Search Header Logo
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Assessment

Presentation

Geography

10th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Heru Suratno

FREE Resource

76 Slides • 0 Questions

1

media

1

2

media

3

media
media

Modul Paket 2

Mudul 2.1

“Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi”

Oscarina Dewi Kusuma, M.Pd.

Siti Luthfah, M. Pd

Penafian (Disclaimer): Buku ini merupakan modul pegangan untuk peserta

Program Pendidikan Guru Penggerak. Modul ini disusun dan ditelaah oleh berbagai
pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku ini
merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbarui, dan
dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan
dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas modul ini.

4

media

5

media
media

i

Kata Pengantar Direktur Jenderal Guru Dan

Tenaga Kependidikan

Guru Penggerak merupakan episode kelima dari rangkaian kebijakan Merdeka

Belajar

yang

diluncurkan

Kementerian

Pendidikan

dan

Kebudayaan

(Kemendikbud) dan dijalankan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga

Kependidikan (Ditjen GTK). Program Guru Penggerak ini bertujuan untuk

menyiapkan para pemimpin pendidikan Indonesia masa depan, yang mampu

mendorong tumbuh kembang murid secara holistik; aktif dan proaktif dalam

mengembangkan guru di sekitarnya untuk mengimplementasikan pembelajaran

yang berpusat kepada murid; serta menjadi teladan dan agen transformasi

ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Untuk mendukung tercapainya tujuan itu, Program Pendidikan Guru Penggerak

(PPGP) dijalankan dengan menekankan pada kompetensi kepemimpinan

pembelajaran (instructional leadership) yang mencakup komunitas praktik,

pembelajaran sosial dan emosional, pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai

perkembangan murid, dan kompetensi lain dalam pengembangan diri dan sekolah.

Kompetensi tersebut dituangkan ke dalam tiga paket modul, yaitu paradigma dan

visi Guru Penggerak; praktik pembelajaran yang berpihak pada murid; dan

pemimpin pembelajaran dalam pengembangan sekolah. Selanjutnya, ketiga paket

modul tersebut diperinci menjadi 10 bagian, termasuk modul yang Anda baca

sekarang. Program pendidikan ini dijalankan selama sembilan (9) bulan yang terdiri

dari kelas pelatihan daring, lokakarya, dan pendampingan. Proses pendidikan ini

mengedepankan coaching dan on-the-job training, yang artinya selama belajar, guru

tetap menjalankan perannya di sekolah sekaligus menerapkan pengetahuan yang

didapat dari ruang pelatihan ke dalam pembelajaran di kelas. Dengan demikian,

kepala sekolah dan pengawas menjadi mitra seorang calon guru penggerak dalam

mempersiapkan diri menjadi pemimpin.

Di dalam proses pelaksanaan PPGP, Calon Guru Penggerak (CGP) akan sering diajak

untuk merefleksikan praktik pembelajaran yang sudah dijalankan serta berdiskusi

dan berkolaborasi dengan sesama CGP maupun komunitas di sekitarnya.

6

media

ii

Keseluruhan pengalaman belajar itu diramu dalam siklus MERRDEKA, yang diawali

dengan Mulai dari Diri, lalu dilanjutkan dengan Eksplorasi Konsep; Ruang

Kolaborasi; Refleksi Terbimbing; Demonstrasi Kontekstual; Elaborasi Pemahaman;

Koneksi Antarmateri; dan ditutup dengan Aksi Nyata. Diharapkan model

pembelajaran yang berbasis pengalaman seperti ini dapat mewujudkan guru dan

murid merdeka yang menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim

penyusun dan berbagai pihak yang telah bekerja keras dan berkontribusi positif

mewujudkan penyelesaian modul ini serta membantu terlaksananya PPGP. Semoga

Allah Yang Mahakuasa senantiasa memberkati upaya yang kita lakukan demi

pendidikan Indonesia. Amin.

Jakarta, Juli 2020

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga

Kependidikan,

Iwan Syahril, Ph.D.

7

media
media

iii

Surat dari Instruktur

Selamat Datang di Modul Pembelajaran Berdiferensiasi Bapak/Ibu Calon Guru

Penggerak (CGP).

Selamat! Karena Anda telah bersedia menginvestasikan waktu untuk terlibat dalam

sebuah perjalanan belajar yang memiliki tujuan mulia di akhirnya. Tujuan itu adalah

menciptakan lingkungan belajar yang memanusiakan setiap murid di kelas Anda

serta memberikan mereka dukungan dan kesempatan sebaik-baiknya untuk

tumbuh dan berkembang secara optimal.

Kami yakin, kita semua mempercayai bahwa anak lahir dengan keunikannya

masing-masing. Sebagai pendidik, kita memiliki kewajiban untuk memastikan

bahwa setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dengan cara

terbaik yang sesuai untuk mereka. Lewat praktek pembelajaran berdiferensiasi,

murid tidak hanya akan dapat memaksimalkan potensi mereka, tapi mereka juga

akan dapat belajar tentang berbagai nilai-nilai kehidupan yang penting. Nilai-nilai

tentang indahnya perbedaan, menghargai, makna baru dari kesuksesan, kekuatan

diri, kesempatan yang setara, kemerdekaan belajar, dan berbagai nilai penting

lainnya yang akan berkontribusi terhadap perkembangan diri mereka secara lebih

holistik/utuh. Oleh karena itu, penting untuk para pendidik mengetahui bagaimana

proses pembelajaran berdiferensiasi ini dapat dilakukan, dengan cara-cara yang

memungkinkan guru untuk dapat mengelolanya secara efektif.

Modul ini merupakan bagian dari paket modul 2 dan juga merupakan bagian dari

serangkaian kegiatan pelatihan daring yang akan mencakup kegiatan belajar

mandiri, sesi diskusi, tanya jawab dan konsultasi secara daring dengan para

fasilitator yang telah ditunjuk oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Oleh

karenanya, modul ini sebaiknya digunakan secara simultan dengan kegiatan-

kegiatan tersebut.

Kami juga ingin mengingatkan bahwa karena belajar sifatnya adalah personal, maka

proses ini hanya akan bermakna jika Anda dapat membuat koneksi dan

8

media

iv

menerapkannya dalam berbagai konteks pemecahan masalah yang Anda hadapi

sehari-hari. Kami telah berusaha untuk memastikan bahwa berbagai strategi yang

kami sarankan dalam modul ini dapat diterapkan dalam berbagai konteks, namun

demikian, kreativitas dan pemahaman akan kebutuhan masing-masing kondisi

kelas yang berbeda tetap dituntut dari Anda.

Semoga setiap menit yang dihabiskan dalam perjalanan belajar ini akan membantu

Anda menjadi versi diri Anda yang lebih baik dari hari ke hari, terutama dalam

peranan Anda sebagai pendidik.

Sekali lagi, selamat belajar dan mengeksplorasi materi yang diberikan dalam modul

ini. Semoga Anda mendapatkan banyak momen AHA di sepanjang prosesnya dan

menjadi Guru Penggerak yang dapat membawa pendidikan Indonesia ke arah yang

lebih baik.

Salam,

Instruktur Modul 2.1

9

media
media

v

Daftar Isi


Kata Pengantar Direktur Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan ...................................i

Surat dari Instruktur................................................................................................................................ iii

Daftar Isi ......................................................................................................................................................... v

Capaian yang Diharapkan ...................................................................................................................... 1

Ringkasan Alur Belajar MERRDEKA ................................................................................................. 2

PEMBELAJARAN 1 - Mulai Dari Diri .................................................................................................. 6

PEMBELAJARAN 2.1 - Eksplorasi Konsep ...................................................................................... 8

PEMBELAJARAN 2.2 - Eksplorasi Konsep ................................................................................... 25

PEMBELAJARAN 3 - Ruang Kolaborasi ......................................................................................... 29

PEMBELAJARAN 4 - Refleksi Terbimbing ................................................................................... 33

PEMBELAJARAN 5 - Demonstrasi Kontekstual ........................................................................ 35

PEMBELAJARAN 6 - Elaborasi Pemahaman ............................................................................... 38

PEMBELAJARAN 7 - Koneksi Antarmateri .................................................................................. 43

PEMBELAJARAN 8 - Aksi Nyata ........................................................................................................ 47

Surat Penutup ........................................................................................................................................... 49

Daftar Pustaka........................................................................................................................................... 51

Daftar Lampiran ....................................................................................................................................... 52

Profil Penulis Modul ............................................................................................................................... 64

10

media

11

media
media

1

Capaian yang Diharapkan

Capaian Umum Modul 2.1.

Secara umum, profil kompetensi Guru Penggerak yang ingin dicapai dari modul ini

adalah CGP dapat:

1.mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodasi

kebutuhan belajar siswa yang berbeda.

2.Menjadi teladan dalam melakukan praktek-praktek reflektif dalam pembelajaran

bagi komunitas pendidik di lingkungan sekitarnya.

Capaian Khusus Modul 2.1.

Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan dapat menjadi Guru

Penggerak yang mampu:

1.mendemonstrasikan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan

pembelajaran berdiferensiasi dan alasan mengapa pembelajaran berdiferensiasi

diperlukan;

2.melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid yang berbeda;

3.menganalisis penerapan 3 strategi diferensiasi (yaitu: diferensiasi konten,

proses, dan produk);

4.mengimplementasikan Rencana Pembelajaran berdiferensiasi dalam konteks

pembelajaran di sekolah atau kelas mereka sendiri;

5.menunjukkan sikap kreatif, percaya diri, mau mencoba, dan berani mengambil

risiko dalam menerapkan berbagai ide strategi pembelajaran berdiferensiasi.

Isi Modul

1.Pengertian pembelajaran berdiferensiasi

2.Mengapa pembelajaran berdiferensiasi diperlukan, berikut teori yang

mendasari.

3.Bagaimana memetakan kebutuhan belajar murid yang berbeda.

4.Berbagai strategi pembelajaran berdiferensiasi.

5.Contoh - contoh praktek terbaik (best practices) pembelajaran berdiferensiasi

dan berbagai kasus pembelajaran yang banyak ditemui dalam praktek

pembelajaran sehari - hari di kelas/sekolah.

12

media

2

Ringkasan Alur Belajar MERRDEKA

Modul ini akan menggunakan alur belajar yang disingkat dengan MERRDEKA. Alur

MERRDEKA dalam modul ini terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut:

Mulai dari diri:

(a)Melakukan refleksi tentang bagaimana CGP menerapkan pembelajaran di kelas

untuk memenuhi kebutuhan murid.

(b)Mengidentifikasi harapan dan ekspektasi tentang pembelajaran berdiferensiasi.

Eksplorasi Konsep:

(a)Mengeksplorasi pengertian pembelajaran berdiferensiasi dan mengapa

pembelajaran berdiferensiasi diperlukan, berikut teori-teori yang mendasari.

(b)Mengeksplorasi cara memetakan kebutuhan belajar murid

(c)Mengeksplorasi cara mengakomodasi kebutuhan belajar murid melalui 3

strategi pembelajaran berdiferensiasi (yaitu: diferensiasi konten, proses, dan

produk).

(d)Diskusi asinkronus tentang contoh - contoh praktek terbaik (best practices)

pembelajaran berdiferensiasi melalui eksplorasi berbagai kasus pembelajaran

yang banyak ditemui dalam praktek pembelajaran sehari - hari di kelas/sekolah.

Ruang Kolaborasi:

Melakukan kerja kelompok untuk menganalisis kasus yang beragam dan

memberikan solusi melalui pembelajaran berdiferensiasi dalam bentuk rencana

pembelajaran.

Refleksi Terbimbing:

Melalui proses diskusi bersama fasilitator yang dilakukan langsung secara virtual,

CGP akan mengambil makna dari pengalaman selama proses pembelajaran.

Kemudian melakukan refleksi dalam berbagai cara dan media untuk

mengidentifikasi apa yang menarik, apa yang mengejutkan, dan paradigma apa yang

berubah.

13

media
media

3

Demonstrasi Kontekstual:

Melakukan perencanaan dan mengevaluasi efektivitas RPP yang dibuat oleh sesama

rekan CGP (peer assessment)

Elaborasi Pemahaman:

Mengelaborasi pemahaman tentang pembelajaran berdiferensiasi dengan melihat

pada pertanyaan ini:

(a) Apa yang ingin diketahui lebih lanjut?

(b) Apa yang masih meresahkan dan membingungkan?

Koneksi Antarmateri:

Membuat koneksi antarmateri yang telah dipelajari untuk meningkatkan

pemahaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan pembelajaran

berdiferensiasi.

Aksi Nyata:

Menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari untuk

membuat

rencana,

mengimplementasikan

dan

melakukan

refleksi

pembelajaran berdiferensiasi dan kemudian mendokumentasikan proses

tersebut dalam moda yang dapat dipilih sendiri.

14

media

4

GLOSARIUM

Daring

Merupakan akronim (singkatan) dari dua kata: “dalam”

dan “jaringan”. Dalam Bahasa Inggris, berarti “online”.

Diagram Frayer

Grafik visual yang dikembangkan oleh Dorothy Frayer

untuk membantu murid dalam mendefinisikan konsep

atau kosakata. Diagram ini dibagi menjadi empat bagian:

definisi, karakteristik, contoh dan bukan contoh.

Diferensiasi

Konten

Diferensiasi konten merujuk pada strategi membedakan

pengorganisasian dan format penyampaian konten. Konten

adalah materi pengetahuan, konsep, dan keterampilan

yang perlu dipelajari murid berdasarkan kurikulum.

Diferensiasi

Produk

Merujuk pada strategi memodifikasi produk hasil belajar

murid, hasil latihan, penerapan, dan pengembangan apa

yang telah dipelajari.

Diferensiasi

Proses

Merujuk pada strategi membedakan proses yang harus

dijalani oleh murid yang dapat memungkinkan mereka

untuk berlatih dan memahami isi (content) materi.

Kesiapan belajar

(Readiness)

Kapasitas atau kesiapan murid untuk mempelajari materi

baru.

Kesiapan

ini terkait

dengan

berbagai

hal,

diantaranya: pengetahuan, konsep dan keterampilan awal

yang saat ini dikuasai oleh murid; miskonsepsi; tingkat

perkembangan kognitif, afektif dan fisik; keterampilan

berpikir, dan sebagainya.

Lingkungan

Belajar

Lingkungan yang berada di sekitar seseorang dan yang

mempengaruhi pro ses belajar mengajar.

15

media
media

5

Minat

Suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah

kepada

suatu

situasi

atau

objek

tertentu

yang

menyenangkan dan memberikan kepuasan kepadanya.

Peer Teaching

Metode pembelajaran tutor sebaya yang merupakan

strategi pembelajaran kooperatif dimana rasa saling

menghargai dan mengerti dibina di antara orang-orang

yang bekerja bersama.

Pembelajaran

Berdiferensiasi

Usaha menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk

memenuhi kebutuhan belajar individu.

Profil Belajar

Merupakan pendekatan yang disukai murid untuk belajar,

yang dipengaruhi oleh gaya berpikir, kecerdasan, budaya,

latar belakang, jenis kelamin, dan lain-lain.

Scaffolding

Suatu teknik pembelajaran di mana murid diberikan

sejumlah bantuan, kemudian perlahan-lahan diadakan

pengurangan terhadap bantuan tersebut hingga pada

akhirnya, murid dapat menunjukkan kemandirian yang

lebih besar dalam proses pembelajaran.

16

media

6

PEMBELAJARAN 1 - Mulai Dari Diri

Kutipan untuk hari ini

Saya memiliki kebutuhan untuk bertanya - saya termotivasi oleh tujuan.

(Kath Murdoch)

Durasi : 1 JP

Moda : Mandiri

Tujuan Pembelajaran Khusus :

CGP dapat mengidentifikasi pengetahuan awal mereka tentang konsep

Pembelajaran Berdiferensiasi

Pertanyaan Pemantik untuk Pembelajaran 1:

1.Apa yang telah saya ketahui tentang pembelajaran berdiferensiasi?

2.Apa yang ingin saya ketahui lebih lanjut tentang pembelajaran

berdiferensiasi?

Selamat datang Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak di Sesi

Pembelajaran yang Pertama! Dalam sesi ini, Anda akan

mengaktivasi pengetahuan yang telah Anda miliki terkait

dengan pembelajaran berdiferensiasi dan mengidentifikasi apa

saja yang ingin Anda ketahui lebih lanjut.

Gambar 1 Ilustrasi seseorang dengan banyak pertanyaan di kepalanya

Tugas 1:

Silakan klik tautan di bawah ini untuk menjawab beberapa pertanyaan yang terkait

dengan pembelajaran berdiferensiasi. Jangan khawatir apabila Anda merasa belum

banyak mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan, karena

pertanyaan-pertanyaan tersebut bersifat diagnostik dan bukan dimaksudkan untuk

membuat penilaian akhir terhadap Anda.

Dalam tautan tersebut, kami juga akan meminta Anda untuk menuliskan

pertanyaan-pertanyaan yang saat ini Anda miliki terkait dengan pembelajaran

berdiferensiasi.

17

media
media

7

Penting sekali untuk menyelesaikan tugas ini tepat waktu agar instruktur atau

fasilitator pelatihan ini dapat menyesuaikan konten ajar mereka dengan tepat,

sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tugas ini harus diselesaikan sebelum hari dan tanggal yang tercantum di LMS.

Respon Tugas 1 Survey Pembelajaran Berdiferensiasi (Instruksi tugas tercantum

di lampiran)

Selamat berefleksi, Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak!

Peran Fasilitator:

1.Memastikan semua CGP menyelesaikan tugas 1 survey pembelajaran

berdiferensiasi.

2.Menganalisis jawaban-jawaban CGP untuk mengetahui sejauh mana pemahaman

awal CGP tentang pembelajaran berdiferensiasi.

18

media

8

PEMBELAJARAN 2.1 - Eksplorasi Konsep

Kutipan untuk hari ini

“Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya

dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.” (Ki Hajar Dewantara)

Durasi: 2 JP

Moda: Mandiri

Tujuan Pembelajaran Khusus:

1.CGP dapat menunjukkan pemahaman tentang yang dimaksud dengan

pembelajaran berdiferensiasi.

2.CGP dapat melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid berdasarkan

minat, kesiapan, dan profil belajar.

Selamat datang Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak di Sesi Pembelajaran yang kedua!

Sesi pembelajaran yang kedua ini terdiri dari 2 bagian yaitu eksplorasi konsep

secara mandiri dan eksplorasi konsep melalui forum diskusi.

Sebelum Anda memulai pembelajaran di sesi kedua ini, silakan lihat pertanyaan-

pertanyaan berikut ini dan cobalah untuk menjawab beberapa dari pertanyaan

tersebut, namun tidak perlu ditulis.

Pertanyaan Pemantik untuk Pembelajaran 2 bagian ke-1

1.Bagaimana saya dapat mengelola kelas untuk memenuhi kebutuhan murid

secara individu?

2.Apa yang saya ketahui tentang latar belakang murid saya, pembelajaran

sebelumnya, dan perkembangan keterampilan mereka?

3.Apa yang saya ketahui tentang minat murid saya (di sekolah dan di luar),

motivator, dan tujuan mereka?

4.Apa yang saya ketahui tentang profil belajar murid saya? Apa gaya belajar

yang disukai oleh mereka?

19

media
media
media

9

5.Bagaimana saya bisa menggunakan informasi tentang minat, kesiapan dan

profil belajar murid saya untuk membantu saya merancang dan

melaksanakan pembelajaran secara efektif?

Tetaplah merujuk kembali ke pertanyaan-pertanyaan di atas ketika Anda kemudian

membaca dan mempelajari materi di pembelajaran 2 bagian ke-1 ini.

2.1.1 Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi

Bayangkanlah kelas yang Anda ajar saat ini.

Gambar 2 Ruang Kelas, Sumber: Kebutuhankelas.net


Ingatlah satu persatu murid di kelas Anda. Bagaimanakah karakteristik setiap anak

di kelas Anda? Tahukah Anda apa kekuatan mereka? Bagaimana gaya belajar

mereka? Apa minat mereka? Siapakah yang memiliki keterampilan menghitung

paling baik di kelas Anda? Siapakah yang sebaliknya? Siapakah yang paling

menyukai kegiatan kelompok? Siapakah yang justru selalu menghindar saat bekerja

kelompok? Siapakah yang level membacanya paling tinggi? Siapakah murid yang

masih perlu dibantu untuk meningkatkan keterampilan memahami bacaan mereka?

Siapakah yang paling senang menulis? Siapakah yang lebih senang berbicara?

Setiap harinya, tanpa disadari, guru dihadapkan oleh keberagaman yang banyak

sekali bentuknya. Mereka secara terus menerus menghadapi tantangan yang

beragam dan kerap kali harus melakukan dan memutuskan banyak hal dalam satu

waktu. Keterampilan ini banyak yang tidak disadari oleh para guru, karena begitu

naturalnya hal ini terjadi di kelas dan betapa terbiasanya guru menghadapi

20

media

10

tantangan ini. Berbagai usaha mereka lakukan yang tentu saja tujuannya adalah

untuk memastikan setiap murid di kelas mereka sukses dalam proses

pembelajarannya.

Mari kita bayangkan ilustrasi kelas berikut ini.

Gambar 3 Pembelajaran di Kelas

Ibu Nur adalah guru kelas 3 SD

dengan jumlah murid sebanyak 32

murid. Di antara 32 murid di kelasnya

tersebut, Bu Nur memperhatikan

bahwa 3 murid selalu selesai lebih

dahulu

saat

diberikan

tugas

menyelesaikan soal-soal perkalian.

Karena dia tidak ingin ketiga anak ini tidak ada pekerjaan dan malah

mengganggu murid lainnya, akhirnya ia berinisiatif untuk menyiapkan lembar

kerja tambahan untuk 3 anak tersebut. Jadi jika anak-anak lain mengerjakan

15 soal perkalian, maka untuk 3 anak tersebut, Bu Nur menyiapkan 25 soal

perkalian.

Tugas 2

Berdasarkan ilustrasi kelas tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

1.Menurut Anda, apakah strategi yang dilakukan oleh Ibu Nur tepat? Jika ya,

mengapa? Jika tidak, mengapa?

2.Jika Anda adalah Ibu Nur, apakah yang akan Anda lakukan? Jelaskanlah

mengapa Anda melakukan hal tersebut.

Tulislah jawaban Anda dengan mengisi form yang ada di dalam tautan berikut ini.

Respon untuk Tugas 2

Setelah mengirimkan respon, silakan lanjutkan membaca tulisan di bawah ini.

Menurut Tomlinson (2000),Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk

menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar

individu setiap murid.

21

media
media

11

Namun demikian, pembelajaran berdiferensiasi bukanlah berarti bahwa guru harus

mengajar dengan 32 cara yang berbeda untuk mengajar 32 orang murid. Bukan pula

berarti bahwa guru harus memperbanyak jumlah soal untuk murid yang lebih cepat

bekerja dibandingkan yang lain. Pembelajaran berdiferensiasi juga bukan berarti

guru harus mengelompokkan yang pintar dengan yang pintar dan yang kurang

dengan yang kurang. Bukan pula memberikan tugas yang berbeda untuk setiap

anak. Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah sebuah proses pembelajaran yang

semrawut (chaotic), yang gurunya kemudian harus membuat beberapa

perencanaan pembelajaran sekaligus, dimana guru harus berlari ke sana kemari

untuk membantu si A, si B atau si C dalam waktu yang bersamaan. Bukan. Guru

tentunya bukanlah malaikat bersayap atau Superman yang bisa ke sana kemari

untuk berada di tempat yang berbeda-beda dalam satu waktu dan memecahkan

semua permasalahan. Lalu seperti apa sebenarnya pembelajaran berdiferensiasi?

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common

sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid.

Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:

1.Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’

murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang

tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan

selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.

2.Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara

jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran,

namun juga muridnya.

3.Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan

informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah

dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan,

atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar

yang ditetapkan.

4.Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar

muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk

memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu

22

media

12

menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan

serta penilaian yang berbeda.

5.Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur,

rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga

struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang

berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif.

Jika kita mengacu ke kasus Ibu Nur diatas, maka keputusannya untuk memberikan

soal tambahan, dengan jenis soal yang tetap sama serta tingkat kesulitan yang juga

sama, kepada tiga murid yang selesai terlebih dahulu, belum dapat dikatakan

sebagai diferensiasi. Apalagi, tujuan diberikannya soal tadi adalah agar tiga murid

tersebut ada ‘pekerjaan’ sehingga tidak mengganggu murid yang lain. Pembelajaran

berdiferensiasi haruslah berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar murid dan

bagaimana guru merespon kebutuhan belajar tersebut. Dengan demikian, Ibu Nur

perlu melakukan identifikasi kebutuhan belajar dengan lebih komprehensif, agar

dapat merespon dengan lebih tepat terhadap kebutuhan belajar murid-muridnya,

termasuk ketiga murid tersebut.

Sekarang, mari kita bahas bagaimana kita dapat melakukan pemetaan kebutuhan

belajar murid.

23

media
media
media

13

2.1.2 Memetakan Kebutuhan Belajar Murid

Tomlinson (2001) dalam bukunya yang berjudul How to Differentiate Instruction in

Mixed Ability Classroom menyampaikan bahwa kita dapat mengkategorikan

kebutuhan belajar murid, paling tidak berdasarkan 3 aspek.

Gambar 4 Carol Ann Tomlinson

Sumber: news.virginia.edu

Ketiga aspek tersebut adalah:

1.Kesiapan belajar (readiness) murid

2.Minat murid

3.Profil belajar murid

Sebagai guru, kita semua tentu tahu bahwa murid akan menunjukkan kinerja yang

lebih baik jika tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan keterampilan dan

pemahaman yang mereka miliki sebelumnya (kesiapan belajar). Lalu jika tugas-

tugas tersebut memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri seorang murid (minat),

dan jika tugas itu memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja dengan cara

yang mereka sukai (profil belajar).

Mari kita bahas satu persatu ketiga aspek tersebut.

24

media

14

1. KESIAPAN BELAJAR (READINESS)

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata “Kesiapan Belajar”?

Gambar 5 Bertanya tentang Readiness

Bayangkanlah situasi berikut ini:

Dalam pelajaran bahasa Indonesia, Bu Nur ingin

mengajarkan muridnya membuat karangan berbentuk

narasi. Ia kemudian melakukan penilaian diagnostik. Ia

menemukan bahwa ada tiga kelompok murid di kelasnya.

Gambar 6 Pembelajaran Bahasa Indonesia

-Kelompok A adalah murid yang telah memiliki

keterampilan menulis dengan struktur yang benar dan memiliki

kosakata yang cukup kaya. Mereka juga cukup mandiri dan percaya diri

dalam bekerja.

-Kelompok B adalah murid yang memiliki keterampilan menulis dengan

struktur yang benar, namun kosakatanya masih terbatas.

-Kelompok C adalah murid yang belum memiliki keterampilan menulis

dengan struktur yang benar dan kosakatanya pun terbatas.

Apa yang dilakukan oleh Bu Nur di atas adalah memetakan kebutuhan belajar

berdasarkan kesiapan belajar.

Kesiapan belajar (readiness) adalah kapasitas untuk mempelajari materi baru.

Sebuah tugas yang mempertimbangkan tingkat kesiapan murid akan membawa

murid keluar dari zona nyaman mereka, namun dengan lingkungan belajar yang

tepat dan dukungan yang memadai, mereka tetap dapat menguasai materi baru

tersebut.

25

media
media

15

Ada banyak cara untuk membedakan kesiapan belajar. Tomlinson (2001)

mengatakan bahwa merancang pembelajaran berdiferensiasi mirip dengan

menggunakan tombol equalizer pada stereo atau pemutar CD. Untuk mendapatkan

kombinasi suara terbaik biasanya Anda akan menggeser-geser tombol equalizer

tersebut terlebih dahulu. Saat Anda mengajar, menyesuaikan “tombol” dengan tepat

untuk berbagai kebutuhan murid akan menyamakan peluang mereka untuk

mendapatkan materi, jenis kegiatan dan menghasilkan produk belajar yang tepat di

kelas Anda. Tombol-tombol dalam equalizer tersebut mewakili beberapa perspektif

kontinum yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kesiapan murid. Dalam

modul ini, kita hanya akan mencoba membahas 6 dari beberapa contoh perspektif

kontinum tersebut, dengan mengadaptasi alat yang disebut Equalizer yang

diperkenalkan oleh Tomlinson (Tomlinson, 2001).

A.Bersifat mendasar - Bersifat transformatif

Saat sebagian murid dihadapkan pada sebuah ide yang baru, atau jika ide itu

bukan di salah satu bidang yang dikuasai oleh murid, mereka sering

membutuhkan informasi pendukung yang lebih jelas, sederhana, dan tidak

bertele-tele untuk memahami ide tersebut. Mereka akan perlu waktu untuk

berlatih menerapkan ide secara langsung. Jika murid berada dalam tingkatan

ini, maka bahan-bahan materi yang mereka gunakan dan tugas-tugas yang

mereka lakukan harus bersifat mendasar dan disajikan dengan cara yang

membantu mereka membangun landasan pemahaman yang kuat. Di lain

waktu, ketika murid dihadapkan pada ide-ide yang telah mereka pahami atau

berada di area yang menjadi kekuatan mereka, maka dibutuhkan informasi

yang lebih rinci dari ide tersebut. Mereka perlu melihat bagaimana ide

tersebut berhubungan dengan ide-ide lain untuk menciptakan pemikiran

baru. Kondisi seperti itu membutuhkan bahan dan tugas yang lebih bersifat

transformatif.

B.Konkret - Abstrak.

Di lain kesempatan, guru mungkin dapat mengukur kesiapan belajar murid

dengan melihat apakah mereka masih di tingkatan perlu belajar secara

konkret atau sudah siap bergerak mempelajari sesuatu yang lebih abstrak.

C.Sederhana - Kompleks.

26

media

16

Beberapa murid mungkin perlu bekerja dengan materi lebih sederhana

dengan satu abstraksi pada satu waktu; yang lain mungkin bisa menangani

kerumitan berbagai abstraksi.

D.Terstruktur - Open Ended

Kadang-kadang murid perlu menyelesaikan tugas yang ditata dengan cukup

baik untuk mereka, di mana mereka tidak memiliki terlalu banyak keputusan

untuk dibuat. Namun, di waktu lain, murid siap menjelajah dan

menggunakan kreativitas mereka.

E.Tergantung (dependent) - Mandiri (Independent)

Walaupun pada akhirnya kita mengharapkan bahwa semua murid kita dapat

belajar, berpikir dan menghasilkan pekerjaan secara mandiri, namun sama

seperti tinggi badan, mungkin seorang anak akan lebih cepat bertambah

tinggi daripada yang lain. Dengan kata lain, beberapa murid mungkin akan

siap untuk kemandirian yang lebih awal daripada yang lain.

F.Lambat - Cepat

Beberapa murid dengan kemampuan yang baik dalam suatu mata pelajaran

mungkin perlu bergerak cepat melalui materi yang telah ia kuasai atau

sedikit menantang. Tetapi di lain waktu, murid yang sama mungkin akan

membutuhkan lebih banyak waktu daripada yang lain untuk mempelajari

sebuah topik.

27

media
media
media

17

Insert Gambar 7. equalizer seperti ini tetapi dengan ujung-ujung sesuai

dengan kontinum yang telah di jelaskan di atas.

Keterangan gambar: Adaptasi dari “The Equalizer” (Tomlinson)

Perlu diingat bahwa kesiapan belajar murid bukanlah tentang tingkat intelektualitas

(IQ). Hal ini lebih kepada informasi tentang apakah pengetahuan atau keterampilan

yang dimiliki murid saat ini, sesuai dengan keterampilan atau pengetahuan baru

yang akan diajarkan. Adapun tujuan melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid

berdasarkan tingkat kesiapan belajar adalah untuk memodifikasi tingkat kesulitan

pada bahan pembelajaran, sehingga dipastikan murid terpenuhi kebutuhan

belajarnya (Joseph, Thomas, Simonette & Ramsook, 2013).

28

media

18

2. MINAT MURID

Kita tahu bahwa seperti juga kita orang dewasa, murid juga memiliki minat sendiri.

Ada murid yang minatnya sangat besar dalam bidang seni, matematika, sains,

drama, memasak, dsb. Minat adalah salah satu motivator penting bagi murid untuk

dapat ‘terlibat aktif’ dalam proses pembelajaran. Tomlinson (2001) menjelaskan

bahwa mempertimbangkan minat murid dalam merancang pembelajaran memiliki

tujuan diantaranya:

Gambar 8 Ragam Minat, sumber: solutiontree.com

Membantu murid menyadari bahwa ada kecocokan antara sekolah dan

keinginan mereka sendiri untuk belajar;

Menunjukkan keterhubungan antara semua pembelajaran;

Menggunakan keterampilan atau ide yang familiar bagi murid sebagai

jembatan untuk mempelajari ide atau keterampilan yang kurang familiar

atau baru bagi mereka, dan;

Meningkatkan motivasi murid untuk belajar.

Sepanjang tahun, murid yang berbeda akan menunjukkan minat pada topik yang

berbeda.

Gagasan

untuk

membedakan

melalui

minat

adalah

untuk

"menghubungkan" murid pada pelajaran untuk menjaga minat mereka. Dengan

menjaga minat murid tetap tinggi, diharapkan dapat meningkatkan kinerja murid.

29

media
media

19

Beberapa ide yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan

minat diantaranya misalnya:

Meminta murid untuk memilih apakah mereka ingin mendemonstrasikan

pemahaman dengan menulis lagu, melakukan pertunjukan atau menari atau

bentuk lain sesuai minat mereka.

Menggunakan teknik Jigsaw dan pembelajaran kooperatif.

Menggunakan strategi investigasi kelompok berdasarkan minat.

Membuat kegiatan “sehari di tempat kerja”. Murid diminta mempelajari

bagaimana sebuah keterampilan tertentu diaplikasikan dalam kehidupan

nyata. Mereka boleh memilih profesi yang sesuai minat mereka.

Membuat model.

30

media

20

3. PROFIL BELAJAR MURID

Gambar 9 Profil Belajar Murid: gambar ragam murid TK-SMA dengan ragam budaya, gaya

belajar, jenis kelamin.

Profil belajar murid terkait dengan banyak faktor, seperti: bahasa, budaya,

kesehatan, keadaan keluarga, dan kekhususan lainnya. Selain itu juga akan

berhubungan dengan gaya belajar seseorang. Menurut Tomlinson (dalam Hockett,

2018) profil belajar murid ini merupakan pendekatan yang disukai murid untuk

belajar, yang dipengaruhi oleh gaya berpikir, kecerdasan, budaya, latar belakang,

jenis kelamin, dll.

Tujuan dari pemetaan kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar adalah

untuk memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar secara natural dan

efisien. Namun demikian, sebagai guru, kadang-kadang kita secara tidak sengaja

cenderung memilih gaya belajar yang sesuai dengan gaya belajar kita sendiri.

Padahal kita tahu setiap anak memiliki profil belajar sendiri. Memiliki kesadaran

tentang ini sangat penting agar guru dapat memvariasikan metode dan pendekatan

mengajar mereka. Penting juga untuk diingat bahwa kebanyakan orang lebih suka

kombinasi profil. Menurut Tomlinson (2001), ada banyak faktor yang dapat

mempengaruhi pembelajaran seseorang. Berikut ini adalah beberapa yang harus

diperhatikan:

Lingkungan: suhu, tingkat aktivitas, tingkat kebisingan, jumlah cahaya.

Pengaruh Budaya: santai - terstruktur, pendiam - ekspresif, personal -

impersonal.

Visual: belajar dengan melihat (diagram, power point, catatan, peta, grafik

organisator).

Auditori: belajar dengan mendengar (kuliah, membaca dengan keras,

mendengarkan musik).

Kinestetik: belajar sambil melakukan (bergerak dan meregangkan tubuh,

kegiatan hands on, dsb).

31

media
media

21

Berdasarkan pemaparan mengenai ketiga aspek dalam mengkategorikan

kebutuhan belajar murid, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa untuk

mengoptimalkan pembelajaran dan tentunya hasil dari pembelajaran murid

diperlukan pembelajaran yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan belajar

murid.

Selamat! Anda telah menyelesaikan materi pembelajaran 2 bagian 1. Demi

membantu Anda mengkonsolidasikan pemahaman Anda dan mempersiapkan diri

untuk sesi pembelajaran berikutnya, kami akan meminta Anda melakukan 2 tugas

berikut ini:

TUGAS 3

1.Buatlah pemetaan kebutuhan murid untuk salah satu materi yang saat ini

Anda ajarkan di kelas, dengan menggunakan salah satu dari 3 pendekatan

(minat, kesiapan, dan profil belajar), seperti yang telah dijelaskan diatas.

Anda dapat membuatnya dalam bentuk tabel (lihat contoh di bawah ini).

Unggahlah pekerjaan Anda ke folder yang terlampir dalam tautan berikut ini.

FOLDER HASIL PEMETAAN KEBUTUHAN MURID

Contoh Pemetaan Kebutuhan Belajar Berdasarkan Minat

Tujuan Pembelajaran: murid dapat membuat tulisan berbentuk prosedur.

Tabel 1. Pemetaan Kebutuhan Belajar Berdasarkan Minat

Minat

Olahraga

Kesenian
(Prakarya)

Sains

Nama murid

Rudi
Ali
Iwan
Najib
Rina

Susi
Rini
Lolly

Wawan
Robert

Aep
Anisa
Lutfi
Seli
Yanti

Produk

Membuat

tulisan

prosedur

tentang

bagaimana cara
menggiring bola

dalam

Membuat

tulisan

prosedur

tentang

bagaimana cara

membuat

rumah-rumahan

Membuat

tulisan

prosedur

tentang

bagaimana cara

membuat
rangkaian

32

media

22

permainan
sepak bola.

dari stik es krim.

listrik paralel

dan seri.

Dalam contoh di atas, guru mendiferensiasi pembelajaran dengan

mempertimbangkan perbedaan minat murid.

Contoh Pemetaan Kebutuhan Belajar Berdasarkan Kesiapan Belajar

(Readiness)

Tujuan Pembelajaran: murid dapat Menyajikan dan menyelesaikan

masalah yang berkaitan dengan keliling bangun datar

Tabel 2. Pemetaan Kebutuhan Belajar Berdasarkan Kesiapan Belajar

Kesiapan
belajar

(Readiness

)

Murid telah
memahami

konsep keliling;
dapat melakukan

operasi hitung
perkalian dasar.

Murid telah
memahami

konsep keliling
namun belum
lancar dalam
melakukan

operasi hitung
perkalian dasar.

Murid belum
memahami

konsep keliling.

Nama
murid

Susi
Rini
Iwan
Najib
Rina

Rudi
Ali

Yanti
Lolly
Robert

Aep
Anisa
Lutfi
Seli

Wawan

Proses

Murid diminta

mengerjakan soal-

soal tantangan

yang

mengaplikasikan
konsep keliling
dalam kehidupan
sehari-hari. murid

akan diminta
untuk bekerja
secara mandiri

dan saling
memeriksa

pekerjaan masing-

masing.

Murid

menggunakan
bantuan benda-
benda konkret

untuk

menghitung

keliling bangun
datar (misalnya
menggunakan

stik es krim). Jika

mengalami

kesulitan, murid

diminta

menerapkan

strategi “3 before

me” (bertanya
kepada 3 teman
sebelum bertanya

Murid akan
mendapatkan
pembelajaran

eksplisit tentang
konsep keliling.

Guru akan

memberikan
scaffolding

dalam proses

ini.

33

media
media

23

langsung pada

guru). Guru akan
sesekali datang
ke kelompok ini

untuk

memastikan tidak
ada miskonsepsi.

Dalam contoh di atas, guru mendiferensiasi pembelajaran dengan

mempertimbangkan kesiapan belajar murid.

Contoh Pemetaan Kebutuhan Belajar Berdasarkan Profil Belajar murid

Tujuan Pembelajaran: murid dapat mendemonstrasikan pemahaman

mereka tentang habitat makhluk hidup.

Tabel 3. Pemetaan Kebutuhan Belajar Berdasarkan Profil Belajar Murid

Profil
Belajar
murid

Visual

Auditori

Kinestetik

Nama
murid

Rudi
Ali
Iwan
Najib
Rina

Susi
Rini
Lolly

Wawan
Robert

Aep
Anisa
Lutfi
Seli
Yanti

Produk

Murid diperbolehkan memilih cara mendemonstrasikan

pemahaman mereka tentang habitat makhluk hidup.
Boleh dalam bentuk gambar, rekaman wawancara

maupun performance.

Proses

Saat

menjelaskan

guru

menggunakan
banyak gambar
atau alat bantu

visual.

Guru juga

menyediakan

kesempatan bagi

murid untuk
mengakses

sumber belajar

yang dapat
didengarkan
murid secara

lisan.

Guru membuat
beberapa sudut

belajar atau
display yang
ditempel di

tempat-tempat
berbeda untuk
memberikan

kesempatan murid

bergerak saat

mengakses
informasi.

Dalam contoh di atas, guru mendiferensiasi pembelajaran dengan

mempertimbangkan perbedaan gaya belajar.

34

media

24

Peran Fasilitator:

1.Mendorong dan memotivasi CGP untuk menyelesaikan tugas pemetaan kebutuhan

murid yang ada di LMS.

2.Fasilitator akan memberikan masukan melalui LMS juga.

Catatan untuk Fasilitator:

Meskipun modul ini dibuat dengan mengacu pada teori-teori yang disampaikan oleh

Tomlinson, namun fasilitator juga perlu memiliki wawasan teori yang berhubungan

pembelajaran berdiferensiasi lainnya. Teori multiple intelligence dari Howard Gardner,

teori pembelajaran konstruktivisme dari Vygotsky, concept based learning dari Lynn

Ericson, understanding by design dari Wiggins and Mc. Tighe juga akan menjadi literatur

penting dalam pembahasan konsep pembelajaran berdiferensiasi ini. Fasilitator juga

harus memahami bahwa diferensiasi pembelajaran bukan hanya dapat dilakukan

dalam 3 bentuk (konten, proses, produk), tetapi juga bentuk lainnya, misalnya

diferensiasi lingkungan belajar.Jika nanti dalam proses diskusi, CGP ada yang membawa

topik ini dalam diskusi, maka fasilitator harus mengapresiasi pengetahuan CGP tersebut.

35

media
media

25

PEMBELAJARAN 2.2 - Eksplorasi Konsep

Kutipan untuk hari ini

Satu ukuran cocok untuk semua? (Justin Tarte)

Durasi: 2 JP

Moda: Forum diskusi asinkronus

Tujuan Pembelajaran Khusus:

1.CGP

dapat

menunjukkan

pemahaman

tentang

berbagai

strategi

pembelajaran berdiferensiasi (konten, proses, dan produk).

2.CGP dapat menyimpulkan apa yang dimaksud dengan pembelajaran

berdiferensiasi dengan menggunakan Diagram Frayer.

Selamat datang Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak di sesi Pembelajaran 2 bagian ke-

2!

Pertanyaan Pemantik untuk Pembelajaran ke-2 bagian 2

1.Bagaimana saya mengelola pembelajaran secara efektif sehingga dapat

memenuhi kebutuhan belajar murid saya?

2.Apa yang akan saya minta murid pelajari?

3.Bagaimana murid saya harus belajar, difasilitasi pembelajarannya dan

berinteraksi satu sama lain?

4.Bagaimana mereka mendemonstrasikan hasil pembelajaran mereka? Apa

yang akan mereka hasilkan?

5.Bagaimana saya dapat melakukan penilaian yang obyektif?

Simaklah 2 video berikut ini. Saat menyimak, Anda dapat membuat catatan tentang

hal-hal penting yang disampaikan video tersebut.

36

media

26

Berikut ini tautan-tautan video yang harus Anda lihat:

1.Video Pembelajaran berdiferensiasi melalui diferensiasi konten,

proses dan produk

2.Video lingkungan yang mendukung pembelajaran berdiferensiasi

Setelah menyimak 2 video tersebut, Anda akan mendapatkan kesempatan untuk

mendiskusikan isi video tersebut dengan rekan satu kelas Anda secara asinkron.

Anda akan diminta memberikan pendapat tentang isi video yang telah disaksikan

tersebut.

Namun sebelum Anda melakukan diskusi pada waktu yang telah ditentukan, mohon

untuk membaca aturan untuk forum diskusi tersebut.

Aturan forum diskusi asinkron:

1.Pastikan Anda sudah melihat video tentang 3 strategi pembelajaran

berdiferensiasi dan video tentang lingkungan belajar yang mendukung

pembelajaran berdiferensiasi!

2.Diskusi asinkron ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman bersama

tentang bentuk-bentuk strategi pembelajaran berdiferensiasi.

3.Sikap berpikiran terbuka (open-minded) dan saling menghormati menjadi

nilai dasar dari proses diskusi ini.

4.Baik fasilitator maupun CGP lain dapat menawarkan pandangan pribadi,

tanggapan, juga respon atau menjawab hal-hal yang sedang didiskusikan.

5.Forum diskusi asinkron ini dapat diakses hingga pukul 23.59 pada hari sesi

ini dijalankan. Anda dapat merespon dengan tulisan, rekaman suara atau

rekaman video berdurasi maksimal 2 menit. Semua fitur respons tersebut

dapat ditemukan pada kolom jawaban.

37

media
media
media

27

Pertanyaan untuk diskusi daring:

1.Informasi atau fakta apa yang disampaikan dalam video tersebut?

2.Gagasan baru apa yang Anda dapatkan dari video yang Anda saksikan tersebut?

3.Apakah yang menurut Anda akan sulit diimplementasikan? Mengapa?

4.Pertanyaan apakah yang masih Anda miliki atau klarifikasi apakah yang masih Anda

perlukan terkait dengan isi video tersebut?

Karena ini adalah bagian akhir dari eksplorasi konsep sebelum Anda masuk ke alur

belajar berikutnya, maka setelah sesi pembelajaran 2 bagian 2 ini selesai, Anda akan

diminta

untuk

menyimpulkan

pemahaman

Anda

tentang

pembelajaran

berdiferensiasi dengan menggunakan Diagram Frayer.

Diagram Frayer adalah pengatur grafis untuk membantu membangun pemahaman

atas kosakata atau terminologi tertentu. Teknik ini menuntut seseorang untuk

mendefinisikan kosakata atau terminologi yang menjadi target dan menerapkan

pemahamannya dengan mengidentifikasi apa yang merupakan contoh dan bukan

contoh, memberi ciri, dan / atau mendeskripsikan arti kata tersebut. Informasi ini

ditempatkan pada bagan yang dibagi menjadi empat bagian untuk memberikan

representasi visual.

Diagram ini dinamakan sebagai diagram Frayer karena dikembangkan pertama kali

oleh Dorothy Frayer, seorang educational psychologist.

38

media

28

Gambar 11. Diagram Frayer

FOLDER Diagram Frayer

Selamat berdiskusi Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak!

Peran Fasilitator:

1.Memastikan CGP sudah menonton video-video berikut ini:

a.Video Pembelajaran berdiferensiasi melalui diferensiasi konten, proses

dan produk

b.Video lingkungan yang mendukung pembelajaran berdiferensiasi

2. Mengingatkan CGP untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi daring.

3. Ikut menanggapi diskusi di forum diskusi daring dan menilai keaktifan CGP

dalam diskusi.

Beberapa informasi tambahan untuk fasilitator:

Silakan membaca beberapa literatur tentang pembelajaran berdiferensiasi untuk

membantu Anda memfasilitasi diskusi. Salah satu yang menjadi acuan dalam modul

ini adalah pemikiran-pemikiranCarol Ann Tomlinson dan beberapa penelitian

mengenai pembelajaran berdiferensiasi baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

39

media
media

29

PEMBELAJARAN 3 - Ruang Kolaborasi

Kutipan untuk hari ini

“Ada kekuatan luar biasa ketika sekelompok orang dengan minat yang sama

berkumpul untuk bekerja menuju tujuan yang sama.” (Idowu Koyenikan)

Durasi : 4 JP

Moda : Diskusi Daring

Tujuan Pembelajaran Khusus : CGP dapat meningkatkan pemahamannya tentang

berbagai strategi diferensiasi melalui latihan membuat dan mencermati rencana

pembelajaran secara berkelompok.

Selamat datang kembali! Anda telah memasuki sesi pembelajaran ke-tiga!

Semoga Anda senantiasa berada dalam keadaan sehat dan semangat dalam

mengikuti rangkaian proses pembelajaran ini.

Pertanyaan Pemantik untuk pembelajaran ke-3:

1.Bagaimana kita dapat memvariasikan materi berdasarkan kesiapan, minat,

atau profil belajar murid saya?

2.Bagaimana kita dapat memvariasikan struktur, tingkat dukungan, dan

tingkat kemandirian saat murid menyelesaikan tugas dan membuat produk

hasil pembelajaran?

3.Bagaimana kita bisa memvariasikan kompleksitas atau tingkat kesulitan

tugas untuk mengakomodasi murid dengan berbagai tingkat kesiapan di

kelas?

4.Bagaimana kita dapat memvariasikan sifat produk hasil belajar agar murid

dapat menyesuaikannya dengan minat mereka? Bagaimana kita bisa

memberikan murid kesempatan untuk memilih bentuk ekspresi yang disukai

atau yang sesuai gaya belajar mereka?

5.Bagaimana proses kerja kelompok membantu kita memahami pembelajaran

berdiferensiasi dalam tataran praktis?

40

media

30

Dalam sesi pembelajaran ini, Anda akan kembali mendapatkan kesempatan untuk

berdiskusi, namun kali ini bentuknya akan sedikit berbeda, karena Anda tidak hanya

akan berdiskusi dengan fasilitator, melainkan dengan sesama CGP. Ya, sesi kali ini

disebut dengan Ruang Kolaborasi. Kali ini, kita akan mencoba berkolaborasi untuk

mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang pembelajaran berdiferensiasi.

Anda bersama rekan kelompok akan diminta untuk membuat sebuah rencana

pembelajaran untuk satu materi yang dapat Anda pilih sendiri.

Rencana Pembelajaran tersebut dapat dibuat berdasarkan konteks atau kasus nyata

yang terjadi di kelas salah satu anggota kelompok Anda atau dapat juga

menggunakan contoh kasus yang telah tersedia. Jika Anda membutuhkan gambaran

contoh RPP yang memuat diferensiasi pembelajaran, maka silahkan buka tautan

berikut ini:

Contoh RPP yang memuat Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembagian kelompok akan dilakukan dalam pertemuan Zoom yang akan difasilitasi

oleh fasilitator Anda. Silakan akses Zoom dengan tautan berikut ini link Zoom untuk

mengakses ruang kolaborasi, pada hari dan tanggal yang tercantum di LMS. Silakan

sesuaikan dengan zona waktu Anda masing-masing.

Anda dapat mengumpulkan rencana pembelajaran kelompok ini setelah

mempresentasikannya pada tautan yang ada dalam LMS.

Selamat berdiskusi Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak!

Peran fasilitator:

1.Memastikan semua CGP telah menyelesaikan tagihan tugas-tugas yang diberikan

pada sesi pembelajaran sebelumnya.

2.Harus mampu membaca kebutuhan belajar CGP dan memoderatori proses diskusi

yang efektif.

3.Memfasilitasi tautan untuk pertemuan kelompok kecil.

4.Memastikan CGP paham apa hasil yang diharapkan dari kerja kelompok tersebut

dan sebagai panduannya dapat dilihat dari rubrik penilaian yang ingin dicapai.

41

media
media

31

5.Mengatur jadwal untuk pertemuan kelompok-kelompok kecil dan kelompok besar.

Catatan untuk fasilitator:

Fasilitator dapat menggunakan collaborative learning strategy untuk memfasilitasi kerja

kelompok ini.

Dalam sesi ini, CGP akan diminta bekerja secara berkelompok untuk menganalisa

sebuah kasus dari CGP sendiri atau berdasarkan contoh kasus yang telah tersedia,

dan kemudian membuat rencana pembelajaran berdasarkan kasus tersebut dengan

menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi.

Seluruh CGP berkumpul terlebih dahulu dalam kelompok besar di Zoom atau google

meet.

Saat dalam kelompok besar, fasilitator menjelaskan tugas yang akan diberikan serta

mendiskusikan beberapa pertanyaan pemantik untuk memperdalam pemahaman

CGP.

Fasilitator menyiapkan tautan untuk pertemuan kelompok kecil sejumlah

kelompok yang akan dibuat (misalnya 3 tautan untuk tiga kelompok). Silahkan

bagikan tautan tersebut, melalui fitur Chat Zoom saat CGP bertemu di ruang

kolaborasi. Sebagai alternatif, proses ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan

fitur breakout room.

Setelah itu fasilitator meminta CGP untuk bekerja dalam kelompok kecil di platform

Zoom atau breakout room masing-masing.

Pastikan CGP dan kelompoknya menyepakati bagaimana mereka akan bekerja

dengan kelompoknya dan berikan mereka kebebasan untuk ini. Tugas fasilitator

hanya memastikan mereka paham apa hasil yang diharapkan dari kerja kelompok

tersebut.

Berikut ini adalah kasus untuk setiap kelompok.

Tugas Kelompok TK

Tugas Kelompok (SD)

Tugas Kelompok (SMA)

42

media

32

Berikan waktu selama kurang lebih 1.5 JP untuk mereka bekerja kelompok

membuat RPP dengan memperhatikan rubrik penilaian rencana pembelajaran

Fasilitator juga dapat memberikan contoh RPP pembelajaran berdiferensiasi, yang

ada di tautan berikut ini:

Contoh RPP Pembelajaran Berdiferensiasi

Setelah RPP mereka selesai, minta setiap kelompok untuk mengunggah di tautan

berikut ini.

FOLDER TUGAS Rencana Pembelajaran Kelompok

Setelah itu, minta CGP kembali bertemu dengan fasilitator dalam kelompok besar

menggunakan tautan Ruang Kolaborasi sebelumnya. Waktu yang jelas untuk bertemu

harus diindikasikan oleh fasilitator. Saat bertemu, minta masing-masing kelompok

untuk mempresentasikan RPP mereka dan saling menganalisis RPP milik kelompok lain.

Berikan mereka waktu kembali untuk mendiskusikan rencana pembelajaran tersebut

dalam kelompoknya (kelompok kecil). Setelah berdiskusi dalam kelompok kecil, minta

mereka kembali ke kelompok besar. Dalam pertemuan kelompok besar ini, fasilitator

kemudian menutup pembelajaran dan memberikan tugas selanjutnya untuk CGP yaitu

berupa refleksi pembelajaran.

43

media
media

33

PEMBELAJARAN 4 - Refleksi Terbimbing

Kutipan untuk hari ini

“Belajar tanpa refleksi adalah sia-sia. Refleksi tanpa belajar itu berbahaya.”

(Confucius)

Durasi: 3JP

Moda: Konsultasi Daring secara asinkron

Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP dapat melakukan refleksi dan metakognisi

terhadap proses pembelajaran yang telah mereka lalui serta menggunakan

pemahaman barunya untuk memperbaiki proses pembelajaran yang diampunya.

Pertanyaan Pemantik untuk sesi pembelajaran ke-4:

1.Bagaimana saya dapat melakukan praktek pembelajaran berdiferensiasi

secara lebih efektif?

2.Pendekatan manakah yang seharusnya saya ubahsuaikan?

3.Bagaimana saya tetap dapat bersikap positif walaupun banyak tantangan

dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini?

Selamat! Sejauh ini Anda telah melalui 8 dari 16 Jam Pembelajaran yang

dipersyaratkan untuk modul ini. Proses pembelajaran yang akan Anda alami

selanjutnya akan sangat bergantung pada bagaimana Anda melakukan refleksi dan

membuat perbedaan baik dalam cara pandang maupun tindakan Anda sehari-hari

sebagai pendidik di sekolah. Kami yakin, saat ini, walaupun Anda telah

mendapatkan banyak pengetahuan baru, semakin banyak tantangan yang Anda

hadapi dalam prakteknya. Jangan khawatirkan semua kesulitan tersebut. Mulailah

mengimplementasikan pengetahuan Anda selangkah demi selangkah, sedikit demi

sedikit. Tidak semua teori dapat Anda langsung terapkan. Anda mungkin perlu

berhenti sejenak untuk mengamati semua fakta yang ada di depan Anda dan

mengubahsuaikan pendekatan Anda.

Sesi pembelajaran keempat ini juga akan memberikan Anda kesempatan untuk

melakukan konsultasi daring asinkron secara khusus. Mengapa secara khusus?

Karena Anda akan melakukannya dalam kelompok kecil, sehingga Anda dapat

44

media

34

membawa langsung permasalahan dalam konteks nyata yang dihadapi di sekolah

Anda, untuk didiskusikan dengan fasilitator.

Pertanyaan Reflektif yang akan perlu Anda jawab akan diletakkan dalam LMS. Perlu

diperhatikan bahwa jawaban Anda hanya akan dapat diakses oleh fasilitator Anda,

sehingga manfaatkanlah kesempatan ini untuk Anda mendiskusikan hal-hal yang

terkait dengan konteks nyata Anda sendiri.

Berikut ini adalah pertanyaan Reflektif yang harus Anda jawab:

Setelah mempelajari dan mengeksplorasi materi pembelajaran berdiferensiasi

sejauh ini, berikanlah respon terhadap pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

1.Dari apa yang sudah Anda pelajari, materi apa yang menurut Anda dapat

menjadi solusi bagi permasalahan yang terkait dengan pembelajaran di

kelas Anda?

2.Apa yang menurut Anda sulit untuk diterapkan? Mengapa menurut Anda hal

tersebut sulit diterapkan?

3.Jika Anda harus menerapkan hal yang sulit tersebut, dukungan Apa yang

Anda perlukan? Kemana atau bagaimana Anda akan dapat mengakses

dukungan tersebut.

4.Jika Anda menghadapi sebuah situasi, dimana kebutuhan belajar siswa Anda

tidak dapat diakomodasi oleh pembelajaran berdiferensiasi beranikah Anda

mengambil risiko untuk memodifikasi pembelajaran Anda, meskipun hal

tersebut mungkin tidak umum atau tidak sesuai dengan sistem yang ada?

Jelaskan pendapat Anda dengan alasannya.

Peran Fasilitator:

1.Format diskusi daring dengan CGP ini akan dilakukan secara asinkron dan

dilakukan melalui LMS. Fasilitator harus memastikan LMS ini siap untuk digunakan

oleh CGP dan CGP tahu bagaimana mengaksesnya,

2.Fasilitator diharapkan membaca respon CGP terhadap pertanyaan yang diberikan

dan memberikan apresiasi, penguatan atau pertanyaan lanjutan.

45

media
media

35

PEMBELAJARAN 5 - Demonstrasi Kontekstual

Kutipan untuk hari ini

"To become really good at anything, you have to practice and repeat, practice

and repeat, until the technique becomes intuitive." (Paulo Coelho)

Durasi: 2JP

Moda: Penugasan Mandiri secara asinkron

Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP dapat membuat Rencana pembelajaran

berdiferensiasi dan mengevaluasi efektivitas RPP yang dibuat oleh sesama rekan

CGP. (peer assessment)

Pertanyaan Pemantik untuk sesi pembelajaran ke-5:

1.Bagaimana saya dapat mendemonstrasikan apa yang telah saya pahami?

2.Bagaimana pemahaman saya tentang pembelajaran berdiferensiasi dapat

membantu saya memecahkan permasalahan pembelajaran yang saya hadapi

sehari-hari di kelas?

Selamat datang Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak di sesi pembelajaran ke -5!

Ini adalah sesi dimana Anda akan mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk

menjadi seorang pengambil risiko! Kami berharap, 4 pembelajaran sebelumnya

telah memberikan Anda banyak pengetahuan dan keterampilan yang kami yakin

dapat membantu Anda untuk keluar dari zona nyaman Anda dan mulai melakukan

perubahan. Inilah saatnya Anda mendemonstrasikan keterampilan yang telah Anda

pelajari dalam konteks dan situasi pembelajaran yang nyata dan menggunakannya

untuk mengevaluasi efektivitas RPP Pembelajaran berdiferensiasi yang dibuat oleh sesama

rekan CGP.

Sebelum Anda melakukan tugas ini dan untuk membantu Anda mengingat apa yang

telah Anda pelajari sebelumnya, perhatikan tabel berikut ini untuk melihat

perbedaan antara pembelajaran yang baik versus pembelajaran berdiferensiasi

yang baik.

Tabel 4. Pembelajaran yang baik versus pembelajaran berdiferensiasi yang baik

46

media

36

Pembelajaran yang baik

Pembelajaran berdiferensiasi yang baik

murid akan melakukan aktivitas

atau membuat sesuatu:

dengan

menggunakan

keterampilan

penting

dan

informasi penting;

untuk memahami ide / prinsip

penting

atau

menjawab

pertanyaan penting.

murid akan melakukan aktivitas atau membuat

sesuatu:

dalam berbagai moda dan pada berbagai tingkat

kerumitan, serta dalam berbagai rentang waktu;

dengan jumlah dukungan dari guru atau teman

sebaya yang bervariasi (scaffolding);

menggunakan keterampilan penting dan informasi

penting;

untuk memahami ide / prinsip penting atau

menjawab pertanyaan penting.

Sumber: Tomlinson (2001)

Tugas:

1.Buatlah rencana pembelajaran untuk salah satu mata pelajaran. atau sesi

pembelajaran dalam konteks pembelajaran daring (online learning.

2.Pastikan rencana pembelajaran tersebut:

-Dibuat dengan menganalisis kebutuhan belajar murid terlebih dahulu.

-Mengidentifikasi minimal satu strategi diferensiasi konten, proses atau

produk

-Perhatikan rubrik penilaian rencana pembelajaran untuk membantu Anda

dalam membuat RPP tersebut.

3.Setelah itu, Anda akan diminta untuk mem-posting RPP tersebut di Google Drive

folder yang telah ditentukan.

FOLDER RPP

4.Gunakan rubrik penilaian rencana pembelajaran untuk membantu Anda dalam

memberikan umpan balik terhadap RPP yang dibuat oleh rekan Anda tersebut.

47

media
media

37

5.Berikan penilaian dan umpan balik Anda kepada rekan Anda tersebut.

Peran Fasilitator:

1.Dalam tahapan ini, fasilitator akan berperan untuk menilai produk pekerjaan CGP

dengan menggunakan rubrik penilaian yang telah dibuat sebelumnya.

2.Fasilitator perlu membantu untuk memastikan setiap RPP CGP ada yang mereview.

48

media

38

PEMBELAJARAN 6 - Elaborasi Pemahaman

Kutipan untuk hari ini

"Belajar adalah sebuah perjalanan: dari fakta ke pengetahuan, ke

pemahaman dan akhirnya kebijaksanaan." (Anonim)

Durasi: 2 JP

Moda: Video Conference

Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP dapat mengelaborasi pemahamannya tentang

pembelajaran berdiferensiasi lewat proses tanya jawab dan diskusi.

Pertanyaan Pemantik untuk sesi pembelajaran ke-6:

1.Sejauh ini, adakah yang masih membuat saya bingung atau gelisah tentang

penerapan pembelajaran berdiferensiasi?

Apa kabar Bapak/Ibu CGP semuanya? Semoga kebahagiaan dan kebaikan selalu

melingkupi hari-hari Anda. Apakah Anda menyadari bahwa Anda telah memasuki

sesi pembelajaran ke-6 dari 8 sesi pembelajaran di Modul Pembelajaran

Berdiferensiasi ini? Kami yakin, saat ini Anda sudah semakin tercerahkan namun

sekaligus juga mungkin semakin memiliki banyak pertanyaan. Tetaplah semangat

karena semua pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menjadi pemandu dalam

perjalanan Anda menuju pemahaman.

Dalam dua jam pelajaran ini, Anda akan memiliki kesempatan untuk melakukan

konferensi video untuk bertemu dengan instruktur modul ini. Silakan sampaikan

pertanyaan-pertanyaan yang masih Anda miliki terkait dengan pembelajaran

berdiferensiasi kepada fasilitator dan instruktur tersebut. Anda akan diberi ruang

untuk menyampaikan keraguan dan persepsi tentang potensi hambatan dalam

implementasi. Fasilitator Anda akan siap untuk memandu.

49

media
media

39

Namun, sebelum Anda melakukan sesi pertemuan dengan instruktur, kami meminta

Anda membaca artikel berikut ini:

7 Alasan Mengapa Pembelajaran Berdiferensiasi Dapat Berhasil

( Ini adalah terjemahan bebas dari artikel yang dipublikasikan melalui website
https://inservice.ascd.org/7-reasons-why-differentiated-instruction-works/)


Berbicara tentang Pembelajaran Berdiferensiasi (Diferentiated Instruction/ DI) harus
dimulai dengan pemahaman yang akurat tentang apa itu DI — dan apa itu yang bukan DI.
Anda mungkin terkejut mengetahui betapa mudahnya Pembelajaran Berdiferensiasi
dilakukan di kelas Anda.

1. Pembelajaran Berdiferensiasi adalah bersifat proaktif.

Dalam kelas, guru akan berasumsi bahwa murid yang berbeda memiliki kebutuhan yang
berbeda dan secara proaktif merencanakan pembelajaran yang menyediakan berbagai
cara untuk "mencapai" dan mengekspresikan pembelajaran. Guru mungkin masih perlu
menyempurnakan pembelajaran untuk beberapa murid, tetapi karena guru tahu beragam
kebutuhan muridnya di dalam kelas dan memilih opsi pembelajaran yang sesuai, maka
kemungkinan besar pengalaman belajar yang mereka rancang akan cocok untuk sebagian
besar murid. Diferensiasi yang efektif biasanya dirancang agar cukup kuat untuk
melibatkan dan menantang beragam murid di kelas.

2. Pembelajaran Berdiferensiasi lebih bersifat kualitatif daripada kuantitatif.
Banyak guru secara salah berasumsi bahwa mendiferensiasi pembelajaran berarti
memberi beberapa murid lebih banyak pekerjaan untuk dilakukan, dan yang lainnya lebih
sedikit. Misalnya, seorang guru memberikan murid, yang memiliki kemampuan membaca
yang lebih tinggi, tugas untuk membuat dua buah laporan buku, sementara murid yang
kemampuannya lebih rendah hanya satu laporan saja. Atau seorang murid yang kesulitan
dalam pelajaran matematika hanya diharuskan menyelesaikan tugas hitungan atau
operasi bilangan, sementara murid yang lebih tinggi kemampuan diminta menyelesaikan
tugas hitungan dan ditambah dengan soal-soal cerita.

Meskipun pendekatan diferensiasi seperti itu mungkin tampak masuk akal, namun yang
seperti itu biasanya tidak efektif. Membuat laporan tentang satu buku bisa saja tetap akan
dirasa sebagai tuntutan yang tinggi untuk murid yang memang kesulitan.

Seorang murid yang telah menunjukkan penguasaan satu keterampilan matematika akan
siap untuk mulai bekerja dengan keterampilan yang lebih sulit. Menyesuaikan jumlah
tugas biasanya akan kurang efektif daripada mengubah sifat tugas.

3. Pembelajaran Berdiferensiasi berakar pada penilaian.
Guru yang memahami bahwa pendekatan belajar mengajar harus sesuai dengan
kebutuhan murid, akan mencari setiap kesempatan untuk mengenal murid mereka dengan
lebih baik. Mereka melihat percakapan individu, diskusi kelas, pekerjaan murid, observasi,
dan penilaian formal sebagai cara untuk terus mendapatkan wawasan tentang apa yang
paling berhasil untuk setiap muridnya. Apa yang mereka pelajari akan menjadi katalis

50

media

40

untuk menyusun dan merancang pembelajaran dengan cara-cara yang membantu setiap
murid memaksimalkan potensi dan bakatnya.

Di dalam pembelajaran berdiferensiasi, penilaian tidak lagi didominasi sesuatu yang
terjadi pada akhir unit untuk menentukan "siapa yang mendapatkannya." Pra-penilaian
diagnostik secara rutin akan dilakukan saat unit dimulai. Di sepanjang unit pembelajaran,
guru menilai tingkat kesiapan, minat, dan pendekatan belajar yang digunakan murid dan
kemudian merancang pengalaman belajar berdasarkan pemahaman terbaru dan terbaik
tentang kebutuhan murid. Produk akhir, atau cara lain dari penilaian "akhir" atau sumatif,
akan mengambil berbagai bentuk, dengan tujuan untuk menemukan cara terbaik bagi
setiap murid untuk menunjukkan hasil belajarnya selama unit tersebut berlangsung.

4. Pembelajaran Berdiferensiasi menggunakan beberapa pendekatan terhadap
konten, proses, dan produk.

Di semua ruang kelas, guru berurusan dengan setidaknya tiga elemen kurikuler: (1)
konten — masukan, apa yang dipelajari murid; (2) proses — bagaimana murid berupaya
memahami ide dan informasi; dan (3) produk — keluaran, atau bagaimana murid
menunjukkan apa yang telah mereka pelajari.

Dengan membedakan ketiga elemen ini, guru menawarkan pendekatan berbeda terhadap
apa yang dipelajari murid, bagaimana mereka mempelajarinya, dan bagaimana mereka
menunjukkan apa yang telah mereka pelajari. Kesamaan dari pendekatan yang berbeda ini
adalah bahwa semuanya dibuat untuk mendorong pertumbuhan semua murid dalam
usaha mereka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan untuk memajukan
atau meningkatkan proses pembelajaran baik untuk kelas secara keseluruhan maupun
untuk murid secara individu.

5. Pembelajaran berdiferensiasi berpusat pada murid.
Pembelajaran berdiferensiasi beroperasi pada premis bahwa pengalaman belajar paling
efektif adalah ketika pembelajaran tersebut berhasil mengundang murid untuk terlibat,
relevan, dan menarik bagi murid. Akibat dari premis itu adalah bahwa semua murid tidak
akan selalu menemukan jalan yang sama untuk belajar yang sama mengundang, relevan,
dan menariknya. Lebih lanjut, pembelajaran berdiferensiasi mengakui bahwa
pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang akan datang harus dibangun di atas
pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman sebelumnya — dan bahwa tidak semua
murid memiliki fondasi belajar yang sama pada awal proses pembelajaran.
Para guru yang membedakan pengajaran di kelas-kelas yang memiliki keragaman secara
akademis berusaha untuk memberikan pengalaman belajar yang secara tepat menantang
untuk semua murid mereka. Guru-guru ini menyadari bahwa kadang-kadang tugas yang
tidak menantang bagi beberapa peserta didik bisa jadi sangat rumit bagi yang lain.

6. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan perpaduan dari pembelajaran seluruh
kelas, kelompok dan individual.
Ada waktu ketika pembelajaran seluruh kelas adalah pilihan yang efektif dan efisien. Ini
berguna untuk membangun pemahaman bersama, misalnya, dan memberikan
kesempatan untuk diskusi dan ulasan bersama yang dapat membangun rasa kebersamaan.
Pembelajaran berdiferensiasi ditandai oleh irama berulang dari melakukan persiapan

51

media
media

41

kelas, mengulas kembali, dan berbagi, yang kemudian diikuti oleh kesempatan untuk
eksplorasi individu atau kelompok kecil, ekstensi, dan produksi.

7. Pembelajaran berdiferensiasi bersifat "organik" dan dinamis.
Di ruang kelas yang berbeda, mengajar adalah sebuah evolusi. murid dan guru sama-sama
pembelajar. Guru mungkin tahu lebih banyak tentang materi pelajaran, namun mereka
juga terus belajar tentang bagaimana murid mereka belajar. Kolaborasi yang
berkelanjutan dengan murid diperlukan untuk memperbaiki peluang belajar agar efektif
untuk setiap murid. Guru memantau kecocokan antara kebutuhan murid dan proses
pembelajaran mereka serta membuat penyesuaian sebagaimana diperlukan.

Diadaptasi dari How to Differentiate Instruction in Academically Diverse Classrooms, 3rd
Edition, oleh Carol Ann Tomlinson, Alexandria, VA: ASCD. ©2017 oleh ASCD. Hak cipta
terdaftar.

Silakan akses tautan Zoom berikut di bawah ini pada hari dan tanggal yang

tercantum di LMS untuk bertemu dengan fasilitator Anda.

-------- Insert tautan Zoom------------------

Peran Instruktur

Dalam sesi ini peran instruktur sangatlah penting. Instruktur akan mencoba membantu

CGP mengelaborasi pemahamannya tentang penerapan pembelajaran berdiferensiasi.

Pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan oleh CGP tentunya akan bervariasi dan tidak

dapat diprediksi, karena akan sesuai dengan konteks yang dihadapi oleh masing-masing

CGP sendiri. Oleh karena itu, penting bagi instruktur untuk mempelajari berbagai konteks

latar belakang CGP sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.

Untuk memastikan diskusi juga berjalan ke arah yang ingin dicapai, instruktur juga perlu

menyiapkan pertanyaan pemantik untuk diskusi ini. Beberapa pertanyaan pemantik yang

dapat digunakan contohnya adalah di bawah ini, namun instruktur tentu dibebaskan

untuk mengembangkan pertanyaan sesuai dengan alur diskusi yang berjalan.

1.Sejauh ini, kesuksesan apa yang telah Anda lihat dalam implementasi pembelajaran

berdiferensiasi ini dalam kelas Anda?

2.Adakah keraguan yang Anda miliki terkait dengan implementasi pembelajaran

52

media

42

berdiferensiasi?

3.Tantangan terbesar apa yang Anda hadapi? Bagaimana Anda mengatasi tantangan

tersebut?

4.Jika Anda diberikan kesempatan mengulang pembelajaran tersebut dari awal, apa

yang akan Anda ubah? Apa yang akan Anda pertahankan? Mengapa?

5.Apa/ sumber apa yang Anda gunakan untuk melacak/mengetahui kemajuan murid

Anda?

6.Apa yang ditunjukkan oleh data hasil belajar murid Anda setelah penerapan

pembelajaran berdiferensiasi ini? Adakah temuan yang menarik?

7.Jika Anda mengalami kesulitan dalam implementasi, sistem pendukung apa yang

dapat Anda akses?

8.Strategi diferensiasi apa sajakah yang telah Anda terapkan? Manakah yang saat ini

telah nyaman Anda implementasikan?

9.Dan sebagainya.

53

media
media

43

PEMBELAJARAN 7 - Koneksi Antarmateri

Kutipan untuk hari ini

“Semua pengetahuan terhubung ke semua pengetahuan lainnya. Yang

menyenangkan adalah membuat koneksinya.” (Arthur Aufderheide)

Durasi: 2 JP

Moda: Penugasan Mandiri secara asinkron

Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP menunjukkan pengetahuan dan keterampilan

yang meningkat dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi.

Pertanyaan Pemantik untuk sesi pembelajaran ke-7

1.Apakah saya mengubah pemikiran saya sebagai akibat dari apa telah saya

pelajari?

2.Bagaimana

perubahan

pemikiran

tersebut

berkontribusi

terhadap

pemahaman saya tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi?

Selamat datang kembali Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak dalam rangkaian sesi

pembelajaran Modul Pembelajaran Berdiferensiasi. Kali ini Anda telah memasuki

sesi pembelajaran kedelapan. Kami yakin, implementasi dalam konteks nyata serta

diskusi dan konsultasi yang telah Anda lakukan pada pembelajaran sebelumnya

telah mengaktifkan sinaps-sinaps di otak Anda sehingga semakin banyak koneksi

yang Anda buat.

Kali ini, Anda akan diberikan tantangan yang memungkinkan Anda untuk tidak saja

mereview kembali apa yang telah Anda pelajari, namun juga membuat koneksi

diantara materi-materi tersebut dalam cara yang paling bermakna untuk Anda. Yang

menyenangkan adalah, Anda juga diperbolehkan untuk memilih caranya!

Tugas untuk Pembelajaran ke-7:

1.Membuat Kesimpulan

-Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran

berdiferensiasi dan bagaimana hal ini dapat dilakukan di kelas.

-Jelaskan bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi

kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang

54

media

44

optimal.Jelaskan pula bagaimana Anda melihat kaitan antara materi dalam

modul ini dengan modul lain di Program Pendidikan Guru Penggerak.

-Tuangkah kesimpulan yang Anda buat tersebut dengan menggunakan cara

atau media yang dapat Anda pilih sendiri. Anda dapat memilih menulis

artikel, membuat infografik, vlogging (video blogging), dsb.

-Unggahlah hasil kerja Anda tersebut di LMS dengan menekan tombol berikut.

2.Membuat Rancangan Tindakan

Setelah melihat keterkaitan antara berbagai materi, Anda tentu memiliki

perspektif yang lebih luas yang dapat memperkaya Anda dalam membuat

perubahan di kelas atau sekolah. Pada tahapan pembelajaran setelah ini,

Anda akan diminta melakukan Aksi Nyata dengan berbagi pengetahuan Anda

kepada guru-guru lain yang ada di sekitar Anda.

Anda diharapkan dapat mendemonstrasikan pemahaman dan keterampilan

yang telah Anda kembangkan di sepanjang sesi modul pembelajaran

berdiferensiasi ini

Tugas Anda di tahapan yang selanjutnya nanti akan diberikan dengan model

yang langkah-langkahnya disingkat dengan GRASPS. Sebagai informasi,

GRASPS Model ini diperkenalkan oleh Wiggins & McTighe (2006) sebagai

kerangka untuk membantu guru memberikan tugas penilaian yang otentik.

Penilaian otentik adalah penilaian yang berbasiskan atau mensimulasikan

problem atau masalah-masalah sebenarnya di dunia nyata. Penilaian ini

melibatkan murid mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang

telah mereka pelajari untuk memecahkan problem/masalah sebenarnya

atau masalah yang disimulasikan dari sebuah realita yang terjadi dalam

kehidupan nyata. Wiggins dan McTighe (2005) berpendapat bahwa

‘problem atau masalah’ memberikan bukti atas "pemahaman yang

sesungguhnya (genuine understanding)" .

GRASPS adalah akronim untuk:

Goal (Sasaran) - Pernyataan tentang masalah atau tantangan yang harus

diselesaikan.

55

media
media

45

Role (Peran) - menjelaskan peran apa yang diemban murid dan apa yang

diminta untuk dilakukan oleh murid.

Audience (Audiens) - untuk siapa para murid memecahkan masalah yang

telah dinyatakan tersebut. Siapa yang harus mereka yakinkan tentang solusi

dan kemungkinan keberhasilan solusi mereka untuk masalah tersebut.

(audiens di sini tidak terbatas hanya pada guru, namun dapat disimulasikan

seperti dalam kehidupan nyata).

Situation (Situasi) - menjelaskan konteks situasi dan faktor-faktor lain yang

mungkin saja dapat menghambat penyelesaian masalah.

Product (Produk) atau Performance (kinerja) - menjelaskan produk atau

kinerja yang perlu dibuat.

Standard (Standar) dan Kriteria kesuksesan - standar yang harus dipenuhi

dan bagaimana pekerjaan akan dinilai oleh audiens.

Berdasarkan model GRASPS di atas, berikut ini adalah deskripsi tugas

sumatif yang harus Anda lakukan di tahapan berikutnya nanti. (Perhatikan

pengkodean

warna

yang

kami

buat

untuk

memudahkan

Anda

mengidentifikasi Model GRASPS dalam deskripsi tugas ini.)

Kepala Dinas Pendidikan di kota Anda ingin guru-guru di daerahnya dapat

memahami pentingnya pembelajaran berdiferensiasi. Menurut beliau,

Pembelajaran berdiferensiasi adalah salah satu strategi yang dapat dilakukan

oleh guru untuk memenuhi kebutuhan belajar murid yang berbeda-beda.

Sayangnya, saat ini masih banyak guru yang belum memahami bagaimana

cara mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi ini di kelas. Sebagai

guru penggerak Anda diminta untuk mengajarkan rekan-rekan guru di

sekolah

Anda

tentang

konsep

pembelajaran

berdiferensiasi,

mengimplementasikannya,

dan

kemudian

mendokumentasikannya.

Dokumentasi dapat disampaikan dalam moda yang dapat Anda pilih sendiri.

Bisa dalam bentuk PPT, Proposal kegiatan, infografik, dan sebagainya. Di

dalam dokumentasi tersebut, Anda harus:

56

media

46

1.Melampirkan rencana kegiatan berbagi pengetahuan yang telah Anda buat

berdasarkan analisis kebutuhan belajar. Pastikan rencana yang Anda buat

secara jelas menunjukkan bahwa Anda memahami konsep pembelajaran

berdiferensiasi.

2.Memasukkan bukti bahwa Anda memodelkan penggunaan strategi

pembelajaran berdiferensiasi saat Anda mengajarkannya kepada rekan-rekan

Anda.

3.Melampirkan foto saat implementasi.

4.Melampirkan refleksi yang juga mencakup bagaimana Anda akan mengukur

kesuksesan dari implementasi pembelajaran berdiferensiasi tersebut.

Untuk mempersiapkan tugas yang akan Anda lakukan nanti, maka Anda

diharapkan untuk membuat sebuah rancangan tindakan sederhana dengan

mengisi bagan berikut:

Rancangan Tindakan Aksi Nyata

Judul Modul: Pembelajaran Berdiferensiasi
Nama Peserta:
Target sasaran:

Alasan pemilihan target:

Waktu pelaksanaan:

Langkah-langkah Persiapan yang harus dilakukan sebelum
pelaksanaan:

Dukungan yang diperlukan:

Peran Fasilitator:

Fasilitator perlu memastikan semua CGP melakukan dan mengunggah

pekerjaannya dengan tepat waktu.

Fasilitator harus memberikan umpan balik terhadap Rancangan Tindakan Aksi

Nyata yang dibuat oleh CGP.

57

media
media

47

PEMBELAJARAN 8 - Aksi Nyata

Kutipan untuk hari ini

“Hanya ada satu bukti dari kemampuan — tindakan.” (Marie Ebner-

Eschenbach)

Durasi: 2JP

Moda: Penugasan Mandiri

Tujuan Pembelajaran Khusus: Dengan menggunakan pengetahuan dan

keterampilan yang telah CGP pelajari selama mempelajari modul ini, CGP dapat

membuat rencana, mengimplementasikan dan melakukan refleksi pembelajaran

berdiferensiasi dan kemudian mendokumentasikannya dalam moda yang dapat

dipilih sendiri.

Selamat Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak!

Akhirnya Anda telah tiba di sesi pembelajaran terakhir dari Modul Pembelajaran

Berdiferensiasi ini. Sekarang saatnya Anda melakukan aksi nyata. Ingat, belajar

hanya akan bermakna jika Anda dapat menggunakannya untuk memecahkan

permasalahan Anda.

Anda memiliki durasi empat (4) minggu untuk menjalankan rancangan aksi nyata

yang telah Anda buat tersebut. Selama menjalankan Aksi Nyata, pastikan Anda

mengacu kepada standar yang telah dideskripsikan dalam GRASPS di atas (yang di

highlight warna kuning).

Semua dokumentasi yang terkait dengan pelaksanaan aksi nyata Anda akan menjadi

bagian dari portfolio Paket Modul 2, yang akan Anda kumpulkan di akhir

pelaksanaan Paket Modul 2.

Sebagai informasi, untuk portfolio yang akan Anda buat nanti, Anda akan diminta

membuat sebuah artikel yang ditulis dengan gaya masing-masing CGP namun harus

mengandung keempat komponen dalam kerangka 4P (4F), yaitu:

58

media

48

Komponen

Penjelasan

Peristiwa (facts) Deskripsi singkat untuk ketiga Aksi Nyata yang sudah

dilakukan, meliputi:

latar belakang tentang situasi yang dihadapi

yang dilakukan pada ketiga Aksi Nyata, berikut

alasan mengapa melakukan aksi tersebut

hasil dari ketiga Aksi Nyata yang dilakukan

Setiap Aksi Nyata diceritakan dalam ±100 kata dan

dilengkapi 2-3 foto.

Perasaan (feelings) Perasaan ketika atau setelah menjalankan ketiga

Aksi Nyata

Pembelajaran

(findings)

Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan

keseluruhan aksi (baik dari kegagalan maupun

keberhasilan)

Penerapan ke depan

(future)

Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa

mendatang

Peran fasilitator:

1.Memotivasi CGP untuk melakukan Aksi Nyata.

2.Memberikan informasi yang jelas tentang tugas akhir yang harus

diselesaikan oleh CGP.

3.Memastikan CGP menyelesaikan tugas pada waktu yang telah ditentukan.

59

media
media

49

Surat Penutup

Selamat!

Anda telah menyelesaikan rangkaian sesi pembelajaran untuk Modul “Pembelajaran

Berdiferensiasi”. Kami berharap Anda mendapatkan pengetahuan dan keterampilan

yang diperlukan untuk mulai menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas

Anda dan mendapatkan kepercayaan diri serta keyakinan bahwa Anda mampu

melakukannya.

Seperti yang sebelumnya telah berkali-kali kami sampaikan, belajar hanya akan

bermakna jika Anda dapat menerapkannya dalam konteks pemecahan masalah

yang Anda hadapi sehari-hari. Oleh karena itu, langkah awal yang Anda ambil akan

menjadi sangat penting. Mulailah dengan langkah kecil, sedikit demi sedikit.

Bersiaplah untuk kesalahan dan ketidaknyamanan yang mungkin terjadi, namun

bertahanlah dan segera lakukanlah refleksi. Kesalahan yang Anda buat seharusnya

dapat meningkatkan keterampilan Anda dalam memecahkan masalah. Riset

membuktikan bahwa belajar dari kesalahan memiliki potensi untuk meningkatkan

keterampilan metakognisi Anda dan efikasi diri Anda, karena Anda akan merasa

memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah dan menyelesaikan pekerjaan

Anda dengan baik. Jadi, tetaplah semangat!

Kami juga berharap, Anda tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan

selama sesi pembelajaran modul ini. Interaksi Anda dengan fasilitator dan para

calon guru penggerak lainnya saat berdiskusi dan bekerja kelompok semoga juga

memberikan Anda kesempatan untuk memperluas jejaring kolegial Anda. Kami

berharap jejaring ini nantinya dapat menjadi sistem pendukung untuk Anda dalam

perjalanan Anda sebagai guru penggerak nantinya.

Atas nama penulis modul dan para fasilitator, kami mohon maaf jika Anda kesalahan

yang secara tidak sengaja kami lakukan, baik dalam proses penulisan maupun saat

proses pembelajaran modul ini.

Salam!

60

media

50

Sumber Belajar yang terkait dengan modul ini

1.Video:

-Video 5 Aspek Kunci Pembelajaran Berdiferensiasi

-3 ruang lingkup pembelajaran berdiferensiasi

-Contoh pembelajaran berdiferensiasi konten, proses, dan produk

2.Tautan:

-https://www.readingrockets.org/article/what-differentiated-

instruction

-Contoh Rencana Pembelajaran Berdiferensiasi (RPP)

-Rubrik penilaian RPP

3.Buku Sumber

Buku Sumber Pembelajaran Berdiferensiasi

61

media
media

51

Daftar Pustaka

Bao, J. (2010). Teaching and Learning Strategies for Differentiated Instruction in the

Language Classroom. [Online]. Tersedia: http://steinhardt.nyu.edu/teachlearn

/dclt/Summer_Institute_2010.

Tomlinson, C. A. (2000). Differentiation of Instruction in the Elementary Grades. ERIC

Digest. ERIC Clearinghouse on Elementary and Early Childhood Education.

Tomlinson, C. A. (2001). How to Differentiated instruction in mixed-ability classrooms

2nd Ed). Alexandria, VA: ASCD.

Tomlinson, C.A. (2014) The Differentiated Classroom Responding to the Needs Of All

Learners. 2nd Edition. Alexandria, VA: ASCD

Wiggins, G. P., & McTighe, J. (2005). Understanding by design (2nd edition). Upper

Saddle River, NJ: Pearson Education, Inc. Print.

Joseph, S., Thomas, M., Simonette, G., & Ramsook, L. (2013). The Impact of

Differentiated Instruction in a Teacher Education Setting: Successes and

Challenges. International Journal of Higher Education, v2 n3 p28-40 2013.

Trinidad and Tobago

Hockett, J. A. (2018). Differentiation Strategies and Examples: Grades 6-12. Tennessee

Department of Education. Alexandria, VA: ASCD

62

media

52

Daftar Lampiran

Lampiran 1 Tugas 1 Survey pembelajaran berdiferensiasi

Tugas 1 Survey Pembelajaran Berdiferensiasi

Salam semangat Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak! Selamat datang di
pembelajaran 1. Sebelum kita memulai seluruh rangkaian Pembelajaran
Berdiferensiasi, silakan jawab beberapa pertanyaan di bawah ini!

Bagian 1:

1.Nama Anda
2.Asal Sekolah Anda
3.Ceritakan pengalaman Anda yang paling berkesan pada saat Anda

melakukan proses pembelajaran di dalam kelas dengan murid yang
beragam!

4.Apa yang telah Anda ketahui tentang pembelajaran berdiferensiasi?
5.Apa yang ingin Anda ketahui lebih lanjut tentang pembelajaran

berdiferensiasi?

Bagian 2: Terdapat Video sekolah binatang

1.Setelah menyaksikan video di atas, menurut Anda bagaimana seharusnya

pembelajaran itu dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi? (terutama untuk
memenuhi kebutuhan belajar murid).

63

media
media

53

Lampiran 2 Respon untuk tugas 2

Respon Tugas 2

Bacalah ilustrasi kelas berikut ini, kemudian jawablah pertanyaan di bawah
ini.

Ibu Nur adalah guru kelas 3 SD dengan jumlah murid sebanyak 32 murid. Diantara
32 murid di kelasnya tersebut, Bu Nur memperhatikan bahwa 3 murid selalu selesai
lebih dahulu saat diberikan tugas menyelesaikan soal-soal perkalian. Karena dia
tidak ingin ketiga anak ini tidak ada pekerjaan dan malah mengganggu murid
lainnya, akhirnya ia berinisiatif untuk menyiapkan lembar kerja tambahan untuk 3
anak tersebut. Jadi jika anak-anak lain mengerjakan 15 soal perkalian, maka untuk
3 anak tersebut, Bu Nur menyiapkan 25 soal perkalian.

1.Menurut Anda, apakah strategi yang dilakukan oleh Ibu Nur tepat? Jika ya

mengapa?, jika tidak mengapa?

2.Jika Anda adalah bu Nur, apakah yang akan Anda lakukan? Jelaskanlah

mengapa Anda melakukan hal tersebut.

3.Nama Anda
4.Asal Sekolah Anda

64

media

54

Lampiran 3 Contoh Diagram Frayer

65

media
media

55

Lampiran 4 Contoh RPP yang memuat Pembelajaran Berdiferensiasi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

JARAK JAUH (DARING)

Satuan Pendidikan :

Kelas / Semester

: 1 / 2 (genap)

Tema

: Benda, Hewan dan Tanaman di Sekitarku (Tema 7)

Sub Tema

: Tanaman di Sekitarku (Sub Tema 3)

Muatan Terpadu

: Bahasa Indonesia, PPKn, SBdP

Pembelajaran ke

: 1

A.TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Melalui teks percakapan, murid dapat menyebutkan aturan merawat
tanaman di rumah dengan baik.

2. Setelah membaca cerita merawat tanaman, murid dapat menulis aturan
merawat tanaman di rumah.

B.SUMBER BELAJAR

1. Aplikasi Zoom atau Whatsapp

2. Buku panduan pegangan guru tematik kurikulum 2013 kelas 1 tema 7

3. Buku murid tematik 2013 kelas 1 tema 7

66

media

56

C.KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Pendahuluan

Guru memulai dengan kegiatan rutin membuka kelas

(salam, berdoa, dsb) dan memberikan pesan-pesan
harian menggunakan platform daring yang dipilih.

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin

dicapai.

67

media
media

57

Kegiatan Inti

Minta murid untuk:

1.Mengamati tanaman yang ada disekitar rumah mereka.
2.Membuat pertanyaan bebas yang terkait dengan

bagaimana perawatan tanaman tersebut hingga dapat
tumbuh subur

3.Mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan

orang tua atau kakak mereka untuk mendapatkan
jawaban atas pertanyaan mereka tersebut.

4.Membaca cerita singkat tentang perawatan tanaman di

hadapan orang tua atau orang dewasa lain yang ada di
rumah.

* Untuk murid yang belum bisa menulis dengan lancar guru
akan melakukan bimbingan individual atau meminta orang tua
membantu melatih murid tersebut membuat kalimat
sederhana. Guru akan membagikan beberapa strategi yang
dapat diterapkan oleh orang tua di rumah. (Guru melakukan
diferensiasi proses)

Sebagai produk pembelajaran, murid kemudian diminta untuk
menyebutkan aturan merawat tanaman yang telah mereka
ketahui melalui berbagai cara. (Guru melakukan diferensiasi
produk berdasarkan kesiapan/readiness)

Murid yang sudah bisa menulis akan menjelaskan dalam

bentuk tulisan.

Murid yang belum bisa menulis dengan lancar, boleh

menjelaskan dalam bentuk gambar yang dibubuhi
dengan satu atau dua kata dan kemudian
menjelaskannya secara lisan.

Murid dapat mengirimkan pekerjaan kepada guru

melalui aplikasi WA. Pekerjaan tertulis murid dapat di
foto, dan penjelasan lisan dapat direkam melalui fungsi
rekaman suara atau video.

Kegiatan
Penutup

Guru memberikan umpan balik kepada murid.
Guru menutup pembelajaran sesuai dengan prosedur

rutin (salam, terimakasih, doa, dsb).

68

media

58

D.PENILAIAN

Sikap : Observasi terhadap sikap komitmen murid dalam
menyerahkan atau mengirimkan tugas.

Pengetahuan

: Menunjukkan pengetahuan tentang cara merawat

tanaman

Keterampilan : Mendemonstrasikan keterampilan
menulis kata atau kalimat sederhana.

Strategi dan Alat Penilaian:

Penilaian Sikap

Strategi: Observasi
Alat: Catatan Anekdot

Nama
murid

Tanggal/

Catatan
sikap

Tanggal/

Catatan
sikap

Tanggal/

Catatan
sikap

Tanggal/

Catatan
sikap

Tanggal/

Catatan
sikap

Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan

Strategi: Unjuk kerja
Alat: Checklist

69

media
media

59

Contoh Penilaian Ranah Pengetahuan dan Keterampilan

Indikator

Checklist

Catatan

Pengetahuan

Tercapai

Berkembang

Baru
mulai
terlihat

Menunjukkan pengetahuan

tentang cara merawat

tanaman

Keterampilan Menulis

Tercapai

Berkembang

Baru
mulai
terlihat

Catatan

tambahan

terkait

diferensiasi

Struktur kalimat

Kosakata

Kreativitas

Penulis :

Asal Sekolah

:

Lampiran 5 Tugas Kelompok 1 (TK)

Bersama kelompok Anda, buatlah sebuah rencana pembelajaran untuk salah satu
mata pelajaran.

Rencana pembelajaran tersebut dapat dibuat berdasarkan konteks atau kasus nyata
yang terjadi di kelas salah satu anggota kelompok Anda atau dapat juga
menggunakan contoh kasus di bawah ini sebagai dasarnya. Rencana pembelajaran
yang dibuat harus mengimplementasikan salah satu strategi pembelajaran
berdiferensiasi.

70

media

60

Contoh Kasus

Ibu Anik adalah guru TK B dengan murid sebanyak 12 orang. Minggu depan, Ibu
Anik ingin murid-muridnya mengeksplorasi tentang warna. Ia ingin murid-murid
menyelidiki apa yang akan terjadi jika warna-warna dicampur. Saat melakukan
pemetaan kebutuhan belajar, Ibu Anik mengidentifikasi kondisi seperti di bawah
ini:

Sebagian besar murid-muridnya sudah dapat mengikuti instruksi yang

terdiri dari dua langkah.

4 orang muridnya dapat mengikuti instruksi lebih dari dua langkah dengan

cepat dan mandiri.

2 orang muridnya masih belum dapat mengikuti instruksi dengan baik.

Mereka masih sering melakukan sesuatu yang melenceng dari instruksi yang
diberikan, sehingga perlu diberikan instruksi satu demi satu, selangkah demi
selangkah.

Rancanglah sebuah pembelajaran yang mengakomodasi profil belajar murid seperti
yang dideskripsikan di atas!

Lampiran 6 Tugas Kelompok 2 (SD)

Bersama kelompok Anda, buatlah sebuah rencana pembelajaran untuk salah satu
sub tema atau topik pelajaran yang dapat Anda pilih sendiri.

Rencana pembelajaran tersebut dapat dibuat berdasarkan konteks atau kasus nyata
yang terjadi di kelas salah satu anggota kelompok Anda atau dapat juga
menggunakan contoh kasus di bawah ini sebagai dasarnya. Rencana pembelajaran
yang dibuat harus mengimplementasikan salah satu strategi pembelajaran
berdiferensiasi.

Contoh Kasus

Pak Anto mengajar di kelas 1 Sekolah Dasar dengan jumlah murid 32 orang. Murid
- murid di kelas Pak Anto tentunya memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Pak
Anto menemukan ada 6 murid yang belum mampu membaca dan menulis, serta
terdapat 2 anak berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan penglihatan
sedang.

71

media
media

61

Salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai oleh murid di kelasnya berbunyi:

Murid dapat menyampaikan penjelasan (berupa gambar dan tulisan) tentang
anggota tubuh dan panca indera serta perawatannya menggunakan kosakata Bahasa
Indonesia dengan bantuan bahasa daerah secara lisan dan/atau tulis.

Jika Bapak dan Ibu menjadi Pak Anto, maka pembelajaran seperti Apa yang akan
dirancang untuk memenuhi kebutuhan murid di kelas tersebut? Silakan buat
perangkat pembelajaran dengan tujuan pembelajaran yang ditujukan untuk
membantu murid mencapai kompetensi dasar di atas!

Lampiran 7 Tugas Kelompok 3 (SMA)

Bersama kelompok Anda, buatlah sebuah rencana pembelajaran untuk salah satu
mata pelajaran.

Rencana pembelajaran tersebut dapat dibuat berdasarkan konteks atau kasus nyata
yang terjadi di kelas salah satu anggota kelompok Anda atau dapat juga
menggunakan contoh kasus di bawah ini sebagai dasarnya. Rencana pembelajaran
yang dibuat harus mengimplementasikan salah satu strategi pembelajaran
berdiferensiasi.

Contoh Kasus

Pak Aditya adalah seorang guru bidang studi Sosiologi di Kelas 10. Salah satu
Kompetensi Dasar yang harus dikuasai oleh muridnya adalah sebagai berikut:

Melakukan penelitian sosial yang sederhana untuk mengenali ragam gejala sosial dan
hubungan sosial di masyarakat.

Setelah mendiskusikan dengan murid-muridnya, ia menemukan bahwa mereka
memiliki ketertarikan yang berbeda. Ada yang tertarik pada isu budaya, ekonomi,
lingkungan dan psikologis. Jika Anda adalah Pak Aditya, pendekatan apa yang akan
Anda lakukan untuk mendiferensiasi pembelajaran sehingga murid semangat dan
memiliki keterlibatan penuh dalam pembelajaran.

72

media

62

Lampiran 8 Rubrik Penilaian RPP

Rubrik RPP

Aspek

Nilai 4

Nilai 3

Nilai 2

Nilai 1

Tujuan

Pembelajaran

Tujuan pembelajaran
dideskripsikan dengan
jelas dengan kalimat
lengkap, dan
mengandung
keterangan tentang
ABCD (Audience,
Behavior, Condition,
Degree)*

Tujuan pembelajaran
dideskripsikan dengan
jelas dengan kalimat
lengkap, namun hanya
mengandung dua dari
elemen ABCD (Audience,
Behavior, Condition,
Degree)* seutuhnya.

Tujuan
pembelajaran sudah
dideskripsikan
namun kata kerja
yang digunakan
masih kurang
spesifik dan tidak
dapat terukur.

Tujuan
pembelajaran tidak
dideskripsikan
dalam RPP.

Kegiatan

Pembelajaran

Berhubungan
langsung dengan
tujuan
pembelajaran.

Mendeskripsikan
pengetahuan dan
keterampilan yang
akan
dikembangkan.

Mempertimbangka
n kebutuhan
belajar murid.

Berhubungan
langsung dengan
tujuan
pembelajaran.

Mendeskripsikan
pengetahuan dan
keterampilan yang
akan
dikembangkan.

Mempertimbangkan
kebutuhan belajar
murid. Namun
belum jelas

Berhubungan
langsung
dengan tujuan
pembelajaran

Hanya
mendeskripsika
n pengetahuan
atau
keterampilan
yang akan
dikembangkan

Tidak
mempertimban
gkan kebutuhan
belajar murid.

Berhubungan
langsung
dengan tujuan
pembelajaran

Tidak
mendeskripsika
n pengetahuan
atau
keterampilan
yang akan
dikembangkan

Tidak
mempertimbang
kan kebutuhan
belajar murid.

Penilaian

Pembelajaran

Mendeskripsik
an strategi dan
alat penilaian
yang akan
digunakan,
lengkap
dengan
instrumennya.

Penilaian yang
dilakukan
mencakup
penilaian
pengetahuan,
keterampilan
dan sikap.

Mendeskripsikan
strategi dan alat
penilaian yang akan
digunakan, lengkap
dengan
instrumennya.

Penilaian yang
dilakukan belum
mencakup penilaian
pengetahuan,
keterampilan dan
sikap.

Mendeskripsika
n strategi dan
alat penilaian
yang akan
digunakan,
dengan
instrumen yang
kurang jelas.

Penilaian yang
dilakukan
belum
mencakup
penilaian
pengetahuan,
keterampilan

Mendeskripsika
n strategi dan
alat penilaian
yang akan
digunakan, tidak
dengan
instrumennya.

Penilaian yang
dilakukan tidak
mencakup
penilaian
pengetahuan,
keterampilan
dan sikap.

73

media
media

63

dan sikap
seluruhnya.

*Keterangan:

Proses penulisan tujuan pembelajaran dapat disederhanakan dengan mengikuti
pendekatan ABCD. Dengan menggunakan pendekatan ini, Anda akan dapat
menciptakan tujuan yang jelas dan efektif.

A- Audience (Audiensi): Tentukan siapa yang akan mencapai tujuan.

B-Behavior (Perilaku): Gunakan kata kerja tindakan (taksonomi Bloom) untuk
menulis perilaku yang dapat diamati dan diukur yang menunjukkan penguasaan
tujuan.

C- Condition (Kondisi): Jika ada, nyatakan kondisi di mana perilaku harus
dilakukan. (Pilihan)

D-Degree (Kriteria kinerja): Jika mungkin, nyatakan kriteria untuk kinerja,
kecepatan, ketepatan, kualitas yang dapat diterima, dll. (Opsional)

Contoh: Dengan menggunakan media yang dipilihnya sendiri, murid dapat
menyebutkan ciri-ciri makhluk hidup minimal 4.

74

media

64

Profil Penulis Modul

Modul ini ditulis dan dikembangkan oleh:
1.Oscarina Dewi Kusuma, adalah seorang Ibu dengan 2 anak yang meraih gelar

S1 dari jurusan Teknologi Pendidikan IKIP Negeri Jakarta. Dewi adalah seorang
praktisi pendidikan yang gemar belajar. Keinginannya untuk terus belajar
inilah yang menarik minatnya untuk mengambil program Advance Certificate
for Teaching and Learning di Foundation for Excellence in Education (FEE). Dewi
juga memegang Certificate IV untuk Life Education Skills. Dewi kemudian
menamatkan pendidikan S2-nya di Universitas Kristen Indonesia dan
mendapatkan

gelar

magister

Pendidikan

pada

jurusan

Administrasi/Manajemen Pendidikan.

Dewi telah mengikuti berbagai pelatihan kepemimpinan, mengajar dan
pembelajaran, coaching, dan perlindungan anak, baik di Indonesia maupun
negara-negara lain, yang semuanya berkontribusi pada semakin kuatnya
keyakinan dirinya pada prinsip bahwa pendidikan seyogyanya haruslah
memerdekakan dan membahagiakan. Dewi saat ini bekerja sebagai salah satu
kepala sekolah TK dan SD di Global Jaya School, sebuah sekolah yang
terotorisasi oleh International Baccalaureate (IB) di Bintaro Jaya Tangerang
Selatan. Selain berperan sebagai kepala sekolah, Dewi juga kerap menjadi
pembicara atau pelatih di berbagai kegiatan pelatihan guru di berbagai daerah
di Indonesia. Dewi juga pernah berperan sebagai salah satu session observer
yang bertugas untuk memberikan masukan tentang kualitas penyampaian
workshop-workshop yang diselenggarakan oleh IB di Asia Pasifik. Dewi
termasuk salah satu pengembang Modul Pengembangan Karakter Berbasis
Budaya Jawa Barat untuk Kepala Sekolah dalam Program Jabar Masagi dan ikut
terlibat sebagai salah satu anggota tim Ad-Hoc dalam penyusunan instrumen
Akreditasi Satuan Pendidikan Tahun 2020 di Badan Akreditasi Nasional.

Saat ini, Dewi juga menjadi salah satu pengurus inti di Perkumpulan Sekolah
SPK di Indonesia, sebuah asosiasi yang anggotanya adalah sekolah-sekolah SPK
di Indonesia. Meskipun sibuk mengemban tugas profesionalnya, Dewi tetap
menekuni hobi memasak di waktu senggangnya dan saat ini sedang melatih dan
membiasakan dirinya sendiri untuk menerapkan praktek berkesadaran penuh
(mindfulness) di segenap aktivitas kesehariannya. Dewi dapat dihubungi di
alamat email oscarinadewik@gmail.com atau melalui FB di Dewikusuma atau
melalui IG di dewidharmakusuma.

75

media
media

65

2.Siti Luthfah M.Pd. Ia merupakan lulusan dari program Pendidikan Matematika

di Sampoerna University. Kecintaannya terhadap anak-anak berkebutuhan
khusus membuat dirinya mantap untuk menyelesaikan studinya pada program
magister di Jurusan Pendidikan Khusus, Universitas Pendidikan Indonesia
Bandung pada tahun 2019 silam. Program Pengembangan Implementasi
Pendidikan

Inklusif

menjadi

bahasan

menarik

dalam

tesis

yang

mengantarkannya menjadi Magister Pendidikan dalam bidang Pendidikan
Khusus, mengikuti beberapa konferensi internasional, dan menjadi praktisi
pendidikan khusus.

Siluth adalah seorang ibu dengan 1 anak yang waktunya full diberikan untuk
menemani sang anak tumbuh dan berkembang. Selaras dengan itu, saat ini, ia
sedang mengembangkan @RumahAirakaz sebagai tempat untuk anak-anak
bermain sambil mengembangkan potensi yang dimiliki, tempat dimana anak-anak
berkebutuhan khusus mendapatkan program pengoptimalan potensi, dan tempat
mengembangkan media bermain yang dapat menstimulasi pengoptimalan
perkembangan anak. Ia sangat sepakat bahwa pendidikan adalah hak setiap anak di
Indonesia tak terkecuali bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Pandangan itulah
yang membuat Ia selalu bersemangat untuk berbuat sesuatu untuk bidang
pendidikan di Indonesia, terkhusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Di sela-sela waktunya, Siluth, panggilan akrabnya, terbiasa menghabiskan waktu
untuk bercocok tanam di halaman rumah dan sedang mengembangkan
@kebunairakaz. Selain itu juga Siluth bersama suami memiliki kesenangan yang
sama, yaitu travelling sambil membuat project-project kecil yang berhubungan
dengan pendidikan, seperti Kelas Inspirasi sukabumi dan kaimana papua barat,
buku untuk Halmahera Selatan, buku untuk Merauke. Siluth dapat dihubungi di
alamat email sitiluthfah@gmail.com atau melalui FB di Siti luthfah atau melalui IG
@siluth.

76

media

66

media

1

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 76

SLIDE