Search Header Logo
materi Bab 4 elemen akhlak

materi Bab 4 elemen akhlak

Assessment

Presentation

•

Religious Studies

•

10th Grade

•

Practice Problem

•

Hard

Created by

Dahlia Dahlia

Used 2+ times

FREE Resource

46 Slides • 0 Questions

1

media

Menjalin Hidup Penuh Manfaat

dengan Menghindari Berfoya-foya
Riya’, Sum’ah, Takabur dan Hasad

Materi PAI SMK Kelas X Semester 1

2

media

Kita Mulai Dengan Membaca

Muslim Yang Baik Adalah Muslim Yang Berakhlak Mulia

Dahlia, S.Pd.I

3

media

02

Menghindari Sifat
Hidup Berfoya-foya

01

Menghindari Sifat
Riya dan Sum’ah

03

Menghindari Sifat

Takabur

04

Menghindari Sifat

Hasad

PEMBAHASAN MELIPUTI

4

media

Larangan

Untuk

:

Berfoya-foya

Riya`/ Sum`ah

Takabbur

Hasad

TUJUAN

PEMBELAJARAN

menganalisis manfaat menghindari sikap hidup berfoya-foya, riya’, sum’ah, takabbur,

dan hasad.

membuat karya berupa quote dan mempublikasikan di media sosial

menghindari sikap hidup sikap hidup berfoya-foya, riya’, sum’ah, takabbur, dan hasad

terbiasa bersikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari

5

media

6

media

Belajar dari Gambar

Amatilah gambar-gambar, kemudian

tulislah pesan-pesan moral untuk

setiap gambar

7

media

Kisah seorang Bani Anshar dan Abdullah bin ‘Amr

Jawab pemuda Anshar
kepada Abdullah bin Amr,
“benar, amalanku seperti
yang engkau lihat. Hanya

saja aku tidak pernah berbuat
curang kepada seorang pun.

Aku juga tidak pernah iri
ataupun hasad kepada

seseorang atas karunia yang

telah diberikan Allah

kepadanya

8

media

Larangan

Untuk

:

01

Berfoya-foya

Israf

Tabzir

Diulang 23 dalam Qur’an

Diulang 3 dalam Qur’an

9

media

01

Menghindari Hidup Berfoya-foya

ََنيِذلَّاَواَذِااوُقَفْنَأَْمَلاوُفِْسُْيَْمَلَواوُُتُْقَيََنَكََوََْيَبََِلََٰذاًماَوَق

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak
berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di
tengah-tengah antara yang demikian”. (Al-Furqan/25:67)

QS. Al-Furqan ayat/25:67

10

media

01

Menghindari Hidup Berfoya-foya

QS. Al-Isra’/17:26-27

َِتٰاَواَذَٰبْرُقْلاَ هذقَحََْيِكْسِمْلاَوََنْباَوَِلْيِبذسلاََلَوَْرِ ذَبُتاًرْيِذْبَت

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin
dan

orang

yang

dalam

perjalanan;

dan

janganlah

kamu

menghambur-hamburkan

(hartamu) secara boros.” (QS. Al-Isra’/17:26-27).

َذنِاََنْيِرِ ذَبُمْلاآْْوُنَكَََناَوْخِاَِْيِطٰيذ شلاََنَكََو ََُنٰطْيذ شلاَ هِ بَرِلاًرْوُفَك

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah
sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra’/17:26-27).

11

media

12

media

13

media

01

Menghindari Hidup Berfoya-foya

Contoh Perilaku Israf dan Tabzir

Dalam makan dan minum:

Seseorang mengambil banyak makanan dan

minuman pada suatu acara tasyakuran.

Ia takut tidak mendapat bagian, tanpa sama

sekali tidak mempertimbangkan daya

tamping perut.

Akhirnya ia tidak sanggup menghabiskan

makanan dan minuman tersebut

14

media

01

Menghindari Hidup Berfoya-foya

Contoh Perilaku Israf dan Tabzir

Dalam berbicara

Berkata-kata yang tidak pentingdan tidak

perlu, baik secara langsung bertemu dengan

lawan bicara ataupun melalui media
elektronik, termasuk media sosial.

15

media

01

Menghindari Hidup Berfoya-foya

Contoh Perilaku Israf dan Tabzir

Dalam penampilan

Memakai perhiasan emas di kedua tangan,

leher, jari-jemari dan kaki pada saat

pertemuan warga.

Berpakaian mahal, mewah lengkap dengan

tas import dari luar negeri.

16

media

Terlalu sibuk

mengurusi
kebahagiaan

duniawi, melalaikan

akhirat

Berpotensi

menimbulkan

sifat kikir

Dapat memicu
frustasi apabila
hartanya habis

Menimbulkan
sifat iri, dengki

dan pamer

01

Menghindari Hidup Berfoya-foya

Dampak Negatif Perilaku Israf dan Tabzir

17

media

Cara Menghindari Sifat Israf dan Tabzir

Membelanjakan

harta sesuai
dengan skala

prioritas kebutuhan

Selalu bersyukur

Membiasakan
bersedekah dan
membantu orang

lain

Bertindak selektif

dan terencana

Brgaya hidup

sederhana

Bersikap rendah

hati

18

media

LARANGAN
FOYA-FOYA

Berfoya-foya

merupakan

pola

pikir,

sikap

dan

tindakan yang

tidak

seimbang

dalam

memperlakukan harta

Islam melarang perilaku berlebih-lebihan atau melampaui batas (israf) dan boros (tabzir) dalam

membelanjakan harta, keduanya termasuk perbuatan setan.

Islam menganjurkan umatnya untuk hidup bersahaja, seimbang dan proporsional

“Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam
perjalanan; dan janganlah kamu menghamburhamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya

orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada

Tuhannya”. (QS. al-Isra’/17: 26-27)

19

media

Larangan Israf (Berlebih-lebihan)

“Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih)
orangorang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak
berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara

wajar”. (Q.S al-Furqan/25: 67)

20

media

Menghindari Sifat Riya’

dan Sum’ah

02

21

media

Riya

Sum’ah

Menghindari Sifat Riya’ dan Sum’ah

Menampak
kan atau
memperliat
kan

Memperdengarkan

Melakukan ibadah
dengan niat supaya
mendapat pujian atau
penghargaan dari orang
lain

Memberitahukan atau
memperdengarkan amal
ibadah yang dilakukan
kepada orang lain agar
dirinya mendapat pujian
atau sanjungan

22

media

23

media

Contoh Riya’ dan Sum’ah

24

media

25

media

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan

menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang

menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada
Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya

ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi.

Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah

tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir." (QS. al-Baqarah/2: 264).

26

media

Larangan Riya’ dalam Hadits Nabi

“Dari Mahmud bin Labid berkata, Rasulullah Saw. berkata: “Syirik kecil adalah

suatu penyakit yang sangat berbahaya bagi kalian, lalu para sahabat

bertanya, apakah syirik kecil itu ya Rasulullah? Jawab beliau: Riya’, besok di
hari kiamat, Allah menyuruh mereka mencari pahala amalnya, kepada siapa

tujuan amal mereka itu, firman-Nya, ‘carilah manusia yang waktu hidup di

dunia, kamu beramal tujuannya hanya untuk dipuji atau disanjung oleh

mereka, mintalah pahala kepada mereka itu”. (HR. Ahmad).

27

media

Macam-macam Riya’

Tingkatan Riya’

Riya’ Khalish

Riya’ Syirik

melakukan ibadah hanya untuk mendapat pujian dari

manusia semata.

melakukan suatu perbuatan karena niat menjalankan perintah
Allah, dan sekaligus juga karena ingin mendapatkan sanjungan

dari orang lain.

Bentuk Riya’

Riya’ dlm Niat

Riya’ dlm Perbuatan

Contoh: Seseorang berkata bahwa ia ikhlas beribadah

karena Allah padahal dalam hatinya tidak demikian,

maka hal ini termasuk riya’ dalam niat.

Contoh: Seseorang memakai baju muslim lengkap

dengan surbannya agar disangka sebagai orang shaleh.

28

media

Ciri-ciri Riya dan Sum’ah

Selalu menyebut dan
mengungkit amal baik
yang pernah dilakukan

Beramal hanya sekadar ikut-ikutan

bersama orang lain

Malas atau enggan melakukan
amal shaleh apabila tidak dilihat

oleh orang lain

Melakukan amal kebaikan apabila
sedang berada di tengah khalayak

ramai

Amalannya selalu
ingin dilihat dan
didengar agar
dipuji oleh orang
lain

Ekspresi amal berbeda karena
sedang dilihat oleh orang lain

atau tidak

Tampak lebih rajin dan

bersemangat dalam beramal
saat mendapat sanjungan,
sebaliknya semangatnya

akan turun apabila mendapat

cemoohan dari orang lain

29

media

Dampak Negatif Perilaku Riya’ dan Sum’ah

Muncul rasa tidak
puas atas amal

yang telah
dikerjakan

Muncul rasa gelisah saat

melakukan amal

kebaikan

Merusak nilai pahala dari

suatu ibadah, bahkan
bisa hilang sama sekali

Mengurangi kepercayaan

dan simpati dari orang

lain

Menyesal apabila

amalnya tidak

diperhatikan oleh orang

lain

Menimbulkan sentimen pribadi
dari orang lain karena adanya

perasaan iri dan dengki

30

media

CARA

MENGHINDARI

RIYA &
SUM’AH

Meluruskan niat

Menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah Swt.

Memohon pertolongan Allah Swt.

Memperbanyak rasa syukur

Memperbanyak ingat kematian

Membiasakan hidup sederhana

31

media

03

Larangan

Untuk

:

Takabur

Sombong

Merendahkan

Takabur adalah sikap seseorang yang menunjukkan sifat sombong atau merasa lebih kuat,

lebih hebat dibanding orang lain. Orang takabur selalu meremehkan dan merendahkan
orang lain, tidak mau mengakui kehebatan dan keberhasilan orang lain, dan menolak

kebenaran.

32

media

33

media

Firman Allah Swt

“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan

dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam
lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat.” (Q.S al-A’raf/7: 40)

“Tetapi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah

penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”. (Q.S al-A’raf/7: 36)

34

media

Hadits Rasulullah Saw

“Dari Abu Hurairah r.a. berkata: ‘Rasulullah Saw. bersabda, Allah Yang Maha Mulia

lagi Maha Agung berfirman: ‘Kemuliaan adalah pakaianKu dan kebesaran

(kesombongan) adalah selendang-Ku, maka barangsiapa yang menyaingi Aku dalam

salah satunya maka Aku pasti akan menyiksanya” (Riwayat Muslim)

35

media

Dampak Negatif Perilaku Takabur

Dibenci oleh Allah Swt.

dan rasul-Nya

Dibenci dan dijauhi
oleh masyarakat

Mata hatinya terkunci dari

memperoleh hidayah

kebenaran

Mendapatkan siksa dan

kehinaan di akhirat

Dimasukkan ke
dalam neraka

36

media

Cara Menghindari Sifat Takabur

Menyadari

kekurangan dan
kelemahan dirinya

Menyadari bahwa

hidup di dunia hanya

sementara

Berusaha selalu
menghargai orang

lain

Ikhlas dalam

melakukan ibadah

Bersifat rendah hati

(tawadhu’)

37

media

04

Larangan

Untuk

Hasad

Tidak senang akan nikmat orang

Hilang nikmat itu

Hasad adalah sifat seseorang yang merasa tidak senang terhadap

kebahagiaan orang lain karena memperoleh suatu nikmat dan berusaha

menghilangkan nikmat tersebut.

38

media

Dampak Negatif Perilaku Hasad

Menentang
takdir Allah

Swt.

Hati menjadi susah

Menghalangi keinginan berdoa

kepada Allah Swt.

Meremehkan nikmat dari

Allah Swt.

Merendahkan martabat orang lain

39

media

Ciri-ciri Orang

Berperilaku Hasad

Melakukan ghibah terhadap

orang yangdidengkinya

Memuji orang yang
dihasadi saat berada
di hadapannya

Merasa gembira
terhadapmusibah

yang menimpa

orang yang dihasadi

40

media

Cara Menghindari Sifat Hasad

Meyakini keadilan

Allah Swt.

Memperbanyak rasa

syukur

Menjaga sifat rendah

hati (tawadhu’)

Senang membantu

orang lain

Mempererat tali

silaturahmi

Mendahulukan

kepentingan umum

41

media

Dua Hasad yang Boleh

“Dari Abdullah bin Mas’ud r.a., berkata: “Nabi Saw.
bersabda: ‘Tidak boleh hasad kecuali pada dua orang: (1).
Orang yang diberi harta kekayaan oleh Allah lalu digunakan
untuk menegakkan haq dan kebaikan, (2). Orang yang diberi
oleh Allah hikmah (ilmu) lalu diamalkan dan diajarkan
kepada orang lain.” (HR. Ahmad)

42

media

Mengharapkan hilangnya kenikmatan yang dimiliki
orang lain, dan ia mendapatkan nikmat tersebut

Mengharapkan

hilangnya

kebahagiaan

orang

lain,

sekalipun ia tidak mendapatkan apa yang membuat
orang

tersebut

bahagia.

Asalkan

orang

lain

jatuh

menderita, maka ia merasa bahagia

Merasa tidak ridha terhadap nikmat yang diberikan oleh
Allah

Swt.

kepada

orang

lain,

meskipun

iatidak

mengharapkan hilangnya nikmat dari orang tersebut. Ia
benci apabila orang lain dapat menyamai atau melebihi
apa yang diterimanya dari Allah Swt

3 JENIS HASAD

BERBAHAYA

MENURUT IMAM

GHAZALI

43

media

44

media

45

media

46

media

Alhamdulillah

pattern-tertiary
media

Menjalin Hidup Penuh Manfaat

dengan Menghindari Berfoya-foya
Riya’, Sum’ah, Takabur dan Hasad

Materi PAI SMK Kelas X Semester 1

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 46

SLIDE