Search Header Logo
Persebaran Flora dan Fauna

Persebaran Flora dan Fauna

Assessment

Presentation

Social Studies

12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Juli Suwirtana Putra

Used 5+ times

FREE Resource

30 Slides • 7 Questions

1

BIOGEOGRAFI​
PERSEBARAN FLORA & FAUNA

By Juli Suwirtana Putra

2

Cabang biogeografi yang secara khusus mempelajari persebaran hewan (fauna) di Bumi dan faktor-faktor yang memengaruhinya.

Zoogeografi

Mempelajari persebaran tumbuhan di bumi berdasarkan zona iklim, jenis tanah dan interaksi ekologis = Tumbuhan kosmopolit, endemik dan discontinue

Fitogeografi

BIOGEOGRAFI

​Cabang ilmu geografi yang mempelajari persebaran makhluk hidup (flora & fauna) di permukaan Bumi dan faktor-faktor yang memengaruhinya.

3

  1. Faktor Iklim = suhu udara, kelembapan udara, angin, dan curah hujan.

  2. Faktor Edafik/Jenis Tanah = Keadaan struktur tanah, komposisi tanah

  3. Faktor Fisiografis/Topografi = bentuk fisik permukaan bumi, seperti ketinggian, kemiringan lereng, dan posisi geografis (lembah, pegunungan, dataran, dll.

  4. Faktor Biotik/Makhluk Hidup = Interaksi antarorganisme (predasi, simbiosis, kompetisi), Aktivitas manusia (alih fungsi lahan),

​Faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna = Abiotik (iklim, tanah, topografi) dan Biotik (interaksi antarorganisme & aktivitas manusia)

media
media
media
media

4

  1. Faktor Iklim

  • Suhu Udara = jenis spesies tertentu memiliki persyaratan terhadap suhu lingkungan yang ideal atau suhu optimum bagi kehidupannya. Wilayah-wilayah yang memiliki suhu udara yang tidak terlalu ekstrim (dingin atau panas) merupakan tempat yang sangat baik bagi kehidupan organisme baik tumbuhan, hewan, maupun manusia.

  • Kelembaban Udara = banyaknya uap air yang terkandung dalam udara

  • Angin = membantu dalam proses penyerbukan

  • Curah hujan = jumlah air hujan yang jatuh pada suatu daerah dalam periode waktu tertentu, biasanya diukur dalam satuan milimeter (mm)

media
media

5

media

Bagaimana faktor iklim dapat mempengaruhi pohon kelapa ?

Analisislah!

6

​1. Pengaruh Iklim pada Persebaran Flora/Fauna:

Kasus: Pohon Kelapa (Cocos nucifera)

  • Faktor Iklim yang Memengaruhi:

    1. Suhu: Pohon kelapa hanya tumbuh optimal di daerah tropis (suhu rata-rata 20–30°C). Daerah subtropis dengan musim dingin ekstrem tidak cocok.

    2. Curah Hujan: Membutuhkan curah hujan tinggi (1.500–2.500 mm/tahun) dan kelembapan udara tinggi.

    3. Angin: Bijinya (kelapa) tersebar melalui air laut, tetapi angin kencang seperti siklon dapat merusak pohon.

Dampak Persebaran:

  • Kelapa mudah ditemui di pesisir Indonesia (iklim tropis basah), tetapi jarang di Gurun Sahara (kering) atau Siberia (dingin).

Contoh Fauna: Burung Unta (Struthio camelus)

  • Hanya hidup di savana Afrika karena adaptasi terhadap suhu panas dan ketersediaan vegetasi terbuka. Tidak ditemukan di hutan hujan karena kelembapan tinggi menghambat perkembangbiakannya.

7

Hutan Kelapa Sawit

Hutan Tropis

media
media
media

​Bagaimana peran manusia dalam penyebaran flora dan fauna ?

8

media
media

​Bagaimana peran hewan dalam penyebaran flora ?

9

  1. Pengaruh Makhluk Hidup pada Persebaran Flora/Fauna:

Kasus 1: Peran Manusia (Alih Fungsi Lahan)

Contoh: Perkebunan Kelapa Sawit di Sumatera

  • Aksi Manusia: Hutan alam diubah menjadi perkebunan sawit untuk kebutuhan minyak nabati.

  • Dampak pada Persebaran:

    • Flora asli (misalnya: pohon meranti, harimau Sumatera) kehilangan habitat.

    • Flora "baru" (kelapa sawit) mendominasi wilayah yang sebelumnya heterogen.

  • Kontekstual: Di Jambi, alih fungsi lahan menyebabkan harimau Sumatera masuk pemukiman karena hutannya menyusut.

Kasus 2: Peran Hewan (Penyebaran Biji)

Contoh: Burung Pemakan Buah (Seperti Jalak) di Jawa

  • Aksi Hewan: Burung jalak makan buah beringin, lalu bijinya tersebar melalui kotoran.

  • Dampak pada Persebaran:

    • Beringin tumbuh di tempat baru (misalnya: atap candi Borobudur atau tepi jalan), meski bukan habitat alaminya.

    • Tanaman invasif seperti kirinyuh juga menyebar melalui bantuan hewan.

10

media

Tanah berpasir atau aluvial (dekat pesisir) dengan salinitas tinggi cocok untuk pertumbuhan pohon kelapa

11

3. Jenis tanah mempengaruhi persebaran flora & fauna
Pohon Kelapa (Cocos nucifera)

  • Jenis Tanah yang Disukai:

    • Tanah berpasir atau aluvial (dekat pesisir) dengan salinitas tinggi.

    • Toleran terhadap tanah kurang subur asal drainasenya baik.

  • Alasan:

    • Akar kelapa butuh tanah gembur untuk menopang batang tinggi dan mencari air asin.

  • Dampak Persebaran:

    • Dominan di pesisir pantai Indonesia (misalnya: Sulawesi, Maluku), tetapi sulit tumbuh di tanah vulkanik pegunungan yang lembap seperti Dieng.

Perbandingan Kontekstual:

  • Di Pesisir Pantai:

    • Tanah berpasir cocok untuk kelapa, tetapi tidak untuk jati.

  • Di Dataran Rendah Kering:

    • Tanah berkapur cocok untuk jati, tetapi kelapa akan kerdil.

12

  1. Pengaruh Topografi pada Persebaran Flora & Fauna:

Kasus: Pohon Pinus vs Pohon Kelapa di Indonesia

1. Dataran Tinggi (Pegunungan Dieng, Jawa Tengah)

  • Topografi: Ketinggian ±2.000 mdpl, suhu dingin (10–15°C), lereng curam.

  • Flora Dominan: Pinus (Pinus merkusii)

    • Alasan:

      • Akar kuat mencengkeram tanah lereng yang rentan erosi.

      • Daun berbentuk jarum mengurangi penguapan di suhu rendah.

  • Fauna: Tarsius gunung (primata kecil yang adaptif terhadap dingin).

2. Dataran Rendah (Pesisir Bali)

  • Topografi: Ketinggian 0–50 mdpl, suhu panas (25–30°C), tanah datar berpasir.

  • Flora Dominan: Kelapa (Cocos nucifera)

    • Alasan:

      • Butuh sinar matahari penuh dan tanah berdrainase cepat.

      • Akar menyebar luas menahan angin pantai.

  • Fauna: Kepiting pantai (hidup di zona pasang-surut berpasir).

13

media

4. Topografi pada Persebaran Flora & Fauna:

Kasus: Pohon Pinus vs Pohon Kelapa di Indonesia

1. Dataran Tinggi (Pegunungan Dieng, Jawa Tengah)

  • Topografi: Ketinggian ±2.000 mdpl, suhu dingin (10–15°C), lereng curam.

  • Flora Dominan: Pinus (Pinus merkusii)

    • Alasan:

      • Akar kuat mencengkeram tanah lereng yang rentan erosi.

      • Daun berbentuk jarum mengurangi penguapan di suhu rendah.

  • Fauna: Tarsius gunung (primata kecil yang adaptif terhadap dingin).

2. Dataran Rendah (Pesisir Bali)

  • Topografi: Ketinggian 0–50 mdpl, suhu panas (25–30°C), tanah datar berpasir.

  • Flora Dominan: Kelapa (Cocos nucifera)

    • Alasan:

      • Butuh sinar matahari penuh dan tanah berdrainase cepat.

      • Akar menyebar luas menahan angin pantai.

  • Fauna: Kepiting pantai (hidup di zona pasang-surut berpasir).

14

Multiple Choice

Topografi memengaruhi persebaran flora melalui variasi iklim mikro. Manakah pernyataan yang BENAR tentang adaptasi tumbuhan di zona elevasi berbeda?

1

Pinus merkusii dominan di pantai karena toleran terhadap salinitas tinggi.

2

Edelweis (Anaphalis javanica) mampu hidup di pegunungan karena daunnya berdaging menyimpan air.

3

Kelapa (Cocos nucifera) tumbuh optimal di dataran tinggi berhawa dingin.

4

Mangrove berkembang di lereng vulkanik karena tahan terhadap abu vulkanik.

5

Padi sawah (Oryza sativa) membutuhkan lereng curam untuk mencegah genangan air.

15

Multiple Choice

Jenis tanah vulkanik sangat subur karena mengandung mineral anorganik tinggi. Manakah tumbuhan yang PALING TIDAK COCOK dibudidayakan di tanah vulkanik?

1

Teh (Camellia sinensis)

2

Kopi arabika (Coffea arabica)

3

Kelapa sawit (Elaeis guineensis)

4

Paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum)

5

Anggrek tanah (Spathoglottis plicata)

16

Multiple Choice

Manakah contoh pengaruh manusia yang secara langsung mengubah pola persebaran fauna?

1

Burung gereja (Passer domesticus) menyebar biji gulma di perkotaan.

2

Alih fungsi hutan Kalimantan menjadi perkebunan sawit mengancam habitat orangutan.

3

Kelelawar pemakan buah membantu penyebaran pohon beringin.

4

Cacing tanah meningkatkan porositas tanah untuk pertumbuhan akar.

5

Harimau Sumatra bermigrasi alami ke hutan yang lebih lebat

17

Persebaran Flora & Fauna di Dunia

  • Bioma merupakan bagian dari biosfer yang merupakan bentang lahan darat (landscape) yang mempunyai karakteristik khas berdasarkan keadaan iklimnya didominasi oleh flora dan fauna tertentu.

  • Bioma memiliki tiga subjek utama, yaitu produsen, konsumen, dan pengurai atau decomposer. Bioma yang terbentuk biasanya akan menyesuaikan sesuai letak geografis dan astronomis.

  • Bioma dipermukaan bumi secara umum dapat dibedakan menjadi: hutan hujan tropis, hutan gugur, padang rumput (steppa), sabana, gurun, taiga, dan tundra

media

Bioma

18

media
  • Bioma hutan yang selalu basah atau lembab, dan memiliki keanekaragaman vegetasi/tumbuhan yang sangat tinggi dan lebat. Bioma ini dapat ditemukan disekitar wilayah khatulistiwa (0°–10°LU/LS).


Ciri-ciri :
- Memiliki curah hujan sangat tinggi dan merata sepanjang tahun, yaitu lebih dari 2.000 mm/tahun.
- Memiliki pohon-pohon utama yang mempunyai ketinggian antara 20–40 m.
- Cabang pohon berdaun lebat dan lebar, serta hijau sepanjang tahun.
- Mendapat sinar matahari yang cukup, tetapi sinar matahari tidak dapat menembus dasar hutan karena tertutup pepohonan yang lebat.
- Permukaan tanahnya lembab dan sering tergenang air. f) Suhu udara antara 25°- 26°C.

1) Bioma Hutan Hujan Tropis

19

media
  • Bioma hutan gugur merupakan bioma yang vegetasinya didominasi oleh tumbuhan peluruh atau tumbuhan yang menggugurkan daunnya pada musim tertentu. Pada bioma ini mengalami empat musim, yaitu panas, gugur, dingin, dan semi.


Ciri-ciri :
- Memiliki curah hujan yang tinggi dan merata antara 750 – 1.000 mm/tahun.
- Suhu rata-rata mencapai ±50°C.
- Vegetasi pada bioma ini pada umumnya memiliki daun yang lebar, tajuk yang rapat, hijau pada musim panas, dan menggugurkan daunnya pada musim dingin.
- Memiliki jenis tumbuhan yang relatif sedikit
- Musim panas yang hangat dan musim dingin yang tidak terlalu dingin.
- Terletak di daerah yang mengalami empat musim yakni musim panas, dingin, semi dan gugur.

2) Bioma Hutan Gugur

20

media
  • Pengertian:
    Wilayah berumput luas tanpa pohon, curah hujan sedang.
    Ciri-ciri:

    • Curah hujan 250-750 mm/tahun

    • Tanah subur, cocok untuk pertanian

    • Musim kering panjang
      Contoh:

    • Flora: Rumput buffalo grass (Amerika), kangaroo grass (Australia)

    • Fauna: Bison, serigala, anjing padang rumput

3) Bioma Padang Rumput

21

media
  • Pengertian:
    Padang rumput dengan pohon-pohon menyebar.
    Ciri-ciri:

    • Curah hujan 900-1.500 mm/tahun

    • Musim kering 4-6 bulan

    • Suhu panas (20-30°C)
      Contoh:

    • Flora: Pohon akasia, baobab (Afrika)

    • Fauna: Singa, zebra, jerapah (Afrika); komodo (NTT)

4) Bioma Sabana

22

media
  • Pengertian:
    Wilayah sangat kering dengan vegetasi minimal.
    Ciri-ciri:

    • Curah hujan <250 mm/tahun

    • Suhu ekstrem (siang >40°C, malam <0°C)

    • Tanah berpasir/berbatu
      Contoh:

    • Flora: Kaktus saguaro, kurma

    • Fauna: Unta, ular derik, kalajengking

5) Bioma Gurun

23

media
  • Pengertian:
    Hutan konifer terluas di dunia, di belahan bumi utara.
    Ciri-ciri:

    • Musim dingin panjang (6 bulan), suhu bisa -50°C

    • Dominasi pohon pinus, spruce, cemara

    • Curah hujan 400-1.000 mm/tahun
      Contoh:

    • Flora: Pinus lodgepole, lumut

    • Fauna: Beruang hitam, lynx, burung crossbill


6. Bioma Taiga (Hutan Boreal)

24

media
  • Pengertian:
    Wilayah beku tanpa pohon di dekat kutub.
    Ciri-ciri:

    • Suhu rata-rata -34°C, musim dingin 10 bulan

    • Tanah beku permanen (permafrost)

    • Vegetasi: Lumut, semak kerdil
      Contoh:

    • Flora: Lichen, pohon willow kerdil

    • Fauna: Karibu, rubah arktik, burung puffin

7) Bioma Tundra

25

Persebaran jenis-jenis flora dan fauna di Indonesia.

  1. Kawasan Barat (Bercorak Asiatis)

  2. Kawasan Peralihan (Wallace).

  3. Kawasan timur (Bercorak Australiatik).

​FLORA

media
  • Garis Wallace = Garis imajiner yang memisahkan flora Asia tropis (barat) dengan flora campuran unik/peralihan (timur).

  • Garis Weber =Garis imajiner yang memisawhkan flora peralihan dengan flora Australia.

26

Flora Kawasan Barat (Asiatis)

1. Lokasi

  • Wilayah: Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali.

  • Pembatas Alam: Garis Wallace (batas sebelah timur).

2. Tipe Vegetasi Utama: Hutan Hujan Tropis

  • Ciri Khas:

    • Pohon tinggi (rata-rata 45 meter) dan lebat.

    • Tajuk berlapis (kanopi bertingkat).

    • Hijau sepanjang tahun (evergreen).

    • Keanekaragaman hayati sangat tinggi.

3. Kondisi Lingkungan Pendukung

  • Iklim:

    • Tipe Af (Tropis Basah) menurut Koppen.

    • Curah hujan tinggi (>2.000 mm/tahun).

    • Suhu panas (25–28°C) dan kelembapan tinggi.

  • Tanah: Subur, banyak mengandung humus.

5. Adaptasi Tumbuhan

  • Daun Lebar: Untuk menyerap cahaya matahari di lantai hutan.

  • Akar Tunjang: Contoh: Pohon bakau di pesisir Kalimantan, untuk menopang tubuh di tanah basah.

  • Epifit: Tanaman yang hidup menempel di pohon (contoh: anggrek) untuk mendapatkan cahaya.

6. Ancaman

  • Deforestasi: Alih fungsi hutan untuk perkebunan kelapa sawit.

  • Kebakaran Hutan: Terjadi di musim kemarau (contoh: Sumatra dan Kalimantan).

  • Perburuan Liar: Bunga rafflesia sering dicuri untuk dijual.

27

Flora Kawasan Peralihan (Wallace).

1. Lokasi

  • Wilayah: Sulawesi, Nusa Tenggara (NTB & NTT), Kepulauan Maluku.

  • Pembatas Alam:

    • Barat: Garis Wallace

    • Timur: Garis Weber

2. Ciri Khas Kawasan

  • Iklim:

    • Lebih kering dibandingkan kawasan barat Indonesia.

    • Suhu udara relatif lebih panas.

    • Curah hujan lebih rendah dan musim kemarau lebih panjang.

  • Kondisi Tanah:

    • Beragam, mulai dari tanah vulkanik (Sulawesi) hingga tanah kapur (NTT).

4. Contoh Flora Khas

  • Nusa Tenggara:

    • Pohon Lontar (Borassus flabellifer)

    • Cendana (Santalum album) – terkenal sebagai penghasil minyak wangi.

  • Sulawesi:

    • Kayu Eboni (Diospyros celebica) – kayu hitam endemik Sulawesi.

    • Pohon Kapok (Ceiba pentandra) – tumbuh di daerah kering.

  • Maluku:

    • Pala (Myristica fragrans)

    • Cengkeh (Syzygium aromaticum)

    • Kayu Manis (Cinnamomum verum)

28

Flora Kawasan Peralihan (Wallace).

5. Adaptasi Tumbuhan

  • Daun Kecil & Tebal: Untuk mengurangi penguapan di daerah kering (contoh: pohon lontar).

  • Akar Dalam: Mencari air di musim kemarau panjang (contoh: cendana).

  • Epifit: Anggrek hutan di Sulawesi yang hidup menempel pada pohon.

6. Ancaman

  • Perubahan Iklim: Musim kemarau semakin panjang mengancam vegetasi sabana.

  • Eksploitasi Berlebihan: Penebangan cendana dan eboni untuk komersil.

  • Kebakaran Hutan: Terjadi di musim kemarau, terutama di NTT.

media
media

​Cendana

Pohon Lontar

media
media

Pala

Cengkeh

29

Flora Kawasan timur (Bercorak Australiatik).


2. Tipe Vegetasi Dominan

A. Hutan Hujan Tropis (Tipe Af Koppen)

  • Ciri Khas:

    • Pohon tinggi (40–60 meter) dengan kanopi rapat.

    • Keanekaragaman hayati sangat tinggi (termasuk spesies endemik).

    • Dasar hutan lembap dengan tumbuhan bawah lebat.

  • Penyebab:

    • Curah hujan tinggi (>2.500 mm/tahun).

    • Suhu stabil (23–30°C) dan kelembapan udara >80%.

B. Hutan Mangrove

  • Lokasi: Pesisir selatan Papua (Asmat, Merauke).

  • Fungsi:

    • Melindungi pantai dari abrasi.

    • Habitat ikan dan burung migran.

C. Sabana dan Rawa Sagu

  • Lokasi: Dataran rendah Papua bagian selatan (contoh: Taman Nasional Wasur).

  • Ciri:

    • Padang rumput dengan pohon sporadis.

    • Rawa sagu sebagai sumber pangan lokal.

4. Adaptasi Flora terhadap Lingkungan

  • Pohon Sagu:

    • Akar napas (pneumatophore) untuk bertahan di rawa.

    • Batang menyimpan cadangan air.

  • Eucalyptus:

    • Daun sempit dan lilin untuk mengurangi penguapan.

    • Tahan kebakaran karena kulit kayu tebal.

  • Mangrove Papua:

    • Akar tunjang (stilt roots) untuk bertahan di pasang-surut.


5. Ancaman dan Konservasi

  • Ancaman:

    • Deforestasi: Pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit dan tambang.

    • Perubahan Iklim: Kenaikan muka air laut mengancam hutan mangrove.

    • Eksploitasi Sagu: Penebangan sagu tanpa penanaman kembali.

  • Upaya Pelestarian:

    • Taman Nasional Lorentz (situs UNESCO).

    • Program masyarakat adat untuk pengelolaan sagu berkelanjutan.

30

Flora Kawasan timur (Bercorak Australiatik).

5. Ancaman dan Konservasi

  • Ancaman:

    • Deforestasi: Pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit dan tambang.

    • Perubahan Iklim: Kenaikan muka air laut mengancam hutan mangrove.

    • Eksploitasi Sagu: Penebangan sagu tanpa penanaman kembali.

  • Upaya Pelestarian:

    • Taman Nasional Lorentz (situs UNESCO).

    • Program masyarakat adat untuk pengelolaan sagu berkelanjutan.

media
media

​Pohon Sagu

Mangrove Papua

31

Persebaran Fauna

AlfredRusselWallece,mengklasifikasikan daerah persebaran fauna di dunia menjadi 6 (enam) wilayah Zoogeografical seperti pada gambar berikut;

media

32

  1. Wilayah Paleartic = Meliputi di Siberia, Afrika Utara, dan beberapa kawasan di Asia Timur. Fauna yang hidup di antaranya harimau siberia, beruang kutub, beaver, dan rusa.

  2. Wilayah Neartic = Meliputi sebagian besar Amerika Utara dan Greenland (kutub utara sampai dengan subtropis). Fauna yang hidup di antaranya antelope, rusa, dan beruang.

  3. Wilayah Neotropical = Meliputi Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Mexico. Fauna yang hidup di antaranya primata, kelelawar, rodent, trenggiling, bison, dan kukang.

  4. Wilayah Ethiopian/ Afrotropical = Meliputi Afrika dan Madagaskar. Fauna yang hidup di kawasan ini di antaranya gajah afrika, gorila gunung, jerapah, zebra dan lain-lain

  5. Wilayah Oriental = Meliputi India, Cina, Asia Selatan dan Asia Tenggara. Fauna yang hidup dalam kawasan ini di antaranya harimau sumatra, tapir malaysia, gajah india, kerbau air, badak, dan lain-lain.

  6. Wilayah Australis = Meliputi Australia, Selandia baru, Papua, Maluku, OseaniaFauna yang hidup dalam kawasan ini antara lain Kangguru, koala, buaya, platipus, wallaby, burung pengisap madu, kiwi, kasuari.

33

Persebaran fauna di Indonesia tidak jauh berbeda dengan persebaran flora, begitu pula dengan faktor yang mempengaruhinya. Persebaran fauna di Indonesia di bagi atas tiga kawasan yaitu :

  1. Kawasan Barat/Asiatis. Kawasan ini meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali. Contoh fauna yang hidup dikawasan ini adalah harimau sumatera, macan tutul, harimau jawa dll.

  2. Kawasan tengah/peralihan. Kawasan meliputi kepulauan Nusa Tengara dan Sulawesi. Contoh faunanya seperti Anoa, komod, burung Maleo dll.

  3. Kawasan Timur/Australiatis. Fauna ini terdapat di Papua dan pulau-pulau di sekitarnya.Faunanya mempunyai kesamaan dengan fauna yang ada di benua australia seperti kanguru, kasuari, kuskus, burung Cenderawasih dll.

media

34

Multiple Choice

Perhatikan faktor-faktor berikut:

  1. Perubahan iklim global

  2. Pergerakan lempeng tektonik

  3. Adaptasi morfologi spesies

  4. Aktivitas vulkanik intensif

  5. Interaksi kompetisi antarspesies

Manakah kombinasi faktor abiotik yang paling berpengaruh terhadap persebaran fauna di Kepulauan Indonesia?

1

1 dan 2

2

2 dan 3

3

3 dan 4

4

1 dan 4

5

2 dan 5

35

Multiple Choice

Seorang peneliti menemukan fauna dengan ciri:

  • Mamalia kecil endemik

  • Kesamaan genetik dengan fauna Asia

  • Ditemukan di Sulawesi

Berdasarkan karakteristik tersebut, fauna ini kemungkinan besar berada di zona:

1

Barat garis Wallace

2

Timur garis Weber

3

Area transisi Wallacea

4

Zona Australis murni

5

Zona peralihan Weber-Wallace

36

Multiple Choice

Harimau Sumatra mengalami penurunan populasi akibat:

  1. Perburuan liar untuk perdagangan kulit

  2. Hilangnya inang akibat wabah penyakit

  3. Kompetisi dengan macan dahan untuk mangsa

  4. Perkebunan kelapa sawit menggusur habitat

Manakah faktor biotik yang langsung memengaruhi kepunahan?

1

1 dan 2

2

2 dan 3

3

3 dan 4

4

1 dan 4

5

2 dan 4

37

Multiple Choice

Jika ular piton di Rawa Aopa (Sulawesi) punah, dampak terbesar pada rantai makanan adalah:

1

Populasi burung meningkat drastis

2

Tikus sebagai mangsa utama mengalami ledakan populasi

3

Kompetisi antara predator sekunder meningkat

4

Dekomposer dominan mengurai bangau ular

5

Tumbuhan pakan tikus berkurang

BIOGEOGRAFI​
PERSEBARAN FLORA & FAUNA

By Juli Suwirtana Putra

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 37

SLIDE