Search Header Logo
PTT PUISI RAKYAT

PTT PUISI RAKYAT

Assessment

Presentation

World Languages

7th Grade

Hard

Created by

Fitriati Fitriati

FREE Resource

17 Slides • 0 Questions

1

By Fitriati Fitriati

2

media

Berkelana

di

Dunia

Imajinasi
(Puisi Rakyat dan Teks
Fantasi)

oleh : Ni Putu Mega Arsani, S.Pd.

Guru Bahasa Indonesia

3

media

PUISI RAKYAT

1.

4

media
media

Puisi rakyat adalah sastra lisan berupa puisi terikat yang berkembang pada masa
masyarakat tradisional.

Dikatakan terikat karena puisi jenis ini diatur oleh ketentuan-ketentuan tertentu,
seperti jumlah suku kata, jumlah baris, jumlah bait,d an rima.

Puisi rakyat umumnya bersifat anonim (nama pengarangnya tidak diketahui),
diwariskan secara turun-temurun dari mulut ke mulut, dan disebarkan dalam bentuk
yang tetap dan tidak berubah.

Puisirakyat terikat aturan-aturan seperti jumlah kata dalam tiap abris, jumlah baris
dalam tiap bait, dan juga pengulangan kata yang bisa terdapat di awal maupun di
akhir sajak (rima).

1. A. Pengertian Puisi Rakyat

5

media

Berikut ini adalah ebebrapa jenis puisi rakyat.

Pantun1.

Gurindam2.

Mantra3.

1. B. Jenis-Jenis Puisi Rakyat

6

media

Menurut KBBI, pantun diartikan sebagi puisi Indonesia (Melayu). Tiap bait (kuplet)
biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b). Tiap larik biasanya terdiri
atas empat kata. Baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran)
saja sedangkan abris ketiga dan abris keempat merupakan isi.

Ciri-ciri pantun:
a. Satu bait terdiri atas empat baris
b. Setiap abris terdiri atas 8-12 suku kata
c. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, baris ketiga dan keempat
merupaka n isi.
d. Rima akhirnya berpola a-b-a-b. Artinya, bunyi akhir baris pertama sama dengan
bunyi akhir baris ketiga dan bunyi akhir baris kedua sama dengan baris keempat.

1. Pantun

7

media
media

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Gurindam secara umum merupakan
susuan sajak yang terdiri dari dua baris dan mengandung petuah hidup. Karya
Gurindam adalah sebuah nasihat kepada sesama manusia agar menjalankan
kebaikan.

Ciri-ciri Gurindam:
a. Setiap bait terdiri atas dua baris atau larik
b. Setiap larik terdiri atas 8-14 suku kata
c. Larik pertama merupakan syarat, sedangkan larik kedua merupakan jawaban.
d. Larik pertama dan kedua membentuk kalimat majemuk, umumnya merupakan
hubungan sebab-akibat.
e. Rima akhirnya berpola a-a

2. Gurindam

8

media
media

Dalam dunia sastra, mantra adalah jenis puisi lama yang mengandung daya magis.
Setiap daerah di Indonesia umumnya memiliki mantra, biasanya mantra di daerah
menggunakan bahasa daerah masing-masing.

Ciri-ciri Mantra:
a. Terdiri dari beberapa rangkaian kata yang memiliki irama
b. Isinya berhubungan dengan kekuatan gaib, dibuat dan diucapkan untuk tujuan
tertentu
c. Mengandung rayuan dan perintah
d. Merupakan satu bagian yang utuh dan tidak bisa dipahami melalui setiap
bagiannya
e. Mementingkan keindahan permainan bunyi

3. Mantra

9

media

Tujuan puisi rakyat adalah:

Menghibur pembaca, memberikan nasihat mendidik kepada anak.1.

Memberikan isyarat dan mengajak untuk memulai suatu permainan

2.

Melarang untuk melakukan sesuatu, menggambarkan perenungan.

3.

Memprotes ketidakadilan yang terjadi di masyarakat

4.

1. C. Tujuan Puisi Rakyat

10

media

Langkah-langkah membuat puisi rakyat berikut.

1. Menentukan tema
Tema merupakan gagasan pokok yang diungkap dalam puisi. Tema ini biasanya
memuat gagasan, perasaan, atau pesan yang ingin diungkapkan kepada pembaca
atau pendengar puisi.

2. Menentukan pernyataan-pernyataan sesuai dengan tema.
Pernyataan-pernyataan adalah kalimat-kalimat yang dapat menajdi kerangka
dalam menyusun larik. Pernyataan-pernyataan ini harus sesuai dengan tema
sehingga puisi kalian memuat gagasan atau pesan yang jelas.

1. D. Menulis Puisi Rakyat

11

media

3. Menentukan larik puisi
a. Jika kalian akan menyusun puisi rakyat berupa pantun, kalian memerlukan dua
sampiran dan dua isi, terdiri atas 8-12 suku kata, dan dengan pola rima a-b-a-b
b. Jika kalian ingin membuat mantra, kalian harus merangkai beberapa kata yang
memiliki irama.

12

media
media

Teks fantasi merupakan cerita yang bersifat khayalan atau imajinatif. Untuk menarik
pembaca, biasanya tokoh dalam cerita fantasi dapat memiliki ekahlian atau
kekuatan tertentu. Tokoh seperti dewa-dewa, raksasa, makhluk ajaib, manusia
dengan kesaktian adalah tokoh dalam cerita fantasi yang tidak ada dalam
kehidupan nyata. Cerita fantasi dapat ebrupa cerita yang mengkhayalkan kejadian
pada masa depan. Cerita jenis ini disebut cerita futuristik. Selain cerita jenis ini, ada
cerita fantasi tentang khayalan seseorang atau cerita tentang peri. Teks fantasi
termasuk ke dalam jenis teks naratiff.

A. Pengertian Teks Fantasi

13

media
media
media

B. Teks Naratif

Teks naratif adalah cerita imajinatif berisi
serangkaian kejadian berurutan yang
menggambarkan alur awal, tengah, dan
akhir.

Teks

naratif

biasanya

menggambarkan seorang tokoh yang
mengalami masalah. Masalah biasanya
bermula saat tokoh tidak mendapatkan
sesuatu yang diinginkan.
Alur cerita menggambarkan bagaimana
ia

berusaha

untuk

mendapatkan

keinginannya

tersebut.

Pada

bagian

akhir

ini,

tokoh

mendapatkan

keinginannya

tersebut.

Pada

bagian

akhir

ini,

tokoh

telah

mendapatkan

resolusi atau penyelesaian masalah.

14

media
media

C. Unsur Bahasa dalam Teks Fantasi

Unsur bahasa dalam teks fantasi meliputi:

a. Majas sarkasme
b. Kalimat langsung
c. Kalimat tidak langsung

15

media
media

a. Majas Sarkasme
Majas sarkasme adalah majas yang berisi sindiran yang bertujuan untuk menyakiti
perasaan seseorang. Majas sarkasme digunakan penulis untuk menggambarkan
perilaku tokoh antagonis, yaitu tokoh yang memiliki perilaku buruk dalam cerita. Tak
heran bila kita kerap membaca kata-kata yang kurang mengenakkan keluar dari
mulut tokoh antagonis.
Contoh:
“Kau mau ajdi sok jagoan, ya? Jauhi Putu atau kami semua akan menjauhimu!”

16

media
media

b. Kalimat langsung
Kalimat langsung adalah kalimat kutipan perkataan seseorang secara langsung. Ciri-
ciri kalimat langsung adalah menggunakan tanda petik buka (“) pada bagian awal
kalimat dan tanda petik tutup (”) pada akhir kalimat.
Contoh:
Pedagang berkata, “Terima kasih, Tuan Muda!”

c. Kalimat tidak langsung
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menyatakan kembali ucapan seseorang.
Contoh:
Pedagang berkata terima kasih kepada Tuan Muda.

17

media

SAMPAI JUMPA PADA PERTEMUAN
SELANJUTNYA ANAK-ANAK HEBAT

SALAM DAN BAHAGIA !

By Fitriati Fitriati

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 17

SLIDE