Search Header Logo
Nahdlatun Nisa'

Nahdlatun Nisa'

Assessment

Presentation

•

Education

•

University

•

Practice Problem

•

Hard

Created by

EMI EMILIAWATI

FREE Resource

8 Slides • 0 Questions

1

media

NAHDLATUN NISA’

EMI EMILIAWATI, S.PD.

2

media

Pengertian Nahdlatun Nisa’

Dalam perspektif islam :

Nahdlatun (Nahdlah) = bangkit.

Nisa = perempuan.

Secara epistimologi : Kebangkitan perempuan dari masa ke

masa yang kemudian gerakannya jadi pembaharu tanpa
membongkar tradisi.

3

media

Gerakan peremuan
masa pra-kemerdekaan

Pada masa penjajahan, perlakuan ketidak-adilan dialami perempuan

Indonesia, khususnya dilingkup keluarga, yang ditulis dalam surat-surat
kartini.

Surat

ini

banyak

berbicara

tentang

nilai-nilai

tradisi

yang

cenderung membelenggu perempuan dan bergantung pada laki-laki.

Mengatasi

permasalahan

dengan

pendekatan

pendidikan,

seperti

organisasi

perempuan

Poetri

Mardika

pada

tahun

1912.

(Program

utamanya

memajukan

perempuan

dalam

pendidikan

dan

menghilangkan perlakuan tidak adil terhadap kaum peremuan)

4

media

Sekolah khusus perempuan, “Kaoetamaan Istri” atau Sakola Raden Dewi.

Yang di gagas oleh Dewi Sartika pada tahun 1912.

Organisasi perempuan Jong Java Meisjeskring (Kelompok pemudi jawa

muda) tahun 1915 dan masih banyak lagi.

Adanya kongres perempuan pertama yang diadakan di Yogyakarta pada

tanggal 22 Desember 1928. Di prakarsai oleh tiga tokoh perempuan
progresif yaitu, Ibu Soekonto ( Wanita Utomo), Nyi Hajar Dewantara (Wanita
Taman Siswa), dan ibu Soejatim (Putri Indonesia).

Membentuk

PPI

(Perikatan

Perempuan

Indonesia)

1928

>

Perikatan

Perkumpulan Istri Indonesia > KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) 1946

5

media

Gerakan Peremuan
Pasca Kemerdekaan

Peran perempuan pada masa ini tidak berkutat pada patriarki dan

pendidikan saja, namun sudah sampai diranah politik, seperti halnya
perempuan andil dalam system pemerintahan. Politik menjadi suatu
konsep mengukur keterlibatan dari berbagai pihak, dalam menjalankan
kepentingan masyarakat atau kelompok tertentu sehingga mendapatkan
peran pada kekuasaan, untuk pembangunan bangsa Indonesia.

Keterlibatan politik perempuan dengan mengelompokkannya melalui

organisasi dinilai sebagai bentuk dukungan dan simpatisan yang dapat
mempengaruhi arah kebijakan suatu Negara.

6

media

Dalam Eksistensi Islam

Dalam surat At-Taubat ayat 71

Diantara laki-laki dan peremuan itu setara. Bahkan sebagian laki-laki dan
perempuan itu menjadi penolong untuk yang lain.

Islam mengakui eksistensi yang utuh dan patut di hormati

Islam mengakui perbedaan fungsi antara laki-laki dan perempuan karena

kodrat

Dalam Ahlusunnah waljamaah islam juga menempatkan perempuan

pada posisi setara dengan laki-laki.

7

media

Kemudian untuk mengimbangi propaganda gender

tersebut, perempuan harus keluar dari zona irasionalnya
sehigga jika melangkah lebih tinggi bukan lagi bertanya

apakah aku mampu? Namun harus berganti menjadi

apakah aku mau?

8

media

Perempuan hadir tidak untuk

menyaingi seorang laki-laki. Akan
tetapi perempuan hadir untuk bisa

mendampingi seorang laki-laki.

pattern-tertiary
media

NAHDLATUN NISA’

EMI EMILIAWATI, S.PD.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 8

SLIDE