Search Header Logo
LATIHAN TKA SOSIOLOGI

LATIHAN TKA SOSIOLOGI

Assessment

Presentation

Social Studies

12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Juli Suwirtana Putra

Used 4+ times

FREE Resource

11 Slides • 17 Questions

1

​KISI-KISI TKA SOSIOLOGI TAHUN 2025

By Juli Suwirtana Putra

2

MATERI TKA SOSIOLOGI

  1. SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU

  2. HUBUNGAN & GEJALA SOSIAL

  3. PENELITIAN SOSIAL

  4. KELOMPOK SOSIAL, KESETARAAN & KONFLIK

  5. PERUBAHAN SOSIAL & GLOBALISASI

3

CONTOH-CONTOH SOAL

  • Materi : Sosiologi sebagai Ilmu

  • Sub Materi : Pengertian dan perkembangan sosiologi dan manfaat sosiologi dalam kehidupan masyarakat.

  • Kompetensi : Mendeskripsikan dan menganalisis pengertian dan perkembangan serta manfaat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan.

4

Multiple Choice

Seorang sosiolog dihadapkan pada hasil penelitian lapangan mengenai fenomena praktik child marriage (pernikahan anak) yang masih tinggi di salah satu wilayah pedesaan dengan alasan utama untuk menghindari stigma sosial. Ketika mempresentasikan temuannya, sosiolog tersebut memastikan bahwa ia hanya menyajikan data faktual tentang sebaran usia, latar belakang ekonomi, serta konsekuensi pendidikan dan kesehatan yang ditimbulkan. Ia menolak memberikan penilaian moral bahwa praktik tersebut "salah" atau "melanggar hak," meskipun data menunjukkan dampak negatif yang signifikan.

Lebih lanjut, dalam menyusun bab teori, sosiolog ini menggunakan hasil studi Emile Durkheim tentang fakta sosial dan hasil studi Max Weber tentang tindakan sosial, kemudian membandingkannya dengan teori Fungsionalisme Struktural dari Talcott Parsons, untuk membangun kerangka analisisnya sendiri.

Soal:

Tindakan sosiolog dalam stimulus di atas menunjukkan dua sifat utama Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan, yaitu Non-Etis (Bebas Nilai) dan Kumulatif. Manakah pernyataan berikut yang secara tepat menjelaskan hubungan logis antara kedua sifat tersebut dalam konteks penelitian sosiologi?

1

Sifat Non-Etis memungkinkan sosiolog untuk memberikan rekomendasi kebijakan yang kuat dan normatif, sementara sifat Kumulatif memastikan teori yang digunakan bersifat baru dan tidak terikat pada pemikiran klasik

2

Sifat Kumulatif menjamin bahwa temuan penelitian didasarkan pada observasi lapangan yang empiris, sedangkan sifat Non-Etis memastikan hasil studi tersebut dapat diaplikasikan langsung sebagai solusi praktis

3

Sifat Non-Etis mengharuskan sosiolog fokus pada analisis sebab-akibat tanpa menghakimi fenomena tersebut, dan sifat Kumulatif menjadikannya alat untuk menyempurnakan kerangka teori yang sudah ada sebelumnya.

4

Sifat Kumulatif mewajibkan sosiolog untuk membatasi ruang lingkup kajiannya hanya pada struktur sosial makro, sementara sifat Non-Etis mengharuskan keterlibatan aktif dalam perubahan sosial

5

Sifat Non-Etis berkaitan dengan objektivitas temuan data, sedangkan sifat Kumulatif berkaitan dengan orisinalitas masalah yang diteliti untuk memastikan masalah tersebut belum pernah dikaji sebelumnya.

5

Sifat Utama Sosiologi sebagai Ilmu

Sosiologi diakui sebagai ilmu pengetahuan karena memenuhi empat ciri utama, sering disebut sebagai Empat Sifat Sosiologi (E-T-K-N). Pemahaman terhadap sifat-sifat ini sangat penting karena menentukan bagaimana seorang sosiolog melakukan penelitian dan merumuskan teori.

1. Empiris (Berdasarkan Kenyataan) : Konsep: Sosiologi didasarkan pada observasi nyata terhadap kenyataan sosial dan menggunakan akal sehat (common sense). Implikasi: Temuan sosiologi harus dapat dibuktikan dan diverifikasi di lapangan. Hasilnya tidak spekulatif atau berdasarkan asumsi belaka, melainkan data.

2. Teoritis (Menyusun Abstraksi) : Konsep: Sosiologi selalu berusaha menyusun abstraksi (kesimpulan logis) dari hasil-hasil observasi. Implikasi: Abstraksi ini membentuk teori yang berfungsi menjelaskan hubungan sebab-akibat antarfenomena sosial. Sosiologi tidak hanya mendeskripsikan, tetapi juga menjelaskan mengapa suatu fenomena terjadi.

3. Kumulatif (Perbaikan dan Penyempurnaan). Konsep: Teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori-teori yang sudah ada sebelumnya. Implikasi: Sosiologi bersifat dinamis, di mana teori lama selalu diperbaiki, diperluas, atau diperhalus untuk disesuaikan dengan perkembangan zaman atau temuan baru. Sosiolog harus mempelajari dan mengakui kontribusi teori klasik (seperti yang dilakukan sosiolog dalam Soal 1).

4. Non-Etis (Bebas Nilai). Konsep: Sosiologi tidak mencari baik atau buruknya suatu fakta sosial secara moral atau etika.. Implikasi: Tugas sosiolog adalah menjelaskan fakta tersebut secara analitis dan objektif. Seperti pada kasus child marriage di Soal 1, sosiolog hanya menjelaskan mengapa praktik itu terjadi dan apa konsekuensinya, bukan menghakimi apakah praktik itu seharusnya dilarang atau benar secara moral. Sifat ini menjamin objektivitas ilmiah.

6

Multiple Select

Seorang peneliti sosial hendak mengkaji kasus tingginya angka hoax dan misinformasi di platform media sosial.

  1. Pendekatan A (Sosiolog): Menggunakan metode survei skala besar dan analisis data untuk menemukan korelasi antara tingkat pendidikan, usia, dan kecenderungan menyebarkan hoax. Ia berpendapat bahwa sosiologi hanya bertugas menjelaskan pola dan sebab-akibat fenomena tersebut tanpa memberikan penilaian moral.

  2. Pendekatan B (Pemerhati Sosial): Menyimpulkan bahwa penyebaran hoax adalah murni kesalahan moral individu yang tidak bermoral. Ia kemudian berkhotbah bahwa masyarakat "seharusnya" lebih berhati-hati dan menyarankan agar pemerintah menetapkan hukuman yang sangat berat.

Berdasarkan deskripsi dan sifat Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan, pilihlah SEMUA pernyataan yang BENAR yang membedakan Pendekatan A (Sosiolog) dari Pendekatan B (Pemerhati Sosial):

1

Pendekatan A mencerminkan sifat Empiris karena analisisnya didasarkan pada survei dan data nyata, bukan spekulasi moral

2

Pendekatan B mengandung unsur Non-Etis, sebab fokus utamanya adalah menentukan apa yang seharusnya dilakukan masyarakat untuk mengatasi masalah tersebut.

3

Pendekatan A menunjukkan sifat Non-Etis dan Kategoris, karena hanya menjelaskan apa yang terjadi (is) tanpa memasukkan penilaian baik atau buruk

4

Sosiologi (Pendekatan A) bersifat Teoritis karena ia hanya bertujuan memberikan penjelasan sebab-akibat, sedangkan Pendekatan B bersifat Normatif karena melibatkan pertimbangan moral dan nilai.

5

Pendekatan A harus memastikan temuan barunya merevisi teori yang sudah ada, menunjukkan sifat Kumulatif, sedangkan Pendekatan B bersifat spekulatif dan tidak teruji.

7

Multiple Select

Dalam sebuah seminar riset, seorang sosiolog muda memaparkan temuannya mengenai dampak penggunaan media sosial terhadap peningkatan tren bunuh diri di kalangan remaja. Ia mengemukakan bahwa hasil temuannya masih bersifat tentatif dan perlu dikembangkan lebih lanjut dengan mengintegrasikan teori jaringan sosial (Network Theory) milik Mark Granovetter yang dikembangkan pada tahun 1970-an, untuk membandingkan temuan empirisnya. Sosiolog tersebut juga secara eksplisit menyatakan bahwa ia tidak bertugas untuk menghakimi moralitas penggunaan media sosial, melainkan hanya menganalisis hubungan korelatif dan kausal yang ada.

Soal:

Berdasarkan stimulus di atas, sosiolog muda tersebut telah mengaplikasikan beberapa ciri Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan.

Pilihlah SEMUA pernyataan yang BENAR terkait penerapan ciri Sosiologi dalam skenario tersebut!

1

Pernyataan bahwa hasil temuan masih tentatif dan perlu dikembangkan menunjukkan sifat Teoritis Sosiologi, yaitu menyusun abstraksi dari hasil observasi.

2

Upaya mengintegrasikan teori jaringan sosial dari tahun 1970-an untuk perbaikan teori menunjukkan sifat Kumulatif Sosiologi, yaitu memperbaiki dan memperluas teori yang sudah ada.

3

Penolakan untuk menghakimi moralitas penggunaan media sosial dan fokus pada analisis sebab-akibat menunjukkan sifat Non-Etis Sosiologi

4

Penemuan hubungan korelatif dan kausal antara media sosial dan bunuh diri didasarkan pada observasi dan data lapangan, yang mencerminkan sifat Empiris Sosiologi.

8

Multiple Choice

Question image

Perhatikan tabel hasil survei tingkat kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiga wilayah (Kota A, Kota B, Kota C) pada awal pandemi.

Pemerintah berencana merevisi rekomendasi awal untuk membuat kebijakan penanggulangan pandemi yang lebih efektif. Berdasarkan data tabel di atas, pemanfaatan Sosiologi yang paling optimal dalam proses perumusan kebijakan (misalnya, di Kota B) adalah dengan melakukan langkah yang mengedepankan fungsi Sosiologi sebagai ilmu terapan, yaitu:

1

Mengevaluasi validitas data survei melalui perhitungan statistik lanjutan untuk memastikan bahwa angka 60% adalah benar-benar representatif.

2

Menganalisis akar masalah ketidakpatuhan untuk merumuskan kebijakan yang bersifat kultural, seperti melibatkan tokoh adat dalam sosialisasi

3

Menilai secara etis apakah adat istiadat yang kuat itu merugikan kepentingan publik dan merekomendasikan intervensi hukum untuk melarang praktik berkumpul tersebut

4

Mencari perbandingan historis dari negara lain yang memiliki budaya berkumpul kuat dan mengadopsi sepenuhnya model kebijakan yang terbukti berhasil di sana

5

Menciptakan teori baru tentang hubungan antara adat istiadat dan kepatuhan hukum sebagai sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan murni Sosiologi.

9

Multiple Choice

Sosiologi berasal dari kata Socius (bahasa Latin) yang berarti teman atau kawan dan Logos (bahasa Yunani) yang berarti ilmu. Secara istilah, Sosiologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari interaksi manusia dalam masyarakat. Tokoh yang pertama kali mencetuskan istilah Sociology pada tahun 1839 dan dijuluki sebagai "Bapak Sosiologi" adalah...

1

Max Weber

2

Karl Marx

3

Emile Durkheim

4

Talcott Parsons

5

Auguste Comte

10

Multiple Choice

Pemerintah Kota Denpasar berencana membangun kawasan industri baru. Sebelum mengambil keputusan, tim ahli sosiologi diundang untuk melakukan penelitian mendalam mengenai pola kehidupan sosial, adat istiadat, dan potensi dampak relokasi masyarakat sekitar. Hasil kajian ini kemudian digunakan sebagai dasar untuk menentukan lokasi yang paling minim konflik sosial dan menyusun program kompensasi yang adil.

Kegiatan yang dilakukan oleh tim ahli sosiologi tersebut mencerminkan salah satu fungsi utama sosiologi dalam kehidupan masyarakat, yaitu...

1

Pemecahan masalah sosial yang sudah terjadi (kuratif)

2

Pemberian pandangan moral terhadap perilaku masyarakat (non-etis)

3

Penelitian murni untuk pengembangan teori saja (pure science)

4

Pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan sosial

5

Evaluasi sejarah perkembangan kebudayaan masa lampau.

11

Multiple Select

Auguste Comte adalah tokoh yang diakui sebagai Bapak Sosiologi karena merupakan orang pertama yang mencetuskan istilah Sociology pada tahun 1839. Namun, perkembangan sosiologi sebagai disiplin ilmu yang memiliki objek kajian dan metode ilmiah yang jelas juga diperkuat oleh pemikiran tokoh-tokoh klasik lainnya pada abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Berdasarkan perkembangan awal sosiologi, pilihlah SEMUA pernyataan yang BENAR mengenai sumbangan tokoh-tokoh klasik Sosiologi!

1

Auguste Comte memperkenalkan konsep Fakta Sosial sebagai objek kajian sosiologi yang memiliki daya paksa terhadap individu

2

Karl Marx fokus pada analisis Konflik Kelas antara kaum Borjuis dan Proletariat sebagai mesin utama penggerak perubahan sosial

3

Max Weber dikenal dengan teori Tindakan Sosial yang menekankan pentingnya memahami makna subjektif di balik perilaku individu

4

Emile Durkheim mengembangkan Hukum Tiga Tahap (Teologis, Metafisik, Positif) untuk menjelaskan evolusi pemikiran manusia

5

Karl Marx, Max Weber, dan Emile Durkheim termasuk dalam jajaran tokoh-tokoh sosiologi klasik setelah Auguste Comte

12

Multiple Select

Sosiologi tidak hanya dikaji sebagai ilmu murni yang menghasilkan teori, tetapi juga sebagai ilmu terapan yang sangat berguna bagi masyarakat. Ilmu ini memberikan pemahaman mendalam tentang pola interaksi, norma, dan dinamika sosial yang terjadi di berbagai lapisan masyarakat.

Dari pernyataan di atas dan pemahaman Anda tentang fungsi sosiologi, pilihlah SEMUA peran sosiolog yang mencerminkan manfaat sosiologi sebagai ilmu terapan dalam kehidupan masyarakat!

1

Meneliti pola perilaku masyarakat untuk menyusun langkah perencanaan sosial di masa depan

2

Mengumpulkan data tentang tingkat kemiskinan dan ketidaksetaraan untuk dasar penyusunan kebijakan publik

3

Menjelaskan secara analitis fenomena sosial yang terjadi di masyarakat tanpa memberikan penilaian baik atau buruk.

4

Melakukan penelitian dan evaluasi terhadap program pembangunan yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah

5

Menciptakan dan mengembangkan teori baru tentang hubungan antara struktur sosial dan perilaku individu

13

Multiple Choice

Pernyataan:

Sifat non-etis (bebas nilai) sosiologi sangat penting untuk menjamin objektivitas penelitian, namun tidak relevan dalam merumuskan kebijakan atau program perencanaan sosial karena perencanaan harus melibatkan nilai-nilai moral.

Sebab:

Fungsi utama sosiologi dalam perencanaan sosial adalah memberikan data dan analisis yang mendalam tentang pola dan konsekuensi sosial-budaya masyarakat, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan penerimaan program.

1

Pernyataan benar, alasan benar, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab-akibat

2

Pernyataan benar, alasan benar, tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat

3

Pernyataan benar dan alasan salah

4

Pernyataan salah dan alasan benar.

5

Pernyataan dan alasan keduanya salah.

14

Multiple Choice

Lahirnya Sosiologi sebagai disiplin ilmu yang mandiri pada abad ke-19 di Eropa tidak terlepas dari dua peristiwa besar yang mengubah tatanan masyarakat secara fundamental: Revolusi Industri (yang menciptakan kemiskinan kota, ketidaksetaraan baru, dan urbanisasi masif) dan Revolusi Prancis (yang meruntuhkan monarki absolut dan menantang otoritas tradisional).

Auguste Comte, sebagai peletak dasar ilmu ini, berusaha mencari prinsip-prinsip ilmiah (positif) yang dapat mengembalikan ketertiban sosial pasca-kekacauan yang disebabkan oleh perubahan radikal tersebut.

Menganalisis latar belakang historis dan fokus pemikiran Comte, manakah pernyataan berikut yang paling tepat mencerminkan implikasi utama dari kelahiran Sosiologi sebagai ilmu yang positif?

1

Sosiologi lahir untuk mengedepankan kajian individual dan psikologis, sebab Revolusi Prancis meningkatkan kesadaran akan hak-hak asasi individu.

2

Sosiologi berusaha memisahkan studi masyarakat dari spekulasi metafisik atau teologis, dengan tujuan utama merumuskan hukum-hukum statika sosial demi terciptanya keteraturan baru

3

Tujuan utama Sosiologi adalah menyajikan teori yang bersifat non-etis dan kumulatif tanpa memberikan rekomendasi kebijakan apapun kepada pemerintah yang berkuasa saat itu

4

Sosiologi sebagai ilmu positif berfokus untuk mendorong revolusi lanjutan dengan memihak pada kaum proletar (buruh) yang menjadi korban utama urbanisasi pasca-Revolusi Industri

5

Kelahiran Sosiologi didorong oleh kebutuhan untuk menjelaskan fenomena alam semata, karena masyarakat pasca-revolusi tidak lagi mempercayai penjelasan teologis.

15

Multiple Select

Sosiologi klasik didominasi oleh dua arus pemikiran yang kontras mengenai hakikat masyarakat:

  1. Emile Durkheim (Perspektif Fungsionalis): Masyarakat dilihat sebagai suatu kesatuan organik yang terintegrasi. Ketertiban (social order) dipertahankan melalui kesamaan norma, nilai, dan kesadaran kolektif (fakta sosial).

  2. Karl Marx (Perspektif Konflik): Masyarakat dilihat sebagai arena perjuangan dan eksploitasi yang didorong oleh kepentingan ekonomi. Perubahan sosial (social change) adalah hasil dari konflik dialektis antara kelas yang berkuasa dan kelas yang tertindas.

Menganalisis dua perspektif klasik di atas, pilihlah SEMUA pernyataan yang BENAR yang menunjukkan perbedaan asumsi dasar antara pandangan Durkheim dan Marx mengenai masyarakat:

1

Durkheim meyakini bahwa masyarakat dicirikan oleh konsensus dan solidaritas, sedangkan Karl Marx memandang masyarakat dicirikan oleh koersi (paksaan) dan antagonisme kepentingan.

2

Durkheim berfokus pada analisis struktur sosial makro yang membatasi tindakan individu, sementara Marx lebih menekankan pada interpretasi makna subjektif tindakan individu.

3

Marx menganggap sumber utama ketidakadilan berasal dari struktur kelas ekonomi, sedangkan Durkheim berpendapat sumber ketidakseimbangan utama adalah kegagalan integrasi individu dengan norma kolektif (anomie).

4

Keduanya sepakat bahwa Revolusi Industri menciptakan ketidaksetaraan baru, namun Marx melihat ini sebagai sumber perubahan revolusioner, sementara Durkheim melihatnya sebagai sumber disorganisasi sementara

5

Durkheim memandang agama sebagai sumber integrasi sosial, sedangkan Marx memandangnya secara kritis sebagai "candu rakyat" yang melanggengkan penindasan kelas.

16

Hubungan dan Gejala Sosial

  • Sub materi : Konsep dan bentuk hubungan sosial

  • Kompetensi : Mengidentifikasi dan menganalisis konsep dan bentuk hubungan sosial yang terjadi di masyarakat

17

Multiple Choice

Di sebuah desa yang dilanda bencana banjir, masyarakat awalnya menunjukkan solidaritas tinggi (Gemeinschaft) dalam upaya evakuasi dan pembagian logistik (Gotong Royong). Namun, seiring berjalannya waktu dan keterbatasan sumber daya bantuan yang tiba, muncul ketegangan. Kelompok yang merasa terpinggirkan dalam distribusi bantuan mulai menuntut transparansi, yang berujung pada adu argumen sengit dengan kelompok panitia logistik yang didominasi oleh perangkat desa.

Mengacu pada skenario di atas, perubahan dinamika sosial dari solidaritas awal menjadi ketegangan didorong oleh mekanisme interaksi sosial yang bergeser dari Asosiatif ke Disosiatif. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menjelaskan implikasi dari pergeseran interaksi tersebut?

1

Konflik yang terjadi adalah disfungsi sosial mutlak karena menghancurkan semua bentuk kerja sama yang telah ada sebelumnya

2

Ketegangan muncul karena pihak-pihak yang terlibat gagal mencapai akomodasi, sehingga mengarah pada isolasi total antar kelompok

3

Konflik mengenai distribusi logistik berpotensi bersifat konstruktif jika mengarah pada pembentukan aturan dan sistem distribusi yang lebih adil dan transparan.

4

Gotong royong yang bersifat asosiatif hanya mungkin terjadi dalam kondisi normal, bukan dalam situasi bencana yang penuh ketidakpastian.

5

Pergeseran tersebut menunjukkan bahwa Akomodasi dan Asimilasi selalu lebih lemah dibandingkan bentuk interaksi disosiatif dalam situasi krisis.

18

Penalaran

Konflik tidak selalu destruktif. Konflik yang terjadi dalam skenario (menuntut transparansi) dapat menghasilkan perbaikan sistem (aturan lebih adil), yang dikenal sebagai fungsi konstruktif dari konflik. Pilihan A terlalu absolut, B keliru karena konflik belum tentu berakhir isolasi, dan D/E tidak relevan dengan implikasi perubahan interaksi.

19

Multiple Choice

Seorang siswa (A) mengirim pesan WhatsApp kepada gurunya (B) yang berisi: "Selamat sore, Bu. Saya ingin menanyakan tugas sosiologi minggu lalu." Guru membalas dengan stiker (sticker) berlogo centang hijau. Kemudian, siswa (A) menganggap gurunya sudah mengkonfirmasi bahwa tugasnya telah diterima dengan baik.

Menganalisis interaksi di atas, manakah kondisi yang paling krusial yang memungkinkan terjadinya hubungan sosial yang sempurna menurut teori sosiologi?

1

Terpenuhinya jumlah pelaku interaksi minimal (dua orang) dan adanya kontak fisik langsung antara siswa dan guru

2

Adanya komunikasi yang berlangsung secara dua arah (timbal balik) dan penggunaan media teknologi yang canggih

3

Adanya kontak sosial sekunder (melalui perantara) dan komunikasi simbolis yang berhasil dipahami maknanya oleh kedua belah pihak

4

Kejelasan posisi dan peran sosial antara siswa dan guru untuk memastikan salah satu pihak bertindak sebagai subjek

5

Terdapat intensi eksplisit dari guru (B) untuk menanggapi pesan siswa (A) sebagai bentuk kerja sama asosiatif

20

Penalaran

Interaksi yang sempurna membutuhkan kontak dan komunikasi. Dalam kasus ini:

  • Kontak: Terjadi secara sekunder (melalui WA/media perantara).

  • Komunikasi: Menggunakan simbol (stiker/centang hijau) yang kemudian ditafsirkan (dipahami maknanya) oleh siswa. Keberhasilan tafsir simbol ini sangat krusial.

21

Multiple Choice

Berikut adalah dua skenario interaksi yang terjadi di lingkungan kampus:

  1. Skenario X: Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) mengirimkan surat resmi kepada Dekan Fakultas untuk meminta izin penggunaan auditorium guna mengadakan acara seminar tahunan.

  2. Skenario Y: Seorang mahasiswa mendatangi dosen pembimbing akademiknya (DPA) di ruang kantor untuk berkonsultasi mengenai masalah pribadi yang ia hadapi di luar perkuliahan.

Jika Sosiologi membedakan hubungan sosial berdasarkan tujuan dan aturan, manakah pernyataan berikut yang paling tepat membandingkan sifat dan ciri kedua skenario interaksi di atas?

1

Skenario X menunjukkan interaksi primer karena terjadi secara tatap muka, sementara Skenario Y menunjukkan interaksi sekunder karena menggunakan surat resmi.

2

Skenario X dicirikan oleh hubungan Informal dan personal karena melibatkan individu (Ketua HMJ), sedangkan Skenario Y dicirikan oleh hubungan Formal dan impersonal karena melibatkan jabatan (Dosen).

3

Skenario X adalah hubungan Formal yang berorientasi pada tujuan institusional dan diatur oleh prosedur, sedangkan Skenario Y cenderung Informal dan berorientasi pada kebutuhan emosional pribadi.

4

Keduanya merupakan bentuk interaksi asosiatif yang bersifat tradisional karena melibatkan hierarki organisasi (Dekan dan Dosen).

5

Skenario X harus berujung pada akomodasi yang berhasil, sementara Skenario Y harus berujung pada asimilasi pandangan agar interaksi dianggap efektif.

22

Penalaran

  • Skenario X: Menggunakan surat resmi, melibatkan jabatan (Ketua HMJ ke Dekan), dan tujuannya adalah institusional (seminar). Ini adalah ciri hubungan Formal.

  • Skenario Y: Melibatkan masalah pribadi, bersifat konsultatif di luar prosedur baku. Ini adalah ciri hubungan Informal (bisa merujuk ke primer/personal, tetapi formalitasnya rendah).

23

Multiple Select

Seorang anak bernama Rima (16 tahun) menunjukkan perilaku yang berbeda secara signifikan di dua lingkungan: Di sekolah, ia dikenal sangat disiplin, akademis, dan patuh pada aturan seragam. Namun, di lingkungan pertemanannya (peer group), Rima menjadi pribadi yang sangat bebas, mengabaikan etika komunikasi formal, dan menggunakan bahasa gaul yang tidak baku. Sekolah dan kelompok pertemanan Rima menerapkan mekanisme pengawasan dan pemberian sanksi yang berbeda untuk mengontrol perilakunya.

Soal:

Menganalisis peran dan mekanisme dua agen sosialisasi tersebut, pilihlah SEMUA pernyataan yang BENAR yang menunjukkan perbedaan ciri dan tujuan antara Sekolah dan Kelompok Teman Sebaya dalam pembentukan kepribadian Rima!

1

Sekolah berfungsi sebagai agen sosialisasi sekunder yang mengajarkan peran-peran achieved status (status yang diperoleh melalui usaha), sementara kelompok teman sebaya fokus pada sosialisasi nilai-nilai personal dan emosional.

2

Kontrol sosial di sekolah cenderung bersifat Formal dan Eksternal (sanksi tertulis/aturan), sedangkan kontrol di kelompok teman sebaya bersifat Informal dan Internal (sanksi berupa pengucilan sosial).

3

Kedua agen tersebut sama-sama melakukan Sosialisasi Primer karena sama-sama berperan membentuk dasar kepribadian Rima pada masa remaja.

4

Tujuan sosialisasi di sekolah adalah untuk mencapai kepatuhan pada otoritas dan aturan universal, sementara di kelompok teman sebaya, tujuannya adalah mencapai integrasi dengan kelompok tersebut.

5

Dalam kasus ini, struktur peran yang diterima Rima di sekolah bersifat partisipatif (sesuai kebutuhan pribadi), sedangkan struktur peran di kelompok teman sebaya bersifat ascribed (diterima sejak lahir).

24

Penalaran

  • (Benar): Sekolah (institusi) adalah agen sekunder, mengajarkan keterampilan dan peran yang diperoleh (achieved). Peer group adalah agen non-institusional yang fokus pada aspek personal

  • (Benar): Kontrol sekolah (aturan, seragam, sanksi) adalah Formal/Eksternal. Kontrol teman sebaya (pengucilan, gosip) adalah Informal/Internal.

  • (Salah): Sosialisasi Primer (dasar) terjadi dalam keluarga. Sekolah dan kelompok teman sebaya adalah agen sekunder.

  • (Benar): Sekolah (formal) menekankan kepatuhan aturan universal. Peer group menekankan integrasi agar diterima kelompok.

  • (Salah): Peran yang diperoleh di sekolah adalah achieved. Peran ascribed diterima sejak lahir, tidak relevan dengan struktur peran di kedua agen tersebut.

25

Multiple Select

Seorang sosiolog meneliti mengapa dua anak kembar identik (genetika sama), yang dibesarkan di lingkungan berbeda, menunjukkan kepribadian yang sangat bertolak belakang. Salah satunya (Anak A) tumbuh di lingkungan perkotaan yang kompetitif dan individualis. Anak lainnya (Anak B) tumbuh di lingkungan pedesaan yang komunal dengan sistem kekerabatan yang kuat dan ajaran agama yang ketat.

Soal:

Mengacu pada perbedaan kepribadian kedua anak kembar tersebut, pilihlah SEMUA faktor sosiologis yang paling mungkin menjadi penyebab utama perbedaan kepribadian mereka:

1

Faktor Warisan Biologis (Hereditas), karena gen identik menghasilkan potensi kepribadian yang sama, sehingga perbedaan yang terjadi murni anomali

2

Faktor Lingkungan Kebudayaan (Pola Nilai), karena Anak B dibentuk oleh nilai komunal dan agama, sementara Anak A dibentuk oleh nilai individualisme perkotaan

3

Faktor Sosialisasi Kelompok (Pengalaman Unik), karena meskipun gen sama, setiap anak pasti mengalami interaksi dan penerimaan yang berbeda dalam kelompoknya masing-masing

4

Faktor Lingkungan Fisik, karena kondisi iklim dan geografis (pegunungan vs. pesisir) secara langsung membentuk temperamen dan etos kerja seseorang.

5

Faktor Struktur Sosial (Kelas/Status), karena perbedaan status ekonomi dan posisi sosial yang dialami di perkotaan dan pedesaan membentuk harapan peran yang berbeda.

26

Penalaran

  • (Salah): Sosiologi menekankan faktor lingkungan/sosial lebih dominan daripada hereditas dalam membentuk kepribadian yang berbeda dari gen yang sama.

  • (Benar): Kebudayaan (nilai komunal vs. individualis) adalah faktor sosiologis fundamental yang membentuk kepribadian.

  • (Benar): Pengalaman sosialisasi selalu unik. Bahkan di lingkungan yang sama, pengalaman unik dan penerimaan dalam kelompok (misalnya di sekolah) akan membentuk perbedaan.

  • (Salah): Meskipun lingkungan fisik mempengaruhi, pengaruhnya tidak secara langsung membentuk kepribadian seperti faktor sosial-budaya; pengaruhnya lebih bersifat tidak langsung.

  • (Benar): Struktur Sosial (seperti status ekonomi/kelas) menentukan peran dan harapan masyarakat terhadap individu, yang sangat kuat dalam membentuk kepribadian.

27

Multiple Select

Di kantor, Sdr. X merasa dirinya adalah seorang pemimpin yang tegas dan disegani. Perasaan ini muncul setelah ia mengamati bahwa rekan kerjanya selalu diam, menunduk, dan segera menuruti perintahnya tanpa bantahan. Sdr. X kemudian semakin yakin dan memperkuat sikapnya yang tegas. Suatu hari, ia mendengar bahwa rekan-rekannya menaati perintahnya karena takut, bukan karena hormat, dan menganggapnya otoriter. Kejadian ini membuat Sdr. X merasa sangat terkejut dan mulai mengevaluasi ulang dirinya.

Soal:

Menggunakan konsep Cermin Diri (Looking-Glass Self) oleh C.H. Cooley, pilihlah SEMUA pernyataan yang BENAR yang menjelaskan proses pembentukan dan perubahan persepsi diri Sdr. X dalam skenario tersebut:

1

Sdr. X awalnya membayangkan dirinya dipersepsikan sebagai sosok yang disegani oleh rekan kerjanya.

2

Perasaan terkejut Sdr. X setelah mendengar kabar yang sebenarnya merupakan tahap interaksi sosial primer yang gagal.

3

Proses self-revisal (evaluasi ulang diri) Sdr. X dipicu oleh tahap ketiga dari Cermin Diri, yaitu perasaan diri yang muncul dari persepsi yang dibayangkan.

4

Konsep ini hanya berlaku untuk agen sosialisasi primer (keluarga), sehingga tidak relevan untuk menjelaskan interaksi di lingkungan kantor.

5

Proses di atas menggambarkan bahwa kepribadian Sdr. X adalah hasil dari internalisasi tanggapan orang lain yang dibayangkan, yang kemudian dikoreksi oleh realitas tanggapan orang lain yang sebenarnya.

28

Penalaran

Konsep Looking-Glass Self memiliki tiga tahap: 1) Kita membayangkan diri kita terlihat di mata orang lain; 2) Kita membayangkan bagaimana mereka menilai penampilan tersebut; 3) Kita merasakan perasaan diri (bangga/malu) berdasarkan penilaian yang dibayangkan.

​KISI-KISI TKA SOSIOLOGI TAHUN 2025

By Juli Suwirtana Putra

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 28

SLIDE