
Intensif EYD
Presentation
•
World Languages
•
University
•
Practice Problem
•
Medium
IRVAN PAKSI EKANANTO
Used 10+ times
FREE Resource
29 Slides • 24 Questions
1
INTENSIF UTBK
By IRVAN PAKSI EKANANTO
2
EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (EYD)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca. Kaidah ejaan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Yang Di-sempurnakan (PUEBI) atau kini disebut EYD.
3
Open Ended
menurut dr Andi SpOG pasien harus istirahat total
coba perbaiki kalimat diatas agar sesuai dengan EYD!
4
Penggunaan Huruf Kapital
Penggunaan huruf kapital menurut PUEBI/EYD adalah sebagai berikut:
1) Unsur nama orang.
2) Unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, nama instansi, dan nama tempat.
3) Nama gelar kehormatan, keagamaan, dan keturunan yang diikuti nama orang.
4) Dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama tahun dan kitab suci termasuk kata ganti untuk Tuhan.
5) Pada awal kalimat dalam petikan langsung.
6) Huruf pertama pada awal kalimat.
7) Unsur nama negara, lambang pemerintahan, serta nama dokumen resmi.
8) Nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
9) Nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
10) Nama geografi. Jika nama geografi digunakan sebagai nama jenis, nama geografi tersebut ditulis dengan huruf kecil.
11) Unsur singkatan nama orang, gelar, dan sapaan.
12) Semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, judul karangan, kecuali kata tugas, kata depan, dan kata hubung.
13) Setiap unsur bentuk ulang sempurna yang dipakai sebagai nama badan, lembaga pemerintah serta nama dokumen resmi.
14) Kata penunjuk hubungan kekerabatan yang dipakai sebagai sapaan atau pengacuan.
5
Multiple Choice
Perhatikan kalimat berikut!
"Sudah empat minggu mutiara mencari anak Kucing Persianya yang hilang."
Perbaikan penggunaan huruf kapital yang benar adalah...
Sudah empat Minggu mutiara mencari anak kucing Persianya yang hilang.
Sudah empat minggu Mutiara mencari anak Kucing Persianya yang hilang.
Sudah empat minggu Mutiara mencari anak kucing persianya yang hilang.
Sudah empat minggu Mutiara mencari anak kucing Persianya yang hilang.
6
Multiple Choice
Pilih kalimat dengan penggunaan huruf kapital yang tepat!
Ibu membeli gula jawa di pasar.
Kami akan berlibur ke pulau bali.
Ayah bekerja di kantor gubernur DKI jakarta.
Mereka tinggal di jalan merdeka nomor 10.
7
Penggunaan Huruf Miring
Menuliskan judul buku, majalah, surat kabar, dan karya tulis yang berdiri sendiri.
contoh: Aku baru saja membaca Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Menuliskan kata atau istilah asing yang belum diserap ke dalam bahasa Indonesia.
contoh: Dia sering menggunakan kata self-reminder untuk mengingatkan dirinya sendiri.
Menuliskan nama ilmiah atau taksonomi dalam bahasa Latin.
contoh: kucing domestik disebut Felis catus dalam klasifikasi ilmiah.
8
Multiple Choice
Manakah judul yang BENAR penulisannya sesuai dengan kaidah EYD?
Majalah Tempo memuat berita tersebut di halaman utama.
Saya membaca koran Republika setiap pagi.
Saya mengutip buku Filsafat Ilmu, bab "Epistemologi Modern".
Novel "Perahu Kertas" dikarang oleh Dee Lestari.
Dia membaca Time dan Kompas setiap akhir pekan.
9
Penggunaan Tanda Baca
Tanda Titik (.)
Penggunaan tanda titik menurut PUEBI/EYD adalah sebagai berikut.
a. Mengakhiri kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
b. Menuliskan gelar dan nama yang disingkat.
Contoh: Prof. Danudirja, Siti Amalia, S.Pd., J. Robert Kusuma
c. Digunakan di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
Contoh:1. Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf apabila angka atau huruf tersebut sudah bertanda kurung.
10
Lanjutan...
d. Memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.
Contoh: Pukul 12.10
e. Digunakan di antara nama penulis, judul tulisan, yang tidak berakhir dengan tanda tanya, tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.
Contoh: Kusuma, Indah. 2008. Teori Sastra. Jakarta: Gramedia.
f. Memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya, tetapi tidak dipakai jika tidak menunjukkan jumlah.
Contoh:Jumlah penduduk Desa Sejati sebanyak 1.500 jiwa.
g. Tanda titik tidak digunakan pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.
11
Multiple Choice
Pilihlah kalimat dengan penggunaan tanda titik yang benar!
Jumlah penduduk kota itu mencapai 1.500.000 orang.
Jumlah penduduk kota itu mencapai 1.500.000. orang.
Jumlah penduduk kota itu mencapai 1.500.000
Jumlah penduduk kota itu mencapai 1.500.000 orang
12
Tahun tanpa tanda kurung
Format: Nama. Tahun. Judul. Penerbit.
Umum dalam studi sastra, bahasa, dan humaniora.
Sering digunakan dalam sejarah dan bisnis.
Modern Language Association (MLA) atau Chicago Manual Style.
Tahun dalam tanda kurung (....)
Format: Nama. (Tahun). Judul. Penerbit.
Umum dalam psikologi, pendidikan, dan ilmu sosial.
American Psychological Association (APA)
Tahun Terbit dalam Daftar Pustaka
13
Multiple Choice
Manakah penggunaan tanda titik yang benar dalam daftar pustaka?
Siregar, B (1992) Metode Penelitian. Jakarta: Gramedia.
Siregar, B., 1992, Metode Penelitian, Jakarta: Gramedia.
Siregar B. 1992. Metode Penelitian. Jakarta Gramedia.
Siregar, B. (1992). Metode Penelitian. Jakarta: Gramedia.
14
Multiple Choice
Pilihlah kalimat dengan penggunaan tanda titik yang benar!
Pertemuan akan diadakan pada pukul 10.00. WIB.
Pertemuan akan diadakan pada pukul 10.00 WIB.
Pertemuan akan diadakan pada pukul 10.00 wib.
Pertemuan akan diadakan pada pukul 10.00 WIB
15
Tanda titik dua (:)
Penggunaan tanda titik dua menurut PUEBI/EYD adalah sebagai berikut.
a. Mengakhiri suatu pernyataan jika diikuti rangkaian atau pemerian. (Pemerian itu sama dengan penjelasan atau uraian yang lebih rinci tentang sesuatu. Biasanya, pemerian berisi daftar, rincian, atau keterangan tambahan dalam sebuah kalimat)
Contoh: Ibu membeli sayur-sayuran: bayam, sawi, wortel, dan kangkung.
b. Tanda titik dua tidak digunakan jika rangkaian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Contoh: Kita memerlukan kertas, penggaris, dan pensil.
c. Digunakan sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Contoh: Ketua : Sabti Yunia, Sekretaris: Nur Indah
d. Digunakan di antara jilid, di antara bab dan ayat dalam kitab suci, di antara judul dan anak judul, serta nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.
Contoh: "Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53)
e. Digunakan dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku percakapan.
Contoh: Ayah: "Ayo kita berangkat!" , Adik: "Baik, Yah."
16
Bedanya....
Tanda titik dua (:) cuma boleh dipakai kalau bagian setelahnya bukan pelengkap langsung.
Coba perhatiin contoh ini:
❌ Salah:
Kakak membeli: roti, susu, dan keju.
(Ini salah karena “roti, susu, dan keju” adalah pelengkap langsung dari “membeli.” Jadi, nggak perlu titik dua.)
✅ Benar:
Yang dibeli kakak adalah: roti, susu, dan keju.
(Nah, ini boleh pakai titik dua karena ada kata “adalah,” jadi kalimat pertama udah selesai duluan sebelum daftar makanan.)
17
Multiple Choice
Manakah penggunaan tanda titik dua yang benar dalam dialog?
Kami akan mengunjungi tiga kota ini: Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Kami akan mengunjungi: Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Kami akan mengunjungi tiga kota ini, yaitu: Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Kami akan mengunjungi tiga kota ini yaitu Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
18
Tanda Baca Koma (,)
Penggunaan tanda koma menurut PUEBI/EYD adalah sebagai berikut.
a. Digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
b. Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara.
c. Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat, jika anak kalimat itu mendahului induk kalimat.
Contoh:
Karena sakit, Rara tidak masuk sekolah.
d. Tanda koma tidak digunakan untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.
Contoh: Dia akan pergi kalau hari ini tidak hujan.
e. Digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun, begitu, dan akan tetapi.
f. Memisahkan kata seperti o, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat dalam kalimat.
g. Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Namun, tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung yang diakhiri dengan tanda baca tanya atau tanda seru.
h. Digunakan dalam penulisan surat, yaitu di antara nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat dan tanggal, serta nama tempat yang ditulis berurutan.
Contoh: Yogyakarta, 5 Juli 2018 Jakarta, Indonesia
19
Lanjutan...
i. Memisahkan nama pengarang yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
j. Digunakan di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
k. Digunakan di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya yang membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
I. Digunakan di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. Contoh: Rp10.000,00.
m. Mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
n. Digunakan untuk menghindari salah baca di belakang keterangan awal kali-mat.
20
Multiple Choice
Perhatikan kalimat berikut ini!
"Ibu membeli buah-buahan: apel, melon, dan jeruk."
Kesalahan penggunaan tanda baca dalam kalimat di atas adalah ….
tanda koma sebelum kata "melon"
tanda titik dua setelah kata "buah-buahan"
tanda koma sebelum kata "dan"
tanda titik di akhir kalimat
21
Multiple Choice
Perhatikan kalimat berikut!
"Di dalam kelas terdapat kursi meja papan tulis dan lemari."
Tanda koma yang tepat dalam kalimat di atas adalah ….
Di dalam kelas, terdapat kursi, meja, papan tulis, dan lemari.
Di dalam kelas terdapat kursi meja, papan tulis, dan lemari.
Di dalam kelas, terdapat kursi, meja, papan tulis dan lemari.
Di dalam kelas terdapat kursi, meja, papan tulis, dan lemari.
22
Tanda Titik Koma (;)
Penggunaan titik koma menurut PUEBI/EYD adalah sebagai berikut.
a. Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara.
Contoh: Malam makin larut; pekerjaan belum selesai.
b. Memisahkan kalimat yang setara di kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Contoh: Ayah mencuci mobil di teras; Ibu memasak di dapur; Adik bermain di ruang tengah; saya sendiri asyik menonton tele-visi.
c. Digunakan pada akhir perincian yang berupa klausa.
d. Memisahkan bagian-bagian perincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma> Peserta seminar berasal dari Jakarta, Indonesia; Kuala Lumpur, Malaysia; dan Bangkok, Thailand.
23
Multiple Choice
Perhatikan kalimat berikut!
"Ali sedang belajar di ruang tamu, ayah membaca koran di teras rumah."
Kalimat tersebut mengalami kesalahan dalam penggunaan tanda baca. Perbaikannya adalah ….
Ali sedang belajar di ruang tamu ayah membaca koran di teras rumah.
Ali sedang belajar di ruang tamu. Ayah membaca koran di teras rumah.
Ali sedang belajar di ruang tamu; ayah membaca koran di teras rumah.
Ali sedang belajar di ruang tamu: ayah membaca koran di teras rumah.
24
Multiple Choice
Pilihlah kalimat yang menggunakan tanda titik koma (;) dengan benar.
Aku membeli buah di pasar: apel, jeruk, dan pisang; sayur di warung: bayam, kangkung, dan sawi; serta daging di supermarket.
Ibu memasak berbagai hidangan; seperti nasi goreng, ayam bakar, dan sup ayam, serta menyiapkan minuman.
Kami mengunjungi beberapa kota saat liburan; yaitu, Yogyakarta, Bandung, dan Malang.
Adik membawa bekal berupa roti isi, jus jeruk, dan pisang goreng; sedangkan aku hanya membawa air putih.
Setiap akhir pekan, aku menghabiskan waktu dengan membaca novel; menonton film; dan bermain game.
25
Tanda Hubung
Penggunaan tanda hubung menurut PUEBI/EYD adalah sebagai berikut.
a. Menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
Contoh:Thomas mengungkapkan bahwa kini ada cara baru untuk mengukur kedalaman laut yaitu dengan ca-ra echosounder.
b. Menyambung unsur-unsur kata ulang.
Contoh: ibu-ibu, ubur-ubur, teka-teki, kehitam-hitaman.
c. Menyambung huruf kata yang dieja satu bagian dan juga untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun yang ditulis dengan angka.
Contoh: k-e-t-u-a, 6-7-2018.
d. Memperjelas hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan dan penghilangan bagian kelompok kata.
Contoh: ber-evolusi, dua-puluh lima-ribuan (20×5.000), kesetiakawanan-sosial bandingkan dengan be-revolusi, dua-puluh-lima-ribuan (1×25.000), dan kese-tiakawanan sosial.
26
Multiple Select
Pilihlah kalimat yang menggunakan tanda hubung (-) dengan benar.
Pak Tono adalah seorang mantan-atlet nasional yang kini menjadi pelatih.
Ibu membeli dua puluh-lima kilogram beras untuk keperluan acara keluarga.
Novel itu mengisahkan tentang kehidupan anak-anak di daerah pesisir.
Mahasiswa dari berbagai latar-belakang sosial mengikuti seminar tersebut.
Pameran seni itu menampilkan karya-karya seniman muda dari berbagai daerah.
27
Multiple Select
Pilihlah kalimat yang menggunakan tanda hubung dengan benar.
Perusahaan itu mencari calon-karyawan yang berpengalaman.
Tahun ajaran baru dimulai pada bulan Juli-Agustus setiap tahunnya.
Kakak sedang mempersiapkan seminar bertema ekonomi-mikro.
Orang tua harus memahami perkembangan anak-anaknya dengan baik.
Adik membeli sepatu berwarna biru-tua di toko itu.
28
Tanda Garis Miring
a. Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
Contoh: No. 7/PK/1973
b. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau, tiap.
Contoh: harganya Rp25,00/lembar (harganya Rp25,00 tiap lembar).
29
Multiple Choice
Manakah di bawah ini menggunakan tanda miring (/) dengan benar?
Harga kertas itu ternyata Rp. 250,00/lembar
Ayah sedang mandi dan adik sedang memasak.
Riko bingung harus memilih kiko/es teler.
Surat No. 27/B/U/L/A/N/09/2001
30
Kata Baku
Kata baku adalah kata yang cara pengucapan atau penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar atau kaidah-kaidah yang telah dibakukan, seperti yang tercantum dalam pedoman ejaan (PUEBI/EYD), tata bahasa baku, ataupun kamus umum.
Ciri-ciri kata baku adalah sebagai berikut:
1. Tidak dipengaruhi bahasa lain
2. Bukan merupakan bahasa percakapan
3. Tidak Rancu
4. Pemakaian imbuhan dinyatakan secara eksplisit
5. Pemakaian kata sesuai dengan konteks kalimat
6. Tidak mengandung arti pleonasme (berlebihan)
7. Tidak mengandung hiperkorek
31
Kata Tidak Baku
Kata tidak baku adalah kata yang cara pengucapan atau penulisannya tidak sesuai dengan kaidah standar atau kaidah-kaidah yang telah dibakukan.
32
Resiko
Respon
Terlantar
Yunior
Otodidak
Kata Tidak Baku
Risiko
Respons
Telantar
Junior
Autodidak
Kata Baku
Kata Baku dan Tidak Baku
33
Categorize
aktivitas
antre
apotek
atlet
cabai
cendera mata
dekret
detergen
februari
fondasi
aktifitas
antri
apotik
athelet
cabe
cinderamata
dekrit
deterjen
pebruari
pondasi
Kelompokkan sesuai dengan kategorinya masing-masing
34
Categorize
fotokopi
gizi
higienis
ijazah
insaf
karier
konferensi
lubang
napas
objek
photo copy
gisi
higien
ijasah
insyaf
karir
konfrensi
lobang
nafas
obyek
Kelompokkan sesuai dengan kategorinya masing-masing
35
Multiple Choice
Pilihlah kata yang merupakan bentuk baku:
Aktifitas
Apotik
Karir
Aktivitas
36
Multiple Choice
Manakah perbaikan kata yang tidak baku dalam kalimat berikut yang benar?
"Ibu menasehati adik agar selalu berhati-hati saat bermain di luar rumah."
Menasehati → Menasihati
Berhati-hati → Hati-hati
Bermain → Permainan
Rumah → Hunian
Tidak perlu perbaikan
37
Multiple Choice
Bacalah teks berikut dengan saksama!
"Dalam diskusi ilmiah tersebut, pembicara menekankan pentingnya efisiensi dalam produksi energi. Ia juga menyoroti berbagai resiko yang mungkin terjadi akibat kelalaian dalam pengelolaan sumber daya."
Manakah perbaikan kata tidak baku yang tepat dalam teks tersebut?
Ilmiah → Ilmia
Efisiensi → Efisien
Resiko → Risiko
Produksi → Produksional
Tidak ada perbaikan
38
Kutipan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kutipan adalah pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkukuh argumen dalam tulisan.
39
Kutipan Langsung
Kutipan langsung adalah kutipan yang dilakukan terhadap suatu kalimat yang sesuai dengan aslinya tanpa diubah sedikitpun. Cara merujuk kutipan langsung:
Pada kutipan yang berisi kurang dari 40 kata dan nama penulis disebutkan pada bagian awal kalimat, maka nama penulis ditulis secara lengkap dengan diikuti tahun terbit dan nomor halaman dalam tanda kurung. Kutipan langsung ditulis di antara tanda kutip ("....") sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama.
Contoh: Hari Poerwanto (2010:139) menyatakan, "Perubahan suatu lingkungan dapat pula mengakibatkan terjadinya perubahan kebudayaan."
Pada kutipan yang berisi kurang dari 40 kata dan nama penulis ditulis di bagian akhir kutipan, maka kutipan langsung ditulis dalam tanda petik dua ("....") dan nama akhir penulis ditulis dengan diikuti tahun terbit, tanda titik dua, dan nomor halaman dalam tanda kurung.
contoh: Seorang ahli antropologi menyatakan, "Perubahan suatu lingkungan dapat pula mengakibatkan terjadinya perubahan kebudayaan." (Poerwanto, 2010:139).
40
lanjutan....
Pada kutipan yang berisi 40 kata atau lebih, ditulis tanpa tanda kurung dan terpisah dari teks yang mendahului. Kutipan ditulis atau diketik menjorok masuk 1 cm atau lima spasi dari batas margin kiri tulisan
Contoh:
Sehubungan dengan kegiatan menulis tersebut, Nurjamal, Sumirat, & Darwis (2013: 4) menjelaskan sebagai berikut. Menulis merupakan keterampilan berbahasa aktif. Menulis merupakan kemampuan puncak seseorang untuk dikatakan terampil berbahasa. Menulis merupakan keterampilan yang sangat kompleks. Menulis juga merupakan media untuk melestarikan dan menyebarluaskan informasi dan ilmu pengetahuan.
Sehubungan dengan hal tersebut, kegiatan menulis dijelaskan sebagai berikut. Menulis merupakan keterampilan berbahasa aktif. Menulis merupakan kemampuan puncak seseorang untuk dikatakan terampil berbahasa. Menulis merupakan keterampilan yang sangat kompleks. Menulis juga merupakan media untuk melestarikan dan menyebarluaskan informasi dan ilmu pengetahuan (Nurjamal, Sumirat, & Darwis, 2013: 4).
41
42
Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang dikemukakan melalui bahasa pengutip. Tidak terdapat tanda ("....") yang menyertainya. Nama penulis dari sumber yang dikutip dapat ditulis pada awal kutipan dengan disertai tahun terbit dan nomor halaman di dalam tanda kurung atau dapat ditulis di akhir kutipan.
Heri Poerwanto (2010: 235) menyatakan bahwa gejala pertumbuhan dan perkembangan kota yang amat cepat menyebab-kan timbulnya berbagai masalah bentur-an sistem nilai budaya.
Atau dapat ditulis:
Gejala pertumbuhan dari perkembangan kota yang amat cepat menyebabkan timbulnya berbagai masalah benturan sistem nilai budaya (Poerwanto, 2010:235).
43
kutipan yang disampaikan kembali dengan bahasa sendiri tanpa mengubah makna aslinya
kutipan ini tidak menggunakan tanda petik dan lebih fleksibel dalam penyampaiannya.
Contoh: Haris (2020) menyatakan bahwa keterampilan menulis dapat ditingkatkan dengan latihan terus-menerus serta kebiasaan membaca yang baik.
Kutipan Tidak Langsung
kutipan diambil persis seperti aslinya tanpa perubahan sedikit pun
kutipan ini diapit dengan tanda petik ("...") jika jumlah katanya kurang dari 40
Jika lebih dari 40 kata, kutipan ditulis tanpa tanda petik, dipisahkan dari teks utama, dan diberikan indentasi
Contoh: Menurut Haris (2020), "Menulis adalah keterampilan yang dapat diasah dengan latihan rutin dan pembiasaan membaca yang baik."
Kutipan Langsung
Perbedaan Kutipan Langsung Tidak Langsung
44
Multiple Choice
Manakah di bawah ini yang termasuk ke dalam kutipan tidak langsung?
Hari Poerwanto (2010:139) menyatakan "Perubahan suatu lingkungan dapat pula mengakibatkan terjadinya perubahan kebudayaan"
Seorang ahli antropologi menyatakan, "Perubahan suatu lingkungan dapat pula mengakibatkan terjadinya perubahan kebudayaan." (Poerwanto, 2010:139)
Gejala pertumbuhan dari perkembangan kota yang teramat amat cepat menyebabkan timbulnya berbagai masalah benturan sistem nilai budaya (Poerwanto, 2010:235)
45
Nama pengarang dalam kutipan
a. Apabila nama pengarang dari sumber yang dikutip terdapat pada awal kalimat, nama pengarang tersebut ditulis secara lengkap dengan diikuti tahun terbit dan nomor halaman yang berada dalam tanda kurung.
b. Nama pengarang dari sumber yang dikutip disebutkan pada bagian akhir kutipan.
Apabila hanya ada satu pengarang, perujukan dapat menggunakan nama akhir pengarang.
Apabila ada dua pengarang, perujukan dapat dilakukan dengan menyebutkan nama akhir kedua pengarang.
Apabila pengarang lebih dari dua orang, maka perujukan dapat menggunakan nama akhir pengarang pertama dan disertai kata "dkk".
c. Apabila nama pengarang tidak disebutkan, maka yang dicantumkan adalah nama penerbit.
d. Untuk karya terjemahan, perujukan dilakukan dengan menyebutkan nama pengarang aslinya.
e. Rujukan dari dua sumber berbeda atau lebih, yang ditulis oleh pengarang berbeda, dicantumkan dalam satu tanda kurung dengan titik koma sebagai pemisahnya.
46
Morfologi
Morfologi dalam Bahasa Indonesia adalah cabang ilmu linguistik yang mempelajari struktur internal kata, yaitu bagaimana kata dibentuk dari satuan-satuan yang lebih kecil yang disebut morfem.
47
Morfem
Morfem adalah satuan terkecil dalam bahasa yang memiliki makna.
Jenis Morfem:
1. Morfem Bebas: Bisa berdiri sendiri sebagai kata.
Contoh: buku, pergi, manis
2. Morfem Terikat: Tidak bisa berdiri sendiri, harus melekat pada morfem lain.
Contoh: ber-, me-, -kan, -i, per-
48
Proses Morfologi
Proses pembentukan kata dari morfem bisa dibagi menjadi beberapa jenis:
1. Afiksasi (Penambahan afiks)
Prefiks (awalan): me-, ber-, ter-, di-
➤ Contoh: memasak, berlari, tertulisSufiks (akhiran): -kan, -i, -an
➤ Contoh: lukisan, nyanyian, kasihkanInfiks (sisipan): -el-, -em-, -er- (jarang dalam Bahasa Indonesia)
➤ Contoh: telunjuk (tunjuk), gemetar (getar)Konfiks (gabungan awalan dan akhiran): ke-...-an, per-...-an
➤ Contoh: kebaikan, pertemuan
49
lanjutan...
Reduplikasi (Pengulangan kata)
Contoh: anak-anak, rumah-rumah, berjalan-jalan
Komposisi (Penggabungan kata)
Contoh: rumah sakit, tanggung jawab, meja tulis
Pemajemukan
Kata gabung yang membentuk makna baru.
Contoh: matahari (mata + hari = bukan arti harfiah)
50
Open Ended
Bedanya komposisi dan pemajemukan?
51
→ Gabungan dua kata atau lebih yang menghasilkan makna baru yang tidak bisa dijabarkan secara langsung dari kata-kata asalnya.
Ciri-ciri:
1. Makna menjadi satu kesatuan baru.
2. Sulit ditafsirkan secara harfiah.
3. Tidak selalu bisa dijelaskan dari arti kata asalnya.
Contoh:
matahari → bukan "mata" dan "hari", tapi benda langit yang menyinari bumi.
kaki tangan → bukan arti harfiah bagian tubuh, tapi berarti “anak buah” atau “bawahan”.
buah hati → artinya “anak”, bukan buah dari hati.
Pemajemukan
→ Gabungan dua kata yang maknanya masih bisa ditelusuri dari kata penyusunnya.
Ciri-ciri:
1. Makna gabungannya masih bisa dijelaskan dari kata asalnya.
2. Bisa dipisah dan tetap masuk akal.
3. Biasanya masih terasa arti literalnya.
Contoh:
rumah sakit → rumah + sakit = tempat untuk orang sakit.
meja tulis → meja untuk menulis.
guru bahasa → guru yang mengajar bahasa.
Komposisi
Beda Komposisi dan Pemajemukan
52
Multiple Choice
Di suatu sore yang cerah, Andra duduk di meja belajar sambil membaca cerita rakyat berjudul Kancil dan Buaya. Di sampingnya, adiknya yang masih kecil, Nala, sedang bermain dengan anak ayam yang baru menetas dari kandang belakang.
Tiba-tiba, Nala bertanya, “Kak, kenapa sih disebut anak ayam? Kenapa bukan bayi ayam aja?”
Andra tertawa kecil, lalu mencoba menjelaskan, “Soalnya itu memang istilahnya. Sama kayak kita bilang matahari, padahal itu bukan mata beneran. Begitu juga dengan kambing hitam yang sering Kakak baca di berita, bukan berarti kambing warnanya hitam, tapi artinya orang yang disalahkan.”
Nala mengangguk-angguk, meski belum sepenuhnya paham. Tapi satu hal yang membuatnya penasaran: bagaimana satu kata bisa punya arti berbeda padahal terbentuk dari dua kata biasa?
Berdasarkan konteks bacaan, kata 'meja belajar' termasuk jenis.....
Komposisi, karena maknanya merupakan satu kesatuan baru.
Pemajemukan, karena maknanya sulit ditebak dari kata asal.
Komposisi, karena maknanya masih bisa dijelaskan secara literal.
Pemajemukan, karena digunakan dalam konteks belajar.
53
Multiple Choice
Di suatu sore yang cerah, Andra duduk di meja belajar sambil membaca cerita rakyat berjudul Kancil dan Buaya. Di sampingnya, adiknya yang masih kecil, Nala, sedang bermain dengan anak ayam yang baru menetas dari kandang belakang.
Tiba-tiba, Nala bertanya, “Kak, kenapa sih disebut anak ayam? Kenapa bukan bayi ayam aja?”
Andra tertawa kecil, lalu mencoba menjelaskan, “Soalnya itu memang istilahnya. Sama kayak kita bilang matahari, padahal itu bukan mata beneran. Begitu juga dengan kambing hitam yang sering Kakak baca di berita, bukan berarti kambing warnanya hitam, tapi artinya orang yang disalahkan.”
Nala mengangguk-angguk, meski belum sepenuhnya paham. Tapi satu hal yang membuatnya penasaran: bagaimana satu kata bisa punya arti berbeda padahal terbentuk dari dua kata biasa?
Mengapa 'anak ayam' tidak dikategorikan sebagai pemajemukan dalam bacaan tersebut?
Karena ayam tidak bisa punya anak
Karena kata tersebut bukan gabungan
Karena maknanya masih literal: anak dari induk ayam
Karena anak ayam bukan bagian dari struktur kalimat utama
INTENSIF UTBK
By IRVAN PAKSI EKANANTO
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 53
SLIDE
Similar Resources on Wayground
47 questions
Review Materi JLPT N5
Lesson
•
12th Grade - University
50 questions
Pola Lantai
Lesson
•
University
48 questions
Cahaya dan Optik
Lesson
•
University
47 questions
Kedaulatan undang-undang
Lesson
•
University
46 questions
RESPONSI ANGKATAN
Lesson
•
University
45 questions
Operasional Dasar Kuliner
Lesson
•
University
50 questions
Ecología
Lesson
•
University
47 questions
Elkhorn History Images
Lesson
•
KG
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Probability Practice
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Probability on Number LIne
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Appropriate Chromebook Usage
Lesson
•
7th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade