

Belum Berjudul
Presentation
•
Other
•
5th - 6th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Saldi Saldi
FREE Resource
54 Slides • 0 Questions
1
“Mari Menjadi Bangsa Pembaca”
2
#Masyarakat SM-3T Institute
Tujuan Sesi Berbagi
Melalui kegiatan ini
Bapak/Ibu diharapkan bisa
membuat program literasi di
sekolah masing - masing
3
Apa itu literasi?
“Orang yang tidak berliterasi pada abad 21 adalah bukan yang tidak
mampu membaca dan menulis, tetapi adalah orang tidak bisa
menjadi pem(b)elajar: tidak bisa belajar, tidak belajar, dan tidak
mau belajar.
Alvin Toffler
LITERASI MASA
LAMPAU
Kemampauan membaca, menulis,
dan berhitung
LITERASI MASA KINI
(ABAD 21)
KEMAMPUAN DALAM MENGAKSES,
MEMAHAMI, DAN MENGGUNAKAN
INFORMASI SECARA CERDAS
“Literasi : kemampuan individu untuk menggunakan
segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya.”
(Education Development Center)
4
Apa tujuan literasi?
Sikap/
tindakan
Kepekaan/
kesadaran
Budi
pekerti/
kepribadian
5
Mengapa Literasi
itu Penting?
Literasi merupakan
fondasi kompetensi
semua pembelajaran.
Peserta didik yang memiliki kemampuan
literasi yang rendah akan menghadapi
masalah belajar yang serius. Bahkan,
bisa sampai putus sekolah.
Putus Sekolah
Pengangguran
/buruh kasar
Kemiskinan/
kriminalitas
STRATEGI
LITERASI
Keterampilan
berbahasa
Kemampuan
berpikir
•Semua pembelajaran menggunakan bahasa sebagai
wahana utama transfer pengetahuan dan
keterampilan.
•Kedua, semua pembalajaran menggunakan logika
berpikir untuk menyelesaikan tugas dan
menyampaikan pendapat.
6
Enam Literasi
dasar
Literasi
Baca
dan Tulis
Literasi
Digital
Literasi
Budaya
dan
Kewargaa
n
Literasi
Numerasi
Literasi
Sains
Literasi
Finansial
Ranah Gerakan Literasi
Gerakan Literasi Keluarga
Dilaksanakan dalam bentuk penyediaan
bahan bacaan keluarga, penguatan
pemahaman tentang pentingnya literasi
bagi keluarga, dan pelaksanaan kegiatan
literasi bersama keluarga. Semua
anggota keluarga bisa saling
memberikan tauladan dalam melakukan
literasi di dalam keluarga dengan
berbagai macam variasi kegiatan.
Gerakan Literasi Sekolah
Dilaksanakan dengan
mengintegrasikannya dengan
kegiatan kurikuler, kokurikuler dan
ektrakurikuler. Pelaksanaannya
dapat dilakukan di dalam kelas atau
di luar kelas yang didukung oleh
orang tua dan masyarakat.
Gerakan Literasi Masyarakat
Dilaksanakan dalam bentuk
penyediaan bahan bacaan yang
beragam di ruang publik, penguatan
fasilitator literasi masyarakat,
perluasan akses terhadap sumber
belajar, dan perluasan pelibatan publik
dalam berbagai bentuk kegiatan
literasi.
7
LITERASI BACA DAN TULIS
8
Literasi Baca dan
Tulis
Mengapa Membaca dan
menulis itu penting ?
(1) Sebagai kunci mempelajari ilmu pengetahuan
(2) Meningkatkan kemampuan berbahasa dan
memperkaya kosakata (3) Meningkatkan kreativitas
dan imajinasi (4) Meningkatkan empati (5)
Meningkatkan konsentrasi dan fokus (6)
Mengurangi stres (7) Mengembangkan minat pada
hal-hal baru (8) Sebagai hiburan
Apakah Literasi baca tulis?
Memahami isi teks tertulis, baik
yang tersirat maupun tersurat, dan
menggunakannya untuk
mengembangkan pengetahuan dan
potensi diri. Menuangkan gagasan
dan ide ke dalam tulisan dengan
susunan yang baik untuk
berpartisipasi di lingkungan sosial.
Tidak hanya membaca,
menulis juga penting…
Menulis bisa tentang apa saja. Misalnya: (1)
Bagaimana ketika hari pertama masuk sekolah? (2)
Apa kejadian paling memalukan yang pernah
dialami? (3) Apa yang akan dilakukan saat liburan
nanti? (4) Apa yang akan dilakukan ketika melihat
teman bersedih? (5) Mengapa pelangi muncul
setelah hujan? (6) Kalau bisa keliling dunia, tempat
manakah yang akan dikunjungi? (7) Siapakah
tokoh terkenal yang ingin ditemui? Mengapa?
9
Literasi Baca
Tulis
Memilih Bacaan yang
Tepat
0—2 tahun
3—5 tahun
6—8 tahun
Di atas 9 tahun
Melibatkan anak untuk
memilih buku sendiri
1. Buku terbuat dari bahan yang aman dan tidak
mudah sobek, misalnya buku bantal dan buku
dengan kertas tebal (board book)
2. Buku dengan gambar yang besar dan warna yang
cerah, tentang benda yang sudah dikenal
1. Buku pop up tiga dimensi
2. Cerita singkat tentang fabel atau
pengalaman menyenangkan yang
selesai dibaca sekali duduk
1. Buku cerita dengan kata-kata berima
2. Buku cerita bergambar dengan alur
yang kuat dan karakter tokoh yang
berkembang
(1) Apa tujuan membaca
buku ini? (2) Apakah buku ini
menarik? (3) Apakah isi buku
ini dapat dipahami?
10
Literasi Baca dan
Tulis
Indikator
Basis Kelas
a. Jumlah pelatihan fasilitator
literasi baca-tulis untuk
kepala sekolah, guru, dan
tenaga kependidikan;
b. Intensitas pemanfaatan dan
penerapan literasi numerasi
dalam kegiatan
pembelajaran, baik berbasis
masalah maupun berbasis
proyek; dan
c. Skor PISA, PIRLS, dan
INAP mengenai literasi
membaca.
Basis Budaya Sekolah
a.Jumlah dan variasi bahan
bacaan;
b.Frekuensi peminjaman bahan
bacaan di perpustakaan;
c.Jumlah kegiatan sekolah yang
berkaitan dengan literasi baca-
tulis;
d.Terdapat kebijakan sekolah
mengenai literasi baca-tulis;
e.Jumlah karya (tulisan) yang
dihasilkan siswa dan guru; dan
f.Terdapat komunitas baca-tulis
di sekolah.
Basis Masyarakat
a.Jumlah sarana dan
prasarana yang
mendukung literasi baca-
tulis di sekolah; dan
b.Tingkat keterlibatan
orang tua dan
masyarakat dalam
mengembangkan literasi
baca-tulis di sekolah.
Indikator Literasi Baca-Tulis di Sekolah
11
Literasi Baca dan
Tulis
Indikator
1.Jumlah dan variasi bahan bacaan yang dimiliki
keluarga;
2.Frekuensi membaca dalam keluarga setiap
harinya;
3.Jumlah bacaan yang dibaca oleh anggota
keluarga;
4.Jumlah tulisan anggota keluarga (memo, kartu
ucapan, baik cetak maupun elektronik, catatan
harian di buku atau blog, artikel, cerpen, atau
karya sastra lain); dan
5.Jumlah pelatihan literasi baca-tulis yang aplikatif
dan berdampak pada keluarga.
Indikator Literasi
Baca-Tulis di Keluarga
1. Jumlah dan variasi bahan bacaan yang dimiliki fasilitas
publik;
2. Frekuensi membaca bahan bacaan setiap hari;
3. Jumlah bahan bacaan yang dibaca oleh masyarakat;
4. Jumlah partisipasi aktif komunitas, lembaga, atau instansi
dalam penyediaan bahan bacan;
5. Jumlah fasilitas publik yang mendukung literasi baca-tulis;
6. Jumlah kegiatan literasi baca-tulis yang ada di masyarakat;
7. Jumlah komunitas baca tulis di masyarakat;
8. Tingkat partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan
literasi;
9. Jumlah publikasi buku per tahun;
10. Kuantitas pengguna bahasa Indonesia di ruang publik;
dan
11. Jumlah pelatihan literasi baca-tulis yang aplikatif dan
berdampak pada masyarakat.
Indikator Literasi Baca-Tulis di
Masyarakat
12
Literasi Baca dan
Tulis
Implementasi
SEKOLAH
a. Membaca sejumlah buku dalam
waktu tertentu
b. Menuliskan hal-hal menarik dari
buku yang dibaca
c. Membuat kelompok diskusi buku
d. Membuat perpustakaan di kelas
e. Mengundang orang tua,
sastrawan, atau pegiat literasi
untuk membacakan buku di
sekolah
f. Mengadakan konferensi penulis
muda
g. Mengundang penulis atau
sastrawan untuk bercerita
tentang proses menulis yang
mereka alami
MASYARAKAT
a. Mendongeng di taman
kota.
b. Mengadakan festival
literasi
c. Membentuk kampung
literasi
d. Menyediakan pojok
baca di tempat
umum, seperti halte
bus, kereta, ruang
tunggu bandara, dan
kantor-kantor
pelayanan masyarakat
RUMAH
a. Membacakan buku kepada anak sejak dini
b. Membuat jadwal membaca bersama
c.Melakukan permainan edukatif, seperti
scrabble, teka-teki, monopoli, ABC 5 Dasar
d. Menulis surat kepada teman atau keluarga
e. Menuliskan kejadian-kejadian menarik yang
dialami keluarga
f.Membuat perpustakaan keluarga dengan
berbagai koleksi bacaan: buku, majalah,koran,
komik
g. Menceritakan sejarah atau memori keluarga
h. Tamasya baca keluarga ke perpustakaan,
taman bacaan, atau pameran buku
i.Memberikan buku sebagai hadiah
13
Literasi Baca dan Tulis
Contoh Literasi Baca Tulis
• Memahami soal atau tugas yang diberikan oleh
guru, memahami isi bacaan yang dibaca dalam
buku, dan sebagainya.
• Mampu menungkan ide ke dalam bentuk tulisan
yang bisa dipahami oleh orang lain.
14
LITERASI NUMERASI
15
Literasi Numerasi
Apakah Literasi Numerasi?
Kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan simbol
yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah
praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari.
Kecakapan untuk menganalisis informasi yang ditampilkan dalam
berbagai bentuk grafik, tabel, bagan, dan menggunakan interpretasi
hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan.
16
Literasi Numerasi
Sekilas tentang Literasi Numerasi
Informasi…
• Pentingnya penggunaan angka dan simbol matematika dalam
kehidupan sehari-hari
• Bentuk penyajian informasi melalui grafik, tabel, dan bagan dapat
membantu orang lebih mudah memahami informasi
• Penggunaan angka dan simbol matematika dapat membantu
dalam menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, atau
tindakan yang akan dilakukan
Komponen Literasi Numerasi…
• Mengestimasi dan menghitung dengan bilangan bulat
• Menggunakan pecahan, desimal, persen, dan
perbandingan
• Mengenali dan menggunakan pola dan relasi
• Menggunakan penalaran spasial
• Menggunakan pengukuran
• Menginterpretasi informasi statistik
Struktur Literasi Numerasi
Prinsip Dasar Literasi Numerasi
• Bersifat kontekstual, sesuai dengan kondisi geografis,
sosial budaya, dan sebagainya;
• Selaras dengan cakupan matematika dalam
Kurikulum; dan
• Saling bergantung dan memperkaya unsur literasi
lainnya.
Literasi numerasi bersifat praktis,
berkaitan dengan kewarganegaraan,
profesional, bersifat rekreasi, dan
kultural.
17
Literasi Numerasi
Indikator
Basis Kelas
a.Jumlah pelatihan guru
matematika dan nonmatematika;
b.Jumlah pembelajaran
matematika berbasis
permasalahan dan pembelajaran
matematika berbasis proyek;
c.Jumlah pembelajaran
nonmatematika yang melibatkan
unsur literasi numerasi;
d.Nilai matematika peserta didik;
dan
e.Nilai matematika dalam
PISA/TIMSS/INAP.
Basis Budaya Sekolah
a.Jumlah dan variasi buku literasi
numerasi;
b.Frekuensi peminjaman buku literasi
numerasi;
c.Jumlah penyajian informasi dalam
bentuk presentasi numerasi;
d.Akses situs daring yang berhubungan
dengan literasi numerasi;
e.Jumlah kegiatan bulan literasi numerasi;
f.Alokasi dana untuk literasi numerasi;
g.Adanya tim literasi sekolah; dan
h.Adanya kebijakan sekolah mengenai
literasi numerasi.
Basis Masyarakat
a.Jumlah ruang publik di
lingkungan sekolah untuk
literasi numerasi;
b.Jumlah keterlibatan orang tua
di dalam tim literasi sekolah;
dan
c.Jumlah sharing session oleh
publik mengenai literasi
numerasi.
Indikator Literasi Numerasi di Sekolah
18
Literasi Numerasi
Indikator
1.Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi numerasi
yang dimiliki setiap keluarga;
2.Peningkatan frekuensi pemanfaatan bahan bacaan
literasi numerasi; dan
3.Peningkatan frekuensi kesempatan (opportunity,
bukan chance) anak mengaplikasikan numerasi
dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator Literasi
Numerasi di Keluarga
1. Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi
numerasi yang dimiliki fasilitas publik;
2. Peningkatan frekuensi pemanfaatan bahan
bacaan literasi numerasi;
3. Peningkatan kecakapan penggunaan data
numerasi dalam pengambilan keputusan yang
berdampak pada masyarakat (contoh: dalam
pemanfaatan anggaran desa); dan
4. Jumlah penyajian informasi dalam bentuk
presentasi numerasi (contoh: grafik frekuensi
peminjaman buku di perpustakaan).
Indikator Literasi Numerasi di
Masyarakat
19
Literasi Numerasi Implementasi
SEKOLAH
a. Proyek-proyek numerasi sederhana di
dalam kelas: (1) Mengukur tinggi,
berat, umur siswa (2) Membuat
gambar denah sekolah atau desa (3)
Membuat miniatur rumah atau
jembatan.
b. Membuat penelitian sederhana
bersama teman di kelompok numerasi
siswa : (1) Membuat survei tentang
bakat dan minat siswa (2) Menghitung
jarak dan lama waktu perjalanan
siswa ke sekolah
c. Mengunjungi dan mencari informasi
penggunaan angka, simbol
matematika, grafik, tabel, bagan di
lingkungan sekitar sekolah (1) Pasar
(2) Kantor Desa (3) Puskesmas (4)
Bank (5) Museum
MASYARAKAT
a. Mengumpulkan data
dan informasi tentang
warga desa
b. Membuat batas-batas
wilayah rumah dan
tanah
c. Menghitung jumlah
sampah yang dihasilkan
sebuah desa
d. Mengelola pemasukan
dan penyaluran zakat
RUMAH
a.Melibatkan anak dalam melakukan transaksi
jual beli
b. Memperhatikan jarak dan waktu tempuh saat
bepergian
c.Membaca resep masakan dan pengukuran
bahan
d. Menghitung kebutuhan listrik dan air setiap
bulan dalam satu tahun
20
Literasi Numerasi
Contoh Literasi Numerasi
• Ketika jarum jam pendek di angka 1 dan jarum
jam panjang di angka 9 pada saat hari masih
siang, kita langsung mengerti bahwa saat itu
pukul 13.45.
21
LITERASI SAINS
22
Literasi Sains
Apakah Literasi Sains?
Kecakapan memahami fenomena alam dan sosial di
sekitar kita Kecakapan untuk mengambil keputusan
yang tepat secara ilmiah agar kita dapat hidup dengan
lebih nyaman, lebih sehat, dan lebih baik.
Mengapa Literasi Sains
itu Penting?
Untuk menghadapi tantangan abad 21
(1) Berpikir dengan kritis (2)
Menyelesaikan masalah dengan kreatif (3)
Bekerja sama dengan orang lain (4)
Berkomunikasi dengan lebih baik
Literasi Sains Membuat Kita Mampu…
23
Literasi Sains
Sekilas tentang Literasi Sains
Benda-benda yang dihubungkan dengan istilah Sains
Mikro = kecil atau kecil sekali
Mikroskop: alat untuk melihat benda yang sangat kecil yang tidak bisa dilihat
dengan mata telanjang
Mikroba: makhluk hidup yang sangat kecil
Tele = jarak jauh
Telepon: alat komunikasi yang menggunakan listrik dan kawat untuk
menghubungkan dua orang yang lokasinya berjauhan
Teleskop: teropong besar untuk melihat benda yang sangat jauh, seperti bintang
Termo = panas
Termos: botol yang diberi dinding rangkap untuk menyimpan air agar tetap
memiliki suhu yang semula
Termometer: alat pengukur suhu (panas)
Prinsip Dasar Literasi Sains
• Kontekstual, sesuai dengan kearifan lokal dan
perkembangan zaman;
• Pemenuhan kebutuhan sosial, budaya, dan
kenegaraan;
• Sesuai dengan standar mutu pembelajaran yang sudah
selaras dengan pembelajaran abad XXI;
• Holistik dan terintegrasi dengan beragam literasi
lainnya; dan
• Kolaboratif dan partisipatif.
Menganalisis
Informasi
Ilmiah
24
Literasi Sains
Indikator
Basis Kelas
a.Jumlah pelatihan guru sains dan
nonsains;
b.Intensitas pemanfaatan dan penerapan
literasi sains dalam pembelajaran;
c.Jumlah pembelajaran sains berbasis
permasalahan dan berbasis proyek;
d.Jumlah pembelajaran nonsains yang
melibatkan unsur literasi sains;
e.Skor literasi sains dalam
PISA/TIMSS/INAP; dan
f.Jumlah produk yang dihasilkan peserta
didik melalui pembelajaran sains
berbasis proyek.
Basis Budaya Sekolah
a.Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi
sains;
b.Frekuensi peminjaman bahan bacaan literasi
sains;
c.Jumlah kegiatan literasi sains di sekolah;
d.Akses situs daring yang berhubungan dengan
literasi sains;
e.Jumlah kegiatan bulan literasi sains;
f. Alokasi dana untuk literasi sains;
g.Adanya tim literasi sekolah;
h.Adanya kebijakan sekolah mengenai literasi
sains; dan
i. Jumlah penyajian informasi literasi sains
dalam berbagai bentuk (contoh: infografis
dan alat peraga proses terjadinya hujan).
Basis Masyarakat
a.Jumlah sarana dan prasarana
yang mendukung literasi sains;
dan
b.Keterlibatan orang tua dan
masyarakat dalam
mengembangkan literasi di
sekolah.
Indikator Literasi Sains di Sekolah
25
Literasi Sains
Indikator
1.Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi sains
yang dimiliki keluarga;
2.Frekuensi membaca bahan bacaan literasi sains
dalam keluarga setiap harinya;
3.Jumlah bahan bacaan literasi sains yang dibaca
oleh anggota keluarga;
4.Frekuensi kesempatan anak mengaplikasikan
sains dalam kehidupan sehari-hari bersama
keluarga;
5.Jumlah permainan edukatif berbasis literasi sains
dalam keluarga; dan
6.Jumlah pelatihan literasi sains yang aplikatif dan
berdampak pada keluarga.
Indikator Literasi
Sains di Keluarga
(1). Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi sains yang
dimiliki setiap fasilitas publik; (2). Frekuensi membaca bahan
bacaan literasi sains setiap hari; (3). Jumlah bahan bacaan
literasi sains yang dibaca oleh masyarakat setiap hari; (4).
Jumlah partisipasi aktif komunitas, lembaga, atau instansi
dalam penyediaan bahan bacaan literasi sains; (5). Jumlah
fasilitas publik yang mendukung literasi sains; (6). Jumlah
kegiatan literasi sains yang ada di masyarakat; (7). Tingkat
partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan literasi sains; (8).
Tingkat penggunaan data sains dalam pengambilan keputusan
yang berdampak pada masyarakat; (9). Jumlah komunitas
sains yang aktif di setiap daerah; (10). Jumlah pelatihan
literasi sains yang aplikatif dan berdampak pada masyarakat;
(11). Indeks kualitas lingkungan hidup (contoh: air, udara,
tanah); dan (12). Jumlah pelatihan literasi sains yang aplikatif
dan berdampak pada masyarakat
Indikator Literasi Sains di
Masyarakat
26
Literasi Sains
Implementasi
SEKOLAH
a. Menanam, merawat,
mengamati, mencatat, dan
mempresentasikan
pertumbuhan tanaman
b. Melakukan kunjungan ke
pasar untuk mengamati dan
menuliskan barang-barang
yang dijual berdasarkan
jenisnya
MASYARAKAT
a. Kerja bakti
membersihkan
lingkungan
b. Membuat sumur
resapan di lingkungan
sekitar rumah
c. Memelihara tanaman
obat di lingkungan
sekitar rumah
RUMAH
a.Membaca informasi bersama orangtua dan
mendiskusikan kebenarannya.
b. Memelihara tanaman dan mengamati
pertumbuhannya
c.Memasak bersama dan mendiskusikan
perubahan zat makanan
d. Pergi ke pasar dan membicarakan hal yang
ditemui
e.Mendiskusikan dan menerapkan pentingnya
pola hidup bersih dan sehat
f.Memperkaya informasi tentang penyakit yang
diderita anggota keluarga atau banyak
menjangkiti warga di lingkungan perumahan
dari tenaga medis yang tepat
27
Literasi Sains
Contoh Literasi Sains
• Menjaga lingkungan sekitar dengan cara tidak
membuang sampah sembarangan atau menanam
tanaman agar lingkungan menjadi asri.
28
LITERASI DIGITAL
29
Literasi Digital
Apakah Literasi Digital?
Kecakapan menggunakan medial digital dengan
beretika dan bertanggung jawab untuk memperoleh
informasi dan berkomunikasi.
Mengapa Literasi Digital
itu Penting?
Perkembangan Digital
30
Manfaat Literasi Digital
31
Literasi Digital
Indikator
Basis Kelas
a. Jumlah pelatihan literasi digital
yang diikuti oleh kepala sekolah,
guru, dan tenaga kependidikan;
b. Intensitas penerapan dan
pemanfaatan literasi digital dalam
kegiatan pembelajaran; dan
c.Tingkat pemahaman kepala
sekolah, guru, tenaga
kependidikan, dan siswa dalam
menggunakan media digital dan
internet.
Basis Budaya Sekolah
a.Jumlah dan variasi bahan bacaan dan alat peraga
berbasis digital;
b. Frekuensi peminjaman buku bertema digital;
c. Jumlah kegiatan di sekolah yang memanfaatkan
teknologi dan informasi;
d. Jumlah penyajian informasi sekolah dengan
menggunakan media digital atau situs laman;
e. Jumlah kebijakan sekolah tentang penggunaan dan
pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di
lingkungan sekolah; dan
f. Tingkat pemanfaatan dan penerapan teknologi
informasi dan komunikasi dan komunikasi dalam hal
layanan sekolah (misalnya, rapor-e, pengelolaan
keuangan, dapodik, pemanfaatan data siswa, profil
sekolah, dsb.)
Basis Masyarakat
a.
Jumlah sarana dan
prasarana yang mendukung
literasi digital di sekolah;
dan
b.
Tingkat keterlibatan orang
tua, komunitas, dan
lembaga dalam
pengembangan literasi
digital.
Indikator Literasi Digital di Sekolah
32
Literasi Digital
Indikator
1.Meningkatnya jumlah dan variasi bahan
bacaan literasi digital yang dimiliki keluarga;
2.Meningkatnya frekuensi membaca bahan
bacaan literasi digital dalam keluarga setiap
harinya;
3.Meningkatnya jumlah bacaan literasi digital
yang dibaca oleh anggota keluarga;
4.Meningkatnya
frekuensi
akses
anggota
keluarga
terhadap
penggunaan
internet
secara bijak;
5.Meningkatnya
intensitas
pemanfaatan
media digital dalam berbagai kegiatan di
keluarga; dan
6.Jumlah
pelatihan
literasi
digital
yang
aplikatif dan berdampak pada keluarga.
Indikator Literasi
Digital di Keluarga
(1) Meningkatnya jumlah dan variasi bahan bacaan literasi digital yang
dimiliki setiap fasilitas publik; (2) Meningkatnya frekuensi membaca
bahan bacaan literasi digital setiap hari; (3) Meningkatnya jumlah
bahan bacaan literasi digital yang dibaca oleh masyarakat setiap hari;
(4) Meningkatnya jumlah partisipasi aktif komunitas, lembaga, atau
instansi
dalam
penyediaan
bahan
bacaan
literasi
digital;
(5)
Meningkatnya jumlah fasilitas publik yang mendukung literasi digital;
(6) Meningkatnya jumlah kegiatan literasi digital yang ada di masyarakat
(7) Meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan literasi
digital; (8) Meningkatnya jumlah pelatihan literasi digital yang aplikatif
dan berdampak pada masyarakat; (9) Meningkatnya pemanfaatan
media digital dan internet dalam memberikan akses informasi dan
layanan publik; (10) Meningkatnya pemahaman masyarakat terkait
penggunaan
internet
dan
UU
ITE;
(11)
Meningkatnya
angka
ketersediaan akses dan pengguna (melek) internet di suatu daerah; dan
(12) Meningkatnya jumlah pelatihan literasi digital yang aplikatif dan
berdampak pada masyarakat.
Indikator Literasi Digital di Masyarakat
33
Implementasi kegiatan Literasi Digital
34
35
Literasi Digital
Contoh Literasi Digital
• UI (user interface) atau antarmuka pengguna dengan
visual atau penglihatan tanpa tulisan tapi kita bisa
mengetahui fungsinya hanya dari ikon/gambar.
36
LITERASI FINANSIAL
37
Literasi Finansial
Apakah Literasi Finansial?
Pengetahuan dan kecakapan
untuk mengaplikasikan
pemahaman tentang konsep,
risiko, keterampilan, dan
motivasi dalam konteks
finansial.
Mengapa Literasi Finansial Penting?
Agar dapat membuat
keputusan yang efektif
untuk meningkatkan
kesejahteraan finansial, baik
individu maupun sosial, dan
dapat berpartisipasi dalam
lingkungan masyarakat.
38
Literasi Finansial
Indikator
Basis Kelas
a. Jumlah pelatihan literasi
finansial untuk kepala sekolah,
guru, dan manajemen sekolah;
b. Intensitas pemanfaatan dan
penerapan literasi finansial
dalam kegiatan pembelajaran;
c. Nilai literasi finansial
berdasarkan OJK dan lembaga
lainnya.
Basis Budaya Sekolah
a. Jumlah dan variasi buku dan alat peraga
berbasis literasi finansial;
b. Frekuensi peminjaman bahan bacaan literasi
finansial;
c. Jumlah kegiatan literasi finansial ;
d. Terdapat kebijakan sekolah terkait literasi
finansial;
e. Jumlah penyajian informasi literasi finansial;
f. Akses situs daring dan luring yang
berhubungan dengan literasi finansial; dan
g. Terdapat lembaga keuangan sekolah yang
aktif (bank sekolah atau koperasi).
Basis Masyarakat
a.
Jumlah sarana dan
prasarana yang mendukung
literasi finansial di sekolah;
dan
b.
Tingkat keterlibatan orang
tua dan masyarakat dalam
mengembangkan literasi
finansial di sekolah.
Indikator Literasi Finansial di Sekolah
39
Literasi Finansial
Indikator
1. Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi
finansial yang dimiliki keluarga;
2. Frekuensi membaca bahan bacaan literasi
finansial dalam keluarga setiap harinya;
3. Jumlah
bacaan
literasi
finansial
yang
dibaca oleh anggota keluarga;
4. Jumlah pelatihan literasi finansial yang
aplikatif dan berdampak pada keluarga;
5. Jumlah produk keuangan yang digunakan
dalam
keluarga,
seperti
tabungan,
asuransi dan investasi;
6. Tingkat
pemahaman
konsep
tentang
fungsi
dasar
keuangan,
seperti
cara
menghasilkan
uang
atau
mata
pencaharian dan alat tukar barang dan
jasa; dan
7. Tingkat
keterlibatan
seluruh
anggota
keluarga dalam pengambilan keputusan
yang berkaitan dengan finansial dalam
kehidupan sehari-hari.
Indikator Literasi Finansial di Keluarga
(1) Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi finansial yang dimiliki fasilitas publik;
(2) Frekuensi membaca bahan bacaan literasi finansial setiap hari; (3) Jumlah
bahan bacaan literasi finansial yang dibaca oleh masyarakat setiap hari; (4) Jumlah
partisipasi aktif komunitas, lembaga, atau instansi dalam penyediaan bahan
bacaan literasi finansial; (5) Jumlah fasilitas publik yang mendukung literasi
finansial; (6) Jumlah kegiatan literasi finansial yang ada di masyarakat; (7) Tingkat
partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan literasi finansial; (8) Jumlah pelatihan
literasi finansial yang aplikatif dan berdampak pada masyarakat; (9) Tingkat
ketersediaan akses informasi dan layanan finansial di seluruh Indonesia; (10)
Jumlah pengguna produk dan layanan jasa keuangan yang dibuktikan dengan hasil
survei oleh lembaga keuangan yang kredibel; (11) Angka pertumbuhan ekonomi,
kemiskinan, dan kesenjangan sosial yang dibuktikan oleh hasil survei (contoh:
Badan Pusat Statistik, World Bank); (12) Tingkat pendapatan per kapita masyarakat
kelas menengah dan bawah yang dibuktikan dengan hasil sensus nasional oleh
lembaga negara yang berwenang; (13) Terbukanya lapangan pekerjaan yang
diiringi dengan meningkatnya wirausaha dan UMKM yang dibuktikan oleh
lembaga negara yang berwenang; dan (14) Angka kejahatan finansial (contoh:
laporan atau survei dari POLRI, KPK, OJK, BPK dan lembaga lainnya).
Indikator Literasi Finansial di Masyarakat
40
Implementasi kegiatan Literasi Finansial
41
Implementasi kegiatan Literasi Finansial
42
Implementasi kegiatan Literasi Finansial
43
Literasi Finansial
Contoh Literasi Finansial
• Mengajarkan anak untuk menggunakan uang jajan
seperlunya dan sisanya ditabung.
44
LITERASI BUDAYA DAN
KEWARGAAN
45
Literasi Budaya dan Kewargaan
Apakah Literasi Budaya dan Kewargaan?
• Literasi Budaya merupakan kemampuan
dalam memahami dan bersikap terhadap
kebudayaan Indonesia sebagai identitas
bangsa.
• Literasi Kewargaan adalah kemampuan dalam
memahami hak dan kewajibannya sebagai
warga negara
46
Literasi Budaya dan Kewargaan Indikator
Basis Kelas
a. Jumlah pelatihan
tentang literasi budaya
dan kewargaan untuk
kepala sekolah, guru,
dan tenaga
kependidikan;
b. Intensitas pemanfaatan
dan penerapan literasi
budaya dan kewargaan
dalam pembelajaran;
c. Jumlah produk budaya
yang dimiliki dan
dihasilkan sekolah.
Basis Budaya Sekolah
a. Jumlah dan variasi bahan bacaan bertema budaya dan
kewargaan;
b. Frekuensi peminjaman buku bertemakan budaya dan
kewargaan di perpustakaan;
c. Jumlah kegiatan sekolah yang berkaitan dengan budaya;
d. Terdapat kebijakan sekolah yang dapat
mengembangkan literasi budaya dan nillai-nilai
kewargaan sekolah;
e. Terdapat komunitas budaya di sekolah;
f. Tingkat ketertiban siswa terhadap aturan sekolah;
g. Tingkat toleransi siswa terhadap keberagaman yang ada
di sekolah; dan
h. Tingkat partisipasi aktif siswa dalam kegiatan di sekolah.
Basis Masyarakat
a.
Jumlah sarana dan
prasarana yang
mendukung literasi
budaya dan kewargaan;
b.
Tingkat keterlibatan
orang tua dan masyarakat
dalam mengembangkan
literasi budaya dan
kewargaan
Indikator Literasi Budaya dan Kewargaan di Sekolah
47
Literasi Budaya
dan Kewargaan
Indikator
BUDAYA
1. Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi budaya yang
dimiliki keluarga;
2. Frekuensi membaca bahan bacaan literasi budaya dalam
keluarga setiap hari;
3. Jumlah bacaan literasi budaya yang dibaca oleh anggota
keluarga;
4. Jumlah
pelatihan
literasi
budaya
yang
aplikatif
dan
berdampak pada keluarga;
5. Jumlah kegiatan kebudayaan yang diikuti anggota keluarga;
6. Tingkat kunjungan keluarga ke tempat yang bernilai budaya
(rumah adat, museum, keraton, dan lain-lain);
7. Tingkat pemahaman keluarga terhadap nilai-nilai budaya;
8. Jumlah kegiatan kebudayaan yang diikuti anggota keluarga;
dan
9. Jumlah produk budaya yang dimiliki keluarga.
Indikator Literasi Budaya dan Kewargaan di Keluarga
KEWARGAAN
1. Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi kewargaan yang
dimiliki keluarga;
2. Frekuensi membaca bahan bacaan literasi kewargaan
dalam keluarga setiap harinya;
3. Jumlah bacaan literasi kewargaan yang dibaca oleh
anggota keluarga;
4. Jumlah pelatihan literasi kewargaan yang aplikatif dan
berdampak pada keluarga; dan
5.
Intensitas waktu bersama keluarga untuk berdiskusi,
berkomunikasi, dan berbagi.
48
Indikator Literasi Budaya dan Kewargaan di Masyarakat
BUDAYA
1. Meningkatnya jumlah dan variasi bahan bacaan literasi
budaya yang dimiliki setiap desa;
2. Meningkatnya frekuensi membaca bahan bacaan literasi
budaya setiap hari;
3. Meningkatnya jumlah bahan bacaan literasi budaya
yang dibaca oleh masyarakat setiap hari;
4. Meningkatnya
jumlah
partisipasi
aktif
komunitas,
lembaga,
atau
instansi
dalam
penyediaan
bahan
bacaan;
5. Meningkatnya jumlah fasilitas publik yang mendukung
literasi budaya;
6. Meningkatnya jumlah kegiatan literasi budaya yang ada
di masyarakat;
7. Meningkatnya
partisipasi
aktif
masyarakat
dalam
kegiatan literasi budaya;
8. Meningkatnya jumlah pelatihan literasi budaya yang
aplikatif dan berdampak pada masyarakat;
9. Meningkatnya jumlah kegiatan budaya di masyarakat;
10.Meningkatnya jumlah produk budaya yang dimiliki dan
dihasilkan oleh masyarakat; dan xi. Meningkatnya
penggunaan bahasa daerah di suatu daerah.
KEWARGAAN
1.Meningkatnya jumlah dan variasi bahan bacaan literasi kewargaan yang
dimiliki setiap desa;
2.Meningkatnya frekuensi membaca bahan bacaan literasi kewargaan
setiap hari;
3.Meningkatnya jumlah bahan bacaan literasi kewargaan yang dibaca oleh
masyarakat setiap hari;
4.Meningkatnya jumlah partisipasi aktif komunitas, lembaga, atau instansi
dalam penyediaan bahan bacaan;
5.Meningkatnya
jumlah
fasilitas
publik
yang
mendukung
literasi
kewargaan;
6.Meningkatnya jumlah kegiatan literasi budaya kewargaan yang ada di
masyarakat;
7.Meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan literasi
kewargaan;
8.Meningkatnya jumlah pelatihan literasi kewargaan yang aplikatif dan
berdampak pada masyarakat;
9.Meningkatnya ketertiban masyarakat terhadap aturan di suatu daerah;
10. Meningkatnya toleransi masyarakat terhadap keberagaman di suatu
daerah;
11. Meningkatnya ketersediaan akses informasi dan layanan publik;
12. Menurunnya angka kejahatan di masyarakat.
49
Implementasi kegiatan Literasi Budaya dan Kewargaan
50
Implementasi kegiatan Literasi Budaya dan Kewargaan
51
Implementasi kegiatan Literasi Budaya dan Kewargaan
52
Literasi Budaya dan
Kewargaan
Contoh Literasi Budaya dan Kewargaan
• Tidak menyerobot antrean di tempat pelayanan
publik.
• Memathui aturan lalu lintas.
• Tidak menyinggung SARA.
53
DILAN (Dinding Literasi Anak)
54
TERIMA KASIH
“Mari Menjadi Bangsa Pembaca”
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 54
SLIDE
Similar Resources on Wayground
49 questions
BM Tahun 5 Unit 18 ms 118 Ayat Seruan
Lesson
•
5th Grade
52 questions
Multiplication and Division Word Problems
Lesson
•
5th Grade
47 questions
IPA ( PUBERTAS )
Lesson
•
6th Grade
47 questions
Tema 8 ST 1 MP IPS Kelas 5
Lesson
•
5th Grade
51 questions
Cerita
Lesson
•
5th Grade
50 questions
Keberagaman Sosial, Budaya, dan Ekonomi Masyarakat
Lesson
•
6th Grade
45 questions
Rangkuman Pembelajaran Bhs.Indonesia Semester 1 Kelas 5
Lesson
•
5th Grade
53 questions
ppt tema 9 st 1 kelas 6
Lesson
•
6th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Probability Practice
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Probability on Number LIne
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Appropriate Chromebook Usage
Lesson
•
7th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade
Discover more resources for Other
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
6th Grade
12 questions
Presidents' Day
Quiz
•
KG - 5th Grade
10 questions
Multiplying Fractions
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Writing Algebraic Expressions
Quiz
•
6th Grade