Search Header Logo
Latihan Soal Literasi

Latihan Soal Literasi

Assessment

Presentation

World Languages

11th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Milah Kamilah

Used 9+ times

FREE Resource

0 Slides • 7 Questions

1

Multiple Choice

Gerhana

Malam itu sangat dingin. Hujan yang turun tadi sore masih meninggalkan bau basah. Malam ini cuacanya buruk. Tidak ada bintang yang menyembul di langit. Tidak ada juga gerhana. Saya mengatakan kepada istri saya sesuai apa yang telah diberitakan di televisi. Gerhana bulan merah darah tidak akan terlihat jika cuaca tidak mendukung.

“Pulang, yuk.” Kata saya sambil berbisik. Istri saya tidak menyerah. Ia memang tangguh untuk tidak menghiraukan rasa pegal di lehernya karena sedari tadi mendongak ke langit.

“Kita harus melihat bulan merah darah itu. Dulu ketika di SMA kita belajar mengenai gerhana bulan. Bulan tersebut bagus sekali bila dari gambar, aku akan membuktikannya secara langsung. Gerhana bulan merupakan fenomena yang terjadi saat posisi bumi ada di antara matahari dan bulan. Saat gerhana bulan terjadi, bulan mengitari bumi. Sementara itu, bumi mengitari matahari. Apabila ditarik garis lurus saat bumi ada di tengah matahari dan bulan, maka yang terjadi adalah bumi akan menutup cahaya matahari ke bulan. Sinar matahari yang melewati atmosfer bumi menyebabkan atmosfer menyaring sebagian besar cahaya biru. Inilah yang mengakibatkan bulan tampak berwarna merah jika dilihat dari Bumi. Kamu mau melewatkan momen indah ini?"

“Iya aku paham. Namun sepertinya tidak akan muncul”.

"Tolong bayangkan," katanya dengan sungguh-sungguh. "Jika dihitung dari hari ini, apa yang akan terjadi seratus empat puluh tahun kedepan? Gerhana itu hanya muncul seratus empat puluh tahun sekali sementara kita tidak mungkin mencapai umur menahun sebanyak itu. Lalu apa yang akan terjadi pada kita?" Ia bertanya sangat serius. Saya menjawab pertanyaannya sambil membersihkan mulutnya yang belepotan. Lama kelamaan Istri saya tertidur dengan kepalanya yang bersandar di bahu saya. Sayang sekali kita tidak bisa menyaksikannya.

1. Mengapa sang istri bersikukuh untuk melihat gerhana bulan?

1

A. Ingin membuktikan secara langsung bahwa gerhana bulan tersebut bagus sekali.

2

B. Dirinya ingin membuktikan gerhana yang sempat ia lihat ketika SMA.

3

C. Ingin menghabiskan waktu dengan berlama-lama bersama suaminya.

4

D. Dia merasa bahwa tidak akan pernah tampak gerhana bulan lagi di Bumi.

5

E. Dia merasa sia-sia jika tidak bisa melihat gerhana bulan secara langsung.

2

Multiple Select

Makna Sebilah Bambu dalam Tari Bambu Gila

Tari Bambu Gila atau Baramasewel merupakan permainan sejak zaman penjajahan Portugis di masa lalu yang berasal dari Maluku. Tarian ini memang bernuansa mistis dengan melibatkan adanya roh halus yang akan menggerakkan sebatang bambu panjang yang dibawa oleh tujuh orang dewasa. Pada masyarakat Maluku yang masih tradisional, aura mistis dalam permainan bambu gila akan terasa sangat kental. Pasalnya, orang-orang yang boleh memainkan bambu gila bukanlah orang sembarangan, melainkan mereka yang sudah terpilih.

Tari Bambu Gila digunakan salah satunya sebagai pemindahan dan penarikan kapal dilakukan dengan bantuan Bambu Gila. Selain itu, pada masa peperangan, Bambu Gila digunakan untuk melawan musuh. Masyarakat Maluku juga menjadikan Bambu Gila sebagai bagian spiritual dan warisan budaya dari leluhurnya sebagai pertunjukan masyarakat Maluku sekaligus sebagai sarana dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Tetapi sekarang sudah mulai sebagai hiburan suatu acara, asalkan tidak menyalahi aturan dan normanya.

Semakin berkembangnya zaman tari Bulu Gila ini yang sudah dimodifikasi dalam gerakannya. Walaupun kehadiran Roh Halus ini adalah hal yang sangat menarik dari tarian ini, namun makna tarian ini bukanlah hal-hal gaib di dalam tarian. Sebenarnya, gerak para penari yang menahan gerakan magis bambu adalah sebuah simbol dari nilai kebersamaan yang harus tetap terjaga. Gerakan kaki yang serempak dan penuh dengan kekuatan menunjukkan semangat gotong royong dalam kehidupan rakyat Maluku yang disebut Masohi. Meskipun telah dilakukan hasil modifikasi, makna inilah yang tetap ada dan lebih ditonjolkan dalam tarian Bambu Gila, dan nilai-nilai inilah yang masih terbawa dalam tarian Bambu Gila.

Tari Bulu atau Bambu Gila ini sebenarnya sudah cukup langka, sekalipun itu di Maluku sendiri. Hanya ada beberapa kampung yang mampu membawakan tarian ini secara otentik. Namun demikian, banyak sanggar tari di Maluku yang telah mempelajarinya dan mengambil intisari tarian ini untuk ditampilkan dalam bentuk yang lebih modern. Biasanya, tarian ini ditampilkan sebagai tari penyambutan tamu atau hiburan dalam berbagai acara formal. Bambu Gila adalah sebuah identitas masyarakat Maluku yang tidak akan ditemukan di belahan Nusantara lainnya. Lewat tarian ini, maka kita akan semakin yakin bahwa Indonesia itu memang kaya.

13. Anda ingin mencari informasi mengenai tradisi Bambu Gila. Kata kunci yang sesuai untuk mencari informasi tersebut adalah...

1

Tarian adat Maluku

2

Tarian mistis Maluku

3

Tarian asal Maluku.

4

Tari Bulu Maluku.

5

Tarian unik Maluku.

3

Multiple Choice

Cermati potongan bait puisi berikut!

Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing

Diktat-diktat hanya boleh memberi metode

Tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan

Kita mesti keluar ke jalan raya

Keluar ke desa-desa

Mencatat sendiri semua gejala

Dan menghayati persoalan yang nyata

(potongan puisi W.S. Rendra Sajak Sebatang Lisong)

Menurutmu, apa maksud larik-larik dalam puisi tersebut?

1

Keputusan untuk mengambil langkah

2

Keinginan untuk terus bertahan

3

Kemauan untuk bekerja keras

4

Keputusasaan terhadap keadaan

5

Ketidakinginan untuk berubah

4

Multiple Select

Perhatikan bacaan berikut! 

TRADISI UNIK WANITA SUKU KAREN

Saat berkunjung ke bagian utara Thailand, salah satu tempat yang tak boleh dilewatkan adalah desa tempat tinggal suku Karen. Di Thailand, ada beberapa desa wisata yang dapat dikunjungi untuk bertemu dan berinteraksi dengan suku Karen, salah satunya di Baan Tong Luang di Chiang Mai, Thailand.  Meskipun terkenal di Thailand, suku Karen sebenarnya bukan penduduk asli Thailand. Suku Karen merupakan suku yang mengungsi dari negara Myanmar, mereka mengungsi ke Thailand karena penindasan yang dilakukan rezim militer yang berkuasa di Myanmar. Tentara-tentara pemerintah Myanmar menangkap orang-orang suku Karen, menembak mati sebagian dari mereka, membumihanguskan rumah-rumah mereka, dan memaksa mereka untuk menjadi pekerja. Hal-hal itulah yang menyebabkan lebih dari 2.000 suku Karen meninggalkan desa asal mereka dan mengungsi ke negara terdekat, yaitu Thailand.

Karen menjadi salah satu suku yang diincar para wisatawan karena tradisi uniknya. Para wanita suku Karen diwajibkan memanjangkan leher menggunakan gelang logam berwarna keemasan yang terbuat dari kuningan. Selain dikenakan di leher, gelang tersebut juga dikenakan di kaki dan pergelangan tangan. Gelang-gelang ini berfungsi untuk membentuk leher, kaki, dan pergelangan tangan mereka agar terlihat lebih panjang seperti burung phoenix. Hal itu didasari oleh kebudayaan turun-temurun serta kepercayaan bahwa wanita suku Karen berasal dari seekor burung phoenix yang berpasangan dengan naga (nenek moyang para pria suku Karen). Anggapan-anggapan inilah yang membuat suku Karen yakin bahwa wanita akan semakin cantik jika memiliki leher yang semakin panjang.

Selain karena adat dan tradisi, fungsi lain gelang-gelang itu adalah sebagai pelindung karena dahulu mereka tinggal di pegunungan dan sering terlibat kontak dengan binatang buas, seperti harimau dan beruang. Pada umumnya, binatang buas tersebut menyerang manusia pada bagian leher dan tenggorokan. Oleh karena itu, kaum hawa suku Karen mengenakan gelang-gelang tersebut pada leher mereka.

Gelang tersebut mulai dipakaikan pada perempuan suku Karen sejak mereka berusia 5 tahun. Awalnya, hanya 2-3 tumpuk gelang, kemudian setiap 2-3 tahun sekali tumpukan gelang akan ditambah sampai mereka mencapai usia 19 tahun. Setelah itu, gelang-gelang tadi digantikan dengan gelang logam yang terbuat dari 1 besi lonjor panjang yang dibentuk melingkar atau dililitkan ke leher mereka. Berat gelang logam di leher wanita dewasa mencapai 5 kg dan gelang kaki di bawah lutut beratnya masing-masing 1 kg. Berarti, setiap hari mereka membawa beban 7 kg. Gelang itu dapat dilepas, tetapi proses pelepasannya tidak mudah dan hanya dilakukan pada saat menikah, melahirkan, dan meninggal dunia. Kebanyakan wanita suku Karen meninggal pada usia 40-50 tahun. Hal itu diduga karena besi-besi yang membebani tulang leher merusak susunan tulang pada organ tubuh lainnya. Meskipun demikian, wanita suku Karen tetap mempertahankan kebiasaan memakai gelang karena sudah menjadi adat istiadat dan kepercayaan yang turun-temurun.  

Miranda Santoso, Evlin. 2018. “Pesona Budaya Karen di Thailand”. Makalah, Foreign Case Study.

Penggunaan gelang-gelang pada suku Karen sudah diatur oleh adat sedemikian rupa. Tentukan pernyataan yang tepat di bawah ini!

1

Wanita suku Karen setiap hari membawa beban 7 kg di tubuhnya dan sekitar 72% bebannya berada di leher mereka.

2

Wanita suku Karen memilih salah satu momen saat melepas gelang lehernya, yaitu saat menikah, melahirkan, atau meninggal dunia.

3

Pada saat usia 19 tahun, proses penambahan beban di leher sudah berhenti dan boleh dilepas dengan persetujuan ketua adat.

4

Pria dan wanita di suku Karen diwajibkan memanjangkan leher menggunakan tumpukan kawat yang terbuat dari kuningan

5

Wanita suku Karen yang berusia 30 tahun wajib mengenakan gelang leher seberat 5 kg

5

Multiple Choice

Question image

Pada teks disebutkan bahwa Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Peraturan Presiden (Perpres) 75/2015 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia merupakan payung hukum bagi kaum difabel untuk mengeksplorasi potensi mereka. Kedua peraturan tersebut sangat menguntungkan bagi penyandang disabilitas karena …..

1

A. Penyandang disabilitas diberikan pendidikan khusus oleh pemerintah

2

B. Masyarakat mengapresiasi potensi yang dimiliki para penyandang disabilitas

3

C. Penyandang disabilitas mempunyai hak untuk mengembangkan jenjang karier

4

D. Pemerintah memprioritaskan para penyandang disabilitas dalam berkarier

5

E. Masyarakat perlu membantu penyandang disabilitas dalam beraktivitas sehari-hari

6

Multiple Choice

Question image

Apa gagasan yang ingin disampaikan penyair melalui puisi tersebut?

1

A. Kritik terhadap praktik penggunaan uang sebagai cara mempermudah proses

2

B. Kritik terhadap penguasa yang tidak peka terhadap derita rakyat

3

C. Protes terhadap aturan yang mengekang masyarakat

4

D. Protes mengenai larangan memberikan uang kepada pengemis

5

E. Kritik terhadap penguasa yang suka menghambur-hamburkan uang rakyat

7

Multiple Choice

Question image

Perhatikan ilustrasi dan puisi berikut!

Pada bulan Desember, tepatnya saat perayaan Hari Ibu, Albert ingin mengikuti lomba membaca puisi antarkelas yang bertemakan tentang keistimewaan seorang Ibu. Albert mencari puisi tersebut di perpustakaan. Albert menemukan buku kumpulan puisi karya Emha Ainun Najib. Setelah membacanya, ia jadi merasa menyukai puisi-puisi karya Emha Ainun Najib karena pemilihan kata yang sangat indah. Selain itu, ia juga menemukan sebuah puisi tentang ibu yang membuat Albert merasa bahwa puisi tersebut cocok dia bacakan pada saat lomba baca puisi. Berikut puisi yang ditemukan oleh Albert.

1

Puisi tersebut berkaitan dengan peristiwa yang sedang dialami oleh Albert dengan ibunya

2

Isi dari puisi tersebut menggambarkan sikap khusus dari seorang ibu yang perlu diketahui.

3

Albert sudah tertarik sejak lama dengan karya-karya dari Emha Ainun Najib.

4

Tema yang terdapat dalam puisi tersebut menggambarkan kehidupan seorang ibu.

5

Albert sudah tertarik sejak lama dengan karya-karya dari Emha Ainun Najib.

Gerhana

Malam itu sangat dingin. Hujan yang turun tadi sore masih meninggalkan bau basah. Malam ini cuacanya buruk. Tidak ada bintang yang menyembul di langit. Tidak ada juga gerhana. Saya mengatakan kepada istri saya sesuai apa yang telah diberitakan di televisi. Gerhana bulan merah darah tidak akan terlihat jika cuaca tidak mendukung.

“Pulang, yuk.” Kata saya sambil berbisik. Istri saya tidak menyerah. Ia memang tangguh untuk tidak menghiraukan rasa pegal di lehernya karena sedari tadi mendongak ke langit.

“Kita harus melihat bulan merah darah itu. Dulu ketika di SMA kita belajar mengenai gerhana bulan. Bulan tersebut bagus sekali bila dari gambar, aku akan membuktikannya secara langsung. Gerhana bulan merupakan fenomena yang terjadi saat posisi bumi ada di antara matahari dan bulan. Saat gerhana bulan terjadi, bulan mengitari bumi. Sementara itu, bumi mengitari matahari. Apabila ditarik garis lurus saat bumi ada di tengah matahari dan bulan, maka yang terjadi adalah bumi akan menutup cahaya matahari ke bulan. Sinar matahari yang melewati atmosfer bumi menyebabkan atmosfer menyaring sebagian besar cahaya biru. Inilah yang mengakibatkan bulan tampak berwarna merah jika dilihat dari Bumi. Kamu mau melewatkan momen indah ini?"

“Iya aku paham. Namun sepertinya tidak akan muncul”.

"Tolong bayangkan," katanya dengan sungguh-sungguh. "Jika dihitung dari hari ini, apa yang akan terjadi seratus empat puluh tahun kedepan? Gerhana itu hanya muncul seratus empat puluh tahun sekali sementara kita tidak mungkin mencapai umur menahun sebanyak itu. Lalu apa yang akan terjadi pada kita?" Ia bertanya sangat serius. Saya menjawab pertanyaannya sambil membersihkan mulutnya yang belepotan. Lama kelamaan Istri saya tertidur dengan kepalanya yang bersandar di bahu saya. Sayang sekali kita tidak bisa menyaksikannya.

1. Mengapa sang istri bersikukuh untuk melihat gerhana bulan?

1

A. Ingin membuktikan secara langsung bahwa gerhana bulan tersebut bagus sekali.

2

B. Dirinya ingin membuktikan gerhana yang sempat ia lihat ketika SMA.

3

C. Ingin menghabiskan waktu dengan berlama-lama bersama suaminya.

4

D. Dia merasa bahwa tidak akan pernah tampak gerhana bulan lagi di Bumi.

5

E. Dia merasa sia-sia jika tidak bisa melihat gerhana bulan secara langsung.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 7

MULTIPLE CHOICE