Search Header Logo
Kepuasan Kerja

Kepuasan Kerja

Assessment

Presentation

Education

University

Practice Problem

Hard

Created by

Nabila Qurrotu Aini

FREE Resource

15 Slides • 0 Questions

1

​Kepuasan Kerja

By Nabila Qurrotu Aini

2

Mengapa Kepuasan Kerja itu Penting?

  • Perusahaan harus serius memperhatikan kualitas sumber daya manusianya untuk merespons perkembangan zaman.

  • Karyawan adalah aset perusahaan yang berharga dan wajib dikelola dengan baik.

  • Perusahaan wajib memperhatikan kepuasan kerja karyawannya.

  • Karyawan yang merasa tidak nyaman, tidak dihargai, serta tidak dapat mencapai potensi penuhnya tidak akan dapat memusatkan perhatian atau memberikan perhatian penuh.

  • Hasil kerja yang tidak memuaskan dapat memberi efek negatif bagi perusahaan, seperti kemalasan, absensi, pemogokan, hingga pergantian pekerjaan.

3

Definisi Kepuasan Kerja

  • Kepuasan kerja adalah keadaan emosional dari kenyamanan ataupun ketidaknyamanan karyawan dengan pekerjaannya.

  • Ini mencerminkan bagaimana perasaan individu tentang pekerjaan mereka dan merupakan sikap individu terhadap pekerjaannya.

  • Definisi lainnya adalah evaluasi positif ataupun negatif dari beragam aspek pekerjaan, tempat kerja, serta hubungan dengan rekan kerja.

  • Ini juga bisa berupa perasaan menyenangkan ataupun tidak ketika karyawan melihat pekerjaannya , yang mencerminkan keselarasan antara apa yang dicapai dan yang diharapkan.

  • Sikap ini tercermin pada etos kerja, disiplin, serta kinerja.

4

Cakupan Kepuasan Kerja

  • Menurut Robbins (2019), kepuasan adalah sikap umum pada pekerjaan.

  • Menurut Davis dan Newtron, ini adalah rentang perasaan karyawan tentang apakah mereka menikmati pekerjaan mereka.

  • Kepuasan kerja bukanlah konsep tunggal.

  • Ini adalah respons emosional pada beragam aspek pekerjaan. Seseorang mungkin puas dengan satu aspek dan tidak puas dengan aspek lainnya.

  • Kepuasan kerja pada dasarnya bersifat pribadi dan tergantung pada konsistensi persepsi atau konflik antara keinginan seseorang dan hasilnya.

5

Teori Kepuasan Kerja

  • Mengukur kepuasan dengan menghitung perbedaan antara fenomena yang seharusnya digunakan (harapan) dan apa yang dicapai.

  • Jika seseorang mendapat lebih dari yang diinginkannya, maka dia lebih puas.

Teori Perbedaan (Discrepancy)

  • Kepuasan kerja tergantung pada apakah kebutuhan karyawan terpenuhi.

  • Makin tinggi keperluan karyawan terpenuhi, makin tinggi kepuasan karyawan.

Teori Kepuasan Kebutuhan

Teori Nilai

Kepuasan tergantung pada output yang dihasilkan, berdasarkan perusahaan menggunakan output yang diinginkan karyawan.

6

Faktor yang Memengaruhi Kepuasan Kerja

  • Pemenuhan kebutuhan (need fulfillment): Kepuasan ditentukan oleh tingkatan karakteristik pekerjaan dapat memenuhi kebutuhan individu.

  • Perbedaan (discrepancies): Kepuasan merupakan hasil dari perbedaan antara harapan karyawan dan apa yang sebenarnya mereka terima dari pekerjaan. Jika yang diterima lebih besar dari harapan, karyawan akan merasa puas.

  • Pencapaian nilai (value attainment): Kepuasan didasarkan pada persepsi bahwa pekerjaan memberikan pemenuhan nilai-nilai kerja yang penting bagi individu.

  • Keadilan (equity): Kepuasan dipengaruhi oleh seberapa adil karyawan diperlakukan di tempat kerja.

  • Komponen genetik (genetic components): Kepuasan kerja juga dipengaruhi oleh sifat pribadi dan faktor genetik individu, yang menunjukkan bahwa perbedaan kepribadian dapat memengaruhi kepuasan kerja. 

7

Cara Mengukur Kepuasan Kerja

  • Skala penilaian serta kuesioner: Metode paling umum.

  • Peristiwa serius (Critical Incidents): Menanyakan peristiwa spesifik yang berhubungan dengan pekerjaan yang membuat puas atau tidak puas.

  • Wawancara: Bertemu langsung untuk memberi pertanyaan dan mencatat tanggapan secara sistematis.

8

Mengukur Kepuasan Kerja

  • Gaji

  • Pekerjaan

  • Promosi

  • Pendampingan (Supervisi)

  • Karyawan (Rekan Kerja)

Aspek yang Diukur

  • Skala penilaian serta kuesioner: Metode paling umum.

  • Peristiwa serius (Critical Incidents): Menanyakan peristiwa spesifik yang berhubungan dengan pekerjaan yang membuat puas atau tidak puas.

  • Wawancara: Bertemu langsung untuk memberi pertanyaan dan mencatat tanggapan secara sistematis.

Cara Mengukur

9

Contoh Indikator Kepuasan Kerja

  • Tugas pokok dan fungsi kerja:

  • Supervisi oleh pimpinan:

  • Kesempatan untuk berkembang

  • Rekan kerja

  • Kondisi kerja

10

Hubungan Kepuasan Kerja dengan Variabel Lain

  • Motivasi: Ada interaksi positif yang signifikan. Manajer dapat menaikkan motivasi dengan menaikkan kepuasan kerja.

  • Komitmen Organisasi: Manajer disarankan meningkatkan kepuasan kerja untuk mencapai tingkat komitmen yang lebih tinggi.

  • Kemangkiran (Absensi):

    • Ada korelasi kuat.

    • Ketika kepuasan meningkat, ketidakhadiran menurun.

    • Karyawan yang puas memiliki tingkat ketidakhadiran rendah , sebaliknya yang tidak puas cenderung punya level absensi lebih tinggi.

11

Hubungan Kepuasan Kerja dengan Variabel Lain (2)

  • Turnover (Niat Pindah):

    • Salah satu alasan ingin berganti pekerjaan adalah ketidakpuasan.

    • Manajer disarankan mengurangi turnover dengan meningkatkan kepuasan kerja.

  • Usia:

    • Pekerja yang lebih tua biasanya lebih puas dengan pekerjaan mereka.

    • Karyawan muda cenderung berganti pekerjaan.

  • Level Pekerjaan:

    • Makin tinggi posisi dalam organisasi, makin tinggi kepuasannya.

12

media

13

Manfaat Analisis Kepuasan Kerja

  • Digunakan sebagai penilaian (positif/negatif) untuk langkah selanjutnya dalam pengambilan keputusan.

  • Manajemen menerima indeks kepuasan perusahaan secara keseluruhan.

  • Menciptakan komunikasi yang berharga ke segala arah.

  • Berfungsi sebagai "katup pengaman" (safety valve) atau jalan keluar untuk mengekspresikan emosi.

  • Membantu mengidentifikasi kebutuhan pelatihan supervisor.

  • Bahan untuk merencanakan dan memantau perubahan kebijakan perusahaan.

14

Penutup

  • Kepuasan kerja adalah aspek penting yang wajib dimiliki karyawan.

  • Kepuasan kerja adalah sikap individu terhadap pekerjaan, yang merupakan hasil dari sikapnya terhadap semua aspek pekerjaan.

  • Ini bukanlah konsep tunggal, melainkan respons emosional pada beragam aspek pekerjaan.

  • Menghitung atau mengukur kepuasan kerja karyawan bisa membantu membentuk kebijakan perusahaan dan sangat bermanfaat bagi manajemen.

15

Terima Kasih

media

​Kepuasan Kerja

By Nabila Qurrotu Aini

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 15

SLIDE