
Materi 5: Menarik Kesimpulan (Inferensial)
Presentation
•
World Languages
•
9th Grade
•
Practice Problem
•
Easy
IRVAN PAKSI EKANANTO
Used 2+ times
FREE Resource
13 Slides • 27 Questions
1
Menarik Kesimpulan Secara Inferensial dalam Teks
By IRVAN PAKSI EKANANTO
2
PENGERTIAN
Menarik kesimpulan secara inferensial adalah kemampuan menemukan makna, ide, atau gagasan tersembunyi dalam teks berdasarkan petunjuk tersurat (yang tertulis) dan tersirat (yang disembunyikan) oleh penulis.
Kesimpulan yang dimaksud tidak tertulis langsung di teks, tetapi dapat diperoleh melalui penalaran logis dari informasi yang tersedia.
Kuncinya:
Pembaca = detektif bahasa
Teks = sumber petunjuk
Kesimpulan = hasil penalaran logis dari bukti-bukti dalam teks
3
TUJUAN
Ciri Khas Kesimpulan Inferensial
Kesimpulan inferensial berbeda dari pemahaman biasa karena melibatkan proses berpikir deduktif dan induktif secara bersamaan:
Jenis Proses | Keterangan | Contoh |
|---|---|---|
Deduktif | dari petunjuk umum ke makna khusus | Teks menyebut “semua siswa berlari ke aula” → disimpulkan “akan ada kegiatan sekolah.” |
Induktif | dari detail ke makna umum | “Langit mendung, petir menyambar, orang membawa payung” → disimpulkan “akan hujan.” |
Jadi, kesimpulan inferensial adalah hasil penalaran gabungan dari data bahasa, konteks, dan pengalaman logis pembaca.
4
CIRI-CIRI KESIMPULAN YANG BAIK
Didasarkan pada bukti teks, bukan tebakan.
Logis: tidak bertentangan dengan fakta dalam teks.
Relevan dengan isi utama teks.
Tidak menambah informasi baru di luar teks.
Mewakili makna keseluruhan (tidak terlalu sempit).
Contoh:
“Dimas memandangi layar ponselnya yang gelap dan tersenyum samar.”
➜ Kesimpulan logis: Dimas menerima pesan yang membuatnya bahagia.
➜ Bukan: “Dimas baru membeli ponsel baru.” (tidak ada bukti dalam teks)
5
Perbedaan antara Menarik Kesimpulan dan Menentukan Ide Pokok
Meskipun keduanya tampak mirip, menarik kesimpulan dan menentukan ide pokok adalah dua kemampuan yang berbeda.
Kesalahan umum siswa adalah menganggap kesimpulan itu sama dengan ide pokok, padahal perbedaan keduanya terletak pada fokus, sumber informasi, dan kedalaman makna.
Menentukan ide pokok berarti menemukan inti pembahasan teks, yaitu hal utama yang sedang dibicarakan oleh penulis.
Jawabannya bisa langsung ditemukan dalam kalimat utama atau bagian teks yang paling menonjol.
Prosesnya bersifat literal, artinya hanya memahami informasi yang tertulis.
Sementara itu, menarik kesimpulan berarti menemukan makna yang tidak tertulis langsung, melainkan disembunyikan dalam hubungan antarkalimat atau antarperistiwa.
Kesimpulan diperoleh dengan menafsirkan, menalar, dan mengaitkan petunjuk-petunjuk yang ada dalam teks.
Perbedaannya bisa digambarkan begini:
Kalau ide pokok menjawab pertanyaan “Teks ini membicarakan tentang apa?”,
Maka kesimpulan menjawab “Apa makna atau maksud dari teks ini?”
Contoh:
Teks: “Sejak pagi, awan menebal dan angin bertiup kencang. Para nelayan memilih tidak melaut.”
– Ide pokok: Cuaca buruk membuat nelayan tidak melaut.
– Kesimpulan: Cuaca ekstrem membahayakan nelayan sehingga mereka memilih berhati-hati.
Jadi, ide pokok hanya menjelaskan apa yang terjadi, sedangkan kesimpulan menjelaskan mengapa hal itu terjadi dan apa maknanya.
Kesimpulan menuntut pembaca berpikir lebih dalam dan melihat hubungan sebab-akibat di balik fakta yang tertulis.
6
Jenis-Jenis Inferensi dalam Menarik Kesimpulan
Kesimpulan inferensial bisa muncul dari berbagai jenis hubungan makna di dalam teks. Berikut bentuk-bentuk yang paling sering muncul dalam soal TKA:
1.Inferensi Kausal (Sebab-Akibat): Menemukan alasan atau akibat dari suatu peristiwa. Biasanya ditandai kata karena, sehingga, akibatnya.
➜ Contoh: Tokoh tidak berangkat sekolah karena hujan deras.
2.Inferensi Kontekstual: Menafsirkan makna dari situasi, latar, atau lingkungan.
➜ Contoh: Suasana senja dan angin pelan menandakan kesedihan.
3.Inferensi Emosional: Menyimpulkan perasaan tokoh dari ekspresi atau tindakan.
➜ Contoh: Tokoh menunduk lama dan tak berbicara = sedang kecewa.
4.Inferensi Tujuan atau Niat: Menyimpulkan alasan di balik tindakan tokoh.
➜ Contoh: Ia membawa bunga ke rumah sakit = ingin menjenguk seseorang.
5.Inferensi Prediktif: Menyimpulkan kelanjutan atau akhir cerita.
➜ Contoh: Awan mendung dan petir muncul = kemungkinan hujan turun.
6.Inferensi Nilai atau Moral: Menemukan pesan moral atau nilai kehidupan dalam teks.
➜ Contoh: Kerja keras dan kejujuran akan membawa kesuksesan.
7
Petunjuk-Petunjuk Inferensial dalam Teks
Untuk bisa menarik kesimpulan secara inferensial, pembaca harus peka terhadap petunjuk-petunjuk kecil yang disisipkan penulis. Petunjuk itu bisa berupa kata, frasa, situasi, atau bahkan suasana yang tersirat dalam teks.
Berikut jenis-jenis petunjuk yang harus diperhatikan siswa saat membaca teks:
1.Petunjuk Emosi dan Sikap Tokoh: Tindakan, ekspresi wajah, atau pilihan kata sering menunjukkan perasaan yang tidak tertulis.
Misalnya:
-menunduk, diam lama, menatap kosong → sedih, kecewa, menyesal
-tersenyum kecil, menepuk bahu, menatap hangat → bangga, senang, haru
-menghela napas panjang, menatap langit → lelah, menyerah, pasrah
Soal TKA sering menguji kepekaan siswa terhadap ekspresi seperti ini, karena emosi tidak pernah ditulis secara langsung.
2. Petunjuk Latar dan Suasana: Deskripsi tempat dan waktu dapat menyiratkan perasaan atau situasi batin tokoh.
Contoh:
-Senja yang muram → pertanda perpisahan atau akhir cerita.
-Langit cerah dan angin sepoi-sepoi → suasana damai, bahagia.
-Hujan deras di malam hari → suasana tegang atau kesedihan.
Jadi, latar bukan sekadar hiasan teks, tapi jembatan menuju makna tersirat.
8
Lanjutan. . . .
3.Petunjuk Hubungan Logis Antarkalimat: Kata penghubung atau hubungan sebab-akibat dalam teks membantu pembaca memahami maksud tersembunyi.
Contoh:
- Karena, sehingga, akibatnya → mengarah pada hubungan sebab dan akibat.
- Namun, walaupun, meskipun → menunjukkan kontras atau konflik.
- Kemudian, akhirnya, tiba-tiba → menandakan urutan waktu atau perubahan suasana.
Kesalahan siswa yang umum adalah membaca kata-kata itu sekadar “penghubung”, padahal justru di situlah kunci arah makna teks berada.
4.Petunjuk Simbol dan Benda: Kadang penulis memakai simbol atau benda untuk mewakili perasaan tokoh atau tema cerita.
Contoh:
- Bunga layu → kekecewaan, kegagalan, kehilangan semangat.
- Cermin retak → hati yang patah atau konflik batin.
- Pelangi setelah hujan → harapan baru, kebahagiaan setelah kesulitan.
Siswa perlu belajar membaca “bahasa simbolik” ini agar bisa menangkap makna tanpa harus menunggu penulis menjelaskannya.
5.Petunjuk Nada dan Pilihan Kata: Nada kalimat bisa membuat makna berubah meskipun kata-katanya netral.
Perhatikan contoh:
“Kau datang juga akhirnya,” kata ibu pelan.
Nada kalimat ini bisa menyiratkan kelegaan, tapi juga bisa mengandung penyesalan — tergantung konteks sebelumnya.
9
Langkah-Langkah Menarik Kesimpulan secara Inferensial
Langkah 1 : Pahami konteks teks
Baca teks dengan saksama dan pahami dulu konteks umumnya. Tanyakan hal-hal dasar seperti siapa yang dibicarakan, apa yang sedang terjadi, di mana peristiwa berlangsung, dan kapan waktu kejadiannya.
Langkah 2 : Temukan fakta tersurat
Fakta tersurat adalah informasi yang tertulis langsung dalam teks. Biasanya berupa tindakan, peristiwa, atau keterangan waktu dan tempat.
Contoh: “Rafi duduk di teras menatap jalan sejak pagi.”
Fakta tersuratnya adalah bahwa Rafi duduk di teras, menatap jalan, dan sudah melakukannya sejak pagi.
Langkah 3 : Cari petunjuk tersirat
Perhatikan kata atau kalimat yang tidak menjelaskan makna secara langsung tetapi memberi tanda pada hal yang lebih dalam.
Contoh: “Ia menatap jalan dan menegakkan badan setiap kali motor lewat.”
Kalimat ini menyiratkan bahwa Rafi sedang menunggu seseorang.
Langkah 4 : Hubungkan fakta dan petunjuk
Gabungkan informasi tersurat dan tersirat menjadi satu makna yang logis. Pembaca perlu menggunakan penalaran sebab-akibat, perbandingan, atau pemahaman terhadap perasaan tokoh untuk menemukan hubungan makna tersebut.
Langkah 5 : Rumuskan kesimpulan
Tuliskan kesimpulan dalam satu kalimat singkat yang menjawab inti makna teks.
Contoh: “Rafi menunggu seseorang yang belum datang.”
Langkah 6 : Uji logika kesimpulan
Periksa kembali apakah kesimpulan yang dibuat sudah sesuai dengan seluruh isi teks, apakah didukung bukti yang jelas, dan apakah tidak menambah informasi baru yang tidak ada di teks.
Jika semua terpenuhi, berarti kesimpulan itu sudah benar secara inferensial.
10
Ciri-Ciri Soal TKA tentang Kesimpulan Inferensial & Kesalahan yang Umum Terjadi
Ciri-cirinya:
-Teksnya pendek, tetapi mengandung makna tersirat.
- Pilihan jawabannya terlihat semuanya benar, namun hanya satu yang benar-benar didukung oleh isi teks.
- Pertanyaannya sering menggunakan kata kunci seperti “dapat disimpulkan”, “kemungkinan”, “alasan”, atau “maksud penulis”.
- Untuk menjawabnya, siswa harus menggabungkan dua petunjuk, misalnya fakta dan emosi, atau fakta dan suasana.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari:
- Menebak tanpa melihat bukti dari teks.
- Menyalin kalimat terakhir dan menjadikannya kesimpulan.
- Menambahkan informasi baru yang tidak ada di teks.
- Tidak memperhatikan kata emosi atau hubungan logis antar kalimat.
- Mengabaikan nada, simbol, atau perubahan suasana yang memberi makna tersirat.
11
Contoh Soal dan Pembahasan Detail (Model TKA)
Teks 1
Ketika bel istirahat berbunyi, Dina tetap duduk di kelas. Ia memandangi meja ujian yang masih penuh coretan. Teman-temannya sudah berlarian ke kantin, tapi Dina justru meremas kertas ulangan itu sambil menunduk lama.
Pertanyaan:
Apa kesimpulan yang paling tepat dari teks tersebut?
A. Dina tidak lapar saat istirahat.
B. Dina belum menyelesaikan ujian.
C. Dina kecewa dengan hasil ujiannya.
D. Dina tidak suka pelajaran tersebut.
Jawaban yang benar adalah C. Dina kecewa dengan hasil ujiannya.
Pembahasan:
Fakta tersurat menunjukkan bahwa Dina menunduk, meremas kertas ulangan, dan tidak ikut ke kantin. Fakta tersiratnya adalah tindakan itu menunjukkan perasaan kecewa.
Secara logis, sikap menunduk dan tidak bergabung dengan teman lain menandakan ia merasa sedih atau tidak puas.
Kesimpulan yang paling logis adalah Dina kecewa dengan hasil ujiannya.
Jenis inferensi yang digunakan adalah emosional dan kausal.
12
Contoh Soal dan Pembahasan Detail (Model TKA)
Teks 2
Ibu berdiri di depan warung yang kini tertutup papan bertuliskan “Dijual”. Ia memegang kunci dan tersenyum kecil, lalu menatap anaknya yang membawa tas sekolah.
Pertanyaan:
Apa kesimpulan yang dapat ditarik dari teks tersebut?
A. Warung itu dijual karena sepi pembeli.
B. Ibu ingin membuka usaha baru.
C. Ibu menutup warung demi fokus pada pendidikan anaknya.
D. Anak Ibu baru pulang sekolah.
Jawaban yang benar adalah C. Ibu menutup warung demi fokus pada pendidikan anaknya.
Pembahasan:
Fakta tersurat: warung dijual, anak membawa tas sekolah.
Fakta tersirat: senyum kecil menandakan keikhlasan, dan fokus penulis pada anak menunjukkan alasan utama tindakan itu.
Secara logis, tindakan menutup warung dikaitkan dengan keinginan Ibu agar anaknya bisa sekolah dengan baik.
Inferensi yang digunakan adalah kausal dan nilai.
13
Contoh Soal dan Pembahasan Detail (Model TKA)
Teks 3
“Sudah malam, tapi Rendra belum juga pulang,” kata Ayah sambil menatap jam. Ibu menutup gorden dan mematikan televisi. Di luar, suara petir terdengar makin sering.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling logis dari teks tersebut adalah …
A. Rendra sedang bermain di rumah temannya.
B. Orang tua Rendra merasa khawatir karena anaknya belum pulang.
C. Rendra lupa waktu karena hujan deras.
D. Ayah dan Ibu sedang menunggu tamu datang.
Jawaban yang benar adalah B. Orang tua Rendra merasa khawatir karena anaknya belum pulang.
Pembahasan:
Fakta tersurat menunjukkan bahwa Rendra belum pulang, suasana malam, dan suara petir makin sering.
Fakta tersirat dapat dilihat dari tindakan Ayah yang menatap jam dan Ibu yang mematikan TV, tanda mereka sedang cemas.
Secara logis, tindakan dan suasana mendukung kesimpulan bahwa mereka sedang khawatir.
Jenis inferensi yang digunakan adalah emosional dan kausal.
14
Draw
Gambarkan dirimu yang sedang ada di atas awan dan sedang apa!
15
Multiple Choice
(Inferensi Kausal – Sebab Akibat)
Angga menatap papan tulis yang masih kosong. Kapur di tangannya belum bergerak sejak bel pertama berbunyi. Di luar, suara riuh kelas sebelah terdengar jelas, tapi ia tetap diam di tempatnya.
Pertanyaan:
Apa yang dapat disimpulkan dari teks tersebut?
Angga belum siap memulai pelajaran karena gugup.
Angga sedang menunggu gurunya datang.
Angga tidak tahu apa yang harus ditulis.
Angga sengaja menunda waktu agar teman-temannya datang.
16
Multiple Choice
(Inferensi Kontekstual)
Angin sore bertiup lembut membawa bau tanah basah. Di ujung jalan, anak-anak berlari sambil tertawa membawa layang-layang. Wajah mereka dipenuhi lumpur, tapi senyumnya tetap lebar.
Pertanyaan:
Situasi yang digambarkan dalam teks tersebut adalah …
Setelah hujan turun, anak-anak bermain dengan gembira.
Anak-anak berlari karena takut hujan.
Anak-anak sedang membantu orang tua mereka di sawah.
Anak-anak bermain di dalam rumah.
17
Multiple Choice
(Inferensi Emosional)
“Tak apa, aku mengerti,” kata Dira sambil tersenyum tipis. Ia kemudian melangkah pergi, meskipun matanya tampak berkaca-kaca.
Pertanyaan:
Bagaimana perasaan Dira sebenarnya?
Dira merasa bahagia karena dimengerti.
Dira kecewa tapi berusaha tegar.
Dira marah dan memilih pergi.
Dira sudah melupakan masalahnya.
18
Multiple Choice
(Inferensi Tujuan/Niat)
Arman menaruh buku catatan di meja depan ruang guru, lalu segera keluar tanpa menoleh. Ia tahu gurunya belum datang, tapi ia meninggalkan sebuah catatan kecil di atas buku itu.
Pertanyaan:
Apa tujuan Arman melakukan hal tersebut?
Ia ingin mengembalikan buku milik guru.
Ia ingin memberi tahu guru bahwa ia sudah mengerjakan tugas.
Ia takut dimarahi karena terlambat mengumpulkan tugas.
Ia tidak ingin bertemu dengan gurunya.
19
Multiple Choice
(Inferensi Prediktif)
Hujan turun semakin deras. Lampu jalan mulai padam satu per satu. Riko memeluk tubuhnya sendiri sambil mempercepat langkah menuju halte yang sudah sepi.
Pertanyaan:
Apa yang kemungkinan besar akan terjadi setelah peristiwa ini?
Riko akan berteduh di halte sambil menunggu hujan reda.
Riko akan pulang menggunakan sepeda motor.
Riko akan mencari teman-temannya di sekolah.
Riko akan berjalan pulang tanpa berhenti.
20
Multiple Choice
(Inferensi Nilai/Moral)
Sari menutup bukunya pelan. Ia gagal menjadi juara seperti tahun lalu, tapi malam itu ia tetap membantu adiknya belajar hingga larut.
“Kali ini giliranku belajar dari kesalahan,” katanya lembut.
Pertanyaan:
Pesan moral yang dapat disimpulkan dari teks tersebut adalah …
Kekalahan bukan akhir segalanya, yang penting terus berusaha.
Sari kecewa dengan hasil yang ia dapatkan.
Kemenangan hanya bisa diraih dengan bekerja keras.
Belajar tidak perlu sampai larut malam.
21
Multiple Choice
(Kausal + Emosional)
Rina memandangi piala di lemari kaca itu. Ia mengusap debunya, lalu tersenyum sebentar sebelum melangkah pergi.
“Mungkin sekarang sudah saatnya aku berhenti,” bisiknya pelan.
Pertanyaan:
Apa sebab utama Rina mengambil keputusan tersebut?
Ia sudah bosan berkompetisi.
Ia ingin fokus pada hal lain dalam hidupnya.
Ia kecewa karena tidak menang lagi.
Ia merasa piala itu tidak penting lagi.
22
Multiple Choice
(Kontekstual + Tujuan)
Di tengah lapangan yang becek, Rafi tetap mengibarkan bendera kecil di tangannya. Bajunya basah, wajahnya penuh lumpur, tapi ia terus berdiri tegak saat teman-temannya berlari ke tenda.
Pertanyaan:
Apa makna tindakan Rafi dalam teks tersebut?
Ia ingin menunjukkan semangat dan tanggung jawab.
Ia tidak peduli dengan kondisi hujan.
Ia menunggu arahan dari pelatihnya.
Ia tidak sadar bahwa upacara telah selesai.
23
Multiple Choice
(Prediktif + Emosional)
Lia menatap kalender di dinding, tanggal lomba sudah dilingkari merah. Ia menarik napas panjang dan menatap cermin. “Aku harus bisa kali ini,” ucapnya lirih.
Pertanyaan:
Apa yang kemungkinan akan dilakukan Lia setelah peristiwa itu?
Lia akan menyerah karena merasa takut.
Lia akan mulai berlatih dengan sungguh-sungguh.
Lia akan meminta bantuan temannya.
Lia akan menghapus tanda di kalender itu.
24
Multiple Choice
(Nilai/Moral + Kausal)
Setelah menolong kakek menyeberang jalan, Fajar melihat jam tangannya. Ia sadar sudah terlambat masuk sekolah, tetapi wajahnya justru terlihat lega.
Pertanyaan:
Apa kesimpulan yang paling tepat dari teks tersebut?
Fajar senang karena mendapat nilai baik di sekolah.
Fajar tidak takut dimarahi karena menolong orang lain adalah hal benar.
Fajar memang ingin terlambat agar bisa istirahat lebih lama.
Fajar menyesal karena tidak cepat berangkat.
25
Fill in the Blank
Aku hidup tanpa jantung,
bernafas tanpa paru-paru.
Setiap kali aku “mati”, kamu malah panik dan BT.
Siapakah aku?
26
Multiple Choice
(Fiksi Naratif – Inferensi Emosional & Kausal)
Pagi itu udara terasa dingin. Lani berdiri di depan cermin sambil merapikan rambutnya. Di meja, masih terlipat rapi seragam putih yang belum ia kenakan. Ia menatapnya lama, kemudian menunduk, memegang dasi birunya, dan menarik napas pelan.
Suara adiknya dari luar kamar memanggil, “Cepat, Kak, nanti terlambat!” Tapi Lani hanya menjawab singkat, “Kamu duluan saja.”
Di dinding, masih tergantung foto Lani bersama teman-temannya saat perpisahan sekolah. Matanya kembali memanas setiap kali melihatnya.
Pertanyaan:
Kesimpulan yang paling tepat dari teks di atas adalah …
Lani rindu teman-teman sekolahnya dan belum siap masuk sekolah baru.
Lani tidak ingin berangkat sekolah karena sakit.
Lani sedang menunggu seseorang menjemputnya.
Lani ingin mengganti sekolahnya karena tidak nyaman.
27
Multiple Choice
(Nonfiksi Deskriptif – Inferensi Kontekstual)
Setiap pagi, Pak Hasan selalu datang ke taman kecil di dekat rumahnya. Ia membawa sebungkus roti dan duduk di bangku yang sama, di bawah pohon angsana. Burung-burung pipit akan datang mendekat, dan ia melempar remah roti ke tanah.
Beberapa warga sering memperhatikan kebiasaannya itu. Ada yang mengira ia sekadar menikmati udara pagi, ada pula yang berkata bahwa ia sedang mengenang seseorang.
Yang jelas, wajah Pak Hasan selalu terlihat tenang setiap kali burung-burung itu terbang pergi.
Pertanyaan:
Kesimpulan yang paling logis dari teks tersebut adalah …
Pak Hasan memberi makan burung karena ia menyukai hewan.
Pak Hasan datang ke taman untuk mengenang seseorang yang pernah bersamanya di sana.
Pak Hasan mencari udara segar agar tubuhnya tetap sehat.
Pak Hasan menunggu seseorang di taman itu.
28
Multiple Choice
(Fiksi Naratif – Inferensi Prediktif)
Raka menutup laptopnya dengan wajah cemas. Presentasi kelompoknya akan dimulai besok pagi, sementara dua rekannya belum juga mengirimkan data yang dijanjikan. Ia menatap layar ponsel yang penuh pesan belum dibaca.
“Kalau begini, aku harus kerjakan sendiri malam ini,” gumamnya. Ia lalu mengambil buku catatan dan mulai menulis dengan cepat. Lampu kamarnya tetap menyala sampai larut malam.
Pertanyaan:
Apa yang kemungkinan besar akan terjadi setelah peristiwa tersebut?
Raka akan gagal karena tidak mendapat bantuan teman.
Raka akan menyelesaikan pekerjaan itu sendirian agar kelompoknya tetap siap.
Raka akan memarahi teman-temannya karena tidak mengirim data.
Raka akan menyerah dan tidak ikut presentasi.
29
Multiple Choice
(Nonfiksi Eksposisi – Inferensi Nilai/Moral)
Setiap Sabtu pagi, kelompok remaja di Desa Sumbermulyo berkumpul membersihkan sungai. Awalnya hanya lima orang, tapi lama-kelamaan semakin banyak yang bergabung.
Mereka tidak dibayar, bahkan sering menggunakan uang pribadi untuk membeli kantong sampah dan peralatan. “Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” kata ketua kelompok itu dengan senyum bangga.
Kini, sungai yang dulu kotor sudah menjadi tempat bermain anak-anak setiap sore.
Pertanyaan:
Pesan yang dapat disimpulkan dari teks di atas adalah …
Kebersihan sungai adalah tanggung jawab pemerintah.
Gotong royong dapat mengubah lingkungan menjadi lebih baik.
Kegiatan sosial akan menghabiskan banyak biaya.
Remaja di desa tersebut hanya mencari perhatian warga.
30
Multiple Choice
(Fiksi Naratif – Inferensi Tujuan dan Emosional)
Di koridor rumah sakit, Dani berdiri sambil memegang sekotak kecil berisi roti. Dari jauh, ia melihat seorang wanita berambut sebahu sedang duduk di kursi tunggu dengan wajah pucat.
Dani berjalan perlahan mendekat, lalu menaruh kotak itu di sebelahnya tanpa berkata apa-apa. “Kamu pasti belum makan dari tadi,” katanya singkat. Wanita itu menatap Dani lama, kemudian tersenyum tipis.
Pertanyaan:
Apa kesimpulan yang paling tepat dari teks tersebut?
Dani ingin menghibur seseorang yang
Dani memberikan makanan kepada pasien yang kelaparan.
Dani berusaha menunjukkan perhatian dan kepedulian kepada seseorang yang ia sayangi.
Dani sedang menjalankan tugas sebagai petugas rumah sakit.
31
Multiple Choice
Teks: "Sepatu Lama"
Sudah hampir dua tahun sejak ayah meninggal, tetapi sepatu kulit hitam itu masih tersimpan rapi di rak paling bawah lemari. Ibu tidak pernah mengizinkan siapa pun menyentuhnya. “Biarkan di situ saja,” katanya setiap kali Dimas ingin membereskan lemari.
Setiap kali hujan datang, Dimas sering teringat ayahnya. Ia ingat betul bagaimana ayah selalu menjemputnya di sekolah sambil membawa payung besar berwarna biru. Sepatu itu selalu terlihat basah oleh genangan air, tapi ayah tidak pernah mengeluh.
Hari itu, sekolah Dimas mengadakan kegiatan bakti sosial. Guru meminta setiap siswa menyumbangkan barang layak pakai untuk anak-anak di panti asuhan. Dimas sudah mencari di seluruh rumah, tapi tidak menemukan apa pun yang pantas diberikan.
Pandangan matanya berhenti di rak bawah itu. Sepatu ayahnya tampak kusam, tapi masih kuat dan utuh. Ia memegangnya lama, merasakan bau kulit yang mulai pudar.
Ketika menyerahkan sepatu itu ke panitia, Dimas tidak berkata apa-apa. Ia hanya tersenyum kecil, lalu berbalik dan berjalan cepat keluar ruangan. Malamnya, Ibu membuka lemari dan menemukan ruang kosong di rak bawah. Ia diam cukup lama, lalu menutup pintu lemari perlahan.
Keesokan harinya, Dimas menemukan sepucuk surat kecil di meja belajarnya. Isinya hanya satu kalimat:
“Ayah pasti bangga padamu.”
(Inferensi Emosional)
Bagaimana perasaan Dimas saat memutuskan untuk memberikan sepatu ayahnya kepada panitia?
Ia ragu dan takut dimarahi ibu.
Ia sedih tetapi juga bangga karena bisa berbuat baik.
Ia gembira karena menemukan barang yang layak disumbangkan.
Ia tidak peduli dan hanya ingin menyelesaikan tugas sekolah.
32
Multiple Choice
Teks: "Sepatu Lama"
Sudah hampir dua tahun sejak ayah meninggal, tetapi sepatu kulit hitam itu masih tersimpan rapi di rak paling bawah lemari. Ibu tidak pernah mengizinkan siapa pun menyentuhnya. “Biarkan di situ saja,” katanya setiap kali Dimas ingin membereskan lemari.
Setiap kali hujan datang, Dimas sering teringat ayahnya. Ia ingat betul bagaimana ayah selalu menjemputnya di sekolah sambil membawa payung besar berwarna biru. Sepatu itu selalu terlihat basah oleh genangan air, tapi ayah tidak pernah mengeluh.
Hari itu, sekolah Dimas mengadakan kegiatan bakti sosial. Guru meminta setiap siswa menyumbangkan barang layak pakai untuk anak-anak di panti asuhan. Dimas sudah mencari di seluruh rumah, tapi tidak menemukan apa pun yang pantas diberikan.
Pandangan matanya berhenti di rak bawah itu. Sepatu ayahnya tampak kusam, tapi masih kuat dan utuh. Ia memegangnya lama, merasakan bau kulit yang mulai pudar.
Ketika menyerahkan sepatu itu ke panitia, Dimas tidak berkata apa-apa. Ia hanya tersenyum kecil, lalu berbalik dan berjalan cepat keluar ruangan. Malamnya, Ibu membuka lemari dan menemukan ruang kosong di rak bawah. Ia diam cukup lama, lalu menutup pintu lemari perlahan.
Keesokan harinya, Dimas menemukan sepucuk surat kecil di meja belajarnya. Isinya hanya satu kalimat:
“Ayah pasti bangga padamu.”
(Inferensi Kausal)
Apa alasan utama Dimas memilih sepatu ayahnya untuk disumbangkan?
Karena ia tidak memiliki barang lain yang pantas.
Karena ia ingin menghapus kenangan tentang ayah.
Karena ia tahu sepatu itu masih kuat dan bisa berguna bagi orang lain.
Karena ibunya menyuruhnya untuk menyumbangkan barang itu.
33
Multiple Choice
Teks: "Sepatu Lama"
Sudah hampir dua tahun sejak ayah meninggal, tetapi sepatu kulit hitam itu masih tersimpan rapi di rak paling bawah lemari. Ibu tidak pernah mengizinkan siapa pun menyentuhnya. “Biarkan di situ saja,” katanya setiap kali Dimas ingin membereskan lemari.
Setiap kali hujan datang, Dimas sering teringat ayahnya. Ia ingat betul bagaimana ayah selalu menjemputnya di sekolah sambil membawa payung besar berwarna biru. Sepatu itu selalu terlihat basah oleh genangan air, tapi ayah tidak pernah mengeluh.
Hari itu, sekolah Dimas mengadakan kegiatan bakti sosial. Guru meminta setiap siswa menyumbangkan barang layak pakai untuk anak-anak di panti asuhan. Dimas sudah mencari di seluruh rumah, tapi tidak menemukan apa pun yang pantas diberikan.
Pandangan matanya berhenti di rak bawah itu. Sepatu ayahnya tampak kusam, tapi masih kuat dan utuh. Ia memegangnya lama, merasakan bau kulit yang mulai pudar.
Ketika menyerahkan sepatu itu ke panitia, Dimas tidak berkata apa-apa. Ia hanya tersenyum kecil, lalu berbalik dan berjalan cepat keluar ruangan. Malamnya, Ibu membuka lemari dan menemukan ruang kosong di rak bawah. Ia diam cukup lama, lalu menutup pintu lemari perlahan.
Keesokan harinya, Dimas menemukan sepucuk surat kecil di meja belajarnya. Isinya hanya satu kalimat:
“Ayah pasti bangga padamu.”
(Inferensi Nilai/Moral)
Pesan moral yang dapat disimpulkan dari teks tersebut adalah …
Cinta sejati ditunjukkan dengan menyimpan kenangan selamanya.
Kebaikan sejati kadang muncul dari keikhlasan melepaskan sesuatu yang berharga.
Barang lama sebaiknya disumbangkan daripada disimpan.
Pengorbanan selalu membutuhkan restu orang tua.
34
Open Ended
Pagi itu, halaman sekolah tampak sangat ramai. Beberapa siswa membawa sapu, sebagian lagi menyiangi rumput di taman. Di pojok halaman, Rafi dan teman-temannya sedang mengecat pot bunga yang sudah kusam. Meski tangan mereka kotor oleh cat, wajah-wajah itu tetap tersenyum. Di tengah kesibukan itu, Bu Sinta, guru IPA, berjalan mengelilingi halaman sambil memotret kegiatan mereka.
Bagi Rafi, kegiatan kerja bakti ini bukan sekadar membersihkan lingkungan. Ia merasa ada kepuasan tersendiri saat melihat taman sekolah menjadi rapi. Ia juga senang bisa bekerja sama dengan teman-temannya tanpa merasa terbebani.
Pertanyaan:
1.Tuliskan ide pokok paragraf pertama dari teks tersebut!
2.Tuliskan kesimpulan dari keseluruhan teks di atas!
35
Multiple Choice
(Fiksi Naratif – Emosional)
Bel sekolah baru saja berbunyi, tapi Dito masih duduk di bangkunya. Ia memandangi kertas ulangan yang penuh coretan merah. Sementara teman-temannya bersorak keluar kelas, Dito justru melipat kertas itu pelan dan menyimpannya di tas.
Pertanyaan:
Apa yang dapat disimpulkan dari teks tersebut?
Dito mendapatkan nilai jelek dalam ulangan.
Dito tidak ingin teman-temannya tahu hasil ulangannya.
Dito kecewa tapi berusaha menerima hasil ujiannya.
Suasana kelas ramai setelah bel sekolah berbunyi.
36
Multiple Choice
(Nonfiksi Eksposisi – Nilai/Moral)
Dalam sebulan terakhir, siswa SMP Harapan Bangsa mengadakan kegiatan “Sekolah Bebas Sampah”. Mereka membuat jadwal piket kebersihan, lomba daur ulang, dan kampanye hemat plastik. Meski awalnya sulit, perlahan-lahan lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan tertib.
Pertanyaan:
Apa kesimpulan yang paling tepat dari teks tersebut?
Sekolah Harapan Bangsa memiliki program kebersihan setiap bulan.
Kegiatan peduli lingkungan membuat siswa lebih bertanggung jawab.
Lomba daur ulang di sekolah sangat diminati siswa.
Lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan tertib.
37
Multiple Choice
(Fiksi Naratif – Kausal)
Rani berlari ke halte sambil memegangi map yang hampir terjatuh. Bus yang ditunggunya baru saja melaju pergi. Ia berdiri termenung sambil menatap tiket di tangannya. Di seberang jalan, papan besar bertuliskan “Ujian Nasional – Hari Ini” terpampang jelas.
Pertanyaan:
Kesimpulan yang paling logis dari teks tersebut adalah …
Rani terlambat berangkat ujian karena bus sudah pergi.
Rani terburu-buru menuju sekolah.
Rani kecewa karena tidak bisa mengikuti ujian.
Bus yang ditunggu Rani berangkat terlalu cepat.
38
Multiple Choice
(Nonfiksi Deskriptif – Kontekstual)
Setiap sore, Pak Darto duduk di warung kecil di depan rumahnya sambil menyalakan radio tua. Ia tak lagi berjualan seperti dulu, tapi pelanggan lamanya masih sering datang sekadar berbincang.
“Biarpun warungnya sepi, asal masih ada yang mampir ngobrol, saya sudah senang,” katanya.
Pertanyaan:
Apa kesimpulan yang dapat ditarik dari teks tersebut?
Warung Pak Darto sudah sepi pembeli.
Pak Darto sudah tidak berjualan lagi.
Pak Darto merasa bahagia karena masih punya teman berbicara.
Pelanggan sering datang untuk membeli dagangannya.
39
Multiple Choice
(Fiksi Naratif – Prediktif & Moral)
Ketika semua temannya pulang, Bima masih duduk di kelas sambil menatap buku catatan. Ia menulis ulang rumus yang tadi salah ia jawab di papan tulis. Setelah itu, ia tersenyum kecil dan menutup bukunya dengan tenang.
Pertanyaan:
Apa yang dapat disimpulkan dari teks tersebut?
Bima sedang belajar sendiri setelah pelajaran selesai.
Bima memperbaiki kesalahannya agar bisa lebih baik di kemudian hari.
Bima tidak puas dengan hasil belajarnya.
Teman-teman Bima sudah pulang lebih dulu.
40
Multiple Choice
(Nonfiksi Reflektif – Nilai/Moral & Emosional)
Setiap pagi, Dila selalu berangkat lebih awal ke sekolah. Ia menyapu kelas tanpa disuruh dan menata meja gurunya sebelum teman-temannya datang.
Saat ditanya mengapa ia mau melakukannya, Dila hanya tersenyum. “Biar semuanya nyaman belajar,” jawabnya singkat.
Meski tidak pernah dipuji, Dila tetap melakukannya setiap hari dengan perasaan senang.
Pertanyaan:
Apa kesimpulan yang paling tepat dari teks tersebut?
Dila selalu datang lebih awal ke sekolah setiap pagi.
Dila senang membersihkan kelas tanpa diminta.
Dila memiliki sikap tulus dan peduli terhadap lingkungan sekolah.
Dila ingin mendapat pujian dari gurunya.
Menarik Kesimpulan Secara Inferensial dalam Teks
By IRVAN PAKSI EKANANTO
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 40
SLIDE
Similar Resources on Wayground
30 questions
Pidato Persuasif
Lesson
•
9th Grade
34 questions
Siklus Air
Lesson
•
KG
34 questions
Media PPT_Medan Listrik & Potensial Listrik
Lesson
•
9th Grade
34 questions
presentasi
Lesson
•
9th Grade
34 questions
Interaksi Masyarakat Abad 21
Lesson
•
9th Grade
33 questions
Simple Present Tense
Lesson
•
8th Grade
36 questions
E9 Cách phát âm s, es, ed
Lesson
•
9th Grade
33 questions
Menyuburkan kebersamaan dengan toleransi & menghargai perbedaan
Lesson
•
9th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
14 questions
Boundaries & Healthy Relationships
Lesson
•
6th - 8th Grade
13 questions
SMS Cafeteria Expectations Quiz
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
12 questions
SMS Restroom Expectations Quiz
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Pi Day Trivia!
Quiz
•
6th - 9th Grade
Discover more resources for World Languages
22 questions
El Imperfecto
Quiz
•
9th - 12th Grade
27 questions
quiz review Senderos 2 En el consultorio
Quiz
•
9th - 12th Grade
28 questions
Ser vs estar
Quiz
•
9th - 12th Grade
22 questions
Viajes y excursiones
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
El Verbo IR Practice
Quiz
•
9th Grade
20 questions
Present tense -er/-ir verbs
Quiz
•
8th - 11th Grade
16 questions
ir a infinitive
Quiz
•
9th - 12th Grade
40 questions
Spanish Present Tense Verbs
Quiz
•
9th Grade