Search Header Logo
PERSAMAAN DASAR AKUTANSI

PERSAMAAN DASAR AKUTANSI

Assessment

Presentation

Other

12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Wiwin Madi

Used 2+ times

FREE Resource

18 Slides • 1 Question

1

media

PELAPORAN SIKLUS AKUTANSI
KELAS XII SMA/MA
OLEH : WIWIN RAHAYU, S.Pd

AKUTANSI

2

3

media

TAHAP PELAPORAN SIKLUS
AKUNTANSI PERUSAHAAN

JASA

anggota: Mery,Salsa,Syifa,Luna,Lola,Dwanty,Aini,Vira,Nazwa A,Vivi.

Ekonomi

4

media

Hal 2

A. Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Teks Telah dijelaskan sebelumnya bahwa neraca lajur berfungsi untuk memudahkan penyusunan

laporan keuangan. Dengan diselesaikannya neraca lajur, maka penyusunan laporan-laporan

keuangan akan menjadi lebih mudah karena semua informasi yang diperlukan untuk menyusun

laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan posisi keuangan telah tersedia. Laporan

keuangan (financial statement) adalah hasil akhir suatu proses kegiatan akuntansi yang merupakan
suatu ringkasan dari transaksi keuangan. Secara umum laporan keuangan terdiri atas laporan laba-
rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan posisi keuangan. laporan arus kas, dan catatan atas laporan

keuangan. Anda

1. Laporan Laba-Rugi (Income Statement)

Laporan laba-rugi adalah laporan yang menunjukkan besarnya pendapatan dan beban pada

akhir periode akuntansi. Penyusunan laporan laba-rugi yang bersumber dari neraca lajur,

datanya diambil dari kolom perhitungan laba-rugi.

a. Bentuk Single Step (Bentuk Langsung)

Menurut bentuk ini, laporan laba-rugi dilakukan dengan cara menjum- lahkan seluruh

pendapatan dan menjumlahkan seluruh beban, kemudian dicari selisihnya, sehingga diperoleh

laba atau rugi.

5

media

Hal 3

contoh soal & contoh jawaban

Contoh Soal:

Diketahui PT Media Future mempunyai data untuk periode akhir

Desember 2021 sebagai berikut:
Pendapatan jasa = Rp 50.000.000
Pendapatan bunga = Rp 500.000
Beban administrasi = Rp 300.000

Beban bunga = Rp 200.000
Beban gaji = Rp 10.000.000
Beban iklan = Rp 500.000
Beban pantry = Rp 300.000

Beban penyusutan = Rp 400.000

Beban perlengkapan = Rp 1.000.000
Beban premi asuransi = Rp 1.000.000

Beban sewa = Rp 2.500.000

Contoh jawaban:

Berdasarkan neraca lajur PT Media Future per 31
Desember 2021, maka laporannya dapat disusun

sebagai berikut.

PT Media Future

Laporan Laba-Rugi

Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2021

Pendapatan Usaha

Pendapatan jasa

Pendapatan bunga

6

media

Hal 4

jumlah pendapatan & jumlah beban usaha

Jumlah pendapatan

Rp50.000.000,00
Rp 500.000,00

-------------------+

Rp50.500.000,00

Beban Usaha

Beban gaji

Beban perlengkapan
Beban premi asuransi

Beban bunga

Beban administrasi

Beban pantry

Beban penyusutan

Beban iklan

Jumlah beban usaha

Rp10.000.000,00
Rp 1.000.000,00
Rp 1.000.000,00
Rp 200.000,00
Rp 300.000,00
Rp 300.000,00
Rp 400.000,00
Rp 500.000,00

------------------------+

Rp16.700.000,00

Laba Bersih

Jumlah pendapatan

Jumlah beban Rp50.500.000,00

Rp16.700.000,00

-------------------(-)

Rp33.800.000,00

jadi, laba bersih yang didapatkan PT Media Future tahun 2021 adalah Rp

33.800.000

7

media

Hal 5

b. Bentuk Multiple Step (Bentuk Bertahap)

Bentuk multiple step memisahkan antara pendapatan usaha dengan pendapatan di luar usaha,

serta memisahkan pula beban usaha dengan beban di luar usaha. Laporannya dapat disusun

sebagai berikut.

Berdasarkan data PT Media Future tahun 2021 di atas, buatlah laporan laba rugi perusahaan dagang
menggunakan bentuk Multiple Step Income Statement apabila diketahui pajak penghasilannya 15%

PT Media Future

Laporan Laba-Rugi

Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2021

Pendapatan Usaha

Pendapatan jasa

Pendapatan bunga

Rp50.000.000,00
Rp 500.000,00

-------------------+

Rp50.500.000,00

Beban Usaha

Beban gaji

Beban perlengkapan
Beban premi asuransi

Beban bunga

Beban administrasi

Beban pantry

Beban penyusutan

Beban iklan

Jumlah beban usaha

Rp10.000.000,00
Rp 1.000.000,00
Rp 1.000.000,00
Rp 200.000,00
Rp 300.000,00
Rp 300.000,00
Rp 400.000,00
Rp 500.000,00

------------------------+

Rp16.700.000,00

Laba sebelum pajak

Rp33.800.000,00

Beban pajak penghasilan 15%

Rp 5.070.000,00

Laba setelah pajak

Rp 28.730.000,00

Jadi, laba setelah pajak PT Media Future tahun 2021 adalah Rp28.730.000,00

8

media

2. Laporan Perubahan Ekuitas (Capital Statement)

Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang menunjukkan sebab-sebab adanya perubahan
modal pada akhir periode akuntansi. Modal suatu perusahaan disebabkan oleh adanya laba atau

rugi usaha dan pengambilan pribadi dari pemilik atau prive.

Contoh:

Berdasarkan neraca lajur PT Jaya Sentosa per 31 Juli 2023 laporan perubahan ekuitas dapat disusun

sebagai berikut.

PT Jaya Sentosa

Laporan Perubahan Ekuitas

Untuk Periode yang berakhir 31 Juli 2023

Modal awal

Laba sebelum pajak/laba bersih

Penambahan terhadap modal

Modal akhir

RP225.000.000,00
RP 1.218.000,00
----------------+
RP 226.218.000,00
RP 918.000,00
---------------(-)
RP 225.300.000,00
RP 918.000,00

------------------+

RP 226.218.000,00

Prive

Hal 6

9

media

3. Laporan Posisi Keuangan (Balance Sheet)

Laporan posisi keuangan adalah laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan, yakni laporan

besarnya aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan pada akhir periode akuntansi.

KAS RP22.000.000

PIUTANG DAGANG RP12.000.000

PERSEDIAAN BARANG DAGANG RP12.000.000

PERLENGKAPAN TOKO RP500.000

SEWA DIBAYAR DIMUKA RP9.375.000

ASURANSI DIBAYAR DIMUKA RP7.300.000

PERALATAN RP5.400.000

AKM. PENYUSUTAN PERALATAN RP660.000

UTANG DAGANG RP5.000.000

UTANG GAJI RP800.000
UTANG BANK RP11.000.00
PENJUALAN RP56.200.000

POTONGAN PENJUALAN RP800.000

RETUR PENJUALAN RP200.000

PERSEDIAAN AWAL RP25.000.000

PEMBELIAN RP23.000.000

BEBAN ANGKUT PEMBELIAN RP700.000

RETUR PEMBELIAN RP650.000

POTONGAN PEMBELIAN RP450.000
PERSEDIAAN AKHIR RP12.000.000

BEBAN GAJI RP3.800.000

BEBAN ASURANSI RP4.500.000

BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM RP500.000

BEBAN TELEPON DAN LISTRIK RP850.000

BEBAN SEWA RP3.125.000

BEBAN PERLENGKAPAN RP1.300.000

BEBAN PENYUSUTAN PERALATAN RP540.000

MODAL AWAL RP42.130.000

PRIVE RP1.800.000

contoh soal:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.

HAL 7

10

media

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Modal Awal Rp42.130.000,00
Laba bersih Rp 4.985.000,00

---------------+
=Rp47.115.000,00

Prive Rp. 1.800.000,00
---------------+

Modal akhir Rp45.315.000

Contoh jawaban:

Berdasarkan neraca lajur PT Sanjaya per 31 Mei
2023 laporan perubahan ekuitas dapat disusun

sebagai berikut.

PT Sanjaya

Laporan Posisi Keuangan

Untuk Periode yang berakhir 31 Mei 2023

ASET
Kas

Piutang usaha

Perlengkapan kantor
Sewa dibayar di muka

Peralatan kantor

Akm.penyusutan peralatan kantor

Jumlah Aset

Rp22.000.000,00
Rp12.000.000,00
Rp 500.000,00
Rp 9.375.000,00
Rp 5.400.000,00
Rp. 660.000,00

-------------------+

Rp49.935.000,00

Liabilitas Dan Ekuitas

Utang usaha

Utang gaji

Modal akhir

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas

Rp5.000.000,00
Rp 800.000,00

Rp45.315.000,00

------------------+

Rp51.115.000,00

HAL 8

11

media

HAL 9

4. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Laporan arus kas adalah laporan yang menunjukkan arus masuk dan arus keluar tentang kas dan

setara dengan kas. Kas merupakan uang tunai atau saldo kas dan rekening giro, sedangkan setara kas
merupakan investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan dengan cepat dapat dijadikan

kas.

Contoh soal:

Jika diketahui data dari perusahaan dagang PT Sun

Profit untuk periode April 2017 sebagai berikut:

Kas awal Rp 30.000.000

Pembelian persediaan barang dagang Rp 20.000.000

Pembelian peralatan Rp 1.000.000

Beban operasi perusahaan sebesar Rp 3.000.000
Penjualan barang dagang sebesar Rp 50.000.000

Piutang penjualan barang dagang kepada pelanggan

sebesar Rp 4.500.000

Pendapatan bunga Rp 500.000

Penjualan mesin yang sudah tidak dipakai Rp

10.000.000

Penjualan saham ke pihak investor Rp 5.000.000

Pajak penghasilan Rp 1.500.000
Pembayaran deviden Rp 500.000

Pembayaran hutang bank Rp 200.000

Pembayaran beban bunga Rp 1.000

Laba bersih Rp 15.000.000

Contoh jawaban:

Berdasarkan pencatatan transaksi selama bulan April

2017 yang dilakukan PT Sun Profit (dari pencatatan jurnal
umum sampai penyusunan neraca lajur) dapat disusun

laporan arus kas sebagai berikut.

PT Sun Profit

Laporan Arus Kas

Untuk Periode yang berakhir 30 April 2017

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Penerimaan Kas:

Penerimaan Kas dari Pelanggan

Piutang dagang

Pendapatan bunga diterima

12

media

HAL 10

Total penerimaan kas

Rp50.000.000,00
Rp 4.500.000,00
Rp 500.000,00

-------------------+

Rp55.000.000,00

Pengeluaran kas:

Pembelian persediaan barang dagang

Pembayaran beban operasi

Total pengeluaran kas

Rp20.000.000,00
Rp 5.000.000,00

-------------------+

Rp25.000.000,00

Kas yang dihasilkan operasi(pengeluaran kas)

Pembayaran bunga

Pembayaran pajak penghasilan

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi

Rp25.000.000,00
Rp 1.000.000,00
Rp 1.500.000,00

------------------+

Rp27.500.000,00

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Penerimaan Kas:
Penjualan mesin

Pengeluaran Kas:

Pembelian Peralatan Kantor

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi

Rp 1.000.000,00

Rp 3.000.000,00

-------------------(-)

Rp 2.000.000,00

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Penerimaan kas:
Penjualan saham

Pengeluaran kas:

Pembayaran deviden

Pembayaran hutang bank

Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan

Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas

Kas dan Setara Kas pada awal periode

Kas dan Setara Kas akhir Periode

RP 5.000.000,00

RP 2.000.000,00
RP 10.000.000,00
---------------+
RP 12.000.000,00

RP 17.000.000,00

RP 2.000.000,00(arus kas bersih dari aktivitas investasi)

----------------_

RP 15.000.000,00
RP 8.500.000,00
RP 30.000.000,00

----------------+

RP 53.500.000,00

13

media
media

Hal 11

Kiki Fransiska - Tugas Presentasi Individu

B. Jurnal Penutup ( Closing Entry )

Pengertian Jurnal Penutup

Closing entries journal atau jurnal penutup dibuat pada akhir

periode akuntansi setelah penyusunan laporan keuangan
perusahaan. Jurnal ini perlu dibuat karena ada akun yang

saldonya harus masih disesuaikan hingga jumlahnya nol, agar

tidak mempengaruhi transaksi periode berikutnya.

Tujuan utama dari pembuatan jurnal penutup adalah untuk

menutup semua akun yang berada pada perkiraan sementara,

sehingga saldonya menjadi nol. Hal ini dilakukan agar saldo
pada akun modal menunjukkan kondisi yang sesungguhnya

pada saat akhir periode.

Fungsi dari jurnal penutup berikutnya adalah memisahkan akun
pendapatan dan beban. Hal ini agar kedua akun tersebut tidak
bercampur dengan saldo pada periode pembukuan berikutnya.
Setelah pemisahan kedua akun tersebut, maka perusahaan bisa

mulai menyusun periode berikutnya.

14

media

HAL 12

C. Melakukan Penutupan Buku Besar

Teks Pada akhir periode angka-angka yang terdapat pada saldo debit

dan saldo kredit akun buku besar akan ditutup dengan cara

memindahbukukan (posting) dari jurnal penyesuaian dan jurnal

penutup sesuai dengan akan buku besar yang digunakan. Setelah jurnal

penyesuaian dan jurnal penutup dibukukan maka akun nominal akan
seimbang atau bersaldo nol, sedangkan akun riil (akun aset, liabilitas
dan ekuitas) masih tetap bersaldo dan saldo tersebut sebagai dasar

dalam menyusun daftar saldo setelah penutupan Anda

15

media

HAL 13

D. Daftar saldo setelah penutupan buku ( After Closing Triao Balance )

Setelah dibuat ayat jurnal penutup dan postingnya, tahap

berikutnya dalam siklus akuntansi adalah menyusun daftar saldo
setelah penutupan. Daftar Saldo Setelah penutupan buku adalah
suatu daftar yang berisi saldo-saldo rekening buku besar setelah
perusahaan melakukan penutupan buku, tujuannya supaya aset

atau harta, kewajiban atau liabilitas dan ekuitas selalu dalam
keadaan seimbang dan aman, sebelum perusahaan memulai

pencatatan pada tahun atau periode selanjutnya.

16

media

E. Jurnal Pembalik (Reversing Entry) Anda

Teks Sesuai dengan tujuan dalam penyusunan jurnal penyesuaian bahwa pada akhir periode terdapat pengakuan beban dan

pendapatan yang harus diakui pada akhir periode akutansi, walaupun beban dan pendapatan tersebut belum dibayar dan

belum diterima, serta penerimaan dan pembayaran dilakukan pada periode berikutnya.

Pembuatan jurnal pembalik atau jurnal penyesuaian kembali tidak merupakan suatu keharusan Tujuan penyusunan jurnal

pembalik sekadar untuk menyederhanakan pembuatan jurnal yang bersangkutan dengan periode akuntansi berikutnya

sehingga dalam melakukan kegiatan perusahaan sering terjadi hal- hal berikut ini.

1.pembayaran beban perusahaan lebih dahulu atau beban yang dibayar di muka atau persekot beban.

2. Penerimaan pendapatan lebih dahulu atau pendapatan diterima di muka atau utang pendapatan.

3. Beban yang akan dibayar atau beban yang terutang.

4. Pendapatan yang akan diterima atau piutang pendapatan.

Jadi, Jurnal Pembalik (reversing entry) adalah jurnal kebalikan dari jurnal penyesuaian yang dilakukan pada awal periode

berikutnya. Akan tetapi, tidak berarti semua jurnal penyesuaian dilakukan penyusunan jurnal pembalik.

Jurnal penyesuaian yang dilakukan penyusunan jurnal pembalik, antara lain sebagai berikut

1. Persekot beban atau beban yang dibayar di muka, jika saat pembayaran dicatat sebagai: "Beban"Apabila saat pembayaran

dicatat sebagai "Aset" maka jurnal pembalik tidak ada.

2.Pendapatan diterima di muka atau utang pendapatanjika saat menerima dicatat sebagai "Pendapatan". Apabila saat

penerimaan dicatat sebagai "lia- bilitas/kewajiban" maka jurnal pembalik tidak ada.

3.Beban yang akan dibayar atau utang beban.

4.Pendapatan yang akan diterima atau piutang pendapatan Anda

HAL 14

17

media
media

Hal 12

CONTOH

18

media

SOAL

Hal 6

Kiki Fransiska - Tugas Presentasi Individu

1. 1/1/2013 Ibu Anggi mendirikan usaha salon yang ia beri nama

Salon Anggi. Ibu Anggi menginvestasikan uang sebesar Rp.

200.000.000 sebagai modal awal dalam usahanya itu.

2. 2/1/2013 Ibu Anggi menyewa sebuah ruko untuk salon yang akan

ia dirikan dengan masa kontrak 5 tahun. Kontrak tersebut di

tetapkan Rp. 5.000.000 setiap tahun akan dilakukan pembayaran

di muka selama 5 tahun.

3. 2/1/2013 Membeli sebuah meja dan komputer untuk peralatan

kantor pribadi Rp. 7.500.000

4. 3/1/2013 Ibu Anggi membeli peralatan salon dengan

pembayaran tunai sebesar Rp. 30.000.000

5. 4/1/2013 Ibu Anggi membeli satu set tenda perjamuan lengkap
dengan kursi dan panggung pengantin senilai Rp. 50.000.000. Ibu
Anggi membayar sebesar Rp. 20.000.000 dan selebihnya dilakukan
perjanjian dibayarkan kapan saja dalam maksimal waktu 6 bulan

tanpa bunga.

6. 5/1/2013 Ibu Anggi mulai membuka secara resmi Salon yang

dibukanya dan menghabiskan biaya Rp. 5.000.000

7. 5/1/2013 mengangkat 5 karyawan dengan gaji masing-masing
Rp. 1.500.000 dengan kesepakatan gaji dibayarkan tiap tanggal 26.

Ibu Anggi mengeluarkan dana Rp. 2.500.000 untuk pakaian dan

perlengkapan karyawan.

8. 6/1/2013 Membenahi ruko dengan pengecatan dan

menghabiskan dana sebesar Rp. 500.000

9. 7/1/2013 Salon Anggi menerima pelanggan dan membukukan

pendapatan sebesar Rp. 1.500.000

10. 8/1/2013 Menerima order sewa tenda sebesar Rp. 6.000.000

selama 3 hari dan rias pengantin sebesar Rp. 3.000.000 pada satu
pelanggan yang sama. Pembayaran rias pengantin di terima tunai.

Dan tenda baru dibayarkan setelah selesai acara dengan

perjanjian ongkos angkut di tanggung penyewa sebesar Rp.

500.000

11. 9/1/2013 Salon Anggi membukukan kembali penghasilan

sebesar Rp. 3.500.000

12. 10/1/2013 Salon Anggi mendapat order besar dan berhasil

membukukan kembali Rp. 10.350.000 pada hari tersebut

13. 11/1/2013 Salon Anggi menerima pembayaran tenda sebesar Rp.

6.000.000, dan membukukan penghasilan salon sebesar Rp.

6.500.000

14. 12/1/2013 Salon Anggi kembali mendapatkan order sewa selama
sehari dibayar tunai sebesar Rp. 2.500.000. Kali ini ongkos angkut

di bebankan ke salon sebesar Rp. 500.000

15. 13/1/2013 Salon Anggi melakukan pembelian alat-alat kecantikan seperti

shampoo dan lainnya sebesar Rp. 5.000.000

16. 14/1/2013 Salon Kembali membukukan penghasilan sebesar Rp.

8.500.000

17. 15/1/2013 Kembali Salon Anggi membukukan penghasilan sebesar

Rp. 9.500.000

18. 16/1/2013 Peralatan di tambahkan beberapa item dengan nilai

pembelian sebesar Rp. 10.000.000

19. 17/1/2013 Salon Anggi membayar pinjaman tenda sebesar Rp.

5.000.000

20. 18/1/2013 Kembali membukukan penghasilan sebesar Rp.

7.400.000

21. 19/1/2013 Kali ini Salon Anggi mendapat sewa tenda sebesar Rp.
10.000.000 selama 5 hari, diterima pembayaran Rp. 4.000.000 dan

sisanya dibayar saat acara selesai. Beban angkut di tanggung salon

sebesar Rp. 500.000 dan di bayar tunai

22. 20/1/2013 Salon kembali membukukan penghasilan sebesar Rp.

7.750.000

23. 21/1/2013 Membagar tagihan listrik sebesar Rp. 1.520.000 dan

Tagihan air bersih sebesar Rp. 650.000

24. 22/1/2013 Salon kembali membukukan penghasilan sebesar Rp.

9.700.000

25. 23/1/2013 Membeli perlengkapan rias sebesar Rp. 3.500.000

26. 24/1/2013 Menerima pembayaran tenda sebesar Rp. 6.000.000

dan membukukan penghasilan sebesar Rp. 7.750.000

27. 25/1/213 Melakukan pemeliharaan atas tenda menghabiskan

biaya Rp. 500.000

28. 26/1/2013 Membayar gaji karyawan sebesar Rp. 7.500.000

dibayar full

29. 27/1/2013 Melakukan pemeliharaan atas peralatan salon sebesar

Rp. 300.000

30. 28/1/2013 Mendapat order tenda sebesar Rp. 10.000.000 selama 5
hari. Sewa dibayarkan setelah acara selesai dengan ongkos angkut

di tanggung salon sebesar Rp. 5.000.000

31. 29/1/2013 Kembali membukukan penghasilan sebesar Rp.

7.600.000

32. 30/1/2013 Membeli perlengkapan rias sebesar Rp. 500.000
33. 31/1/2013 Kembali membukukan penghasilan sebesar Rp.

6.550.000

19

Fill in the Blank

Pada tanggal 1 Mei 2006 Tuan Zarkasih mendirikan sebuah usaha yang bergerak di bidang servis sepeda motor dengan nama Servis Sepeda Motor MINANG. Berikut ini transaksi selama bulan Mei 2006.

  1. Diinvestasikan sebagai modal pertama berupa uang tunai sebesar Rp10.000.000,00 dan peralatan kantor sebesar Rp500.000,00.

  2. Dibayar sewa atas ruangan usaha bengkel sebesar Rp60.000,00 untuk 1 bulan.

  3. Dibeli secara kredit perlengkapan bengkel dari Toko Motor Jaya seharga Rp400.000,00 dan peralatan bengkel seharga Rp1.000.000,00.

  4. Diterima pendapatan atas jasa yang telah diberikan selama 1 minggu sebesar Rp1.600.000,00.

  5. Dibayar listrik dan air untuk bulan Mei 2006 sebesar Rp200.000,00.

  6. Telah diselesaikan jasa servis kepada langganan dengan biaya yang diperhitungkan sebesar Rp750.000,00. Jumlah tersebut difakturkan untuk ditagih.

  7. Dibayar sebagian utang atas pembelian perlengkapan sebesar Rp250.000,00.

  8. Diterima sebagian pelunasan piutang atas transaksi huruf f sebesar Rp500.000,00.

  9. Tuan Zarkasih mengambil uang tunai untuk digunakan secara pribadi sebesar Rp100.000,00.

  10. Dibayar gaji pembantu bengkel untuk bulan Mei 2006 sebesar Rp300.000,00 dan dibayar rekening telepon sebesar Rp75.000,00.

  11. Pada akhir bulan Mei 2006 perlengkapan yang masih ada sebesar Rp250.000,00 dan peralatan bengkel disusutkan sebesar Rp50.000,00.

  12. Diterima pendapatan atas jasa servis sebesar Rp1.500.000,00.

    Susunlah persamaan akuntansinya!

media

PELAPORAN SIKLUS AKUTANSI
KELAS XII SMA/MA
OLEH : WIWIN RAHAYU, S.Pd

AKUTANSI

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 19

SLIDE