Search Header Logo
Akidah kls X

Akidah kls X

Assessment

Presentation

Other

10th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Nasriani Nasriani

Used 1+ times

FREE Resource

17 Slides • 0 Questions

1

Discover new features in Lessons!
Finish all phases of “I-do ; We-do ; You-do” with Quizizz

media
media
media
media

​You can also create lessons directly on Google Slides using “Quizizz Extension”.
Read more about it here

2

media

JUARIA MUIN

1

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu:

1.Menganalisis makna syu’abul iman (cabang-cabang iman), pengertian, dalil, macam dan

manfaatnya;

2.Mempresentasikan makna syu’abul iman (cabang-cabang iman);

3.Meyakini bahwa dalam iman terdapat banyak cabang-cabangnya;

4.Membiasakan sikap disiplin, jujur, dan bertanggung jawab yang merupakan cabang iman dalam

kehidupan.

Iman

Bersyukur

Memelihara

Lisan

Menutup
Aib Orang

Lain

Menjaga

Kehormatan

Ikhlash

Malu

Zuhud

Takut
Kepada
Allah

Berharap
Kepada
Allah

Tawakkal

Memenuhi

Janji

Iman

Diyakini
dalam
Hati

40 Cabang

Diucapkan

dengan
Lisan

7 Cabang

dibuktikan

dengan

Perbuatan

30 Cabang

SYU’ABUL IMAN

AQIDAH

INFOGRAFIS

3

media

JUARIA MUIN

3


Abdullah bin Hudzafah radhiyallahu ‘anhu adalah salah seorang panglima kaum muslimin yang ikut
serta dalam pembebasan negeri Syam. Dia diserahi misi penting untuk memerangi penduduk Kaisariah,
sebuah kota benteng di wilayah Palestina, tepatnya di tepi Laut Tengah. Namun Allah Subhanahu wa
Ta’ala menakdirkan Abdullah bin Hudzafah radhiyallahu ‘anhu gagal dalam salah satu pertempuran,
sehingga akhirnya ia ditangkap oleh tentara Romawi.

Heraklius merasa berkesempatan untuk menyakiti dan menyiksa kaum muslimin. Lalu ia mendatangkan
Abdullah bin Hudzafah radhiyallahu ‘anhu ke hadapannya. Ia ingin menguji seberapa kuat agamanya
dan ingin menjauhkannya dari Islam. Heraklius memulai dengan memberikan bujukan dan penawaran.
Ia menawarkan kepada Abdullah radhiyallahu ‘anhu beberapa tawaran yang menggiurkan.

Heraklius berkata kepadanya, “Masuklah ke dalam agama Nasrani, maka engkau akan mendapatkan
harta yang engkau inginkan.” Ibnu Hudzafah radhiyallahu ‘anhu menolak tawaran ini. Kemudian
Heraklius menambahkan, “Masuklah ke dalam agama Nasrani, maka saya akan menikahkanmu
dengan putriku.” Ibnu Hudzafah radhiyallahu ‘anhu juga menolak tawaran kedua. Lantas Heraklius
berkata lagi, “Masuklah ke dalam agama Nasrani, maka saya akan merekrutmu menjadi orang penting
dalam kerajaanku.” Ibnu Hudzafah radhiyallahu ‘anhu pun menolak tawaran ketiga ini.

Heraklius menyadari bahwa ia tengah berhadapan dengan bukan sembarang lelaki. Maka ia pun
memberikan penawaran keempat. Ia berkata kepadanya, “Masuklah ke dalam agama Nasrani, maka
saya akan memberikan kepadamu separuh dari kerajaanku dan separuh hartaku.” Lantas Ibnu
Hudzafah radhiyallahu ‘anhu memberikan jawaban yang tegas dan mematikan, “Meskipun kamu
memberikan kepadaku semua harta yang kamu miliki dan semua harta yang dimiliki oleh orang Arab,
saya tidak akan kembali meninggalkan agama Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam meskipun
hanya sekejap mata.”

Setelah Heraklius gagal dalam memberikan penawaran dan bujukan, maka ia menekan Ibnu
Hudzafah radhiyallahu ‘anhu dengan cara memaksa, menyiksa, mengintimidasi, dan mengancamnya.
Maka, Heraklius berkata kepadanya, “Kalau demikian, saya akan membunuhmu?” Heraklius tidak
menyadari bahwa orang yang tidak tergiur dengan tawaran dan bujukan, tentunya juga tidak akan
menyerah menghadapi paksaan dan siksaan. Orang yang menginjak dunia dengan kedua kakinya, tidak
akan kikir untuk menyerahkan nyawa untuk menebus agamanya. Ia berkata kepada Heraklius, “Silakan
kamu melakukan hal itu.

Kemudian Ibnu Hudzafah radhiyallahu ‘anhu dijebloskan ke dalam penjara dan tidak diberi makan dan
minum selama tiga hari. Setelah itu ia disuguhi arak dan daging babi agar ia memakannya. Akan tetapi,
Ibnu Hudzafah radhiyallahu ‘anhu menolak mencicipinya. Akhirnya sampai berhari-hari ia tidak
menyentuh makanan dan minuman sehingga ia hampir mati. Kemudian Heraklius mengeluarkannya
dan bertanya kepadanya, “Apa yang membuatmu enggan minum arak dan makan daging babi padahal
engkau dalam kondisi terpaksa dan kelaparan?” Ia menjawab, “Ketahuilah! Kondisi darurat memang
telah menjadikan hal tersebut halal bagi saya dan tidak ada keharaman bagi saya memakannya. Akan
tetapi, saya lebih memilih untuk tidak memakannya, sehingga saya tidak memberikan kesempatan
kepadamu untuk bersorak melihat kemalangan Islam.”

Kemudian Heraklius memerintahkan kepada anak buahnya agar mereka menyalib Ibnu
Hudzafah radhiyallahu ‘anhu dan mengikatnya pada kayu. Para pemanah siap-siap melesakkan anak
panah dari posisi yang dekat darinya. Ia pun tetap bertahan. Heraklius masih menawarkan agar ia
memeluk agama Nasrani, tetapi ia tetap menolak. Kemudian ia diturunkan. Heraklius memerintahkan

KISAH

INSPIRATIF

AKTIFITAS 2.3.

1.Bacalah dengan cermat dan teliti kisah inspiratif berikut ini!
2.Lalu simpulkan dan tuliskan di buku kalian, hikmah apakah yang bisa

dipetik dari kisah tersebut!

3.Kaitkanlah hikmah dari kisah tersebut dengan pengalaman hidup yang

kalian alami !

4

media

JUARIA MUIN

2

Sebelum memulai pelajaran, marilah kita tadarus Al-Qur`an terlebih dahulu.

1.Bacalah QS. an-Nisa/4: 136 berikut ini secara bersama-sama dengan tartil!

2.Perhatikan hukum bacaan dan makharijul hurufnya.

3.

01.Tanamkan Tauhid Sejak Dini 02. Sifat Malu

02.Istiqamah

03. Terbiasa Hidup Bersih

AYO TADARRUS

AKTIFITAS 2.1

اَهُّيأََٰٓي َنيِذلَّٱ ِب ْاوُنِماَء ْآوُنَماَء ِذللّٱ ِِلوُسَرَوۦ َو ِبََٰتِكۡلٱ يِذلَّٱ ِِلوُسَر َََٰعَل َلذزَنۦ

َو ِبََٰتِكۡلٱ ٓيِذلَّٱ ِب ۡرُفۡكَي نَمَو ُُۚلۡبَق نِم َلَزن

أ ِذللّٱ ِهِتَكِئََٰٓلَمَوۦ ِهِبُتُكَوۦ ِلُسُرَو ِهۦ

َو ِمۡوَۡلۡٱ ِرِخلۡأٓٱ َض ۡدَقَف ذل اًديِعَب اَلَََٰلَض١٣٦

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah
turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-
Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya
orang itu telah sesat sejauh-jauhnya

AKTIVITAS 2.2.

Cermatilah gambar-gambar berikut ini! Lalu tulislah kesimpulan kalian apakah dari
gambar tersebut terdapat beberapa cabang dari iman? Apakah kalian sudah menerapkan
sikap sesuai yang ditunjukkan dalam gambar tersebut? Jelaskan !

5

media

JUARIA MUIN

4

agar disiapkan air di dalam kuali besar dan dinyalakan api di bawahnya. Ketika air di dalam kuali telah
mendidih, didatangkanlah seorang tawanan muslim, lalu ia diceburkan ke dalamnya, maka dagingnya
pun meleleh sehingga tinggal tulang kerangka. Kemudian tawanan muslim yang kedua diceburkan di
dalamnya sedangkan Ibnu Hudzafah radhiyallahu ‘anhu melihatnya.

Kemudian Heraklius memerintahkan agar Ibnu Hudzafah radhiyallahu ‘anhu dilemparkan ke dalam air
mendidih. Ketika mereka memegang Ibnu Hudzafah radhiyallahu ‘anhu untuk dilemparkan ke dalam air
mendidih, maka ia menangis. Lantas dilaporkan kepada Heraklius bahwa Ibnu Hudzafah radhiyallahu
‘anhu menangis. Heraklius mengira bahwa Ibnu Hudzafah radhiyallahu ‘anhu menangis karena ia takut
mati serta menunjukkan bahwa ia mundur dari posisinya dan membatalkan ketetapan hatinya dan ia
akan mengabulkan keinginan Heraklius. Lantas Heraklius memanggilnya dan memberi tawaran
kepadanya agar ia memeluk agama Nasrani. Ia pun tetap menolaknya.

Lalu Heraklus bertanya kepadanya, “Kalau demikian mengapa engkau menangis?” Lalu ia memberikan
jawaban yang menakjubkan, benar-benar melemahkan, dan menetapkan kegagalan dan kekalahan
Heraklius, “Saya menangis karena saya hanya memiliki jiwa sebanyak rambut saya, pastilah saya
korbankan untuk menebus agamaku. Sehingga, semuanya mati di jalan Allah.” Akhirnya Heraklius
mengakui kekalahannya di hadapan Ibnu Hudzafah radhiyallahu ‘anhu. Kekalahannya yaitu bahwa ia
memiliki harta, pangkat, kekuatan, dan dunia berhadapan dengan seseorang muslim yang tidak
bersenjata dan tidak menyandang apa-apa. Lantas ia memberikan tawaran terakhir sebagai bentuk
kekalahan.

Demi menjaga martabatnya, Heraklius berkata, “Hai Ibnu Hudzafah! Maukah kamu mengecup
kepalaku? Saya akan membebaskanmu dan melepaskanmu?” Ibnu Hudzafah radhiyallahu
‘anhu menjawab, “Baiklah, dengan syarat engkau harus melepaskan semua tawanan kaum muslimin
yang berada di dalam penjara kalian saat itu ada lebih dari 300 tawanan.” Lantas Umar radhiyallahu
‘anhu berdiri menghampiri Ibnu Hudzafah radhiyallahu ‘anhu dan mengecup kepalanya, lalu para
sahabat lainnya mengikutinya.

Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah
Cetakan 1

Defenisi Iman

Iman berasal dari bahasa Arab yang berarti beriman atau percaya. Imam Syafi’i dalam kitabnya al-
‘Umm mengatakan, “Sesungguhnya yang disebut dengan iman adalah suatu ucapan, suatu
perbuatan dan suatu niat, di mana tidak sempurna salah satunya jika tidak bersamaan dengan
yang lain..”

Pilar-pilar keimanan tersebut terdiri dari enam perkara yang dikenal dengan rukun iman yang wajib
dimiliki oleh setiap muslim. Beriman tanpa mempercayai salah satu dari enam rukun iman tersebut
maka gugurlah keimanannya, sehingga mempercayai dan mengimani keenamnya bersifat wajib
dan tidak bisa ditawar sedikitpun.

WAWASAN KEISLAMAN

ۡذوَإِ ۡۖۡمُكِبَرِب ُتۡسَلأ ۡمِهِسُفنأ َََٰٓعَل ۡمُهَدَهۡشأَو ۡمُهَتذيِرُذ ۡمِهِروُهُظ نِم َمَداَء ِٓنَِب انِم َكُّبَر َذَخأ

َمۡوَي ْاوُلوُقَت نأ ُۚٓاَنۡدِهَش ََٰلََب ْاوُلاَق ِةَمََٰيِقۡلٱ َينِلِفََٰغ اَذََٰه ۡنَع اذنُك اذنِإ١٧٢

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi
mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):
"Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami
menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak
mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap
ini (keesaan Tuhan)" QS. al-A’raf/7: 172

6

media

JUARIA MUIN

5

Enam pilar iman itu antara lain adalah:

1)Iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. 2) Iman kepada rasul-rasul Allah Subhanahu wa Ta’ala. 3) Iman

kepada malaikat-malaikat Allah Subhanahu wa Ta’ala . 4) Iman kepada kitab-kitab Allah Subhanahu wa
Ta’ala. 5) Iman kepada hari akhir dan. 6) Iman kepada Qadha dan Qadar Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pokok pilar iman ini sebagaimana yang disebutkan dalam QS. an-Nisa/4: 136.

Defenisi Syu’abul Iman
Menurut Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi dalam kitab Qamiuth-Thughyan ‘ala
Manzhumati Syu’abu al-Iman, iman yang terdiri dari enam pilar, memiliki beberapa bagian
(unsur) dan perilaku yang dapat menambah amal manusia jika dilakukan semuanya, namun juga
dapat mengurangi amal manusia apabila ditinggalkannya.

Terdapat 77 cabang iman, di mana setiap cabangmerupakanamalan atau perbuatan yang harus
dilakukan oleh seseorang yang mengaku beriman (mukmin). Tujuh puluh tujuh cabang itulah
yang disebut dengan syu’abul iman. Bilamana 77 amalan tersebut dilakukan seluruhnya, maka
telah sempurnalah imannya, namun apabila ada yang ditinggalkan, maka berkuranglah
kesempurnaan imannya.

Dalil Naqli Tentang Syu’abul Iman
Amalan-amalan yang merupakan cabang dari iman sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad
Shallallahu ‘alayhi wa sallam yang diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu.
SNæpü lqRçA p SNæläj}öã á kfA p u~fQ ufûfÊ ufdqA< dä] Àdä] unQ uf éM< Õ=}=s éæü oQ
läj}öã oi ÖçRExä~2eã p _}=ËoQ ú:öÖÊäi üäsäm8ü p uf vüueü v dq] ätfNY ýY ÖçRE lq&A p

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa
sallam bersabda: Iman itu 77 lebih cabangnya, yang paling utama adalah mengucapkan Laa
Ilaha Illallah, dan yang paling kurang adalah menyingkirkan apa yang akan menghalangi orang
di jalan, dan malu itu salah satu dari cabang iman (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :
è2}lüp äjsãqA äji u~eü è1üueqA<p ufläaoiÀläj}öã Õpw1 o 9- p u~Y u~Y oa oi (w)

<änòX;^}lür=b}äjauni ufr;^m ü lü9Ræ =Zbeãò8qR}lür=b}lüpÀufe vü uç2}vx=jeã

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam, “Tiga hal yang barang
siapa ia memilikinya, maka ia akan merasakan manisnya iman. (yaitu) menjadikan Allah dan
Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai (sesuatu) semata-mata karena Allah dan
benci kepada kekufuran, sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka. (HR.
Bukhari Muslim).

اَهُّيأََٰٓي َنيِذلَّٱ ِب ْاوُنِماَء ْآوُنَماَء ِذللّٱ ِِلوُسَرَوۦ َو ِبََٰتِكۡلٱ يِذلَّٱ ِِلوُسَر َََٰعَل َلذزَنۦ

َو ِبََٰتِكۡلٱ ٓيِذلَّٱ ِب ۡرُفۡكَي نَمَو ُُۚلۡبَق نِم َلَزن

أ ِذللّٱ ِهِتَكِئََٰٓلَمَوۦ ِهِبُتُكَوۦ ِهِلُسُرَوۦ

َو ِمۡوَۡلۡٱ ِرِخلۡأٓٱ َض ۡدَقَف ذل اًديِعَب اَلَََٰلَض ١٣٦

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-
Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab
yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian,
maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

7

media

JUARIA MUIN

6

Bacalah dengan teliti wacana berikut ini!

1)Iman, Islam dan ihsan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Semuanya berjalan

beriringan. Barangsiapa mengurangi atau memisahkan salah satunya, maka telah
berkuranglah sebagian dari agamanya. Iman, Islam dan ihsan ini ada tingkatan-
tingkatannya. Sebagai contoh orang yang imannya masih lemah, maka ia mengerjakan salat
tapi tidak khusyu, tidak menjaga adab-adabnya dan masih sering mengerjakan maksiat.
Sedangkan orang yang imannya sudah sampai pada level ihsan maka akan khusyu dalam
salatnya,

terjaga

adabnya,

menjalankan

sunah-sunahnya

dan

salat

tersebut

membentenginya dari perbuatan maksiat.

2)Diskusikan di dalam kelas, bagaimana pendapat kalian dengan wacana tersebut? Jelaskan

bagaimana konsekuensi dari seseorang yang beriman !

3)Presentasikan hasil diskusi kalian secara bergantian di dalam kelas !

Macam-Macam Syu’abul Iman

Para ahli hadis ini menjelaskan dan merangkum 77 cabang keimanantersebut menjadi 3 kategori atau
golongan berdasarkan pada hadis Ibnu Majah dan Thabrani berikut ini :
èf^eäæ ÖY=Ri läj}öã kfA p u~fQ ufeã ûfI uf dqA< dä] á dä] unQ uf éM< èeäÊ +ü oæ éfQ oQ

Äu-äioærãp<Å läa<öäæ gjQ p läBeäæ dq] p

Artinya:"Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. berkata, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa
sallam bersabda: “Iman adalah tambatan hati, ucapan lisan dan perwujudan perbuatan" (H.R.
Ibnu Majah),

Dimensi dari keimanan itu menyangkut tiga ranah yaitu: Ma'rifatun bil qalbi yaitu meyakini dengan hati,
Iqrarun bil lisan yaitu diucapkan dengan lisan dan ‘Amalun bil arkan yaitu mengamalkannya dengan
perbuatan anggota badan.

Dari pengelompokan berdasarkan dimensi keimanan tersebut, maka Syu’abul Iman dibagi menjadi
tiga bagian yang meliputi: 1) Niat, akidah dan hati. 2) Lisan / ucapan. 3) Seluruh anggota badan.

Adapun pembagian 77 cabang keimanan berdasarkan pengelompokan tersebut adalah
sebagai berikut:

a)Cabang iman yang berkaitan dengan niat, aqidah dan hati.

Iman yang sejati adalah iman dengan keyakinan penuh yang terpatri di dalam hati. Tidak ada
perasaan ragu sedikit.

Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah dalam Qs. Ibrahim/14: 27 berikut ini :

Cabang-cabang iman yang termasuk dalam kelompok niat, aqidah dan hati terdiri dari tiga puluh hal,
yaitu:
1). Iman kepada Allah. 2). Iman kepada malaikat Allah. 3). Iman kepada kitab-kitab Allah. 4). Iman kepada
rasul-rasul Allah. 5). Iman kepada takdir baik dan takdir buruk. 6). Iman kepada hari akhir. 7). Iman kepada
kebangkitan setelah kematian. 8). Iman bahwa manusia akan dikumpulkan di Yaumul Mahsyar setelah hari

AKTIVITAS 2.4

ُتِبَثُي ُذللّٱ َنيِذلَّٱ ِب ْاوُنَماَء ِلۡوَقۡلٱ ِتِباذلثٱ ِفِ ِةَٰوَيَۡلۡٱ اَيۡنُّلدٱ ِفَِو ِةَرِخلۡأٓٱ ُّلِضُيَو ُذللّٱ ٱ َُۚينِمِلَٰذظل ُلَعۡفَيَو

ُذللّٱ ُءٓاَشَي اَم٢٧

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu
dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim
dan memperbuat apa yang Dia kehendaki

8

media

JUARIA MUIN

7

kebangkitan. 9). Iman bahwa orang mukmin akan tinggal di surga dan orang kafir akan tinggal di neraka.
10). Mencintai Allah. 11). Mencintai dan membenci karena Allah. 12). Mencintai Rasulullah Shallallahu
‘alayhi wa sallam dan yang memuliakannya. 13). Ikhlas, tidak riya dan menjauhi sifat munafik. 14). Bertaubat.
15). Takut kepada Allah. 16). Mengharapkan rahmat Allah. 17). Tidak berputus asa dari rahmat Allah. 18).
Syukur. 19). Menunaikan amanah. 20). Sabar. 21). Tawadlu dan menghormati yang lebih tua. 22). Kasih
sayang termasuk mencintai anak-anak kecil. 23). Rida dengan takdir Allah. 24). Tawakkal. 25). Meninggalkan
sifat takabur dan menyombongkan diri. 26). Tidak dengki dan iri hati. 27). Malu. 28). Tidak mudah marah.
29). Tidak menipu, tidak suudzan dan tidak merencanakan keburukan kepada siapapun. 30).
Menanggalkan kecintaan kepada dunia, termasuk cinta harta dan jabatan.

b)Cabang Iman yang Berkaitan dengan Lisan
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

Lisan orang yang berakal, muncul dari balik hati nuraninya, sehingga ketika ia hendak berbicara,
terlebih dahulu ia akan kembali ke hati nuraninya. Apabila (pembicaraannya) bermanfaat baginya,
maka ia berbicara, dan apabila dapat berbahaya, maka ia menahan diri. Sementara hati orang bodoh
terletak pada mulutnya dan ia berbicara apa saja sesuai yang ia kehendaki” (HR. Bukhari-Muslim)

Dari ranah Iqrarun Bil Lisan terdiri dari tujuh cabang keimanan sebagai berikut:1). Membaca kalimat
thayyibah (kalimat-kalimat yang baik). 2). Membaca kitab suci Al-Qur`an. 3). Belajar dan menuntut ilmu.
4). Mengajarkan ilmu kepada orang lain. 5). Berdoa. 6). Dzikir kepada Allah Swt. termasuk istighfar. 8).
Menghindari bacaan yang sia-sia.
c)Cabang Iman yang Berhubungan dengan Perbuatan dan Anggota Badan
Iman bukanlah sekedar amalan yang secara lahiriah menunjukkan kesan dan penampilan seolah-
olah seseorang begitu beriman. Sebab orang-orang munafik pun tidak sedikit yang secara penampilan
lahiriyah mempertontonkan rajin beribadah dan berbuat baik, sedangkan terdapat pertentangan
dan kontradiksi dalam batin mereka, karena apa yang diperbuatnya tidak didasari oleh ketulusan
untuk menggapai ridha Allah Ta’ala.

Dalam Syu’abul Iman, para ulama telah memilah sebanyak empat puluh cabang dari dimensi
perbuatan yang mencerminkan konkritnya keimanan seseorang. Semakin baik kualitas iman
seseorang, maka akan semakin baik pula perilaku dan perbuatan mereka dalam kehidupan
sehari-hari, begitu pun sebaliknya. 40 cabang iman dalam dimensi perbuatan tersebut, antara
lain adalah:

1). Bersuci atau thaharah. 2). Menegakkan shalat baik yang fardu maupun yang sunnah.3).
Bersedekah, membayar zakat, memuliakan tamu serta membebaskan budak. 4). Menjalankan
puasa wajib dan sunah. 5). Melaksanakan haji. 6). Beri’tikaf. 7). Menjaga agama. 8). Menunaikan
nazar. 9). Menunaikan sumpah. 10). Menunaikan kafarat. 11) Menutup aurat. 12). Berkurban.13)
Mengurus jenazah. 14). Membayar hutang. 15). Menghindari riba. 16). Menjadi saksi yang adil. 17).
Menikah. 18). Menunaikan hak keluarga, dan sanak kerabat, serta hak hamba sahaya. 19). Berbakti
kepada orang tua. 20). Mendidik anak dengan baik. 21). Menjalin silaturahmi22). Taat dan patuh
kepada orang tua. 23). Menegakkan pemerintahan yang adil. 24). Mendukung seseorang yang
bergerak dalam kebenaran. 25). Menaati hakim (pemerintah) dengan catatan tidak melanggar syariat.
26). Memperbaiki hubungan muamalah dengan sesama. 27). Menolong orang lain dalam kebaikan.
28). Amar ma’ruf nahi munkar. 29). Menegakkan hukum Islam. 30). Berjihad mempertahankan
wilayah perbatasan. 31). Menunaikan amanah.32). Memberi dan membayar hutang.33). Memuliakan

ذنِإ َينِقِفََٰنُمۡلٱ َنوُعِدََٰخُي َذللّٱ َلَِإ ْآوُماَق اَذوَإِ ۡمُهُعِدََٰخ َوُهَو ِةَٰوَلذصلٱ َنوُءٓاَرُي ََٰلَاَسُك ْاوُماَق َساذلنٱ َلََو

َنوُرُكۡذَي َذللّٱ الَيِلَق ذلَِإ١٤٢

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan
mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka
bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah
kecuali sedikit sekali. QS. an-Nisa/4: 142

9

media

JUARIA MUIN

8

tetangga. 34). Mencari harta dengan cara yang halal. 35). bersedekah juga menghindari sifat boros
dan kikir. 36). Memberi dan menjawab salam.37). Mendoakan orang yang bersin. 38). Menghindari
perbuatan yang merugikan dan menyusahkan orang lain. 39). Menghindari permainan dan senda
gurau. 40). Menyingkirkan benda-benda yang mengganggu di jalan.

Tanda-Tanda Orang Beriman

Pada umumnya nilai-nilai keimanan seseorang akan nampak dalam bentuk tingkah laku dan
kebiasaan seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Semakin baik kualitas imannya maka semakin baik
pula perilaku dan akhlaknya dalam kehidupan. Tanda-tanda orang yang beriman, di antaranya
dijelaskan dalam sebagai berikut:

1)Jika mendengar nama Allah disebut maka bergetar hatinya, dan jika dibacakan ayat-ayat Al-

Qur`an maka bergejolak hatinya untuk segera mengamalkannya. QS. al-Anfal/8: 2.

اَمذنِإ َنوُنِمۡؤُمۡلٱ َنيِذلَّٱ َرِكُذ اَذِإ ُذللّٱ ُهُتََٰياَء ۡمِهۡيَلَع ۡتَيِلُت اَذوَإِ ۡمُهُبوُلُق ۡتَلِجَوۥ َََٰعَلَو اانََٰميِإ ۡمُهۡتَداَز

َنوُذكََّوَتَي ۡمِهِبَر٢

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah
gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka
(karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

2)Senantiasa bertawakal setelah bekerja keras dan berdoa kepada Allah. QS. at-Taghabun/64: 13.


ُذللّٱ ََعَلَو َُۚوُه ذلَِإ َهََٰلِإ َٓلَ ِذللّٱ ِ
ذكََّوَتَيۡلَف َنوُنِمۡؤُمۡلٱ ١٣

(Dialah) Allah tidak ada Tuhan selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakkal
kepada Allah saja

3)Selalu tertib dalam menegakkan dan menjalankan salatnya. QS. al- Mukminun/23: 2.

َنيِذلَّٱ َنوُعِشََٰخ ۡمِهِتَلََص ِفِ ۡمُه٢

(yaitu) orang-orang yang khusyu´ dalam shalatnya

4)Menafkahkan sebagian rezeki dan hartanya di jalan Allah. QS. al-Anfal/8: 3.

َنيِذلَّٱ َنوُميِقُي َةَٰوَلذصلٱ َنوُقِفنُي ۡمُهََٰنۡقَزَر اذمِمَو٣

(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki
yang Kami berikan kepada mereka.

5)Menghindari perkataan yang tidak berguna. QS. al- Mukminun/23: 3.

َو َنيِذلَّٱ ِنَع ۡمُه ِوۡغذللٱ َنوُضِرۡعُم٣

dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna

6)Memelihara amanah dan menepati janji. QS. al- Mukminun/23: 8

materi Syu’abul Iman dengan pembagian tema:

untuk presentasi di

dalam kelas !

10

media

JUARIA MUIN

9

َنيِذلَّٱَو َنوُعََٰر ۡمِهِدۡهَعَو ۡمِهِتََٰنََٰمِلِ ۡمُه٨

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

7)Berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan harta yang dimiiki. Makna jihad bagi seorang muslim

dalam hal ini bukanlah jihad dan mengangkat senjata di medan pertempuran semata. Tetapi

jihad dalam hal ini adalah bersungguh-sungguh dalam menegakkan ajaran Allah baik dengan
harta, benda maupun nyawa yang dimilikinya. Sebagai contoh jihadnya seorang pelajar adalah
kesungguhannya menuntut ilmu. Jihadnya seorang guru adalah kesungguhannya mendidik
siswanya, dan lain sebagainya.QS. at-Taubah/9: 41 yaitu:

ْاوُرِفنٱ ِليِبَس ِفِ ۡمُكِسُفنأَو ۡمُكِلََٰوۡمأِب ْاوُدِهََٰجَو الَاَقِثَو اافاَفِخ ُِۚذللّٱ َنوُمَلۡعَت ۡمُتنُك نِإ ۡمُكذل ٞۡيَۡخ ۡمُكِلََٰذ

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu
dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu
mengetahui.

Problematika Praktik Keimanan di Sekitar Kita

Di tengah semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, grafik
kenaikan penyimpangan perilaku moral dan pelanggaran norma seolah berbanding lurus dengan
tingkat kemajuan peradaban kita. Bahkan tidak jarang, dalam hal kasus pelanggaran etika, moral
dan bahkan agama tersebut melibatkan seorang public figure yang dipercaya oleh masyarakat
untuk menjadi panutan atau role model bagi mereka.

Hal ini terjadi, karena perkembangan dunia global, cenderung membawa masyarakat terjebak pada
perilaku hedonis, yaitu pandangan hidup yang menganggap bahwa seseorang akan bahagia dengan
mencari kebahagiaan sebanyak-banyaknya dan melupakan hal-hal yang menyakitkan bagi mereka.

Abu Bakr bin Laal dalam kitab Makarim al-Akhlaq yang meriwayatkan hadis. Dari Anas bin Malik
radhiyallahu ‘anhu dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Setiap
mukmin dihadapkan pada lima ujian, yaitu mukmin yang menghasutnya; munafik yang
membencinya; kafir yang memeranginya; nafsu yang menentangnya; dan setan yang selalu
menyesatkannya”. (HR. ad- Dhailami).
Menurut Abu Bakr bin Laal, berdasarkan hadis tersebut setidaknya ada lima ujian keimanan yang
dihadapi oleh orang-orang mukmin saat ini yaitu:

1)Mukmin yang saling mendengki
Contoh riil dalam kehidupan saat ini:
Persaingan politik atau persaingan bisnis yang tidak sehat tidak jarang menimbulkan keinginan
untuk menjatuhkan lawan dengan cara-cara yang tidak benar. Tidak sedikit yang kemudian
menciptakan berita bohong atau hoax, menebar kebencian atau hate speech kepada lawan politik
atau saingan bisnisnya, sehingga hilanglah simpati publik kepada lawan dan sebaliknya ia yang
akan mendapat keuntungan.

2)Kaum munafik yang membenci kaum mukmin
Orang munafik, adalah orang yang bermuka dua. Di satu sisi ia seolah menampakkan wajah
keislaman dan ketakwaan yang begitu mempesona. Namun di sisi lain sesungguhnya ia
menyembunyikam sifat permusuhan atau bertentangan dengan apa yang diperlihatkannya. Orang
munafik, lebih berbahaya dari orang kafir.

Contoh dalam kehidupan saat ini:
Berkembangnya permusuhan dan perpecahan di kalangan umat Islam, yang disebabkan oleh adu
domba yang diciptakan orang-orang munafik. Jika telah terjadi permusuhan, kedua belah pihak
akan tetap dirugikan dan orang munafik akan bertepuk tangan karena berhasil menciptakan
kebencian dan ia akan mengambil keuntungan di dalamnya.

3)Orang kafir yang memerangi kaum mukmin
Kaum kafir adalah golongan yang menentang perkara yang haq dan mendukung yang bathil.
Kaum kafir saling tolong menolong untuk memerangi kaum mukmin.

11

media

JUARIA MUIN

10

Contoh kehidupan saat ini:
Berkembang pesatnya dunia teknologi, informasi dan komunikasi semakin menjadikan inovatif dan
kreatifnya smart people di Indonesia. Mereka menciptakan berbagai aplikasi hiburan, game online
dan lain sebagainya yang sangat praktis dan mudah untuk diakses oleh masyarakat. Namun hal ini
tidak diikuti dengan upaya untuk menyaring dan menyeleksi penggunaannya agar tidak
melanggar norma dan aturan agama. Wujud perang orang kafir terhadap orang mukmin
sebagaimanatersebutdi atas adalah semakin merosotnya kualitas iman seseorang, yang lebih
menuhankan teknologi informasi komunikasi dan melalaikan norma agama bahkan mulai dari anak
kecil, balita, remaja sampai kepada orang tua.

4)Tipu muslihat setan yang selalu menyesatkan
Ancaman dan tipu daya setan bagi kaum mukmin harus selalu kita waspadai setiap saat. Tipu daya
setan menguasai diri seorang mukmin dalam bentuk ketidakberdayaan kaum mukmin untuk
mengendalikan diri, menahan amarah, mengendalikan nafsu, sifat takabur, kikir dalam bersedekah
dan sifat-sifat buruk setan lainnya.

Contoh dalam kehidupan saat ini:
Tingginya angka kriminalitas dan tindakan pelanggaran hukum, baik hukum agama maupun
hukum positif di negeri ini. Setiap hari media masa dihiasi oleh berita tentang tindak kejahatan
yang dilakukan oleh masyarakat mulai dari kejahatan-kejahatan ringan, sedang dan berat dan
bahkan disertai dengan tindakan kekerasan juga pembunuhan. Setan menjadi pemenang dalam
situasi seperti ini, karena dengan tipu dayanya, setan berhasil menyesatkan manusia, untuk
melakukan hal-hal yang tercela dan dilarang oleh ajaran agama.

5)Godaan hawa nafsu dari dalam diri setiap mukmin
Nafsu adalah musuh yang paling berbahaya dalam diri setiap muslim. Jihad seorang mukmin untuk
melawan nafsu jauh lebih berat dan sulit dibandingkan dengan melawan musuh yang nyata.
Contoh dalam kehidupan saat ini:
Seorang mukmin yang telah berjanji kepada dirinya sendiri untuk istiqamah beribadah,
berjamaah di masjid, berpuasa sunah, bersedekah, menghindari maksiat, menyantuni anak
yatim dan hal-hal lain yang dianjurkan oleh agama sebagai implementasi keimanannya.

1.Letakkan telapak tangan kiri kamu di atas buku tulis pada halaman yang kosong,

kemudian gambarlah pola telapak tangan tersebut berikut dengan jari-jarinya.

2.Lakukan hal yang sama untuk telapak tangan kanan pada halaman kosong

selanjutnya

3.Lakukanlah refleksi dan muhasabah diri, lima hal terburuk apakah yang

pernah kamu lakukan yang merupakan perbuatan yang salah kepada
sesama manusia dan berdosa kepada Allah Swt. Lalu tulislah lima hal hasil
refleksi kamu pada pola ruas-ruas jari gambar telapak kiri kamu!

4.Lanjutkanlah muhasabah diri berikutnya, agar lima kesalahan masa lalu

yang pernah kamu kerjakan dapat diampuni oleh Allah Swt. dan
dimaafhan oleh orang yang terdampak dari kesalahan tersebut, amalan
apa saja yang akan kalian lakukan? Tuliskan lima amal baik tersebut pada
pola ruas-ruas jari gambar telapak kanan kamu!

5.Dengan niat sungguh-sungguh dan bimbingan orang tua dan guru,

perbaikilah amalanmu di waktu-waktu selanjutnya.

AKTIVITAS

2.6

12

media

JUARIA MUIN

11

Hikmah dan Manfaat Syu’abul Iman

Berikut ini, beberapa hikmah dan manfaat serta pengaruh iman pada kehidupan manusia.

1.Iman menghilangkan sifat kepercayaan manusia terhadap makhluk. Orang yang beriman

hanya percaya kepada Allah. Jika Allah berkehendak memberikan pertolongan maka tidak
ada kekuatan apapun yang mampu menghalangi-Nya, sebaliknya jika Allah berkehendak
menimpakan bencana, maka tidak ada kekuatan apapun yang sanggup menahan-Nya. Iman
mampu menghilangkan perilaku syirik, percaya terhadap kesaktian benda-benda keramat,
tahayul, khurafat dan sebagainya.

2.Iman menanamkan sikap tidak takut menghadapi kematian.

Orang yang beriman yakin sepenuhnya bahwa kematian adalah hak prerogatif Allah. Sehingga
berani mengatakan kebenaran, meskipun terasa pahit, bahkan berisiko menghadapi kematian
sekalipun.

3.Iman akan membuat seorang mukmin memiliki jiwa yang tenang.

Orang beriman akan bersikap tenang (sakinah) dan tentram (muthmainah) dalam menghadapi
masalah. Tawakalnya kepada Allah akan menumbuhkan sikap penyerahan diri kepada Allah dan
senantiasa sabar dalam kondisi seberat apapun.

4.Iman mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan berkualitas.

Iman akan menuntun seseorang untuk menyeleksi perbuatan baik yang patut dilakukan, dan
perbuatan buruk yang harus dihindari. Firman Allah dalam Qs. an-Nahl/16: 97.

ۡنَم ُهذنَيِيۡحُنَلَف ٞنِمۡؤُم َوُهَو ََٰثَنأ ۡوأ ٍرَكَذ نِم ااحِلََٰص َلِمَعۥ اَم ِنَسۡحأِب مُهَرۡجأ ۡمُهذنَيِزۡجََلنَو ۡۖاةَبِيَط اةَٰوَيَح

َنوُلَمۡعَي ْاوُنَكَ٩٧

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan
beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan
sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa
yang telah mereka kerjakan.

5.Iman menumbuhkan sikap ikhlas

Iman akan menuntun seseorang untuk senantiasa hanya berharap rida Allah sebagaimana firman
Allah dalam Qs. al-An’am/6: 162.

ذمُث َلَِإ ْآوُّدُر ِذللّٱ ُمُهَٰىَلۡوَم ِقَۡلۡٱ َُل َلَ

أ ُمۡكُۡلۡٱ ُعَۡسۡأ َوُهَو َينِبِسََٰحۡلٱ ٦٢

Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya.
Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat Perhitungan
yang paling cepat.

6.Iman mendatangkan keberuntungan.

Orang yang beriman adalah orang yang beruntung dalam hidupnya karena selalu berjalan di arah
yang benar. Qs. al-Baqarah/2: 5.

َكِئََٰٓلْو

أ ُمُه َكِئََٰٓلْوأَو ۡۖۡمِهِبذر نِم ىادُه َََٰعَل َنوُحِلۡفُمۡلٱ ٥

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang
yang beruntung.

7.Iman mencegah penyakit jasmani dan rohani.

Akhlak, tingkah laku dan perbuatan seorang mukmin akan senantiasa dikendalikan oleh iman.
Orang yang beriman akan memiliki self security system atau sistem keamanan diri manakala ia
dihadapkan pada godaan maksiat. Dengan pengendalian diri yang baik akan mencegah
datangnya penyakit, baik penyakit jasmani maupun penyakit rohani bagi seorang mukmin.

13

media

JUARIA MUIN

12

Setelah mengkaji materi tentang syu’abul iman maka diharapkan peserta didik dapat
menginternalisasikan nilai-nilai dan perilaku sebagai cerminan karakter pelajar sebagai berikut :

N
o

Butir Perilaku

Profil

Pancasila

1

Menjalankan shalat lima waktu dan menghindari perbuatan maksiatReligius

2

Bekerja kerasdanberusahadengangigihserta pantang menyerah
untuk meraih cita-cita

Bekerja keras

3

Jujurdalamperkataandanbertanggungjawab terhadap tugas yang
dipercayakan

Jujur dan
tanggungjawab

4

Rajin bersedekah, mengeluarkan infak dan

menyantuni orang

miskin

Peduli
lingkungan

5

Menjaga perkataan, berfikir sebelum diucapkan, menahan diri jika apa
yang akan diucapkan tidak mengandung kebaikan

Bernalar kritis

6

Memelihara amanah dan menepati janji, tidak mengkhianati
kepercayaan orang lain

Tanggungjawab

Prosentase penduduk muslim adalah 87,2% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia. Merupakan
populasi penduduk muslim terbesar dari negara- negara di dunia. Namun ternyata, besarnya
prosentase populasi penduduk muslim tersebut tidak berkorelasi positif dengan kehidupan dan
praktik.

keberagamaan yang baik. Angka kriminalitas tetap tinggi bahkan cenderung naik setiap waktu, pergaulan
bebas pada remaja dan pemuda semakin parah, praktik aborsi, dan tindakan melawan hukum yang lain
semakin meningkat. Dan yang lebih memprihatinkan, ternyata tidak sedikit dari mereka yang
beridentitas muslim.

Lakukan kajian dan analisis sederhana mengapa fenomena ini terjadi. Adakah yang salah dengan
praktik keberagamaan masyarakat kita? Mengapa ?

1.Setiap manusia dilahirkan dengan fitrah yang sama yaitu memiliki keyakinan tentang zat Yang

Maha Kuasa, yang dalam istilah agama disebut dengan iman.

2.Iman adalah suatu niat, ucapan dan perbuatan, di mana tidak sempurna iman itu jika tidak bersama

yang lain.

3.Pilar iman terdiri dari enam perkara yang disebut dengan rukun iman yaitu: 1) Iman kepada Allah, 2) Iman

kepada rasul-rasul Allah, 3) Iman kepada malaikat-malaikat Allah., 4) Iman Kepada kitab-kitab Allah, 5)
Iman kepada akhir dan 6) Iman kepada Qadha dan Qadar Allah Subhanahu wa Ta’ala.

4.Iman yang terdiri dari enam pilar tersebut, memiliki beberapa bagian (unsur) dan perilaku yang

dapat menambah amal manusia jika dilakukan semuanya, namun juga dapat mengurangi amal
manusia apabila ditinggalkannya.

5.Terdapat 77 cabang iman, di mana setiap cabang merupakan amalan atau perbuatan yang harus

dilakukan oleh seseorang yang mengaku beriman (mukmin). Cabang yang 77 itulah yang disebut
dengan Syu’abul Iman.

PENERAPAN KARAKTER

REFLEKSI

RANGKUMAN

14

media

JUARIA MUIN

13

6.Untuk mempermudah memahami dan mempelajari Syu’abul iman, dibagi menjadi 3 (tiga) bagian

yang meliputi: 1) Niat, akidah dan hati terdiri dari 30 cabang iman. 2). Lisan/ucapan terdiri dari 7
cabag iman. 3). Seluruh anggota badan terdiri dari 40 cabang iman.

7.Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara jika terbentuk dari kumpulan orang-

orang yang beriman, niscaya akan terbentuk masyarakat yang aman, tenteram, damai,
sejahtera dan berlimpah berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

PENILAIAN SIKAP

1)Buatlah tabel mingguan/bulanan berupa ceck list tentang aktivitas ibadah harian kalian pada

buku khusus untuk pemantauan individu! Mulailah dari ibadah wajib seperti halnya shalat
lima waktu dilanjutkan dengan ibadah sunah harian misalnya tadarus Al-Qur`an, dzikir,
shalawat, membantu orangtua, membantu teman, aktif pada kegiatan sosial, aktif terlibat
dalam organisasi kepemudaan serta amaliah lainnya. Lakukan dengan rutin, ikhlas dan penuh
tanggungjawab kepada Allah. !

2)Pilihlah jawaban yang sesuai dengan membubuhkan tanda contreng (√) pada kolom yang

sesuai dengan pernyataan berikut ini :


N
o

Pernyataan

S
S

S R T
S

S
T
S

Alasan

1 Dengan memahami syu’abul iman, maka saya tergerak
untuk melakukan amalan-amalan wajib dan sunah yang
terkait dengan implementasi riil dari

cabang-cabang iman tersebut

2 Saya akan istiqamah untuk shalat lima waktu, menjaga
perkataan dan

menghindari perbuatan tercela

3 Saya akan belajar dengan sungguh- sungguh dan berjanji
untuk bisa menjadi anak yang bisa dibanggakan

kedua orang tua saya

4 Saya

berkomitmen

selalu

berkata

jujur

dan

bertanggungjawan atas kepercayaan orang tua dan guru
yang

diberikan kepada saya

5 Saya akan rajin bersedekah, mengeluarkan infaq dan
ringan memberikan bantuan kepada orang

yang membutuhkan

SS (sangat setuju); S (setuju); R (ragu-ragu); TS (tidak setuju); STS (sangat tidak setuju).

PENILAIAN PENGETAHUAN

Berikanlah tanda silang (X) pada opsi jawaban A, B, C, D atau E yang merupakan jawaban yang paling
tepat!

1.Iman, Islam dan ihsan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan yang kemudian disebut

dengan agama Islam. Berikut ini yang merupakan pengertian dari iman adalah….

A.mempercayai dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan dengan perbuatan
B.mempercayai setengah hati, mengucapkan dengan lisan dan meragukan dengan perbuatan
C.mempercayai dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan membuktikan dengan perbuatan
D.mempercayai dengan hati, menolak dengan ucapan dan membuktikan dengan perbuatan
E.mempercayai dengan hati, menyangkal dengan lisan dan membuktikan dengan perbuatan

PENILAIAN

PENILAIAN

15

media

JUARIA MUIN

14

2.Seorang mukmin, adalah seorang yang beriman yang melaksanakan ibadah dengan sangat ikhlas, seakan-

akan Allah melihatnya, meskipun ia tidak melihat Allah. Pernyataan tersebut merupakan definisi
dari….

A.Ihsan

D. Ikhlas

B.Iman

E. Istishab

C.Islam

3.Perhatikan pernyataan berikut!

a)Mahmud hanya mengerjakan salat jamaah saat berada di sekolah saat dilihat oleh guru dan

teman-temannya

b)Mamad selalu berbuat baik, berkata jujur, tetapi tidak pernah salat

c)Malik senantiasa mendirikan salat, berkata baik dan rajin bersedekah

d)Maman selalu istiqamah dalam beribadah dan gemar membantu orang tuanya

e)Marwan adalah ketua Rohis di sekolah tetapi saat di rumah sering berbohong kepada orang

tuanya.

Dari pernyataan tersebut, yang perilakunya selaras dengan iman, Islam dan ihsan adalah….

A.Malik dan Maman

D. Mahmud dan Mamad

B.Mamad dan Malik

E. Marwan dan Mahmud

C.Maman dan Marwan

4.Dimensi dari keimanan itu menyangkut tiga ranah yaitu ma'rifatun bil qalbi, iqrarun bil lisan

dan amalun bil arkan. Dari contoh-contoh amalan di bawah ini yang merupakan cabang iman
dalam ranah ma'rifatun bil qalbi adalah….

A.Belajar dan menuntut ilmu

D. Mengajarkan ilmu kepada orang lain

B.Membaca kalimat thayyibah

E. Mencintai dan membenci karena Allah.

C.Membaca kitab suci Al-Qur`an

5.Beriman pada hakikatnya adalah satu padunya niat, ucapan dan perbuatan. Berikut ini yang bukan

merupakan cabang iman dari ranah perbuatan adalah….

A.Mengurus perawatan jenazah

D. Menghindari bacaan yang sia-sia

B.Menunaikan dan membayar hutang

E. Meluruskan muamalah dan menghindari riba

C.menjadi saksi yang adil dan tidak menutupi kebenaran

6.Perhatikan pernyataan berikut ini!

a)Belajar dan menuntut ilmu

b)Membaca kitab suci Al-Qur`an

c)Mengajarkan ilmu kepada orang lain

d)Berbakti dan menunaikan hak orang tua

e)Menikah untuk menghindarkan diri dari perbuatan keji dan haram Dari pernyataan tersebut, yang

merupakan cabang iman dari ranah niat, hati dan akidah adalah….

A.a) – b) – c)

D. a) – c) – d)

B.a) – d) – e)

E. b) – c) – d)

C.b– d) – e)

7.Berikut ini yang bukan merupakan tanda-tanda orang yang beriman adalah….

A.Istiqamah dan tertib menjalankan salatnya
B.bila disebutkan nama Allah hatinya bergetar
C.menafhahkan sebagian hartanya di jalan Allah.
D.berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya
E.mempengaruhi orang lain untuk memerangi orang kafir

8.Orang yang beriman, tidak akan luput dari ujian dan godaan yang terhadap keimanannya. Semakin

beriman seseorang, semakin bersar pula ujian dari Allah baginya. Berikut ini yang bukan merupakan
ujian bagi seorang mukmin adalah….

A.Mukmin yang saling membenci satu sama lain
B.Mukmin yang saling mendukung satu sama lain
C.Datangnya orang munafik yang membenci kaum mukmin

16

media

JUARIA MUIN

15

D.Godaan hawa nafsu dari dalam diri setiap mukmin itu sendiri
E.orang kafir yang memerangi kaum mukmin dengan tipu dayanya

9.Hamid adalah seorang muslim yang taat beribadah dan berperilaku baik di sekolah. Sejak SMP dia

bercita-cita untuk melanjutkan ke sekolah favorit di kotanya. Bahkan dia pernah bernadzar apabila
ia diterima di sekolah tersebut, ia akan berpuasa sunah selama tiga hari. Namun hingga saat ini,
Hamid belum juga menunaikan nadzar tersebut, karena setiap kali hendak berpuasa, selalu saja ada
halangannya untuk menunda. Hal ini merupakan contoh ujian keimanan bagi hamid yang
datangnya dari ….

A.Bisikan setan

D. Bisikan orang kafir

B.Bisikan dari kaum munafik

E. Bisikan orang mukmin lainnya

C.Bisikan dari dalam hatinya sendiri

10. Orang yang beriman secara kafah, akan senantiasa berhati-hati dalam kehidupannya. Ia akan

menempatkan Allah sebagai tujuan utama dari setiap aktivitasnya. Dengan demikian, hikmah iman bagi
seorang mukmin adalah….

A.Membuat seseorang menjadi resah dan gelisah hidupnya
B.Mudah terserang ujub, riya dan sum’ah dalam hidupnya
C.Membuat seseorang hanya mengharap rida Allah
D.Membuat seseorang terhindar dari keberuntungan
E.Membuat seseorang tergantung kepada makhluk

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!

1.Perhatikan hadits Ibnu Majah dan Thabrani berikut ini, jelaskan apa maksud

hadits tersebut !
èf^eäæ ÖY=Ri läj}öãkfA p u~fQ ufeã ûfI uf dqA< dä] á dä] unQ uf éM< èeäÊ +ü oæ éfQ oQ

Äu-äioærãp<Å läa<öäæ gjQ p läBeäæ dq] p

2. Tuliskan lima cabang iman dari ranah tashdiqun bil qalbi!

3. Tuliskan lima cabang iman dari ranah iqrarun bil lisan!

4. Tuliskan lima cabang iman dari ranah‘amalun bil arkan!

5. Jelaskan masalah-masalah keimanan yang terjadi saat ini. Uraikan mengapa hal tersebut bisa
terjadi dan bagaimana solusinya menurutmu!

PENILAIAN KETERAMPILAN

Susunlah bahan presentasi dengan menggunakan metode fish bone (tulang ikan) untuk
memaparkan tentang cabang-cabang dalam iman. Buatlah materi kamu dengan
menggunakan perangkat digital atau boleh menggunakan peralatan manual di buku gambar
dengan tampilan yang baik dan sistematis. Lalu presentasikanlah di depan kelasmu !

CATATAN :

Untuk lebih memahami dan mengeksplorasi materi keilmuan tentang Syu’abul Iman,
disarankan kepada peserta didik untuk aktif melakukan library search atau kajian pustaka,
dengan memperbanyak perbendaharaan sumber belajar dan melakukan kegiatan literasi dari
sumber-sumber rujukan sebagai berikut:

1.Ringkasan Syu’ab al-Iman karya Imam Abu al-Ma’ali al-Qazwaini
2.Qami’uth Thughyan, Menyingkap Rahasia Cabang Keimanan, karya Syeikh Muhammad

Nawawi bin Umar al-Jawi

3.77 Cabang Keimanan karya Imam Al-Baihaqi
4.Cabang-Cabang Iman (Kitab Karya Kyai Sholeh Darat).

17

Discover new features in Lessons!
Finish all phases of “I-do ; We-do ; You-do” with Quizizz

media
media
media
media

​You can also create lessons directly on Google Slides using “Quizizz Extension”.
Read more about it here

Discover new features in Lessons!
Finish all phases of “I-do ; We-do ; You-do” with Quizizz

media
media
media
media

​You can also create lessons directly on Google Slides using “Quizizz Extension”.
Read more about it here

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 17

SLIDE