Search Header Logo
Perang Dunia II (PD II)

Perang Dunia II (PD II)

Assessment

Presentation

History

11th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Nur Afiah

Used 1+ times

FREE Resource

22 Slides • 0 Questions

1

Perang Dunia II (PD II)

2

Penyebab utama PD II bermula dari konflik dan peperangan yang dilakukan oleh Italia, Jerman, dan Jepang. Konflik-konflik yang terjadi selama 1931-1939 disebabkan oleh perebutan wilayah kekuasaan milik bangsa/negara lain. Forum internasional sekelas Liga Bangsa-Bangsa tidak mampu mencegah dan menghentikan agresi Italia di Ethiopia, Jepang di Cina, dan pengambilalihan Austria oleh Jerman.

3

Pada tahun 2019, Saut Pasaribu menulis buku berjudul History of The World War. Dalam bukunya, ia menjelaskan bahwa, Amerika Serikat memprotes dan mengkritik tindakan-tindakan dari Italia, Jerman, dan Jepang. Di sisi yang lain, Inggris dan Prancis justru setuju dan membiarkan Benito Mussolini (Italia) dan Adolf Hitler (Jerman) mengambil dan menguasai wilayah yang ingin mereka kuasai.

media

4

Inggris dan Prancis berharap kebijakan tersebut akan mencegah potensi perang-perang lainnya. Inggris dan Prancis telah bersepakat di kota Munich untuk membiarkan negara Jerman memiliki sebuah bagian dari Cekoslovakia yang disebut Sudetenland pada 30 September 1938. Saat itu Hitler berjanji bahwa kesepakatan ini akan menjadi permintaan teritorial terakhirnya di Eropa.

media

5

Namun keserakahan Hitler pada Maret 1939 membawanya untuk melanggar perjanjian tersebut, dengan mengambil alih sisa negeri itu. Kejadian ini seketika memancing kemarahan Inggris dan Prancis. Perdana Menteri Edouard Daladier dari Prancis dan Perdana Menteri Neville Chamberlain dari Britania Raya berjanji akan membantu Polandia jika terjadi serangan dari Nazi Jerman. Di sisi lain pada Mei tahun 1939, Italia dan Jerman menandatangani sebuah perjanjian untuk saling membantu dalam urusan perang Hitler dan para pemimpin Jerman yang lainnya meyakini kekalahan Jerman pada Perang Dunia I karena harus bertempur di dua front.

6

Untuk mencegah pengulangan seperti itu, Hitler (Jerman) dan Joseph Stalin (Soviet) bersepakat untuk menandatangani perjanjian non-agresi selama 10 tahun pada 23 Agustus 1939.

media

Kemudian pada 1 September 1939, Jerman mencoba mengambil Kota Danzig dan menyerbu Polandia. Kejadian penyerangan ini menyebabkan Perang Dunia II dimulai.

7

Setidaknya ada dua faktor yang melatarbelakangi terjadinya perang dunia II, yaitu faktor umum dan faktor khusus. Faktor umum adalah:

  1. Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) menciptakan perdamaian dunia.

  2. Munculnya keinginan melebarkan wilayah (ekspansi) di bidang ekonomi, Irredenta (Italia), Lebensraum (Jerman), dan Hakko I Chiu (Jepang).

  3. Munculnya paham ideologi yang saling bertentangan, yaitu fasisme, komunisme, dan liberalisme.

  4. Terdapat perlombaan pembuatan senjata antarnegara dan bangsa untuk memperkuat dan memperkokoh diri.

8

Munculnya strategi politik untuk mencari kawan (aliansi) dan dukungan menimbulkan terjadinya blok-blok antar negara (negara menjadi terkotak-kotak) sehingga melibatkan banyak negara terlibat peperangan dahsyat ini. Dalam hal ini terdapat dua blok, yaitu Blok Fasis dan Blok Sekutu

  1. Jerman, ,

  2. Jepang

  3. Italia dan (juga bersekutu dengan Bulgaria, Hongaria, Slowakia, Rumania, dan Kroasia).

Blok Fasis

Blok Sekutu

  1. blok komunis (Uni Soviet dan Mongolia)

  2. blok demokrasi (Inggris, Prancis, Amerika Serikat, dan Republik Tiongkok (juga bersekutu dengan Afrika Selatan, Australia, Brasil, Belgia, Belanda, Cekoslowakia, Etiopia, India, Filipina, Kanada, Kuba, Meksiko, Luksemburg, Yugoslavia, Norwegia, Polandia, Selandia Baru, dan Yunani).

9

Faktor khusus adalah:

  1. Invasi Jerman ke Polandia (1 September 1939).

  2. Invasi Jepang ke Manchuria, Cina (1931)

  3. Invasi Italia di Ethiopia (1935-1939).

  4. Serangan Jepang ke Pearl Harbor (7 Desember 1941)

Negara Jerman kemudian berhasil menaklukkan Prancis dan memberikan kesempatan kepada Jepang untuk mendirikan pangkalan militer di wilayah Indo-cina (Asia Tenggara). Kondisi seperti ini menyebabkan Jepang merasa mendapatkan peluang besar untuk mengambil alih kawasan Nusantara (Indonesia) dari Belanda.

10

Belanda yang sangat menolak kehadiran Jepang di Asia Tenggara berusaha membekukan seluruh aset milik Jepang yang ada di Nusantara (Indonesia). Perlu dipahami bahwa selama 1938-1939 Jepang berhasil masuk ke Indonesia dengan misi ekonomi. Oleh sebab itu, Jepang memiliki aset di bumi Nusantara (Indonesia) yang masih ditahan dalam cengkeraman pemerintah kolonial Hindia Belanda. Dampak paling berpengaruh dari PD II bagi Indonesia adalah pasca serangan Pearl Harbour, Belanda menyerah kepada Jepang secara resmi pada 8 Maret 1942

11

media

12

​4. Detik-Detik Belanda Menyerah kepada Jepang

13

Perjanjian Kalijati adalah sebuah hasil perundingan pihak Belanda dan Jepang yang ditandatangani di sebuah rumah dinas milik seorang perwira staf Sekolah Penerbang Hindia Belanda di daerah Lanud Kalijati, Subang, Jawa Barat pada 8 Maret 1942. Isi Perundingan Kalijati tersebut adalah bukti sejarah awal berakhirnya era pemerintah kolonial Belanda di bumi Nusantara di mana pemerintahan tersebut segera digantikan oleh pemerintah militer Jepang.

media

14

media

15

Mengutip dari National Geographic Indonesia, dijelaskan bahwa serangan terakhir Belanda terjadi di Jawa Barat. Pada 6 Maret 1942, Panglima perang Belanda Angkatan Darat yang bernama Letnan Jenderal Ter Poorten memberikan arahan kepada Komandan Pertahanan di Bandung yang bernama Mayor Jenderal JJ Pesman agar tidak melakukan peperangan di wilayah Bandung. Alasannya di kota Bandung sudah banyak penduduk sipil terutama wanita dan anak-anak kecil. Jika peperangan terjadi di sana, banyak korban warga sipil akan berjatuhan. Akhirnya Letnan Jenderal Ter Poorten berunding dengan Jepang.

16

media

​Singkat cerita, pada sore 7 Maret 1942, Lembang berhasil dikuasai Jepang sehingga memaksa KNIL melakukan gencatan senjata. Mayor Jenderal JJ Pesman pun akhirnya mengirimkan utusan ke Lembang untuk melakukan perundingan.

Pada 8 Maret 1942, Jenderal Imamura meminta agar perundingan dilakukan bersama dengan Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer di Kalijati, Subang, pada pagi hari.

Mayor Jenderal JJ Pesman

17

media

​Jenderal Imamura

Letnan Jenderal Ter Poorten menyarankan Gubernur Jenderal Tjarda menolak usulan tersebut. Jenderal Imamura yang marah mendengar penolakan itu pada akhirnya mengancam akan membumihanguskan Bandung dengan bom jika pada pukul 10.00 pagi hari pada 8 Maret 1942 para petinggi Belanda belum datang ke Kalijati

18

Tidak ingin ancamannya dianggap sekadar gertakan, Jepang menyiapkan banyak pesawat pengebom di Landasan Udara Kalijati. Melihat situasi dan kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Letnan Jenderal Ter Poorten dan Gubernur Jenderal Tjarda memerintahkan Mayjen JJ Pesman agar segera menghubungi Komandan Tentara Jepang untuk melakukan perundingan. Namun utusan dari pihak Belanda ditolak oleh Panglima Jenderal Imamura. Sang Jenderal hanya ingin berbicara secara langsung dengan Panglima Tentara Belanda atau Gubernur Jenderal

19

Gubernur Jenderal Tjarda

media

Dari Transkrip percakapan perundingan antara Jenderal Imamura, Gubernur Jenderal Tjarda, dan Letnan Jenderal Ter Poorten dapat dipahami bahwa sebenarnya pihak Belanda menolak untuk menyerahkan kekuasaannya di Jawa dan seluruh Nusantara dengan dalih bahwa wewenang penuh ada di tangan Ratu Wilhelmina

20

media

Kemudian Jenderal Imamura dengan tegas mengatakan ia hanya menginginkan salah satu dari dua hal, yaitu perang atau menyerah. Singkat cerita, akhirnya Gubernur Jenderal Tjarda dan Letnan Jenderal Ter Poorten mau menandatangani dokumen kapitulasi atau penyerahan tanpa syarat pemerintahan Hindia Belanda kepada pemerintahan Jepang.

21

media

22

media

Perang Dunia II (PD II)

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 22

SLIDE