
Persebaran Flora dan Fauna
Presentation
•
Social Studies
•
12th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Juli Suwirtana Putra
Used 5+ times
FREE Resource
30 Slides • 7 Questions
1
BIOGEOGRAFI
PERSEBARAN FLORA & FAUNA
By Juli Suwirtana Putra
2
Cabang biogeografi yang secara khusus mempelajari persebaran hewan (fauna) di Bumi dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
Zoogeografi
Mempelajari persebaran tumbuhan di bumi berdasarkan zona iklim, jenis tanah dan interaksi ekologis = Tumbuhan kosmopolit, endemik dan discontinue
Fitogeografi
BIOGEOGRAFI
Cabang ilmu geografi yang mempelajari persebaran makhluk hidup (flora & fauna) di permukaan Bumi dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
3
Faktor Iklim = suhu udara, kelembapan udara, angin, dan curah hujan.
Faktor Edafik/Jenis Tanah = Keadaan struktur tanah, komposisi tanah
Faktor Fisiografis/Topografi = bentuk fisik permukaan bumi, seperti ketinggian, kemiringan lereng, dan posisi geografis (lembah, pegunungan, dataran, dll.
Faktor Biotik/Makhluk Hidup = Interaksi antarorganisme (predasi, simbiosis, kompetisi), Aktivitas manusia (alih fungsi lahan),
Faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna = Abiotik (iklim, tanah, topografi) dan Biotik (interaksi antarorganisme & aktivitas manusia)
4
Faktor Iklim
Suhu Udara = jenis spesies tertentu memiliki persyaratan terhadap suhu lingkungan yang ideal atau suhu optimum bagi kehidupannya. Wilayah-wilayah yang memiliki suhu udara yang tidak terlalu ekstrim (dingin atau panas) merupakan tempat yang sangat baik bagi kehidupan organisme baik tumbuhan, hewan, maupun manusia.
Kelembaban Udara = banyaknya uap air yang terkandung dalam udara
Angin = membantu dalam proses penyerbukan
Curah hujan = jumlah air hujan yang jatuh pada suatu daerah dalam periode waktu tertentu, biasanya diukur dalam satuan milimeter (mm)
5
Bagaimana faktor iklim dapat mempengaruhi pohon kelapa ?
Analisislah!
6
1. Pengaruh Iklim pada Persebaran Flora/Fauna:
Kasus: Pohon Kelapa (Cocos nucifera)
Faktor Iklim yang Memengaruhi:
Suhu: Pohon kelapa hanya tumbuh optimal di daerah tropis (suhu rata-rata 20–30°C). Daerah subtropis dengan musim dingin ekstrem tidak cocok.
Curah Hujan: Membutuhkan curah hujan tinggi (1.500–2.500 mm/tahun) dan kelembapan udara tinggi.
Angin: Bijinya (kelapa) tersebar melalui air laut, tetapi angin kencang seperti siklon dapat merusak pohon.
Dampak Persebaran:
Kelapa mudah ditemui di pesisir Indonesia (iklim tropis basah), tetapi jarang di Gurun Sahara (kering) atau Siberia (dingin).
Contoh Fauna: Burung Unta (Struthio camelus)
Hanya hidup di savana Afrika karena adaptasi terhadap suhu panas dan ketersediaan vegetasi terbuka. Tidak ditemukan di hutan hujan karena kelembapan tinggi menghambat perkembangbiakannya.
7
Hutan Kelapa Sawit
Hutan Tropis
Bagaimana peran manusia dalam penyebaran flora dan fauna ?
8
Bagaimana peran hewan dalam penyebaran flora ?
9
Pengaruh Makhluk Hidup pada Persebaran Flora/Fauna:
Kasus 1: Peran Manusia (Alih Fungsi Lahan)
Contoh: Perkebunan Kelapa Sawit di Sumatera
Aksi Manusia: Hutan alam diubah menjadi perkebunan sawit untuk kebutuhan minyak nabati.
Dampak pada Persebaran:
Flora asli (misalnya: pohon meranti, harimau Sumatera) kehilangan habitat.
Flora "baru" (kelapa sawit) mendominasi wilayah yang sebelumnya heterogen.
Kontekstual: Di Jambi, alih fungsi lahan menyebabkan harimau Sumatera masuk pemukiman karena hutannya menyusut.
Kasus 2: Peran Hewan (Penyebaran Biji)
Contoh: Burung Pemakan Buah (Seperti Jalak) di Jawa
Aksi Hewan: Burung jalak makan buah beringin, lalu bijinya tersebar melalui kotoran.
Dampak pada Persebaran:
Beringin tumbuh di tempat baru (misalnya: atap candi Borobudur atau tepi jalan), meski bukan habitat alaminya.
Tanaman invasif seperti kirinyuh juga menyebar melalui bantuan hewan.
10
Tanah berpasir atau aluvial (dekat pesisir) dengan salinitas tinggi cocok untuk pertumbuhan pohon kelapa
11
3. Jenis tanah mempengaruhi persebaran flora & fauna
Pohon Kelapa (Cocos nucifera)
Jenis Tanah yang Disukai:
Tanah berpasir atau aluvial (dekat pesisir) dengan salinitas tinggi.
Toleran terhadap tanah kurang subur asal drainasenya baik.
Alasan:
Akar kelapa butuh tanah gembur untuk menopang batang tinggi dan mencari air asin.
Dampak Persebaran:
Dominan di pesisir pantai Indonesia (misalnya: Sulawesi, Maluku), tetapi sulit tumbuh di tanah vulkanik pegunungan yang lembap seperti Dieng.
Perbandingan Kontekstual:
Di Pesisir Pantai:
Tanah berpasir cocok untuk kelapa, tetapi tidak untuk jati.
Di Dataran Rendah Kering:
Tanah berkapur cocok untuk jati, tetapi kelapa akan kerdil.
12
Pengaruh Topografi pada Persebaran Flora & Fauna:
Kasus: Pohon Pinus vs Pohon Kelapa di Indonesia
1. Dataran Tinggi (Pegunungan Dieng, Jawa Tengah)
Topografi: Ketinggian ±2.000 mdpl, suhu dingin (10–15°C), lereng curam.
Flora Dominan: Pinus (Pinus merkusii)
Alasan:
Akar kuat mencengkeram tanah lereng yang rentan erosi.
Daun berbentuk jarum mengurangi penguapan di suhu rendah.
Fauna: Tarsius gunung (primata kecil yang adaptif terhadap dingin).
2. Dataran Rendah (Pesisir Bali)
Topografi: Ketinggian 0–50 mdpl, suhu panas (25–30°C), tanah datar berpasir.
Flora Dominan: Kelapa (Cocos nucifera)
Alasan:
Butuh sinar matahari penuh dan tanah berdrainase cepat.
Akar menyebar luas menahan angin pantai.
Fauna: Kepiting pantai (hidup di zona pasang-surut berpasir).
13
4. Topografi pada Persebaran Flora & Fauna:
Kasus: Pohon Pinus vs Pohon Kelapa di Indonesia
1. Dataran Tinggi (Pegunungan Dieng, Jawa Tengah)
Topografi: Ketinggian ±2.000 mdpl, suhu dingin (10–15°C), lereng curam.
Flora Dominan: Pinus (Pinus merkusii)
Alasan:
Akar kuat mencengkeram tanah lereng yang rentan erosi.
Daun berbentuk jarum mengurangi penguapan di suhu rendah.
Fauna: Tarsius gunung (primata kecil yang adaptif terhadap dingin).
2. Dataran Rendah (Pesisir Bali)
Topografi: Ketinggian 0–50 mdpl, suhu panas (25–30°C), tanah datar berpasir.
Flora Dominan: Kelapa (Cocos nucifera)
Alasan:
Butuh sinar matahari penuh dan tanah berdrainase cepat.
Akar menyebar luas menahan angin pantai.
Fauna: Kepiting pantai (hidup di zona pasang-surut berpasir).
14
Multiple Choice
Topografi memengaruhi persebaran flora melalui variasi iklim mikro. Manakah pernyataan yang BENAR tentang adaptasi tumbuhan di zona elevasi berbeda?
Pinus merkusii dominan di pantai karena toleran terhadap salinitas tinggi.
Edelweis (Anaphalis javanica) mampu hidup di pegunungan karena daunnya berdaging menyimpan air.
Kelapa (Cocos nucifera) tumbuh optimal di dataran tinggi berhawa dingin.
Mangrove berkembang di lereng vulkanik karena tahan terhadap abu vulkanik.
Padi sawah (Oryza sativa) membutuhkan lereng curam untuk mencegah genangan air.
15
Multiple Choice
Jenis tanah vulkanik sangat subur karena mengandung mineral anorganik tinggi. Manakah tumbuhan yang PALING TIDAK COCOK dibudidayakan di tanah vulkanik?
Teh (Camellia sinensis)
Kopi arabika (Coffea arabica)
Kelapa sawit (Elaeis guineensis)
Paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum)
Anggrek tanah (Spathoglottis plicata)
16
Multiple Choice
Manakah contoh pengaruh manusia yang secara langsung mengubah pola persebaran fauna?
Burung gereja (Passer domesticus) menyebar biji gulma di perkotaan.
Alih fungsi hutan Kalimantan menjadi perkebunan sawit mengancam habitat orangutan.
Kelelawar pemakan buah membantu penyebaran pohon beringin.
Cacing tanah meningkatkan porositas tanah untuk pertumbuhan akar.
Harimau Sumatra bermigrasi alami ke hutan yang lebih lebat
17
Persebaran Flora & Fauna di Dunia
Bioma merupakan bagian dari biosfer yang merupakan bentang lahan darat (landscape) yang mempunyai karakteristik khas berdasarkan keadaan iklimnya didominasi oleh flora dan fauna tertentu.
Bioma memiliki tiga subjek utama, yaitu produsen, konsumen, dan pengurai atau decomposer. Bioma yang terbentuk biasanya akan menyesuaikan sesuai letak geografis dan astronomis.
Bioma dipermukaan bumi secara umum dapat dibedakan menjadi: hutan hujan tropis, hutan gugur, padang rumput (steppa), sabana, gurun, taiga, dan tundra
Bioma
18
Bioma hutan yang selalu basah atau lembab, dan memiliki keanekaragaman vegetasi/tumbuhan yang sangat tinggi dan lebat. Bioma ini dapat ditemukan disekitar wilayah khatulistiwa (0°–10°LU/LS).
Ciri-ciri :
- Memiliki curah hujan sangat tinggi dan merata sepanjang tahun, yaitu lebih dari 2.000 mm/tahun.
- Memiliki pohon-pohon utama yang mempunyai ketinggian antara 20–40 m.
- Cabang pohon berdaun lebat dan lebar, serta hijau sepanjang tahun.
- Mendapat sinar matahari yang cukup, tetapi sinar matahari tidak dapat menembus dasar hutan karena tertutup pepohonan yang lebat.
- Permukaan tanahnya lembab dan sering tergenang air. f) Suhu udara antara 25°- 26°C.
1) Bioma Hutan Hujan Tropis
19
Bioma hutan gugur merupakan bioma yang vegetasinya didominasi oleh tumbuhan peluruh atau tumbuhan yang menggugurkan daunnya pada musim tertentu. Pada bioma ini mengalami empat musim, yaitu panas, gugur, dingin, dan semi.
Ciri-ciri :
- Memiliki curah hujan yang tinggi dan merata antara 750 – 1.000 mm/tahun.
- Suhu rata-rata mencapai ±50°C.
- Vegetasi pada bioma ini pada umumnya memiliki daun yang lebar, tajuk yang rapat, hijau pada musim panas, dan menggugurkan daunnya pada musim dingin.
- Memiliki jenis tumbuhan yang relatif sedikit
- Musim panas yang hangat dan musim dingin yang tidak terlalu dingin.
- Terletak di daerah yang mengalami empat musim yakni musim panas, dingin, semi dan gugur.
2) Bioma Hutan Gugur
20
Pengertian:
Wilayah berumput luas tanpa pohon, curah hujan sedang.
Ciri-ciri:Curah hujan 250-750 mm/tahun
Tanah subur, cocok untuk pertanian
Musim kering panjang
Contoh:Flora: Rumput buffalo grass (Amerika), kangaroo grass (Australia)
Fauna: Bison, serigala, anjing padang rumput
3) Bioma Padang Rumput
21
Pengertian:
Padang rumput dengan pohon-pohon menyebar.
Ciri-ciri:Curah hujan 900-1.500 mm/tahun
Musim kering 4-6 bulan
Suhu panas (20-30°C)
Contoh:Flora: Pohon akasia, baobab (Afrika)
Fauna: Singa, zebra, jerapah (Afrika); komodo (NTT)
4) Bioma Sabana
22
Pengertian:
Wilayah sangat kering dengan vegetasi minimal.
Ciri-ciri:Curah hujan <250 mm/tahun
Suhu ekstrem (siang >40°C, malam <0°C)
Tanah berpasir/berbatu
Contoh:Flora: Kaktus saguaro, kurma
Fauna: Unta, ular derik, kalajengking
5) Bioma Gurun
23
Pengertian:
Hutan konifer terluas di dunia, di belahan bumi utara.
Ciri-ciri:Musim dingin panjang (6 bulan), suhu bisa -50°C
Dominasi pohon pinus, spruce, cemara
Curah hujan 400-1.000 mm/tahun
Contoh:Flora: Pinus lodgepole, lumut
Fauna: Beruang hitam, lynx, burung crossbill
6. Bioma Taiga (Hutan Boreal)
24
Pengertian:
Wilayah beku tanpa pohon di dekat kutub.
Ciri-ciri:Suhu rata-rata -34°C, musim dingin 10 bulan
Tanah beku permanen (permafrost)
Vegetasi: Lumut, semak kerdil
Contoh:Flora: Lichen, pohon willow kerdil
Fauna: Karibu, rubah arktik, burung puffin
7) Bioma Tundra
25
Persebaran jenis-jenis flora dan fauna di Indonesia.
Kawasan Barat (Bercorak Asiatis)
Kawasan Peralihan (Wallace).
Kawasan timur (Bercorak Australiatik).
FLORA
Garis Wallace = Garis imajiner yang memisahkan flora Asia tropis (barat) dengan flora campuran unik/peralihan (timur).
Garis Weber =Garis imajiner yang memisawhkan flora peralihan dengan flora Australia.
26
Flora Kawasan Barat (Asiatis)
1. Lokasi
Wilayah: Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali.
Pembatas Alam: Garis Wallace (batas sebelah timur).
2. Tipe Vegetasi Utama: Hutan Hujan Tropis
Ciri Khas:
Pohon tinggi (rata-rata 45 meter) dan lebat.
Tajuk berlapis (kanopi bertingkat).
Hijau sepanjang tahun (evergreen).
Keanekaragaman hayati sangat tinggi.
3. Kondisi Lingkungan Pendukung
Iklim:
Tipe Af (Tropis Basah) menurut Koppen.
Curah hujan tinggi (>2.000 mm/tahun).
Suhu panas (25–28°C) dan kelembapan tinggi.
Tanah: Subur, banyak mengandung humus.
5. Adaptasi Tumbuhan
Daun Lebar: Untuk menyerap cahaya matahari di lantai hutan.
Akar Tunjang: Contoh: Pohon bakau di pesisir Kalimantan, untuk menopang tubuh di tanah basah.
Epifit: Tanaman yang hidup menempel di pohon (contoh: anggrek) untuk mendapatkan cahaya.
6. Ancaman
Deforestasi: Alih fungsi hutan untuk perkebunan kelapa sawit.
Kebakaran Hutan: Terjadi di musim kemarau (contoh: Sumatra dan Kalimantan).
Perburuan Liar: Bunga rafflesia sering dicuri untuk dijual.
27
Flora Kawasan Peralihan (Wallace).
1. Lokasi
Wilayah: Sulawesi, Nusa Tenggara (NTB & NTT), Kepulauan Maluku.
Pembatas Alam:
Barat: Garis Wallace
Timur: Garis Weber
2. Ciri Khas Kawasan
Iklim:
Lebih kering dibandingkan kawasan barat Indonesia.
Suhu udara relatif lebih panas.
Curah hujan lebih rendah dan musim kemarau lebih panjang.
Kondisi Tanah:
Beragam, mulai dari tanah vulkanik (Sulawesi) hingga tanah kapur (NTT).
4. Contoh Flora Khas
Nusa Tenggara:
Pohon Lontar (Borassus flabellifer)
Cendana (Santalum album) – terkenal sebagai penghasil minyak wangi.
Sulawesi:
Kayu Eboni (Diospyros celebica) – kayu hitam endemik Sulawesi.
Pohon Kapok (Ceiba pentandra) – tumbuh di daerah kering.
Maluku:
Pala (Myristica fragrans)
Cengkeh (Syzygium aromaticum)
Kayu Manis (Cinnamomum verum)
28
Flora Kawasan Peralihan (Wallace).
5. Adaptasi Tumbuhan
Daun Kecil & Tebal: Untuk mengurangi penguapan di daerah kering (contoh: pohon lontar).
Akar Dalam: Mencari air di musim kemarau panjang (contoh: cendana).
Epifit: Anggrek hutan di Sulawesi yang hidup menempel pada pohon.
6. Ancaman
Perubahan Iklim: Musim kemarau semakin panjang mengancam vegetasi sabana.
Eksploitasi Berlebihan: Penebangan cendana dan eboni untuk komersil.
Kebakaran Hutan: Terjadi di musim kemarau, terutama di NTT.
Cendana
Pohon Lontar
Pala
Cengkeh
29
Flora Kawasan timur (Bercorak Australiatik).
2. Tipe Vegetasi Dominan
A. Hutan Hujan Tropis (Tipe Af Koppen)
Ciri Khas:
Pohon tinggi (40–60 meter) dengan kanopi rapat.
Keanekaragaman hayati sangat tinggi (termasuk spesies endemik).
Dasar hutan lembap dengan tumbuhan bawah lebat.
Penyebab:
Curah hujan tinggi (>2.500 mm/tahun).
Suhu stabil (23–30°C) dan kelembapan udara >80%.
B. Hutan Mangrove
Lokasi: Pesisir selatan Papua (Asmat, Merauke).
Fungsi:
Melindungi pantai dari abrasi.
Habitat ikan dan burung migran.
C. Sabana dan Rawa Sagu
Lokasi: Dataran rendah Papua bagian selatan (contoh: Taman Nasional Wasur).
Ciri:
Padang rumput dengan pohon sporadis.
Rawa sagu sebagai sumber pangan lokal.
4. Adaptasi Flora terhadap Lingkungan
Pohon Sagu:
Akar napas (pneumatophore) untuk bertahan di rawa.
Batang menyimpan cadangan air.
Eucalyptus:
Daun sempit dan lilin untuk mengurangi penguapan.
Tahan kebakaran karena kulit kayu tebal.
Mangrove Papua:
Akar tunjang (stilt roots) untuk bertahan di pasang-surut.
5. Ancaman dan Konservasi
Ancaman:
Deforestasi: Pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit dan tambang.
Perubahan Iklim: Kenaikan muka air laut mengancam hutan mangrove.
Eksploitasi Sagu: Penebangan sagu tanpa penanaman kembali.
Upaya Pelestarian:
Taman Nasional Lorentz (situs UNESCO).
Program masyarakat adat untuk pengelolaan sagu berkelanjutan.
30
Flora Kawasan timur (Bercorak Australiatik).
5. Ancaman dan Konservasi
Ancaman:
Deforestasi: Pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit dan tambang.
Perubahan Iklim: Kenaikan muka air laut mengancam hutan mangrove.
Eksploitasi Sagu: Penebangan sagu tanpa penanaman kembali.
Upaya Pelestarian:
Taman Nasional Lorentz (situs UNESCO).
Program masyarakat adat untuk pengelolaan sagu berkelanjutan.
Pohon Sagu
Mangrove Papua
31
Persebaran Fauna
AlfredRusselWallece,mengklasifikasikan daerah persebaran fauna di dunia menjadi 6 (enam) wilayah Zoogeografical seperti pada gambar berikut;
32
Wilayah Paleartic = Meliputi di Siberia, Afrika Utara, dan beberapa kawasan di Asia Timur. Fauna yang hidup di antaranya harimau siberia, beruang kutub, beaver, dan rusa.
Wilayah Neartic = Meliputi sebagian besar Amerika Utara dan Greenland (kutub utara sampai dengan subtropis). Fauna yang hidup di antaranya antelope, rusa, dan beruang.
Wilayah Neotropical = Meliputi Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Mexico. Fauna yang hidup di antaranya primata, kelelawar, rodent, trenggiling, bison, dan kukang.
Wilayah Ethiopian/ Afrotropical = Meliputi Afrika dan Madagaskar. Fauna yang hidup di kawasan ini di antaranya gajah afrika, gorila gunung, jerapah, zebra dan lain-lain
Wilayah Oriental = Meliputi India, Cina, Asia Selatan dan Asia Tenggara. Fauna yang hidup dalam kawasan ini di antaranya harimau sumatra, tapir malaysia, gajah india, kerbau air, badak, dan lain-lain.
Wilayah Australis = Meliputi Australia, Selandia baru, Papua, Maluku, OseaniaFauna yang hidup dalam kawasan ini antara lain Kangguru, koala, buaya, platipus, wallaby, burung pengisap madu, kiwi, kasuari.
33
Persebaran fauna di Indonesia tidak jauh berbeda dengan persebaran flora, begitu pula dengan faktor yang mempengaruhinya. Persebaran fauna di Indonesia di bagi atas tiga kawasan yaitu :
Kawasan Barat/Asiatis. Kawasan ini meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali. Contoh fauna yang hidup dikawasan ini adalah harimau sumatera, macan tutul, harimau jawa dll.
Kawasan tengah/peralihan. Kawasan meliputi kepulauan Nusa Tengara dan Sulawesi. Contoh faunanya seperti Anoa, komod, burung Maleo dll.
Kawasan Timur/Australiatis. Fauna ini terdapat di Papua dan pulau-pulau di sekitarnya.Faunanya mempunyai kesamaan dengan fauna yang ada di benua australia seperti kanguru, kasuari, kuskus, burung Cenderawasih dll.
34
Multiple Choice
Perhatikan faktor-faktor berikut:
Perubahan iklim global
Pergerakan lempeng tektonik
Adaptasi morfologi spesies
Aktivitas vulkanik intensif
Interaksi kompetisi antarspesies
Manakah kombinasi faktor abiotik yang paling berpengaruh terhadap persebaran fauna di Kepulauan Indonesia?
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
1 dan 4
2 dan 5
35
Multiple Choice
Seorang peneliti menemukan fauna dengan ciri:
Mamalia kecil endemik
Kesamaan genetik dengan fauna Asia
Ditemukan di Sulawesi
Berdasarkan karakteristik tersebut, fauna ini kemungkinan besar berada di zona:
Barat garis Wallace
Timur garis Weber
Area transisi Wallacea
Zona Australis murni
Zona peralihan Weber-Wallace
36
Multiple Choice
Harimau Sumatra mengalami penurunan populasi akibat:
Perburuan liar untuk perdagangan kulit
Hilangnya inang akibat wabah penyakit
Kompetisi dengan macan dahan untuk mangsa
Perkebunan kelapa sawit menggusur habitat
Manakah faktor biotik yang langsung memengaruhi kepunahan?
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
1 dan 4
2 dan 4
37
Multiple Choice
Jika ular piton di Rawa Aopa (Sulawesi) punah, dampak terbesar pada rantai makanan adalah:
Populasi burung meningkat drastis
Tikus sebagai mangsa utama mengalami ledakan populasi
Kompetisi antara predator sekunder meningkat
Dekomposer dominan mengurai bangau ular
Tumbuhan pakan tikus berkurang
BIOGEOGRAFI
PERSEBARAN FLORA & FAUNA
By Juli Suwirtana Putra
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 37
SLIDE
Similar Resources on Wayground
30 questions
Media dan Sumber Belajar (digital)
Lesson
•
University
31 questions
Latihan Soal 1
Lesson
•
12th Grade
30 questions
PPT Kewilayahan Geografi XII SMA N 1 Banjarsari
Lesson
•
12th Grade
31 questions
Menghadapi Sidang Skripsi
Lesson
•
University
31 questions
SURAT NIAGA
Lesson
•
12th Grade - University
28 questions
Dinamika Penduduk Dunia
Lesson
•
12th Grade
30 questions
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN
Lesson
•
12th Grade
32 questions
Present Continuous Tense
Lesson
•
12th Grade - University
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Probability Practice
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Probability on Number LIne
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Appropriate Chromebook Usage
Lesson
•
7th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade
Discover more resources for Social Studies
16 questions
USHC 4.8 Immigration and Urbanization
Quiz
•
9th - 12th Grade
16 questions
SBAC Practice HSS26
Quiz
•
9th - 12th Grade
64 questions
USHC 4 Key Terms 22-23
Quiz
•
11th Grade - University
7 questions
World Civ Unit 5 Vocab
Quiz
•
12th Grade
36 questions
Unit 5 Key Terms
Quiz
•
11th Grade - University
27 questions
Unit 2- Constitution Quiz
Quiz
•
9th - 12th Grade
10 questions
SSCG4b
Lesson
•
9th - 12th Grade
15 questions
Unit 6A WWI Vocab
Quiz
•
12th Grade