Search Header Logo
Ekosistem

Ekosistem

Assessment

Presentation

Social Studies

5th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

SAUT MANIHURUK

FREE Resource

71 Slides • 0 Questions

1

media

2

media

3

media

I. INFORMASI UMUM
1. Identifikasi Sekolah

Penyusun

: Maharani Ladja Puwa

Sekolah

: SD Negeri Banyuagung 1 Surakarta

Mata Pelajaran

: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Kelas/ Semester

: V / Gasal

Fase

: C

Materi Pokok

: Harmoni dalam Ekosistem

Alokasi Waktu

: 3 x 35 menit (1 kali pertemuan)

Jumlah Peserta didik : 26 Siswa (8 perempuan, 18 laki-laki)

Target Peserta didik : Reguler

Model Pembelajaran : Problem Base Learning (PBL)

2. Kompetensi Awal

Peserta didik sebaiknya telah memiliki pemahaman dasar tentang alam dan makhluk hidup di

sekitar mereka. Peserta didik dapat mengenali berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan lingkungan fisik

di sekitar mereka. Selain itu, peserta didik juga diharapkan memiliki pemahaman sederhana tentang

interaksi antara berbagai komponen ekosistem ini. Kompetensi awal ini menjadi dasar untuk

memahami materi lebih lanjut tentang rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Dengan

pemahaman dasar ini, peserta didik dapat lebih mudah terlibat dalam pembelajaran lebih lanjut

tentang ekosistem dan menjadi sadar akan peran mereka dalam menjaga alam.

3. Profil Pancasila

a.Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia

b.Bergotong royong

c.Mandiri

d.Kreatif

e.Bernalar Kritis

4. Sarana dan Prasarana (Sumber Belajar)

Ruang Kelas, Proyektor, Video Pembelajaran, Buku Paket IPA(S), Modul Ajar, Media Ajar, Kertas

Manila Besar, Pensil, Spidol Warna, dan Pensil Warna/Krayon.

5. Target Peserta Didik

Peserta didik reguler

4

media

6. Model Pembelajaran

Model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran materi Harmoni dalam Ekosistem

adalah dengan menggunakan Problem Base Learning (PBL).

II. KOMPETENSI INTI

A. Elemen

Harmoni dalam Ekosistem (komponen dan jenis ekosistem, rantai makanan, jaring-jaring

makanan, dan upaya menjaga ekosistem).

B. Capaian Pembelajaran

Peserta didik menyelidiki bagaimana hubungan saling ketergantungan antar komponen biotik-

abiotik dapat memengaruhi kestabilan suatu ekosistem di lingkungan sekitarnya. Peserta didik

diharapkan dapat mengidentifikasi komponen ekosistem, seperti tumbuhan, hewan, dan lingkungan

fisik. Peserta didik memahami bagaimana interaksi antara komponen-komponen tersebut

memengaruhi keseimbangan ekosistem, seperti rantai makanan, jaring-jaring makanan, serta peran

manusia dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

C. Tujuan Pembelajaran

1.Setelah mengamati video pembelajaran dan media ajar powerpoint yang ditayangkan melalui

proyektor (C), peserta didik (A) dapat memahami (C3) pengertian, komponen, dan jenis-jenis

ekosistem (B) dengan tepat.

2.Setelah mengamati video pembelajaran dan media ajar powerpoint yang ditayangkan melalui

proyektor dan melakukan diskusi kelompok (C), peserta didik (A) dapat menganalisis (C4)

dan membuat (C6) gambar rantai dan jaring-jaring makanan dalam keseimbangan ekosistem

(B) dengan benar (D).

3.Setelah mengamati video pembelajaran dan media ajar powerpoint, peserta didik (A) dapat

menganalisis (C4) dan menerapkan (C3) peran manusia dalam menjaga keseimbangan

ekosistem secara tepat (D).

D. Asesmen

1.Sikap Karakter Profil Pelajar Pancasila

a.Teknik penilaian: pengamatan/observasi

b.Instrumen: terlampir

c.Rubrik penilaian: terlampir

d.Format penilaian: terlampir

2.Kognitif/Pengetahuan

a.Teknik penilaian: tes tulis

b.Kisi-kisi: terlampir

c.Instrumen: terlampir

5

media

d.Rubrik penilaian: terlampir

e.Format penilaian: terlampir

E. Pemahaman Bermakna

Peserta didik belajar mengenai harmoni dalam ekosistem, sehingga dapat mengetahui dan

meningkatkan pemahaman terkait rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan peran manusia untuk

menjaga keseimbangan ekosistem. Dari pemahaman ini, peserta didik diharapkan dapat menerapkan

nilai-nilai pelestarian lingkungan dan menjadi lebih sadar akan tanggung jawab masing-masing

dalam menjaga ekosistem yang sehat.

F. Pertanyaan Pemantik

Pertanyaan pemantik untuk peserta didik sebagai berikut:

1.Apa yang kamu ketahui tentang hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya?

2.Apa yang kalian ketahui mengenai Ekosistem? Bisakah kalian memberikan contoh dari

ekosistem yang berada di sekitar kita?

3.Apa yang kalian tahu mengenai rantai dan jaring-jaring makanan? Apakah rantai makanan dan

jaring-jaring makanan berbeda?

4.Mengapa penting untuk memahami interaksi antar spesies dalam konteks jaring-jaring

makanan?

5.Bagaimana cara atau upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem?

G. Kegiatan Pembelajaran

Tahapan

Kegiatan

Alokasi

Waktu

Pendahuluan Kegiatan Awal

1)Guru masuk ke kelas, memberi salam dan menyapa peserta didik

(Communication).

2)Guru mengajak peserta didik untuk memulai pembelajaran dengan

berdoa bersama, yang dipimpin oleh ketua kelas (Beriman, bertakwa

kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia).

3)Guru mengkondisikan peserta didik untuk siap belajar dan bersikap

disiplin dalam kegiatan pembelajaran, kemudian menanyakan kondisi

atau kabar peserta didik (Communication).

4)Guru melakukan presensi untuk mengetahui kehadiran peserta didik.

5)Guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait materi

sebelumnya, untuk mengetahui apakah siswa masih mengingat materi

yang lalu (Communication).

6)Guru menyampaikan tujuan dan rencana kegiatan pembelajaran.

10 menit

6

media

Kegiatan Inti Orientasi Peserta Didik pada Masalah

1)Guru memberikan pertanyaan pemantik: “Apa yang kamu ketahui

tentang hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya?”

Memberikan peserta didik kesempatan untuk menjawab sesuai

dengan pendapat mereka (Communication, Berpikir Kritis).

2)Guru menampilkan powerpoint dan menjelaskan isinya yang berupa

pengertian ekosistem, komponen, dan jenis-jenis ekosistem

(TPACK).

3)Guru memberi kembali pertanyaan pemantik ke peserta didik:

“Setelah memperhatikan, apa yang kalian ketahui mengenai

Ekosistem? Bisakah kalian menyebutkan komponen dan salah satu

contoh dari ekosistem yang berada di sekitar kita?”

4)Peserta didik menjawab pertanyaan guru sesuai dengan pemahaman

mereka. (Critical Thinking, Mandiri).

5)Guru mengapresiasi keberanian peserta didik dalam menyampaikan

pendapat, sehingga tidak takut untuk berpendapat.

6)Guru kembali memberikan pertanyaan pemantik:

Apa yang kalian tahu mengenai rantai dan jaring-jaring makanan?

Pengorganisasian peserta didik untuk belajar

1)Guru membagi peserta didik menjadi 5 kelompok secara acak dengan

menggunakan pickerwheel.com (Collaboration, TPACK).

2)Guru menampilkan video pembelajaran yang menjelaskan mengenai

rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan upaya menjaga ekosistem

(TPACK).

3)Peserta didik memperhatikan video pembelajaran yang ditampilkan

oleh guru.

4)Guru mengulang kembali pertanyaan dan memberikan tambahan

pertanyaan, “Apa yang kalian tahu mengenai rantai dan jaring-jaring

makanan? Apakah rantai makanan dan jaring-jaring makanan

berbeda?

5)Guru memberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok

untuk mendiskusikan jawaban dalam waktu 5 menit (Critical

Thinking, Bergotong Royong).

6)Masing-masing kelompok bergantian menjawab pertanyaan sesuai

dengan hasil diskusi (Communication).

80 menit

7

media

7)Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberi

tanggapan dari hasil diskusi kelompok dan mempersilahkan siswa

untuk bertanya jika ada yang belum dipahami (Collaboration).

8)Guru memberikan arahan untuk perwakilan kelompok maju ke depan

dan memilih kartu yang dipegang guru. Kartu tersebut berisikan jenis-

jenis ekosistem yang berbeda.

9)Guru menampilkan powerpoint yang berisikan petunjuk LKPD dan

menjelaskannya.

10)Guru mengulang kembali pertanyaan yang ada pada akhir video

pembelajaran dan menambahkan penjelasan:

Mengapa penting untuk memahami interaksi antar spesies dalam

konteks jaring-jaring makanan? Serta jelaskan upaya yang dapat

dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sesuai dengan

jenis ekosistem yang telah masing-masing kelompok dapatkan.

Pembimbingan penyelidikan individu maupun kelompok

1)Peserta didik secara berkelompok mulai melakukan diskusi dan

mengerjakan tugas yang diberikan (Kreatif, Critical Thinking,

Bergotong Royong).

2)Guru berkeliling dan

memantau jalannya kerja kelompok

(Communication).

3)Guru mempersilahkan peserta didik dari masing-masing kelompok

untuk mengajukan pertanyaan jika ada yang belum dipahami

(Communication).

Pengembangan dan penyajian hasil karya

1)Setiap kelompok diminta untuk menganalisis jaring-jaring makanan

sesuai dengan jenis ekosistem yang telah didapatkan. Mereka saling

bekerja sama dan menyampaikan pendapat (Gotong Royong).

2)Guru mengarahkan peserta didik untuk menggambarkan jaring-jaring

makanan serta menuliskan hasil yang telah dianalisis pada kertas

HVS yang telah disediakan. Menghiasnya sekreatif mungkin dengan

8

media

menggunakan spidol dan pensil warna yang dibawa masing-masing

siswa sesuai perintah guru pekan lalu (Creative, Collaboration).

Penganalisisan dan pengevaluasian proses

1)Guru mempersilahkan setiap kelompok untuk maju ke depan kelas

untuk mempresentasikan hasil kerjanya (Communication).

2)Peserta didik dari kelompok lain diberikan kesempatan untuk saling

memberi tanggapan.

3)Guru juga mempersilahkan peserta didik yang ingin memberi

pertanyaan kepada kelompok yang presentasi (Critical Thinking,

Collaboration).

4)Guru membantu menambahkan jawaban dari pertanyaan yang

diajukan peserta didik lain ke kelompok yang diberi pertanyaan.

5)Guru memberikan hadiah kepada setiap kelompok.

Penutup

Kegiatan Penutup

1)Guru memberi kesempatan untuk peserta didik menyimpulkan atau

mengevaluasi terkait materi pembelajaran yang telah disampaikan

(Collaboration).

2)Peserta didik dan guru melakukan refleksi kegiatan yang sudah

dilakukan selama pembelajaran (Collaboration).

3)Guru memberikan sedikit penjelasan mengenai materi untuk

pertemuan selanjutnya.

4)Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin doa dan

mengucapkan salam untuk mengakhiri kegiatan (Beriman, Bertaqwa

kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia).

5)Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam.

15 menit

H. Pengayaan dan Remedial

1.Pengayaan

Dilakukan terhadap peserta didik yang mampu menjawab asesmen dengan benar dan capaian

pembelajarannya telah mencapai nilai ≥75.

2.Remidial

Dilakukan terhadap peserta didik yang belum memahami pembelajaran dengan baik serta

kepada peserta didik yang capaian pembelajarannya belum mencapai 75.

I. Refleksi Peserta Didik dan Guru

a.Refleksi Peserta Didik: Terlampir

9

media

b.Refleksi Guru: Terlampir

LAMPIRAN - 1
A.Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik

1.Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD/MI Kelas V. Penerbit:

Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

2.Buku Panduan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD/MI Kelas V. Penerbit:

Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

B.Glosarium

Problem Based Learning (PBL), merupakan metode dalam pembelajaran yang berpusat pada

pemecahan masalah, di mana peserta didik dihadapkan pada situasi atau kasus nyata untuk

mendorong pemikiran kritis, analitis, dan dapat memecahkan masalah.

Ekosistem, merupakan suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak

terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem sebagai suatu tatanan

kesatuan yang secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup dan saling

mempengaruhi.

Jaring-jaring Makanan, merupakan sekumpulan rantai-rantai makanan yang saling

berhubungan. Di alam ini satu produsen tidak hanya dimakan oleh satu jenis konsumen

pertama. Tetapi, bisa dimakan oleh lebih dari satu jenis konsumen pertama. Satu jenis

konsumen pertama dapat dimakan lebih dari satu jenis konsumen kedua dan seterusnya.

Rantai Makanan, merupakan peristiwa makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Di alam ini,

organisme yang mampu menyediakan makanan bagi semua kehidupan adalah tumbuhan hijau.

Oleh karenanya, rantai makanan selalu dimulai dari tumbuhan hijau.

TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge), merupakan kerangka pengetahuan

yang mengintegrasikan pengetahuan tentang teknologi, pedagogi, dan konten (materi pelajaran)

untuk mendukung pengajaran dan pembelajaran yang efektif.

LAMPIRAN – 2
A.Materi Ajar

Pokok Bahasan:

1.Pengertian Ekosistem

2.Komponen Ekosistem

3.Jenis-jenis Ekosistem

4.Rantai Makanan

5.Jaring-Jaring Makanan

6.Penyebab, Dampak, dan Upaya Untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem

10

media

Penjelasan:

Pengertian Ekosistem

Apa Itu Ekosistem?

Ekosistem adalah hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan

lingkungan. Ekosistem sebagai suatu tatanan kesatuan yang secara utuh dan menyeluruh antara

segenap unsur lingkungan hidup dan saling mempengaruhi. Melibatkan interaksi timbal balik

antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energinya menuju pada suatu struktur biotik

tertentu dan terjadi siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari

semua energi, dalam ekosistem, organisme pada komunitas berkembang bersama-sama dengan

lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme kemudian beradaptasi lagi dengan lingkungan

fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk kelangsungan hidupnya.

Ciri-ciri Ekosistem:

a.Keanekaragaman hayati yang tinggi. Semakin tinggi keanekaragaman hayati, maka makin

banyak spesies yang memiliki pesan setara secara fungsional dalam ekosistem tersebut.

b.Aliran nutrisi seimbang, artinya semua interaksi antar organisme berlangsung secara

seimbang.

c.Aliran energi seimbang. Proses makan dan dimakan terjadi secara seimbang dalam jaring-

jaring ekosistem.

Komponen Ekosistem

Ekosistem disusun dari 2 komponen, yaitu Komponen Biotik dan Komponen Abiotik.

1)Komponen biotik adalah komponen makhluk hidup di suatu ekosistem, sebab ekosistem tidak

akan pernah terbentuk tanpa adanya makhluk hidup didalamnya. Contohnya: manusia,

tumbuhan, hewan, dan bakteri.

2)Komponen abiotik adalah komponen yang terdiri dari benda-benda bukan makhluk hidup

tetapi ada di sekitar kita, dan ikut mempengaruhi kelangsungan hidup. Contohnya: sinar

matahari, suhu, air, tanah, udara, dan lainnya.

Jenis-jenis Ekosistem

Ekosistem dibagi menjadi 3 jenis, yaitu ekosistem air, ekosistem darat, dan ekosistem buatan.

1)Ekosistem air merupakan ekosistem yang komponen abiotiknya sebagian besar terdiri atas air.

Ekosistem perairan dipengaruhi oleh pancaran cahaya matahari, substrat, dan jumlah materi

terlarut. Jika kandungan garam terlarut sedikit maka ekosistem dikenal sebagai perairan tawar

dan bila kadar garam tinggi dikenal sebagai ekosistem laut. Ekosistem air tawar, contohnya:

11

media

danau, kolam, dan sungai. Ekosistem laut, contohnya: pantai, terumbu karang dan ekosistem

laut dalam.

2)Ekosistem darat, berlangsung di daratan dan berpengaruh dengan keadaan tanah, iklim,

kelembaban, curah hujan, dan pancaran sinar matahari. Contohnya seperti hutan, padang

rumput, padang pasir, tundra, dan taiga.

3)Ekosistem buatan merupakan ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhan

manusia, contohnya: sawah dan bendungan.

Rantai Makanan

Rantai makanan adalah sebuah peristiwa makan dan dimakan antara sesama makhluk hidup

dengan urutan-urutan tertentu. Dalam konsep rantai makanan, proses terjadinya makan dan

dimakan ini berada dalam suatu urutan tertentu. Setiap tingkat dari rantai makanan memiliki

sebuah ekosistem yang dikenal dengan sebutan tingkat trofik. Proses makan dan dimakan dalam

rantai makanan ini berlangsung secara terus menerus dengan komponennya masing-masing. Setiap

makhluk hidup dalam rantai makanan memiliki peran atau kedudukan masing-masing, sebagai

produsen, konsumen, dan dekomposer (pengurai).

1)Produsen

Produsen adalah organisme yang memiliki kemampuan membuat makanannya sendiri,

contohnya tumbuhan hijau. Tumbuhan hijau ini memproduksi makanan dengan bantuan air dan

sinar matahari, kemudian akan melakukan proses fotosintesis. Jumlah produsen di ekosistem

tidak bergantung pada ketersediaan makanan, tetapi lebih pada keseimbangan alam. Tidak

memakan, produsen justru menjadi makanan bagi organisme yang lain. Misalnya, sapi

memakan rumput.

2)Konsumen

a.Konsumen adalah makhluk hidup yang bergantung pada makhluk lain karena tidak bisa

membuat makananya sendiri. Oleh karena itu, keberlangsungan hidup konsumen ini sangat

bergantung pada organisme lainnya. Konsumen dibagi menjadi tiga tingkatan. Mulai dari

konsumen primer, konsumen sekunder, dan konsumen tersier.

b.Konsumen primer atau disebut konsumen tingkat pertama, yaitu pemakan produsen atau

tumbuhan dan biasanya disebut juga dengan konsumen herbivora. Contohnya seperti sapi,

kelinci, kerbau dan lain-lain.

c.Konsumen sekunder atau disebut konsumen tingkat kedua, yaitu organisme yang sumber

makanannya dari tingkat trofik sebelumnya, tingkatan ini diisi oleh hewan-hewan

karnivora (pemakan daging) yang masih bisa dimangsa oleh hewan lain. Contohnya adalah

ular, burung, tikus dan lain-lain.

12

media

d.Konsumen tersier disebut konsumen tingkat ketiga, yaitu pemakan konsumen kedua dan

seterusnya hingga konsumen yang terakhir yang disebut dengan konsumen puncak.

Biasanya konsumen puncak merupakan hewan yang tidak bisa dimakan oleh hewan

lainnya. Contohnya singa, buaya, elang dan lain-lain yang masuk dalam kelompok hewan

buas.

3)Pengurai atau Dekomposer

Pengurai adalah organisme terakhir yang mampu mengubah zat organik menjadi anorganik.

Pengurai bertugas untuk membusukkan tumbuhan dan hewan yang sudah mati, untuk menjadi

pupuk dan kembali ke lingkungan. Nutrisi yang tersisa dari organisme ini bisa menyuburkan

lingkungan dan memenuhi kebutuhan produsen. Contohnya: jamur.

Contoh rantai makanan:

Ekosistem Sawah

Di ekosistem sawah terdapat berbagai macam makhluk hidup yang beragam. Misalnya seperti

contoh gambar diatas yakni:

Padi → tikus → ular sawah → elang → dekomposer/pengurai

Pada contoh tersebut maka padi adalah produsen yang mampu menghasilkan makanan sendiri.

Selanjutnya padi dimakan oleh tikus, maka tikus menjadi konsumen I. Tikus dimakan oleh ular

sawah, berarti ular sawah menjadi konsumen II. Setelah itu ular dimakan elang, maka elang menjadi

konsumen ke III. Saat elang mati, kemudian jatuh ke tanah dan diuraikan oleh bakteri, fungsi bakteri

di sini adalah sebagai pengurai atau dekomposer.

13

media

Ekosistem Laut

Fitoplankton → zooplankton → ikan kecil → ikan besar → paus bergigi → pengurai

Fitoplankton dalam rantai makanan berperan sebagai produsen. Sebab memiliki kemampuan

membuat makanan sendiri melalui fotosintesis dengan bantuan sinar matahari. Selanjutnya

fitoplankton akan dimakan oleh zooplankton sebagai konsumen I. Zooplankton dimakan ikan kecil

sebagai konsumen II. Lalu ikan kecil dimakan ikan besar sebagai konsumen III. Ikan besar masih

dimakan oleh paus bergigi sebagai konsumen ke IV. Setelah paus mati, akan terurai lalu tumbuh

kembali fitoplankton dan seterusnya.

Ekositem Padang Rumput

Rumput → zebra → singa → pengurai

Dalam rantai makanan tersebut, rumput adalah produsen. Kemudian zebra menjadi konsumen I

karena telah memakan produsen. Zebra dimakan singa sehingga singa menjadi konsumen II. Saat

singa mati, diuraikan oleh bakteri dan menyatu dalam tanah. Dari tanah tersebut, rumput kembali

tumbuh dan teruslah terjadi rantai makanan.

14

media

Jaring-jaring Makanan

Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari rantai makanan yang saling terhubung, dan

tumpang tindih dalam suatu ekosistem. Tujuan mendasar dari jaring makanan adalah

menggambarkan rantai makanan antar spesies dalam suatu komunitas. Jaring makanan dapat

dibangun untuk menggambarkan interaksi spesies. Dengan adanya pengelompokan spesies di

tingkat trofik membantu dalam memahami hubungan antar spesies. Jaring-jaring makanan memiliki

fungsi sebagai berikut:

Menggambarkan interaksi langsung antar spesies yang ada pada ekosistem itu sendiri,

sehingga hubungan antar spesies bisa dibedakan mana yang termasuk dalam spesies basal,

spesies peralihan dan mana yang menjadi spesies predator puncak.

Sebagai penyederhana dalam memahami suatu hubungan antar spesies dan berfungsi dalam

mempelajari kontrol bawah ke atas maupun kontrol atas ke bawah dalam suatu struktur

komunitas.

Contoh jaring-jaring makanan:

Ekosistem Sawah

Padi dan pohon sebagai produsen yang dimakan oleh tikus, belalang, dan ulat. Lalu, tikus dimakan

oleh ular dan burung elang. Belalang dimakan oleh katak dan ayam. Ulat dimakan oleh katak dan

ayam. Kemudian ayam dimakan oleh ular dan burung elang. Katak dimakan oleh ular dan burung

elang. Burung elang juga bisa memakan ular. Ketika ular dan burung elang mati, maka akan

diuraikan oleh bakteri pengurai. Rantai makanan yang ada pada jaring-jaring makanan ekosistem

tersebut, sebagai berikut:

Padi → tikus → ular

Padi → tikus → elang

Padi → belalang → katak → elang

Padi → belalang → ayam → elang

Padi → belalang → ayam → ular

Pohon → belalang → katak → elang

Padi → ulat → katak → elang

Pohon → ulat → ayam → elang

15

media

Padi → ulat → katak → ular

Ekosistem Hutan

Tumbuhan atau pohon yang bertindak sebagai produsen dimakan oleh tikur, kelinci, dan

kambing. Biasanya konsumen yang berada di tingkat pertama merupakan jenis hewan herbivora,

tapi tidak menutup kemungkinan juga merupakan jenis omnivora. Kemudian, tikus dimakan oleh

burung hantu dan kucing hutan.

Kelinci dimakan oleh kucing hutan dan serigala. Kambing dimakan oleh serigala. Kemudian,

burung hantu dimakan oleh kucing hutan dan ular. Kucing hutan dimakan oleh singa dan serigala.

Serigala dimakan oleh singa. Lalu, ular dimakan oleh burung elang dan kucing hutan. Dan burung

elang dimakan oleh singa. Dan jika singa mati, maka akan dimakan oleh bakteri pengurai. Jika

dijabarkan terdapat beberapa rantai makanan yang terjalin pada jaring-jaring makanan ekosistem

tersebut, sebagai berikut:

Tumbuhan → tikus → burung hantu → ular → elang → singa

Tumbuhan → tikus → kucing hutan → singa

Tumbuhan → tikus → burung hantu → kucing hutan → singa

Tumbuhan → tikus → burung hantu → kucing hutan → singa

Tumbuhan → kambing → serigala → singa

Tumbuhan → kelinci → serigala → singa

Tumbuhan → kelinci → kucing hutan → singa

16

media

Ekosistem Laut

Rumput laut sebagai organisme autotrof atau penghasil makanan sendiri atau disebut juga

sebagai produsen dimakan oleh kepiting yang merupakan konsumen. Selanjutnya, kepiting dimakan

oleh cumi-cumi yang juga merupakan konsumen. Lalu, cumi-cumi dimakan oleh anjing laut dan

juga pinguin yang juga disebut sebagai konsumen. Lalu, anjing laut dimakan oleh paus. Pinguin

dimakan oleh paus dan juga singa laut yang berkedudukan juga sebagai konsumen.

Kemudian, phytoplankton yang juga merupakan organisme yang mampu menghasilkan

makanan sendiri bisa dimakan oleh udang kecil dan juga zooplankton. Zooplankton merupakan

bakteri dan hewan-hewan pemakan sampah atau bangkai, biasanya terdapat didaerah yang gelap.

Lalu, zooplankton dimakan oleh ikan. Udang kecil dimakan oleh paus biru dan ikan. Lalu, ikan

dimakan oleh burung camar dan singa laut. Burung camar dimakan oleh singa laut. Paus biru dan

paus pembunuh sebagai konsumen puncak, yang jika mati akan dimakan oleh bakteri atau pengurai.

Jika dijabarkan terdapat beberapa rantai makanan yang terjalin pada jaring-jaring makanan

ekosistem tersebut, sebagai berikut:

Fitoplankton → zooplankton → ikan → camar laut → singa laut → paus pembunuh

Fitoplankton → zooplankton → ikan → singa laut → paus pembunuh

Fitoplankton → udang → ikan → camar laut → singa laut → paus pembunuh

Fitoplankton → udang → paus biru

Rumput laut → kepiting → cumi-cumi → penguin → singa laut → paus pembunuh

Rumput laut → kepiting → cumi-cumi → penguin → paus pembunuh

Rumput laut → kepiting → cumi-cumi → gajah laut → paus pembunuh

Penyebab, Dampak, dan Upaya Untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Dalam suatu ekosistem harus ada keseimbangan antara produsen dan konsumen. Kehidupan

dapat tetap berlangsung jika jumlah produsen lebih besar dari konsumen tingkat I. Konsumen tingkat

I lebih banyak dari konsumen tingkat II dan seterusnya. Ketidakseimbangan ekosistem terjadi

apabila semua komponen biotik maupun abiotik tidak berada pada porsi yang seharusnya baik

jumlah maupun perananya dalam lingkungan. Sehingga dapat dikatakan tidak seimbang jika salah

satu komponen pada ekosistem tersebut rusak. Misalnya populasi tikus di sawah sedikit karena terus

17

media

diburu oleh para petani akan mengakibatkan populasi ular menurun karena kehabisan makanan

berupa tikus. Terdapat faktor-faktor yang menjadi penyebab terganggunya keseimbangaan

ekosistem, yaitu:

1)Faktor Alam, yaitu faktor yang terjadi akibat bencana alam. Misalnya: banjir, gempa bumi,

gunung meletus, tsunami dan lain sebagainya. Jika suatu lingkungan terkena bencana biasanya

akan terdapat salah satu komponen yang rusak sehingga menyebabkan lingkungan menjadi

tidak seimbang.

2)Faktor Manusia, yaitu faktor yang terjadi karena ulah tangan manusia. Aktivitas manusia dapat

menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem. Berikut ini beberapa kegiatan manusia

yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem.

a.Penebangan Pohon secara Liar dan Pembakaran Hutan

Alat-alat rumah tangga banyak yang terbuat dari kayu. Jenis kayu yang banyak

digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, contohnya meranti, kamper, jati, dan

mahoni. Jenis-jenis kayu tersebut diambil dari hutan. Adanya penebangan hutan secara liar

dapat menimbulkan kerusakan pada tempat hidup tumbuhan dan habitat hewan. Akibatnya

banyak jenis tumbuhan yang menjadi berkurang dan lama-lama menjadi langka. Selain

menebang pohon, manusia kadang-kadang membuka lahan pertanian dan perumahan

dengan cara membakar hutan. Akibatnya lapisan tanah dapat terbakar, tanah menjadi kering

dan tidak subur.

b.Perburuan Hewan secara Terus-Menerus

Banyak kegiatan manusia yang merusak keseimbangan ekosistem, misalnya

penangkapan ikan di laut dengan racun atau peledak yang dapat menyebabkan rusaknya

terumbu karang. Penangkapan secara liar pada beberapa hewan, seperti penyu,

cendrawasih, badak, dan harimau dapat menyebabkan hewan-hewan tersebut menjadi

langka. Manusia ada yang berburu hewan hanya untuk bersenang-senang. Juga ada yang

memanfaatkan sebagai bahan makanan, hiasan, atau pakaian.

c.Penggunaan Pupuk yang Berlebihan

Para petani biasanya melakukan beberapa cara agar hasil pertaniannya tetap baik dan

banyak. Cara-cara yang dilakukan oleh para petani itu di antaranya dengan pemupukan.

Pupuk tanaman yang digunakan para petani ada dua macam, yaitu pupuk alami dan pupuk

buatan. Pupuk alami adalah pupuk yang dibuat dari bahan-bahan alami, misalnya dari

kotoran hewan atau dari daun-daunan yang telah membusuk. Pupuk alami dikenal dengan

sebutan pupuk kandang atau pupuk kompos. Pupuk buatan adalah pupuk yang dibuat dari

bahan kimia. Contoh pupuk buatan adalah urea, NPK, dan ZA. Penggunaan pupuk buatan

harus sesuai dengan aturan pemakaian karena dapat mempengaruhi ekosistem. Pupuk

buatan yang berlebihan jika kena air hujan akan larut dan terbawa air ke sungai atau danau,

18

media

yang mengakibatkan di tempat tersebut terjadi penumpukan unsur hara sehingga gulma

tumbuh subur.

d.Pembuangan Limbah dan Sampah

Sebagian besar aktivitas yang dilakukan manusia pasti menghasilkan sampah atau

limbah. Mulai dari limbah rumah tangga, pertanian, transportasi, sampai limbah industri.

Plastik yang digunakan sebagai pembungkus merupakan contoh limbah rumah tangga.

Pestisida jika digunakan berlebihan dapat menjadi limbah pertanian. Asap kendaraan

merupakan limbah transportasi. Adapun contoh limbah industri berupa limbah cair dan

asap. Sampah dan limbah tersebut ada yang mudah diuraikan dan ada pula yang sulit

diuraikan. Jika pengolahan sampah tidak dilakukan dengan benar, yang terjadi adalah

kerusakan lingkungan.

e.Kegiatan Mencemari Lingkungan

Mencemari lingkungan artinya menambahkan zat pencemar (polutan) pada lingkungan

yang dapat menyebabkan lingkungan menjadi tercemar. Ada beberapa macam pencemaran,

yaitu:

1.Pencemaran tanah, yaitu masuknya polutan berupa bahan cair atau padat yang masuk

ke dalam tanah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, seperti plastik, kaleng,

kaca, sehingga menyebabkan oksigen tidak bisa meresap ke tanah. Faktor lain, yaitu

penggunaan pestisida dan detergen yang merembes ke dalam tanah dapat berpengaruh

terhadap air tanah, flora, dan fauna tanah.

2.Pencemaran air, yaitu masuknya polutan berupa bahan cair atau padat yang masuk ke

dalam air.

3.Pencemaran udara, yaitu masuknya polutan udara seperti asap kendaraan, debu, dan

jelaga.

4.Pencemaran suara, polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor,

kapal terbang, deru mesin pabrik, radio, atau tape recorder yang berbunyi keras

sehingga mengganggu pendengaran.

Dampak Akibat Terganggunya Keseimbangan Ekosistem

Ekosistem yang tidak seimbang akan membawa dampak buruk terhadap makhluk hidup yang

ada didalamnya. Dampak tersebut sudah pasti sangat merugikan. Berikut ini beberapa dampak akibat

terganggunya keseimbangan ekosistem bagi makhluk hidup, diantaranya:

a.Kepunahan suatu spesies atau populasi.

Jika gajah terus diburu untuk diambil gadingnya, tidak hanya akan menyebabkan populasi

gajah semakin berkurang tetapi dapat menyebabkan spesies gajah akan hilang dari muka

bumi.

b.Kerusakan atau bencana.

19

media

Yang paling dominan merasakan dampak dari bencana adalah manusia. Manusia akan selalu

merasa khawatir dan takut jika bumi ini mengalami terus- menerus bencana. Bencana sangat

merugikan manusia. Manusia bisa kehilangan segala- galanya akibat bencana. Kehilangan

harta benda, tempat tinggal bahkan kehilangan nyawa.

c.Munculnya anomali (keanehan) ekosistem, Keanehan-keanehan sering muncul akibat

ekosistem yang tidak seimbang.

Upaya Untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Untuk menjaga agar ekosistem kita tetap seimbang maka diperlukan usaha-usaha yang nyata yang

dapat kita lakukan. Beberapa upaya untuk menjaga keseimbangan ekosistem diantaranya:

a.Melakukan perlindungan hutan dengan cara: menebang hutan secara selektif (memilih

pohon yang layak untuk ditebang), melakukan reboisasi, mencegah terjadinya kebakaran

hutan, melakukan pangadaan: taman nasional (kawasan pelestarian alam yang mempunyai

ekosistem asli, dikelola dan dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan,

pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi alam), cagar alam (kawasan suaka

alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan

ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya

berlangsung secara alami);

b.Tidak melakukan perburuan liar terhadap satwa-satwa;

c.Tidak menagkap ikan dengan pukat harimau dan bahan peledak;

d.Menggunakan pestisida dan pupuk sesuai dosis yang dianjurkan dan menggalakan

penggunaan pupuk alami;

e.Mengolah limbah sebelum dibuang ke sungai atau ke saluran air yang lain;

f.Tidak membuang sampah sembarangan;

g.Melakukan proses daur ulang untuk sampah yang bisa dimanfaatkan.

20

media

B.Lembar Kerja Peserta Didik

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Mata Pelajaran

: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Pokok Bahasan

: Rantai Makanan dan Jaring-jaring Makanan

Kelas / Semester

: V / I

Alokasi Waktu : 25 Menit

Tanggal: …………………
Kelompok: ………………
Nama Anggota Kelompok:

1.…………………………………………………………………………………..
2.…………………………………………………………………………………..
3.…………………………………………………………………………………..
4.…………………………………………………………………………………..
5.…………………………………………………………………………………..

1.Video Pembelajaran
2.Media Pembelajaran
3.Gambar hewan dan tumbuhan
4.Kertas manila
5.Spidol
6.Pensil warna / krayon

Alat dan Bahan:

Langkah Kegiatan:

1.Membagi siswa menjadi 5 kelompok secara random. Setiap kelompok mendapatkan bagian

tugasnya sesuai dengan kartu yang telah dipilih.

2.Mengamati gambar jaring-jaring makanan sesuai jenis ekosistem yang telah didapat.
3.Menggambarkan ulang jaring-jaring makanan telah didapatkan pada kertas manila yang sudah

disiapkan guru.

4.Memberikan keterangan nama, peran hewan dan tumbuhan pada gambar yang dibuat, seperti

manakah yang termasuk konsumen, produsen, dan dekomposer (pengurai).

5.Menuliskan rantai-rantai makanan yang ada pada jaring-jaring makanan ekosistem yang

didapatkan, seperti contoh yang telah diberikan pada penjelasan video pembelajaran.

6.Memberikan penjelasan upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
7.Masing-masing kelompok menghias tugas yang dibuat sesuai dengan kreativitas siswa.
8.Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas.

21

media

Gambar jaring-jaring makanan sesuai dengan jenis ekosistem yang telah di dapatkan

No

Jenis Ekosistem

Gambar

1 Ekosistem Laut

2 Ekosistem Rawa

3 Ekosistem Padang Rumput

4 Ekosistem Hutan

22

media

5 Ekosistem Tundra

23

media

C.Asesmen (Instrumen Dan Rubrik Penilaian)

1.Penilaian Sikap
a.Teknik Penilaian

: Observasi/Non Tes

b.Jenis penilaian

: Pengamatan

c.Bentuk penilaian

: Skala penilaian yang dilengkapi rubrik

d.Instrumen penilaian

: Lembar pengamatan

Instrumen Penilaian Sikap

No.

Nama

Siswa

Beriman

Bernalar

Kritis

Gotong

Royong

Mandiri

Kreatif

Jumlah

Skor

Nilai Ket.

0 1 2 0

1 2 0 1 2 0 1 2 0 1 2

1.

2.

3.

dst

Rubrik Penilaian Sikap

Aspek yang dinilai

Deskripsi

Skor

Beriman kepada

Tuhan yang Maha

Esa

Berdoa dengan penuh kesungguhan pada saat pembuka dan

penutup kegiatan pembelajaran di kelas.

2

Tidak sungguh-sungguh atau kurang khusyuk pada saat

pembuka dan penutup kegiatan pembelajaran di kelas.

1

Tidak ikut berdoa pada saat pembuka dan penutup kegiatan

pembelajaran di kelas.

0

Bernalar Kritis

Aktif dalam kegiatan pembelajaran, dapat mengajukan

pertanyaan, menyusun argumen dengan logis, dan mampu

menganalisis informasi dengan baik.

2

Terkadang aktif dan mengajukan pertanyaan atau menyusun

argumen.

1

Tidak aktif dan tidak mampu mengajukan pertanyaan atau

menyusun argumen.

0

Gotong Royong

Aktif berkontribusi, bekerja sama dengan baik dalam

kelompok, dan siap membantu teman sekelas.

2

Terkadang menunjukkan kerjasama atau partisipasi dalam

kegiatan kelompok.

1

Tidak menunjukkan kerjasama atau partisipasi dalam

kegiatan kelompok.

0

Mandiri

Dapat bekerja secara mandiri dengan baik dan tidak

2

24

media

bergantung pada orang lain.

Dapat bekerja secara mandiri, tetapi terkadang membutuhkan

bantuan orang lain.

1

Selalu memerlukan bantuan dari orang lain, dan tidak dapat

bekerja secara mandiri.

0

Kreatif

Kreatif dalam pemecahan masalah, menyajikan informasi

dengan cara yang menarik, dan memiliki ide-ide orisinal.

2

Terkadang menunjukkan kreativitas dalam pemecahan

masalah atau penyajian informasi.

1

Tidak menunjukkan kreativitas dalam pemecahan masalah

atau menyajikan informasi.

0

Skor Maksimal: 2 x 5 = 10

Nilai Sikap: 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
𝑥 100


Rentang Nilai:
Sangat Baik = 91 – 100
Baik = 83 – 90
Cukup = 75 – 82
Perlu Bimbingan = < 75

2.Penilaian Pengetahuan
a.Teknik Penilaian

: Tes

b.Jenis penilaian

: Tertulis

c.Bentuk penilaian

: Pilihan ganda dan uraian

d.Instrumen penilaian

: Lembar soal

Instrumen Penilaian Pengetahuan

Tujuan Pembelajaran

Indikator Soal

Bentuk

Soal

Nomor

Soal

Peserta

didik

dapat

memahami (C3) pengertian,

komponen, dan jenis-jenis

ekosistem.

Memahami yang dimaksud dengan

ekosistem.

Pilihan

Ganda

1

Mengetahui yang termasuk komponen

biotik pada ekosistem.

Pilihan

Ganda

2

Menganalisis contoh komponen yang

disebutkan

apakah

termasuk

komponen biotik atau komponen

abiotik.

Pilihan

Ganda

3

25

media

Mengetahui yang dimaksud dengan

ekosistem buatan

Pilihan

Ganda

4

Mengetahui

pentingnya

jenis

ekosistem

dari

contoh

yang

disebutkan

Pilihan

Ganda

5

Menganalisis komponen penyusun

ekosistem dan memberikan contohnya

Uraian

1

Menganalisis jenis-jenis ekosistem

disertai dengan contohnya

Uraian

2

Peserta

didik

dapat

menganalisis (C4) rantai dan

jaring-jaring

makanan

dalam

keseimbangan

ekosistem.

Mengetahui yang dimaksud dengan

rantai makanan

Pilihan

Ganda

6

Mengurutkan rantai makanan pada

suatu ekosistem dengan tepat

Pilihan

Ganda

7

Mengetahui dampak yang terjadi

terhadap

peningkatan

populasi

pemangsa dalam rantai makanan

Pilihan

Ganda

8

Menganalisis pentingnya produsen

dalam

rantai

makanan

dan

memberikan contohnya

Uraian

3

Menganalisis hewan dan tumbuhan

beserta peranannya dalam rantai

makanan dari gambar jaring-jaring

makanan pada gambar ekosistem yang

diberikan,

serta

mengidentifikasi

rantai

makanan

yang ada pada

gambar.

Uraian

4

Peserta

didik

dapat

menganalisis

(C4)

dan

menerapkan

(C3)

peran

manusia

dalam

menjaga

keseimbangan ekosistem.

Menganalisis akibat perubahan iklim

pada

suatu

ekosistem

apakah

mempengaruhi jaring-jaring makanan

pada ekosistem tersebut.

Pilihan

Ganda

9

Mengetahui

penyebab

ketidakseimbangan ekosistem.

Pilihan

Ganda

10

Menganalisis kegiatan manusia yang

mempengaruhi

keseimbangan

ekosistem, dan upaya yang dapat

dilakukan

untuk

menjaga

Uraian

5

26

media

keseimbangan ekosistem

Rubrik Penilaian Pilihan Ganda

Kriteria Penilaiaan

Skor

Jawaban benar

1

Jawaban salah

0

Tidak menjawab

0

Nilai pilihan ganda = jawaban benar x 10

Contoh:

Jika benar semua, maka:

10 (jawaban benar) x 10 = 100

Rubrik Penilaian Uraian

No

Kriteria Penilaian

Poin

Skor

1. Menjelaskan secara lengkap komponen biotik dan komponen abiotik

serta memberikan 2 contoh masing-masing komponen tersebut.

10

10

Menjelaskan komponen biotik dan komponen abiotik tetapi hanya

memberikan 1 contoh.

8

Hanya menjelaskan komponen biotik dan komponen abiotik tetapi

tidak memberikan contoh masing-masing komponen tersebut.

6

Hanya menjelaskan satu komponen dan memberikan contohnya.

4

Tidak menjelaskan komponen biotik dan abiotik dan hanya

memberikan contohnya saja.

2

Tidak memberikan jawaban.

0

2. Menjelaskan secara lengkap 3 jenis ekosistem (ekosistem darat, air, dan

buatan) serta memberikan contohnya satu atau lebih.

10

10

Menjelaskan 3 jenis ekosistem dan tidak memberikan contohnya

8

Hanya menjelaskan 2 jenis ekosistem dan memberikan contoh atau

tidak memberikan contoh.

5-6

Hanya menjelaskan 1 jenis ekosistem dan memberikan contoh

3-4

Tidak menjelaskan jenis-jenis ekosistem dan hanya memberikan

contoh.

2

Tidak memberikan jawaban.

0

3. Menjelaskan pentingnya produsen dalam rantai makanan dan

5

5

27

media

memberikan contohnya.

Menjelaskan pentingnya produsen dalam rantai makanan tetapi tidak

memberikan contohnya.

3

Hanya memberikan contohnya, tidak menjelaskan pentingnya produsen

dalam rantai makanan.

2

Tidak memberikan jawaban.

0

4. Menjawab semua bagian (a, b, c) dengan tepat.

15

15

Hanya menjawab 2 (a/b/c) bagian dengan tepat.

10

Hanya menjawab 1 (a/b/c) bagian dengan tepat.

5

Tidak memberikan jawaban.

0

Keterangan:

Nomor 4 terbagi menjadi 3 bagian (a, b, dan c):

setiap bagian mendapatkan poin 5, jika jawaban yang diberikan tepat.

Jika jawaban kurang tepat mendapatkan poin dari 2-4, tergantung dari jawaban

siswa apakah sudah sesuai dengan soal yang diberikan.

5. Menjelaskan 3 kegiatan manusia yang mempengaruhi keseimbangan

ekosistem, dan menyebutkan 3 upaya yang dapat dilakukan untuk

menjaga keseimbangan ekosistem.

10

10

Menjelaskan 3 kegiatan manusia yang mempengaruhi keseimbangan

ekosistem, tetapi tidak menyebutkan upaya yang dapat dilakukan untuk

menjaga keseimbangan ekosistem.

8

Hanya menjelaskan 2 kegiatan manusia yang mempengaruhi

keseimbangan ekosistem, dan menyebutkan 3 upaya yang dapat

dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

6

Hanya menjelaskan 1 kegiatan manusia yang mempengaruhi

keseimbangan ekosistem, dan menyebutkan 3 upaya yang dapat

dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

4

Tidak

menjelaskan

kegiatan

manusia

yang

mempengaruhi

keseimbangan ekosistem, dan hanya menyebutkan 3 upaya yang dapat

dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

2

Tidak memberikan jawaban.

0

Nilai uraian = Skor yang diperoleh x 2

Contoh:

Jika mendapatkan skor 50, maka:

50 x 2 = 100

28

media

Nilai total = Nilai pilihan ganda dijumlahkan dengan Nilai uraian, kemudian totalnya dibagi 2

Contoh:
Nilai total = Nilai pilihan ganda + Nilai uraian, kemudian dibagi 2
Nilai total = 80 + 80
= 160 : 2 = 80
Jadi, nilai total yang diperoleh siswa adalah 80.

Soal Pilihan Ganda

1.Hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungan disebut…

a.Daur Hidup

b.Ekosistem

c.Simbiosis

d.Rantai Makanan

2.Yang termasuk dalam komponen biotik ekosistem adalah…

a.Batu dan tanah

b.Udara dan tumbuhan

c.Hewan dan tumbuhan

d.Hewan dan cahaya matahari

3.Udara, tanah, dan air adalah contoh dari komponen…

a.Komponen Abiotik

b.Komponen Biotik

c.Komponen Kimia

d.Komponen Ekologis

4.Apa yang dimaksud dengan ekosistem buatan…

a.Ekosistem yang terbentuk secara alami

b.Ekosistem yang terdiri dari tumbuhan

c.Ekosistem yang berada diperairan

d.Ekosistem yang dibuat oleh manusia

5.Terumbu karang dianggap sebagai salah satu ekosistem air yang sangat penting, karena …

a.Terumbu karang hanya terdapat di laut dalam

b.Terumbu karang tidak memiliki dampak pada kehidupan laut yang lain

c.Terumbu karang menyediakan habitat yang kompleks dan mendukung keanekaragaman

hayati laut

d.Terumbu karang tidak terpengaruh oleh perubahan suhu air

6.Peristiwa makan dan dimakan antara sesama makhluk hidup dengan urutan tertentu disebut…

a.Ekosistem

29

media

b.Rantai Makanan

c.Jaring-jaring Makanan

d.Menghasilkan Makanan

7.Perhatikan urutan rantai makanan di bawah ini!

1)Padi Ular Burung Elang Singa

2)Tanaman Tomat Tikus Ular Burung Elang

3)Padi Ayam Ular Burung Elang

4)Padi Tikus Ular Burung Elang

Rantai makanan pada ekosistem sawah yang tepat ditunjukkan oleh nomor…

a.1

b.2

c.3

d.4

8.Apa dampak yang mungkin terjadi jika populasi pemangsa dalam rantai makanan meningkat

secara signifikan?

a.Penurunan populasi produsen

b.Peningkatan populasi konsumen

c.Keseimbangan ekosistem terjaga

d.Penurunan keanekaragaman hayati

9.Sebuah ekosistem hutan mengalami perubahan iklim yang signifikan, mengakibatkan

peningkatan suhu rata-rata. Bagaimana hal ini dapat mempengaruhi jaring-jaring makanan di

ekosistem tersebut?

a.Peningkatan suhu dapat mempercepat laju fotosintesis pada tumbuhan, meningkatkan

kelimpahan produsen dan konsumen tingkat pertama

b.Peningkatan suhu dapat menyebabkan penurunan kelimpahan tumbuhan dan konsumen

tingkat pertama karena ketidakmampuan beradaptasi

c.Perubahan iklim tidak akan memiliki dampak pada jaring-jaring makanan di ekosistem

hutan

d.Peningkatan suhu hanya akan mempengaruhi predator tingkat lebih tinggi dan tidak

berdampak pada kelimpahan organisme lainnya

10.Apa yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam ekosistem?

a.Kehadiran predator alami

b.Siklus air yang normal

c.Keberagaman hayati yang dimiliki

d.Penebangan hutan yang berlebihan

Kunci Jawaban

30

media

1.B

2.C

3.A

4.D

5.C

6.B

7.D

8.A

9.B

10.D

Soal Uraian

1.Ekosistem memiliki 2 komponen penyusun, yaitu biotik dan abiotik. Jelaskan apa itu

komponen biotik dan abiotik pada ekosistem, dan berikan 2 contohnya!

2.Jelaskan 3 jenis ekosistem dan berikan contohnya!

3.Jelaskan pentingnya produsen dalam rantai makanan dan berikan contoh produsen dalam

ekosistem hutan!

4.Perhatikan gambar jaring-jaring makanan pada ekosistem berikut!

a.Tuliskan nama hewan dan tumbuhan pada gambar

b.Jelaskan peran masing-masing hewan dan tumbuhan

c.Ada berapa rantai makanan yang ada pada jaring-jaring makanan? Sebutkan juga rantai

makanannya!

5.Jelaskan 3 kegiatan manusia yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem, dan sebutkan 3

upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem!

Jawaban

1.Pengertian dan contoh komponen biotik dan abiotik:

31

media

a.Komponen biotik adalah komponen makhluk hidup di suatu ekosistem, sebab ekosistem

tak akan pernah terbentuk tanpa adanya makhluk hidup didalamnya. Contohnya: manusia,

tumbuhan, hewan, dan bakteri.

b.Komponen abiotik adalah komponen yang terdiri dari benda-benda bukan makhluk hidup

tetapi ada di sekitar kita, dan ikut mempengaruhi kelangsungan hidup. Contohnya: sinar

matahari, suhu, air, tanah, udara, dan lainnya.

2.Ekosistem dibagi menjadi 3 jenis, yaitu ekosistem air, ekosistem darat, dan ekosistem buatan.

a.Ekosistem air merupakan ekosistem yang komponen abiotiknya sebagian besar terdiri atas

air. Ekosistem perairan dibagi menjadi ekosistem air tawar, contohnya: danau, kolam, dan

sungai. Serta ekosistem laut, contohnya: pantai, terumbu karang dan ekosistem laut dalam.

b.Ekosistem darat, berlangsung di daratan dan berpengaruh dengan keadaan tanah, iklim,

kelembaban, curah hujan, dan pancaran sinar matahari. Contohnya seperti hutan, padang

rumput, padang pasir, tundra, dan taiga.

c.Ekosistem buatan merupakan ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi

kebutuhan manusia, contohnya: sawah, akuarium, dan bendungan.

3.Produsen sangat penting karena dapat menghasilkan makanan sendiri melalui fotosintesis,

menjadi sumber energi untuk organisme lain dalam rantai makanan. Contoh produsen dalam

ekosistem hutan adalah pohon, yang menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis yang

bukan hanya sebagai penyedia energi tetapi juga sebagai penopang ekosistem yang mendukung

berbagai bentuk kehidupan.

4.Berikut jawabannya:

a.Nama hewan dan tumbuhan pada gambar

b.Peran masing-masing

1.Sawi dan bunga sepatu menempati tingkatan trofik 1 sebagai produsen.

2.Ulat, tikus, dan belalang adalah konsumen sekunder atau konsumen I yang memakan

produsen pada tingkat trofik II.

3.Katak dan burung pipit merupakan konsumen primer atau konsumen II yang memakan

konsumen sekunder pada tingkat trofik III.

4.Elang sebagai konsumen puncak yang memakan burung pipit dan katak.

32

media

c.Dari jaring-jaring makanan tersebut terdapat 5 rantai makanan, yaitu:

1.Bunga sepatu, ulat, burung pipit, elang

2.Sawi, tikus, elang.

3.Sawi, belalang, katak, elang.

4.Sawi, belalang, burung pipit, elang.

5.Sawi, ulat, burung pipit, elang

5.Kegiatan manusia yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem:

1)Penebangan Pohon secara Liar dan Pembakaran Hutan

Adanya penebangan hutan secara liar dapat menimbulkan kerusakan pada tempat hidup

tumbuhan dan habitat hewan. Akibatnya banyak jenis tumbuhan yang menjadi

berkurang dan lama-lama menjadi langka. Selain menebang pohon, manusia kadang-

kadang membuka lahan pertanian dan perumahan dengan cara membakar hutan.

Akibatnya lapisan tanah dapat terbakar, tanah menjadi kering dan tidak subur.

2)Perburuan Hewan secara Terus-Menerus

Banyak kegiatan manusia yang merusak keseimbangan ekosistem, misalnya

penangkapan ikan di laut dengan racun atau peledak yang dapat menyebabkan

rusaknya terumbu karang. Penangkapan secara liar pada beberapa hewan, seperti

penyu, cendrawasih, badak, dan harimau dapat menyebabkan hewan-hewan tersebut

menjadi langka.

3)Pembuangan Limbah dan Sampah

Sebagian besar aktivitas yang dilakukan manusia pasti menghasilkan sampah atau

limbah. Mulai dari limbah rumah tangga, pertanian, transportasi, sampai limbah

industri. Plastik yang digunakan sebagai pembungkus merupakan contoh limbah rumah

tangga. Pestisida jika digunakan berlebihan dapat menjadi limbah pertanian. Asap

kendaraan merupakan limbah transportasi. Adapun contoh limbah industri berupa

limbah cair dan asap. Sampah dan limbah tersebut ada yang mudah diuraikan dan ada

pula yang sulit diuraikan. Jika pengolahan sampah tidak dilakukan dengan benar, yang

terjadi adalah kerusakan lingkungan.

Upaya untuk menjaga keseimbangan ekosistem:

1)Melakukan perlindungan hutan dengan cara: menebang hutan secara selektif (memilih

pohon yang layak untuk ditebang), melakukan reboisasi, mencegah terjadinya

kebakaran hutan.

2)Tidak melakukan perburuan liar terhadap satwa-satwa;

3)Tidak menagkap ikan dengan pukat harimau dan bahan peledak;

4)Mengolah limbah sebelum dibuang ke sungai atau ke saluran air yang lain;

5)Tidak membuang sampah sembarangan;

6)Melakukan proses daur ulang untuk sampah yang bisa dimanfaatkan.

33

media

LEMBAR REMEDIAL SISWA

Perhatikan gambar di bawah ini!

Berikan penjelasan peranan pada tumbuhan dan hewan jaring-jaring makanan ekosistem di atas,

serta ada berapa rantai makanan pada gambar di atas, dan juga sebutkan apa saja rantai

makanannya!

Jawaban:

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

34

media

Rubrik Penilaian

Penjelasan

Skor

Peserta didik menjelaskan secara lengkap dan tepat peranan masing-masing

komponen, jumlah rantai makanan, dan apa saja rantai-rantai makanan yang ada.

25

Peserta didik kurang tepat menjawab peranan masing-masing komponen, jumlah

rantai makanan, dan apa saja rantai-rantai makanan yang ada.

16-20

Peserta didik tidak menjelaskan peranan masing-masing komponen, hanya

menyebutkan jumlah rantai makanan, dan menyebutkan apa apa saja rantai-rantai

makanan yang ada.

10-15

Peserta didik tidak menjelaskan peranan masing-masing komponen, tidak

menyebutkan jumlah rantai makanan, dan hanya menyebutkan apa saja rantai-rantai

makanan yang ada.

5-9

Peserta didik tidak menyebutkan peranan, jumlah rantai makanan, dan apa saja

rantai-rantai makanan yang ada.

0

Keterangan:

Jumlah skor yang didapatkan dikali 4

Misal menjawab dengan benar dan tepat, jadi:

25 x 4 = 100

Skor remidal yang di dapat akan dijumlahkan dengan skor tes pengetahuan sebelumnya.

Kemudian dibagi 2 untuk mendapatkan nilai setelah remedial (nilai tuntas).

Misal:

Skor pengetahuan = 70

Skor remedial = 80

Skor pengetahuan + Skor remedial : 2

70 + 80 = 150 : 2 = 75 (maka nilai tuntas)

Jika mendapat nilai remedial 100, skor maksimal nilai yang akan diberikan adalah 80, agar

nilai yang didapatkan tidak melampui dengan nilai peserta didik yang tidak remedial. Hal ini

dikarenakan agar tidak terjadi perseteruan/keirian antar siswa.

35

media

D.INSTRUMEN SURVEI
1.LEMBAR REFLEKSI SISWA

INSTRUMEN SURVEI

LEMBAR PERTANYAAN KEPADA SISWA

Nama

: ………………………………………….

Sekolah

: ………………………………………….

Kelas

: ………………………………………….

Mapel

: ………………………………………….

Waktu

: Hari …….., Tanggal……………………

Petunjuk

:

Berikut ini adalah daftar pertanyaan mengenai Bapak/Ibu guru yang mengajar di kelas. Pertanyaan ini

bukanlah ujian dan tidak akan memberikan dampak apapun kepada kalian. Berikan jawaban dengan

jujur karena hal ini akan sangat membantu Bapak/Ibu guru dalam meningkatkan proses pembelajaran.

Kamu hanya perlu menaruh tanda ceklis () pada kotak yang sesuai dengan menggambarkan ekspresi

perasaan kamu, apakah itu sangat sedih, sedih, senang, atau sangat senang.

No.

Pertanyaan

1. Saya memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru

2. Saya dapat mengikuti pembelajaran dengan baik

3. Saya merasa memiliki kebebasan untuk menyuarakan pendapat
atau ide selama pembelajaran

4. Saya merasa nyaman berpartisipasi dalam diskusi di kelas

5. Kami boleh bertanya tentang apa saja kepada guru

6. Guru membentuk kelompok dalam pembelajaran dengan adil

7. Guru memberikan umpan balik kepada kami saat menjelaskan
materi

8. Guru memperhatikan dan peduli kepada semua siswa di kelas

9. Pembelajaran yang diberikan membuat kami termotivasi untuk
terus belajar

36

media

2.LEMBAR REFLEKSI GURU

LEMBAR REFLEKSI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama

: …………………………………….

Kelas yang diampu

: …………………………………….

Waktu

: Hari ………, Tanggal.…………….

Jawablah pertanyaan berikut ini sesuai dengan pembelajaran yang telah dilaksanakan.

1.Apa yang belum dicapai siswa dalam proses pembelajaran ini?

Jawaban:
………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………….

2.Sejauh mana siswa menunjukkan keaktifan dan antusiasme dalam materi yang disampaikan selama

proses pembelajaran?
Jawaban:
………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………….

3.Apakah ada hal-hal menarik yang saya temukan selama proses pembelajaran?

Jawaban:
………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………….

4.Bagaimana efektivitas penggunaan bahan/media ajar dan sumber daya pendukung yang digunakan

selama proses pembelajaran?
Jawaban:
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………

5.Apakah alokasi waktu yang telah ditetapkan sudah mencukupi selama proses pembelajaran?

37

media

Jawaban:
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………

6.Apakah ada permasalahan baik dalam persiapan maupun pada saat proses pembelajaran terkait

dengan sarana dan prasarana?
Jawaban:
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………

7.Apakah ada yang perlu diperbaiki dari pembelajaran yang telah dilakukan?

Jawaban:
………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………….

38

media

3.LEMBAR OBSERVASI

LEMBAR OBSERVASI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah

: ________________________________

Nama Observer

: ________________________________

Waktu

: Hari …………, Tanggal ………………


Petunjuk Pengisian Lembar Observasi Berilah tanda () pada setiap kolim di bawah ini sesuai dengan
pengamatan yang anda lakukan pada proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan ketentuan
sebagai berikut:
Ya : Apabila hasil pengamatan yang dilakukan memenuhi aspek

Tidak : Apabila hasil pengamatan yang dilakukan tidak memenuhi aspek

Penilaian Observasi keterlaksanaan pembelajaran

Aspek yang diamati

Penilaian keterlaksanaan

pembelajaran

Catatan

Ya

Tidak

Kegiatan Pendahuluan

1. Mengucapkan salam pembuka dan

berdoa bersama

2. Mengkondisikan peserta didik untuk

siap belajar dan menanyakan kondisi
atau kabar peserta didik

3. Melakukan presensi untuk mengetahui

kehadiran peserta didik.

4. Melakukan tanya jawab dengan peserta

didik terkait materi sebelumnya

5. Menjelaskan

tujuan

dan rencana

kegiatan pembelajaran

Kegiatan Inti

Orientasi peserta didik pada masalah

1. Memberikan pertanyaan pemantik

2. Menjelaskan

materi

pembelajaran

menggunakan media (powerpoint)

3. Memberi kesempatan kepada peserta

didik untuk bertanya

4. Mengapresiasi

peserta

didik

yang

berani menyampaikan pendapatnya

Mengorganisasi peserta didik untuk belajar

1. Pembagian kelompok peserta didik

2. Menampilkan video pembelajaran

3. Memberikan

pertanyaan

pemantik

untuk dijawab secara berkelompok

4. Diskusi kelompok untuk menjawab

pertanyaan

5. Setiap

kelompok

menyampaikan

pendapatnya

6. Mempersilahkan siswa bertanya jika

ada yang belum dipahami

7. Memberikan arahan kepada perwakilan

kelompok untuk mengambil kartu
berisikan pembagian tugas

39

media

8. Menjelaskan

LKPD

dari

media

powerpoint

9. Memberikan pertanyaan untuk diskusi

dan tugas kelompok

Pembimbingan penyeledikan individu maupun kelompok

1. Memfasilitasi,

membimbing,

dan

mengamati keterlibatan peserta didik
dalam diskusi serta pengerjaan tugas
kelompok

2. Guru kembali mempersilahkan siswa

untuk bertanya jika ada hal yang masih
belum dipahami

Pengembangan dan penyajian hasil karya

1. Mengamati dan membimbing peserta

didik yang mengalami kesulitan atau
ada yang belum dipahami dalam
penyelesaian tugas kelompok yang
diberikan

Penganalisisan dan pengevaluasian proses

1. Membimbing

peserta

didik

mempresentasikan hasil diskusi dan
meminta kelompok lain memberikan
tanggapan

Penutup

1. Melakukan evaluasi dan rangkuman

pembelajaran

2. Melakukan refleksi kegiatan yang

sudah dilakukan

3. Menyampaikan materi pertemuan yang

akan datang

4. Meminta peserta didik bersama-sama

untuk berdoa

5. Mengucapkan salam penutup

Daftar Pustaka
Buku IPAS Kurikulum Merdeka Kelas V SD. Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan

Teknologi Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Pusat Perbukuan. Diakses pada 10
Oktober 2023. https://drive.google.com/file/d/1R9TEo_nxJDNDH_bLlwFePDrCvZIbxpzK/view

40

media
media

HARMONI DALAM EKOSISTEMHARMONI DALAM EKOSISTEM

Dibuat Oleh:

MAHARANI LADJA PUWA (K3521078)

41

media
media

EKOSISTEM

1

RANTAI MAKANAN

2

JARING MAKANAN

3
MENJAGA

KESEIMBANGAAN

EKOSISTEM

4

YANG AKAN DI PELAJARI

1) Pengertian
2) Komponen
3) Jenis-jenis

1) Pengertian
2) Komponen
3) Contoh

1) Pengertian
2) Contoh

1) Faktor Penyebab
2) Dampak
3) Upaya

42

media
media

PENGERTIAN

Ekosistem adalah hubungan timbal balik tak
terpisahkan

antara

makhluk

hidup

dengan

lingkungan. Ekosistem sebagai suatu tatanan
kesatuan yang secara utuh dan menyeluruh
antara segenap unsur lingkungan hidup dan
saling mempengaruhi.

43

media
media
media
media
media

Komponen Biotik

KOMPONEN EKOSISTEM

1

adalah komponen makhluk
hidup

di

suatu

ekosistem,

sebab ekosistem tak akan
pernah

terbentuk

tanpa

adanya

makhluk

hidup

di

dalamnya.

Contohnya:

manusia,

tumbuhan,

hewan, dan bakteri.

44

media
media
media
media
media

Komponen Abiotik

KOMPONEN EKOSISTEM

2

Contohnya: sinar matahari, air, tanah, udara,
dan lainnya.

adalah komponen yang terdiri
dari

benda-benda

bukan

makhluk hidup tetapi ada di
sekitar

kita,

dan

ikut

mempengaruhi

kelangsungan

hidup.

45

media
media
media

JENIS-JENIS EKOSISTEM

Ekosistem air merupakan ekosistem yang komponen abiotiknya sebagian besar terdiri atas air.
Ekosistem perairan dipengaruhi oleh pancaran cahaya matahari, substrat, dan jumlah materi
terlarut. Jika kandungan garam terlarut sedikit maka ekosistem dikenal sebagai perairan tawar
dan bila kadar garam tinggi dikenal sebagai ekosistem laut.
Ekosistem air tawar, contohnya: danau dan sungai.

Ekosistem Air

1.

46

media
media
media
media

JENIS-JENIS EKOSISTEM

Ekosistem laut, contohnya: pantai, terumbu karang dan ekosistem laut dalam.

Ekosistem Air

1.

Pantai

Terumbu Karang

Laut Dalam

47

media
media
media
media
media
media

JENIS-JENIS EKOSISTEM

Ekosistem darat, berlangsung di daratan dan berpengaruh dengan keadaan tanah, iklim,
kelembaban, curah hujan, dan pancaran sinar matahari. Contohnya seperti hutan, padang
rumput, padang pasir, tundra, dan taiga.

2. Ekosistem Darat

48

media
media
media

JENIS-JENIS EKOSISTEM

Ekosistem buatan merupakan ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhan
manusia, contohnya: sawah dan bendungan.

3. Ekosistem Buatan

49

media

RANTAI
RANTAI

MAKANAN
MAKANAN

50

media

RANTAI MAKANAN

Rantai makanan adalah sebuah peristiwa makan
dan dimakan antara sesama makhluk hidup
dengan urutan-urutan tertentu. Dalam konsep
rantai makanan, proses terjadinya makan dan
dimakan ini berada dalam suatu urutan tertentu.
Setiap tingkat dari rantai makanan memiliki
sebuah ekosistem yang dikenal dengan sebutan
tingkat trofik. Proses makan dan dimakan dalam
rantai makanan ini berlangsung secara terus
menerus dengan komponennya masing-masing.

51

media
media
media

Produsen

RANTAI MAKANAN

1

Produsen adalah organisme yang memiliki kemampuan membuat makanannya sendiri,
contohnya tumbuhan hijau. Tumbuhan hijau ini memproduksi makanan dengan bantuan
air dan sinar matahari, kemudian akan melakukan proses fotosintesis. Jumlah produsen
di ekosistem tidak bergantung pada ketersediaan makanan, tetapi lebih pada
keseimbangan alam. Tidak memakan, produsen justru menjadi makanan bagi organisme
yang lain. Misalnya, sapi memakan rumput.

contoh produsen

52

media

Konsumen

RANTAI MAKANAN

2

Konsumen adalah makhluk hidup yang bergantung pada makhluk lain karena
tidak bisa membuat makananya sendiri. Oleh karena itu, keberlangsungan hidup
konsumen ini sangat bergantung pada organisme lainnya. Konsumen dibagi
menjadi tiga tingkatan. Mulai dari konsumen primer, konsumen sekunder, dan
konsumen tersier.

53

media

Konsumen

RANTAI MAKANAN

2

Konsumen primer atau disebut konsumen tingkat pertama, yaitu pemakan produsen
atau tumbuhan. Contohnya seperti sapi, kelinci, kerbau dan lain-lain.
Konsumen sekunder atau disebut konsumen tingkat kedua, yaitu organisme yang sumber
makanannya dari tingkat trofik sebelumnya. Contohnya adalah ular, burung, tikus dan
lain-lain.
Konsumen tersier disebut konsumen tingkat ketiga, yaitu pemakan konsumen kedua dan
seterusnya hingga konsumen yang terakhir yang disebut dengan konsumen puncak.
Contohnya singa, buaya, elang dan lain-lain yang masuk dalam kelompok hewan buas.

1.

2.

3.

54

media
media

Dekomposer

RANTAI MAKANAN

3

Pengurai adalah organisme terakhir yang mampu mengubah zat organik menjadi
anorganik. Pengurai bertugas untuk membusukkan tumbuhan dan hewan yang sudah
mati, untuk menjadi pupuk dan kembali ke lingkungan. Nutrisi yang tersisa dari
organisme ini bisa menyuburkan lingkungan dan memenuhi kebutuhan produsen.

Contohnya: jamur

55

media
media

CONTOH RANTAI MAKANAN

Padi tikus ular sawah elang dekomposer/pengurai

Ekosistem Sawah1.

Pada contoh di atas, padi adalah produsen yang mampu menghasilkan makanan sendiri.
Selanjutnya padi dimakan oleh tikus, maka tikus menjadi komsumen I. Tikus dimakan oleh ular
sawah, berarti ular sawah menjadi konsumen II. Setelah itu ular dimakan elang, maka elang menjadi
konsumen ke III. Saat elang mati, kemudian jatuh ke tanah dan diuraikan oleh bakteri, fungsi bakteri
di sini adalah sebagai pengurai atau dekomposer.

56

media
media

CONTOH RANTAI MAKANAN

Fitoplankton zooplankton ikan kecil ikan besar paus bergigi pengurai

2. Ekosistem Laut

Fitoplankton dalam rantai makanan berperan sebagai produsen. Sebab memiliki kemampuan membuat makanan
sendiri melalui fotosintesis dengan bantuan sinar matahari. Selanjutnya fitoplankton akan dimakan oleh
zooplankton sebagai konsumen I. Zooplankton dimakan ikan kecil sebagai konsumen II. Lalu ikan kecil dimakan ikan
besar sebagai konsumen III. Ikan besar masih dimakan oleh paus bergigi sebagai konsumen ke IV. Setelah paus mati,
akan terurai lalu tumbuh kembali fitoplankton dan seterusnya.

57

media
media

CONTOH RANTAI MAKANAN

Rumput zebra singa pengurai

3. Ekosistem Padang Rumput

Dalam rantai makanan tersebut, rumput adalah produsen. Kemudian zebra menjadi konsumen I
karena telah memakan produsen. Zebra dimakan singa sehingga singa menjadi konsumen II. Saat
singa mati, diuraikan oleh bakteri dan menyatu dalam tanah. Dari tanah tersebut, rumput kembali
tumbuh dan teruslah terjadi rantai makanan.

58

media

JARING-JARING
JARING-JARING

MAKANAN
MAKANAN

59

media

JARING-JARING MAKANAN

Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari
rantai makanan yang saling terhubung, dan
tumpang tindih dalam suatu ekosistem. Tujuan
mendasar

dari

jaring

makanan

adalah

menggambarkan rantai makanan antar spesies
dalam suatu komunitas. Jaring makanan dapat
dibangun

untuk

menggambarkan

interaksi

spesies. Dengan adanya pengelompokan spesies
di tingkat trofik membantu dalam memahami
hubungan antar spesies.

60

media
media

CONTOH JARING-JARING MAKANAN

Padi dan pohon sebagai produsen yang dimakan oleh tikus, belalang, dan ulat. Lalu, tikus
dimakan oleh ular dan burung elang. Belalang dimakan oleh katak dan ayam. Ulat dimakan
oleh katak dan ayam. Kemudian ayam dimakan oleh ular dan burung elang. Katak dimakan
oleh ular dan burung elang. Burung elang juga bisa memakan ular. Ketika ular dan burung
elang mati, maka akan diuraikan oleh bakteri pengurai.

Ekosistem Sawah

61

media
media

CONTOH JARING-JARING MAKANAN

Rantai makanan yang ada pada jaring-jaring makanan ekosistem sawah tersebut,
sebagai berikut:
Padi tikus ular
Padi tikus elang
Padi belalang katak elang
Padi belalang ayam elang
Padi belalang ayam ular
Pohon belalang katak elang
Padi ulat katak elang
Pohon ulat ayam elang
Padi ulat katak ular

Ekosistem Sawah

62

media

PENYEBAB, DAMPAK,PENYEBAB, DAMPAK,

DAN UPAYA UNTUKDAN UPAYA UNTUK

MENJAGAMENJAGA

KESEIMBANGANKESEIMBANGAN

EKOSISTEMEKOSISTEM

63

media

Faktor Alam

FAKTOR PENYEBAB TERGANGGUNYA

KESEIMBANGAAN EKOSISTEM

1

yaitu faktor yang terjadi akibat
bencana alam. Misalnya: banjir,
gempa

bumi,

gunung

meletus,

tsunami dan lain sebagainya. Jika
suatu lingkungan terkena bencana
biasanya akan terdapat salah satu
komponen yang rusak sehingga
menyebabkan lingkungan menjadi
tidak seimbang.

2
Faktor Manusia

yaitu faktor yang terjadi karena ulah
tangan manusia. Aktivitas manusia
dapat menyebabkan terganggunya
keseimbangan ekosistem.
Berikut

ini

beberapa

kegiatan

manusia

yang

mempengaruhi

keseimbangan ekosistem.

64

media

KEGIATAN MANUSIA YANG MEMPENGARUHI

KESEIMBANGAN EKOSISTEM

Penebangan Pohon secara Liar dan Pembakaran Hutan
Perburuan Hewan secara Terus-Menerus
Penggunaan Pupuk yang Berlebihan
Pembuangan Limbah dan Sampah
Kegiatan Mencemari Lingkungan

1.
2.
3.
4.
5.

65

media

DAMPAK AKIBAT TERGANGGUNYA KESEIMBANGAN

EKOSISTEM BAGI MAKHLUK HIDUP

a. Kepunahan suatu spesies atau populasi.
Jika gajah terus diburu untuk diambil gadingnya, tidak hanya akan menyebabkan populasi gajah
semakin berkurang tetapi dapat menyebabkan spesies gajah akan hilang dari muka bumi.

b. Kerusakan atau bencana.
Yang paling dominan merasakan dampak dari bencana adalah manusia. Manusia akan selalu
merasa khawatir dan takut jika bumi ini mengalami terus-menerus bencana. Bencana sangat
merugikan manusia. Manusia bisa kehilangan segala-galanya akibat bencana. Kehilangan harta
benda, tempat tinggal bahkan kehilangan nyawa.

c. Munculnya anomali (keanehan) ekosistem
Keanehan-keanehan sering muncul akibat ekosistem yang tidak seimbang.

66

media

UPAYA UNTUK MENJAGA KESEIMBANGAN EKOSISTEM

Melakukan perlindungan hutan dengan cara: menebang hutan secara selektif (memilih pohon
yang layak untuk ditebang), melakukan reboisasi, mencegah terjadinya kebakaran hutan,
Tidak melakukan perburuan liar terhadap satwa-satwa;
Tidak menangkap ikan dengan pukat harimau dan bahan peledak;
Menggunakan pestisida dan pupuk sesuai dosis yang dianjurkan dan menggalakan
penggunaan pupuk alami;
Mengolah limbah sebelum dibuang ke sungai atau ke saluran air yang lain;
Tidak membuang sampah sembarangan;
Melakukan proses daur ulang untuk sampah yang bisa dimanfaatkan.

1.

2.
3.
4.

5.
6.
7.

67

media

LEMBAR KERJALEMBAR KERJA
PESERTA DIDIKPESERTA DIDIK

(LKPD)(LKPD)

68

media

TUGAS KELOMPOK

Membagi siswa menjadi 5 kelompok secara random. Setiap kelompok mendapatkan bagian
tugasnya sesuai dengan kartu yang telah dipilih.
Mengamati gambar jaring-jaring makanan sesuai jenis ekosistem yang telah didapat.
Menggambarkan ulang jaring-jaring makanan telah didapatkan pada kertas manila yang
sudah disiapkan guru.
Memberikan keterangan nama, peran hewan dan tumbuhan pada gambar yang dibuat, seperti
manakah yang termasuk konsumen, produsen, dan dekomposer (pengurai).
Menuliskan rantai-rantai makanan yang ada pada jaring-jaring makanan ekosistem yang
didapatkan, seperti contoh yang telah diberikan pada penjelasan video pembelajaran.
Memberikan penjelasan upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Masing-masing kelompok menghias tugas yang dibuat sesuai dengan kreativitas siswa.
Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas.

1.

2.
3.

4.

5.

6.
7.
8.

69

media
media
media

TUGAS KELOMPOK

Ekosistem Laut
Ekosistem Hutan

70

media
media
media
media

TUGAS KELOMPOK

Ekosistem Danau

Ekosistem Padang Rumput

Ekosistem Tundra

71

media
media

TERIMA
KASIH

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 71

SLIDE