

Masa Demokrasi Liberal
Presentation
•
History
•
12th Grade
•
Practice Problem
•
Medium
Nyimas Khotimah
Used 1+ times
FREE Resource
19 Slides • 5 Questions
1
17 Agustus 1950-5 Juli 1959
2
1. Menjelaskan pengertian Demokrasi liberal
2. Mendeskripsikan program, peristiwa
penting dan sebab jatuhnya kabinet
3. Menjelaskan sebab dikeluarkannya Dekrit
Presiden
4. Menghubungkan antara dikeluarkannya
Dekrit Presiden dan Berakhirnya masa
Demokrasi Liberal
3
berdasarkan Undang-Undang Dasar Sementara
1950 (UUDS 1950) yang juga bernafaskan liberal.
Demokrasi liberal berarti demokrasi yang liberal.
Liberal disini dalam artian perwakilan atau
representatif.
pemerintahan Republik Indonesia dijalankan oleh
suatu dewan menteri (kabinet) yang dipimpin
oleh seorang perdana menteri dan bertanggung
jawab kepada parlemen (DPR).(Kabinet
Parlementer)
terjadi pergantian kabinet, partai-partai politik
terkuat mengambil alih kekuasaan. PNI dan
Masyumi merupakan partai yang terkuat dalam
DPR (Parlemen).
4
Kabiet ini dilantik pada tanggal 7 September
1950. Kabinet Natsir merupakan koalisi yang
dipimpin oleh partai Masyumi bersama
dengan PNI. Kabinet ini memiliki struktur
yang terdiri dari tokoh – tokoh terkenal
duduk di dalamnya, seperti Sri Sultan
Hamengkubuwono IX, Mr.Asaat, Ir.Djuanda,
dan Prof Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo.
5
Menggiatkan usaha keamanan dan
ketentraman.
Mencapai konsolidasi dan menyempurnakan
susunan pemerintahan.
Menyempurnakan organisasi Angkatan
Perang.
Mengembangkan dan memperkuat ekonomi
rakyat.
Memperjuangkan penyelesaian masalah Irian
Barat.
6
Kabinet Natsir berakhir disebabkan oleh adanya
mosi tidak percaya dari PNI di Parlemen Indonesia
menyangkut pencabutan Peraturan Pemerintah
mengenai DPRD dan DPRDS. PNI menganggap
peraturan pemerintah No. 39 th 1950 mengenai
DPRD terlalu menguntungkan Masyumi. Mosi
tersebut disampaikan kepada parlemen tanggal 22
Januari 1951 dan memperoleh kemenangan,
sehingga pada tanggal 21 Maret 1951 Natsir harus
mengembalikan mandatnya kepada Presiden
7
kabinet koalisi Masyumi-PNI. Kabinet ini terkenal
dengan nama Kabinet Soekiman-Soewirjo.
Program pokok dari Kabinet Soekiman adalah:
Menjamin keamanan dan ketentraman
Mengusahakan kemakmuran rakyat dan
memperbaharui hukum agraria agar sesuai dengan
kepentingan petani.
Mempercepat persiapan pemilihan umum.
Menjalankan politik luar negeri secara bebas aktif
serta memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah RI
secepatnya.
Menyiapkan undang – undang tentang pengakuan
serikat buruh, perjanjian kerja sama, penetapan upah
minimum, dan penyelesaian pertikaian buruh.
8
Kabinet Sukiman ditenggarai melakukan Pertukaran Nota Keuangan
antara Mentri Luar Negeri Indonesia Ahmad Soebardjo dengan Duta
Besar Amerika Serikat Merle Cochran. Mengenai pemberian bantuan
ekonomi dan militer dari pemerintah Amerika kepada Indonesia
berdasarkan ikatan Mutual Security Act (MSA).
. Tindakan Kabinet Sukiman tersebut dipandang telah melanggar politik
luar negara Indonesia yang bebas aktif karena lebih condong ke blok
barat bahkan dinilai telah memasukkan Indonesia ke dalam blok barat.
Kabinet Sukiman sendiri memiliki hubungan yang kurang harmonis
dengan militer dan kurang prograsif menghadapi pemberontakan di
Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan.
Parlemen pada akhirnya menjatuhkan mosi tidak percaya kepada Kabinet
Sukiman. Sukiman kemudian harus mengembalikan mandatnya kepada
Presiden Soekarno.
9
Kabinet ini mendapat dukungan dari PNI,
Masyumi, dan PSI.
Program pokok dari Kabinet Wilopo adalah:
Program dalam negeri:
1. Menyelenggarakan pemilihan umum untuk
memilih Dewan Konstituante, DPR, dan DPRD
2. Meningkatkan kemakmuran rakyat,
3. Meningkatkan pendidikan rakyat, dan
4. Pemulihan stabilitas keamanan negara
10
menjalankan tugasnya Kabinet Wilopo menghadapi
krisis ekonomi, defisit kas negara, dan meningkatnya tensi
gangguan keamanan yang disebabkan pergerakan gerakan
sparatis yang progresif.
konflik 17 Oktober 1952 yang menempatkan TNI sebagai
alat sipil dan munculnya masalah intern dalam TNI sendiri.
Munculnya Peristiwa Tanjung Morawa mengenai persoalan
tanah perkebunan di Sumatera Timur (Deli
Akibat peristiwa Tanjung Morawa muncullah mosi tidak
percaya dari Serikat Tani Indonesia terhadap kabinet
Wilopo. Sehingga Wilopo harus mengembalikan mandatnya
pada presiden pada tanggal 2 Juni 1953.
11
Kabinet ini mendapatkan dukungan banyak partai
di Parlemen, termasuk Partai Nahdlatul Ulama
(NU). Kabinet ini diketuai oleh PM. Ali
Sastroamijoyo dan Wakil PM. Mr. Wongsonegoro
dari Partai Indonesia Raya (PIR).
Program pokok dari Kabinet Ali Sastroamijoyo I:
Meningkatkan keamanan dan kemakmuran
Menyelenggarakan Pemilu dengan segera
Pembebasan Irian Barat secepatnya
Pelaksanaan politik bebas-aktif
Peninjauan kembali persetujuan KMB.
Penyelesaian pertikaian politik.
12
Kabinet Ali juga mengalami permasalahan mengatasi
pemberontakan di daerah seperti DI/TII di Jawa Barat,
Sulawesi Selatan, dan Aceh.
Terjadinya Peristiwa 27 Juni 1955, yaitu peristiwa yang
menunjukkan adanya kemelut dalam tubuh TNI-AD
memperburuk usaha peningkatan keamanan negara.
Konflik PNI dan NU memperburuk koalisi partai pendukung
Kabinet Ali yang mengakibatkan NU menarik menteri-
menterinya pada tanggal 20 Juli 1955 yang diikuti oleh partai
lainnya. Keretakan partai pendukung mendorong Kabinet Ali
Sastro I harus mengembalikan mandatnya pada presiden pada
tanggal 24 Juli 1955.
13
Burhanuddin Harahap berasal dari Masyumi., sedangkan
PNI membentuk oposisi.
Program pokok dari Kabinet Burhanuddin Harahap adalah
Mengembalikan kewibawaan pemerintah, yaitu
mengembalikan kepercayaan Angkatan Darat dan
masyarakat kepada pemerintah.
Melaksanakan pemilihan umum menurut rencana yang
sudah ditetapkan dan mempercepat terbentuknya
parlemen baru
Masalah desentralisasi, inflasi, pemberantasan korupsi
Perjuangan pengembalian Irian Barat
Politik Kerjasama Asia-Afrika berdasarkan politik luar
negeri bebas aktif.
14
Keberhasilan :
Keberhasilan menyelenggarakan Pemilu pada 29
September 1955 untuk memilih anggota DPR dan 15
Desember untuk memilih Dewan Konstituante.
Membubarkan Uni Indonesia-Belanda
Menjalin hubungan yang harmonis dengan Angkatan Darat
Bersama dengan Polisi Militer melakukan penangkapan
para pejabat tinggi yang terlibat korupsi
Pemilu yang dilakukan pada tahun 1955 menghasilkan 4
partai besar di Parlemen yaitu, PNI, NU, Masyumi, dan PKI.
Pemilu itu diikuti oleh 27 dari 70 partai yang lolos seleksi.
Kabinet ini sendiri mengembalikan mandatnya kepada
Presiden Soekarno ketika anggota Parlemen yang baru
kurang memberikan dukungan kepada kabinet.
15
Pada tanggal 20 Maret 1956, didukung oleh tiga partai
besar di Parlemen: PNI, NU, dan Masyumi.
Program pokok dari Kabinet Ali Sastroamijoyo II adalah
Program kabinet ini disebut Rencana Pembangunan Lima
Tahun yang memuat program jangka panjang, sebagai
berikut:
Perjuangan pengembalian Irian Barat
Pembentukan daerah-daerah otonomi dan mempercepat
terbentuknya anggota-anggota DPRD.
Mengusahakan perbaikan nasib kaum buruh dan pegawai.
Menyehatkan perimbangan keuangan negara.
Mewujudkan perubahan ekonomi kolonial menjadi
ekonomi nasional berdasarkan kepentingan rakyat.
Pembatalan KMB
Pemulihan keamanan dan ketertiban, pembangunan lima
tahun, menjalankan politik luar negeri bebas aktif
Melaksanakan keputusan KAA.
16
Sebab Jatuhnya:
muncul gelombang anti Cina di masyarakat,
meningkatnya pergolakan dan kekacauan di daerah yang
semakin menguat, serta mengarah pada gerakan sparatisme
dengan pembentukan dewan militer di Sumater dan Sulawesi.
Lambatnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan
mengakibatkan krisis kepercayaan daerah luar Jawa dan
menganggap pemerintah pilih kasih dalam melakukan
pembangunan.
Pembatalan KMB menimbulkan masalah baru khususnya
mengenai nasib modal pengusaha Belanda di Indonesia.
Timbulnya perpecahan antara Masyumi dan PNI mengakibatkan
mundurnya sejumlah menteri dari Masyumi
17
Ir. Djuanda yang kemudian membentuk kabinet
yang terdiri dari para menteri yang ahli dalam
bidangnya. Kabinet ini dikenal dengan istilah
Zaken Kabinet karena harus berisi unsur ahli dan
golongan intelektual dan tidak adanya unsur
partai politik di dalamnya.
Program pokok dari Kabinet Djuanda dikenal
sebagai Panca Karya yaitu:
Membentuk Dewan Nasional
Normalisasi keadaan RI
Melancarkan pelaksanaan Pembatalan KMB
Perjuangan pengembalian Irian Jaya
Mempergiat/mempercepat proses Pembangunan
18
Pada masa kabinet Juanda, terjadi pergolakan-pergolakan
di daerah-daerah yang menghambat hubungan antara
pusat dan daerah. Untuk mengatasinya diadakanlah
Musyawarah Nasional atau Munas di Gedung Proklamasi
Jalan Pegangsaan Timur No. 56 tanggal 14 September
1957.
Tanggal 30 November 1957, terjadi percobaan
pembunuhan terhadap Presiden Soekarno di Cikini.
Keadaan negara memburuk pasca percobaan pembunuhan
tersebut, banyak daerah yang menentang kebijakan
pemerintah pusat yang kemudian berakibat pada
pemberontakan PRRI/Permesta.
19
Sebab: Kegagalan
Konstituante
karena masing-
masing partai hanya
mengejar
kepentingan
partainya saja tanpa
mengutamakan
kepentingan negara
dan Bangsa
Indonesia secara
keseluruhan.
Isi:
1.
Pembubaran
Konstituante.
2.
Berlakunya kembali
UUD 1945.
3.
Tidak berlakunya
UUDS 1950.
4.
Pembentukan MPRS
dan DPAS.
20
Fill in the Blanks
21
Fill in the Blanks
22
Fill in the Blanks
23
Fill in the Blanks
24
Word Cloud
Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi?
17 Agustus 1950-5 Juli 1959
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 24
SLIDE
Similar Resources on Wayground
18 questions
Dominasi Pemerintahan belanda
Presentation
•
11th Grade
18 questions
Kemuhammadiyahan Kelas 8 Semester 1
Presentation
•
12th Grade
19 questions
Sel Volta
Presentation
•
12th Grade
15 questions
APPLICATION LETTER
Presentation
•
12th Grade
21 questions
soal bahasa indonesia kelas 6
Presentation
•
12th Grade
17 questions
SEJARAH: 1.5 PENYELIDIKAN DAN TAFSIRAN DALAM SEJARAH
Presentation
•
12th Grade
20 questions
Ulangkaji Geografi Tingkatan 2
Presentation
•
12th Grade
17 questions
PERAN BANGSA INDONESIA DALAM PERDAMAIAN DUNIA
Presentation
•
12th Grade
Popular Resources on Wayground
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Identify Fractions, Mixed Numbers & Improper Fractions
Quiz
•
3rd - 4th Grade