Search Header Logo
PPT Pembelajaran Mandiri Kelompok

PPT Pembelajaran Mandiri Kelompok

Assessment

Presentation

Education

University

Hard

Created by

Nawangwulan Cahyaristi

Used 6+ times

FREE Resource

20 Slides • 0 Questions

1

Prinsip Pengembangan Keterampilan Belajar Mandiri

Oleh Kelompok 7 (Muhammad Tri Kuntara dan Nawangwulan Cahyaristi)

media
media

2

Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, menggeser model pembelajaran yang dulunya terpusat pada guru menjadi lebih mengutamakan peran aktif peserta didik dalam mengelola proses belajarnya. Belajar mandiri kini menjadi keterampilan penting, terutama dalam pendidikan tinggi, agar peserta didik dapat mengatur, mengevaluasi, dan memperbaiki proses pembelajarannya sendiri.

Meskipun demikian, tantangan dalam penerapan pembelajaran mandiri masih ada, seperti rendahnya motivasi intrinsik, ketergantungan pada struktur kurikulum, dan kurangnya literasi informasi. Pembelajar di berbagai level, baik di sekolah, dunia kerja, maupun dalam inovasi, memerlukan keterampilan belajar mandiri yang disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan mereka. Oleh karena itu, penting untuk memetakan prinsip belajar mandiri di berbagai jenjang pendidikan dan mengembangkan strategi yang sesuai pada SRL, SDL, dan Heutagogy.

media

3

Tujuan

Menganalisis prinsip belajar mandiri dalam tiga model: SRL, SDL, dan Heutagogy

Memberikan rekomendasi untuk pendidik, pembelajar, dan institusi pendidikan.

media
media
media

4

Outline

Prinsip pengembangan keterampilan belajar mandiri pada level SRL, SDL, dan Heutagogy.

Implikasinya dalam praktik pendidikan

media
media
media

5

Prinsip Pengembangan Keterampilan Belajar Mandiri Pada Level Self-Regulated Learning (SRL)

​Definisi

Prinsip

media

6

Definisi SRL

Menurut Zimmerman (2000), SRL merupakan suatu proses di mana individu mengatur dan mengelola tingkah laku, motivasi, dan suasana hati mereka selama belajar. Ini termasuk proses merencanakan tujuan belajar, memantau progres diri, mengatur diri ketika belajar, dan mengevaluasi hasil belajar yang diperoleh.

media

7

Prinsip SRL

​Penetapan Tujuan

Perencanaan Strategis

Pemantauan Diri

Pengendalian Diri

Refleksi Diri

8

Prinsip Pengembangan Keterampilan Belajar Mandiri Pada Level Self-Directed Learning (SDL)

​Definisi

Prinsip

media

9

Definisi SDL

Menurut Knowles (1975), self-directed learning adalah suatu proses dimana seseorang memiliki inisiatif, dengan atau tanpa bantuan orang lain untuk menganalisis kebutuhan belajarnya sendiri, merumuskan tujuan belajarnya sendiri, mengidentifikasi sumber-sumber belajar, memilih dan melaksanakan strategi belajar yang sesuai serta mengevaluasi hasil belajarnya sendiri.

media

10

Prinsip SDL

Prinsip utama SDL adalah otonomi pembelajar, di mana seseorang secara aktif menentukan tujuan belajar, memilih sumber belajar, dan mengevaluasi hasil belajarnya sendiri. Pembelajaran ini bersifat needs-based, artinya didorong oleh kebutuhan praktis atau tujuan spesifik pembelajar. Proses SDL menekankan perencanaan yang fleksibel, di mana pembelajar dapat mengatur jadwal dan strategi belajar sesuai dengan kondisi pribadinya. Refleksi dan evaluasi mandiri menjadi komponen penting dalam SDL, di mana pembelajar secara berkala mengevaluasi kemajuan belajarnya dan menyesuaikan strategi jika diperlukan.

Motivasi intrinsik memegang peran sentral dalam SDL, karena dorongan belajar berasal dari dalam diri pembelajar sendiri, seperti minat pribadi atau rasa ingin tahu. Adaptabilitas menjadi karakteristik penting pembelajar SDL, di mana mereka harus mampu menyesuaikan strategi belajar ketika menghadapi tantangan. SDL memiliki perbedaan mendasar dengan Self-Regulated Learning (SRL). Jika SRL masih berada dalam kerangka bimbingan guru atau kurikulum tertentu, SDL sepenuhnya berada di bawah kendali pembelajar. Sementara SRL umumnya ditujukan untuk pencapaian tujuan akademik, SDL lebih berfokus pada kebutuhan pribadi dan profesional pembelajar.

11

media

Prinsip Pengembangan Keterampilan Belajar Mandiri pada Level Heutagogy

​Definisi

Prinsip

12

Heutagogy adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat sepenuhnya pada pembelajar, di mana peserta didik tidak hanya mengatur proses pembelajaran mereka sendiri, tetapi juga mengembangkan kapasitas untuk belajar, belajar ulang, dan belajar sepanjang hayat. Dalam heutagogy, pembelajar bukan hanya mengatur apa dan bagaimana mereka belajar, tetapi juga mengatur mengapa mereka belajar dan siapa mereka sebagai pembelajar.

Heutagogy dikembangkan sebagai evolusi dari pendekatan Andragogi yang dikemukakan oleh Malcolm Knowles, yang menekankan bahwa peserta didik dewasa memiliki kebutuhan dan karakteristik belajar yang berbeda dibandingkan anak-anak. Self-Determined Learning merujuk pada proses pembelajaran dimana peserta didik memiliki kendali penuh atas tujuan, strategi, dan evaluasi pembelajaran mereka. Menurut Hase dan Kenyon (2000), Self-Determined Learning menekankan bahwa individu memiliki kapasitas untuk mengatur sendiri bagaimana mereka belajar, termasuk dalam menentukan sumber belajar dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan gaya belajar mereka.

Definisi Heutagogy

13

media

Prinsip Heutagogy

Heutagogy merupakan pendekatan pembelajaran paling maju yang menempatkan pembelajar sebagai arsitek utama pengalaman belajarnya sendiri. Pendekatan ini berfokus pada pengembangan kapabilitas (kemampuan adaptif) yang melampaui sekadar penguasaan kompetensi, memungkinkan pembelajar menghadapi situasi kompleks dan tidak terduga di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Proses pembelajaran dalam heutagogy bersifat non-linear dan rhizomatik, berkembang seperti jaringan akar yang bisa dimulai dari titik mana saja dan menjalar ke berbagai disiplin ilmu. Karakteristik khas heutagogy adalah penerimaannya terhadap ketidakpastian sebagai bagian integral proses belajar, dimana pembelajar didorong untuk merasa nyaman dalam situasi ambigu dan belajar dari kegagalan. Refleksi metakognitif mendalam menjadi ritual penting, tidak hanya tentang apa yang dipelajari tetapi juga bagaimana cara belajar dan perkembangan identitas mereka sebagai pembelajar sepanjang hayat.

14

media

Implikasi Prinsip Pengembangan Keterampilan Belajar Mandiri dalam Praktik Pendidikan

​Implikasi berbeda dalam praktik pendidikan di setiap level.

Pentingnya kemampuan mengatur proses belajar untuk pembelajaran aktif dan mandiri.

15

Self-Regulated Learning (SRL)

Mendorong siswa untuk:
1. Merancang tujuan belajar sendiri.

2.
Memilih strategi belajar yang efektif.
3.
Merefleksikan dan mengevaluasi proses belajar.

Pondasi pengembangan lifelong learning.

Implikasi SRL di Pendidikan Dasar & Menengah

Peran guru berubah menjadi fasilitator, bukan pengajar utama.
Menggunakan jurnal refleksi, teknik manajemen waktu, rubrik penilaian diri.
Tantangan utama: Siswa cenderung tergantung pada struktur pembelajaran yang diberikan guru.

16

Self-Directed Learning (SDL)

Penerapan lebih mandiri pada pendidikan tinggi & pelatihan profesional.
Strategi SDL: pembelajaran berbasis proyek dan micro-credential untuk keterampilan spesifik.
Tantangan: Motivasi pembelajar dan kesenjangan akses teknologi.

Penerapan SDL dalam Pendidikan
Pada jenjang Pendidikan Tinggi dan Menengah:

  • Memberi kebebasan memilih proyek/topik.

  • Menyediakan berbagai sumber belajar mandiri.

  • Mengajarkan keterampilan refleksi dan evaluasi diri.

17

Heutagogy

  • Pendekatan paling maju dalam pembelajaran mandiri.

  • Fokus pada eksplorasi mandiri dan berpikir kritis.

  • Non-linear learning dan pengembangan Personal Learning Environment.

  • Relevan di penelitian dan inovasi, dengan kemandirian tinggi.

Implikasi Heutagogy

  • Peran pendidik sebagai mentor yang mendorong eksplorasi dan doble-loop learing.

  • Pendekatan ini membutuhkan kemandirian tinggi dari pembelajar.

18

Tantangan Implementasi

Transformasi peran pendidik

Pengembangan infrastruktur pendukung

Penciptaan budaya belajar mandiri di semua jenjang pendidikan

media

19

Kesimpulan

Pengembangan keterampilan belajar mandiri sangat penting untuk menciptakan pembelajar yang aktif, mandiri, dan bertanggung jawab atas proses belajarnya. Tiga model pembelajaran yaitu Self-Regulated Learning (SRL), Self-Directed Learning (SDL), dan Heutagogy memiliki tingkat kemandirian yang berbeda. SRL membantu siswa mengatur dan mengontrol proses belajarnya dengan bimbingan guru, SDL memberikan otonomi lebih kepada individu dalam merancang proses belajar mereka sendiri, sementara Heutagogy menekankan pembelajaran berbasis pengalaman dan refleksi diri untuk pembelajar yang sudah matang. Masing-masing model ini diterapkan sesuai dengan konteks pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan orang dewasa, untuk mendukung pembelajaran sepanjang hayat. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, pendidik dapat menciptakan lingkungan yang mengembangkan keterampilan belajar mandiri, mempersiapkan pembelajar untuk menjadi individu yang otonom dan adaptif dalam menghadapi tantangan masa depan.

20

media

Prinsip Pengembangan Keterampilan Belajar Mandiri

Oleh Kelompok 7 (Muhammad Tri Kuntara dan Nawangwulan Cahyaristi)

media
media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 20

SLIDE