Search Header Logo
Evaluasi BK

Evaluasi BK

Assessment

Presentation

Education

University

Practice Problem

Easy

Created by

Nabila Qurrotu Aini

Used 7+ times

FREE Resource

19 Slides • 10 Questions

1

​Evaluasi BK

By Nabila Qurrotu Aini

2

Evaluasi BK

Evaluasi BK adalah sebuah proses sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data tentang program dan layanan BK untuk menentukan efektivitas, efisiensi, dan dampaknya terhadap perkembangan peserta didik, yang hasilnya digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk perbaikan program.

3

Open Ended

Jelaskan perbedaan evaluasi dengan supervisi BK.

4

Tujuan Evaluasi BK

  • Mengetahui Efektivitas: Sejauh mana layanan BK (misal: bimbingan karir) berhasil mencapai tujuannya (misal: siswa lebih paham pilihan karirnya)?

  • Akuntabilitas: Membuktikan kepada stakeholder (kepala sekolah, orang tua, siswa) bahwa program BK memberikan kontribusi nyata dan layak didukung (anggaran, waktu, fasilitas).

  • Pengambilan Keputusan: Memberikan data yang valid untuk memutuskan:

    • Layanan mana yang perlu dihentikan (karena tidak efektif).

    • Layanan mana yang perlu ditingkatkan (karena efektif tapi jangkauannya kurang).

    • Layanan mana yang perlu diperbaiki (karena konsepnya bagus tapi pelaksanaannya kurang).

  • Pengembangan Profesional: Bagi konselor, evaluasi adalah cermin untuk melihat area kekuatan dan area yang perlu dikembangkan dalam kompetensinya.

5

Multiple Choice

Membuktikan kepada stakeholder (kepala sekolah, orang tua, siswa) bahwa program BK memberikan kontribusi nyata dan layak didukung (anggaran, waktu, fasilitas). Merupakan penjelasan dari ...

1

Laporan kinerja

2

Laporan evaluasi

3

Akuntabilitas

4

Kredibilitas

6

Jenis Evaluasi

  • Evaluasi Proses

    • Dilakukan saat program sedang berjalan.

    • Tujuan: Untuk memantau pelaksanaan dan mendapatkan umpan balik cepat. Tujuannya adalah untuk "memperbaiki" (to improve) program yang sedang berjalan.

    • Contoh: Setelah 3 sesi bimbingan kelompok, konselor menyebar angket singkat untuk melihat apakah dinamika kelompok sudah baik dan apakah topik masih relevan.

  • Evaluasi Hasil

    • Dilakukan di akhir program (akhir semester atau akhir tahun).

    • Tujuan: Untuk menilai keberhasilan program secara keseluruhan. Tujuannya adalah untuk "membuktikan" (to prove) efektivitas program.

    • Contoh: Di akhir tahun ajaran, konselor menganalisis data absensi, data pelanggaran, dan hasil angket pemahaman karir untuk menilai dampak program BK selama setahun

7

Fill in the Blank

Jenis evaluasi yang dilaksanakan saat program sedang berjalan disebut evaluasi ...

8

Model-Model Evaluasi BK

9

Model Evaluasi CIPP (Stufflebeam

  • Context (Konteks):

    • Apa yang dievaluasi? Kebutuhan siswa (Need Assessment), masalah yang ada di sekolah, tujuan program BK, dan kesesuaian program dengan visi-misi sekolah.

  • Input (Masukan):

    • Man (Manusia): Kualifikasi dan kompetensi konselor.

    • Money (Biaya): Anggaran yang dialokasikan.

    • Materials (Materi): Ketersediaan ruang konseling, alat tes, software, buku panduan.

    • Method (Metode): Kesiapan program dan rencana layanan (RPL).

10

Multiple Choice

Dalam CIPP, ketersediaan ruang konseling, alat tes, software, dan buku panduan merupakan aspek input ...

1

Man

2

Materials

3

Money

4

Method

11

Model Evaluasi CIPP (2)

  • Process (Proses):

    • Apa yang dievaluasi? Keterlaksanaan program. Apakah guru BK melakukan apa yang sudah direncanakan?

    • Contoh Pertanyaan: Apakah semua layanan (konseling individu, bimbingan kelompok, dll.) sudah terlaksana sesuai jadwal? Bagaimana partisipasi siswa? Apa hambatan yang muncul saat pelaksanaan?

  • Product (Produk/Hasil):

    • Apa yang dievaluasi? Dampak atau hasil dari program. Ini adalah bagian terpenting.

    • Contoh Pertanyaan: Apakah ada perubahan pada siswa (pengetahuan, sikap, keterampilan) setelah menerima layanan? Apakah tingkat bullying menurun? Apakah siswa kelas XII lebih yakin dalam memilih jurusan?

12

Open Ended

CIPP merupakan singkatan dari ...

13

Model "Countenance" (Stake)

  • Model ini berfokus pada deskripsi dan penilaian. Model ini membagi evaluasi menjadi tiga fase:

    • Antecedents (Kondisi Awal): Kondisi yang ada sebelum program (karakteristik siswa, lingkungan).

    • Transactions (Proses): Interaksi dan aktivitas yang terjadi selama program.

    • Outcomes (Hasil): Dampak dan hasil setelah program.

  • Model ini membandingkan apa yang dimaksudkan (intended) dengan apa yang sebenarnya terjadi (observed).

14

Multiple Choice

Model ini membandingkan apa yang dimaksudkan (intended) dengan apa yang sebenarnya terjadi (observed) disebut ...

1

Model CIPP

2

Model Counter

3

Model Countenance

4

Model Discrepancy

15

Model Kesenjangan atau Discrepancy

  • Model ini membandingkan "Kinerja" (apa yang dicapai program) dengan "Standar" (apa yang seharusnya dicapai).

  • Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kesenjangan (discrepancy) dan memutuskan apakah akan memperbaiki, menghentikan, atau melanjutkan program.

16

Metode Evaluasi BK

  1. Metode Survei

    • Berguna untuk mendapatkan data tentang lingkungan, pengelolaan, sikap dan pandangan personel sekolah, serta sikap dan pandangan klien terhadap program BK.

    • Merupakan usaha untuk mengenal keadaan sesungguhnya dari suatu sekolah secara menyeluruh.

  2. Metode Observasi

    • Membutuhkan rencana terinci sebelum pelaksanaan (perilaku yang diamati, kapan, siapa, cara merekam).

    • Observer perlu membuat pedoman atau kriteria terlebih dahulu agar data terarah dan tepat.

    • Melibatkan banyak orang (lebih dari satu observer) dapat mengurangi unsur subjektivitas.

17

Metode Evaluasi BK (2)

  1. Metode Eksperimental

    • Paling tepat jika klien dibentuk dalam dua kelompok: kelompok eksperimental (mendapat layanan BK) dan kelompok kontrol (tidak mendapat layanan).

    • Hasil perkembangan kedua kelompok dibandingkan untuk mengetahui sejauh mana program BK dapat membantu perkembangan klien.

  2. Metode Studi Kasus

    • Digunakan untuk mengumpulkan data mengenai keadaan seorang klien yang dijadikan objek studi.

    • Penekanan metode ini terletak pada perkembangan individu serta kepribadiannya.

    • Bermanfaat bagi konselor dalam mengevaluasi efisiensi dan efektivitas kegiatan bimbingan yang dilaksanakannya.

18

Langkah Praktis

Tahap 1: Perencanaan (Planning)

  • Tentukan Fokus: Apa yang ingin dievaluasi? (Misal: Efektivitas layanan bimbingan klasikal tentang anti-bullying).

  • Tentukan Indikator: Apa tanda-tanda keberhasilannya? (Misal: Siswa paham 3 cara merespon bullying, laporan kasus bullying menurun).

  • Pilih Metode/Instrumen: Bagaimana cara mengukurnya? (Misal: Angket pre-test dan post-test, wawancara dengan wali kelas).

  • Tentukan Responden: Siapa yang akan memberi data? (Siswa, wali kelas, kepala sekolah).

19

Multiple Choice

Menentukan tanda-tanda keberhasilan disebut dengan ...

1

Menentukan indikator

2

Menentukan responden

3

Menentukan fokus

4

Memilih instrumen

20

Langkah Praktis (2)

Tahap 2: Pengumpulan Data (Data Collection)

  • Laksanakan pengambilan data sesuai rencana.

  • Gunakan berbagai teknik. Pastikan instrumen yang digunakan valid (mengukur apa yang seharusnya diukur) dan reliabel (konsisten).

Tahap 3: Analisis Data (Data Analysis)

  • Data yang terkumpul diolah.

  • Analisis Kuantitatif: Menggunakan statistik (persentase, rerata). Contoh: "85% siswa melaporkan peningkatan pemahaman karir setelah bimbingan."

  • Analisis Kualitatif: Mencari tema atau pola dari data deskriptif (wawancara, catatan). Contoh: "Dari hasil wawancara, siswa merasa bimbingan klasikal terlalu monoton."

21

Fill in the Blank

Dalam tahap pengumpulan data, Pastikan instrumen yang digunakan valid dan ...

22

Langkah Praktis (3)

Tahap 4: Pelaporan (Reporting)

  • Susun data yang sudah dianalisis menjadi sebuah laporan yang mudah dipahami.

  • Laporan harus berisi: Temuan utama (fakta), Interpretasi (apa makna temuan itu), dan Rekomendasi (apa yang harus dilakukan).

Tahap 5: Tindak Lanjut (Follow-Up)

  • Ini adalah langkah paling penting yang sering dilupakan!

  • Gunakan hasil dan rekomendasi dari laporan untuk membuat keputusan.

  • Contoh: Jika temuan evaluasi adalah "bimbingan klasikal monoton" (dari analisis kualitatif) dan "peningkatan pengetahuan siswa hanya 30%" (dari analisis kuantitatif), maka tindak lanjutnya adalah merancang ulang metode bimbingan klasikal untuk tahun depan agar lebih interaktif (misal: menggunakan studi kasus atau role-playing).

23

Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Teknik

Instrumen / Alat

Contoh Penggunaan

Angket (Kuesioner)

Daftar pertanyaan tertulis (skala Likert, pilihan ganda)

Mengukur tingkat kepuasan siswa terhadap layanan BK.

Wawancara (Interview)

Pedoman wawancara (terstruktur/tidak terstruktur)

Mendalami alasan siswa tertentu sering membolos (studi kasus).

Observasi

Lembar observasi / Catatan anekdot

Mengamati perilaku sosial atau dinamika dalam bimbingan kelompok.

Studi Dokumen

Checklist

Menganalisis data absensi, data pelanggaran tata tertib, atau transkrip nilai siswa.

Sosiometri

Sosiogram

Memetakan pola hubungan sosial dan popularitas siswa dalam satu kelas.

Tes (Psikologis)

Instrumen tes (bakat, minat, kepribadian)

Catatan: Hanya dilakukan oleh konselor yang bersertifikasi atau bekerjasama dengan lembaga psikotes.

Pre-Test & Post-Test

Soal tes (isian singkat, esai)

Mengukur peningkatan pengetahuan siswa

24

Fill in the Blank

Teknik sosiometri menggunakan instrumen ...

25

Hambatan dalam Evaluasi BK

  • Waktu: Pelaksana bimbingan di sekolah tidak mempunyai waktu yang cukup memadai untuk melaksanakan evaluasi.

  • Kompetensi Pelaksana: Pelaksana BK memiliki latar belakang pendidikan yang bervariasi. Hal ini menyebabkan kemampuan mereka dalam mengevaluasi (termasuk menyusun instrumen) juga sangat bervariasi.

  • Ketersediaan Instrumen: Belum tersedianya alat atau instrumen evaluasi pelaksanaan program BK di sekolah yang valid, reliabel, dan objektif.

26

Hambatan dalam Evaluasi BK

  • Pelatihan: Belum diselenggarakannya pelatihan khusus tentang evaluasi pelaksanaan program BK, serta penyusunan dan pengembangan instrumen evaluasi.

  • Biaya dan Waktu: Penyelenggaraan evaluasi membutuhkan banyak waktu dan uang. Biaya untuk memulai evaluasi bisa cukup mahal.

  • Tenaga Ahli: Belum adanya guru, konselor, atau konselor inti yang ahli dalam bidang evaluasi pelaksanaan program BK di sekolah.

  • Kriteria Baku: Sampai saat ini, belum ada perumusan kriteria keberhasilan evaluasi pelaksanaan bimbingan yang tegas dan baku.

27

Open Ended

Sebutkan dan jelaskan salah satu hambatan dalam pelaksanaan evaluasi BK.

28

Penutup

  • Evaluasi bukanlah "beban tambahan" atau "ajang mencari kesalahan" konselor. Evaluasi adalah budaya profesionalisme. Hal ini dilakukan agar setiap upaya yang dilakukan guru BK benar-benar membawa mereka lebih dekat pada versi terbaik mereka.

  • Program BK yang baik lahir dari siklus perencanaan, tindakan, evaluasi, dan perbaikan yang terus-menerus.

29

Terima Kasih

​Evaluasi BK

By Nabila Qurrotu Aini

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 29

SLIDE