Klasifikasi Emile Durkeim
Solidaritas mekanik
Ini terjadi dalam kehidupan masyarakat yang ditandai dengan ciri masyarakat sederhana, belum mengenal pembagian kerja, semua anggota kelompok diikat oleh kesadaran kolektif, dan sanksi terhadap pelanggaran bersifat represif atau hukuman pidana.
Solidaritas Organik
Ini merupakan sifat ketergantungan antar anggota karena adanya sistem pembagian kerja yang teratur dan keterikatan solidaritas masyarakat yang bersifat kompleks. Sanksi terhadap pelanggaran bersifat restitutif atau membayar ganti rugi kepada yang dirugikan.
Klasifikasi Ferdinand Tonnies
Gemeinschaft atau paguyuban
Ini adalah hubungan yang dilakukan baik antar individu maupun antar kelompok yang memiliki ikatan kuat, dan mengikat akibat adanya ikatan darah, ideologi maupun kesamaan daerah asal. Ikatan darah atau ikatan kekerabatan adalah ikatan paling kuat karena didasarkan pada ikatan darah yang tidak terputus.
Sementara itu, ikatan berdasarkan tempat atau kesamaan asal adalah ikatan yang bersifat temporer dan dapat menipis ketika telah berada cukup jauh dan cukup lama dari tempat tinggal asal. Ikatan yang paling lemah dan dapat terputus ketika terjadi perubahan visi adalah ikatan dari ideology atau kesamaan pandangan.
Gesellchaft atau patembayan
Ini adalah suatu kelompok sosial yang terbentuk sebagai akibat adanya kepentingan bersama. Umumnya, merupakan ikatan untuk jangka waktu yang pendek, bersifat formal, mekanis, ibarat kerja mesin. Contohnya adalah hubungan dalam dunia instri atau organisasi.
Klasifikasi Charles H. Cooley dan Ellsworth Farris
Kelompok primer
Ini merupakan hubungan yang terjalin karena keakraban atau interaksi yang bersifat intensif. Kelompok ini ditandai dengan pergaulan, kerjasama dan tatap muka yang intim. Contohnya; keluarga, teman bermain masa kecil dan rukun warga.
Kelompok sekunder
Ini merupakan hubungan timbal balik karena adanya kepentingan bersama. Dimana ditandai dengan bersifat formal, tidak pribadi, dan berciri kelembagaan. Contohnya; koperasi dan partai politik.
Klasifikasi W. G. Sumner
In-Group (kelompok dalam)
Pada umumnya ini didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompoknya. Kelompok dalam muncul ketika para anggota suatu kelompok merasa bahwa mereka mempunyai suatu tujuan dan cita-cita yang sama, menaati norma-norma yang sama dan nasib yang sama.
Out-group (kelompok luar)
Ini merupakan antagonis dan antipasti. Pada umumnya out-group menerapkan sikap etnosentrisme yang menjadi dasar kelompok dalam bersikap atau menilai orang lain.
Klasifikasi Soerjono Soerkanto
Menurut Soerjono Soerkanto, kelompok sosial dapat dibedakan berdasarkan 6 kategori yaitu :
Berdasarkan besar kecilnya jumlah anggota
Kelompok sosial berdasarkan hal tersebut didalamnya dibagi menjadi 3 bagian yaitu Monad (kelompok kecil yang beranggotan satu orang), Dyad (kelompok kecil yang beranggota dua orang), dan Triad (kelompok kecil yang beranggota tiga orang).
Berdasarkan hubungan sosial dan tujuan
Berdasarkan hal ini maka kelompok sosial dibagi kedalam 4 bagian yaitu primer, sekunder, Gemeinschaft (paguyuban), dan Gesellschaft (patembayan).
Berdasarkan kepentingan dan wilayah
Dalam hal ini kelompok sosial dibagi menjadi 3, yaitu komunitas, asosiasi, dan kerumunan.
Berdasarkan Derajat interaksi sosial
Dalam hal ini kelompok sosial dibagi lagi menjadi 2 bagian yaitu kelompok yang saling mengenal satu sama lain, dan kelompok yang tidak saling mengenal atau memiliki hubungan akrab.
Berdasarkan kesadaran terhadap jenis yang sama
Berdasarkan hal ini, kelompok sosial dibagi menjadi 2 bagian, yaitu in group dan out group.
Berdasarkan derajat organisasi
Berdasarkan hal ini maka kelompok sosial dibagi menjadi 2 bagian yaitu kelompok yang terorganisasi, dan kelompok yang tidak terorganisasi.