikator-indikator prioritas dengan urutan sebagai
berikut:

a.Berwarna merah

b.Berwarna kuning

c.Berwarna hijau

3.Jika terdapat 2 label capaian yang memiliki label warna yang
sama Anda dapat memilih indikator mana yang lebih
membutuhkan intervensi dengan melihat detail
Peringkat/Kuintil yang lebih rendah

4.Jika pada peringkat/Kuintil masih memiliki nilai yang sama.
Anda dapat memilih Indikator mana yang lebih membutuhkan
intervensi/perbaikan dengan melihat delta atau
kenaikan/penurunan capaian dengan prioritas sebagai berikut:

a.Penurunan yang paling tinggi, atau

b.Kenaikan yang paling rendah

1.Jika delta sama, maka Anda dapat membandingkan skor
capaian dengan klik “Apa arti capaian saya?”. Pilih indikator
yang memiliki skor lebih rendah

51

media
media

50

Tahap 2 : Memilih Akar Masalah

1.Dari masalah yang dipilih, klik “pelajari akar
masalah”. Anda akan melihat 4 kartu akar
masalah dari indikator level 1 dan level 2
yang menyertainya.

2.Kemudian pilih indikator level 2 dari
indikator level 1 yang sudah Anda pilih
menjadi masalah, karena Indikator level 2
tersebut juga merupakan akar masalah

3.Lalu Anda dapat melihat 3 kartu akar
masalah yang terdapat di bagian bawah.
Kartu-kartu tersebut sudah diurutkan
berdasarkan indikator-indikator yang paling
membutuhkan intervensi

Cara 1

52

media
media

51

1.Dari akar masalah yang sudah dipilih,
baik dari level 1 maupun level 2,
selanjutnya Anda dapat merumuskan
benahi dengan melihat Inspirasi
Benahi di bagian bawah pada
halaman yang sama

2.Pilihlah sebagian atau seluruh
inspirasi kegiatan benahi

3.Untuk memilih inspirasi kegiatan
benahi, Anda dapat mempelajari dari
“Lihat di Merdeka Mengajar”

4.Dari inspirasi benahi yang sudah
dipilih, rumuskan kegiatan yang
sesuai dengan daftar kegiatan di
ARKAS

Cara 1

Tahap 3 : Merumuskan Benahi

53

media

52

1.Memindahkan hasil dari tahap 1, 2, dan 3 ke dalam lembar RKT

2.Satuan pendidikan melakukan reviu dokumen RKT yang sudah lengkap, hasil reviu dapat berupa penambahan
atau pengurangan

No

Identifikasi Masalah

Refleksi Akar
Masalah

Benahi

Kegiatan

Penjelasan
Kegiatan

Apakah Kegiatan
Membutuhkan
Biaya?

[Masukkan nama indikator
prioritas yang ingin satuan
pendidikan Anda fokuskan di
tahun mendatang]

[Masukkan Nama
indikator atau
subindikator akar
masalah yang
ingin satuan
pendidikan Anda
perbaiki]

[Masukkan
Program tindak
lanjut sesuai
dengan akar
masalah yang
Anda tentukan
(bisa diambil dari
kolom Inspirasi
Benahi yang
diberikan atau
membuat program
sesuai dengan
kebutuhan Satuan
Pendidikan)
]

[Kegiatan konkret
dari Benahi yang
Anda tentukan
(bisa mengacu
pada Kegiatan
ARKAS)]

[Penjabaran
kegiatan yang
akan satuan
pendidikan Anda
lakukan
berdasarkan
kegiatan yang
dipilih (dituliskan
untuk kegiatan
yang
membutuhkan
biaya dan tidak)]

[Diisi dengan "Ya"
/ "Tidak". Kegiatan
yang
membutuhkan
biaya perlu
dipindah ke
Lembar Kerja
ARKAS]

Cara 1

Tahap 4 : Memasukkan ke Dalam Dokumen RKT

54

media

53

Contoh

Dokumen RKT Menggunakan Cara 1

No

Identifikasi
Masalah

Refleksi Akar Masalah Benahi

Kegiatan

Penjelasan Kegiatan

Apakah Kegiatan
Membutuhkan
Biaya?

[Masukkan
nama
indikator
prioritas yang
ingin satuan
pendidikan
Anda
fokuskan di
tahun
mendatang]

[Masukkan Nama
indikator atau
subindikator akar
masalah yang ingin
satuan pendidikan
Anda perbaiki]

[Masukkan Program tindak
lanjut sesuai dengan akar
masalah yang Anda
tentukan (bisa diambil dari
kolom Inspirasi Benahi
yang diberikan atau
membuat program sesuai
dengan kebutuhan Satuan
Pendidikan)
]

[Kegiatan konkret dari
Benahi yang Anda
tentukan (bisa mengacu
pada Kegiatan ARKAS)]

[Penjabaran kegiatan yang
akan satuan pendidikan
Anda lakukan berdasarkan
kegiatan yang dipilih
(dituliskan untuk kegiatan
yang membutuhkan biaya
dan tidak)]

[Diisi dengan
"Ya" / "Tidak".
Kegiatan
yang
membutuhka
n biaya perlu
dipindah ke
Lembar Kerja
ARKAS]

1

Literasi

Kompetensi
membaca teks
sastra

Peningkatan kompetensi
GTK dengan mempelajari
konten terkait teks sastra
yang berkaitan erat
dengan kemampuan
literasi di Platform
Merdeka Mengajar

-Pengembangan diri
terkait literasi melalui
PMM

-Guru mengikuti pelatihan
mandiri terkait literasi di
platform Merdeka
Mengajar;

-Guru melakukan
kegiatan sharing
pengetahuan di
komunitas belajar (1x
sebulan)

55

media
media

54

Kegiatan yang dimasukkan ke dalam Lembar Kerja ARKAS merupakan kegiatan yang membutuhkan anggaran
untuk pelaksanaannya

1.Pindahkan kolom inspirasi kegiatan benahi yang terpilih dari RKT ke dalam kolom “Benahi” di lembar
kerja ARKAS

2.Pindahkan contoh kegiatan ARKAS yang terpilih dari RKT ke dalam kolom “Kegiatan” di lembar kerja
ARKAS

3.Kolom “Penjelasan Kegiatan” diisi dengan rincian kegiatan apa saja yang ingin dilakukan sesuai dengan
yang terdapat pada kolom “Kegiatan”

Cara 1

Tahap 5 : Memasukkan ke Dalam Lembar Kerja ARKAS

1

2

3

56

media
media

55

4.Kolom “Uraian Kegiatan” diisi dengan rincian barang dan jasa yang
dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan

5.Kolom “Jumlah” berisi jumlah barang dan jasa yang dibelanjakan
dalam 1 tahun

6.Kolom “Satuan” berisi satuan barang dan jasa yang dibelanjakan
dalam 1 tahun

7.Kolom “Harga Satuan” berisi harga per satu satuan (rujukan dapat
melihat ke aplikasi SIPlah atau sumber lainnya yang relevan)

8.Kolom “Total” berisi perkalian antara jumlah dan harga satuan

Cara 1

Tahap 5 : Memasukkan ke Dalam Lembar Kerja ARKAS

4

5

6

7

8

9.Setelah semua kegiatan
dimasukkan ke dalam
lembar kerja ARKAS,
Anda dapat melakukan
reviu terhadap jumlah
total anggaran

57

media
media

56

10.Jika jumlah total anggaran

melebihi estimasi total
anggaran yang dimiliki, maka
Anda dapat mengurangi:
a. Jumlah barang dan jasa
b. Barang dan jasa
c. Kegiatan

Cara 1

Tahap 5 : Memasukkan ke Dalam Lembar Kerja ARKAS

11.Jika jumlah total anggaran

kurang dari estimasi total
anggaran yang dimiliki, maka
anda dapat menambahkan:
a. Jumlah barang dan jasa
b. Barang dan jasa
c. Kegiatan

12.Jika total anggaran sudah

sesuai, direviu dan disetujui;
masukkan lembar kerja
ARKAS ke dalam aplikasi
ARKAS

Setelah tahap 5 selesai, Anda sudah
mempunyai dokumen ARKAS untuk satuan
pendidikan Anda

58

media
media
media

57

Contoh

Pengisian Lembar Kerja ARKAS dengan Cara 1

literasi

59

media

58

Cara 2:
Tahapan Perencanaan Berbasis Data
dengan menggunakan unduhan
Rekomendasi Prioritas

60

media

59

Cara 2

PBD dengan Menggunakan Unduhan Rekomendasi PBD

Untuk mengunduh lembar Rekomendasi PBD, Anda harus melakukan:

A.Buka Rapor Pendidikan

B.Klik “Unduh” pada bagian atas platform Rapor Pendidikan

C.Klik “Unduh Rapor Pendidikan” pada kotak biru, Anda akan mendapatkan 1 berkas Excel lembar
Laporan Pendidikan dan Rekomendasi PBD

B

C

61

media
media

60

Cara 2
Tahap 1 : Identifikasi untuk memilih dan menetapkan
masalah

1.Buka file unduhan

2.Pilih tab Prioritas
Rekomendasi

3.Lihat kolom Identifikasi,
pilih masalah yang akan
difokuskan untuk
dikerjakan. Masalah lain
yang tidak dipilih dapat
dihapus beserta dengan
refleksi dan benahi nya

4.Jika ingin menambahkan
masalah yang tidak muncul
pada halaman “Prioritas
Rekomendasi”, maka Anda
dapat mengambil masalah
dari halaman “Seluruh
Rekomendasi”

2

3

4

62

media
media

61

Cara 2

Tahap 2 : Memilih Akar Masalah

4.Dari masalah yang sudah
dipilih di tahap 1, pilihlah
sebagian atau seluruh akar
masalah yang ingin Anda
perbaiki

5.Akar masalah yang tidak
dipilih, dapat dihapus
bersamaan dengan bagian
“benahi” nya

4

63

media
media

62

Cara 2

Tahap 3 : Memilih Benahi

6. Dari akar masalah yang sudah

dipilih di tahap 2, pilihlah
sebagian atau seluruh
Inspirasi Kegiatan Benahi
yang ingin Anda lakukan.

7. Untuk memilih inspirasi

kegiatan benahi, Anda dapat
mempelajari dari “Tautan
Referensi Benahi”

8. Inspirasi kegiatan benahi yang

tidak dipilih bisa dihapus
bersama dengan contoh
kegiatan ARKAS

9. Dari inspirasi kegiatan benahi

yang dipilih, Anda dapat
memilih sebagian atau seluruh
contoh kegiatan ARKAS

10.Contoh kegiatan ARKAS yang

tidak terpilih dapat Anda hapus

6

7

64

media
media

63

Contoh

Hasil RKT dengan Cara 2

Setelah tahap 3 selesai,
Anda sudah memiliki
dokumen Rencana
Kerja Tahunan (RKT)
untuk satuan
pendidikan Anda

65

media
media

64

Contoh

Hasil RKT dengan Cara 2

Jika ingin
memindahkan
dokumen RKT tersebut,
Anda dapat
memindahkan ke
lembar RKT kosong,
yang terdapat pada tab
“LEMBAR KERJA RKT”

66

media
media

65

Kegiatan yang dimasukkan ke dalam Lembar Kerja ARKAS merupakan kegiatan yang membutuhkan anggaran
untuk pelaksanaannya

1.Pindahkan kolom inspirasi kegiatan benahi yang terpilih dari RKT ke dalam kolom “Benahi” di lembar
kerja ARKAS

2.Pindahkan contoh kegiatan ARKAS yang terpilih dari RKT ke dalam kolom “Kegiatan” di lembar kerja
ARKAS

3.Kolom “Penjelasan Kegiatan” diisi dengan rincian kegiatan apa saja yang ingin dilakukan sesuai dengan
yang terdapat pada kolom “Kegiatan”

Cara 2

Tahap 4 : Memasukkan ke Dalam Lembar Kerja ARKAS

1

2

3

67

media
media

66

Cara 2

Tahap 4 : Memasukkan ke Dalam Lembar Kerja ARKAS

4

5

6

7

4.Kolom “Uraian Kegiatan” diisi dengan rincian barang dan jasa yang
dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan

5.Kolom “Jumlah” berisi jumlah barang dan jasa yang dibelanjakan
dalam 1 tahun

6.Kolom “Satuan” berisi satuan barang dan jasa yang dibelanjakan
dalam 1 tahun

7.Kolom “Harga Satuan” berisi harga per satu satuan (rujukan dapat
melihat ke aplikasi SIPlah atau sumber lainnya yang relevan)

8.Kolom “Total” berisi perkalian antara jumlah dan harga satuan

8

9.Setelah semua kegiatan
dimasukkan ke dalam
lembar kerja ARKAS,
Anda dapat melakukan
reviu terhadap jumlah
total anggaran

68

media
media

67

10.Jika jumlah total anggaran

melebihi estimasi total
anggaran yang dimiliki, maka
Anda dapat mengurangi:
a. Jumlah barang dan jasa
b. Barang dan jasa
c. Kegiatan

Cara 2

Tahap 4 : Memasukkan ke Dalam Lembar Kerja ARKAS

11.Jika jumlah total anggaran

kurang dari estimasi total
anggaran yang dimiliki, maka
anda dapat menambahkan:
a. Jumlah barang dan jasa
b. Barang dan jasa
c. Kegiatan

12.Jika total anggaran sudah

sesuai, direviu dan disetujui;
masukkan lembar kerja
ARKAS ke dalam aplikasi
ARKAS

Setelah tahap 4 selesai, Anda sudah
mempunyai dokumen ARKAS untuk satuan
pendidikan Anda

69

media
media

68

Contoh

Pengisian Lembar Kerja ARKAS dengan Cara 2

70

media

69

Cara 3:
Tahapan Perencanaan Berbasis Data
dengan menggunakan unduhan Laporan
Rapor Pendidikan

71

media
media

70

A.Unduh Laporan Rapor Pendidikan
satuan pendidikan Anda pada “Unduh
Rapor Pendidikan”

B.Kemendikbudristek telah memilih 6
indikator prioritas untuk Dasmen dan 8
indikator prioritas untuk SMK yang
akan menjadi masalah utama yang
akan difokuskan*

Cara 3

Analisis Manual Lembar Kerja Laporan Profil

*Indikator prioritas dapat dilihat pada lampiran 4

72

media
media

71

Cara 3
Tahap 1 : Identifikasi untuk memilih dan menetapkan
masalah

1.Lihat indikator prioritas pada output dan
proses*

2.Pilih indikator-indikator output (level 1)
dengan urutan capaian sebagai berikut:

a.Berwarna merah

b.Berwarna kuning

c.Berwarna hijau

3.Jika terdapat 2 label capaian yang
memiliki label warna yang sama Anda
dapat memilih indikator level 1 mana yang
lebih membutuhkan intervensi dengan
melihat detail Peringkat/Kuintil yang lebih
rendah

4.Anda juga dapat memilih berdasarkan
kenaikan/penurunan skor rapor pada
kolom “Perubahan Skor dari Tahun Lalu”
dengan prioritas sebagai berikut:

a. Penurunan paling tinggi, atau
b. Kenaikan yang paling rendah

5.Jika perubahan skor dari tahun lalu sama,
anda dapat melihat kolom “Skor Rapor
2023”

6.Jumlah indikator prioritas disesuaikan
dengan kemampuan sumberdaya dan
keuangan satuan pendidikan

2
3

4

73

media

72

Cara 3

Tahap 2 : Memilih Akar Masalah

7. Untuk setiap akar masalah yang dipilih,

Anda dapat memilih sebagian atau seluruh
indikator level 2 dari indikator masalah
tersebut. Selain itu akar masalah juga
didapatkan dari indikator level 1 yang bisa
dilihat pada lampiran 8 (daftar dari
pasangan indikator akar masalah)

8. Pemilihan indikator level 2 yang paling

membutuhkan intervensi dilihat dari skor
indikator level 2 dari masalah yang dipilih
yang memiliki skor paling rendah

9. Jika terdapat beberapa indikator level 2 yang

memiliki skor yang sama, Anda dapat memilih
indikator mana yang lebih membutuhkan
intervensi dengan melihat detail
Peringkat/Kuintil yang lebih rendah

10.Jika skor sama dan peringkat/kuintil sama, maka

Anda dapat melihat indikator level 2 yang
memiliki:

-Angka penurunan paling tinggi

-Angka kenaikan paling rendah

Jumlah akar masalah baik indikator level 1 maupun level yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan
sumber daya dan keuangan satuan pendidikan

74

media

73

Cara 3

Tahap 3 : Merumuskan Benahi

11.Untuk setiap akar masalah level

2 dan 1, rumuskan kegiatan
benahi untuk menyelesaikan
akar masalah tersebut.

Untuk setiap akar masalah
dapat dirumuskan satu atau
lebih kegiatan benahi.

12.Dari kegiatan benahi yang sudah

dirumuskan, pilihlah kegiatan
ARKAS yang nantinya akan
dimasukkan dalam platform
ARKAS.

Referensi kegiatan ARKAS dapat
dilihat pada platform ARKAS.

13.Kegiatan benahi dan kegiatan

ARKAS dapat merujuk pada
daftar benahi dan kegiatan
ARKAS untuk masing masing
akar masalah dapat dilihat
pada link berikut

75

media

74

1.Setelah menyelesaikan tahap 1, 2 dan 3, maka masukkan masalah, akar masalah, benahi, dan kegiatan ARKAS
dalam dokumen RKT

2.Review dokumen RKT yang sudah lengkap untuk direvisi jika diperlukan.

Cara 3

Tahap 4 : Memasukkan ke Dalam Dokumen RKT

No

Identifikasi Masalah

Refleksi Akar
Masalah

Benahi

Kegiatan

Penjelasan
Kegiatan

Apakah Kegiatan
Membutuhkan
Biaya?

[Masukkan nama indikator
prioritas yang ingin satuan
pendidikan Anda fokuskan di
tahun mendatang]

[Masukkan Nama
indikator atau
subindikator akar
masalah yang
ingin satuan
pendidikan Anda
perbaiki]

[Masukkan
Program tindak
lanjut sesuai
dengan akar
masalah yang
Anda tentukan
(bisa diambil dari
kolom Program
Benahi yang
diberikan atau
membuat program
sendiri)
]

[Kegiatan konkret
dari program yang
Anda tentukan
(bisa diambil dari
kolom Inspirasi
Kegiatan Benahi
yang diberikan
atau membuat
kegiatan sendiri)
]

[Penjabaran
kegiatan yang
akan satuan
pendidikan Anda
lakukan
berdasarkan
kegiatan yang
dipilih]

[Diisi dengan "Ya"
/ "Tidak". Kegiatan
yang
membutuhkan
biaya perlu
dipindah ke
Lembar Kerja
ARKAS]

76

media

75

Contoh

Dokumen RKT Menggunakan Cara 3

No

Identifikasi
Masalah

Refleksi Akar Masalah Benahi

Kegiatan

Penjelasan Kegiatan

Apakah Kegiatan
Membutuhkan
Biaya?

[Masukkan
nama
indikator
prioritas yang
ingin satuan
pendidikan
Anda
fokuskan di
tahun
mendatang]

[Masukkan Nama
indikator atau
subindikator akar
masalah yang ingin
satuan pendidikan
Anda perbaiki]

[Masukkan Program
tindak lanjut sesuai
dengan akar masalah
yang Anda tentukan (bisa
diambil dari kolom
Inspirasi Benahi yang
diberikan atau membuat
program sesuai dengan
kebutuhan Satuan
Pendidikan)
]

[Kegiatan konkret dari
Benahi yang Anda
tentukan (bisa mengacu
pada Kegiatan ARKAS)]

[Penjabaran kegiatan yang
akan satuan pendidikan
Anda lakukan berdasarkan
kegiatan yang dipilih
(dituliskan untuk kegiatan
yang membutuhkan biaya
dan tidak)]

[Diisi dengan
"Ya" / "Tidak".
Kegiatan
yang
membutuhka
n biaya perlu
dipindah ke
Lembar Kerja
ARKAS]

1

Numerasi

Kompetensi pada
domain Data dan
Ketidakpastian

Peningkatan
kompetensi GTK dan
kebijakan yang
menunjang
kemampuan numerasi
pada domain Data dan
Ketidakpastian

- Pengembangan diri

terkait numerasi
melalui PMM

- Guru mengikuti

pelatihan mandiri
terkait numerasi di
platform Merdeka
Mengajar;

- Guru melakukan

kegiatan sharing
pengetahuan di
komunitas belajar (1x
sebulan)

Tidak

Ya

77

media
media

76

Kegiatan yang dimasukkan ke dalam Lembar Kerja ARKAS merupakan kegiatan yang membutuhkan anggaran
untuk pelaksanaannya

1.Pindahkan kolom inspirasi kegiatan benahi yang terpilih dari RKT ke dalam kolom “Benahi” di lembar
kerja ARKAS

2.Pindahkan contoh kegiatan ARKAS yang terpilih dari RKT ke dalam kolom “Kegiatan” di lembar kerja
ARKAS

3.Kolom “Penjelasan Kegiatan” diisi dengan rincian kegiatan apa saja yang ingin dilakukan sesuai dengan
yang terdapat pada kolom “Kegiatan”

Cara 3

Tahap 5 : Memasukkan ke Dalam Lembar Kerja ARKAS

1

2

3

78

media
media

77

4.Kolom “Uraian Kegiatan” diisi dengan rincian barang dan jasa yang
dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan

5.Kolom “Jumlah” berisi jumlah barang dan jasa yang dibelanjakan
dalam 1 tahun

6.Kolom “Satuan” berisi satuan barang dan jasa yang dibelanjakan
dalam 1 tahun

7.Kolom “Harga Satuan” berisi harga per satu satuan (rujukan dapat
melihat ke aplikasi SIPlah atau sumber lainnya yang relevan)

8.Kolom “Total” berisi perkalian antara jumlah dan harga satuan

Cara 3

Tahap 5 : Memasukkan ke Dalam Lembar Kerja ARKAS

4

5

6

7

8

9.Setelah semua kegiatan
dimasukkan ke dalam
lembar kerja ARKAS,
Anda dapat melakukan
reviu terhadap jumlah
total anggaran

79

media
media

78

10.Jika jumlah total anggaran

melebihi estimasi total
anggaran yang dimiliki, maka
Anda dapat mengurangi:
a. Jumlah barang dan jasa
b. Barang dan jasa
c. Kegiatan

Cara 3

Tahap 5 : Memasukkan ke Dalam Lembar Kerja ARKAS

11.Jika jumlah total anggaran

kurang dari estimasi total
anggaran yang dimiliki, maka
anda dapat menambahkan:
a. Jumlah barang dan jasa
b. Barang dan jasa
c. Kegiatan

12.Jika total anggaran sudah

sesuai, direviu dan disetujui;
masukkan lembar kerja
ARKAS ke dalam aplikasi
ARKAS

Setelah tahap 5 selesai, Anda sudah
mempunyai dokumen ARKAS untuk satuan
pendidikan Anda

80

media
media

79

Contoh

Pengisian Lembar Kerja ARKAS dengan Cara 3

81

media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

TERIMA KASIH

media

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,
RISET, DAN TEKNOLOGI

PENYUSUNAN RKS

BERDASARKAN RAPOR

PENDIDIKAN

*Materi ini adalah materi sementara dan masih dalam tahap pengembangan

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 81

SLIDE