Search Header Logo
Sistem Gerak pada Manusia

Sistem Gerak pada Manusia

Assessment

Presentation

Biology

11th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

RIKI HANIFAH

Used 1+ times

FREE Resource

38 Slides • 1 Question

1

media

BAB 3

Sistem Gerak Manusia

Riki Husni H, S. Pd

SMA IT DAARUL AMIIN

2024

2

media

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan
dapat:
• Mengenali dan menjelaskan struktur dan

proses sistem gerak (tulang dan otot) pada
manusia

• Mengaitkan struktur tulang dan otot dengan

fungsi dan proses gerak pada manusia.

• Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada

sistem gerak.

• Memberi contoh teknologi yang

berhubungan dengan kelainan yang terjadi
pada sistem gerak.

3

media

Menurutmu apa hubungan kedua
gambar ini dengan sistem gerak?

4

media

Perhatikan tubuhmu!

Bagaimana?

Apakah ada bagian tubuhmu yang tidak dapat

berfungsi?

Apakah ukuran tanganmu sama? Atau panjang

sebelah?

5

media

“Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu

sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan
segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang

belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami

menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah,

Pencipta yang paling baik.”

(QS. Al-Muminun: 14)

6

media

Jenis

Tulang

Tulang Rawan

(

K

artilago

)

Tulang

Sejati

(Osteon

)

7

media

a.Tulang Rawan (kartilago)

Bersifat bingkas dan lentur serta terdiri atas sel-sel rawan yang dapat

menghasilkan matriks berupa kondrin.

Pada anak-anak, jaringan tulang rawan banyak mengandung sel-sel.

Pada orang dewasa, jaringan tulang rawan banyak mengandung matriks.

Tulang rawan ada tiga tipe, yaitu tulang rawan hialin, elastis, dan serat

8

media

Letak Tulang Rawan pada Tubuh

9

media

b.Tulang Sejati (Osteon)

Tulang bersifat keras dan berfungsi menyusun berbagai sistem rangka.

1.

Osteoblas, merupakan sel tulang muda yang akan membentuk
osteosit.

2.

Osteosit, merupakan sel-sel tulang dewasa.

3.

Osteoprogenator, merupakan sel khusus, yang memiliki potensi
mitosis yang mampu berdiferensiasi menjadi osteoblas.

4.

Osteoklas, merupakan sel yang berkembang dari monosit dan
terdapat di sekitar permukaan tulang.

10

media

Bentuk Tulang

Tulang
Pipa

(Tulang
Panjang)

Tulang
Pipih

Tulang
Pendek

Tulang

Tak

Berbentuk

11

media

a.Tulang Pipa (Tulang Panjang)

Contoh tulang pipa adalah tulang betis, tulang kering, tulang hasta, dan

tulang pengumpil.

Terbagi menjadi tiga bagian:

a.

bagian tengah disebut diafisis,

b.

ujungdisebut epifisis,

c.

antara epifisis dan diafisis disebut cakra.

12

media

Penampang melintang tulang panjang

dengan bagian-bagiannya

13

media

b.Tulang Pipih

Tersusun atas dua lempengan tulang kompak dan tulang spons, di

dalamnya terdapat sumsum tulang.

Berfungsi sebagai pelindung atau untuk memperkuat.

Contoh:

a.

tulang rusuk,

b.

tulang belikat,

c.

tulang tengkorak.

14

media

c. Tulang Pendek

Terdapat pada.

Pangkal kaki,

Pangkal lengan,

Ruas-ruas tulang belakang.

d.Tulang Tak Berbentuk

Memiliki bentuk yang tak tertentu.

Terdapat di wajah dan tulang belakang.

15

media

Fungsi
Tulang

Memberi
Bentuk
Tubuh

Tempat

menyimpan

energi

Tempat

pembentukan

sel darah

Tempat

menyimpan
kalsium dan

fosfor

Tempat

perlekatan

otot

Menahan

dan

menegakkan

tubuh

Melindungi
alat tubuh
yang vital

16

media

BERSAMBUNG …

17

Draw

ARE YOU READY ???

18

media

Hubungan Antartulang (Persendian)

pembuluh darah

saraf

kapsul sendi

rongga sendi

periosteum

tulang

tulang rawan
perrsendian

bursa

tulang

membran sinovial

19

media

Sinartrosis

Adalah hubungan antartulang yang tidak memiliki celah

sendi.

Dihubungkan dengan erat oleh jaringan ikat.

Ada dua tipe sinartrosis, yaitu suture dan sinkondrosis.

Contohnya, hubungan antara epifisis dan diafisis pada tulang

dewasa.

20

media

Amfiartrosis

Adalah sendi yang dihubungkan oleh kartilago sehingga

memungkinkan untuk sedikit gerakan.

Dibagi menjadi dua, yaitu simfisis dan sindesmosis.

Simfisis, contohnya pada sendi antartulang belakang dan pada

tulang kemaluan.

Sindesmosis contohnya, sendi antartulang betis dan tulang

kering.

21

media

Diartrosis

Ciri-ciri diartrosis:

1.

Permukaan sendi dibalut oleh selaput atau kapsul jaringan ikat

fibrous.

2.

Bagian dalam kapsul dibatasi oleh membran jaringan ikat.

3.

Kapsul fibrousnya ada yang diperkuat oleh ligamen dan ada yang

tidak.

4.

Di dalam kapsul biasanya terdapat bantalan kartilago serabut.

22

media

Hubungan antartulang yang bersifat

diartrosis

v

23

media

Sistem Rangka

24

media

Tengkorak Manusia

25

media

Rangka Aksial

1.

Tengkorak
Berfungsi melindungi otak. Hubungan tulang yang terdapat

pada tempurung kepala bersifat suture.

2.

Hioid
Tulang yang berbentuk huruf U, terdapat di antara laring dan

mandibula.

3.

Tulang belakang
Berfungsi untuk menyangga berat tubuh.

4.

Tulang dada dan rusuk
Membentuk perisai pelindung bagi organorgan penting yang

terdapat di dada.

26

media

Tulang belakang dengan

bagianbagiannya

27

media

Tulang dada dan tulang rusuk

28

media

b. Rangka Apendikuler

Terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan, tulang-

tulang lengan, tungkai, dan telapak kaki.

Tulang penyusun anggota gerak

29

media

Kebiasaan Sikap Tubuh yang Salah

30

media

BERSAMBUNG …

31

media

Otot merupakan alat
gerak aktif karena
kemampuannya
berkontraksi dan
menggerakan
organ/rangka.

MEKANISME KERJA OTOT

Memendek = Berkontraksi

Kondisi Otot

Memanjang = Berelaksasi

32

media

Otot memiliki 3 karakter, yaitu:

1.

Kontraksibilitas, yaitu

kemampuan otot untuk

memendek.

2.

Ekstensibilitas, yaitu

kemampuan otot untuk

memanjang.

3.

Elastisitas, yaitu kemampuan

otot untuk kembali pada

ukuran semula.

33

media

Jenis jenis otot

a. Otot Lurik / Rangka
b. Otot Polos
c. Otot Jantung

34

media

Tabel Perbandingan Jenis Otot

35

media

Sifat kerja otot

a.

Antagonis

Kerja otot yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan.

1.

Ekstensor (meluruskan) dan fleksor (membengkokkan).

2.

Abduktor (menjauhi badan) dan adduktor (mendekati badan).

3.

Depresor (ke bawah) dan elevator (ke atas).

4.

Supinator (menengadah) dan pronator (menelungkup).

Sifat antagonis kerja otot

36

media

b. Sinergis

Sinergis adalah otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak

searah.

Contohnya pronator teres dan pronator kuadratus

37

media

Kelainan pada Otot

a.

Atrofi
Suatu keadaan mengecilnya otot sehingga kehilangan
kemampuan berkontraksi.

b.

Kelelahan Otot
Karena terusmenerus melakukan aktivitas.

c.

Tetanus
Otot yang terusmenerus berkontraksi (tonus atau kejang).

d.

Miestenia Gravis
Melemahnya otot secara berangsur-angsur sehingga
menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian.

e.

Kaku Leher (Stiff)
Peradangan otot trapesius leher sehingga leher terasa kaku.

38

media

Otot frontal

mengerutkan dahi

Otot orbikular

memungkinkan kedipan

sternokleidomastoid

membuat kepala dapat bergerak ke depan

Pektoralis mayor

merentangkan lengan ke depan

Brasial bisep

menekuk lengan pada siku

Rektus abdominis

menekuk badan ke depan

Oblik eksternal

memutar tubuh dan menekuknya ke du sisi

Macam-Macam Otot

39

media

1

2

3

4

5

7

6

media

BAB 3

Sistem Gerak Manusia

Riki Husni H, S. Pd

SMA IT DAARUL AMIIN

2024

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 39

SLIDE