

Besaran dan pengukuran
Presentation
•
Education
•
University
•
Practice Problem
•
Easy
Muhamad Azis
Used 1+ times
FREE Resource
70 Slides • 1 Question
1
FIS.E.03.BUPER_PG
02
PENGUKURAN
2
IDENTITAS
FIS.E.03.BUPER_PG
Penulis
: Komunitas Fisika SMA N 3 Jayapura
Fase
: E
Jenjang
: SMA
Kelas
: X
Kode Modul
: FIS.02.E.buper_PE
Alokasi Waktu
: 2 x 45
Kata Kunci
: Besaran dan satuan terstandarisasi, prinsip pengukuran, alat ukur dan
penggunaannya, penyajian hasil ukur (angka penting dan notasi ilmiah)
3
FIS.E.03.BUPER_PG
PEMETAAN
KEBUTUHAN
MURID
Kesiapan belajar
(mendasar-transfromatif,
konkret-abstrak, sederhana-
kompleks, terstruktur-open
ended, dependent-
independent, cepat-lambat)
Minat Murid
(area minat/kegemaran
seperti seni, literatur,
teknologi, dll dan moda
ekspresi seperti lisan,
tertulis, rancang/bangun,
artistic, abstrak, layanan
masyarakat, dll
Profil belajar murid
(visual, auditori, kinestetik
APA KEBUTUHAN MURID?
4
5
Apa yang dimaksud dengan besaran pokok dan turunan ?
Sebutkan alat ukur yang kalian ketahui !
PHYSICS BHOOVER TIM
Sebelum belajar lebih
lanjut yuk.. cek dulu
wawasan kita
Bedah
wawasan
6
Kita selalu menemukan atau bahkan melakukan kegiatan
pengukuran dalam kehidupan sehari-hari, namun.
Apakah kalian pernah mengukur lebar sebuah buku?
Apakah pengukuran yang selama ini biasa dilakukan sudah
tepat?
Apakah alat ukur yang digunakan sudah sesuai?
Bagaimana cara memastikan bahwa pengukuran yang
dilakukan sudah tepat?
Uji Pemahaman diri
(Pertanyaan Pemantik)
PHYSICS BHOOVER TIM
7
Terdapat banyak alat ukur yang dapat membantu pekerjaan manusia
Faktor-faktor yang digunakan untuk memilih alat ukur yang tepat adalah besaran
yang diukur, nilai skala terkecil alat ukur, benda yang diukur, dan lain sebagainya.
Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat, perlu dilakukan pengukuran
secara berulang.
Seberapa akurat pengukuran berulang yang dilakukan dapat diketahui dengan cara
menghitung nilai ketidakpastian berulang
PHYSICS BHOOVER TIM
Pemahaman
Bemakna
8
Bermain Kartu
Kalian di minta
menganalisis
gambar pada kartu.
Peristiwa apa yang
terjadi pada
gambar dan
tuliskankan hasil
analisis kalian pada
tabel yang
disediakan
Besaran
Alat ukur
Eksplorasi
Pemahaman
PHYSICS BHOOVER TIM
1
7
6
5
4
3
2
9
Buatlah catatan refleksi dan diskusi
untuk menjawab beberapa poin di
bawah ini.
Dari Aktivitas yang kalian lakukan,
Apakah kalian pernah melakukan aktivitas pengukuran
dalam kehidupan sehari-hari? Aktivitas pengukuran apa
yang pernah kalian lakukan?
Refleksi
PHYSICS BHOOVER TIM
10
Assesmen untuk melihat ketercapaian
tujuan pembelajaran
Apa yang dimaksud dengan besaran turunan? Sebutkan!
Petrus membeli kayu balok dengan ukuran 10cm x10cm dengan panjang 4 m
sebanyak 3 kubik. Berapa banyak balok yang diperoleh orang tersebut?
Sebuah balok diukur ketebalannya menggunakan jangka sorong dengan hasil
pengukuran seperti pada gambar berikut. berapakah hasil pengukuran ketebalan
balok?
Sebuah segitiga sama kaki memiliki alas 4,28 m dan tinggi 6,2m, berapakah
jumlah angka penting dari luas segi tiga ?
PHYSICS BHOOVER TIM
11
Pembuatan Proyek
Buatlah infografis, video (tiktok) dalam melakukan pengukuran massa jenis benda beraturan
Proyek dibuat berpasangan (2 orang)
Waktu Pengumpulan 1 minggu setelah diberikan tugas
PHYSICS BHOOVER TIM
12
Lampiran
PHYSICS BHOOVER TIM
13
Besaran dan Satuan
Besaran Pokok adalah besaran yang
satuannya telah ditetapkan lebih dulu dan
tidak diturunkan dari besaran lain.
Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari
besaran pokok.
PHYSICS BHOOVER TIM
14
Satuan Internasional
Akibat kesukaran yang ditimbulkan oleh penggunaan satuan yang berbeda,
muncul gagasan untuk menggunakan hanya satu jenis satuan untuk besaran-
besaran dalam ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Satuan SI ini diambil dari
sistem metrik yang telah digunakan di Prancis setelah revolusi tahun 1789.
Keunggulan sistem Internasional
Satu keunggulan sistem metrik yang juga diadopsi dalam satuan SI adalah mirip
dengan sistem bilangan kita, yaitu sistem desimal. Satuan besaran fisika dapat
dinyatakan dalam satuan pokok SI, yaitu m, kg dan s hanya dengan menggunakan
awalan. Awalan menyatakan kelipatan yang semuanya merupakan pangkat dari 10.
sebagai contoh 0,01 m sama dengan 1 cm ; 0,001 s sama dengan 1 ms ; 1000 g
sama dengan 1 kg dan 1 000 000 W sama dengan 1 MW.
PHYSICS BHOOVER TIM
15
Alat ukur panjang dan ketidakpastiannya
Mistar
Jarak antara dua gores garis pendek berdekatan pada mistar yang biasa anda gunakan
adalah 1 mm atau 0,1 cm. Nilai tersebut merupakan skala terkecil mistar. Sedangkan untuk
ketidakpastian mistar adalah setengah dari skala terkecilnya. ½ x 1 mm = 0,5 mm atau 0,05
cm.
Gambar 1. mistar
16
2. Jangka sorong
Jangka sorong terdiri atas dua bagian, yaitu
rahang tetap dan rahang geser. Terdiri dari dua
skala yaitu skala utama dan skala nonius. Skala
terkecil jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01
cm. Sedangkan ketidakpastian jangka sorong
adalah setengah dari skala terkecilnya. ½ x 0,1
mm = 0,05 mm atau 0,005 cm.
Gambar 2. Jangka sorong
PHYSICS BHOOVER TIM
17
Mikrometer sekrup
Skala utama tertera pada selubung dalam yang tidak bergerak dan skala nonius tertera pada
selubung luar yang dapat bergerak maju dan mundur. Skala terkecil mikrometer sekrup adalah 0,01
mm atau 0,001 cm. Adapun ketidakpastian mikrometer sekrup adalah setengah dari skala
terkecilnya. ½ x 0,01 mm = 0,005 mm atau 0,0005 cm.
PHYSICS BHOOVER TIM
Gambar 3. Mikrometer sekrup
18
Alat ukur massa dan ketidakpastiannya
Alat untuk mengukur massa disebut neraca atau timbangan.
Adapun neraca yang digunakan di laboratorium fisika adalah
neraca elektronik, neraca tiga lengan, dan neraca empat
lengan. Neraca tiga lengan memiliki skala terkecil yang terdapat
pada lengan pertama (lengan yang didepan) yaitu 0,1 g.
Adapun neraca empat lengan memiliki skala terkecil 0,01 g.
Sedangkan ketidakpastian dari neraca tiga lengan dan neraca
empat lengan adalah setengah dari skala terkecilnya.
PHYSICS BHOOVER TIM
Gambar 4. Neraca Ohauss
Gambar 4a. Neraca 3 lengan
Gambar 4b. Neraca 4 lengan
19
Alat ukur waktu dan ketidakpastiannya
Alat ukur waktu yang umum digunakan dalam percobaan fisika adalah stopwatch.
Dengan stopwatch digital, selang waktu yang diukur dapat langsung dibaca pada
layar stopwatch. Sedangkan pada stopwatch analog, jarak antara dua gores
panjang yang ada angkanya adalah 2 s, jarak itu dibagi menjadi 20 skala. Dengan
demikian skala terkecilnya adalah 2/20 s = 0,1 s. Sedangkan untuk ketidakpastian
stopwatch tersebut adalah ½ x 0,1 s = 0,05 s.
PHYSICS BHOOVER TIM
Gambar 5. Stopwatch digital dan stopwatch analog
20
Notasi Ilmiah
Dalam notasi ilmiah hasil pengukuran dinyatakan sebagai:
a,…x 10n
dengan : a= bilangan asli mulai dari 1 sampai dengan 9
n= eksponen dan merupakan bilangan bulat
10n= menunjukan orde
Aturan penulisan hasil pengukuran dengan notasi ilmiah :
Untuk bilangan yang lebih dari 10, pindahkan koma decimal ke kiri dan eksponennya
positif.
Contoh : 3.600.000 = 3,6 x 106
Untuk bilangan yang kurang dari 1, pindahkan koma decimal kekanan dan eksponennya
negatif.
Contoh: 0,000000078 =7,8 x10-8
PHYSICS BHOOVER TIM
21
Angka Penting
Berhitung dengan angka penting
Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, yang terdiri dari angka eksak dan
satu angka terakhir yang ditaksir. Ketika angka-angka ditiadakan dari suatu bilangan,
nilai dari angka terakhir yang dipertahankan ditentukan dengan suatu proses yang disebut pembulatan
bilangan. Angka penting terakhir yang dipertahankan adalah tetap jika satu angka disebelah kanannya
4 atau lebih kecil dan bertambah satu jika 5 atau lebih besar. Misalnya dalam tiga angka penting 75,648 =
75,6 ; tetapi pada 75,652 = 75,7
Aturan penjumlahan dan pengurangan
Contoh penjumlahan : 0,140 m+3,0 m = 3,140 m dibulatkan menjadi 3,1 m ◻ 1 angka taksiran. (2 AP)
Contoh pengurangan : 468,39 m - 412 m = 56,39 = 56 (2 AP)
Aturan perkalian dan pembagian
Hasil perkalian atau pembagian antara bilangan penting dan bilangan eksak hanya boleh memiliki angka
penting sebanyak angka penting pada bilangan pentingnya.
Contoh perkalian : 25 x 8,95 cm = 223,75 cm dibulatkan menjadi 224 cm ( 3 AP)
Contoh pembagian : 4,554x105 kg : 3,00 x 102 m3= 1,518 x 102 = 1,52 x 102 kg/m3
PHYSICS BHOOVER TIM
22
Glosarium
Besaran pokok : besaran yang menjadi dasar untuk menetapkan besaran yang lain.
Besaran turunan : besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Dimensi : cara besaran
tersusun atas besaran-besaran pokoknya
Notasi ilmiah : cara penulisan nomor yang mengakomodasikan nilainilai terlalu besar atau kecil
untuk dengan mudah ditulis dengan notasi desimal standar.
Pengukuran : menentuan besaran terhadap suatu standar atau satu satuan ukur Pengukuran
tunggal : pengukuran yang dilakukan satu kali saja. Pengukuran berulang : pengukuran yang
dilakukan lebih dari satu kali
Angka penting : semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, yang terdiri dari angka
eksak dan satu angka terakhir yang ditaksir
Akurasi : ketepatan, kesamaan atau kedekatan suatu hasil pengukuran dengan angka atau data
yang sebenarnya (true value).
Mistar : alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran panjang
Jangka sorong : alat ukur yang mampu mengukur jarak, kedalaman, diameter dalam dengan
tingkat ketelitian dan ketepatan yang sangat baik
Mikrometer sekrup : alat ukur panjang, tebal, diameter luar sebuah benda dengan tingkat
ketelitiannya 0,01 mm
PHYSICS BHOOVER TIM
23
Kartu Ativitas
Eksplorasi
Pemahaman
PHYSICS BHOOVER TIM
1
5
7
6
4
3
2
24
Tabel aktivitas
PHYSICS BHOOVER TIM
Besaran
Alat Ukur
25
Rubrik Penilaian Proses Pembelajaran
PHYSICS BHOOVER TIM
26
Format Penilaian
PHYSICS BHOOVER TIM
27
Rubrik Penilaian Produk
PHYSICS BHOOVER TIM
28
B I L A A D A J A W A B A N " T I D A K " , M A K A S E G E R A L A K U K A N R E V I E W P E M B E L A J A R A N , T E R U T A M A P A D A B A G I A N Y A N G M A S I H " T I D A K " .
B I L A
S E M U A
J A W A B A N
" Y A " ,
M A K A
A N D A
D A P A T
M E L A N J U T K A N K E
P E M B E L A J A R A N B E R I K U T N Y A
PHYSICS BHOOVER TIM
Refleksi Diri
Jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut
dengan jujur
dan bertanggungjawab!
No.
Pertanyaan
Jawaban
01.
Apakah Anda telah memahami konsep pengukuran?
Ya
Tidak
02.
Apakah Anda telah memahami cara mengukur panjang
dengan menggunakan alat ukur?
Ya
Tidak
03.
Apakah Anda telah memahami cara mengukur massa
dan waktu?
Ya
Tidak
04.
Apakah Anda telah memahami cara melaporkan hasil
pengukuran?
Ya
Tidak
05.
Apakah Anda telah memahami aturan angka penting?
Ya
Tidak
29
ALUR PEMBELAJARAN (BUPERE)
FIS.E.03.BUPER_PG
Bedah
wawasan
awal
Uji
pemahaman
diri
Pemahaman
bermakna
Eksplorasi
konsep
Refleksi
Evaluasi
30
Profil Pelajar Pancasila
Berintegritas dan menjaga keselamatan diri dalam keselamatan kerja dan dan menjaga
lingkungan (akhlak mulia wujud Beriman dan Bertakwa);
Menetapkan tujuan dan rencana, serta mengembangkan kendali dan disiplin diri (wujud
Kemandirian);
Menunjukkan kolaborasi dan komunikasi untuk tujuan bersama (wujud Bergotong royong);
Memperoleh dan mengolah informasi serta menganalisis, mengevaluasi, merefleksi, dan
mengevaluasi pikirannya sendiri (wujud Bernalar kritis);
Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan (wujud Kreativitas)
FIS.E.03.BUPER_PG
31
FIS.E.03.BUPER_PG
PERTEMUAN 1
32
FIS.E.03.BUPER_PG
Sarana
• Komputer
• Projecktor
• Kartu bergambar
• Papan tulis kecil
• Spidol
Model/Metode
Pembelajaran
• Demonstrasi
• Diskusi
• Ceramah
Target Peserta
Didik
• Peserta didik
regular/tipikal
• Peserta didik
dengan kesulitan
belajar
• Peserta didik
berpencapaian
tinggi
Sarana, Metode, dan Target
33
Peserta didik mampu mengindentifikasi besaran-besaran turunan
berdasarkan dimensinya
Peserta didik mampu mengidentifikasi macam-macam alat ukur bedsarkan
besarnya
FIS.E.03.BUPER_PG
ELEMEN CAPAIAN
PEMBELAJARAN
34
FIS.E.03.BUPER_PG
Setelah mempelajari materi ini siswa
diharapkan
Mampu mengidentifikasi besaran-besaran pokok dan turunan berdasarkan dimensinya
Mampu mengidentifikasi macam-macam alat ukur berdasarkan besarannya
Tujuan
Pembelajaran
35
No
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
1.
Persiapan Pembelajaran
* Menanyakan keadaan dan kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran
5 menit
2.
•Guru melakukan assesmen awal
•Guru memberikan informasi tentang apa yang akan dipelajari dalam pembelajaran
pada hari ini, tujuan Pembelajaran, metode yang akan digunakan, serta manfaatnya
dalam kehidupan sehari-hari
10 menit
3.
a.Siswa berdiskusi menjawab pertanyaan dan mempresentasikan hasil diskusi kelompok
b.Siswa melakukan aktivitas melalui permainan kartu untuk memahami jenis-jenis alat
ukur dan cara penggunaanya
c.Guru melakukan Assesmen ketercapaian tujuan pembelajaran
d.Guru memberikan penguatan konsep apabila ada kelompok atau individu yang belum
memahami konsep.
70 menit
4.
a.Memberikan penguatan tentang apa yang telah dipelajari
b.Memberikan informasi tentang projek yang akan dikerjakan
c.Memberikan tugas kepada siswa melalui e-learning
d.Memberikan informasi tentang pembelajaran berikutnya
5 menit
FIS.E.03.BUPER_PG
KEGIATAN
PEMBELAJARAN
36
FIS.E.03.BUPER_PG
MULAI
BUPERE
37
Apa yang dimaksud dengan besaran pokok dan turunan ?
Sebutkan alat ukur yang kalian ketahui !
(Berupa pertanyaan dan atau dapat menampilkan gambar/video/bentuk media lain untuk
pemahaman pengetahuan sebelumnya atau yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari)
FIS.E.03.BUPER_PG
Sebelum belajar
lebih lanjut yuk...
cek dulu wawasan
kita
Bedah
wawasan
38
Kita selalu menemukan atau bahkan melakukan kegiatan
pengukuran dalam kehidupan sehari-hari, namun.
1.
Apakah kalian pernah melakukan pengukuran seperti
mengukur lebar sebuah buku?
2.
Apakah pengukuran yang selama ini biasa dilakukan
sudah tepat?
3.
Apakah alat ukur yang digunakan sudah sesuai?
4.
Bagaimana cara memastikan bahwa pengukuran yang
dilakukan sudah tepat?
FIS.E.03.BUPER_PG
Uji pemahaman
diri
(Pertanyaan
Pemantik)
39
Terdapat banyak alat ukur yang dapat membantu pekerjaan manusia
Faktor-faktor yang digunakan untuk memilih alat ukur yang tepat adalah besaran yang diukur, nilai
skala terkecil alat ukur, benda yang diukur, dan lain sebagainya.
Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat, perlu dilakukan pengukuran secara berulang.
Seberapa akurat pengukuran berulang yang dilakukan dapat diketahui dengan cara menghitung
nilai ketidakpastian berulang
FIS.E.03.BUPER_PG
Pemahaman
bermakna
40
Bermain Kartu
Kalian di minta
menganalisis dan
menjodohkan
gambar pada
kartu, sesuai
dengan besaran
dan alat
pengukuran yang
tepat.
Besaran
Alat ukur
Eksplorasi
Pemahaman
PHYSICS BHOOVER TIM
1
7
6
5
4
3
2
41
Dari Aktivitas yang kalian lakukan,
Apakah kalian pernah melakukan aktivitas pengukuran
dalam kehidupan sehari-hari? Aktivitas pengukuran apa
yang pernah kalian lakukan?
FIS.E.03.BUPER_PG
Refleksi
Buatlah catatan refleksi dan diskusi untuk
menjawab beberapa poin di bawah ini.
42
Assesmen untuk melihat ketercapaian
tujuan pembelajaran
Berupa pertanyaan dan diharapkan berbentuk literasi dan atau
numerasi sesuai dengan materi yang diajarkan. Ditampilkan
menggunakan aplikasi cbt e-learning SMAN 3 Jayapura, jamboard,
pedlet, menti, dan sejenisnya.
FIS.E.03.BUPER_PG
43
PHYSICS BHOOVER TIM
Buatlah catatan refleksi dan diskusi
untuk menjawab beberapa poin di
bawah ini.
Dari Aktivitas yang kalian lakukan,
Apakah kalian pernah melakukan aktivitas pengukuran
dalam kehidupan sehari-hari? Aktivitas pengukuran apa
yang pernah kalian lakukan?
Refleksi
44
Assesmen untuk melihat ketercapaian
tujuan pembelajaran
Apa yang dimaksud dengan besaran turunan? Sebutkan!
Dimensi
PHYSICS BHOOVER TIM
45
Lampiran
PHYSICS BHOOVER TIM
46
PHYSICS BHOOVER TIM
Besaran dan Satuan
Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya
telah ditetapkan lebih dulu dan tidak diturunkan
dari besaran lain.
Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari
besaran pokok.
47
PHYSICS BHOOVER TIM
Satuan Internasional
Akibat kesukaran yang ditimbulkan oleh penggunaan satuan yang berbeda,
muncul gagasan untuk menggunakan hanya satu jenis satuan untuk besaran-
besaran dalam ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Satuan SI ini diambil dari
sistem metrik yang telah digunakan di Prancis setelah revolusi tahun 1789.
Keunggulan sistem Internasional
Satu keunggulan sistem metrik yang juga diadopsi dalam satuan SI adalah mirip
dengan sistem bilangan kita, yaitu sistem desimal. Satuan besaran fisika dapat
dinyatakan dalam satuan pokok SI, yaitu m, kg dan s hanya dengan menggunakan
awalan. Awalan menyatakan kelipatan yang semuanya merupakan pangkat dari 10.
sebagai contoh 0,01 m sama dengan 1 cm ; 0,001 s sama dengan 1 ms ; 1000 g
sama dengan 1 kg dan 1 000 000 W sama dengan 1 MW.
48
Alat ukur panjang dan ketidakpastiannya
Mistar
Jarak antara dua gores garis pendek berdekatan pada mistar yang biasa anda gunakan
adalah 1 mm atau 0,1 cm. Nilai tersebut merupakan skala terkecil mistar. Sedangkan untuk
ketidakpastian mistar adalah setengah dari skala terkecilnya. ½ x 1 mm = 0,5 mm atau 0,05
cm.
Gambar 1. mistar
49
PHYSICS BHOOVER TIM
2. Jangka Sorong
Jangka sorong terdiri atas dua bagian, yaitu
rahang tetap dan rahang geser. Terdiri dari dua
skala yaitu skala utama dan skala nonius. Skala
terkecil jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01
cm. Sedangkan ketidakpastian jangka sorong
adalah setengah dari skala terkecilnya. ½ x 0,1
mm = 0,05 mm atau 0,005 cm.
Gambar 2. Jangka sorong
50
PHYSICS BHOOVER TIM
Mikrometer sekrup
Skala utama tertera pada selubung dalam yang tidak bergerak dan skala nonius tertera pada
selubung luar yang dapat bergerak maju dan mundur. Skala terkecil mikrometer sekrup adalah 0,01
mm atau 0,001 cm. Adapun ketidakpastian mikrometer sekrup adalah setengah dari skala
terkecilnya. ½ x 0,01 mm = 0,005 mm atau 0,0005 cm.
Gambar 3. Mikrometer sekrup
51
PHYSICS BHOOVER TIM
Alat ukur massa dan ketidakpastiannya
Alat untuk mengukur massa disebut neraca atau timbangan.
Adapun neraca yang digunakan di laboratorium fisika adalah
neraca elektronik, neraca tiga lengan, dan neraca empat
lengan. Neraca tiga lengan memiliki skala terkecil yang terdapat
pada lengan pertama (lengan yang didepan) yaitu 0,1 g.
Adapun neraca empat lengan memiliki skala terkecil 0,01 g.
Sedangkan ketidakpastian dari neraca tiga lengan dan neraca
empat lengan adalah setengah dari skala terkecilnya.
Gambar 4. Neraca Ohauss
Gambar 4a. Neraca 3 lengan
Gambar 4b. Neraca 4 lengan
52
PHYSICS BHOOVER TIM
Alat ukur waktu dan ketidakpastiannya
Alat ukur waktu yang umum digunakan dalam percobaan fisika adalah stopwatch.
Dengan stopwatch digital, selang waktu yang diukur dapat langsung dibaca pada
layar stopwatch. Sedangkan pada stopwatch analog, jarak antara dua gores
panjang yang ada angkanya adalah 2 s, jarak itu dibagi menjadi 20 skala. Dengan
demikian skala terkecilnya adalah 2/20 s = 0,1 s. Sedangkan untuk ketidakpastian
stopwatch tersebut adalah ½ x 0,1 s = 0,05 s.
Gambar 5. Stopwatch digital dan stopwatch analog
53
PHYSICS BHOOVER TIM
Notasi Ilmiah
Dalam notasi ilmiah hasil pengukuran dinyatakan sebagai:
a,…x 10n
dengan : a= bilangan asli mulai dari 1 sampai dengan 9
n= eksponen dan merupakan bilangan bulat
10n= menunjukan orde
Aturan penulisan hasil pengukuran dengan notasi ilmiah :
Untuk bilangan yang lebih dari 10, pindahkan koma decimal ke kiri dan eksponennya
positif.
Contoh : 3.600.000 = 3,6 x 106
Untuk bilangan yang kurang dari 1, pindahkan koma decimal kekanan dan eksponennya
negatif.
Contoh: 0,000000078 =7,8 x10-8
54
PHYSICS BHOOVER TIM
Angka Penting
Berhitung dengan angka penting
Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, yang terdiri dari angka eksak dan
satu angka terakhir yang ditaksir. Ketika angka-angka ditiadakan dari suatu bilangan,
nilai dari angka terakhir yang dipertahankan ditentukan dengan suatu proses yang disebut pembulatan
bilangan. Angka penting terakhir yang dipertahankan adalah tetap jika satu angka disebelah kanannya
4 atau lebih kecil dan bertambah satu jika 5 atau lebih besar. Misalnya dalam tiga angka penting 75,648 =
75,6 ; tetapi pada 75,652 = 75,7
Aturan penjumlahan dan pengurangan
Contoh penjumlahan : 0,140 m+3,0 m = 3,140 m dibulatkan menjadi 3,1 m ◻ 1 angka taksiran. (2 AP)
Contoh pengurangan : 468,39 m - 412 m = 56,39 = 56 (2 AP)
Aturan perkalian dan pembagian
Hasil perkalian atau pembagian antara bilangan penting dan bilangan eksak hanya boleh memiliki angka
penting sebanyak angka penting pada bilangan pentingnya.
Contoh perkalian : 25 x 8,95 cm = 223,75 cm dibulatkan menjadi 224 cm ( 3 AP)
Contoh pembagian : 4,554x105 kg : 3,00 x 102 m3= 1,518 x 102 = 1,52 x 102 kg/m3
55
PHYSICS BHOOVER TIM
Glosarium
Besaran pokok : besaran yang menjadi dasar untuk menetapkan besaran yang lain.
Besaran turunan : besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Dimensi : cara besaran
tersusun atas besaran-besaran pokoknya
Notasi ilmiah : cara penulisan nomor yang mengakomodasikan nilainilai terlalu besar atau kecil
untuk dengan mudah ditulis dengan notasi desimal standar.
Pengukuran : menentuan besaran terhadap suatu standar atau satu satuan ukur Pengukuran
tunggal : pengukuran yang dilakukan satu kali saja. Pengukuran berulang : pengukuran yang
dilakukan lebih dari satu kali
Angka penting : semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, yang terdiri dari angka
eksak dan satu angka terakhir yang ditaksir
Akurasi : ketepatan, kesamaan atau kedekatan suatu hasil pengukuran dengan angka atau data
yang sebenarnya (true value).
Mistar : alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran panjang
Jangka sorong : alat ukur yang mampu mengukur jarak, kedalaman, diameter dalam dengan
tingkat ketelitian dan ketepatan yang sangat baik
Mikrometer sekrup : alat ukur panjang, tebal, diameter luar sebuah benda dengan tingkat
ketelitiannya 0,01 mm
56
Kartu Ativitas
Eksplorasi
Pemahaman
PHYSICS BHOOVER TIM
1
5
7
6
4
3
2
57
Tabel aktivitas
PHYSICS BHOOVER TIM
Besaran
Alat Ukur
58
Rubrik Penilaian Proses Pembelajaran
PHYSICS BHOOVER TIM
59
Format Penilaian
PHYSICS BHOOVER TIM
60
PHYSICS BHOOVER TIM
Rubrik Penilaian Produk
61
PHYSICS BHOOVER TIM
Refleksi Diri
Jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut
dengan jujur
dan bertanggungjawab!
No.
Pertanyaan
Jawaban
01.
Apakah Anda telah memahami konsep pengukuran?
Ya
Tidak
02.
Apakah Anda telah memahami cara mengukur panjang dengan menggunakan alat ukur?
Ya
Tidak
03.
Apakah Anda telah memahami cara mengukur massa dan waktu?
Ya
Tidak
04.
Apakah Anda telah memahami cara melaporkan hasil pengukuran?
Ya
Tidak
05.
Apakah Anda telah memahami aturan angka penting?
Ya
Tidak
62
Judul Materi
FIS.E.03.BUPER_PG
MATERI AJAR
63
FIS.E.03.BUPER_PG
64
FIS.E.03.BUPER_PG
65
Bahan dari eksplorasi konsep
FIS.E.03.BUPER_PG
LAMPIRAN
66
Rubrik Penilaian Proses Pembelajaran
FIS.E.03.BUPER_PG
67
Format Penilaian
FIS.E.03.BUPER_PG
68
Rubrik Penilaian Produk
FIS.E.03.BUPER_PG
69
FIS.E.03.BUPER_PG
PERTEMUAN 2
70
Daftar Pustaka
FIS.E.03.BUPER_PG
71
Multiple Choice
yang bukan termasuk besaran pokok
panjang
suhu
kuat arus
kecepatan
FIS.E.03.BUPER_PG
02
PENGUKURAN
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 71
SLIDE
Similar Resources on Wayground
66 questions
Corrosion Science
Presentation
•
University
65 questions
bunyi
Presentation
•
KG - University
69 questions
Informatika-BK-Logika
Presentation
•
University
62 questions
204- Technology
Presentation
•
12th Grade
64 questions
Subject-Verb Agreement Part: 2
Presentation
•
12th Grade
70 questions
SISTEM PNEUMATIK
Presentation
•
KG - University
67 questions
M9 Masalah
Presentation
•
University
64 questions
Perencanaan Pembelajaran AUD
Presentation
•
Professional Development
Popular Resources on Wayground
20 questions
STAAR Review Quiz #3
Quiz
•
8th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Marshmallow Farm Quiz
Quiz
•
2nd - 5th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
12 questions
What makes Nebraska's government unique?
Quiz
•
4th - 5th Grade