Search Header Logo
Tahun Duka Cita Nabi Muhammad Saw

Tahun Duka Cita Nabi Muhammad Saw

Assessment

Presentation

Religious Studies

11th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Muhamad Rian Sopian

Used 1+ times

FREE Resource

8 Slides • 0 Questions

1

media

Tahun Duka Cita

2

media

Tahun ke-10 kenabian dikenal dengan sebutan Tahun Duka Cita. Disebut demikian karena di tahun ini istri Nabi Muhammad saw Khadijah binti Khuwailid dan paman Nabi Muhammad saw yang bernama Abu Thalib wafat meninggalkan beliau. Antara kematian Khadijah dan kematian Abu Thalib hanya selisih satu bulan lima hari. Rasulullah saw kerap mengadukan persoalannya kepada Khadijah. Khadijah selalu menghibur dan membesarkan hati beliau. Sementara, Abu Thalib merupakan pendukung Rasulullah saw dalam berbagai urusannya dan pengawal yang menjaganya dari keburukan kaumnya

3

media

Setelah Abu Thalib meninggal, kaum Quraisy mengintimidasi Rasulullah saw dengan berbagai tindakan yang tidak dapat dilakukan ketika Abu Thalib masih hidup. Bahkan, orang dungu Quraisy berani melemparkan kotoran ke atas kepala Rasulullah saw sehingga beliau pulang dengan kepala berlumuran tanah. Melihat keadaan itu, salah seorang putrinya Fatimah, segera membersihkan kepalanya dari kotoran itu sambil menangis. Rasulullah saw bersabda kepadanya, “Jangan menangis, Nak, sesungguhnya Allah melindungi ayahmu.” Nabi saw menyebut tahun ini sebagai ‘Amul Huzn (tahun duka cita) karena beratnya penderitaan yang beliau alami di tahun ini.

4

media

Wafatnya Abu Thalib memberikan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan dakwah Islam. Seandainya Abu Thalib berusia panjang hingga bisa terus mendampingi, membela, dan melindungi Rasulullah saw hingga beliau berhasil mendirikan negara Islam di Madinah, tentu Rasulullah saw lebih terlindungi dari intimidasi dan tekanan kaum musyrik, namun keadaan itu justru berpotensi menimbulkan prasangka bahwa Abu Thalib adalah tokoh di balik layar dakwah ini, dan bahwa dialah yang mendorong Muhammad saw untuk terus maju dan dia akan tetap melindungi beliau dengan kedudukan dan kekuasaannya meskipun dia tidak pernah menyatakan keimanannya kepada Allah dan Rasul-Nya.

5

media

Di samping itu, tentu akan muncul tuduhan bahwa Rasulullah saw sukses menjalankan dakwah berkat perlindungan pamannya. Kebijaksanaan Allah swt menetapkan bahwa Rasulullah saw harus kehilangan Abu Thalib dan Khadijah binti Khuwailid, dua orang yang memiliki peran sangat penting dalam perjuangan Rasulullah. Semua itu untuk menunjukkan hakikat penting, bahwa perlindungan, pemeliharaan, dan kemenangan hanya datang dari Allah swt yang telah berjanji untuk melindungi Rasul-Nya dari kaum musyrik dan musuh-musuhnya. Maka, baik ada maupun tidak ada orang yang melindungi Rasulullah saw, Allah tetap menjaga beliau dari keburukan manusia dan memenangkan perjuangannya.

6

media

Petikan Pelajaran:

Kita harus siap ditinggalkan oleh orang-orang yang selama ini mendukung segala apa yang kita lakukan.

7

media

Rasulullah kehilangan paman dan istrinya yang selama ini mendukung dakwah beliau. Namun Rasulullah tetap tegar melakukan dakwah ini walaupun sudah tidak ada lagi orang penting dan berpengaruh yang akan melindunginya, karena sesungguhnya perlindungan itu adalah dari Allah.

8

media

Demikian pula jika kita kehilangan orang yang kita cintai yang selamaini memberikan dukungan baik moril maupun materiil pada kita, entah itu ayah atau ibu kita, kakak, paman atau nenek kakek, bahkan teman akrab sekalipun. Kita harus tetap bersemangat meneruskan cita-cita hidup kita, karena hakikatnya segala pertolongan dan keberhasilan itu datangnya dari Allah. Orang yang kita cintai bisa saja meninggalkan dunia ini, namun Allah tidak akan meninggalkan kita semasa kita pun tidak meninggalkan-Nya.

media

Tahun Duka Cita

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 8

SLIDE