Search Header Logo
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

Assessment

Presentation

Social Studies

8th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Rudi Dede

FREE Resource

58 Slides • 0 Questions

1

media

Yuk, kenalan …

Pohon sukun di tengah taman

Taman indah jangan dihancurkan

Assalamualaikum teman-teman

Salam kenal saya ucapkan

2

media

SilahkanUpload
Foto Keluarga

3

media

Tujuan Pembelajaran

→ Peserta dapat merancang ide projek penguatan profil pelajar
Pancasila yang sesuai dengan kondisi sekolah dan kebutuhan
peserta didik.

Pemahaman bermakna: Guru perlu memahami kesinambungan
antara pengembangan projek dan kondisi sekolah untuk dapat
menyusun modul atau rancangan projek yang kontekstual dan
bermakna bagi peserta didik.

4

media

01

02

03

Memahami projek
penguatan Profil
pelajar Pancasila

Menyiapkan
ekosistem sekolah

05

Evaluasi dan tindak
lanjut projek
penguatan profil
pelajar Pancasila

Mendesain projek
penguatan profil
pelajar Pancasila

04

Mendokumentasikan
dan melaporkan
hasil projek penguatan
profil pelajar

5

media

MEMAHAMI PROJEK PENGUATAN
PROFIL PELAJAR PANCASILA
01

6

media

Dimensi-dimensi
tersebut menunjukkan
bahwa profil pelajar
Pancasila tidak hanya
fokus pada kemampuan
kognitif, tetapi juga
sikap dan perilaku
sesuai jati diri sebagai
bangsa Indonesia
sekaligus warga dunia.

Profil Pelajar Pancasila

Pelajar Indonesia merupakan pelajar
sepanjang hayat yang kompeten,
berkarakter, dan berperilaku sesuai
nilai- nilai Pancasila

7

media

Penerapan profil
pelajar Pancasila
di sekolah

Profil pelajar Pancasila
adalah karakter dan
kemampuan yang
dibangun dalam
keseharian
dan dihidupkan dalam diri
setiap individu peserta
didik melalui budaya satuan
pendidikan, pembelajaran
intrakurikuler, projek
penguatan profil pelajar
Pancasila, dan
ekstrakurikuler.

Projek
penguatan profil
pelajar Pancasila
(Kokurikuler)

Projek Lintas Disiplin
Ilmu yang kontekstual dan
berbasis pada kebutuhan
masyarakat atau
permasalahan di
lingkungan satuan
pendidikan.

Catatan: Pada pendidikan
kesetaraan: projek
diselenggarakan berupa
projek pemberdayaan dan
keterampilan berbasis
profil Pelajar Pancasila)

8

media

Perlunya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Projek penguatan profil pelajar Pancasila:

“... perlulah anak anak [Taman Siswa]
kita dekatkan hidupnya kepada
perikehidupan rakyat, agar supaya
mereka tidak hanya memiliki
„pengetahuan‟ saja tentang hidup
rakyatnya, akan tetapi juga dapat
„mengalaminya‟ sendiri, dan kemudian
tidak hidup berpisahan dengan
rakyatnya.”

Ki Hadjar Dewantara

Salah satu sarana pencapaian profil pelajar Pancasila
Kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu

penting (contoh: perubahan iklim, anti radikalisme,
kesehatan mental,budaya, wirausaha,teknologi,dan
kehidupan berdemokrasi)

Kesempatan untuk menjawab isu-isu global sesuai

dengan tahapan belajar dan kebutuhannya
(teaching at the right level)

9

media

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Undang-undang yang mendasari

Berdasarkan Kepmendikbudristek No 262/M/2022 tentang Pedoman Penerapan
Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran:

Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan:

Kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya

pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila
Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari
segi muatan,kegiatan,dan waktu pelaksanaan.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler.

Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan
tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler.

Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk

merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

10

media

Miskonsepsi terkait projek penguatan profil pelajar Pancasila

Tujuan pembelajarannya dirumuskan secara mandiri dengan hanya menyasar

pada level dimensi karakter profil pelajar Pancasila.

Merupakan kegiatan integrasi dari berbagai mata pelajaran.
Wajib menghasilkan sebuah produk dalam bentuk barang untuk dipamerkan

dalam galeri karya.

Asesmen projek menyasar tema dan produk, bukan pada kompetensi sasaran.

11

media

Miskonsepsi

Konsep yang Benar

Tujuan pembelajaran projek dirumuskan secara mandiri dengan hanya menyasar
pada level dimensi karakter profil pelajar Pancasila.

Tujuan pembelajaran projek sudah ada di dalam dokumen profil pelajar
Pancasila, menyasar pada level rumusan kompetensi untuk setiap jenjang.

Capaian fase dari dimensi
Berkebinekaan Global,
elemen Mengenal dan
Menghargai Budaya, sub
elemen Mendalami Budaya
dan Identitas Budaya

12

media

Miskonsepsi

Konsep yang Benar

Kegiatan integrasi dari berbagai mata pelajaran.Kegiatan lintas disiplin ilmu yang berada di luar pelajaran.

Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila bukan integrasi dari
berbagai pelajaran, karena pelajaran (intrakurikuler) tujuan
pembelajarannya mengacu pada CP, sementara projek profil langsung
mengacu pada rumusan kompetensi profil pelajar Pancasila. Oleh
karenanya, ketika menjadi fasilitator projek, guru-guru tidak lagi
berperan sebagai guru mata pelajaran.

13

media

Miskonsepsi

Konsep yang Benar

Kegiatan projek profil wajib menghasilkan sebuah produk
dalam bentuk barang untuk dipamerkan dalam gelaran karya.

Produk akhir projek profil bisa berupa aksi/kampanye
dan tidak harus diakhiri oleh sebuah pameran.

Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila menggunakan pendekatan
pembelajaran berbasis projek. Identifikasi perbedaan pembelajaran projek dan
pembelajaran berbasis projek pada tabel berikut:

Pembelajaran projek

Pembelajaran berbasis projek

-Penekanan pada produk.

-Kegiatan dikembangkan dari
pelaksanaan pembuatan
produk.

-Bisa dilakukan dalam waktu
singkat (Beberapa
pertemuan).

-Penekanan pada proses.

-Kegiatan dikembangkan dari
isu yang sedang dieksplorasi.

-Umumnya perlu dilakukan
dengan waktu yang cukup
memadai (Beberapa
pertemuan untuk setiap
tahapan alur).

14

media

Miskonsepsi

Konsep yang Benar

Asesmen projek menyasar tema dan produk, bukan
pada kompetensi sasaran.

Asesmen fokus menyasar rumusan kompetensi profil
pelajar Pancasila yang menjadi tujuan pembelajaran..

Ilustrasi:

Terdapat kegiatan projek bertema Gaya Hidup Berkelanjutan yang menyasar dimensi Kemandirian
dan Bernalar Kritis. Aktivitas utamanya membuat poster mengenai pelestarian lingkungan.

Asesmen yang keliru: Mengukur kreativitas membuat poster. Kriteria penilaian berupa pemahaman
konten mengenai pelestarian lingkungan dan kerapian serta estetika dekorasi poster.

Asesmen yang tepat: Mengukur kemampuan selama proses pengerjaan poster. Kriteria penilaian berupa
kemampuan mengelola pekerjaan secara mandiri dan kemampuan mengolah informasi untuk digunakan
sebagai konten poster.

15

media

Prinsip-prinsip projek penguatan profil pelajar Pancasila

Holistik

Kontekstual

Eksploratif

memandang sesuatu
secara utuh dan
menyeluruh, tidak parsial
atau terpisah-pisah.

menelaah sebuah tema
secara utuh dan melihat
keterhubungan dari
berbagai hal untuk
memahami sebuah isu
secara mendalam.

meleburkan beragam
perspektif dan konten
pengetahuan secara
terpadu.

mendasarkan kegiatan
pembelajaran pada
pengalaman nyata
yang dihadapi dalam
keseharian.

menjadikan lingkungan
sekitar dan realitas
kehidupan sehari-hari
sebagai bahan utama
pembelajaran.

Menyajikan tema-tema
projek yang sebisa
mungkin dapat
menyentuh persoalan
lokal yang terjadi di
daerah masing-masing

murid untuk menjadi
subjek pembelajaran
yang aktif mengelola
proses belajarnya
secara mandiri.

guru sebaiknya
menjadi fasilitator
pembelajaran yang
memberikan banyak
kesempatan bagi murid
untuk mengeksplorasi
berbagai hal atas
dorongannya sendiri

membuka ruang yang lebar
bagi proses inkuiri dan
pengembangan diri

memiliki area eksplorasi
yang luas dari segi
jangkauan materi pelajaran,
alokasi waktu, dan
penyesuaian dengan tujuan
pembelajaran

Untuk guru:
merancang kegiatan projek
secara sistematis dan
terstruktur agar dapat
memudahkan
pelaksanaannya

Berpusat
Pada Peserta Didik

16

media

Hal-hal yang perlu diketahui mengenai projek penguatan profil pelajar Pancasila
1. Dilaksanakan setiap tahun di semua tingkatan kelas.
2. Total alokasi waktu projek di jenjang dasar, menengah, diksus, dan kejuruan adalah 20-30% dari

keseluruhan total JP dalam satu tahun, sementara di PAUD alokasi kegiatan projek dilaksanakan
sesuai dengan kebutuhan. (Lihat Kepmen 262)

3. Tema-tema projek sudah ditentukan oleh pemerintah. Berangkat dari tema tersebut, sekolah

dapat mengembangkan topik spesifik yang sesuai dengan konteks kebutuhan.

4. Sekolah berwenang untuk merancang pembagian alokasi waktu kegiatan projek dan menyusun

tim kepanitiaan yang akan memfasilitasi kegiatan projek.

5. Pemerintah menyediakan beragam contoh modul projek. Pada tahap awal guru diharapkan dapat

mengadaptasi modul tersebut sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah, sementara pada
tahap lanjutan guru diharapkan dapat merancangnya secara mandiri.

17

media

Dokumen Acuan

Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil

Pelajar Pancasila berdasarkan

Kepmendikbudristek no. 031/H/KR/2024

Panduan Pengembangan Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Edisi Revisi

18

media

1: Tema P5 Paud SD SMP SM SMK Sederajat.pdf
2: http://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-
content/uploads/2022/06/Panduan-Penguatan-Projek-Profil-
Pancasila.pdf
2. 02 Panduan P5 Edisi Terbaru.pdf

19

media

02 MENYIAPKAN EKOSISTEM SEKOLAH

20

media

Budaya Sekolah yang Mendukung
Penerapan Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila

BERPIKIRAN TERBUKA

Satuan pendidikan diharapkan dapat
menghidupkan budaya senang menerima
masukan, terbuka terhadap perbedaan, serta
berkomitmen terhadap setiap upaya perbaikan
untuk perubahan ke arah yang lebih baik.

SENANG MEMPELAJARI HAL BARU.

Kemampuan memelihara rasa ingin tahu dan
menemukan kepuasan saat menemukan hal baru
adalah bagian dari budaya yang perlu dihidupkan
di lingkungan satuan pendidikan

KOLABORATIF

Budaya kolaboratif dapat mendorong semangat
senang bekerja sama, saling mengapresiasi, dan
saling memberikan dukungan satu sama lain.

Peran Pemangku Kepentingan dalam Pelaksanaan
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Kepala satuan pendidikan

Membentuk tim projek
Mendampingi jalannya projek
Membangun komunikasi untuk kolaborasi
Mengembangkan komunitas praktisi
Melakukan coaching secara berkala bagi pendidik
Merencanakan, melaksanakan, merefleksikan, dan

mengevaluasi pengembangan aktivitas dan asesmen
projek..

Pendidik

Perencana projek
Fasilitator
Pendamping
Supervisor dan konsultan
Moderator

Pengawas

Memberikan pendampingan dan pembinaan
Memastikan keterlibatan antarpemangku kepentingan

berjalan dengan baik

Memberikan pengawasan dan dukungan kepada

satuan Pendidikan

21

media

MENDESAIN PROJEK PENGUATAN
PROFIL PELAJAR PANCASILA
03

22

media

1

2

3

4

5

Membentuk tim fasilitator projek penguatan profil
pelajar Pancasila

Kepala satuan pendidikan menyusun tim fasilitator projek. Tim ini
berperan merencanakan dan melaksanakan kegiatan projek untuk
seluruh kelas.

Tim Fasilitator menentukan fokus dimensi profil pelajar
Pancasila dan tema projek serta merancang jumlah projek
beserta alokasi waktunya. (Dimensi dan tema dipilih
berdasarkan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan).

Merancang strategi pelaporan hasil projek

Tim fasilitator merencanakan strategi pengolahan dan
pelaporan hasil projek

Kepala satuan pendidikan bersama tim fasilitator merefleksikan
dan menentukan tingkat kesiapan satuan pendidikan.

Menyusun modul projek

Tim fasilitator menyusun modul projek sesuai tingkat kesiapan
satuan pendidikan dengan tahapan umum: Menentukan sub-
elemen (tujuan projek); Mengembangkan topik, alur, dan durasi
projek, serta; Mengembangkan aktivitas dan asesmen projek.

ALUR PERENCANAAN PROJEK PROFIL

Mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan
pendidikan

Perencanaan ini dapat dikembangkan sesuai dengan

kebutuhan dan kondisi satuan pendidikan.

Merancang dimensi, tema, dan alokasi waktu
projek penguatan profil pelajar Pancasila

23

media

CATATAN: Deskriptor Tahapan ini TIDAK MENGUNCI

kesiapan satuan pendidikan

TAHAPAN IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

Tahap Awal

Tahap

Berkembang

Tahap Siap

Tahap Mahir

Menggunakan
modul projek yang
disediakan oleh
Kemendikbudristek
tanpa penyesuaian
atau dengan
penyesuaian yang
sangat sedikit

Membuat penyesuaian

Membuat

Mengembangkan ide

Implementa
si projek
penguatan
profil pelajar
Pancasila

terhadap modul projek
yang disediakan oleh
Kemendikbudristek
sesuai konteks lokal dan
kebutuhan peserta didik

penyesuaian terhadap
modul projek yang
disediakan oleh
Kemendikbudristek
sesuai konteks lokal,
kebutuhan, serta minat
peserta didik dengan
melibatkan pendapat

dan modul projek
sesuai konteks lokal,
kebutuhan, serta minat
peserta didik dengan
melibatkan pendapat dan
ide-ide peserta didik.

dan ide-ide peserta

didik

24

media

Dimensi, elemen, dan subelemen Profil Pelajar Pancasila

Dimensi

Elemen

Subelemen

BERIMAN, BERTAKWA
KEPADA TUHAN YANG
MAHA ESA, DAN
BERAKHLAK MULIA

Akhlak beragama

Mengenal dan mencintai Tuhan Yang Maha Esa

Pemahaman agama/kepercayaan

Pelaksanaan ritual ibadah

Akhlak pribadi

Integritas

Merawatdiri secara fisik, mental, dan spiritual

Akhlak kepada manusia

Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan

Berempatikepada orang lain

Akhlak kepada alam

Memahami keterhubungan ekosistem Bumi

Menjaga lingkungan alam sekitar

Akhlak bernegara

Melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia

BERKEBINEKAAN GLOBAL

Mengenal dan menghargai
budaya

Mendalami budaya dan identitas budaya

Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta
praktiknya

Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya

Komunikasi dan interaksi
antar budaya

Berkomunikasi antar budaya

Mempertimbangkan dan menumbuhkan berbagai perspektif

Refleksi dan tanggung jawab
terhadap pengalaman
kebinekaan

Refleksi terhadap pengalaman kebinekaan

Menghilangkan stereotip dan prasangka

Menyelaraskan perbedaan budaya

Berkeadilan sosial

Aktif membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan

Berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan bersama

Memahami peran individu dalam demokrasi

25

media

Dimensi

Elemen

Subelemen

BERGOTONG-ROYONG

Kolaborasi

Kerja sama

Komunikasi untuk mencapai tujuan bersama

Saling-ketergantungan positif

Koordinasisosial

Kepedulian

Tanggap terhadap lingkungan sosial

Persepsi sosial

Berbagi

MANDIRI

Pemahaman diri dan
situasi yang dihadapi

Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi

Mengembangkan refleksi diri

Regulasi diri

Regulasi emosi

Penetapan tujuan belajar, prestasi, dan pengembangan diri serta rencana strategis untuk
mencapainya

Menunjukkan inisiatif dan bekerja secara mandiri

Mengembangkan pengendalian dan disiplin diri

Percaya diri, tangguh (resilient), dan adaptif

BERNALAR KRITIS

Memperoleh dan
memproses informasi
dan gagasan

Mengajukan pertanyaan

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan

Menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnya

Refleksi pemikiran dan
proses berpikir

Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri

KREATIF

Menghasilkan gagasan yang orisinal

Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan

Catatan:
Disarankan
mengambil 2-
3 Dimensi
yang relevan
dalam 1
tahun

Dimensi, elemen, dan subelemen Profil Pelajar Pancasila

26

media

Empat Tema untuk Dipilih Satuan Pendidikan PAUD

Kita Semua
Bersaudara
"Bhinneka Tunggal
Ika

Tema ini bertujuan
mengajak peserta didik
untuk mampu berinteraksi
dengan teman sebaya,
menghargai perbedaan,
mau berbagi, dan
mampu bekerja sama

Imajinasi dan
Kreativitasku
"Rekayasa
dan
Teknologi

Tema ini bertujuan
mengajak peserta didik
belajar mengenali dunianya
melalui imajinasi,
eksplorasi, dan
eksperimen. Pada tema
Imajinasi
dan Kreativitasku,
peserta didik distimulasi
dengan serangkaian
kegiatan yang dapat
membangkitkan rasa ingin
tahu, memperkaya
pengalamannya dan
menguatkan kreativitasnya.

Aku Sayang
Bumi "Gaya
Hidup
Berkelanjutan

Tema ini bertujuan untuk
mengenalkan peserta didik
pada isu
lingkungan, eksplorasi
dalam mencari solusi kreatif
yang dapat
dilakukan oleh peserta didik,
serta memupuk kepedulian
terhadap
alam sebagai perwujudan
rasa sayang terhadap
ciptaan Tuhan YME.

Aku Cinta
Indonesia
"Kearifan
Lokal

Tema ini bertujuan agar
peserta didik mengenal
identitas dan
karakteristik negara,
keberagaman budaya dan
ciri khas lainnya
tentang Indonesia sehingga
mereka memahami
identitas dirinya
sebagai anak Indonesia,
serta bangga menjadi anak
Indonesia.

27

media

Delapan Tema untuk Dipilih Satuan Pendidikan SD - SMA/K

Kearifan Lokal
(SD-SMA/SMK)

Membangun rasa ingin tahu dan
kemampuan inkuiri melalui
eksplorasi tentang budaya dan
kearifan lokal masyarakat sekitar
atau daerah tersebut, serta
perkembangannya.

Rekayasa dan Teknologi
(SD-SMA/SMK)

Berkolaborasi dalam melatih
daya pikir kritis, kreatif,
inovatif, sekaligus
kemampuan berempati untuk
berekayasa membangun
produk berteknologi yang
memudahkan kegiatan dirinya
dan juga sekitarnya.

Kewirausahaan
(SD-SMA/SMK)

Mengidentifikasi potensi ekonomi
di tingkat lokal dan masalah yang
ada dalam pengembangan
potensi tersebut, serta kaitannya
dengan aspek lingkungan, sosial
dan kesejahteraan masyarakat.

Bhinneka Tunggal Ika
(SD- SMA/SMK)

Mengenal dan mempromosikan
budaya perdamaian dan anti
kekerasan, belajar membangun
dialog penuh hormat tentang
keberagaman serta nilai-nilai
ajaran yang dianutnya serta
mempelajari perspektif berbagai
agama dan kepercayaan,

Gaya Hidup
Berkelanjutan
(SD-SMA/SMK)

Memahami dampak dari aktivitas
manusia, baik jangka pendek
maupun panjang, terhadap
kelangsungan kehidupan di
dunia maupun lingkungan
sekitarnya.

Bangunlah Jiwa dan
Raganya (SD-
SMA/SMK

Membangun kesadaran dan
keterampilan untuk memelihara
kesehatan fisik dan mental, baik
untuk dirinya maupun orang
sekitarnya.

Suara Demokrasi
(SMP-SMA/SMK)

Merefleksikan makna demokrasi
dan memahami implementasi
demokrasi serta tantangannya
dalam konteks yang
berbeda, termasuk dalam
organisasi sekolah dan/atau
dalam
dunia kerja.

Kebekerjaan
(tema wajib
SMK)

menghubungkan berbagai
pengetahuan yang telah dipahami
dengan pengalaman nyata di
keseharian dan dunia kerja. Peserta
didik membangun pemahaman
terhadap ketenagakerjaan, peluang
kerja, serta kesiapan kerja untuk
meningkatkan kapabilitas yang
sesuai dengan keahliannya, mengacu
pada kebutuhan dunia kerja terkini.
Dalam projeknya, peserta didik juga
akan mengasah kesadaran sikap dan
perilaku sesuai dengan standar yang
dibutuhkan di dunia kerja.

28

media

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila

Dalam 1 tahun ajaran, peserta didik mengikuti projek penguatan profil
pelajar Pancasila yang dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

Catatan:

Untuk SMK Kelas XIII pada SMK
program 4 tahun tidak perlu
melaksanakan projek penguatan
profil pelajar Pancasila.

Untuk Pendidikan Khusus:
Pada dasarnya projek bisa

mengambil dan/atau
mengembangkan projek dari
jenjang lain menyesuaikan
dengan kondisi dan tahapan
belajarnya.

Penerjemahan tema dalam projek

disesuaikan dengan kondisi dan
kebutuhan ABK

Implementasi projek penguatan

profil pelajar Pancasila dapat
diintegrasikan pada mata
pelajaran keterampilan atau
mapel lain yang relevan

Jenjang

Ketentuan Jumlah Tema

PAUD

1 s.d 2 projek profil dengan tema berbeda

SD/MI/SDLB/Paket A

2 s.d 3 projek profil dengan tema berbeda

SMP/MTs/ SMPLB/Paket B

3 s.d 4 projek profil dengan tema berbeda

SMA/MA/SMALB/Paket C kelas X

3 s.d 4 projek profil dengan tema berbeda

SMA/MA/SMALB/Paket C kelas XI dan XII

2 s.d 3 projek profil dengan tema berbeda

SMK/MAK kelas X

3 projek profil dengan 2 tema pilihan dan 1 tema
Kebekerjaan

SMK/MAK kelas XI

2 projek profil dengan 1 tema pilihan dan 1 tema
Kebekerjaan

SMK/MAK kelas XII

1 projek profil dengan tema Kebekerjaan

SPK

2 s.d 3 projek profil dengan tema berbeda

29

media

Alokasi Waktu
Projek Profil

30

media

Dalam 1 tahun ajaran, peserta didik mengikuti projek penguatan profil pelajar Pancasila yang
dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

- PAUD

1-2 projek dengan tema berbeda di PAUD
- Umum & Diksus

2-3 projek dengan tema berbeda di SD/MI
3-4 projek dengan tema berbeda di SMP/MTs dan SMA/MA kelas X
2-3 projek dengan tema berbeda di kelas XI dan XII SMA/MA
- SMK

3 projek dengan 2 tema pilihan dan 1 tema Kebekerjaan di kelas X
2 projek dengan 1 tema pilihan dan 1 tema Kebekerjaan di kelas XI
1 projek dengan tema Kebekerjaan di kelas XII SMK/MAK. (Kelas XIII pada SMK program 4

tahun tidak perlu melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila)

31

media

Contoh Pilihan Waktu
Pelaksanaan Projek








A.Menentukan satu
hari dalam seminggu
untuk pelaksanaan
projek (misalnya hari
Jumat). Seluruh jam

digunakan untuk
projek.

Catatan:
Contoh pilihan waktu berikut hanya simulasi pilihan waktu pelaksanaan projek. Untuk
periode waktu belajar dapat disesuaikan dengan jenjang masing-masing.

Pilihan waktu pelaksanaan berikut dapat dipilih sesuai dengan kesiapan satuan
pendidikan, tidak terikat pada tahapan kesiapan satuan pendidikan.

belajar pada hari itu

M A R E T 2 0 2 1

Minggu

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1
UPACARA

2

3

4

5
Projek

6

penguatan

profil pelajar

Pancasila

7

8
UPACARA

9

10

11

12
Isra Mi'raj

13
CUTI BERSAMA

14
HARI

15
UPACARA

16

17

18

19
Projek

20

RAYA

penguatan

NYEPI

profil pelajar

Pancasila

21

22

23

24

25

26

27

UPACARA

Projek
penguatan

profil pelajar

Pancasila

28

29

30

31

32

media

B.Mengalokasikan 1-2
jam pelajaran di akhir
hari, khusus untuk
mengerjakan projek.
Bisa digunakan untuk
eksplorasi di sekitar
satuan pendidikan
sebelum peserta didik
pulang.

No/ Kelas

Waktu

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1


07.15-07.50


Upacara

2


07.50-08.25



Upacara

3

08.25-09.00

09.00-09.15

I S T I R A H A T

I

09.15-09.50

Projek
penguatan
profil pelajar
Pancasila

4

5

09.50--10.25

Projek
penguatan
profil pelajar
Pancasila

Projek
penguatan
profil pelajar
Pancasila

-

6

10.25-11.00

Projek
penguatan
profil pelajar
Pancasila

Projek
penguatan
profil pelajar
Pancasila

Projek
penguatan
profil pelajar
Pancasila

Projek
penguatan
profil pelajar
Pancasila


-

Projek
penguatan
profil pelajar
Pancasila



-

Projek
penguatan
profil pelajar
Pancasila


-

Projek
penguatan
profil pelajar
Pancasila


-

Projek
penguatan
profil pelajar
Pancasila
7

11.00-11.35

33

media

C.Mengumpulkan dan memadatkan pelaksanaan tema dalam satu periode waktu (misalnya 2 minggu atau 1bulan -
tergantung jumlah jam tatap muka projek yang dialokasikan pada setiap projeknya), di mana semua Tenaga Pendidik
berkolaborasi mengajar projek setiap hari selama durasi waktu yang ditentukan.

M A R E T 2 0 2 1

Minggu

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1
UPACARA

2

3

4

5

6

7

8
UPACARA

9

10

11

12
Isra Mi'raj

13
CUTI BERSAMA

14
HARI RAYA NYEPI

15 UPACARA
Pelaksanaan

16
Pelaksanaan

17
Pelaksanaan

18
Pelaksanaan

19
Pelaksanaan

20
Pelaksanaan

projek

projek

projek

projek

projek

projek

penguatan

penguatan

penguatan

penguatan

penguatan

penguatan

profil pelajarprofil pelajarprofil pelajarprofil pelajarprofil pelajarprofil pelajar

Pancasila

Pancasila

Pancasila

Pancasila

Pancasila

Pancasila

21

22 UPACARA
Pelaksanaan

23
Pelaksanaan

24
Pelaksanaan

25
Pelaksanaan

26
Pelaksanaan

27
Pelaksanaan

projek

projek

projek

projek

projek

projek

penguatan

penguatan

penguatan

penguatan

penguatan

penguatan

profil pelajarprofil pelajarprofil pelajarprofil pelajarprofil pelajarprofil pelajar

Pancasila

Pancasila

Pancasila

Pancasila

Pancasila

Pancasila

28

29
UPACARA

30

31

34

media

Profil Modul

Tema dan topik atau judul modul
Fase atau jenjang sasaran
Durasi kegiatan

Tujuan

Pemetaan dimensi, elemen, sub elemen Profil Pelajar

Pancasila yang menjadi tujuan projek

Rubrik pencapaian berisi rumusan kompetensi yang

sesuai dengan fase peserta didik (Untuk Pendidikan
Dasar dan Menengah)

Aktivitas

Alur aktivitas projek secara umum
Penjelasan detail tahapan kegiatan dan asesmennya

Asesmen

Instrumen pengolahan hasil asesmen untuk

menyimpulkan pencapaian projek

Komponen Modul Projek Penguatan profil Pelajar Pancasila

media

Tim fasilitator Satuan
Pendidikan memiliki
kebebasan untuk
mengembangkan
komponen dalam modul
projek profil, untuk
menyesuaikan dengan
kondisi sekolah dan
kebutuhan peserta didik

35

media

Tujuan

Berisi: Dimensi,
Elemen dan Sub
elemen Profil
Pelajar
Pancasilaan

Aktivitas

Menyesuaikan
dengan tujuan
Modul projek

Asesmen

Mengukur tujuan
modul projek
(bukan menilai
produknya)

Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Catatan:
Antara Tujuan, Aktivitas Pembelajaran dan Asesmen harus selaras
Asesmen dilakukan pada saat awal, proses dan di akhir pembelajaran
Asesmen Awal: dilakukan pendidik untuk mengidentikasi Dimensi, elemen dan sub-elemen yang akan

dipilih serta mengidentikasi capaian fase yang sesuai dengan kemampuan peserta didik (melihat juga
karakteristik satuan pendidikan)

Modul projek diharapkan bisa menumbuhkembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam profil Pelajar

Pancasila

Tidak perlu seluruh elemen dan sub elemen diambil untuk membuat modul projek

36

media

1Pendidik bekerjasama dengan Tim fasilitator Projek
membuat alur projek yang berisi kegiatan projek,
menggunakan struktur aktivitas yang disepakati
bersama.

2

Hal-hal yang sudah ditentukan dalam tahap merancang
projek, disusun sesuai alur dengan menambahkan
strategi-strategi pembelajaran, alat ajar, dan narasumber
yang dibutuhkan untuk pengembangan serta
pendalaman dimensi

Contoh Pengembangan Alur Aktivitas Projek

Langkah

Beberapa CONTOH ALUR (sequence)projek

Contoh 1

1. Pengenalan

2. Kontekstualisasi

3. Aksi

4. Refleksi

5. Tindak lanjut

Mengenali dan
membangun kesadaran
peserta didik terhadap
tema dan topik yang
sedang dipelajari.

Menggali permasalahan di
lingkungan sekitar yang
terkait dengan topik
pembahasan.

Merumuskan peran yang
dapat dilakukan melalui
aksi nyata.

Menggenapi proses
dengan berbagi karya
serta melakukan evaluasi
dan refleksi.

Menyusun langkah
strategis.

37

media

Contoh 2

Merumuskan tujuan

Tindak lanjut

1. Mengamati

2. Mendefinisikan

3. Menggagas

4. Memilih

5. Merefleksikan

Apa yang terjadi?
Oh, ternyata itu yang

hendak dicapai

Bagaimana aku bisa

menjadi bagian dari solusi?

Bagaimanaakubisa

mewujudkannya tujuan?

Bagaimana supaya ide

ini menjadi lebih
baik?

Mempersiapkan

observasi.

Mengenal dan

mendekati
persoalannya
(mencerap).

Mencari inspirasi.

Mendefinisikan tujuan

dari temuan.

Membuat kerangka

konteks.

Melontarkan dan

mengembangkan
gagasan.

Membuat alternatif

solusi.

Memilih solusi yang

sesuai dengan tujuan.

Membuat purwarupa.

Membagi pengetahuan.
Meminta masukan.
Mengembangkan ide

lebih lanjut dari
masukan.

Contoh 3

1. Temukan

2. Bayangkan

3. Lakukan

4. Bagikan

Mengenali dan
membangun kesadaran
peserta didik terhadap
tema dan topik yang
sedang dipelajari

Menggali permasalahan
di lingkungan sekitar
yang terkait dengan
topik pembahasan.

Mewujudkan pelajaran yang
mereka dapat melalui aksi
nyata.

Menggenapi proses dengan berbagi karya serta
melakukan evaluasi dan refleksi.

(FIDS atau Find-Imagine-Do-Share digagas oleh Kiran Bir Sethi dalam program I Can!)

38

media

1.

Perkenalan:

Perubahan Iklim

dan Masalah
Pengelolaan

Sampah

2.

Eksplorasi Isu

3.

Refleksi awal

4.

Kunjungan ke

TPA/

Komunitas

Peduli
Sampah

5.

Diskusi

Kritis Masalah

Sampah

6.

7.

8.

9.

Pengumpulan,

Trash Talk:

Pengorganisasian

Data

Asesmen Formatif

Pengorganisasian, dan

Penyajian Data

Sampah di sekolahku

Secara Mandiri Presentasi: Sampah di

sekolahku

10.

11.

12.

13.

14.

Poster Aksi Nyata

Poster Aksi Nyata

Poster Aksi Nyata

Poster Aksi Nyata

Sayangi Sekolahku:

Sayangi Sekolahku:

Sayangi Sekolahku:

Sayangi Sekolahku:

Eksplorasi program

Peranku dan Solusiku

Menentukan

Membuat Poster

pengelolaan sampah

Karakteristik Poster

yang ada

yang Baik

Asesmen Formatif
Simulasi
Pameran Poster
Aksi

Nyata

Sayangi
Sekolahku

15.

16.

17.

Asesmen Sumatif

Asesmen Sumatif

Mari Beraksi Sambil

Pameran Poster Aksi

Evaluasi Solusi Yang

Refleksi

Contoh alur aktivitas dan asesmen projek SMP

Tahap Pengenalan. Mengenali dan membangun kesadaran peserta didik terhadap isu pengelolaan sampah dan implikasinya
terhadap perubahan iklim

Tahap Kontekstualisasi. mengkontekstualisasi masalah di lingkungan terdekat

Tahap aksi. bersama-sama mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui aksi nyata

CONTOH 1

Asesmen Formatif Awal. Dilakukan sebelum projek dimulai untuk mengukur kompetensi awal peserta didik yang dipakai untuk
menentukan kebutuhan diferensiasi, pengembangan alur dan kegiatan projek, dan penentuan perkembangan sub-elemen antarfase

Sub-elemen yang disasar

Memahami Keterhubungan
Ekosistem Bumi

Menjaga Lingkungan Alam
Sekitar

Kerja sama

Koordinasi Sosial

Mengajukan pertanyaan

Mengidentifikasi,
mengklarifikasi, dan mengolah
informasi dan gagasan

Dimensi Profil Pelajar Pancasila:

Beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa

Gotong royong

Bernalar kritis

Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut. Menggenapi proses dengan berbagi karya, evaluasi dan refleksi, serta menyusun langkah
strategis

Modul Projek Fase D
Tema: Gaya Hidup
Berkelanjutan
Topik: Sampahku,
Tanggungjawabku
Total waktu: 57 JP

39

media

CONTOH ASESMEN

Asesmen
Formatif

Asesmen
Sumatif

Note:
Peran Asesmen Formatif dan Sumatif dalam Projek Profil ada pada
panduan halaman 73-75 (versi terbaru tahun 2022)

28

Rubrik, presentasi, poster, diorama, produk

teknologi atau seni, esai, kolase,drama

Rubrik, umpan balik (dari pendidik dan

sesama peserta didik)baik secara lisan
maupuntertulis, observasi, diskusi,presentasi,
jurnal,refleksi,esai

40

media

MENDOKUMENTASIKAN DAN MELAPORKAN
HASIL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR
04

41

media

Mengoleksi dan Mengolah
Hasil Asesmen
Dokumentasi Kegiatan
Projek

JURNAL (pendidik)

Mengapa pendidik menggunakan
jurnal dalam projek?

Jurnal dapat merekam proses

pembelajaran projek peserta didik
secara berkelanjutan dalam suatu
wadah.

Jurnal dapat mendorong

Pendidikmelakukan refleksi kritis
terhadap proses pelaksanaan
projek sehingga Pendidikdapat
memahami hal-hal yang perlu ia
kembangkan di kegiatan projek
untuk mengoptimalkan
pengalaman belajar peserta didik.

Prinsip-prinsip penyusunan
jurnal

Menunjukkan

perkembangan. Jurnal
berisi catatan yang
menunjukkan perkembangan
individu peserta didik

Menjadi alat refleksi secara

berkala. Jurnal dapat
diperiksa dan dimodifikasi
secara berkala.

Observasi berkelanjutan.

Pendidik melakukan
observasi perkembangan
kompetensi peserta didik
secara berkelanjutan.

Jurnal adalah praktik
mendokumentasikan kumpulan
pemikiran, pemahaman, dan
penjelasan tentang ide atau
konsep secara tertulis dan
biasanya dituangkan dalam
sebuah buku.

42

media

PORTOFOLIO (PESERTA DIDIK)

Mengapa menggunakan
portofolio dalam projek?

Memberikan rasa

kepemilikan pada proses
belajar.

Mendorong peserta didik

untuk mengenali kekuatan
dan kemajuannya dan
melakukan refleksi kritis
terhadap
pembelajarannya.

Prinsip-prinsip penyusunan portofolio

Peserta didik berperan aktif dalam memilih hasil

kerja peserta didik yang akan dimasukkan ke dalam
portofolio, dengan panduan supaya peserta didik
merefleksikan pembelajarannya.

Hasil kerja menunjukkan kemampuan anak

secara jelas. Hasil karya menunjukkan tujuan
kegiatan (kompetensi yang dituju) dan standar yang
diharapkan.

Menjadi alat refleksi secara berkala. Portofolio

diperiksa, diganti dan menjadi bahan diskusi yang
dilakukan secara berkala.

Menunjukkan perkembangan. Portofolio berisi

hasil karya yang menunjukkan perkembangan
peserta didik.

Dikerjakan dengan bimbingan. Keterampilan

untuk membuat sebuah portofolio tidak terjadi
dengan sendirinya, pendidik perlu membimbing
peserta didik dalam melakukan pemilihan hasil karya
dan melakukan refleksi.

Portofolio merupakan kumpulan
dokumen hasil penilaian,
penghargaan, dan karya peserta
didik dalam bidang tertentu yang
mencerminkan perkembangan
seseorang.

Portfolio menjadi referensi diskusi
oleh pendidik bersama dengan
peserta didik lainnya dan
selanjutnya diserahkan kepada
pendidik pada kelas berikutnya dan
dilaporkan kepada orang tua
sebagai bukti otentik perkembangan
peserta didik.

43

media

Rubrik merupakan salah satu alat asesmen yang
sering dipakai untuk pembelajaran kolaboratif
seperti projek. Rubrik dapat dipakai oleh pendidik dan
peserta didik untuk mengevaluasi kualitas performa
peserta didik secara konsisten, membangun, dan
objektif.

CONTOH Alat Asesmen Projek:
RUBRIK

Mengapa menggunakan rubrik dalam projek?

Bagi pendidik. Rubrik yang efektif memiliki deskripsi

jelas yang menjadi acuan pendidik. Deskripsi ini

memastikan konsistensi dan objektivitas dalam

menilai sehingga dapat mengurangi ketidakpastian
dan keluhan tentang nilai

Bagi peserta didik. Rubrik yang efektif memberikan

peserta didik pemahaman yang jelas mengenai
ekspektasi suatu tugas dan keterkaitan tugas dengan

tujuan projek, membantu mereka mengevaluasi

pekerjaan mereka sendiri menggunakan rubrik yang
ada, dan dapat dipakai sebagai acuan pemberian

umpan balik

Yang perlu diperhatikan dalam membuat rubrik yang efektif untuk projek

Jumlah kriteria dan tingkatan kualitas performa. 3-5 tingkatan kualitas

performa dan lebih dari 2 kriteria performa

Deskripsi yang jelasdan dapat dibedakan antar tingkatan. Memiliki kriteria dan

deskripsi rinci akan kualitas performa sesuai dengan tingkatannya, hal yang
membuat peserta didik memenuhi kriteria, misalnya “mulai berkembang”,
“sedang berkembang”, “berkembang sesuai harapan”, “sangat berkembang”
(contoh terlampir)

Deskripsi yang mudah untuk diobservasi. Rubrik dibuat untuk mempermudah

penilaian dan menjaga penilaian tetap objektif. Oleh karena itu, penjelasan
kriteria tidaklah lagi bersifat analitis tetapi deskriptif yang bisa dengan mudah
dinilai dari observasi.

Dokumen Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dalam mengembangkan

rubrik untuk projek, pendidik dapat mengacu kepada naskah akademik Profil
Pelajar Pancasila untuk melihat sub-elemen Profil yang bisa dikembangkan
melalui projek . Rincian alur perkembangan sub dimensi dari fase A hingga fase E
dapat dipakai sebagai acuan apakah anak sudah mengembangkan keterampilan
di sub-elemen tertentu sesuai fasenya.

Tipe aktivitas. Selain memperhatikan elemen dan sub-elemen projek, pembuatan

rubrik juga harus memperhatikan tipe aktivitas dan keterampilan yang bisa
dikembangkan dari aktivitas tersebut. Misalnya, rubrik untuk poster akan
berbeda dengan rubrik menulis esai argumentatif karena mengasah keterampilan
yang berbeda.

Libatkan peserta didik dalam merancang rubrik. Ketika mereka berkontribusi

membuat kriteria penilaian dengan cara yang bermakna, pembelajaran menjadi
semakin efektif karena peserta didik cenderung melihat penilaian sebagai
peluang untuk umpan balik dan berkembang karena mereka memiliki
pemahaman yang lebih dalam tentang tujuan kegiatan projek mereka

44

media

Asesmen formatif

Presentasi Analisa Diri

Waktu: 4 JP

Bahan: Lembar studi kasus

Peran guru: fasilitator

Pelaksanaan:

1.Murid secara bergantian mempresentasikan temuan mereka dan menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada
mereka dalam sesi tanya jawab.

1.Guru dapat memberikan umpan balik tertulis atas presentasi individual di akhir sesi sebagai bagian dari asesmen
formatif (terlampir contoh umpan balik)

2.Guru sebagai moderator dapat meminta murid untuk memberikan satu kesimpulan dari hasil presentasi temannya
yang ada di akhir presentasi.

3.Guru menegaskan kembali perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, dan hubungannya dengan prioritas
pemenuhan kebutuhan, jika dilihat dari sudut pandang kebutuhan dasar/primer dan sekunder.

45

media

Rubrik Formatif 1

Kriteria Dimensi
Bernalar Kritis

Mulai Berkembang

Sedang Berkembang

Berkembang Sesuai
Harapan

Sangat Berkembang

Kelengkapan Sajian
Informasi

Menyajikan jawaban untuk
sebagian kecil pertanyaan
panduan.

Menyajikan jawaban untuk
sebagian besar
pertanyaan panduan.

Menyajikan jawaban
untuk seluruh pertanyaan
panduan.

Menyajikan jawaban untuk
seluruh pertanyaan
panduan secara terperinci.

Mengidentifikasi contoh
kebutuhan untuk sebagian
kecil pertanyaan panduan.

Mengidentifikasi contoh
kebutuhan untuk sebagian
besar pertanyaan
panduan.

Mengidentifikasi contoh
kebutuhan untuk seluruh
pertanyaan panduan.

Mengidentifikasi banyak
contoh kebutuhan untuk
seluruh pertanyaan
panduan.

Menganalisis jenis
kebutuhan primer dan
sekunder dengan kurang
tepat.

Menganalisis salah satu
jenis kebutuhan (primer
dan sekunder) dengan
tepat.

Menganalisis jenis
kebutuhan primer dan
sekunder dengan tepat.

Menganalisis jenis
kebutuhan primer dan
sekunder dengan tepat
dan terperinci.

Kejelasan
penyampaian

Menyampaikan sebagian
kecil gagasan secara jelas.

Menyampaikan sebagian
besar gagasan secara
jelas.

Menyampaikan seluruh
gagasan secara jelas.

Menyampaikan seluruh
gagasan secara jelas dan
terperinci.

46

media

Asesmen formatif

Simulasi Pameran

Projek Kreasiku

Persiapan:
Tata letak kursi dan meja di kelas dapat diatur untuk memungkinkan murid
berkeliling melihat hasil kreasi teman-temannya dalam kegiatan simulasi kreasi.

Fokus Pengamatan:

Kemampuan murid dalam

mengeksplorasi dan

mengekspresikan pikiran

dan/atau perasaannya dalam

bentuk karya dan/atau tindakan

serta mengapresiasi karya dan

tindakan yang dihasilkan.

Waktu: 4 JP

Bahan: Poster analisa diri, jurnal

krasi, hasil kreasi

Peran guru: fasilitator

Pelaksanaan:

1.Murid diminta melakukan persiapan untuk pameran kreasi. Bahan yang diperlukan adalah:

-Poster tentang analisa diri dari Aktivitas 10

-Jurnal kreasi

-Hasil kreasi yang telah selesai dibuat

Ketiga produk tersebut dapat disusun di meja dan murid dapat berdiri di depan atau di belakang meja tersebut.
Guru memberikan contoh simulasi pameran kreasi, yaitu dengan memberikan penjelasan untuk menghubungkan
poster analisa diri dengan hasil kreasi yang ada. Lalu juga ada penjelasan tentang bagaimana kreasi tersebut dibuat
melalui jurnal kreasi.

2.Murid dibagi menjadi dua kelompok untuk simulasi ini. Kelompok pertama yang akan memulai simulasi terlebih
dahulu, di mana teman-temannya yang berada dalam kelompok kedua akan menjadi pengunjung. Hal ini dilakukan
secara bergantian.
Guru berperan sebagai pengunjung yang akan mendengarkan pemaparan solusi yang ditawarkan dan menanyakan
pertanyaan-pertanyaan lanjutan. Guru lalu dapat memberikan pertanyaan juga umpan balik (baik secara lisan ataupun
tertulis) bagi tiap peserta agar penjelasan yang diberikan bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi.

47

media

Hal-hal yang perlu aku siapkan...

Poster analisa diri

Jurnal kreasi

Hasil kreasi

Penjelasan hubungan analisa diri
dengan hasil kreasi

Penjelasan proses kreasi melalui jurnal
kreasi

Daftar Periksa (Checklist)
Aktivitas Simulasi Pameran Projek Kreasiku

48

media

Rubrik Formatif 2

Kriteria Dimensi
Kreatif

Mulai Berkembang

Sedang Berkembang

Berkembang Sesuai
Harapan

Sangat Berkembang

Pengolahan ide

Mulai dapat menemukan
dan mengembangkan
gagasan kreatif.

Menemukan dan
mengembangkan gagasan
kreatif dengan bantuan
ide dari orang lain.

Menemukan dan
mengembangkan
gagasan kreatif.

Menemukan dan
mengembangkan gagasan
kreatif dengan
membandingkan banyak
pilihan alternatif.

Perancangan karya

Mulai dapat
mengekspresikan pikiran
dan perasaan dalam
bentuk karya.

Mengekspresikan pikiran
dan perasaan dalam
bentuk karya yang masih
sederhana.

Mengekspresikan pikiran
dan perasaan dalam
bentuk karya yang
optimal.

Mengekspresikan pikiran
dan perasaan sesuai
minat/kesukaannya dalam
bentuk karya yang optimal.

49

media

Persiapan:

Asesmen sumatif
Pameran Projek

Kreasiku

Fokus Pengamatan:

Kemampuan murid dalam

mengeksplorasi dan

mengekspresikan pikiran

dan/atau perasaannya dalam

bentuk karya dan/atau tindakan

serta mengapresiasi karya dan

tindakan yang dihasilkan.

Waktu: 4 JP

Bahan: Poster analisa diri, jurnal

krasi, hasil kreasi

Peran guru: fasilitator

Untuk mempersiapkan Pameran Projek Kreasi, diperlukan koordinasi
dengan sekolah untuk lokasi dan waktu pelaksanaan.

Pelaksanaan

1.Murid mempersiapkan hasil kreasi dan juga perlengkapan
pendukung (poster analisa diri, jurnal kreasi) di meja yang
telah disiapkan.

2.Pengunjung, yang merupakan murid dari level lain dan juga
guru-guru dapat mengunjungi pameran.

3.Guru pengampu dibantu dengan guru-guru lain dapat
melakukan penilaian sambil berkunjung melihat dan bertanya
kepada murid peserta pameran. Panduan penilaian memakai
rubrik asesmen sumatif.

Kesempatan berkolaborasi:

Aktivitas pameran sangat dimungkinkan dibuka untuk umum.
Sekolah dapat mengundang orangtua, murid dari sekolah lain,
sehingga dapat terjalin kesempatan kesinambungan antara rumah
dan sekolah, dan juga menularkan semangat memecahkan masalah
dengan berkreasi.

50

media

Pemetaan Asesmen Projek

51

media

Rubrik Akhir Projek

52

media

Contoh Rekapan Nilai AKhir Projek

Alternatif 1

53

media

Contoh Rekapan Nilai AKhir Projek

Alternatif 2

54

media

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT PROJEK
PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
05

55

media

Menyusun Rapor Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Prinsip Rancangan
Rapor Rapor Projek

Penguatan Profil
Pelajar Pancasila

Rapor bersifat informatif dalam menyampaikan
perkembangan peserta didik, namun tidak
merepotkan pendidik dalam pengerjaannya.

Menunjukkan keterpaduan

Rapor terdiri dari hasil penilaian
terhadap performa peserta didik
dalam projek.

Projek fokus pada keterpaduan
pembelajaran dan perkembangan
karakter dan kompetensi sesuai profil
pelajar Pancasila

Tidak menjadi beban administrasi yang berat

Aspirasinya, penulisan rapor akan lebih sederhana, terlebih
apabila dibantu teknologi.

Teknologi "Report generator" di mana pendidik memasukkan
judul projek, deskripsi singkat, dan seluruh elemen Profil Pelajar
Pancasila, dan hanya memberikan penilaian pilihan elemen profil
yang berkaitan dengan projek tanpa harus menuliskannya.
Penulisan deskripsi proses peserta didik benar-benar fokus pada
hal unik dan istimewa yang layak direfleksikan, misalnya situasi di
mana peserta didik mengambil keputusan yang bijak,
perkembangan suatu karakter yang sangat nyata dalam kurun
waktu tertentu, dsb.

Kompetensi utuh

Penilaian dalam rapor projek
memadukan pengetahuan, sikap,
dan keterampilan sebagai satu
komponen. Deskripsi juga
disampaikan secara utuh tanpa
membedakan aspek tersebut.

56

media

Format Rapor Projek

Pendidikan Dasar dan Menengah

57

media

Deskripsi singkat projek
berisi penjelasan mengenai
konteks dan tujuan projek
serta gambaran umum
proses pelaksanaannya.

58

media

Rapor mencantumkan dimensi, sub-
elemen, dan rumusan kompetensi
sesuai fase peserta didik dari profil
pelajar Pancasila sesuai dengan tujuan
projek yang sudah ditentukan.

media

Yuk, kenalan …

Pohon sukun di tengah taman

Taman indah jangan dihancurkan

Assalamualaikum teman-teman

Salam kenal saya ucapkan

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 58

SLIDE