Search Header Logo
presntasi materi kelas 9 bab 6

presntasi materi kelas 9 bab 6

Assessment

Presentation

Religious Studies

9th - 12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Azimatul Husna

FREE Resource

51 Slides • 0 Questions

1

media

Inspirasi al-Qur’an:
Beragama secara
Moderat

ِمْيِحَّرلا ِنْٰحَّْرلا ِالله ِمْسِب

2

media

Kita Mulai Dengan Membaca

3

media

Setelah mempelajari materi ini, kalian dapat:

Melalui metode tutor sebaya, kalian dapat membaca Q.S. al-Baqarah/2:143 sesuai kaidah tajwid, khususnya
hukum bacaan nun sukun / tanwin dan mim sukun, dengan benar serta terbiasa membaca al-Qur’an dengan
disiplin.

Melalui teknik pembelajaran the power of two, kalian dapat menghafal Q.S. al-Baqarah/2:143 dan hadis
tentang sikap moderat dalam beragama dengan lancar serta terbiasa menghafalkan al-Quran dengan penuh
semangat.

Melalui model pembelajaran discovery learning kalian dapat menjelaskan kandungan Q.S. al-Baqarah/2:143
dan hadis tentang sikap moderat dalam beragama dengan benar serta meyakini kebenaran Islam sebagai
agama yang mengajarkan sikap moderat

Melalui model pembelajaran berbasis masalah, kalian dapat menyelesaikan persoalan hubungan intern
dan antar umat beragama dalam kehidupan sehari-hari dengan baik serta dapat menjalankan agama
secara moderat dalam kehidupan sehari-hari

Melalui model pembelajaran berbasis produk, kalian dapat menulis Q.S. al-Baqarah/2:143 dan hadis tentang
sikap moderat dengan benar dan menyusun pantun yang berisi tentang pentingnya sikap moderat dalam
beragama dengan baik serta tertanam sikap saling menghargai perbedaan antar dan intern umat beragama

4

media

Pembahasan dalam PPT ini mencakup:
1. Hukum Nun Sukun
2. Hukum Mim Sukun
3. QS. Al-Baqarah ayat 143
4. Sejarah Pancasila dan Sikap Moderat

Para Pemimpin Umat Islam

Kata Kunci: • Agama • Moderat • Ummatan Wasatan • Quran • Tajwid • Hukum Nun • Hukum Mim • Al-

Baqarah • Sejarah Pancasila

5

media

Hukum Nun
Sukun

Belajar

Ilmu

Tajwid

6

media

PENGERTIAN

Bacaan nun mati atau tanwin ( ْ ن/ -ْ ٌ-ْ ٌ--ْ ٌ--) adalah hukum

bacaan yang terjadi apabila terdapat nun mati atau

tanwin bertemu dengan salah satu dari huruf Hijaiyah.

Adapun cara membacanya tergantung huruf-huruf yang

mengikuti nun mati atau tanwin tersebut.

7

media

8

media

9

media

1

10

media

• ُهاَنْلَزنَأ ٌباَتِك
ِباَتِكْلا ِلْهَأ ْنِم
• ْمُهْ نَع
• َيِشَخ ْنَمِل
• ُهُلاَم ُهْنَع
• ٌدَحَأ اًوُفُك
• َبَقَو اَذِإ ٍقِساَغ
• َدَسَح اَذِإ ٍدِساَح

• ُهَرَ ي اًْيَْخ ٍةَّرَذ
• َّٰتََّح َيِه ٌمَلََس
ٍرْهَش ِفْلَأ ْنِِّم
• َئِطاَخ ٍةَبِذاَك ٍةَيِصَنَ ٍة
• َلَع ْنِم َناَسنِْلْا َقَلَخ ٍق
• ُْيَْغ ٌرْجَأ ْمُهَلَ ف
• ُهَدنِع ٍدَحَِلِ اَمَو
• ُهُلاَم ُهْنَع ِنِْغُ ي اَمَو

Latihan

Membaca

Izhar

11

media

12

media

2

13

media

Contoh Lain

14

media

3

15

media

Contoh Lain

16

media

4

17

media

5

18

media

Contoh

Ikhfa

sesuai

hurufnya

19

media

Hukum Mim
Sukun

Belajar

Ilmu

Tajwid

20

media

MACAM-MACAM BACAAN MIM MATI

Pengertian

Mim mati atau mim sukun ( ْ م) apabila diikuti dengan huruf

Hijaiyah akan menghasilkan tiga macam hukum.

BACAAN MIM MATI

IDZHAR

SYAFAWI

IDZHAR
SYAFAWI

IKHFA’

SYAFAWI

IKHFA’
SYAFAWI

IDZGHOM

SYAFAWI

IDZGHOM
MUTAMATSILAIN /
IDZGHOM MIMI
1

2

3

21

media

1). Idgham Mutamatsilain atau Idgham Mimmy
Dikatakan idgham mutamatsilain, karena dua huruf yang sama saling berhadapan, yakni mim mati bertemu
dengan huruf mim. Dikatakan idgham mimmy karena huruf mim mati berhadapan dengan huruf mim.
Panjangnya 2-3 harakat.
Cara membacanya adalah dengan memasukkan suara huruf mim mati kedalam huruf mim setelahnya yang
disertai dengan mendengung.

Keterangan

Tertulis

Cara Membaca

م- ْم ِهْيَلَع ْم م َدَصْؤۃ ٌٌ

‘Alaihim Mu’shodah

م- ْم ُهَمَعْطَا ْم ِِّم ٍعْوُج ْن

Ath’amahum Minju’in

م- ْم ِِِّبَر ْم ِِّم ْن

Rabbihim Min

Contoh

22

media

Idgham Mimi

ُتْلَأَساَّم ْمُكَل ْم

َصْؤ م ْمِهْيَلَع ٌةَد م =م

23

media

Latihan 1;

CARILAH HUKUM BACAAN MIM MATI

24

media

2). Ikhfa’ Syafawi
Bacaan ikhfa’ syafawi adalah bacaan yang dibaca secara samar, suara bacaannya berada di bibir.
Disebut bacaan ikhfa’ syafawi apabila ada huruf mim mati diikuti huruf ba’ ( ب). Cara
membacanya adalah dengan secara samar. Makhraj huruf mim dan ba’ berada di bibir..
Panjangnya 2-3 harakat.

Keterangan

Tertulis

Cara Membaca

ب- ْم ُهَو َب ْم َنْوُُِر

Wahum Barizun

ب- ْم ُكُظِعَي ِب ْم ِه

Ya’idhukum Bih

ب- ْم ُ بَر ْم ِب ْمِهِبْنَذ

Rabbuhum Bidzambihim

Contoh

25

media

Ikhfa Syafawi

ِهِب ْمُتْ نُك

ِبْيًغْلِب ْمُ بَر م =ب

26

media

Latihan 2; Carilah Ikhfa’ Syafawi

27

media

3. Izhar Syafawi.

Izhar artinya terang atau jelas.

Syafawi berasal dari kata “syafatun” artinya bibir. Bacaan izhar syafawi

adalah bacaan yang dibaca terang atau jelas. Sedangkan makhraj (tempat
keluarnya) huruf berada di bibir. Huruf yang dibaca terang pada bacaan ini

adalah huruf mim matinya.

Disebut bacaan Izhar Syafawi apabila ada huruf mim mati
( ْ م) diikuti salah satu dari huruf Hijaiyah kecuali mim dan

ba’ ( ب, م).

28

media

Izhar Syafawi

ْمَُلَ ٌماَعَط

َهْ يِف ْمُهَوا

Bertemu dengan

seluruh huruh hijaiyyah

SELAIN م danب

29

media

30

media

Latihan 3; Carilah Izhar Syafawi

31

media

LATIHAN UMUM

Menebak Hukum Bacaan

ٍعْوُج ْنِِّم ْمُهَمَعْطَا

ِالل َنِم ْمَُلَاَمَو
َنْوُلَسْرُم ْمُكْيَلِا

َفْيَكَرَ ت َْلََا
ٌماَعَط ْمَُلَ
ْمَلْعَ ي َْلَاَم

ٍةَْحَْرْوُذ ْمُك بَر

ْلَعَْنَ َْلََا

اَهْ يَلَع ْمُهْذِا

ٌْيَْخ ْمُه

اًعْ بَس ْمُكَقْوَ ف

ِطْسِقلِب ْمُهَ نْ يَ ب

32

media

KESIMPULAN

HUKUM
MIM MATI
Bertemu Huruf BA (ب)

Bertemu Huruf MIM (م)

SELAIN MIM dan BA

Idhgam Mimi

(Mutamatsilayn)

Ikhfa Syafawi

Idhar Syafawi

33

media

Dalil Beragama
dengan Moderat

QS. Al

-

Baqarah

ayat

143

34

media

QS. Al

-

Baqarah

ayat

143

“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan”
agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad)
menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu)

kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti
Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat
berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan
menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada

manusia.” (QS. Al-Baqarah/2:143).

Terjemahan

QS. Al

-

Baqarah

ayat

143

35

media

ْيِهَش ْمكْيلَع لْوُسَّرلا َنْوكَيَو ِساَّنلا ى

لَع َءۤاَدَهُش اْوُنْوكَتِل اًطَسَّو ًةَّما ْمكٰنلَعَج َكِلذكَو اًد

Dan dengan

demikian

(pula)

Kami telah
menjadikan
kamu umat

Islam)
Agar kamu

menjadi

Dan
agar

Arti Kosakata QS. Al-Baqarah

ayat 143

“umat

pertengahan”

Saksi (atas
perbuatan)

Perbuatan
manusia

Rasul

(Muhammad)

َّي ْنَِّمِ لْوُسَّرلا ُعِبَّتَّي ْنَم َملْعَنِل ا
َّ
لِا ٓاَهْيلَع َتْنك ْيِت
َّ
لا َةلْبِقلا اَنلَعَج اَمَو َ ى

لَع ُ ِلَقْن ِِۗ ْيََِق

Dan
tidak

Kami
jadikan

kiblat

Yang

(dahulu)

kamu

berkiblat

kepadanya

melainkan

Agar Kami
mengetahui

Siapa yang
mengikuti

Rasul

Dan
siapa

Yang

berbalik

Ke

belakang

Kepada
kamu

sekalian

Menjadi

saksi

36

media

ُهللّٰا َناك اَمَو ُهللّٰا ىَدَه َنْيِذ
َّ
لا ى

لَع ا
َّ
لِا ًةَرْيِبكل ْتَناك ْنِاَو

Dan sungguh

Sangat
berat

Arti Kosakata QS. Al-Baqarah

ayat 143

Perpindahan

kiblat itu

Kecuali bagi
orang-orang
yang telah

Diberi

petunjuk
oleh Allah

Dan Allah tidak

akan

ٌمْيِحَّر ٌفْوُءَرل ِساَّنلاِب َهللّٰا َّنِا ْمكَناَمْيِا َعْيِضُيِل١٤٣

Menyia-
nyiakan
imanmu

imanmu

Sesungguhnya

Allah

Kepada
manusia

Maha

Pengasih

Maha

Penyayang

37

media

Belajar

Menulis

&

Menghafal

QS. Al

-

Baqarah

ayat

143

38

media

Memahami

Kandungan

QS. Al

-

Baqarah

ayat

143

ًةَّما

اًطَسَّو

Wasathon

Ummatan

Umat

Ayat ini menunjukkan bahwa ajaran Islam bersifat wasath (moderat), sehingga umat yang

mengamalkan ajaran Islam adalah umat moderat.

Pertengahan

umat yang berlaku adil dengan

senantiasa menegakkan keadilan

dan kebenaran serta membela yang

hak dan melenyapkan yang batil

Umat yg berada di posisi tengah antara

orang-orang yg mementingkan keduniaan

dalam kehidupannya dan orang-orang

yang mementingkan akhirat saja.

Penjelasan Tafsir Kemenag

39

media

Adil memiliki tiga dimensi makna, yakni kesamaan, keseimbangan, dan proporsional.

Adil dalam makna kesamaan berarti memberikan perlakuan yang sama dalam menegakkan aturan kepada

semua orang tanpa membedakan latar belakang agama, sosial, ekonomi, maupun politik.

Meskipun demikian adil tidak harus selalu sama. Ada adil dalam dimensi keseimbangan. Misalnya memberikan

fasilitas khusus kepada penyandang disabilitas di sekolah, seperti jalur khusus untuk kursi roda

UMAT YANG

ADIL

Sementara adil dalam makna proporsional berarti menempatkan segala sesuatu pada tempatnya atau

memberikan setiap hak kepada pemiliknya. Misalnya memberikan kesempatan lebih dulu kepada orang yang

datang lebih awal, memilih pengurus OSIS karena kemampuannya, atau menetapkan juara lomba

berdasarkan raihan nilai tertinggi.

40

media

UMAT YANG MODERAT

Moderat berarti menghindari perilaku atau pengungkapan yang ekstrem. Sedangkan ekstrem sendiri berarti sikap yang sangat

keras atau fanatik. Sifat ummatan wasaṭan sebagaimana terdapat dalam Q.S. Al-Baqarah/2:143 adalah sikap moderat

Dengan bersikap moderat, seorang muslim tidak akan hanya bersandar pada kebendaan dan melupakan hak-hak ketuhanan.

Seorang muslim yang moderat akan berada di jalan tengah dengan menyeimbangkan keduanya. Ia tidak akan ekstrem pada

dunia, juga tidak ekstrem pada akhirat saja.

Memisahkan sesuatu yang bersifat duniawi atau kebendaan dari agama disebut dengan sekuler. Sedangkan berlebih-lebihan

dalam agama dikenal dengan istilah guluw (melampaui batas). Keduanya, baik sekuler ataupun melampaui batas dalam

beragama sama-sama berada pada sikap ekstrem.

Posisi tengah antara mementingkan kepentingan dunia dan akhirat, sebagaimana tafsir Q.S. Al-

Baqarah/2:143, dapat diartikan sebagai sebagai sikap moderat.

Dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas (no. 4982), diceritakan bahwa Rasulullah Saw pernah

menjenguk seorang sahabat yang sedang sakit. Rasulullah Saw bertanya, “Apakah kamu berdoa atau meminta sesuatu kepada
Allah?” Ia berkata, “Ya, aku berdoa kepada Allah. Aku berdoa, Ya Allah siksa yang kelak engkau berikan di akhirat, segerakanlah

untukku di dunia.” Rasulullah Saw bersabda, “subhānallah, kamu tidak akan mampu menanggungnya. Mengapa kamu tidak

mengucapkan, rabbanā ātinā fi al-dunya ḥasanah wa fi al-ākhirati ḥasanah wa qinā ażā ba al-nnār (Ya Tuhan kami, berikan

kepada kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan dan peliharalah kami dari azab neraka).”

Q.S. Al-Baqarah/2:143 yang mengajarkan umat Islam untuk mengambil jalan tengah (ummatan wasathan).

41

media

Hadits Nabi tentang Moderat

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Amal seseorang tidak akan pernah

menyelamatkannya”. Mereka bertanya: “Engkau juga, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab:

Begitu juga aku, kecuali jika Allah melimpahkan rahmat-Nya. Maka perbaikilah, tetapi jangan
berlebihan, bersegeralah di pagi dan siang hari. Bantulah itu dengan akhir-akhir waktu malam.

Berjalanlah pertengahan, berjalanlah pertengahan agar kalian mencapai tujuan.”

Hadits Nabi

Kita harus bisa menyeimbangkan dunia dan akhiratnya. Rasulullah Saw mengajarkan agar bekerja giat di pagi dan siang hari

serta beribadah secara khusyuk di akhir waktu malam. Rasululullah juga secara langsung memerintahkan umat Islam agar

berjalan di jalan pertengahan dalam mencapai tujuannya. Artinya agar bersikap moderat dalam segala hal.

42

media

Seseorang yang moderat ia akan berlaku adil. Seorang moderat akan menempatkan urusan dunia

dan akhirat secara seimbang dan proporsional. Sepenting apapun urusan dunia, ia tidak akan

melupakan akhirat. Misalnya pada saat kegiatan OSIS atau pramuka, seorang siswa muslim yang

moderat tidak akan melalaikan kewajiban untuk menjalankan salat lima waktu

Sebaliknya, sekuat apapun keyakinan terhadap agama tidak akan menyebabkan ia melupakan

tanggung jawab dunianya.

Orang bisa berlaku adil apabila ia memiliki sikap moderat. Seorang moderat akan tetap berlaku adil
terhadap siapapun meskipun memiliki pandangan yang berbeda dengan mereka. Misalnya seorang

peserta didik yang tetap menjaga pertemanan dan silaturrahmi dengan teman-temannya yang

berbeda agama ataupun berbeda cara menjalankan agamanya.

Keterkaitan Adil dan Moderat

Berawal dari sikap moderat dan perilaku adil inilah akan muncul toleransi antar sesama. Sikap
moderat akan melahirkan sikap saling menghargai perbedaan di antara sesama. Seorang yang

moderat akan tetap memberikan penghormatan dan penghargaan terhadap orang lain yang berbeda

dengan dirinya. Baik perbedaan pandangan, suku, agama, ras, maupun golongan.

43

media

Sejarah
Pancasila

Dan

Sikap

Moderat

Para

Pemimpin

Umat

Islam

44

media

Sebagian negara
menganut paham

sekuler seperti negara-
negara Barat. Mereka
memisahkan urusan

agama dengan negara

Sebagian lainnya
menjadikan agama

sebagai dasar negara

seperti beberapa negara

di Timur Tengah.

Mereka memandang

bahwa agama mengatur

semua urusan negara

Saat itu di Indonesia

dibentuk Badan

Penyelidik Usaha-Usaha

Persiapan

Kemerdekaan Indonesia

(BPUPKI)

Tarik menarik itu pun terjadi di BPUPKI. Para

pemimpin yang mewakili umat Islam,

menginginkan agar Islam dijadikan sebagai dasar
negara. Alasannya dikarenakan mayoritas rakyat

Indonesia beragama Islam. Selain itu Islam

sebagai dasar negara juga sudah dipraktikkan
dalam kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia.

Namun sebagian menginginkan agar Indonesia

didirikan sebagai negara sekuler yang tidak

berdasarkan pada agama.

45

media

Di tengah tarik menarik dua kutub

ekstrem itu, Piagam

Jakarta ditawarkan sebagai
jalan tengah. Jalan tengah itu
adalah dengan menempatkan
kalimat “Ketuhanan dengan

kewajiban menjalankan syariat

Islam bagi pemeluk-

pemeluknya” pada poin pertama

Piagam Jakarta. Dengan poin
tersebut Indonesia bukanlah
sebuah negara sekuler, bukan
pula negara agama. Melainkan

negara kebangsaan yang
menjunjung tinggi nilai-nilai

agama dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara.

46

media

Para pemimpin umat Islam saat itu menyepakati jalan tengah yang dirumuskan bersama dengan
elemen bangsa yang lain. Para pemimpin umat Islam menyadari bahwa Islam mengajarkan sikap

moderat dalam beragama. Karena itulah mereka menyepakati Piagam Jakarta yang menawarkan jalan

tengah sebagai dasar negara. Bukan sekularisme yang memisahkan agama dengan negara, bukan

pula berbentuk negara agama.

47

media

Poin-poin Piagam Jakarta kemudian dimasukkan dalam pembukaan UUD 1945 yang dibacakan pada

waktu proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

Namun sore hari setelah proklamasi kemerdekaan, ada aspirasi dari wilayah timur Indonesia,

khususnya dari masyarakat Protestan dan Katolik, yang merasa keberatan dengan kalimat “dengan

kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dalam Pembukaan UUD 1945. Aspirasi

itu disampaikan oleh Wakil Presiden Muhammad Hatta kepada para pemimpin umat Islam, yaitu Ki

Bagoes Hadikoesumo, Wachid Hasyim, Kasman Singodimedjo, dan Teuku Hasan.

48

media

Demi persatuan bangsa Indonesia yang baru saja diproklamirkan, para pemimpin umat Islam itu pun menyetujui aspirasi itu. Tujuh
kata yang dipersoalkan oleh masyarakat Protestan dan Katolik di wilayah timur Indonesia itu pun diganti menjadi “Yang Maha Esa”

sehingga berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

49

media

Sikap para pemimpin umat Islam ini menunjukkan cara

beragama yang moderat. Mereka tidak bersikap

ekstrem dengan kepentingan umat Islam yang

diwakilinya. Para pemimpin umat itu juga tidak serta

merta mengabaikan kepentingan umat yang

dipercayakan kepada mereka. Mereka mengambil jalan

tengah yang moderat demi cita-cita bersama, yaitu

Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Cara beragama yang moderat seperti yang dicontohkan para pemimpin
umat Islam di masa lalu itu harus kita teladani bersama sehingga umat

beragama dapat hidup berdampingan secara damai dan harmonis.

50

media

Tentang Penulis

Rian Hidayat, S.Pd.I., M.Pd., Gr

GPAI SMP-SMA Semesta Semarang

Konselor MIBS Semarang

Pengurus MGMP PAI SMA Kota Semarang

Pengurus MGMP PAI SMA Jawa Tengah

FB: Rian Hidayat Abi

IG: @rianhidayatabi

Twitter: @rianhidayatabi

Youtube 1: Rian Hidayat Abi

Youtube 2: Pendidikan Agama Islam

51

media
media

Inspirasi al-Qur’an:
Beragama secara
Moderat

ِمْيِحَّرلا ِنْٰحَّْرلا ِالله ِمْسِب

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 51

SLIDE