Search Header Logo
AKHLAK kelas XII

AKHLAK kelas XII

Assessment

Presentation

Other

12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Aa Alfan

FREE Resource

5 Slides • 5 Questions

1

Asmaul Husna:

Akidah Akhlak

Maha Penguasa (Al-Malik)

2

Nama al-Malik merupakan nama ke-18 dari 99 al-Asmā` al-Ḥusnā. Kata al- Malik secara umum diartikan raja atau penguasa. Kata al-Malik terdiri dari huruf mim, lam, dan kaf yang rangkaiannya mengandung arti kekuatan dan kesahihan.

Imam al-Ghazali menjelaskan arti al-Malik ialah Dia yang tidak butuh pada sesuatu dan Dia adalah yang dibutuhkan. Dia adalah Penguasa dan Pemilik secara mutlak segala hal yang ada. Hasilnya, al-Malik memiliki kuasa atas pengendalian dan pemeliharaan kekuasaan-Nya.
Dalam al-Qur an, kata al-Malik terulang sebanyak lima kali. Dan dua diantaranya dirangkaikan dengan kata ḥaq dalam arti pasti dan sempurna yakni pada Surah Thāhā [20]: 114 dan Surah al-Mu`minūn [23]: 116.

Pengertian Al-Malik

Maha Penguasa (Al-Malik)

3

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰٓى اِلَيْكَ وَحْيُهٗۖ وَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا ۝١١٤

Maha tinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Janganlah engkau (Nabi Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai pewahyuannya kepadamu dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”

Ayat Al-Quran

Maha Penguasa (Al-Malik)

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ ۝١١٦
Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya. Tidak ada tuhan selain Dia, pemilik ‘Arasy yang mulia.

Surah Thāhā [20]: 114

Surah al-Mu`minūn [23]: 116

4

Sebagai umat yang beriman, kita harus meyakini bahwa hanya Allah yang memiliki kuasa secara mutlak atas kuasa-Nya. Tidak ada kekuasaan yang mutlak dari makhluknya meskipun itu raja atau pun presiden. Keduanya hanya diberikan tugas untuk mengatur dan mengelola kekuasaan Allah secara temporer.

Kekuasaan Allah tidak terbatas adanya. Salah satu dari kekuasaan-Nya ialah bumi dan langit dengan segala hal yang menyertainya serta segala sesuatu yang kasat mata ataupun gaib.

A. Meyakini bahwa Allah Maha Menguasai segala kekuasaan

Maha Penguasa (Al-Malik)

5

Keyakinan bahwa hanya Allah merupakan Pemilik dan Penguasa segala sesuatu membuat kita sebagai hambanya harus memikirkan tindakan yang akan dilakukan. Kita hidup di bumi milik-Nya. Itulah alasan kita untuk tak patut sewenang-wenang terhadap bumi-Nya. Kita harus meminta izin kepada-Nya dalam segala tindakan kita.

Selain meminta izin kepada Allah, manusia diminta bertanggung jawab atas segala hal yang mereka lakukan lebih-lebih kepada orang yang dianugerahi kerajaan-Nya (dunia).

Raja (penerima amanat) di dunia pun dituntut untuk mengatur dan mengendalikan kehidupan di dunia dengan sebaik-baiknya. Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa raja yang hakiki yaitu,
1) Kerajaannya berupa kalbu dan wadah kalbunya,
2) Bala tentaranya ialah syahwat, amarah, dan nafsunya,
3) Rakyatnya adalah lidah, mata, tangan, dan seluruh anggota badannya.

B. Meminta izin kepada pemilik barang dan bertanggung jawab

Maha Penguasa (Al-Malik)

6

Multiple Choice

Dalam pengertian bahasa, kata Al-Malik berasal dari rangkaian huruf mim, lam, dan kaf. Menurut Imam al-Ghazali, arti Al-Malik adalah bahwa Allah tidak membutuhkan sesuatu pun, sedangkan seluruh makhluk membutuhkan-Nya. Pernyataan yang paling tepat untuk menggambarkan hal ini adalah …

1

Kekuasaan Allah bersifat sementara karena diberikan kepada manusia yang beriman untuk mengatur bumi.

2

Allah memiliki kekuasaan mutlak, tidak terbatas, dan tidak bergantung pada siapapun, sedangkan manusia hanya menerima amanah kekuasaan terbatas.

3

Kekuasaan Allah sama dengan kekuasaan raja di dunia, hanya berbeda pada tingkatannya.

4

Kekuasaan Allah diberikan kepada makhluk-Nya agar mereka dapat mengatur dirinya sendiri tanpa campur tangan Allah.

7

Multiple Choice

Dalam QS. Thāhā [20]: 114 Allah disebut sebagai al-Malik al-Haqq. Pesan utama dari ayat ini adalah …

1

Allah berkuasa memberikan ilmu kepada siapa saja, dan manusia wajib memohon tambahan ilmu dengan rendah hati.

2

Allah mengingatkan bahwa kekuasaan manusia sama kuatnya dengan kekuasaan Allah bila menggunakan ilmu.

8

Multiple Choice

Teladan dari keyakinan bahwa Allah adalah Al-Malik adalah …

1

Meminta izin kepada Allah dalam segala perbuatan, menjaga bumi, dan bertanggung jawab atas setiap amanah yang diberikan

2

Menyamakan kekuasaan manusia dengan kekuasaan Allah untuk menunjukkan kesetaraan makhluk dengan Khalik.

9

Multiple Choice

Mengimani Allah sebagai Al-Malik memiliki dampak nyata dalam kehidupan sosial. Dampak yang paling tepat adalah …

1

Manusia menjalankan kekuasaan dengan adil, amanah, tidak zalim, dan selalu ingat bahwa kekuasaan adalah titipan Allah.

2

Manusia memandang kekuasaan dunia sebagai sesuatu yang kekal dan tidak akan dicabut oleh Allah.

10

Multiple Choice

Salah satu teladan dari meyakini Allah sebagai Al-Malik adalah menjaga amanah kekuasaan. Menurut pandangan ulama, bagaimana seharusnya seorang pemimpin memahami amanah kekuasaan?

1

Kekuasaan adalah sarana ujian dari Allah yang harus dijalankan dengan adil, penuh tanggung jawab, dan selalu mengingat pertanggungjawaban di akhirat.

2

Kekuasaan adalah hak mutlak yang tidak dapat dicabut, sehingga pemimpin bebas menggunakannya.

Asmaul Husna:

Akidah Akhlak

Maha Penguasa (Al-Malik)

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 10

SLIDE