Search Header Logo
Modul Ajar Berdiferensiasi

Modul Ajar Berdiferensiasi

Assessment

Presentation

•

Moral Science

•

4th Grade

•

Practice Problem

•

Hard

Created by

Dorkas Daijo Bili

FREE Resource

85 Slides • 2 Questions

1

media

ASESMEN (PENILAIAN) DALAM
PEMBELAJARAN KURIKULUM

MERDEKA

2

media

MULAI DARI DIRI

3

media
media

Bu Indah melakukan penilaian
selama proses pembelajaran
berlangsung dan pada akhir semester.
Untuk itu, Beliau tidak hanya
memberikan tes tertulis, tetapi juga
mengamati sikap dan keaktifan siswa
selama belajar. Hasil penilaian ini
dilaporkan Bu Indah dalam bentuk
angka dan narasi dalam rapor di akhir
semester.

Sebelum menelaah materi pada
sesi ini, marilah kita
mendiskusikan studi kasus
berikut ini…

4

media

Bagaimana pendapat
Bapak/Ibu tentang
penilaian yang
dilakukan oleh Bu Indah
tersebut?

5

Fill in the Blank

Bagaimana pendapat
Bapak/Ibu tentang
penilaian yang
dilakukan oleh Bu Indah
tersebut?

6

media
media

•Bagaimana selama ini melaporkan hasil
belajar siswa?

•Siapa yang memperoleh manfaat dari hasil
asesmen itu? Seperti apa manfaat bagi ybs?

•Bagian mana yang dirasa memberikan
manfaat?

•Apakah laporan asesmen ini masih dapat
ditingkatkan untuk memberikan manfaat?

•Apa yang masih perlu dilakukan agar terjadi
peningkatan?

•Menurut Bapak/Ibu, selama ini proses
asesmen seperti apa yang baik dan
berdampak untuk motivasi belajar siswa?

Selanjutnya mari kita merefleksikan
pengalaman yang kita miliki dengan
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut
ini….

7

media

EKSPLORASI KONSEP

8

media

Jenis dan Fungsi Asesmen

Paradigma Asesmen

Pada akhir sesi ini, Bapak/Ibu
akan memahami tentang…

Prinsip Asesmen

Langkah-Langkah Perencanaan, Pelaksanaan,
dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif

Prinsip-prinsip Pelaporan Asesmen

9

media

Jenis dan Fungsi Asesmen

Paradigma Asesmen

Prinsip Asesmen

•5 Prinsip asesmen

•Keterkaitan asesmen dengan
prinsip pembelajaran

Pertama-tama mari kita
pelajari tentang…

10

media

1.

Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, menyediakan
informasi sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua.

2.

Asesmen perlu dirancang dan dilakukan sesuai dengan tujuan.

3.

Asesmen dirancang secara adil, valid dan dapat dipercaya, memberikan informasi yang kaya bagi guru, peserta
didik dan orang tua mengenai kemajuan dan pencapaian pembelajaran, serta keputusan tentang langkah
selanjutnya.

4.

Asesmen sebaiknya meliputi berbagai bentuk tugas, instrumen, dan teknik yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang ditargetkan.

5.

Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi
yang bermanfaat untuk peserta didik dan orang tua, dan data yang berguna untuk penjaminan dan peningkatan
mutu pembelajaran.

5PRINSIP ASESMEN

11

media

Apa yang perlu
diperhatikan dalam
menerapkan prinsip
asesmen pada
pembelajaran paradigma
baru?

12

media

Paradigma Asesmen

Langkah-Langkah Perencanaan, Pelaksanaan,
dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif

•Jenis Asesmen berdasarkan
fungsinya

Selanjutnya mari kita
pelajari tentang…

Jenis dan Fungsi Asesmen

13

media

Jenis Asesmen berdasarkan fungsinya:

Assessment as Learning: asesmen sebagai proses
pembelajaran

Assessment for Learning: asesmen untuk proses
pembelajaran

Assessment of learning: asesmen pada akhir proses
pembelajaran

Selama ini pelaksanaan asesmen cenderung
berfokus pada asesmen sumatif (assessment OF
learning) yang dijadikan acuan untuk mengisi
laporan hasil belajar, sehingga hasil asesmen
belum dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk
perbaikan pembelajaran.

Pada pembelajaran paradigma baru,
pendidik diharapkan
menyelenggarakan lebih banyak
asesmen formatif untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran.

14

media

Asesmen SEBAGAI
Proses Pembelajaran

(Assessment AS Learning)

Asesmen UNTUK

Proses Pembelajaran

(Assessment FOR Learning)

Asesmen PADA AKHIR
Proses Pembelajaran

(Assessment OF Learning)

•Asesmen untuk refleksi
proses pembelajaran

•Berfungsi sebagai asesmen
formatif

•Asesmen untuk perbaikan
proses pembelajaran

•Berfungsi sebagai asesmen
formatif

•Asesmen untuk evaluasi
pada akhir proses
pembelajaran

•Berfungsi sebagai asesmen
sumatif
Perbedaan assessment as dan for learning adalah assessment as
learning lebih melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan
asesmen tersebut. Peserta didik diberi pengalaman untuk belajar
menjadi penilai bagi diri sendiri dan temannya. Penilaian diri (self
assessment) dan penilaian antar teman merupakan contoh
assessment as learning.

Dalam assessment as learning peserta didik sebaiknya dilibatkan
dalam merumuskan prosedur, kriteria, maupun rubrik/pedoman
asesmen sehingga mereka mengetahui dengan pasti apa yang harus
dilakukan agar memperoleh capaian belajar yang maksimal.

15

media

Langkah-Langkah Perencanaan, Pelaksanaan,
dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif

Prinsip-prinsip Pelaporan Asesmen

•Pemahaman yang perlu dimiliki
pendidik untuk melaksanakan
asesmen dengan efektif

Paradigma Asesmen

16

media

1
Penerapan pola berpikir bertumbuh
(growth mindset)

kesalahan akan menstimulasi
perkembangan otak peserta didik
jika diterima, dikomunikasikan dan
dicarikan solusi

Kesalahan dalam belajar itu
wajar.

Tetapi tentang pemahaman,
penalaran, penerapan, serta
kemampuan menilai dan berkarya
secara mendalam.

Belajar bukan tentang kecepatan,

Pengondisian lingkungan belajar
(fisik dan psikis) di sekolah dan
rumah akan mempengaruhi
pencapaian hasil belajar

Lingkungan belajar

akan sangat mempengaruhi
performa peserta didik.

Ekspektasi pendidik yang positif

membiasakan peserta didik untuk
melakukan asesmen diri, asesmen
antarteman, refleksi diri, dan
pemberian umpan balik antarteman.

Berlatih melakukan asesmen

Paradigma Asesmen

Mereka memiliki peta jalan belajar
yang berbeda, dan tidak perlu
dibandingkan dengan teman-
temannya.

Setiap peserta didik unik,

Pemberian umpan balik yang tepat
akan berpengaruh pada motivasi
belajar peserta didik.

Apresiasi /Umpan Balik

17

media

Ladder of Feedback

Klarifikasi

Penilaian

Perhatian

Saran

Apresiasi

• Apa yang kamu

maksud dengan …

• Bisa tolong jelaskan

lagi tentang …

• Bagaimana itu bisa

terjadi?

• Bagian ini efektif

karena …

• Ini menarik karena …
• Ini ide yang bagus

untuk …

• Saya membayangkan

bagaimana jika …

• Apakah mungkin

jika …

• Saya belum paham

bagaimana …

• Bagaimana kamu

bisa…

• Pernahkah kamu

berpikir tentang …

• Bagaimana kalau

menambahkan …

• Bisakah kamu

menghapus
bagian …

• Idemu mengingatkan

saya pada …

• Saya bisa melihat

pekerjaan …ini bisa
saya gunakan juga

• Saya belajar … dari

jawabanmu

Dikutip dari https://sonyaterborg.com/2018/10/21/ladder-of-feedback/

Contoh praktik baik memberikan umpan balik secara berjenjang

18

media

Paradigma Asesmen

Terpadu

Asesmen dilaksanakan terpadu dengan pembelajaran
mencakup kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan,
dan keterampilan yang saling terkait. Rumusan capaian
pembelajaran telah mengakomodasi tiga ranah
tersebut.

02

Keleluasaan dalam Menentukan
Waktu Asesmen

Asesmen diagnostic
• Awal pembelajaran
• Awal lingkup materi

Asesmen formatif
• Selama proses pembelajaran

Asesmen sumatif
• Selesai 1 lingkup materi (terdiri beberapa tujuan pembelajaran)
• Pada akhir fase
• Jika diperlukan untuk menguatkan konfirmasi capaian hasil
belajar, asesmen sumatif dapat dilakukan pada akhir semester,
berfokus pada kompetensi yang dipelajari selama satu semester.

03

19

media

Paradigma Asesmen

Keleluasaan dalam
Menentukan Jenis Asesmen

Pendidik diberikan keleluasaan dalam merencanakan dan
menggunakan jenis asesmen dengan mempertimbangkan:
karakteristik mata pelajaran, karakteristik dan
kemampuan peserta didik, capaian pembelajaran, dan
tujuan pembelajaran, serta sumber daya pendukung
yang tersedia.

04

Keleluasaan dalam Menggunakan
Teknik dan Instrumen Asesmen

Pendidik diberikan keleluasaan dalam menggunakan
Teknik (cth: observasi, performa, tes tertulis/lisan) dan
instrumen penilaian (cth: rubrik, eksemplar, ceklist, catatan
anekdotal, grafik perkembangan peserta didik).

05

20

media

Paradigma Asesmen

6. Keleluasaan dalam Menentukan Kriteria
Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran
menjadi sumber informasi atau data bagi pendidik
untuk menentukan tindak lanjut penyesuaian
pembelajaran sesuai kondisi peserta didik.

8. Keleluasaan dalam Menentukan Kriteria
Kenaikan Kelas
Pendidik dan satuan pendidikan diberikan
keleluasaan untuk menentukan kriteria kenaikan
kelas, dengan mempertimbangkan:
• Laporan Kemajuan Belajar
• Laporan Pencapaian Projek Profil Pelajar Pancasila
• Portofolio peserta didik
• Ekstrakurikuler/prestasi/penghargaan peserta didik
• Tingkat kehadiran

7. Keleluasaan dalam Mengolah

Hasil Asesmen

Pengolahan hasil asesmen dilakukan dengan

memanfaatkan hasil formatif dan sumatif.

Terdapat 2 jenis data yaitu data hasil

asesmen yang berupa angka (kuantitatif)

serta data hasil asesmen yang berupa narasi

(kualitatif).

21

media

Prinsip-prinsip Pelaporan Asesmen


•Alur pelaksanaan asesmen

â—‹PAUD

â—‹DASMEN

Selanjutnya mari kita
pelajari tentang…

Langkah-Langkah Perencanaan, Pelaksanaan,
dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif

22

media

Alur Asesmen

Menggunakan alur tujuan pembelajaran yang telah disusun, kemudian
identifikasi tujuan pembelajaran yang menjadi kompetensi yang diinginkan.

Mengidentifikasi bentuk asesmen yang hendak dilakukan untuk
mengukur pembelajaran secara formatif maupun sumatif.

Membuat instrumen asesmen formatif dan sumatif bersamaan
dengan menyusun modul ajar.

Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif

Mengolah Hasil Asesmen

23

media

Menggunakan alur tujuan pembelajaran yang telah disusun, kemudian identifikasi
tujuan pembelajaran yang menjadi kompetensi yang diinginkan. → misalnya
menyajikan, menggeneralisasi, membandingkan, memperkirakan, mengukur,
mengobservasi, dan lain-lain.

1

Contoh

24

media

2. Mengidentifikasi bentuk asesmen yang hendak dilakukan
untuk mengukur pembelajaran secara formatif maupun sumatif.

Contoh

25

media

3. Membuat
instrumen asesmen
formatif dan
sumatif bersamaan
dengan menyusun
modul ajar.

Contoh rubrik jika asesmen

berupa kinerja

26

media

3. Membuat
instrumen asesmen
formatif dan
sumatif bersamaan
dengan menyusun
modul ajar.

Contoh rubrik jika asesmen

berupa tes

27

media

4. Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif

Asesmen Sumatif

• Sumatif dilakukan pada akhir lingkup

materi untuk mengukur kompetensi
yang dikehendaki dalam tujuan
pembelajaran dan pada akhir semester

• Pendidik dapat menggunakan berbagai

teknik seperti portofolio, performa
(kinerja, produk, proyek, portofolio),
maupun tes.

• Hasil sumatif dapat ditindak lanjuti

dengan memberikan umpan balik atau
melakukan intervensi kepada peserta
didik maupun proses pembelajaran yang
telah dilakukan.

Asesmen Formatif

• Dilaksanakan bersamaan dalam proses pembelajaran,

yang, kemudian ditindaklanjuti untuk memberi perlakuan
berdasarkan kebutuhan peserta didik serta perbaikan
proses pembelajaran.

• Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik seperti

observasi, performa (kinerja, produk, proyek,
portofolio), maupun tes.

• Tindak lanjut yang dilakukan bisa dilakukan langsung

dengan memberikan umpan balik atau melakukan
intervensi.

• Pendidik dapat mempersiapkan berbagai instrumen

seperti rubrik, catatan anekdotal, lembar ceklist untuk
mencatat informasi yang terjadi selama pembelajaran
berlangsung.

28

media

Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif
Contoh bentuk asesmen tidak tertulis

Diskusi kelas
•Mengembangkan kemampuan berkomunikasi murid
di depan publik dan mengemukakan pendapat.

•Melatih murid untuk belajar berdemokrasi,
mendengarkan dan menerima pendapat orang lain
yang mungkin berbeda dengannya, juga merespons
pendapat tersebut dengan cara yang sopan dan
simpatis.

Drama
•Mengembangkan kemampuan seni peran dan
berkomunikasi murid.

•Mendorong murid untuk melihat sebuah masalah
dari perspektif yang berbeda sehingga dapat
menumbuhkan jiwa empati dan berpikiran kritis
murid.

Produk
•Membuat model miniatur 3
dimensi (diorama), produk digital,
produk seni, dll.

•Mengembangkan kreativitas

•Menanamkan pengertian
mengenai sebuah peristiwa

Presentasi
•Mengembangkan
kemampuan berkomunikasi

•Mendorong murid untuk
memahami topik presentasi
dengan mendalam

Tes Lisan
•Kuis tanya jawab secara
lisan

•Mengonfirmasi pemahaman
murid

•Menerapkan umpan balik

29

media

Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif
Contoh bentuk asesmen tertulis

Refleksi
•Melatih murid untuk berperan aktif dalam
mengevaluasi pembelajaran mereka sendiri dan
memikirkan bagaimana cara mereka dapat
memperbaiki diri.

•Hasil refleksi ini dapat digunakan guru untuk melihat
sisi lain proses pembelajaran murid

Jurnal
•Melatih kemampuan murid untuk
mengorganisasi dan mengekspresikan
ide/pemikiran mereka dalam bentuk tulisan.

•Biasanya ditulis dengan bahasa yang kurang
formal sehingga memberikan murid kebebasan
berpikir kreatif.

•Menjadi alat untuk murid merefleksikan
perkembangan mereka secara
berkesinambungan.

Esai
•Mengasah keterampilan menulis
akademis murid, seperti
mengembangkan argumen,
menyajikan bukti, mencari sumber
terpercaya untuk mendukung
argumen, dan menggunakan
referensi dengan tepat.

•Mengembangkan cara berpikir kritis
dan daya analisis murid.

Poster
•Mendorong kemampuan
murid untuk mengeksplorasi
topik dan
mengkomunikasikan
pemahaman mereka dengan
cara semenarik mungkin

Tes Tertulis
•Kuis pilihan ganda

•Kuis pertanyaan

•Menerapkan umpan balik

30

media

Terdapat tiga alternatif pengolahan hasil asesmen yang dapat dijadikan inspirasi
satuan pendidikan, antara lain:

Alternatif 1: Mengolah seluruh data formatif dan sumatif, untuk dijadikan nilai rapor.

• Seluruh hasil asesmen formatif dan sumatif berupa angka diolah menjadi nilai akhir

Alternatif 2: Mengolah seluruh data formatif dan sumatif, untuk dijadikan nilai rapor.

• Hasil formatif berupa angka dan hasil sumatif diolah menjadi nilai akhir.
• Data berupa narasi (kualitatif) digunakan sebagai pertimbangan deskripsi Capaian Kompetensi dalam rapor.

Alternatif 3: Mengolah seluruh data formatif dan sumatif, untuk dijadikan nilai rapor.

• Hasil asesmen sumatif diolah menjadi nilai akhir.
• Hasil asesmen formatif digunakan sebagai pertimbangan deskripsi Capaian Kompetensi dalam rapor.

Mengolah Hasil Asesmen

31

media

Keunggulan:

•Asesmen didasarkan pada data
yang lengkap dari formatif dan
sumatif sehingga pendidik memiliki
informasi yang lebih banyak untuk
menentukan nilai akhir.

•Data berupa angka lebih mudah
untuk diolah.

Kelemahan:

•Upaya yang dilakukan pendidik lebih
banyak.

•Waktu yang diperlukan untuk
mengumpulkan dan mengolah data lebih
lama.

•Penilaian berupa angka, belum
mencerminkan kompetensi secara utuh.

Alternatif 1: Mengolah seluruh data formatif dan sumatif, untuk dijadikan nilai rapor.

Hal yang Harus Ditinggalkan:
•Asesmen formatif hanya dengan mengambil nilai berupa angka.

•Hanya menggunakan teknik tes tertulis atau lisan dan mengabaikan teknik penilaian lain, misalnya observasi,
produk, praktik, projek, dan portofolio.

•Berfokus pada nilai tanpa memberikan umpan balik dan tindak lanjut untuk perbaikan proses pembelajaran.

•Pendidik menghabiskan waktu untuk menangani administrasi dan pengolahan penilaian sehingga kehilangan
fokus untuk melaksanakan pembelajaran bermakna.

32

media

Alternatif 1

33

media

Keunggulan:

•Waktu yang diperlukan untuk
mengumpulkan dan mengolah nilai
lebih singkat.

•Informasi kemajuan belajar peserta
didik lebih bervariasi karena
menggabungkan data kuantitatif dan
kualitatif.

Kelemahan:

•Berpotensi terjadi kesalahan dalam menentukan
tujuan pembelajaran yang akan dinilai secara
kuantitatif.

•Upaya pendidik bertambah karena harus
mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif.

•Kesulitan menentukan deskripsi, jika data
asesmen formatif kurang lengkap dan tidak
terdokumentasikan dengan baik.

Alternatif 2: Mengolah seluruh data formatif dan sumatif, untuk dijadikan nilai rapor.

Hal yang Harus Ditinggalkan:
•Tidak melakukan analisis yang mendalam atas keterkaitan tujuan pembelajaran dan CP ketika menentukan tujuan
pembelajaran yang akan dinilai berupa angka.

•Dengan menilai tujuan pembelajaran berupa angka, pendidik tidak melakukan asesmen kualitatif karena tidak
menjadi komponen penyusun nilai rapor.

34

media

Alternatif 2

35

media

Lanjutan Alternatif 2

36

media

Keunggulan:

•Waktu yang diperlukan untuk
mengumpulkan dan mengolah nilai
lebih singkat.

•Informasi kemajuan belajar peserta
didik lebih bervariasi karena
menggabungkan data kuantitatif dan
kualitatif.

Kelemahan:

•Berpotensi terjadi kesalahan dalam
menentukan tujuan pembelajaran yang akan
dinilai secara kuantitatif.

•Upaya pendidik bertambah karena harus
mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif.

•Kesulitan menentukan deskripsi, jika data
asesmen formatif kurang lengkap dan tidak
terdokumentasikan dengan baik.

Alternatif 3: Mengolah seluruh data formatif dan sumatif, untuk dijadikan
nilai rapor.

Hal yang Harus Ditinggalkan:
•Tidak melakukan analisis yang mendalam atas keterkaitan tujuan pembelajaran dan CP ketika menentukan
tujuan pembelajaran yang akan dinilai berupa angka.

•Dengan menilai tujuan pembelajaran berupa angka, pendidik tidak melakukan asesmen kualitatif karena tidak
menjadi komponen penyusun nilai rapor.

37

media

Alternatif 3

38

media

Lanjutan Alternatif 3

Catatan:
• Sajian berikut

merupakan contoh
rekapan formatif yang
berupa data kuantitatif
(narasi) berdasarkan
lembar observasi,
catatan anekdotal, dsb.

• Hasil asesmen formatif

akan digunakan
sebagai pertimbangan
deskripsi Capaian
Kompetensi dalam
rapor.

39

media

Penyajian Hasil Asesmen ke Dalam Rapor: Alternatif 1

40

media

Penyajian Hasil Asesmen ke Dalam Rapor: Alternatif 2

41

media

Penyajian Hasil Asesmen ke Dalam Rapor: Alternatif 3

42

media
media


•Pelaporan asesmen dan
umpan balik

Selanjutnya mari kita
pelajari tentang…

Prinsip-prinsip Pelaporan Asesmen

43

media

Pelaporan Hasil Belajar

• Pelaporan hasil adalah bagaimana sekolah

mengkomunikasikan apa yang peserta didik ketahui, pahami,
dan bisa lakukan.

• Pelaporan menggambarkan perkembangan dari proses

pembelajaran peserta didik, mengidentifikasi area yang perlu
dikembangkan, dan berkontribusi pada efektivitas
pembelajaran.

44

media

Bentuk Pelaporan Hasil Belajar yang Efektif

Melibatkan orang-tua peserta didik, peserta didik dan pendidik
sebagai partner.

Merefleksikan nilai-nilai yang dianut oleh sekolah.

Menyeluruh, jujur, adil dan dapat dipertanggung jawabkan.

Jelas dan mudah dipahami oleh semua pihak.

45

media

Perbedaan pelaporan belajar dan pelaporan
hasil belajar

• Dalam bentuk pelaporan belajar, peserta didik lebih banyak

berperan dalam aktivitasnya.

• Pelaporan hasil belajar (rapor), dibuat oleh pendidik sebagai

analisis hasil belajar dalam bentuk tertulis dan langsung
dilaporkan ke orang tua peserta didik. Laporan hasil belajar
biasanya diberikan di akhir semester dan akhir tahun ajaran.

46

media

Bentuk Pelaporan selain Rapor
Contoh bentuk Pelaporan selain rapor

Portofolio
•Sebagai dokumentasi dari
hasil karya peserta didik.

•Isi portofolio adalah hasil
karya peserta didik yang
dipilih oleh peserta didik,
berdasarkan hasil diskusi
dengan pendidik.

•Portfolio bisa berupa foto,
video, infografis, poster atau
karya apapun yang bukan
berupa lembar soal -
jawaban. Portofolio peserta
didik SMK bisa berupa benda
kerja/produk hasil praktik.

Diskusi / Konferensi
•Berbagi informasi antara pendidik,
peserta didik dan orang tua.

•Sekolah perlu menentukan fungsi
dari suatu diskusi untuk dapat
mengembangkan struktur, dan
kegiatannya melibatkan menentukan
target belajar.

•Diskusi atau konferensi bisa dalam
struktur formal maupun informal.

Pameran Karya
•Sebagai perayaan proses
belajar peserta didik dan juga
sebagai asesmen sumatif.

•Pameran karya berisi proses
dari pembelajaran hingga
produk dari sebuah proyek
belajar.

•Pameran karya bisa
mengundang orang tua
peserta didik, komunitas
sekolah maupun
mengundang peserta didik
dan pendidik dari sekolah
lain untuk saling belajar dan
mendapatkan umpan balik
dari audiens yang lebih luas
selain pendidik kelas.

47

media

Laporan Hasil Belajar (Rapor)

Yang perlu diperhatikan dalam melaporkan hasil belajar:
•

Waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan dan mengolah nilai lebih
singkat.

•

Pengumpulan dan pengolahan hasil akhir lebih mudah.

Yang sebaiknya dihindari:
• Merekayasa hasil tanpa adanya bukti perkembangan pembelajaran.
• Bahasa yang kompleks dan terlalu ilmiah.
• Penggunaan kata atau kalimat negatif.
• Menilai dengan skor atau angka tanpa deskripsi kriteria.

48

media

Format Laporan Hasil Belajar (Rapor) -

DASMEN

49

media

Evaluasi Pembelajaran dan Asesmen

Melakukan refleksi pembelajaran dan asesmen pada masing-masing modul ajar.

• Pada kegiatan ini pendidik perlu melakukan refleksi terhadap pembelajaran dan asesmen yang telah

dilakukan pada masing-masing modul ajar, cermati bagian manakah yang telah tercapai dan belum.
Hasil asesmen formatif dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan kegiatan refleksi.

Mengidentifikasi apa saja yang sudah berhasil dan apa saja yang perlu diperbaiki.

• Identifikasi keberhasilan dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sudut pandang, seperti

kegiatan diskusi dengan teman sejawat, menggunakan data asesmen, maupun penilaian dari peserta
didik.

Menindaklanjuti dengan memodifikasi modul ajar selanjutnya.

• Modifikasi modul ajar tentunya dilakukan setelah kegiatan evaluasi pembelajaran dan asesmen,

pendidik dapat bekerja sama dengan teman sejawat untuk melakukan pengembangan berdasarkan
kebutuhannya.

50

media
media

•Merefleksikan pembelajaran yang
didapatkan setelah merancang
mengolah dan melaporkan
asesmen formatif dan sumatif

Pada akhir sesi ini, peserta
mampu…

51

media

Bagaimana hasil asesmen
ini dapat dimanfaatkan
untuk perencanaan
pembelajaran berikutnya?

52

media

TERIMA KASIH

53

media
media
media

MODUL AJAR

BERDIFERENSIASI

Setiap siswa memiliki kebutuhan, minat, dan gaya belajar yang
unik.
Dengan fokus pada kebutuhan individu, modul ajar berdiferensiasi
memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar dalam tingkat
keterampilan dan kompleksitas yang sesuai dengan kemampuan
mereka.

54

media
media
media

Apa itu Modul Ajar Berdiferensiasi?

Menurut Bapak

Ibu,apakahModul ajar
berdiferensiasi sama

dengan modul ajar

biasa?

55

Fill in the Blank

Menurut Bapak/ibu,apakah Modul Ajar Berdiferensiasi

sama dengan Modul Ajar biasa?

56

media
media

•Modul ajar berdiferensiasi tidak sama dengan
modul ajar biasa.
Rancangan pada modul ajar umum, biasanya,
guru mengemas perencanaan, model, hingga
teknik asesmen pembelajaran secara
komprehensif. Hal ini disesuaikan dengan tujuan
tertentu berdasarkan materi yang terdapat dalam
kurikulum.

57

media
media

• Sementara, Modul berdiferensiasi tidak berisi

rancangan sebagaimana umumnya. Sebaliknya,
guru merancangnya khusus sesuai keadaan dan
kebutuhan anak. Modul ini berfokus pada
perkembangan mental, minat, serta bakat setiap
anak.

Di dalamnya, guru merencanakan program atau
aktivitas yang dapat menumbuhkan kreativitas.
Tentunya, semua itu mencakup berbagai gaya dan
pengalaman belajar.

58

media
media
media

Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi

Gunakan materi yang beragam: Sediakan materi pembelajaran
dalam berbagai format, seperti teks, video, gambar, atau sumber
daya digital. Ini membantu siswa dengan gaya belajar yang
berbeda untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik.

Buat kelompok kerja yang berbeda: Bagi siswa ke dalam
kelompok kerja berdasarkan kemampuan mereka. Dalam
kelompok ini, siswa dapat saling mendukung dan belajar dari satu
sama lain. Berikan tugas yang sesuai dengan tingkat
keterampilan setiap kelompok.

59

media
media
media
media

Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi

Evaluasi dan penyesuaian: Lakukan evaluasi secara
berkala untuk melihat kemajuan siswa. Jika
diperlukan, lakukan penyesuaian dalam modul ajar
berdiferensiasi Anda. Perhatikan apa yang berhasil
dan apa yang perlu ditingkatkan.

60

media

Tahapan Pembuatan Modul Ajar

Berdiferensiasi

Memetakan profil peserta didik
Pada tahap pertama ini, guru harus mengumpulkan data
peserta didik. Setelahnya, guru memetakan bagaimana gaya
belajar setiap anak, tingkat kecerdasan, hingga lingkungan
belajar. Berikut adalah contoh pemetaannya:

• Nama : Bryan
• Gaya Belajar : Audio
• Kecerdasan : Musik
• Lingkungan Belajar : Suka memimpin presentasi

61

media
media

Merancang kegiatan pembelajaran berdiferensiasi
• Jika guru sudah memetakan profil siswa,

selanjutnya, guru bisa merancang langkah
pembelajaran. langkah ini berhubungan
dengan pembelajaran berdiferensiasi. Ada tiga
aspek dalam pembelajaran diferensiasi, yaitu
diferensiasi konten, proses, dan produk.

Tahapan Penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi

62

media
media

Konten berhubungan dengan materi.
Maka, guru wajib memetakanmateri dengan
mempertimbangkan keadaan dan kebutuhan belajar
anak. Artinya, guru tidak bisa asal memberikan
bahan ajar. Ada banyak hal yang harus guru
perhatikan. Untuk melakukannya, guru bisa melihat
beberapa aspek, seperti profil belajar, minat belajar,
kesiapan belajar, atau kombinasi dari ketiganya.

Diferensiasi konten

63

media
media

Guru harus memahami bagaimana proses siswa saat
belajar. Seperti yang kita ketahui bahwa siswa memiliki
gaya sendiri dalam belajar. Setidaknya, dalam memetakan
proses belajar anak, guru dapat menjawab pertanyaan
berikut:

• Apakah mereka cenderung belajar berkelompok atau

secara mandiri?

• Apa saja yang seringkali siswa butuhkan saat belajar?

Diferensiasi proses

64

media
media

Produk berarti karya. Maka, diferensiasi produk merupakan
metode pembelajaran berdiferensiasi yang mendorong
siswa untuk menghasilkan sebuah karya.
Karya tersebut bisa berupa project apapun sesuai tema
pembelajaran. Misalnya, siswa membuat karangan cerita,
tulisan, diagram, pidato, presentasi, video role play, dan lain
sebagainya. Yang pasti, semua project tersebut tidak
melenceng dari tujuan pembelajaran dan mampu
meningkatkan pemahaman.

Diferensiasi produk

65

media
media
media
media

Penyusunan Modul

Berdiferensiasi

66

media
media
media

67

media
media
media

68

media
media
media

69

media
media
media

70

media
media
media

71

media
media

72

media
media
media

73

media
media
media

74

media
media
media

75

media
media
media

76

media
media

77

media
media
media

78

media
media
media

79

media
media
media

80

media
media
media

81

media
media
media

82

media
media
media

83

media
media
media

84

media

85

media
media
media

86

media
media
media

MODUL AJAR:

1.SD: https://drive.google.com/file/d/1cXsCNamDaPCfH1h3jXX60gIgaDOwz85z/view?usp=drive_link

2.Fase B Kelas 4: FINAL MA_Literasi_Triska Fauziah_Bahasa Indonesia_Bijak Menggunakan

Uang, Yuk!_IV.pdf - Google Drive

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

1. Fase A Kelas 1:

https://drive.google.com/file/d/1J_P6vXRSpYE6guPbTSNsq8AP2AFFzczX/view?u

sp=drive_link

2. Fase C Kelas 5: https://drive.google.com/file/d/1QL0osFkKFN0Rkj7lC-

43erDDAEUUvRD2/view?usp=drive_link

87

media
media
media
media
media

Terima
Kasih

media

ASESMEN (PENILAIAN) DALAM
PEMBELAJARAN KURIKULUM

MERDEKA

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 87

SLIDE