Search Header Logo
KEANEKARAGAMAN FLORA DI CAGAR ALAM BULUH HITAM TEBO

KEANEKARAGAMAN FLORA DI CAGAR ALAM BULUH HITAM TEBO

Assessment

Presentation

Science

8th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Nuriyana Arsanti

Used 3+ times

FREE Resource

11 Slides • 0 Questions

1

KEANEKARAGAMAN FLORA DI CAGAR ALAM BULUH HITAM TEBO

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP KELAS 8

CREDIT BY:
NURIYANA EKA A, S.Pd

2

PENGANTAR

FLORA

Flora adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan semua jenis tumbuhan yang hidup di suatu daerah atau lingkungan tertentu. Istilah ini mencakup berbagai spesies tanaman mulai dari lumut, paku-pakuan, hingga tanaman berbunga dan pohon-pohon besar. Flora juga mencakup tanaman asli dan yang diperkenalkan ke suatu daerah.

Flora dapat dibedakan berdasarkan berbagai faktor seperti:

  1. Geografis: Flora di suatu daerah geografis tertentu, misalnya flora Indonesia, flora Amazon, dll.

  2. Ekosistem: Flora yang hidup di ekosistem tertentu, misalnya flora hutan hujan tropis, flora gurun, flora tundra, dll.

  3. Periode waktu: Flora yang ada pada periode geologi tertentu, misalnya flora zaman kapur, flora zaman es, dll.

Penelitian tentang flora penting untuk memahami keanekaragaman hayati, interaksi ekosistem, dan konservasi lingkungan.

3

CAGAR ALAM BULUH HITAM TEBO

Cagar Alam Buluh Hitam Tebo adalah salah satu kawasan konservasi di Indonesia yang terletak di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, di Pulau Sumatera. Cagar alam ini didirikan untuk melindungi keanekaragaman hayati, termasuk flora dan fauna yang khas dan langka di daerah tersebut.

Karakteristik dan Signifikansi:

Keanekaragaman Hayati: Cagar Alam Buluh Hitam Tebo dikenal memiliki berbagai jenis flora dan fauna yang endemik serta terancam punah. Kawasan ini menjadi habitat penting bagi banyak spesies tumbuhan dan satwa liar.

Ekosistem: Cagar alam ini melindungi ekosistem hutan hujan tropis yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam dan mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut.

Konservasi: Sebagai cagar alam, Buluh Hitam Tebo memiliki peran penting dalam upaya konservasi, termasuk program rehabilitasi hutan, perlindungan spesies langka, dan penelitian ilmiah.

Budaya dan Masyarakat Lokal: Cagar alam ini juga berperan dalam melibatkan masyarakat lokal dalam upaya konservasi, memberikan edukasi lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

4

Tantangan

Seperti banyak kawasan konservasi lainnya, Cagar Alam Buluh Hitam Tebo juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk:

  1. Perambahan Hutan: Aktivitas manusia seperti perambahan hutan untuk pertanian atau pemukiman dapat mengancam keutuhan kawasan cagar alam.

  2. Perburuan Liar: Perburuan satwa liar dapat mengancam spesies yang dilindungi di kawasan ini.

  3. Perubahan Iklim: Dampak perubahan iklim global juga dapat mempengaruhi ekosistem hutan hujan tropis.

5

JENIS-JENIS FLORA YANG ADA DI CAGAR ALAM BULUH HITAM TEBO

  • Dipterocarpaceae

    • Meranti (Shorea spp.): Pohon besar yang sering ditemukan di hutan tropis, digunakan untuk kayu.

    • Keruing (Dipterocarpus spp.): Jenis pohon besar lainnya yang juga bernilai tinggi sebagai kayu.

  • Leguminosae (Fabaceae)

    • Jengkol (Archidendron pauciflorum): Pohon dengan buah yang populer di Indonesia.

    • Petai (Parkia speciosa): Pohon dengan buah yang sering digunakan dalam masakan lokal.

  • Lauraceae

    • Medang (Litsea spp.): Pohon yang sering ditemukan di hutan tropis dan digunakan dalam industri kayu.

6

JENIS-JENIS FLORA YANG ADA DI CAGAR ALAM BULUH HITAM TEBO

  • Myristicaceae

    • Pohon Pala (Myristica spp.): Sumber rempah pala yang berharga.

  • Moraceae

    • Beringin (Ficus spp.): Pohon yang sering dianggap sakral dan memiliki banyak kegunaan ekologi.

    • Artocarpus spp.: Termasuk nangka dan cempedak yang buahnya dimakan.

  • Euphorbiaceae

    • Karet (Hevea brasiliensis): Pohon penghasil getah untuk produksi karet.

7

JENIS-JENIS FLORA YANG ADA DI CAGAR ALAM BULUH HITAM TEBO

  • Annonaceae

    • Sirsak (Annona muricata): Pohon yang buahnya dimakan dan sering digunakan dalam pengobatan tradisional.

  • Zingiberaceae

    • Temulawak (Curcuma xanthorrhiza): Tanaman obat yang digunakan dalam jamu.

    • Jahe (Zingiber officinale): Tanaman bumbu yang juga digunakan dalam pengobatan tradisional.

  • Dipterocarpaceae

    • Balau (Shorea spp.): Jenis pohon yang kayunya sangat keras dan tahan lama.

8

VEGETASI LAIN

  • Tanaman Paku-pakuan (Ferns): Termasuk berbagai jenis pakis yang biasanya ditemukan di lantai hutan.

  • Lumut (Mosses): Menutupi permukaan tanah dan batang pohon di area yang lembab.

  • Anggrek (Orchidaceae): Berbagai jenis anggrek epifit yang menempel pada pohon-pohon besar.

9

Tumbuhan Obat dan Endemik

  • Tumbuhan Obat: Banyak tumbuhan di hutan ini digunakan dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat setempat.

  • Tumbuhan Endemik: Beberapa spesies tumbuhan hanya ditemukan di wilayah tertentu di Sumatera dan menjadi fokus konservasi.

10

Manfaat dan Peran Ekologis

  • Habitat Satwa: Tumbuhan-tumbuhan ini menyediakan habitat bagi berbagai jenis satwa liar, termasuk mamalia, burung, reptil, dan serangga.

  • Pengatur Iklim: Hutan hujan tropis berperan penting dalam menyerap karbon dioksida dan mengatur iklim global.

  • Sumber Daya Alam: Menyediakan kayu, obat-obatan, dan bahan-bahan lain yang bernilai ekonomi.

11

  • NURIYANA EKA

"SEKIAN MATERI HARI INI SILAHKAN KERJAKAN LKPD 7.2

KEANEKARAGAMAN FLORA DI CAGAR ALAM BULUH HITAM TEBO

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP KELAS 8

CREDIT BY:
NURIYANA EKA A, S.Pd

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 11

SLIDE