Search Header Logo
membaca intensif

membaca intensif

Assessment

Presentation

Professional Development

Professional Development

Practice Problem

Medium

Created by

Agus Munir

Used 3+ times

FREE Resource

15 Slides • 10 Questions

1

media

2

media

3

Multiple Choice

Apa tujuan utama dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS)?

1

Meningkatkan kemampuan membaca siswa

2

Mengurangi jumlah ujian di sekolah

3

Menambah jam pelajaran matematika

4

Meningkatkan kemampuan berbicara siswa

4

Open Ended

Mengapa membaca intensif dan ekstensif penting dalam pembelajaran di sekolah?

5

media

6

Multiple Choice

Apa yang dimaksud dengan teks multimoda menurut penjelasan pada gambar?

1

Teks yang hanya berupa tulisan

2

Teks yang hanya berupa audio

3

Teks yang dapat berupa tulisan, audio, visual, dan lain-lain

4

Teks yang hanya berupa gambar

7

media

8

Open Ended

Sebutkan tiga contoh jenis teks multimoda yang kamu temukan pada gambar kedua!

9

media

10

media

11

media

12

media

13

media

14

Multiple Choice

SAUDARA TAK SAMA

Karya: Aulika Nur Fathia


Langit dan Angin adalah dua burung pemangsa yang bersaudara. Mereka pun selalu dibanding-bandingkan satu sama lain. Langit adalah burung elang yang sangat terkenal dengan badan gagah dan kekuatan yang tidak terkalahkan. Di kalangan burung pemangsa, Langit sangat terkenal akan kehebatannya. Salah satu kehebatannya yang paling terkenal adalah ia dapat memangsa seekor serigala dan membawa serigala itu ke tempat persembunyiannya di Tebing Alkana. Tak heran, Langit terkenal dengan sebutan “sang Penakluk” di kalangan burung pemangsa. Akan tetapi, dengan segala kehebatannya, Langit tidak pernah merasa angkuh. Ia selalu rendah hati kepada siapa pun, termasuk kepada Angin, saudaranya sendiri.

Angin juga tak kalah hebat dari Langit. Angin adalah burung alap-alap yang terkenal dengan kecepatannya. Ia memiliki kehebatan yang jarang dimiliki oleh burung pemangsa lain. Selain kecepatan dan ketepatan menerkam mangsa, ia juga dapat membaca gerak-gerik mangsanya, baik di darat maupun di laut. Semua jenis mangsa dapat ia tebak dengan gerakannya yang tepat. Selain itu, Angin juga dapat memangsa di pagi, siang, maupun malam hari karena penglihatannya sangat tajam.

“Angin, apa kau tidak kesal selalu dibanding-bandingkan dengan Langit?” tanya Kondor.

“Kalau aku jadi kau aku pasti kesal. Apalagi dia adalah saudara dekatmu,” ucap Seriema.

“Oh, aku pernah mendengar burung lain mengejekmu. Katanya kau tidak akan pernah bisa mengalahkan Langit,” ucap Kondor kepada Angin.

“Cukup! Aku sudah muak mendengar semua keluhan-keluhan itu. Kupingku sudah tidak mau menerima ocehan-ocehan itu,”ucap Angin dengan nada tinggi.

“Angin, kau sudah cukup hebat. Bahkan kau lebih hebat dari kami,” jelas Osprey.

“Tapi tidak lebih hebat dari Langit,” ucap Angin dengan ketus.

Angin bersikeras dan merasa yakin bahwa ia mampu menandingi kehebatan Langit. Ia pun mulai sering melatih kemampuannya agar bisa lebih hebat lagi. Ia mencari tahu semua hal tentang Langit. Kemampuan yang paling diinginkan oleh Angin adalah kekuatan sehingga ia terus melatih kekuatannya setiap hari.

“Percuma kau berlatih! Sekeras apa pun latihanmu, kau tidak akan bisa mengalahkan Langit. Kau akan tetap menjadi Angin yang selalu berada di bawah Langit,” ejek Caraca ketika ia melihat Angin sedang berlatih pada suatu waktu.

“Lihat saja, aku akan buktikan kepadamu kalau aku bisa mengalahkan Langit. Aku yang akan ada di atas Langit!” teriak Angin kepada Caraca. Angin pun terus melatih kekuatannya sekuat tenaga.

Suatu ketika, di balai pertemuan, Angin melihat Langit sedang dikelilingi oleh burung pemangsa lain. Di sana, ia juga melihat Kondor, Seriema, Osprey, dan Caraca yang sedang mengobrol sangat akrab dengan Langit. Langit memang burung yang sangat ramah kepada siapa pun. Angin mencoba menghampiri mereka dan disambut baik oleh Langit. Langit sangat senang bertemu dengan Angin karena sudah sangat lama ia tidak bertemu saudaranya itu. Akhirnya, mereka berkumpul bersama membahas kemampuan masing-masing. Satu per satu dari mereka menceritakan kemampuan masing-masing yang semakin meningkat.

Ketika Angin sedang bercerita mengenai kemampuan barunya, yaitu kekuatan untuk mengangkat mangsa yang berat, Caraca menantangnya dan memintanya untuk membuktikan itu. Angin langsung menyetujuinya karena hal itulah yang sebenarnya ia tunggu. Ia ingin membuktikan kepada burung pemangsa lain bahwa ia tidak kalah hebat dari Langit.

Setelah Angin setuju untuk membuktikan kehebatannya, Caraca menyuruh Langit untuk mengalahkan Angin. Akan tetapi, Langit menolak karena ia merasa, hal itu adalah pengkhianatan terhadap saudaranya sendiri. Namun, Angin justru meminta Langit menuruti keinginan Caraca. Akhirnya, Langit pun menuruti permintaan saudaranya itu.

“Aku sudah menyiapkan dua banteng seberat 500 kg untuk kalian buru dan dijadikan mangsa. Bawalah mangsa itu ke hadapanku. Kita lihat siapa yang berhasil membawa mangsa itu,” ucap Seriema.

Angin dan Langit langsung pergi mencari banteng yang dimaksud Seriema. Mereka mencari dengan susah payah di hutan hingga larut malam. Dalam kondisi ini, pasti Angin yang akan mendapatkan banteng itu dengan cepat karena penglihatannya sangat baik di malam hari. Akan tetapi, Langit sangat terkenal dengan kekuatannya untuk melumpuhkan mangsa dengan cepat. Faktanya, Angin sudah melumpuhkan banteng itu sebelum Langit. Saatnya Angin untuk terbang dengan cepat membawa banteng itu ke hadapan Seriema. Angin sudah sangat yakin, ia pasti akan sampai lebih dahulu dari Langit.

Keesokan harinya, Seriema, Kondor, dan Caraca sudah mendengar suara Angin yang semakin mendekat. Langit juga terlihat berada tidak jauh dibelakangnya. Caraca tidak percaya bahwa apa yang dikatakan Angin benar. Ia lebih hebat dari Langit. Namun, alangkah terkejutnya semua orang ketika banteng yang dibawa Angin tiba-tiba bergerak tak beraturan. Rupanya, banteng itu belum lumpuh sepenuhnya. Angin pun jatuh tersungkur.

Kini, posisi menjadi berbalik, Langit memimpin dan akhirnya ia berhasil membawa banteng itu dengan susah payah ke hadapan Seriema. Kondor, Caraca, Seriema, dan Osprey sudah bisa menebak bahwa memang Langitlah yang akan menjadi pemenang. Akhirnya, Angin pun menyadari, setiap burung memiliki kemampuannya masing-masing. Tidak ada salahnya untuk meningkatkan kemampuan masing-masing, tetapi sesuatu yang sudah ditetapkan harus bisa diterima dengan baik. Angin pun mengakui, kekuatan Langit memang tidak ada tandingannya.

Berikut ini pernyataan yang salah tentang teks di atas adalah...

1

Langit adalah burung elang terkenal dengan kekuatan tak terkalahkan.

2

Angin adalah burung alap-alap yang dikenal dengan kecepatannya.

3

Caraca adalah burung pemangsa yang membantu Langit dalam tantangan.

4

Angin akhirnya berhasil membuktikan kehebatannya dalam mengangkat banteng.

15

media

16

Multiple Select

Sari, Sang DetektifSari adalah siswa baru, pindahan dari sekolah di Desa Cipeuteuy. Rambutnya lurus dan dikucir kuda, kulitnya sawo matang, dan seragamnya pun tidak baru.Sari masuk kelas, diantar kepala sekolah. Setelah menyapa teman-temannya, Sari duduk di bangku belakang, satu-satunya bangku yang masih kosong.Anak-anak mencuri pandang jika ada kesempatan. Sari serius mendengarkan pelajaran.Waktu istirahat tiba. Sari berdiri di pintu dan menyalami anak-anak yang akan ke luar kelas. "Kenalkan, aku Sari. Aku dijuluki sang detektif oleh teman-teman lamaku," katanya.Ketika mendengar itu, Mirta berseru, "Wah, detektif! Kamu pasti bisa membantuku. Barang-barangku sering hilang." Mereka pun akhirnya menuju ke kursi panjang di depan kelas untuk membahas hal itu.

Pernyataan mana yang sesuai dengan tokoh Sari berdasarkan cerita tersebut?Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda (✓)! Jawaban benar lebih dari satu.

1

Sari anak baru pindahan yang oleh teman lamanya dijuluki sang detektif.

2

Sari disenangi oleh temannya karena dapat membantu temannya yang kehilangan.

3

Sebagai siswa baru di sekolah, Sari mengawali dengan memperkenalkan diri.

17

media

18

media

19

Fill in the Blanks

20

media

21

Multiple Choice

Urutkan langkah-langkah adik simba dalam membaca intensif!

1

Kegiatan Prabaca, Membuat Pertanyaan, Mencari Jawaban

2

Membuat Pertanyaan, Kegiatan Prabaca, Mencari Jawaban

3

Mencari Jawaban, Membuat Pertanyaan, Kegiatan Prabaca

4

Kegiatan Prabaca, Mencari Jawaban, Membuat Pertanyaan

22

media

23

Open Ended

Bagaimana pengatur grafis Adik SIMBA membantu siswa dalam memahami bacaan?

24

Open Ended

Jelaskan perbedaan antara membaca intensif dan membaca ekstensif dalam konteks pembelajaran di sekolah.

25

media
media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 25

SLIDE

Discover more resources for Professional Development