Search Header Logo
WEBINAR GUGUS TIMUR _ PEMATERI

WEBINAR GUGUS TIMUR _ PEMATERI

Assessment

Presentation

Professional Development

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

Tubari Tubari

FREE Resource

32 Slides • 0 Questions

1

media

webinar

Berbagi praktik baik

untuk guru dan kepala sekolah

Oleh :

TUBARI, S.Pd.

Ketua Kombel PMM

GUGUS TIMUR BERKARYA MANDIRI

( GTBM )

2

media
media

APA ????

Berbagi praktik baik

Berbagi praktik baik adalah upaya untuk berbagi

pengalaman keberhasilan dalam pengajaran, sehingga

dapat dipelajari dan dimanfaatkan oleh guru lain

3

media
media

BAGAIMANA CARANYA????

Berbagi praktik baik dapat dilakukan dengan cara:

Berbagi pengalaman keberhasilan praktik pembelajaran

Berbagi informasi yang runtut sehingga mudah dipahami

Menginspirasi para guru untuk menemukan solusi terhadap masalah serupa

4

media
media
media

PELATIHAN

MANDIRI
UNTUK
GURU

PELATIHAN

MANDIRI
UNTUK
KEPALA
SEKOLAH

JENIS-JENIS TOPIK

5

media

JENIS-JENIS TOPIK

PELATIHAN

MANDIRI
UNTUK
GURU

PELATIHAN

MANDIRI
UNTUK
KEPALA
SEKOLAH

6

media

TOPIK PELATIHAN MANDIRI UNTUK GURU

PELATIHAN
MANDIRI
UNTUK GURU

Berikut adalah jenis-jenis topik pelatihan mandiri untuk guru dalam
berbagi praktik baik di dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM):

1. **Rapor Pendidikan sebagai Sumber Data Perencanaan PAUD**:

Topik ini membantu guru dalam menggunakan rapor pendidikan
sebagai sumber data untuk perencanaan di satuan PAUD.

2. **Implementasi Perencanaan untuk Pendidikan Berkualitas

PAUD**: Topik ini fokus pada bagaimana mengimplementasikan
perencanaan yang berkualitas untuk pendidikan di satuan PAUD.

3. **Perencanaan Berbasis Data**: Guru dapat mempelajari

bagaimana menggunakan data untuk perencanaan pendidikan
secara mandiri melalui pelatihan di PMM.

7

media

TOPIK PELATIHAN MANDIRI UNTUK GURU

PELATIHAN
MANDIRI
UNTUK GURU

Berikut adalah jenis-jenis topik pelatihan mandiri untuk guru dalam
berbagi praktik baik di dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM):

4. **Penyusun perangkat ajar**: Guru dapat belajar menyusun

perangkat ajar yang bisa dibagikan kepada guru dan/atau kepala
sekolah lain.

5. **Penyusun kumpulan konten unggulan**: Guru dapat menyusun

dan membagikan kumpulan konten unggulan kepada guru dan/atau
kepala sekolah lain.

6. **Penelaah cerita praktik**: Guru dapat menelaah cerita praktik

yang dihasilkan oleh guru dan/atau kepala sekolah lain.

7. **Penyusun cerita praktik**: Guru dapat menyusun cerita praktik

yang bisa dibagikan kepada guru dan/atau kepala sekolah lain.

8

media

TOPIK PELATIHAN MANDIRI UNTUK GURU

PELATIHAN
MANDIRI
UNTUK GURU

Berikut adalah jenis-jenis topik pelatihan mandiri untuk guru dalam berbagi praktik
baik di dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM):

8. **Penelaah aksi nyata sejawat**: Guru dapat menelaah aksi nyata yang

dihasilkan oleh guru dan/atau kepala sekolah lain.

9. **Penelaah perangkat ajar**: Guru dapat menelaah perangkat ajar yang

dihasilkan oleh guru dan/atau kepala sekolah lain.

10. **Partisipan observasi praktik pembelajaran**: Guru dapat berpartisipasi

dalam observasi praktik pembelajaran bersama rekan sejawat, termasuk
persiapan, pelaksanaan, dan diskusi tindak lanjut.

11. **Coach, mentor, fasilitator, dan/atau pengajar praktik**: Guru dapat

berperan sebagai coach, mentor, fasilitator, dan/atau pengajar praktik dalam
berbagai kegiatan pelatihan di PMM.

Semoga bermanfaat

9

media
media

JENIS-JENIS BERBAGI PRAKTIK BAIK

10

media
media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )

1. PERENCANAAN PEMBELAJARAN

1.

11

media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )

1. PERENCANAAN PEMBELAJARAN

PENDIDIK MERANCANG PENGALAMAN BARU

Pendidik diharapkan menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Pengalaman

belajar yang bermakna adalah sebuah proses yang bertujuan untuk membangun pemahaman konsep
yang dipelajari. Proses pembelajaran yang bermakna ini bersifat aktif, konstruktif, dan melibatkan peserta
didik dalam seluruh prosesnya.

Prinsip-prinsip pembelajaran yang bermakna:


Pengetahuan yang akan dipelajari harus masuk akal bagi peserta didik (konsep yang dipelajari dan
aktivitas yang dilakukan dapat dihubungkan dengan kondisi nyata, termasuk menunjukkan permasalahan
nyata yang harus dipecahkan/diselesaikan).


Pendekatan yang berpusat pada peserta didik (ketika peserta didik lebih terlibat dalam proses belajar,
mereka akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tujuan pelajaran). Pendidik mengajukan
pertanyaan terbuka, mendorong kolaborasi dan proyek kelompok, serta memberi tugas yang melatih
kemampuan refleksi dan sintesis.


Melibatkan banyak referensi dan sumber belajar (belajar dari berbagai buku, majalah, jurnal penelitian,
program TV, Internet, narasumber/profesional, dan lain-lain).

12

media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )

13

media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

14

media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )

ASESMEN

15

media
media
media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )

PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

16

media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )
CONTOH P5: FASE A, B, C UNTUK SD

SDN PROJEK 1

17

media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )

PANEN KARYA P5

SDN PROJEK 1

18

media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI

MAKNA :

Berbagi praktik baik pembelajaran berdiferensiasi merupakan kegiatan

untuk saling berbagi pengalaman dan mengamalkan semangat

berkolaborasi. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan merekam praktik

baik dan membagikannya di media sosial sekolah atau pribadi.

MAKNA :

Pembelajaran berdiferensiasi adalah strategi pembelajaran yang menyesuaikan
materi, kegiatan, dan hasil belajar dengan kemampuan, minat, dan kebutuhan

siswa. Tujuannya adalah untuk menciptakan kesetaraan belajar bagi semua

siswa dan menjembatani kesenjangan belajar.

19

media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI

MANFAAT :

Beberapa manfaat pembelajaran berdiferensiasi adalah:

Meningkatkan partisipasi siswa

Mempercepat perkembangan siswa

Meningkatkan pemahaman konsep

Menciptakan lingkungan inklusif

Memfasilitasi pengembangan keterampilan sosial

Meningkatkan kepercayaan diri

20

media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI

CONTOH :

Beberapa contoh diferensiasi

dalam pembelajaran berdiferensiasi adalah:

Diferensiasi konten, yaitu beragamnya konten atau aktivitas

yang dilakukan

Diferensiasi proses, yaitu variasi proses belajar dalam

memahami materi

Diferensiasi produk, yaitu hasil karya yang beragam

21

media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI

CONTOH :


Diferensiasi konten,

yaitu beragamnya konten atau aktivitas yang dilakukan.

Menggunakan berbagai jenis bahan bacaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

• Menghadir bahan ajar pada CD.

• Menggunakan daftar kosakata untuk mengetahui tingkat kesiapan siswa.

• Mempresentasikan ide melalui sarana audio visual.

• Mengajukan pertanyaan yang dapat merangsang pola berpikir

• Meminta siswa untuk mengambil nilai historis dari film bertema sejarah.

• Membuat konten TikTok yang berkaitan dengan materi yang telah diajarkan oleh guru.

22

media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )

PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI

CONTOH :

Diferensiasi proses,

yaitu variasi proses belajar dalam memahami materi

1. Kegiatan Berjenjang

Kegiatan berjenjang adalah salah satu metode diferensiasi proses, di mana tugas-tugas diberikan dengan tingkat
kesulitan yang berbeda sesuai dengan kemampuan siswa.

2. Penggunaan Kelompok Belajar

Mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan atau minat mereka adalah cara lain untuk menerapkan diferensiasi
proses. Dalam kelompok belajar, siswa dapat bekerja sama dengan teman-teman yang memiliki tingkat pemahaman
yang sama atau minat yang serupa.

3. Penggunaan Teknologi Pendidikan

Teknologi pendidikan dapat digunakan untuk mengimplementasikan diferensiasi proses dengan memberikan
berbagai alat dan sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

23

media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )

PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI

CONTOH :

Diferensiasi proses,

yaitu variasi proses belajar dalam memahami materi

4. Proyek Pilihan

Memberikan siswa pilihan dalam proyek mereka adalah cara lain untuk menerapkan diferensiasi proses. Misalnya,
dalam pelajaran sejarah, siswa dapat memilih untuk membuat presentasi, menulis esai, atau membuat proyek seni
yang menggambarkan peristiwa sejarah tertentu.

5. Penilaian Formatif yang Berkelanjutan

Penilaian formatif adalah penilaian yang dilakukan selama proses belajar untuk memantau kemajuan siswa dan
menyesuaikan instruksi sesuai kebutuhan mereka.

6. Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran berbasis masalah adalah metode di mana siswa belajar melalui pemecahan masalah nyata. Metode ini
dapat diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan siswa dengan tingkat kemampuan yang berbeda.

24

media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )
PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI

CONTOH :

Diferensiasi produk, yaitu hasil karya yang beragam

Diferensiasi produk dalam pembelajaran adalah strategi untuk menghasilkan pengalaman belajar yang
unik dan bernilai tambah bagi siswa. Strategi ini dapat diterapkan dengan memberikan tantangan atau
variasi, serta memilih produk yang diminati siswa.

Berikut beberapa manfaat dari penerapan diferensiasi produk dalam pembelajaran:

Suasana belajar menjadi berpusat pada siswa

Bakat dan minat siswa dapat terlihat

Produk siswa lebih bervariasi dan memiliki nilai seni

Siswa dapat mencapai potensi akademisnya secara maksimal

Siswa dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan dalam proses pembelajaran

Untuk menerapkan diferensiasi produk dalam pembelajaran, guru dapat:

Melakukan asesmen diagnostik untuk mengetahui kompetensi, minat, gaya belajar, karakteristik, dan
potensi siswa

25

media
media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )

KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL ( KSE )

Kompetensi Sosial Emosional (KSE) adalah kemampuan
seseorang untuk memahami dan mengelola emosi, serta
mengembangkan hubungan yang baik dengan orang
lain. KSE juga mencakup kemampuan untuk mengambil
keputusan yang tepat dan bertanggung jawab dalam
berbagai situasi sosial.

Dalam pembelajaran, KSE dapat diterapkan melalui proses
penerapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif
mengenai aspek sosial dan emosional. Pembelajaran KSE
dapat membantu siswa untuk: Mengenali diri sendiri,
Mengenali orang-orang di lingkungan sekitar, Meningkatkan
keterampilan dalam mengelola emosi.

26

media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )

KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL ( KSE )

Lima KSE yang dapat dilatih dalam pembelajaran, yaitu: Kesadaran diri, Manajemen diri, Kesadaran
sosial, Keterampilan berelasi, Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Penerapan KSE dapat memberikan dampak positif bagi seseorang, yaitu:

Kesuksesan diri yang lebih baik dalam akademik

Pondasi yang kuat untuk sukses dalam berbagai dimensi kehidupan di luar akademik

Beberapa cara untuk menerapkan KSE dalam pembelajaran, yaitu:

Adopsi kurikulum KSE

Integrasi aktivitas KSE ke kurikulum reguler akademik

Mengembangkan sportivitas dan lingkungan pembelajaran yang penuh perhatian

Memperkuat keterampilan KSE sebagai bagian dari kurikulum informal

Kompetensi Sosial Emosional ( KSE ) | Learning Management System (LMS)

Implementasi kompetensi sosial emosional (KSE) merupakan proses penerapan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional dalam pembelajaran.

27

media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )

KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL ( KSE )

Penerapan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) dalam pembelajaran dapat dilakukan
dengan berbagai cara, seperti:


Menugaskan siswa berekspresi

Penugasan seperti membuat jurnal diri atau karya seni dapat membantu siswa
mengasah kecerdasan emosionalnya.


Mencontohkan perilaku yang positif

Guru dapat mencontohkan perilaku dan sikap sosial dan emosional yang positif untuk
memperkuat pentingnya KSE dalam interaksi sehari-hari.


Membahas emosi

Guru dapat membicarakan emosi mereka dan bagaimana mereka mengelolanya.


Integrasi dalam kurikulum

KSE dapat diintegrasikan dalam praktek mengajar guru dan kurikulum akademik.

28

media
media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )
COACHING DALAM PEMBELAJARAN

Coaching dalam pembelajaran adalah pendekatan yang dilakukan
untuk mengarahkan peserta didik secara personal dan terarah selama
proses pembelajaran. Coaching merupakan salah satu alat untuk
memaksimalkan potensi siswa dan mendukung perkembangannya
secara optimal.

Berikut adalah beberapa manfaat coaching dalam pembelajaran:

Membantu siswa mengatasi masalah pembelajaran

Membantu siswa mengembangkan potensi terdalamnya

Membantu siswa berpikir secara aktif

Membantu siswa membangun kesadaran diri

Membantu siswa mengembangkan dirinya secara utuh

Membantu guru meningkatkan kompetensinya

Membantu guru mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih
efektif

Membantu guru mencapai tujuan pembelajaran

29

media
media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )
COACHING DALAM PEMBELAJARAN

Pada percakapan Alur Tirta harus terdiri dari tujuan, identifikasi, rencana, dan
tanggung jawab. Berikut contoh percakapan coaching Alur Tirta.

1. Tujuan

Pertanyaan: Bagaimana perasaan Anda saat melihat murid-murid pasif di kelas?

Jawaban: Saat melihat murid yang pasif, saya merasa khawatir dan sangat sedih.
Saya takut jika murid tersebut akan tertinggal dalam pembelajaran di kelas.

2. Identifikasi

Pertanyaan: Apa saja faktor yang menyebabkan murid pasif di kelas?

Jawaban: Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan murid pasif di kelas.
Salah satunya mungkin murid tersebut merasa tidak percaya diri. Faktor lain
adalah terdapat kemungkinan bahwa murid tersebut tidak tertarik dengan
materi pelajaran di kelas.

Pertanyaan: Bagaimana kondisi belajar murid di rumah?

Jawaban: Orang tua murid tersebut mengatakan bahwa ia sering bermain di
rumah dan tidak suka belajar.

30

media
media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )
COACHING DALAM PEMBELAJARAN

Pada percakapan Alur Tirta harus terdiri dari tujuan, identifikasi, rencana, dan tanggung
jawab. Berikut contoh percakapan coaching Alur Tirta.

3. Rencana Aksi

Pertanyaan: Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu murid tersebut agar
lebih aktif di kelas?

Jawaban: Rencana saya adalah mengajak murid tersebut untuk berpartisipasi aktif
dalam pembelajaran di kelas. Selain itu, saya akan mengajaknya untuk turut serta
dalam tugas kelompok bersama murid lain.

Pertanyaan: Bagaimana cara Anda untuk berkoordinasi dengan orang tua murid
tersebut?

Jawaban: Saya akan menjadwalkan pertemuan rutin untuk membahas
perkembangan belaajr murid.

4. Tanggung Jawab

Pertanyaan: Apa rencana Anda ke depannya untuk membantu murid?

Jawaban: Saya akan berbicara empat mata dengan murid tersebut. Kemudian akan
memberikan arahan positif kepada murid tersebut agar aktif di kelas.

•Membantu siswa membangun kesadaran diri
•Membantu siswa mengembangkan dirinya secara utuh
•Membantu guru meningkatkan kompetensinya
•Membantu guru mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih efektif
•Membantu guru mencapai tujuan pembelajaran
Dalam coaching, guru berperan sebagai pembina yang membimbing dan menggali potensi siswa. Guru juga memberikan informasi yang dibutuhkan siswa. Coaching dilakukan melalui pertanyaan

31

media

PENJELASAN ( UNTUK GURU )
COACHING DALAM PEMBELAJARAN

Berikut adalah contoh tanya jawab coaching antara guru dan murid SD:

*Guru:* "Selamat pagi, anak-anak. Hari ini kita akan belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan diri. Siapa yang bisa
memberi tahu saya mengapa kita harus mencuci tangan sebelum makan?"

*Murid:* "Agar kita tidak terkena penyakit, Bu."

*Guru:* "Betul sekali. Mencuci tangan dapat membantu kita menghindari kuman yang bisa menyebabkan penyakit.
Sekarang, siapa yang bisa memberi contoh lain tentang cara menjaga kebersihan diri?"

*Murid:* "Mandi setiap hari, Bu."

*Guru:* "Bagus sekali. Mandi setiap hari adalah salah satu cara untuk menjaga kebersihan tubuh kita. Ada lagi yang lain?"

*Murid:* "Menggosok gigi dua kali sehari, Bu."

*Guru:* "Tepat sekali. Menggosok gigi dua kali sehari sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut kita.
Sekarang, mari kita praktikkan cara mencuci tangan yang benar. Siapa yang mau menunjukkan caranya?"

*Murid:* "Saya, Bu!"

*Guru:* "Baik, silakan maju ke depan dan tunjukkan kepada teman-teman cara mencuci tangan yang benar."

*Murid:* (Menunjukkan cara mencuci tangan dengan benar)

*Guru:* "Bagus sekali. Nah, anak-anak, ingatlah untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama

32

media

TERIMA KASIH

SALAM DAN BAHAGIA

"Dengan budi pekerti, tiap-tiap manusia berdiri sebagai

manusia merdeka (berpribadi), yang dapat memerintah atau

menguasai diri sendiri. Inilah manusia beradab dan itulah

maksud dan tujuan pendidikan dalam garis besarnya."

- Ki Hajar Dewantara.

media

webinar

Berbagi praktik baik

untuk guru dan kepala sekolah

Oleh :

TUBARI, S.Pd.

Ketua Kombel PMM

GUGUS TIMUR BERKARYA MANDIRI

( GTBM )

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 32

SLIDE