Search Header Logo
Tanggung Jawab Penyelenggara Pendidikan

Tanggung Jawab Penyelenggara Pendidikan

Assessment

Presentation

Computers

University

Practice Problem

Hard

Created by

Muhammad Khoirul Afif

FREE Resource

17 Slides • 0 Questions

1

Discover new features in Lessons!
Finish all phases of “I-do ; We-do ; You-do” with Quizizz

media
media
media
media

​You can also create lessons directly on Google Slides using “Quizizz Extension”.
Read more about it here

2

media

TANGGUNG JAWAB PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DALAM

PERSPEKTIF ISLAM

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas semester I

Matakuliah :

Sejarah Pemikiran Pendidikan Islam

Dosen Pengampu :

Dr. Hj. Sufinatin Aisida, M.Pd.I.

Oleh :

Muhammad Nawaki(24010014)

Muhammad Khoirul Afif(24010013)

Fajarroedin(24010026)

UNIVERSITAS DARUL ‘ULUM

JURUSAN TARBIYAH PRODI PAI

JOMBANG

Oktober 2024

3

media

ii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Syukur alhamdulillah kami ucapkan karena telah terselesaikannya makalah ini

adalah tidak lain karena rahmat, karunia, dan taufiq Allah SWT semata. Karena itu,

sudah sepantasnya pemakalah memanjatkan puji syukur kehadirat-Nya. Makalah ini

disusun atas tugas dari beliau Ibu Dr. Hj. Sufinatin Aisida, M.Pd.I. selaku Dosen

Pengampu mata kuliah Sejarah Pemikiran Pendidikan Islam, dan yang terutama

adalah tujuan tersusunnya makalah ini agar mahasiswa dapat memanfaatkan dengan

baik dari apa yang akan pemakalah bahas nantinya.Pemakalah sangat berharap atas

kemanfaatan dari makalah ini, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan

pembaca mengenai pembahasan tentang Tanggung Jawab Penyelenggaraan

Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Pemakalah sendiri juga menyadari bahwa masih

terdapat banyak sekali kekurangan. Selain disebabkan kurangnya wawasan, juga

masih terbatasnya pustaka yang dapat kami usahakan. Karena itu, kritik saran dan

tegur sapa dari semua pihak sangat kami harapkan. Kepada rekan mahasiswa dan

dosen pengampu serta para sahabat yang telah membantu atas selesainya makalah ini,

kami ucapkan banyak ribuan terima kasih. Semoga dengan selesainya tugas makalah

ini, dapat menjadi kemanfaatan bagi semua pihak. Kesempurnaan hanyalah milik-Nya

semata, dan kekurangan adalah bersumber dari diri kami sendiri. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jombang, 16 Oktober 2024

Pemakalah

4

media

iii

DAFTAR ISI

Contents

KATA PENGANTAR ................................................................................................................ ii

DAFTAR ISI ............................................................................................................................. iii

BAB I .......................................................................................................................................... 5

PENDAHULUAN ...................................................................................................................... 5

A. LATAR BELAKANG ........................................................................................................................ 5

B. RUMUSAN MASALAH .................................................................................................................. 6

C. TUJUAN PENULISAN .................................................................................................................... 6

BAB II ........................................................................................................................................ 8

PEMBAHASAN ......................................................................................................................... 8

D. Pengertian Tanggung Jawab........................................................................................................ 8

E. Penyelengaraan Pendidikan ........................................................................................................ 8

F. Konsep Pendidikan Dalam Islam ................................................................................................ 9

G. Bentuk Tanggung Jawab Dalam Pendidikan Islam ..................................................................... 9

H. Aktor dalam Penyelenggaraan Pendidikan: ............................................................................... 12

I.Tantangan dalam Penyelenggaraan Pendidikan Islam .............................................................. 14

BAB III ..................................................................................................................................... 15

PENUTUP ................................................................................................................................ 15

J. Kesimpulan ................................................................................................................................ 15

K. Saran .......................................................................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 16

5

media

iv

6

media

5

BAB I

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

Istilah pendidikan yang sering digunakan dalam bahasa arab adalah tarbiyah

dan ta‟lim. Kedua istilah tersebut diambil dari kata dasar rabba dan „allama. Dr.

Ahmad Syarabashi membedakan antara ta‟lim dan tarbiyah. Ta‟lim adalah

pengajaran dan penghimpunan informasi-informasi, biasanya dalam otak,

sedangkan tarbiyah mengandung pengertian pengarahan, pendidikan, dan latihan.

Ta‟lim mengarahkan pertama-tama kepada pencerdasan akal, ingatan, dan

hafalan, sedangkan tarbiyah pertama-tama mengarahkan kepada pendidikan jiwa,

rohani, dan hati.1

Pendidikan Islam merupakan suatu aktivitas yang berkelanjutan dalam proses

merubah akhlak tiap-tiap individu dengan cara pengajaran, untuk menuju

kebaikan pribadi, masyarakat dan lingkungan sekitarnya sesuai kebutuhan

masyarakat. Ada tiga pendekatan yang dapat dilakukan untuk menelaah tugas-

tugas pendidikan Islam, yaitu: (1) pendidikan bertujuan untuk mengembangkan

potensi; (2) pendidikan bagian dari mewariskan budaya; dan (3) pendidikan

bertujuan sebagai interaksi antara mengembangkan potensi dan mewariskan

budaya. Ketiga hal tersebut saling berkaitan dan merupakan satu kesatuan yang

utuh.2

Pada dasarnya, tanggung jawab pendidikan itu dimulai dari lingkungan

keluarga yang berawal dari anak dalam kandungan, kemudian lahir, bertahap

mengalami pertumbuhan dan perkembangan, sampai anak menjadi orang dewasa

yang menyadari segala kewajibannya, kemudian masyarakat, sekolah, pemerintah,

dan lembaga lain yang memiliki kepentingan dalam pendidikan.


1Mohamad Samsudin, „Pendidik Dalam Perspektif Islam‟, Alashriyyah, 5.2 (2019), 22
<https://doi.org/10.53038/alashriyyah.v5i2.94>.
2 Fatkhur Rohman, „Tanggung Jawab Pendidikan Perspektif Pendidikan Islam‟, Intiqad: Jurnal
Agama Dan Pendidikan Islam, 12.2 (2020), 171–80
<https://doi.org/10.30596/intiqad.v12i2.5557>.

7

media

6

B.RUMUSAN MASALAH

1.Bagaimana bentuk tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan dalam

perspektif Islam ?

C.TUJUAN PENULISAN

1.Untuk

mengetahui

bentuk

tanggung

jawab

penyelenggaraan

pendidikan dalam perspektif Islam

8

media

7

9

media

8

BAB II

PEMBAHASAN

D.Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau

perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja, serta memiliki makna

perwujudan kesadaran akan kewajiban melaksanakannya. Manusia merasa

bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya

itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau

pengorbanannya.3

Dalam perspektif pendidikan Islam, tanggung jawab pendidikan Islam

dilaksanakan oleh kedua orang tua, guru, sekolah, lingkungan sekitar,

pemerintah dan pihak lain yang berkepentingan dalam dunia pendidikan.

Beberapa aspek tanggung jawab pendidikan Islam yang sangat diperhatikan

adalah pendidikan tauhid (iman), akhlak, fisik, akal, kalbu (psikis), sosial dan

pendidikan seksual.4

E.Penyelengaraan Pendidikan

Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia merupakan suatu sistem

pendidikan nasional yang diatur secara sistematis. Pendidikan nasional

berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta

peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan

bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi

manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga

negara yang demokratis serta bertanggung jawab.5


3Rohman.
4Rohman.
5 UU No. 20 Tahun 2003

10

media

9

F.Konsep Pendidikan Dalam Islam

Pendidikan agama Islam bertujuan meningkatkan keimanan, pemahaman,

penghayatan dan pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga

menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta

berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan

bernegara.6

Penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam yang sesuai dengan

tuntunan syariat Islam, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan perkembangan

keagamaan anak didik sehingga benteng keimanan anak semakin kokoh dan

kuat.7 Ada beberapa nilai yang terkandung dalam pendidikan Agama Islam.

Diantaranya adalah nilai aqidah, nilai ibadah, dan nilai akhlak al karima yang

kesemuanya saling berkaitan satu sama lain.8

Pendidikan Islam secara epistemologi mendasarkan dirinya pada

paradigma tertentu dalam hal ini adalah Islam sebagai rujukan utama. Secara

tradisional kata Islam berimplikasi pada dua hal yaitu al qur‟an dan hadits.

Kedua sumber inilah yang menjadi sumber epistemik dalam kontruksi

pendidikan Islam. Jika sistem pendidikan Barat mendasarkan dirinya hanya

pada kerangka rasionalitas, maka sistem pendidikan Islam mendasarkan

dirinya pada al qur‟an dan hadits.9

G.Bentuk Tanggung Jawab Dalam Pendidikan Islam

1.Tanggung Jawab Pendidikan Iman (Tauhid)

Pendidikan iman (tauhid) yang dimaksud adalah mendidik anak

sebagaimana yang terkandung dalam rukun Islam, rukun iman, dan dasar


6Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2005),h.22
7 Achyar Zein dan Edi Saputra, “Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Pengamalan
Thariqat Naqsabandiyah Di Pantai Cermin,” t.t., 505.
8 Badrut Tamam, Robiah Al-Adawiyah, dan Akhmad Muadin, “Internalisasi Nilai Nilai
Pendidikan Agama Islam Dalam Pembelajaran Al-Islam Dan Kemuhammadiyahan Di Sekolah
Menengah Atas” 9, no. 1 (2017):h. 72–73.
9 Abd. Rahman Fasih, „Dasar-Dasar Pendidikan Islam Dalam Tinjauan Al-Qur‟an Dan Al-
Hadist‟, Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences, 1.1 (2023), 1–8.

11

media

10

syari‟ah, mulai anak mampu memahami dan mampu membedakan baik dan

buruk.

2.Tanggung Jawab Pendidikan Akhlak (Moral/Budi Pekerti)

Maksud dari pendidikan akhlak adalah pendidikan tentang moral, tabiat

dan keutamaan perilaku yang harus senantiasa diajarkan dan ditanamkan pada

anak, sehingga anak bisa membedakan akhlak yang baik dan akhlak tercela,

sampai menjadi orang dewasa yang mandiri. Maka, tidak diragukan lagi

bahwa seseorang yang berakhlak mulia akan menjadikan manusia lebih

religius dan menghormati sesama dan ciptaan Allah yang lainnya. Akhlak

dalam ajaran Islam menempati posisi penting dan juga menjadi misi dari

kerasulan Muhammad saw. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi saw:

َلْخَلِا َوِزاَكَي َىًَِّتُِلِ ُتْثِعُب اًَََِّإ ِق

Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan

akhlak.” (HR. Al-Bayhaqi dalam al-Sunan al Kubrâ‟ (No. 20782).

3.Tanggung Jawab Pendidikan Fisik

Islam sendiri sangat perhatian terhadap pendidikan fisik pada anak, karena

fisik yang sehat akan menentukan keberhasilan dalam tahapan-tahapan

pendidikan lainnya. berkaitan dengan pendidikan fisik.Islam mengajarkan

beberapa metode praktis agar anak tumbuh dengan baik sesuai harapan,

diantaranya:

Memberi nafkah pada anak dan keluarga adalah bagian dari kewajiban.

Memakan makanan dan minuman yang sehat, serta tidur yang teratur.

Menghindari dari penyakit yang menular.

Memberi obat bila sedang sakit.

Menerapkan dasar: “untuk tidak memberikan sesuatu yang tidak

memiliki manfaat”.

Membiasakan anak untuk berolah raga.

12

media

11

Membiasakan anak untuk zuhud dan tidak tenggelam dalam

kenikmatan.

Membiasakan anak untuk bekerja keras dan bersungguh-sungguh,agar

tidak menyimpang dan menjadi pengangguran.

4.Tanggung Jawab Pendidikan Akal (Rasio)

Maksud dari pendidikan akal atau disebut juga dengan pendidikan

intelektual adalah pendidikan untuk membentuk pola fikir anak yang memiliki

manfaat, baik ilmu pengetahuan, teknologi dan kemajuan zaman.

5.Tanggung Jawab Pendidikan Kalbu (Psikis)

Pendidikan kalbu (psikis) dimaksudkan di sini adalah mendidik anak

supaya memiliki sikap keberanian, jujur, mengutamakan kebenaran, suka

berbuat baik terhadap orang lain, dan mampu menahan diri ketika dalam

kondisi tidak stabil (marah).

6.Tanggung Jawab Pendidikan Sosial

Pendidikan sosial dimaksudkan adalah membiasakan anak dari kecil untuk

melaksanakan adab sosial dengan baik yang didasarkan pada psikis yang baik

dan bersumber pada ajaran Islam, agar tertanam rasa keimanan, sehingga

dalam bermasyarakat nantinya dapat menampilkan perilaku dan akhlak yang

baik, seimbang akal dan bijaksana dalam bertindak.

7.Tanggung Jawab Pendidikan Seksual

Menurut al-Qur‟an, manusia diciptakan Allah SWT. berpasangan lelaki-

perempuan dan kepada mereka dianugerahi cinta dan kasih sayang, dan sudah

menjadi fitrahnya bahwa manusia ingin mencintai dan dicintai. Tanggung

Jawab Pendidikan Seksual merupakan memberikan pemahaman, pengajaran

dan penyadaran kepada anak tentang masalah seksual, naluri dan

perkawinan.10


10Rohman.

13

media

12

H.Aktor dalam Penyelenggaraan Pendidikan:

oOrang tua: Sebagai pendidik pertama dan utama, orang tua

memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik anak-anaknya.

Surat An-Nisa Ayat 9 :

ْْۖىِهْيَهَع اْىُفاَخ اًفٰعِض ًةَّيِّزُذ ْىِهِفْهَخ ٍِْي اْىُكَسَت ْىَن ٍَْيِرَّنا َشْخَيْنَو

ا ًد ْيِدَس ًلًْىَق اْىُنْىُقَيْنَو َهاللّٰ اىُقَّتَيْه َف

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan

keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia

dan batu; di atasnya (neraka) ada malaikat-malaikat yang kasar,

yang keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang

diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa

yang diperintahkan."

Ayat ini secara umum memerintahkan setiap individu untuk

menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka. Keluarga di sini

mencakup anak-anak yang menjadi tanggung jawab orang tua.

Artinya, orang tua harus berusaha sekuat tenaga untuk mendidik

anak-anaknya agar selamat di dunia dan di akhirat.

Surat Luqman ayat 13 :

ُِْبِلً ًٍُْٰقُن َلاَق ْذِاَو ِه َىُهَو ُهُظِعَي َّيَُُبٰي َلً ْكِسْشُت هِهللاِب ٌَِّا َكْسِّشنا

ىْهُظَن ىْيِظَع

Artinya : (Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat

dia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan

Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar

kezaliman yang besar.”

Selain ayat Al-Qur'an, terdapat beberapa hadis yang menegaskan

tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak-anaknya.Hal itu

sesuai dengan hadits Nabi sebagai berikut:

14

media

13

لوأ ىكَايبص ىهع اىحتفإ : اعىفسي سابع ٍبا ٍع ةيسكع ٍع

)الله لًإ هنإ لً(ةًهك

Artinya: Dari Ikrimah, dari Ibn Abbas yang merupakan hadits

marfu‟. Ajarkanlah anakmu kalimat (lailaha illa allah).

لىقي ىتح اسيغص ىبز ٍي : لىقي � الله لىسز تعًس هنإ لً

الله لًإ مج و زع الله هبساحي ىن

Artinya: Barang siapa yang mendidik anak kecil sampai anak

tersebut mengatakan Laila ha illa Allah, maka ia tidak dihisab.11

oGuru:Pengertian pendidik atau guru secara terbatas adalah

sebagai satu sosok individu yang berada di depan kelas. Dalam arti

luas adalah seorang yang mempunyai tugas tanggung jawab untuk

mendidik peserta didik dalam mengembangkan kepribadiannya,

baik berlangsung di sekolah maupun di luar sekolah. Menurut

UUSPN 1989, guru termasuk tenaga kependidikan khususnya

tenaga pendidik yang bertugas membimbing, mengajar dan melatih

peserta didik.12

oSekolah:Sekolah merupakan sarana yang secara sengaja dirancang

untuk melaksanakan pendidikan. Semakin maju suatu masyarakat

semakin penting peran sekolah dalam mempersiapkan generasi

muda sebelum masuk dalam proses pembangunan masyarakat.13

oMasyarakat:Dalam konteks pendidikan, masyarakat merupakan

lingkungan di luar lingkungan keluarga dan sekolah. Pendidikan


11A.Samad Usman, „Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Dalam Perspektif
Islam‟, Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak, 1.2 (2017), 112
<https://doi.org/10.22373/bunayya.v1i2.1324>.
12Almaydza Abnisa Pratama, „Konsep Pendidik Dan Peserta Didik Dalam Perspektif Al-Qur‟an‟,
Jurnal Asy-Syukriyyah, 18 (2017), 67–81.
13La Iru, “Pengaruh Lingkungan Sosial, Pendidikan, Penghasilan, Media Massa Dan
Kepemimpinan Terhadap Perilaku Ketuhanan Yang Maha Esa, Sesama Manusia Dan Alam
Sekitar (Studi Di Provinsi Sulawesi Tenggara),” Jurnal Inovasi, 9, no. 1 (Maret 2012):h. 4.

15

media

14

yang dialami dalam masyarakat ini, telah dimulai beberapa waktu

ketika anak-anak telah lepas dari asuhan keluarga dan berada di

luar dari pendidikan sekolah. Dengan demikian, berarti pengaruh

pendidikan tersebut tampaknya lebih luas. Corak dan ragam

pendidikan yang dialami seseorang dalam masyarakat banyak

sekali, ini meliputi segala bidang, baik pembentukan kebiasaan-

kebiasaan, pembentukan pengertian pengertian (pengetahuan),

sikap dan minat, maupun pembentukan kesusilaan dan keagamaan.

oPemerintah:Pemerintah berperan dalam merumuskan kebijakan

pendidikan,

menyediakan

fasilitas,

dan

mengawasi

mutu

pendidikan.

I.Tantangan dalam Penyelenggaraan Pendidikan Islam

Tantangan pendidikan datang dari luar diri orangtua cukup luas

mulai dari tantangan menghadapi lingkungan masyarakat, lingkungan

sekolah, teman sebaya dan media sosial. Kontribusi lingkungan terhadap

pendidikan anak pada saat sekarang ini cukup besar. Kontribusi

lingkungan cendrung membawa arus yang negatif pada pendidikan anak.14


14 Khoiriah and Fitri Alrasi, „Tanggung Jawab Pendidikan Anak Dalam Perspektif Islam
Responsibility of Child Education in Islamic Perspective‟, Jurnal Media Ilmu, 1.2 (2023), 164–72.

16

media

15

BAB III

PENUTUP

J.Kesimpulan

1.Secara umum pendidik adalah orang yang memiliki tanggung jawab

untuk mendidik. Sementara secara khusus, pendidik dalam perspektif

pendidikan islam adalah orang yang bertanggung jawab terhadap

perkembangan peserta didik dengan mengupayakan perkembangan

seluruh potensi peserta didik, baik potensi afektif, kognitif, maupun

psikomotorik sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama islam.

2.Peserta didik sendiri dalam pendidikan Islam adalah individu yang

sedang tumbuh dan berkembang, baik secara fisik, psikologis sosial,

dan religius dalam dalam mengarungi kehidupan dunia dan di akhirat

kelak.

3.Tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan dalam perspektif Islam

merupakan tugas bersama seluruh komponen masyarakat. Dengan

menerapkan prinsip-prinsip pendidikan Islam, diharapkan dapat

melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan

mampu menghadapi tantangan zaman.

K.Saran

Perlu adanya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat

dalam penyelenggaraan pendidikan.

17

media

16

Pemerintah perlu meningkatkan kualitas pendidikan dengan

menyediakan anggaran yang cukup dan sarana prasarana yang

memadai.

Guru perlu terus meningkatkan kompetensinya agar mampu

memberikan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.

Orang tua harus aktif terlibat dalam pendidikan anak-anaknya.

DAFTAR PUSTAKA

Mohamad Samsudin, „Pendidik Dalam Perspektif Islam‟, Alashriyyah, 5.2

(2019), 22 <https://doi.org/10.53038/alashriyyah.v5i2.94>.

Fatkhur Rohman, „Tanggung Jawab Pendidikan Perspektif Pendidikan

Islam‟, Intiqad: Jurnal Agama Dan Pendidikan Islam, 12.2 (2020), 171–80
<https://doi.org/10.30596/intiqad.v12i2.5557>.
UU No. 20 Tahun 2003

Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Kalam Mulia,

2005),h.22

Achyar Zein dan Edi Saputra, “Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam

Dalam Pengamalan Thariqat Naqsabandiyah Di Pantai Cermin,” t.t., 505.

Badrut

Tamam,

Robiah

Al-Adawiyah,

dan

Akhmad

Muadin,

Internalisasi Nilai Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Pembelajaran Al-
Islam Dan Kemuhammadiyahan Di Sekolah Menengah Atas” 9, no. 1 (2017):h.
72–73.

Abd. Rahman Fasih, „Dasar-Dasar Pendidikan Islam Dalam Tinjauan Al-

Qur‟an Dan Al-Hadist‟, Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social
Sciences, 1.1 (2023), 1–8.

A.Samad Usman, „Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Pendidikan

Anak Dalam Perspektif Islam‟, Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak, 1.2 (2017),
112 <https://doi.org/10.22373/bunayya.v1i2.1324>.

Almaydza Abnisa Pratama, „Konsep Pendidik Dan Peserta Didik Dalam

Perspektif Al-Qur‟an‟, Jurnal Asy-Syukriyyah, 18 (2017), 67–81.

La Iru, “Pengaruh Lingkungan Sosial, Pendidikan, Penghasilan, Media

Massa Dan Kepemimpinan Terhadap Perilaku Ketuhanan Yang Maha Esa,
Sesama Manusia Dan Alam Sekitar (Studi Di Provinsi Sulawesi Tenggara),”
Jurnal Inovasi, 9, no. 1 (Maret 2012):h. 4.

Khoiriah and Fitri Alrasi, „Tanggung Jawab Pendidikan Anak Dalam

Perspektif Islam Responsibility of Child Education in Islamic Perspective‟,
Jurnal Media Ilmu, 1.2 (2023), 164–72

Discover new features in Lessons!
Finish all phases of “I-do ; We-do ; You-do” with Quizizz

media
media
media
media

​You can also create lessons directly on Google Slides using “Quizizz Extension”.
Read more about it here

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 17

SLIDE