Search Header Logo
PEMANTIK Kelas Penggerak Sleman

PEMANTIK Kelas Penggerak Sleman

Assessment

Presentation

Other

KG

Practice Problem

Hard

Created by

subai iik

Used 1+ times

FREE Resource

21 Slides • 0 Questions

1

media

Tujuan Sesi
Pembelajaran Terdiferensiasi dan assasmen Pemantik

1.Berlatih menggunakan pemantik (Pengukuran Mandiri Literasi Numerasi
PSPK)

2. Bersama sama memahami makna pembelajaran terdiferensiasi

berbasis capaian literasi numerasi

1

Fasilitator

1.Andri Noviati Fheasta - Lingkar Daerah Belajar Regional Sleman

2.Dwi Ardiansyah - Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK)

2

media

point penting pada sesi sebelumnya

1.Pembelajaran yang kontekstual diciptakan melalui proses asesmen yang
dilakukan di awal, tengah dan akhir (atau selama pembelajaran)

2.Asesmen bukan melulu memberikan soal untuk dijawab, namun juga bisa
dengan rubrik pengamatan atau penilaian otentik lainnya

3.Transisi PAUD-SD dilakukan dengan prinsip aman dan menyenangkan bagi
anak

2

3

media

Pembelajaran yang berkualitas ditandai

dengan proses pembelajaran yang

sesuai tahapan perkembangan siswa

Salah satu caranya adalah dengan
melakukan asesmen capaian literasi

numerasi siswa.

3

4

media

Pengantar Asesmen Nasional

1.Literasi Membaca dan Literasi Numerasi
keterampilan logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan
pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan untuk memahami, memilah, dan
menggunakan informasi secara kritis untuk menyelesaikan masalah masalah di
sekitar. (Framework Asesmen Kompetensi Minimum, 2021)

1.Survey Karakter

2. Survey Lingkungan Belajar

4

5

media

Hasil Asesmen Nasional 2022
menunjukkan bahwa
semakin tinggi jenjang
pendidikan, Persentase siswa
yang mencapai kompetensi
minimum literasi dan
numerasi makin menurun.

Data menunjukkan skala tantangan pada
penguasaan literasi dan numerasi di Indonesia

6

media

Report RISE tahun 2022 menyebutkan ketika anak Indonesia belum menguasai
keterampilan numerasi dasar sampai kelas 6, maka ada kecenderungan mereka
tidak mampu meningkatkan capaian numerasi pada jenjang selanjutnya.

Sumber: Beatty, et all. 2021; Pritchett. 2022

6

7

media

Latar Belakang PEMANTIK

Tantangan

Mendorong peningkatan dan penguatan kemampuan literasi dan numerasi, sebagai kemampuan dasar
anak mampu berpikir dan bernalar kritis, untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan individu, serta
menjadi dasar kemajuan masyarakat yang berkelanjutan.

Prioritas Rekomendasi Aksi

Dibutuhkan alat bantu untuk jadi basis melakukan intervensi dan perencanaan pembelajaran berbasis data,
sehingga dapat menghadirkan pembelajaran yang mengedepankan keragaman kapasitas murid.

Sebagai bentuk komitmen dalam upaya penguatan literasi dan numerasi sejak usia dini melalui penggunaan

asesmen yang dapat mendorong terwujudnya pembelajaran literasi dan numerasi yang berpihak pada kebutuhan

dan perkembangan kapasitas anak

7

8

media

dapat memetakan kondisi literasi dan numerasi dasar anak Indonesia
sekaligus memfasilitasi komunitas melalui alat ukur berbasis teknologi

yang dapat digunakan secara

cepat, mudah, dan berorientasi pada pembelajaran

Cepat

menggunakan aplikasi

digital berbasis website
sehingga dapat
mengefisienkan waktu
penggunaan.

Data hasil asesmen

langsung bisa diakses
komunitas

Mudah

Pelaksanaan asesmen dapat

dilakukan dimanapun dan
oleh siapapun

Tersedia panduan

penggunaan

Data dapat dipakai untuk

merancang program
pembelajaran sesuai
kebutuhan anak.

Berorientasi Pada
Pembelajaran

Asesmen berbasis capaian

pembelajaran, dan menggunakan
konsep learning progression yang
memudahkan dalam memantau
perkembangan anak.

Pelaksanaan asesmen tidak

memiliki risiko high-stake

8

9

media

9

PEMANTIK menggunakan skema learning progression yang sejalan dengan Kurikulum
Merdeka untuk mendeteksi kapasitas literasi anak usia 6-12 tahun secara berkala

Level 5

Level 6

Level 7

Level 8

Pemahaman Dasar

Inferensi Sederhana

Inferensi Kompleks

Mengevaluasi

Pada tingkat ini, anak mampu

mencari dan menemukan

informasi dari teks atau gambar.

Pada tingkat ini, anak mampu

membuat kesimpulan dari

informasi eksplisit dalam teks atau

gambar.

Pada tingkat ini, anak mampu

membuat kesimpulan dari
informasi dalam teks dan

informasi umum di luar teks.

Pada tingkat ini, anak mampu

membuat kesimpulan atau

interpretasi berdasarkan teks yang
dikaitkan dengan pengalaman di

kehidupan sehari-hari.

Fase B

Fase C

Fase C

Fase C

Level 0

Level 1

Level 2

Level 3

Level 4

Mengenal Huruf Vokal
Mengenal Huruf Konsonan

dengan Huruf Vokal
Mengenal Kata

Mengenal Kalimat

Mengenal Paragraf

Pada tingkat ini, anak

dapat mengenali

huruf vokal

Pada tingkat ini, anak
dapat mengenali huruf

vokal dan konsonan

secara tepat

Pada tingkat ini, anak dapat
mengidentifikasi kata dengan
dua atau tiga suku, termasuk

kata-kata yang memuat
diftong (gabungan vokal,

seperti huruf a dan i pada kata

“mulai”) serta gabungan

konsonan (seperti gabungan

huruf k dan h pada kata
“khusus”) dengan tepat.

Pada tingkat ini anak

mampu mengidentifikasi 2

rangkaian 4-5 kata dan

mengenali berhenti tanda
kalimat belum selesai dan

tanda berhenti kalimat
selesai, kalimat bernada

tanya dan tanda seru.

Pada tingkat ini, anak

mampu mencocokan 3-5

kalimat membentuk

paragraf yang disimak
dengan yang dibaca.

Fase Fondasi

Fase Fondasi

Fase A

Fase A

Fase B

10

media

10

Level 0

Level 1

Level 2

Level 3

Level 4

(Memiliki kepekaan

kuantitas dan mengenal

ciri bangun)

(Mengenali bilangan, pola,

dan penggolongan

bangun)

(Operasi jumlah kurang,

awal melanjutkan
pola,bangun, data)

(Operasi kali bagi,

menerapkan pemahaman
atas pola, bangun, data)

(Operasi pecahan,

memutuskan berdasarkan

pola, bangun, dan data)

Bilangan dan
Operasinya

Mengenali ukuran
banyak dan sedikit

Mengenali bilangan

Mampu melakukan
penjumlahan dan

pengurangan bilangan

bulat

Mampu melakukan

perkalian dan
pembagian

Mampu melakukan
operasi pecahan,

desimal dan bilangan

bulat

Aljabar

Mengurutkan dan

menggolongkan objek

Mengenali benda-benda

berpola, dan

menghubungkan ke
angka-angka berpola

Mengenali pola

penjumlahan geometris

dan numerik

Memahami pola

perkalian geometris dan

numerik

Mampu membandingkan
dua macam pola/relasi
dan membuat justifikasi

Geometri

Mengenali bentuk bangun

datar

Menggolongkan dan

mengklasifikasikan benda

Mengenali gabungan

bentuk-bentuk geometris

Menentukan bangun

Kongruen atau sebangun

Menentukan sudut,

panjang sisi, keliling, luas,

dan volume benda

sejenis

Pengukuran

Mengenali ukuran
banyak/sedikit dan

berat/ringan

Menentukan alat ukur

yang tepat untuk
mengukur benda

Memahami pengukuran

benda dengan benda

Mampu melakukan konversi

satuan pengukuran

Menggunakan model untuk
mengetahui panjang, luas,
volume atau sudut secara

akurat

Data dan
Peluang

Menentukan peluang
paling banyak, paling

sedikit, sama banyak, dll

Mampu menentukan
kejadian yang lebih

mungkin terjadi

Mampu membaca data

turus

Mampu menentukan

penyajian data yang sesuai

Mampu menentukan

peluang kejadian

sederhana

Fase Fondasi

Fase A

Fase A

Fase B

Fase C

PEMANTIK menggunakan skema learning progression yang sejalan dengan Kurikulum
Merdeka untuk mendeteksi kapasitas numerasi anak usia 6-12 tahun secara berkala

11

media

Asesmen Kompetensi Minimum

PEMANTIK

Sampling (30 anak/satpen)

Semua murid dapat mengikuti asesmen

Kelas V SD/sederajat

Lintas kelas dan jenjang, termasuk anak tidak
sekolah (kelas 1-6)

Masuk dalam Rapor Pendidikan

Berorientasi pada pembelajaran, tidak harus
memiliki dampak akuntabilitas

Dilaksanakan pada periode waktu
tertentu

Dapat dilaksanakan dengan waktu yang
disesuaikan dengan kebutuhan komunitas

Menyasar sekolah formal

Pemantik dapat diimplementasikan di sekolah
formal dan non-formal seperti kelompok
belajar atau taman baca milik komunitas

Skala nasional

Skala disesuaikan dengan kebutuhan

PEMANTIK merupakan ”alat pantau” perkembangan literasi dan numerasi yang
dapat menjadi komplementer AKM dalam mengukur perkembangan belajar anak

11

12

media

Semakin anak memiliki latar belakang sosial ekonomi keluarga yang
lebih sejahtera, semakin anak menguasai level yang lebih tinggi

2.7

2.2

1.7

2.0

1.5

1.0

Anak yang sudah
menguasai capaian
minimum sesuai usia
lebih banyak berasal
dari keluarga dengan
status sosial ekonomi
menengah-atas.

Catatan:
pada gambar ini tidak menunjukkan bahwa
capaian literasi > numerasi, tetapi antara
literasi dan numerasi memiliki rentang
level yang berbeda

13

media

Berdasarkan data PEMANTIK, terdapat perbedaan kontribusi
antara latar belakang ayah dan ibu pada capaian anak

Dari aspek pekerjaan, pekerjaan ayah memiliki pengaruh yang besar
terhadap capaian literasi dan numerasi anak. Umumnya, ayah yang memiliki
pekerjaan semi profesional atau memiliki pekerjaan rutin non-manual,
seperti pegawai swasta, ASN/TNI/Polri, guru, wirausaha/ wiraswasta; memiliki
capaian yang lebih tinggi.

Namun, perlu pendidikan yang sama kuatnya untuk dapat mempengaruhi
capaian belajar anak. Artinya, hanya anak yang memiliki orang tua
berpendidikan tinggi di kedua belah pihak yang memiliki capaian belajar
yang lebih tinggi. Jika hanya salah satu, maka tidak begitu berkontribusi
secara signifikan.

14

media

Capaian belajar menunjukkan bahwa pedagogi dan/ atau
bahan belajar lebih menguntungkan anak perempuan
dibanding anak laki-laki

14.5%

17.5%

14.5%

15.9%

13.5%

Laki-laki

SES bawah

literasi

12.41%

numerasi

8.05%

Perempuan

SES bawah

literasi

13.85%

numerasi

9.79%

Persentase menyatakan jumlah anak yang mencapai

capaian minimum literasi dan numerasi sesuai usianya.

15

media

Bagaimana Hasil asesmen Pemantik
dapat berkontribusi dalam penguatan
ekosistem pembelajaran?

16

16

media

Untuk Guru

-Memahami gambaran level capaian dan keterampilan
literasi dan numerasi anak secara individual
Memetakan anak berdasarkan level capaian literasi
dan numerasinya

-Menargetkan dan memfasilitasi pembelajaran yang
sesuai kebutuhan dan kapasitas anak

-Memusatkan pembelajaran pada trayektori
pembelajaran anak

17

media

Level 4

Simulasi Pembelajaran Terdiferensiasi
anak secara individual

24

1

Tahapan Simulasi

1.Peserta terbagi kedalam beberapa kelompok

2.Bayangkan anda sebagai guru didalam kelas dan setelah siswa di asesmen
pemantik diketahui ada capaian level literasi yang beragam seperti pada gambar (1)
dan gambar (2)

3.Silahkan berdiskusi intervensi pembelajaran apa yang cocok anda hadirkan untuk
siswa dengan capaian dibawah ini, Setiap kelompok pilih salah satu level!

2

Berhenti di Level ini! Kamu perlu mempelajari mengenal kalimat

Level 4

18

media

Simulasi Pembelajaran Terdiferensiasi
dalam satu Kelas

Rata-rata usia anak kelas 4 SD adalah 10
tahun. Gambaran capaian literasi anak
ditunjukkan seperti diagram batang di
samping.

Mayoritas anak berhenti di level 3 (Fase A),
yaitu pada kemampuan mengenali kalimat
(dan 11 orang lainnya masih belum
menguasai kemampuan dasar literasi).
Padahal, kompetensi minimum untuk anak
usia 10 tahun adalah sudah mampu
mengenali kalimat (Level 3).

Diskusikan secara berkelompok bagaimana
strategi pembelajaran yang akan dilakukan
dengan temuan diatas!

25

Waktu
10 Menit

19

media

Sebelum melakukan tindak lanjut hasil analisis, perkuat
pemahaman bapak ibu dengan:

26

Waktu
10 Menit

Eksplorasi PMM Pelatihan Mandiri topik:

a.Buku Nonteks Bermutu dan bagaimana memanfaatkannya;

b. Diferensiasi dalam Pembelajaran (konsentrasi modul 3 Penguatan Literasi SD);
c.Asesmen Awal Pembelajaran Numerasi;

d. Numerasi: Pembelajaran Terdiferensiasi & ATP;
e.Membaca dengan metode fonik;

f.Literasi: Meningkatkan Kompetensi Murid;

g.Numerasi: Meningkatkan Kompetensi Murid;

h. Literasi: Keterampilan Membaca Dekoding & Pemahaman;
i.Literasi: Membaca Bersama & Terbimbing.

20

media

Inspirasi Umum Pembelajaran Terdiferensiasi sebagai
Tindak Lanjut Hasil Analisis

27

Waktu
10 Menit

1.Ciptakan lingkungan kaya teks;

2.Tentukan strategi pembelajaran yang susai dengan capaian peserta didik;

3.Manfaatkan buku non teks bermutu untuk menguatkan literasi, pastikan memilih
jenjang buku yang sesuai dengan tahapan membaca peserta didik.

Referensi tautan buku non teks:

https://literacycloud.org/
https://www.letsreadasia.org/
https://budi.kemdikbud.go.id/
https://buku.kemdikbud.go.id/

1.Lakukan asesmen secara berkala.

21

media

“Mari bersama
menguatkan Literasi dan
Numerasi anak indonesia
sejak dini melalui
pendekatan berbasis data
dan kebutuhan anak.”

Untuk Berkolaborasi bersama Pemantik,
hubungi kami di:

pemantik@pspk.id

media

Tujuan Sesi
Pembelajaran Terdiferensiasi dan assasmen Pemantik

1.Berlatih menggunakan pemantik (Pengukuran Mandiri Literasi Numerasi
PSPK)

2. Bersama sama memahami makna pembelajaran terdiferensiasi

berbasis capaian literasi numerasi

1

Fasilitator

1.Andri Noviati Fheasta - Lingkar Daerah Belajar Regional Sleman

2.Dwi Ardiansyah - Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK)

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 21

SLIDE