

TRANSFORMASI PEMBELAJARAN
Presentation
•
Education
•
Professional Development
•
Practice Problem
•
Easy
KUN HANDAYANI
Used 2+ times
FREE Resource
29 Slides • 3 Questions
1
Transformasi Pembelajaran dengan Teknologi:
Memaksimalkan Quizizz, AI, dan PMM
2
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
3
Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
4
Standar Proses meliputi: a. perencanaan pembelajaran; b. pelaksanaan pembelajaran; dan c. penilaian proses pembelajaran.
Perencanaan pembelajaran merupakan aktivitas untuk merumuskan: a. capaian pembelajaran yang menjadi tujuan belajar dari suatu unit pembelajaran; b. cara untuk mencapai tujuan belajar; dan c. cara menilai ketercapaian tujuan belajar.
Dokumen perencanaan pembelajaran harus: a. fleksibel; b. jelas; dan c. sederhana.
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2022 TENTANG STANDAR PROSES PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH
5
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2022 TENTANG STANDAR PROSES PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH
Dokumen perencanaan pembelajaran paling sedikit memuat: a. tujuan pembelajaran; b. langkah atau kegiatan pembelajaran; dan c. penilaian atau asesmen pembelajaran.
Pelaksanaan pembelajaran diselenggarakan dalam suasana belajar yang:
a. interaktif;
b. inspiratif;
c. menyenangkan;
d. menantang;
e. memotivasi Peserta Didik untuk berpartisipasi aktif; dan
f. memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis Peserta Didik.
6
Pelaksanaan pembelajaran dilakukan oleh Pendidik dengan memberikan:
a. keteladanan;
b. pendampingan; dan
c. fasilitasi.
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2022 TENTANG STANDAR PROSES PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH
7
Pembelajaran diawali dengan penyusunan perencanaan pembelajaran dan perencanaan asesmen. Pendidik perlu merancang asesmen yang dilaksanakan pada awal, proses, dan akhir pembelajaran.
Asesmen formatif dapat berupa asesmen pada awal dan saat pembelajaran.
Asesmen sumatif bertujuan untuk menilai pencapaian hasil belajar peserta didik sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dan kelulusan dari satuan pendidikan. Asesmen sumatif dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Asesmen sumatif digunakan untuk memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran.
PANDUAN Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah EDISI REVISI TAHUN 2024
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Edisi Revisi Ke-2, Mei 2024
8
Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan sesuai dengan tujuan penilaian secara berkeadilan, objektif,edukatif.
PANDUAN Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah EDISI REVISI TAHUN 2024
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Edisi Revisi Ke-2, Mei 2024
9
Rencana asesmen dimulai dengan perumusan tujuan asesmen. Tujuan ini tentu berkaitan erat dengan tujuan pembelajaran
Asesmen formatif dapat dilakukan dengan teknik observasi, atau menggunakan instrumen asesmen diri, dan asesmen antar teman
10
kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dapat dikembangkan pendidik dengan menggunakan beberapa pendekatan, di antaranya:
1. menggunakan deskripsi kriteria;
2. menggunakan rubrik;
3. menggunakan skala atau interval nilai;
4. menggunakan persentase, atau pendekatan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pendidik dalam mengembangkannya
11
Instrumen asesmen dapat dikembangkan berdasarkan teknik penilaian yang digunakan oleh pendidik. Di bawah ini diuraikan contoh teknik asesmen yang dapat diadaptasi, yaitu :
12
1.Observasi
Penilaian peserta didik yang dilakukan secara berkesinambungan melalui pengamatan perilaku yang diamati secara berkala. Observasi dapat difokuskan untuk semua peserta didik atau per individu. Observasi dapat dilakukan dalam tugas atau aktivitas rutin/harian.
2.Kinerja
Penilaian yang menuntut peserta didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Asesmen kinerja dapat berupa praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, atau membuat portofolio.
3.Projek
Kegiatan penilaian terhadap suatu tugas meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu.
13
4. Tes Tertulis
Tes dengan soal dan jawaban disajikan secara tertulis untuk mengukur atau memperoleh informasi tentang kemampuan peserta didik. Tes tertulis dapat berbentuk esai, pilihan ganda, uraian, atau bentuk-bentuk tes tertulis lainnya.
5. Tes Lisan
Pemberian soal/pertanyaan yang menuntut peserta didik menjawab secara lisan, dan dapat diberikan secara klasikal ketika pembelajaran.
6. Penugasan
Pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan dan memfasilitasi peserta didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuan
7. Portofolio
Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun waktu tertentu
14
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 20 Tahun 2007. Permendiknas tersebut berisi tentang Standar Penilaian Pendidikan yang mengatakan bahwa penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Pengumpulan dan pengolahan informasi berguna untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna.
15
Penilaian autentik (authentic assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap (afektif), keterampilan (psikomotorik) dan pengetahuan (kognitif). Istilah assessment diartikan sama dengan pengukuran, pengujian atau evaluasi. Istilah autentik merupakan sinonim dengan nyata, asli, valid atau reliable.
Menurut Bloom (1956: 7) mengungkapkan bahwa ada tiga ranah hasil belajar yakni ranah kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotor (keterampilan).
Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014 Pasal 1 ayat 2 dijelaskan bahwa penilaian otentik adalah suatu bentuk penilaian yang mengharuskan siswa menunjukkan sikap, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama belajar untuk melaksanakan tugas dalam kehidupan yang nyata.
16
Dimensi pengetahuan berubah menjadi faktual, konseptual, prosedural, metakognisi. dimensi proses kognitif baru menjadi mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Domain afektif meliputi rasa, nilai, apresiasi, antusiasme, motivasi, dan sikap tercermin pada perilaku/ attitude sehari-hari pada proses pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
17
Taksonomi Bloom berangkat dari pemikiran seorang psikolog pendidikan yaitu Dr. Benjamin Boom (1956) yang membentuk pemikiran pendidikan pada level yang lebih tinggi, yaitu menganalisis dan mengevaluasi konsep, proses, prosedur, dan prinsip, bukan hanya mengingat fakta/hafalan (Zhou & Brown, 2017). Pada tahun 1956, Bloom menerbitkan karyanya yang berjudul “Taxonomy of Educational Objective Cognitive Domain”, dilanjutkan pada tahun 1964 dengan karyanya “Taxonomy of Educational Objectives, Affective Domain”. Produktifitas Bloom tidak berhenti sampai di situ.
18
Pada tahun 1971, Bloom berkarya kembali dengan mempublikasikan karyanya yang berjudul “Handbook on Formative and Summatie Evaluation of Student Learning”, serta di tahun 1985 keluar kembali karya Bloom yang berjudul “Developing Talent in Young People” (Winkel, 2007). Taksonomi Bloom banyak diterapkan ketika merencanakan tujuan belajar dan pembelajaran dan berbagai aktifitas pembelajaran. Pada awal penyusunan taksonominya, Bloom merumuskan dua domain pembelajaran yaitu domain kognitif: keterampilan mental (pengetahuan), dan domain afektif: pertumbuhan perasaan atau bidang emosional (sikap).
19
Dalam kerangka konsep ini, tujuan pendidikan ini oleh Bloom dibagi menjadi tiga domain/ ranah kemampuan intelektual (intellectual behaviors) yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.
Para trainer biasanya mengkaitkan ketiga ranah ini dengan Knowledge, Skill and Attitude (KSA). Kognitif menekankan pada Knowledge, Afektif pada Attitude, dan Psikomotorik pada Skill. Sebenarnya di Indonesia pun, kita memiliki tokoh pendidikan, Ki Hajar Dewantara yang terkenal dengan doktrinnya Cipta, Rasa dan Karsa atau Penalaran, Penghayatan, dan Pengamalan. Cipta dapat diidentikkan dengan ranah kognitif , rasa dengan ranah afektif dan karsa dengan ranah psikomotorik.
20
Ranah kognitif mengurutkan keahlian berpikir sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Proses berpikir menggambarkan tahap berpikir yang harus dikuasai oleh siswa agar mampu mengaplikasikan teori kedalam perbuatan. Ranah kognitif ini terdiri atas enam level, yaitu:
(1) knowledge (pengetahuan),
(2) comprehension (pemahaman atau persepsi),
(3) application (penerapan),
(4) analysis (penguraian atau penjabaran),
(5) synthesis (pemaduan), dan
(6) evaluation (penilaian)
21
Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Kurikulum Deeplearning memiliki tiga pilar utama, yaitu Mindfull Learning, Meaningfull Learning, dan Joyfull Learning. Ketiga pilar ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih mendalam, bermakna, dan menyenangkan bagi siswa.
Kurikulum Deeplearning
22
Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa Kurikulum Deeplearning tidak hanya sebatas penggantian nama, tetapi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Pendekatannya adalah mengurangi volume materi namun dengan eksplorasi mendalam,”
kurikulum ini dirancang untuk membantu siswa memahami materi secara lebih baik melalui metode yang menekankan pada pemikiran kritis dan eksplorasi.
23
Mindfull Learning bertujuan untuk memberikan ruang bagi siswa untuk aktif terlibat dalam proses belajar, dengan memperhatikan perbedaan kebutuhan dan potensi tiap individu. Dalam pendekatan ini, siswa diharapkan dapat terlibat langsung melalui diskusi, eksperimen, dan eksplorasi terhadap materi yang diajarkan.
Misalnya, saat membahas konsep-konsep sains, guru diharapkan tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mengajak siswa memahami peran materi tersebut dalam kehidupan nyata. Sebagai contoh, pembelajaran tentang air dapat dilakukan melalui eksperimen laboratorium untuk mempelajari peran air dalam kehidupan sehari-hari.
Mindfull Learning: Menghargai Keunikan dan Keterlibatan Siswa
24
Pada elemen Meaningfull Learning, siswa diajak untuk memahami alasan di balik setiap pelajaran yang mereka pelajari. Abdul Mu’ti menekankan bahwa siswa perlu tahu mengapa suatu materi penting dan bagaimana materi tersebut bisa bermanfaat di kehidupan nyata.
Pendekatan ini memposisikan guru sebagai fasilitator yang membantu siswa mengaitkan pelajaran dengan penerapan di dunia nyata. Contohnya, dalam pelajaran matematika, guru bisa menjelaskan bagaimana konsep-konsep tertentu akan bermanfaat dalam mengelola keuangan pribadi atau bahkan dalam pengelolaan logistik. Dengan pemahaman ini, siswa diharapkan lebih termotivasi dan antusias dalam belajar.
Meaningfull Learning: Pentingnya Pembelajaran yang Relevan
25
Joyfull Learning bukan sekadar pembelajaran yang menyenangkan, melainkan sebuah pendekatan yang mengedepankan kepuasan dari pemahaman mendalam. Abdul Mu’ti menyatakan bahwa tujuan dari Joyfull Learning adalah menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, sehingga siswa tidak hanya merasa senang, tetapi juga benar-benar memahami materi yang dipelajari.
Contohnya, dalam pelajaran sejarah, guru bisa mengadakan simulasi atau diskusi yang membuat siswa lebih aktif terlibat. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar sejarah sebagai hafalan, tetapi juga bisa memahami konteks historis secara lebih mendalam. Joyfull Learning diharapkan dapat membuat siswa lebih bersemangat dalam mempelajari setiap mata pelajaran.
Joyfull Learning: Menciptakan Pembelajaran yang Bermakna dan Menyenangkan
27
28
29
Word Cloud
Teknik asesmen apa yang sering Bapak/Ibu gunakan di kelas?
30
Poll
Jenis asesmen yang saya gunakan di kelas antara lain...
Tes tulis
Penugasan
Observasi
Unjuk Kerja
Portofolio
31
Open Ended
Apa yang Bapak/Ibu lakukan untuk mewujudkan Pembelajaran interaktif di kelas?
32
Referensi
PANDUAN PEMBELAJARAN
https://drive.google.com/file/d/1IOLFgDdT5Hl6sc1yEMLQ2LyLwDXnZk05/view?usp=sharing
Salinan Permendikbudristek No 16 Tahun 2022 ttg Standar Proses
https://drive.google.com/file/d/1xOlGoeGHi2BvP79zYIrWn6ofI0g0frPN/view?usp=sharing
Transformasi Pembelajaran dengan Teknologi:
Memaksimalkan Quizizz, AI, dan PMM
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 32
SLIDE
Similar Resources on Wayground
25 questions
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Presentation
•
Professional Development
25 questions
GURU MERDEKA BELAJAR
Presentation
•
Professional Development
28 questions
HUEVO
Presentation
•
Professional Development
23 questions
Presentasi PG
Presentation
•
Professional Development
28 questions
Sumber Daya Alam
Presentation
•
Professional Development
24 questions
PPKn_Sistem HUkum
Presentation
•
KG
21 questions
Bimbingan Teknis 1: Optimalisasi Quizizz dengan Akun Belajar.id
Presentation
•
Professional Development
25 questions
RUKOL SESI 1 MODUL 1.1
Presentation
•
Professional Development
Popular Resources on Wayground
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Identify Fractions, Mixed Numbers & Improper Fractions
Quiz
•
3rd - 4th Grade
Discover more resources for Education
20 questions
Guess The App
Quiz
•
KG - Professional Dev...
10 questions
Food Quiz
Quiz
•
Professional Development
11 questions
NFL Football logos
Quiz
•
KG - Professional Dev...
19 questions
Minecraft
Quiz
•
6th Grade - Professio...
20 questions
Block Buster Movies
Quiz
•
10th Grade - Professi...
40 questions
Flags of the World
Quiz
•
KG - Professional Dev...
23 questions
super heros
Quiz
•
KG - Professional Dev...
11 questions
SOCCER PLAYERS AND TEAMS
Quiz
•
KG - Professional Dev...