Search Header Logo
Inspirasi AL-Qur'an : Indahnya Beragama Secara Moderat

Inspirasi AL-Qur'an : Indahnya Beragama Secara Moderat

Assessment

Presentation

Religious Studies

8th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

MDS Official

Used 8+ times

FREE Resource

17 Slides • 0 Questions

1

media

SMP Negeri 1 Plumbon

Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon

INSPIRASI AL-QUR’AN :
Indahnya Beragama
Secara Moderat

Guru PAI-BP : Moch. Aunur Rofik, S.Pd.I

Universitas Islam Negeri (UIN)
Walisongo Semarang
Program Profesi Guru (PPG) PAI

2

media
media

Tujuan Pembelajaran

“Inspirasi Al-Qur’an : Indahnya Beragama Secara Moderat”

peserta didik dapat membaca Q.S. al-Baqarah/2:143 sesuai kaidah
tajwid, khususnya hukum bacaan nun sukun / tanwin dan mim sukun,
dengan benar serta terbiasa membaca al-Qur’an dengan disiplin

·menghafal Q.S. al-Baqarah /2:143 dan hadis tentang sikap moderat
dalam beragama dengan lancar serta terbiasa menghafalkan al-Quran
dengan penuh semangat,

·menjelaskan kandungan Q.S. al-Baqarah/2: 143 dan hadis tentang sikap
moderat dalam beragama dengan benar serta meyakini kebenaran
Islam sebagai agama yang mengajarkan sikap moderat

peserta didik dapat menulis Q.S. al-Baqarah/2:143 dan hadis tentang
sikap moderat dengan benar dan menyusun pantun yang berisi tentang
pentingnya sikap moderat dalam beragama dengan baik serta
tertanam sikap saling menghargai perbedaan antar dan intern umat
beragama.

Melalui Metode Tutor Sebaya,

Melalui teknik pembelajaran the power of two,

Melalui model pembelajaran discovery learning,

Melalui model pembelajaran berbasis produk

3

media

Moderasi beragama adalah sikap menjaga
keseimbangan dalam menjalankan ajaran

agama, tanpa bersikap ekstrem.

Menghindari dua sikap ekstrem :

Apa itu Moderasi Beragama?

Sikap fanatik yang berlebihan, seperti

memaksakan keyakinan kepada orang

lain.

Sikap yang memisahkan agama

sepenuhnya dari kehidupan sehari-hari.

Ekstremisme Agama

Sekularisme

4

media
media

CIRI-CIRI MODERASI
BERAGAMA?

Keseimbangan: Tidak hanya
fokus pada ibadah akhirat,
tetapi juga menjalankan
tanggung jawab dunia.

Toleransi: Menghormati
keberagaman agama dan
budaya.

Keadilan: Bersikap adil
kepada semua orang tanpa
memandang perbedaan
keyakinan.

5

media

Islam Mengajarkan Keseimbangan

Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat
pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan
agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami
tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya
melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa
yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat
berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah
tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih,
Maha Penyayang kepada manusia. (Al-Baqarah/2:143)

6

media
media

UMMATAN WASHATHON :

Adil memiliki tiga dimensi makna, yakni

kesamaan, keseimbangan, dan proporsional.

Adil dalam makna kesamaan berarti

memberikan perlakuan yang sama dalam
menegakkan aturan kepada semua orang
tanpa membedakan latar belakang agama,

sosial, ekonomi, maupun politik. Meskipun

berbeda agama, status sosial, ekonomi, pilihan

politik, bahkan ada ketidaksukaan ataupun
ketidakcocokan terhadap seseorang, tidak
boleh dijadikan alasan untuk memberikan

perlakuan yang berbeda. Semua harus

diperlakukan secara sama sesuai ketentuan

aturan yang berlaku.

Posisi tengah antara mementingkan kepentingan

dunia dan akhirat, sebagaimana tafsir Q.S. Al-

Baqarah/2:143, dapat diartikan sebagai sebagai

sikap moderat. Moderat berarti menghindari
perilaku atau pengungkapan yang ekstrem.
Sedangkan ekstrem sendiri berarti sikap yang

sangat keras atau fanatik. Sifat ummatan wasaan
sebagaimana terdapat dalam Q.S. AlBaqarah/2:143

adalah sikap moderat.

Dengan bersikap moderat, seorang muslim tidak

akan hanya bersandar pada kebendaan dan

melupakan hak-hak ketuhanan. Akan tetapi seorang
muslim juga tidak akan berlebih-lebihan dalam soal

agama sehingga melepaskan diri dari segala

kenikmatan duniawi. Seorang muslim yang moderat

akan berada di jalan tengah dengan

menyeimbangkan keduanya. Ia tidak akan ekstrem
pada dunia, juga tidak ekstrem pada akhirat saja.

Umat yang Adil
Umat yang Moderat

1

2

7

media
media

Terkait dengan jalan tengah tersebut, rasulullah

saw. juga bersabda sebagai berikut :

Performance Expectations
Of Employees & Superiors

Setting Performance
Standards

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Amal seseorang tidak akan
pernah menyelamatkannya”. Mereka bertanya: “Engkau juga, wahai Rasulullah?” Beliau
menjawab: “Begitu juga aku, kecuali jika Allah melimpahkan rahmat-Nya. Maka perbaikilah,
tetapi jangan berlebihan, bersegeralah di pagi dan siang hari. Bantulah itu dengan akhir-
akhir waktu malam. Berjalanlah pertengahan, berjalanlah pertengahan agar kalian
mencapai tujuan.”

8

media
media
media
media
media

Ibadah dan

Kehidupan Dunia

Ekonomis Sosial :

Ilmu Pengetahuan

·Seorang Muslim melaksanakan
salat, tetapi juga bekerja untuk
memenuhi kebutuhan hidup.

1.

Menjaga keseimbangan antara
tugas agama dan tanggung
jawab sosial.

2.

·Islam

mengajarkan

untuk

mencari rezeki dengan halal
dan

berbagi

kepada

yang

membutuhkan (zakat, sedekah).

·Menuntut ilmu dunia (seperti
sains dan teknologi) dan ilmu
agama sebagai bagian dari
ibadah.

Contoh Keseimbangan

dalam Islam

Pesan Utama : Islam mengajarkan agar kita menjadi umat yang tidak hanya fokus pada satu aspek saja,

tetapi menyeimbangkan dunia dan akhirat.

9

media

Menciptakan harmoni dalam kehidupan
bermasyarakat.

Menguatkan persatuan dan kesatuan di masyarakat.

Mencegah konflik yang timbul akibatMencegah konflik yang timbul akibat
perbedaan agama atau budaya.perbedaan agama atau budaya.

Manfaat Toleransi :

1

2

3

10

media
media
media
media
media
media

Contoh Nyata Moderasi Beragama

di Cirebon, Jawa Barat :

Masjid ini adalah simbol toleransi di mana
arsiteknya

berasal

dari

berbagai

latar

belakang budaya dan agama.
·Masyarakat sekitar, baik Muslim maupun
non-Muslim,

turut

menjaga

keberadaan

masjid

ini

sebagai

bagian

dari

warisan

budaya bersama.

Di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati,
pengunjung dari berbagai latar belakang

agama sering datang untuk berziarah.

Kehadiran budaya ziarah ini menunjukkan
bagaimana Islam di Cirebon menghormati

dan mengakomodasi tradisi masyarakat

setempat yang masih menghormati leluhur.

Sebuah tradisi di Cirebon yang mempererat
hubungan

antarumat

beragama

melalui

kegiatan budaya.
Dalam tradisi ini, umat Muslim dan non-
Muslim bergotong royong dalam perayaan
budaya lokal seperti Grebeg Syawal atau
tradisi Sedekah Bumi

Komunitas lintas agama di Cirebon, seperti
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), aktif
mengadakan dialog untuk menjaga perdamaian.
Mereka berperan dalam menyelesaikan konflik
dengan pendekatan moderat dan dialog terbuka.

Masjid Sang Cipta Rasa dan
Keraton Kasepuhan :

Keberagaman dalam Kompleks

Makam Sunan Gunung Jati

Tradisi Ngarumat Duduluran:

Kerjasama Antarumat Beragama:

11

media
media

Sejarah Moderasi dalam

Pancasila

Setting Performance
Standards

pada waktu Pancasila sedang didiskusikan di Badan Penyelidik
Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), negara-
negara di dunia berada pada dua titik ekstrem. Sebagian negara
menganut paham sekuler seperti negara-negara Barat. Mereka
memisahkan urusan agama dengan negara. Sebagian lainnya
menjadikan agama sebagai dasar negara seperti beberapa
negara di Timur Tengah. Mereka memandang bahwa agama
mengatur semua urusan negara.

Tarik menarik itu pun terjadi di BPUPKI. Para pemimpin yang
mewakili umat Islam, menginginkan agar Islam dijadikan sebagai
dasar negara. Alasannya dikarenakan mayoritas rakyat Indonesia
beragama Islam. Selain itu Islam sebagai dasar negara juga sudah
dipraktikkan dalam kerajaankerajaan Islam di Indonesia. Namun
sebagian menginginkan agar Indonesia didirikan sebagai negara
sekuler yang tidak berdasarkan pada agama.

12

media
media

Sejarah Moderasi dalam

Pancasila

Performance Expectations
Of Employees & Superiors

Setting Performance
Standards

Di tengah tarik menarik dua kutub ekstrem itu, Piagam Jakarta
ditawarkan sebagai jalan tengah. Jalan tengah itu adalah dengan
menempatkan

kalimat

“Ketuhanan

dengan

kewajiban

menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” pada poin
pertama Piagam Jakarta. Dengan poin tersebut Indonesia
bukanlah sebuah negara sekuler, bukan pula negara agama.
Melainkan negara kebangsaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai
agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Para pemimpin umat Islam saat itu menyepakati jalan tengah
yang dirumuskan bersama dengan elemen bangsa yang lain. Para
pemimpin umat Islam menyadari bahwa Islam mengajarkan sikap
moderat dalam beragama. Karena itulah mereka menyepakati
Piagam Jakarta yang menawarkan jalan tengah sebagai dasar
negara. Bukan sekularisme yang memisahkan agama dengan
negara, bukan pula berbentuk negara agama.

13

media
media

Sejarah Moderasi dalam

Pancasila

Performance Expectations
Of Employees & Superiors

Setting Performance
Standards

Poin-poin

Piagam

Jakarta

kemudian

dimasukkan

dalam

pembukaan UUD 1945 yang dibacakan pada waktu proklamasi
kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Namun sore hari setelah
proklamasi

kemerdekaan,

ada

aspirasi

dari

wilayah

timur

Indonesia, khususnya dari masyarakat Protestan dan katolik, yang
merasa

keberatan

dengan

kalimat

“dengan

kewajiban

menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dalam
Pembukaan UUD 1945. Aspirasi itu disampaikan oleh Wakil Presiden
Muhammad Hatta kepada para pemimpin umat Islam, yaitu Ki
Bagoes Hadikoesumo, Wachid Hasyim, Kasman Singodimedjo, dan
Teuku Hasan.
Demi persatuan bangsa Indonesia yang baru saja diproklamirkan,
para pemimpin umat Islam itu pun menyetujui aspirasi itu. Tujuh
kata yang dipersoalkan oleh masyarakat Protestan dan Katolik di
wilayah timur Indonesia itu pun diganti menjadi “Yang Maha Esa”
sehingga berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Jadilah Pancasila
dengan lima sila seperti yang selalu kalian baca pada waktu
upacara bendera.

14

media
media

Sejarah Moderasi dalam

Pancasila

Performance Expectations
Of Employees & Superiors

Setting Performance
Standards

Sikap para pemimpin umat Islam ini menunjukkan cara beragama
yang moderat. Mereka tidak bersikap ekstrem dengan kepentingan
umat Islam yang diwakilinya. Para pemimpin umat itu juga tidak
serta merta mengabaikan kepentingan umat yang dipercayakan
kepada mereka. Mereka mengambil jalan tengah yang moderat
demi cita-cita bersama, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh karena sikap beragama yang moderat inilah, bangsa
Indonesia yang majemuk bisa hidup secara harmonis seperti
sekarang

ini.

Salah

satu

contohnya

adalah

keharmonisan

masyarakat Kampung Puncak Liur, Desa Ranamese, Kecamatan
Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur
sebagaimana sudah kalian baca di rubrik Mari Bertafakur. Masih
banyak contoh lainnya di kampung-kampung di seluruh penjuru
tanah air yang juga mempraktikkan kehidupan keberagamaan
yang moderat sehingga bisa hidup berdampingan secara
harmonis.

15

media

Sejarah Moderasi dalam
Pancasila

Tanpa sikap moderat yang dihadirkan
oleh para pemimpin umat Islam di
BPUPKI, keharmonisan seperti itu
mustahil terjadi. Dengan demikian, cara
beragama yang moderat seperti yang
dicontohkan para pemimpin umat
Islam di masa lalu itu harus kita
teladani bersama sehingga umat
beragama dapat hidup berdampingan
secara damai dan harmonis.

16

media

SOAL 1

Tanpa sikap moderat yang dihadirkan
oleh para pemimpin umat Islam di
BPUPKI, keharmonisan seperti itu
mustahil terjadi. Dengan demikian, cara
beragama yang moderat seperti yang
dicontohkan para pemimpin umat
Islam di masa lalu itu harus kita
teladani bersama sehingga umat
beragama dapat hidup berdampingan
secara damai dan harmonis.

17

media

F o r Y o u r A t t e n t i o n
Thank You

media

SMP Negeri 1 Plumbon

Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon

INSPIRASI AL-QUR’AN :
Indahnya Beragama
Secara Moderat

Guru PAI-BP : Moch. Aunur Rofik, S.Pd.I

Universitas Islam Negeri (UIN)
Walisongo Semarang
Program Profesi Guru (PPG) PAI

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 17

SLIDE