Search Header Logo
Komunikasi Efektif dan Resolusi Konflik

Komunikasi Efektif dan Resolusi Konflik

Assessment

Presentation

Education

University

Practice Problem

Easy

Created by

Nabila Qurrotu Aini

Used 1+ times

FREE Resource

31 Slides • 8 Questions

1

​Komunikasi Efektif dan Resolusi Konflik di Tempat Kerja

By Nabila Qurrotu Aini

2

Topik 1:
Komunikasi Efektif

media

3

Mengapa Komunikasi Itu Penting?

  • Produktivitas Tinggi: Mengurangi kesalahpahaman berarti lebih sedikit kesalahan dan pengerjaan ulang.

  • Kerja Sama Tim (Kolaborasi): Tim yang solid dibangun di atas kepercayaan, yang hanya bisa dicapai melalui komunikasi terbuka dan jujur.

  • Penyelesaian Konflik: Masalah dapat diidentifikasi dan diselesaikan lebih cepat sebelum menjadi besar.

  • Keterlibatan Karyawan (Engagement): Karyawan yang merasa didengar dan mendapat informasi yang jelas akan lebih termotivasi dan terlibat.

  • Budaya Kerja Positif: Menciptakan lingkungan yang transparan, saling menghargai, dan suportif.

4

Empat Aspek Komunikasi Efektif

5

Kejelasan dan Ringkas (Clarity and Consiceness)

  • Apa: Sampaikan pesan inti di awal.

  • Mengapa: Jelaskan konteks atau alasan di baliknya.

  • Siapa: Tentukan siapa yang bertanggung jawab atau terlibat.

  • Kapan: Berikan tenggat waktu (deadline) yang jelas.

  • Bagaimana: (Jika perlu) Berikan langkah-langkah atau tindakan yang diharapkan.

  • Tips:

    • Gunakan bahasa yang dipahami semua orang.

    • Satu Pesan per Email: Fokus pada satu topik utama untuk komunikasi tertulis.

    • Koreksi (Proofread): Periksa kembali tata bahasa dan ejaan sebelum mengirim.

Aspek Komunikasi Efektif

6

Open Ended

Clarity and Consiceness artinya ...

7

Mendengarkan Aktif (Active Listening)

Yang Harus Dilakukan

Yang Harus Dihindari

✅ Menjaga kontak mata.

❌ Memotong pembicaraan.

✅ Mengangguk atau memberi sinyal verbal ("Ya", "Saya paham").

❌ Melihat ponsel atau jam tangan.

✅ Mengajukan pertanyaan klarifikasi.

❌ Langsung memberikan penilaian (menghakimi).

✅ Melakukan parafrasa ("Jadi, yang Anda maksud adalah...").

❌ Memikirkan jawaban Anda selagi orang lain berbicara.

Aspek Komunikasi Efektif

8

Empati dan Rasa Hormat

  • Melihat dari Sudut Pandang Lain: Coba pahami rekan kerja, mungkin mereka merasa stres, frustrasi, atau sedang senang.

  • Menghargai Perbedaan: Setiap orang memiliki gaya komunikasi dan latar belakang yang berbeda.

  • Menggunakan Bahasa yang Sopan: Kata-kata sederhana seperti "Tolong," "Terima kasih," dan "Maaf" memiliki dampak besar.

  • Mengakui Kontribusi: Berikan apresiasi saat rekan kerja melakukan pekerjaan dengan baik.

Aspek Komunikasi Efektif

9

Open Ended

Tuliskan salah satu poin dari empati dan rasa hormat.

10

Umpan Balik yang Konstruktif

  • Situation (Situasi): Jelaskan kapan dan di mana situasi itu terjadi.

    • Contoh: "Dalam rapat tim pagi ini..."

  • Behavior (Perilaku): Jelaskan perilaku spesifik yang diamati (fakta, bukan asumsi).

    • Contoh: "Saya perhatikan Anda memotong presentasi Rina sebanyak tiga kali..."

  • Impact (Dampak): Jelaskan dampak dari perilaku tersebut.

    • Contoh: "Hal itu membuat alur presentasinya terganggu dan Rina terlihat kehilangan fokus."

  • Langkah Berikutnya (Next Step): (Opsional, tapi disarankan)

    • Contoh: "Ke depannya, bisakah kita semua sepakat untuk mencatat pertanyaan dan menyampaikannya di akhir sesi?"

Aspek Komunikasi Efektif

11

Umpan Balik yang Konstruktif (2)

Saat Menerima Umpan Balik:

  1. Dengarkan: Jangan menyela atau bersikap defensif.

  2. Klarifikasi: Ajukan pertanyaan untuk memastikan Anda paham. ("Bisakah Anda beri contoh spesifik?")

  3. Ucapkan Terima Kasih: Hargai orang tersebut karena telah meluangkan waktu untuk membantu Anda berkembang.

  4. Refleksi: Ambil waktu untuk memikirkan masukan tersebut dan putuskan apa yang akan Anda lakukan.

12

Saluran dan Arah Komunikasi

13

Saluran Komunikasi

  • Tatap Muka / Video Call (Zoom/Teams):

    • Kapan: Isu sensitif, sesi brainstorming, membangun hubungan, memberi umpan balik yang kompleks.

    • Kelebihan: Kaya akan isyarat non-verbal (bahasa tubuh, nada suara).

  • Email (Surat Elektronik):

    • Kapan: Informasi formal, dokumentasi (jejak rekam), pesan ke banyak orang, informasi detail yang perlu disimpan.

    • Kekurangan: Lambat, bisa disalahartikan (tanpa nada suara).

Saluran dan Arah Komunikasi

14

Saluran Komunikasi (2)

  • Pesan Instan (Chat / WA):

    • Kapan: Pertanyaan cepat, koordinasi mendesak, informasi informal.

    • Kekurangan: Sering mengganggu, tidak ideal untuk topik kompleks atau formal.

  • Telepon:

    • Kapan: Lebih mendesak dari email, tetapi tidak perlu tatap muka (misal, konfirmasi cepat).

    • Aturan: Gunakan email untuk informasi dan percakapan (tatap muka/telepon) untuk emosi atau klarifikasi.

Saluran dan Arah Komunikasi

15

Arah Komunikasi

  • Komunikasi ke Bawah (Downward): Dari manajer ke bawahan (instruksi, delegasi, kebijakan).

    • Tantangan: Pastikan pesan jelas dan dipahami seragam.

  • Komunikasi ke Atas (Upward): Dari bawahan ke manajer (laporan progres, masalah, ide, umpan balik).

    • Tantangan: Membutuhkan lingkungan yang aman secara psikologis (psychological safety) agar karyawan berani bicara jujur.

  • Komunikasi Lateral (Horizontal): Antar rekan kerja setingkat (koordinasi proyek, berbagi info).

    • Tantangan: Menghindari "silo" di mana setiap departemen bekerja sendiri-sendiri.

Saluran dan Arah Komunikasi

16

Hambatan dalam Komunikasi

17

Hambatan Umum Komunikasi

  • Hambatan Fisik: Suara bising, koneksi internet buruk, jarak fisik (remote work).

  • Hambatan Psikologis: Asumsi (merasa sudah tahu), bias, ego, emosi (marah/stres), kurang percaya diri.

  • Hambatan Semantik: Bahasa yang terlalu teknis, atau perbedaan bahasa/budaya.

  • Informasi Berlebih (Information Overload): Terlalu banyak email atau rapat sehingga pesan penting tenggelam.

18

Sesi Latihan

19

Open Ended

Anda menerima email dari manajer Anda yang hanya berisi: "Tolong segera siapkan laporan status proyek."

Identifikasi hambatan dan jelaskan tindakan yang perlu dilakukan.

20

Open Ended

Rekan kerja Anda berkata, "Presentasi kamu tadi berantakan sekali."

Identifikasi hambatan dan jelaskan tindakan yang perlu dilakukan.

21

Topik 2:
Resolusi Konflik

media

22

Apa Itu Konflik?

  • Konflik adalah ketidaksepakatan atau ketegangan antara dua orang atau lebih.

  • Ini terjadi karena perbedaan:

    • Persepsi

    • Tujuan

    • Nilai

    • Kepentingan

  • Konflik adalah hal yang normal dan tidak terhindarkan di tempat kerja.

23

Multiple Select

Konflik terjadi karena adanya perbedaan terkait ...

1

Persepsi

2

Tujuan

3

Kepentingan

4

Gaji

24

Multiple Select

Apakah konflik baik atau buruk?

1

Baik

2

Buruk

25

Konflik: Baik atau Buruk?

  • Mendorong inovasi & ide baru

  • Memperjelas masalah & peran

  • Fokus pada masalah ("Menyasar masalah")

  • Memperkuat hubungan & tim

Konflik Konstruktif (Baik)

  • Menurunkan moral & produktivitas

  • Menciptakan stres & lingkungan "toxic"

  • Fokus pada pribadi ("Menyerang orang")

  • Menghambat kerja sama

Konflik Destruktif (Buruk)

​Catatan: Mengelola konflik destruktif dan mendorong konflik konstruktif.

26

Akar Masalah Konflik

  • Komunikasi Buruk (Kesalahpahaman, kurang info)

  • Peran Tidak Jelas ("Itu bukan kerjaan saya!")

  • Sumber Daya Terbatas (Berbagi anggaran, waktu, alat)

  • Perbedaan Kepribadian (Gaya kerja, introvert vs. ekstrovert)

  • Perbedaan Nilai (Apa yang dianggap penting atau etis)

  • Ketidakadilan (Persepsi beban kerja atau pengakuan)

27

Model Konflik (Thomas-Kilmann)

media
  • Asertif: Seberapa kuat Anda memperjuangkan kebutuhan Anda.

  • Kooperatif: Seberapa kuat Anda membantu kebutuhan orang lain.

28

  • Competing (Bersaing)

    • (Tinggi Asertif, Rendah Kooperatif)

    • Pola Pikir: "Saya Menang, Anda Kalah"

    • Tindakan: Memaksa, menggunakan otoritas.

    • Kapan: Darurat, keputusan cepat, isu penting yang Anda yakini benar.

  • Accommodating (Mengakomodasi)

    • (Rendah Asertif, Tinggi Kooperatif)

    • Pola Pikir: "Saya Kalah, Anda Menang"

    • Tindakan: Mengalah, menjaga harmoni.

    • Kapan: Saat Anda salah, isu lebih penting bagi orang lain.

Model Konflik (Thomas-Kilmann)

29

  • Avoiding (Menghindar)

    • (Rendah Asertif, Rendah Kooperatif)

    • Pola Pikir: "Saya Kalah, Anda Kalah" (Tidak ada solusi)

    • Tindakan: Menunda, menarik diri, mengabaikan.

    • Kapan: Isu sepele, perlu cooling down, tidak ada peluang menang.

  • Collaborating (Berkolaborasi)

    • (Tinggi Asertif, Tinggi Kooperatif)

    • Pola Pikir: "Saya Menang, Anda Menang"

    • Tindakan: Bekerja sama mencari solusi kreatif.

    • Kapan: Isu penting, perlu komitmen jangka panjang. (Paling ideal tapi butuh waktu).

Model Konflik (Thomas-Kilmann)

30

  • Compromising (Berkolaborasi)

    • (Tengah-tengah)

    • Pola Pikir: "Kita Berbagi Kemenangan & Kekalahan"

    • Tindakan: Saling memberi-menerima, cari jalan tengah.

    • Kapan: Perlu solusi cepat "cukup baik", kedua pihak punya kekuatan setara.

Model Konflik (Thomas-Kilmann)

31

Multiple Choice

"Saya Menang, Anda Kalah" merupakan representasi dari gaya konflik ...

1

Compromising

2

Avoiding

3

Cooperating

4

Competeing

32

Multiple Choice

Menunda, menarik diri, mengabaikan. Hal ini merupakan representasi dari ...

1

Accommodating

2

Avoiding

3

Cooperating

4

Compromising

33

  • Siapkan "Panggung" (Akui konflik, atur waktu & tempat)

  • Pahami Sudut Pandang (Mendengarkan Aktif)

  • Identifikasi Akar Masalah (Rumuskan masalah bersama)

  • Brainstorming Solusi (Fokus ke masa depan)

  • Sepakati Solusi & Rencana Aksi (Siapa, Apa, Kapan)

Langkah Resolusi Konflik

34

  • Bertanggung jawab menyelesaikan konflik secara langsung dan profesional.

  • Berani bersuara (asertif).

  • Tahu kapan harus meminta bantuan.

Peran Setiap Posisi

  • Menciptakan lingkungan yang aman.

  • Bertindak sebagai mediator netral (bukan hakim).

  • Fokus pada proses, bukan menyalahkan.

Karyawan

Manajer atau Pimpinan

HR (SDM

  • Menyediakan pelatihan dan sumber daya.

  • Menjadi fasilitator untuk isu yang lebih serius atau sistemik.

35

Ringkasan

LAKUKAN (Do's)

JANGAN DILAKUKAN (DONT'S)

Fokus pada MASALAH

Menyerang PRIBADI

Gunakan "Pesan-Saya"

Gunakan "Kamu selalu..."

Dengarkan untuk MEMAHAMI

Menyela / Menyiapkan bantahan

Cari KESAMAAN TUJUAN

Mengungkit masalah LAMA

Tetap TENANG

Meninggikan SUARA

Cari WIN-WIN SOLUTION

Bersikeras HARUS MENANG

36

Studi Kasus

Skenario:

  • Tim A (Teknis) merasa Tim B (Marketing) selalu memberi deadline tidak realistis dan terus mengubah permintaan.

  • Tim B (Marketing) merasa Tim A (Teknis) terlalu kaku, lambat, dan tidak paham kebutuhan klien.

  • Ketegangan memuncak di rapat, mereka saling menyalahkan atas keterlambatan proyek.

37

Diskusi

  1. Apa akar masalah sebenarnya dalam skenario ini?

  2. Gaya konflik apa yang sedang mereka gunakan?

  3. Jika Anda adalah manajer proyek, apa Langkah 1 yang akan Anda ambil?

  4. Bagaimana Tim A bisa menggunakan "Pesan-Saya" untuk bicara ke Tim B?

  5. Apa contoh solusi "Menang-Menang" (Kolaborasi) untuk mereka?

  6. Apa risiko atau dampak negatif terbesar jika konflik ini dibiarkan berlarut-larut tanpa resolusi?

38

Rangkuman Resolusi Konflik

  • Konflik adalah hal yang normal dan bisa menjadi peluang.

  • Fokus pada masalah, bukan pada orangnya.

  • Dengarkan untuk memahami sebelum didengarkan.

  • Gunakan komunikasi asertif ("Pesan-Saya"), bukan agresif.

  • Tujuannya adalah solusi, bukan kemenangan sepihak.

39

Terima Kasih

​Komunikasi Efektif dan Resolusi Konflik di Tempat Kerja

By Nabila Qurrotu Aini

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 39

SLIDE