Search Header Logo
MODUL 4 IX (DOKUMENTASI MUSIK)

MODUL 4 IX (DOKUMENTASI MUSIK)

Assessment

Presentation

Arts

9th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Agus Sulistio

Used 10+ times

FREE Resource

7 Slides • 0 Questions

1

​MENGENAL DOKUMENTASI MUSIK

media

​Kelas : IX
Semester : Ganjil
SMP NEGERI 3 SEGEDONG

2

3

Tujuan Pembelajaran Bab

1. Memperkenalkan teknologi perekaman dan penyuntingan sederhana sebagai bagian dari dokumentasi musik.

2. Mendorong peserta didik untuk melakukan kreasi musik menggunakan teknologi perekaman dan penyuntingan sederhana.

3. Menambah wawasan pada peserta didik tentang bidang musik yang berkaitan dengan teknologi, dokumentasi, dan distribusi karya.

4. Mendorong peserta didik untuk melakukan refleksi, membagikan pengalaman, dan menunjukkan karya yang diperoleh dari proses dokumentasi musik.

media

4

1. Perkembangan Teknologi Perekaman

Dalam keseharian, kita sering mendengarkan musik yang diputar melalui berbagai media. Kita bisa mendengar musik di radio, televisi, dan berbagai gawai elektronik melalui banyak aplikasi pemutar musik. Seluruh musik yang kita dengar melalui peranti-peranti tersebut adalah hasil dokumentasi musik yang kerap disebut rekaman atau recording. Perekaman pada dasarnya adalah bentuk reproduksi musik, yakni sebuah kegiatan memproduksi ulang bunyi yang dihasilkan untuk diolah dan disimpan dalam media berbeda. Berbeda dengan penampilan musik langsung (live) yang hanya dapat disaksikan saat pertunjukan berlangsung, rekaman musik memungkinkan kita untuk mendengar dan memutar musik berulang-ulang di berbagai waktu.

Selain memudahkan pendengar untuk memutar-ulang musik yang digemari, teknologi perekaman juga memiliki berbagai pengaruh dalam dunia musik. Adanya teknologi perekaman memunculkan peluang distribusi dan penjualan karya musik dalam bentuk piringan hitam, kaset pita, CD, hingga data digital. Bahkan pada masa kini ketika segala sesuatu terhubung dengan internet, teknologi perekaman musik mengalami perkembangan yang jauh lebih pesat. Karya seorang musisi dapat didengarkan oleh banyak orang di berbagai belahan dunia. Saat ini lazim dijumpai musisi yang berkolaborasi dengan musisi lain tanpa harus bertatap muka secara langsung. Kolaborasi dilakukan secara virtual dengan bantuan internet atau yang populer dengan istilah kolaborasi virtual.

Teknologi berkembang semakin pesat dari waktu ke waktu. Begitu pula dengan teknologi perekaman musik. Berikut adalah penjelasan tentang beberapa teknologi perekaman musik yang berkembang dari masa ke masa.

5

a. Perekaman Akustik

Teknologi perekaman yang demikian canggih pada masa modern ini memiliki asal-usul panjang yang bermula dari perekaman akustik. Metode perekaman akustik banyak dilakukan pada akhir 1800-an menggunakan phonautograph. Phonautograph ditemukan oleh Édouard-Léon Scott de Martinville (1817-1879) seorang pencetak dan penjual buku berkebangsaan Prancis. Phonautograph berupa sebuah corong bermembran yang terhubung dengan besi tipis seperti jarum yang disebut stylus. Corong berguna untuk menangkap bunyi akustik. Ketika sebuah bunyi tertangkap, getaran dari bunyi akan menggetarkan membran di dalam corong yang terhubung ke stylus. Kemudian, stylus akan bergerak mengikuti getaran membran hingga mengenai sebuah rol silinder yang terbuat dari lilin. Gerakan stylus meninggalkan pola tertentu pada permukaan lilin yang merepresentasikan gelombang bunyi yang ditangkap. Akan tetapi, jangan membayangkan hasil rekaman metode akustik terdengar sejelas rekaman audio pada saat ini. Metode perekaman akustik memiliki banyak kelemahan terutama pada aspek kemiripan rekaman dengan bunyi asli. Hal itu dikarenakan teknologi yang ada belum mampu menangkap bunyi dengan rentang frekuensi yang lebar. Sebagai contoh, hanya instrumen-instrumen yang memiliki bunyi keras yang dapat direkam dengan jelas. Instrumen yang dimaksud misalnya alat tiup logam (brass). Akibatnya, diperlukan penyesuaian instrumen yang digunakan dalam sebuah lagu untuk mengikuti daya tangkap alat rekam.

media

​Gramofon

6

Pada perkembangannya, perekaman akustik mengganti rol lilin berbentuk silinder menjadi berbentuk piringan sebagai media penyimpan rekaman. Salah satu alat rekam dengan metode akustik yang banyak digunakan adalah fonograf atau gramofon. Selain dapat digunakan untuk merekam, alat tersebut juga dapat digunakan untuk memutar ulang rekaman yang ada pada piringan hitam atau yang sering disebut long play (LP).

media

​Long Play

7

Teknologi perekaman kembali berkembang dengan digunakannya mikrofon sebagai penangkap bunyi pada sekitar tahun 1925. Mikrofon merupakan sebuah transduser yang mengonversi bunyi akustik menjadi sinyal elektrik sehingga sinyal ini dapat diamplifikasi. Jauh sebelum 1925, konsep mikrofon sudah hadir dengan berbagai desain dan bahan. Salah satu yang turut mengembangkan mikrofon adalah Alexander Graham Bell pada tahun 1870-an. Meskipun demikian, kredit untuk penemu mikrofon diberikan kepada David Edward Hughes yang mengembangkan mikrofon karbon dengan kualitas suara yang jauh lebih baik.

media

​Microfon

​MENGENAL DOKUMENTASI MUSIK

media

​Kelas : IX
Semester : Ganjil
SMP NEGERI 3 SEGEDONG

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 7

SLIDE