Search Header Logo
LIQO

LIQO

Assessment

Presentation

Religious Studies

University

Practice Problem

Easy

Created by

Kholifatun Shiddiqiati

Used 1+ times

FREE Resource

8 Slides • 2 Questions

1

media

2

Open Ended

'Mohon izin' kira-kira apa yang terbesit di benak ibu-ibu ketika mendengar istilah pemikiran/ideologi ?

3

KBBI

" Ideologi adalah sekumpulan konsep yang tersusun secara sistematis menjadi dasar pemikiran atau pandangan yang memberikan arah dan tujuan bagi kelangsungan hidup suatu golongan atau masyarakat." 

4

Match

'Izin lagi ya' Manakah Jodohnya ?

Moderat

Radikal

Tradisional

Liberal

5

Bagaimana bisa terjadi ?

Munculnya berbagai pemikiran Islam di Indonesia dipengaruhi oleh interaksi antara budaya lokal, sejarah kolonial, dan dinamika global. Gambaran umum mengenai perkembangan pemikiran Islam di Indonesia:

1. Islam Awal dan Penyebaran Islam

2. Islam Tradisional
3. Reformasi Islam

4. Islam Liberal dan Moderat

5. Islam Radikal

6. Isu Kontemporer

6

media

Aliran pemikiran Islam tradisional merujuk pada pendekatan yang mengedepankan ajaran dan praktik Islam sebagaimana diwariskan dari generasi ke generasi, sering kali berpegang pada teks-teks klasik dan pandangan ulama terdahulu.

1. Penghormatan Terhadap Ulama: Menekankan pentingnya otoritas ulama dan guru dalam memahami dan mengajarkan ajaran Islam.
2. Mazhab: Mengikuti salah satu dari empat mazhab besar (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali) dalam fiqh (hukum Islam) dan akidah.
3. Pelestarian Tradisi: Mengutamakan pelestarian tradisi, ritus, dan praktik yang telah ada, termasuk ibadah dan zikir.
4. Konservatisme Sosial: Cenderung memiliki pandangan konservatif terhadap isu-isu sosial dan moral, seperti pernikahan, keluarga, dan peran gender.
5. Keterikatan pada Teks: Mengandalkan teks-teks klasik dalam mengkaji hukum dan akidah, sering kali tanpa banyak reinterpretasi atau inovasi.

Pemikiran Islam Tradisional

​Pemikiran tradisional ini banyak dianut di berbagai komunitas Muslim di seluruh dunia, termasuk dalam institusi pendidikan pesantren di Indonesia. Ulama dan tokoh yang dikenal dalam aliran ini termasuk Imam Al-Ghazali dan Imam Al-Shafi'i. Pendekatan ini sering kali dianggap sebagai fondasi bagi keberlangsungan ajaran Islam dalam konteks masyarakat.

7

media

Mencakup berbagai pendekatan yang menekankan pada toleransi, dialog, dan pemahaman kontekstual terhadap ajaran Islam.

1. Toleransi: Menghargai perbedaan antaragama dan antarmazhab, serta mendorong kerukunan di antara komunitas yang berbeda.

2.Dialog: Mengutamakan dialog antarbudaya dan antaragama sebagai cara untuk membangun pemahaman dan mengatasi konflik.

Konsep Ijtihad: Memanfaatkan pemikiran kritis dan reinterpretasi teks-teks Islam sesuai dengan konteks zaman dan kebutuhan masyarakat modern.

3.Keadilan Sosial: Menekankan pentingnya keadilan dan kesejahteraan sosial, serta peran aktif umat dalam memperjuangkan hak asasi manusia.

4.Pendidikan dan Literasi: Mengutamakan pendidikan sebagai sarana untuk memberdayakan masyarakat dan melawan ekstremisme.

Pemikiran Islam Moderat

​Beberapa tokoh penting dalam pemikiran Islam moderat antara lain Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nurcholish Madjid, dan K.H. Mustofa Bisri, yang semuanya menekankan pentingnya pembaruan dalam pemikiran Islam dan penerapan nilai-nilai universal.

8

media

Sebuah pendekatan terhadap Islam yang menekankan reinterpretasi dan penyesuaian ajaran Islam dengan nilai-nilai modern, seperti demokrasi, hak asasi manusia, kebebasan beragama, dan kesetaraan gender. Kaum pendukung Islam Liberal percaya bahwa ajaran-ajaran Islam perlu dipahami dalam konteks zaman dan tempat yang berbeda-beda, serta harus mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan sosial-politik modern.

Pemikiran Islam
Liberal

1.​Reinterpretasi Teks: Mengkaji kembali teks-teks suci (Al-Qur'an dan Hadits) dengan pendekatan kontekstual, sehingga relevan dengan kondisi sosial, politik, dan budaya saat ini.

2.Hak Asasi Manusia: Menekankan pentingnya hak asasi manusia, termasuk hak perempuan, kebebasan beragama, dan kebebasan berpendapat.

3.Demokrasi dan Pluralisme: Mendukung prinsip-prinsip demokrasi dan pluralisme, serta menganggap bahwa keberagaman adalah bagian dari ciptaan Tuhan yang harus dihargai.

4.Pendidikan dan Rasionalitas: Mengedepankan pendidikan kritis dan rasional, serta mengajak umat Islam untuk berpikir secara logis dan ilmiah.

Keadilan Sosial: Memperjuangkan keadilan sosial, menghapus diskriminasi, dan menentang segala bentuk penindasan.

Tokoh-tokoh yang dikenal dalam aliran pemikiran Islam liberal antara lain Nurcholish Madjid, Abdurrahman Wahid, dan Azyumardi Azra. Mereka berusaha menjembatani antara nilai-nilai Islam dan tuntutan zaman modern, serta mendorong dialog terbuka dalam masyarakat.

9

media

Merujuk pada interpretasi dan praktik Islam yang cenderung ekstrem, sering kali mengarah pada tindakan kekerasan atau terorisme untuk mencapai tujuan ideologis.

Pemikiran Islam Radikal

1.Interpretasi Literal: Mengambil pendekatan yang sangat literal terhadap teks-teks suci, sering kali mengabaikan konteks sejarah dan sosial.

2.Penggugatan Terhadap Otoritas: Menolak otoritas agama dan politik yang dianggap tidak sejalan dengan pemahaman mereka, serta menyerukan revolusi atau perlawanan.

3.Jihad: Memahami jihad sebagai perjuangan bersenjata untuk menegakkan syariah dan membela Islam, kadang-kadang melibatkan kekerasan terhadap lawan atau musuh.

4.Intoleransi: Memiliki pandangan intoleran terhadap pemeluk agama lain dan bahkan sesama Muslim yang berbeda pandangan atau mazhab.

5.Ideologi Ekstrem: Menyebarkan ideologi yang mempromosikan konsep "Dar al-Islam" dan "Dar al-Harb", yang membagi dunia menjadi wilayah yang Islam dan yang bukan Islam.

Kelompok-kelompok yang dikenal dengan pemikiran ini termasuk Al-Qaeda, ISIS, dan beberapa organisasi lainnya. Tokoh-tokoh yang sering diasosiasikan dengan pemikiran radikal termasuk Osama bin Laden dan Abu Bakr al-Baghdadi. Pemikiran ini banyak dikritik oleh umat Islam moderat dan liberal yang menekankan bahwa tindakan kekerasan bukanlah representasi sejati dari ajaran Islam.

10

Hamassah!

"Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan sungguh, kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan." Surah An-Nahl (16:93)

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 10

SLIDE