Search Header Logo
Belajar Efektif

Belajar Efektif

Assessment

Presentation

Other

9th - 12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Saipul Bahri

FREE Resource

8 Slides • 0 Questions

1

media

MATERI CARA BELAJAR EFEKTIF

Belajar yang efektif adalah proses belajar mengajar yang berhasil guna, dan proses pembelajaran

itu mampu memberikan pemahaman, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu / kualitas

yang lebih baik serta dapat memberikan perubahan perilaku dan dapat diaplikasikan atau

diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga hasil dari pembelajaran itu akan dapat

menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.

Dan untuk mencapai belajar yang efektif tentu saja dalam proses belajarnya harus dilakukan

dengan baik dan benar. Berikut ini adalah tips-tips belajar yang baik dan benar :

1. Belajar Kelompok

Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani

oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap

didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak

berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin

belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah

membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang

sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran

Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang

dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan

tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik

Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada

baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah

2

media

kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target

pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada

mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar

Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya

seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika

waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi.

Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain

dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga

dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum

waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak

menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya

Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita

bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan

bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-

hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan

jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya

bersama-sama dengan teman.

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun

Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena

bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika

waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika

kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal.

3

media

Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang

salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan

Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas

yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam /

begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena

jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi

anak-anak.

8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan dan Ujian

Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat

membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-

tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi

kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki

masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.

9. Jadilah Seorang Pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu.

Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas,

jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpin mereka untuk

membersihkan kelas bersama-sama.

10. Mendengarkan Penjelasan Guru Dengan Baik.

Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya.

Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan.

11. Jangan Malu Untuk Bertanya.

4

media

Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal.

12. Kerjakan PR

Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya. Jangan

malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan

kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV

deh!

13. Selalu Mengulang Pelajaran yang Sudah diajarkan

Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan. Nanti sewaktu ada

ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik!

14. Cukup Istirahat, Makan Dan Bermain

Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat

bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal

setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang

bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat

membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik,

badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!

15. Banyak Berlatih Pelajaran Yang Kurang Disukai

Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-

banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar

bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang

menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.

5

media

16. Ikutilah Kegiatan Ektrakurikuler Yang Kamu Senangi

Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae

kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar

pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran

tambahan di luar sekolah.

17. Cari Seorang Pembimbing Yang Baik

Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari

keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu,

kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.

18. Jangan Suka Mencontek Teman

Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman

yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan

teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan

benar sehingga ulangan dapat nilai baik.

19. Niat Dengan Sungguh-Sungguh

Kalau belajar tidak sungguh-sungguh ataupun tidak niat, yang ada malah pikiran kita melayang

kemana-mana. Entah itu tentang makanan, games, lawan jenis, dll. Oleh sebab itu, belajar yang

baik dimulai dengan niat yang sungguh-sungguh.

20. Lokasi dan Situasi Yang Kondusif

Jikalau kita belajar, tidak mungkin kalau kita lakukan di tengah jalan raya? Ataupun ketika kita

sedang makan. Cara yang paling efektif untuk belajar adalah mencari tempat yang nyaman dan

tidak terlalu banyak gangguan agar kita bisa lebih konsentrasi.

6

media

21. Hindari Sikap Tidak Jujur

Sekarang ini banyak siswa membuat catatan untuk mencontek saat ada ulangan atau ujian.

Dengan belajar dengan jadwal yang teratur seorang murid akan selalu siap jika ada ulangan

dadakan dan tidak perlu mencontek.

22. Metode Imitasi

Proses belajar bisa berjalan dengan sempurna melalui metode imitasi atau meniru. Metode ini di

realisasikan ketika seorang meniru orang lain atau gurunya, metode ini sering di gunakan anak

kecil untuk melafal kata bahasa dari orang tuanya, Begitu juga jika ia meniru berbagai

perilaku,etika dan tradisi

23. Trial and Error

Manusia juga belajar dari eksperimen pribadi.dia akan berusaha secara mandiri untuk

memecahkan masalah yang di hadapi.terkadang beberapa kali dia melakukan kesalahan dalam

memecahkan masalah, namun dia juga beberapa kali mencoba untuk melakuakan kembali.

Sampai pada akhirnya dia mampu untuk menyelesaikan permasalahan dengan benar.

24. Conditioning

Manusia bisa belajar dengan pengkondisian. Seseorang di katakan belajar dengan pengkondisian

jika ada stimulun dari indrawi yang merangsangnya. Ketika itulah seseorang menanggapi

stimulus tersebut. Tanggapan yang ia berikan ialah suatu respon yang juga di barengkan dengan

stimulus netral. Kemudian respon menyertai stimulus netral itu akan di ulang beberapa kali.

Setelah di lakukan pengulangan beberapa kali, kita akan menjumpai bahwa stimulus netrsl bisa

memberikan respon dengan sendirinya sekalipun stimulus indrawi sudah tidak ada lagi.contoh

klasi yang dilakukan psikolog Rusia Ivan pavlov dalam experimennya yang cukup masyur. Dia

7

media

membunyikan lonceng (stimulus netral) pada waktu dia meletakkan sedikit makanan di mulut

anjing (indrawi).biasanya, jika makanan itu di letakkan di deapn mulut anjing maka anjing

tersebut akan meneteskan air liur (respon).dengan demikian air liur berbarengan dengan bunyi

lonceng.

Ketika hal ini di ulangi beberapa kali, maka peneliti mencoba untuk membunyikan lonceng tanpa

meletakkan makanan pada mulut anjing tersebut. Maka hasilnya anjing tersebut tetap

meneteskan air liur ketika ia mendengar suara lonceng, sebuah respon baru yang belum pernah

dialami oleh anjing. Sekarang anjing tersebut merespon bunyi lonceng dengan meneteskan air

liurnya.padahal sebelum di lakukan eksperimen anjing tersebut tidak meneteskan air liur kalau

hanya mendengar bunyi lonceng.

25. Metode Berpikir

Proses belajar juga bisa berjalan sempurna dengan melalui metode berpikir, dengan metode ini

seseorang sering kali mampu menyelesaikan masalah hidupnya, dia akan memilki kesamaan dan

apa saja yang tidak memiliki kemiripan. Dengan demikian dia akan bisa menarik kesimpulan,

dengan pilihan tersebut. Maka pada kuncinya berilah anak-anak kita pertanyaan yang menurut

dia mudah, dengan demikian anak tersebut akan selalu belajar dan berpikir.

26. Mulailah Dari yang “Kecil”

Mulailah belajar dari topik yang paling anda kuasai / gampang. Setelah itu barulah dilanjutkan

dengan topik yang lebih “menantang”. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak langsung down dan

putus asa jika mengerjakan soal-soal sulit terlebih dahulu.

27. Sering-seringlah “Practice

Latihan dan latihan itulah kunci untuk mahir dalam suatu mata pelajaran. Semakin banyak anda

mengerjakan dan memahami soal semakin terbiasa pula anda dalam mengerjakannya.

8

media

28. Fokus

Ketika belajar, kita dituntut untuk serius. Jangan setengah hati. Karena pikiran kita tidak dapat

melakukan / memikirkan beberapa kegiatan / hal dalam satu waktu.

29. Mohon Bimbingan-NYA

Jangan lupa banyak-banyak berdoa. Karena selain dari nilai religi-nya, hal tersebut dapat

membuat kita lebih fokus ketika belajar dan dapat membuat pikiran kita lebih tenang.

30. Menggunakan Media dan Sumber-Sumber Yang Relevan

Jika kita hanya menggunakan 1 buku sebagai bahan patokan untuk belajar. Apapun hasil yang

kita dapat belum tentu maksimal. Untuk itulah, cobalah untuk mencari-cari hal yang terkait kita

pelajari dengan menggunakan Sumber dan Media yang sudah ada. Kita bisa mencarinya dengan

menggunakan Internet, Koran, Buku lain, Majalah, dan lain-lain. Tentu kita juga tidak mau ilmu

yang kita dapat hanya segitu saja karena hanya mempunyai 1 buku atau sumber yang tidak

lengkap. Untuk itulah, Sumber dan Media hanyalah sebagai pelengkap dalam belajar yang baik

dan benar.

SOAL MATERI CARA BELAJAR EFEKTIF

Jawablah soal berikut ini dengan benar!

1.Jelaskan apa yang dimaksud dengan Belajar yang efektif…
2.Tuliskan tips-tips belajar yang baik dan benar…
3.Bagaimana kebiasaan ananda dalam mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah), apakah

dikerjakan awal waktu atau disaat ingin dikumpulkan? Tuliskan alasanya!

4.Apakah yang dimaksud dengan trial and error?
5.Salah satu tips belajar efektif adalah conditioning. Jelaskan apakah yang dimaksud

dengan conditioning tersebut!

media

MATERI CARA BELAJAR EFEKTIF

Belajar yang efektif adalah proses belajar mengajar yang berhasil guna, dan proses pembelajaran

itu mampu memberikan pemahaman, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu / kualitas

yang lebih baik serta dapat memberikan perubahan perilaku dan dapat diaplikasikan atau

diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga hasil dari pembelajaran itu akan dapat

menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.

Dan untuk mencapai belajar yang efektif tentu saja dalam proses belajarnya harus dilakukan

dengan baik dan benar. Berikut ini adalah tips-tips belajar yang baik dan benar :

1. Belajar Kelompok

Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani

oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap

didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak

berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin

belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah

membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang

sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran

Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang

dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan

tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik

Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada

baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 8

SLIDE