
Artikel Ilmiah populer TKA
Presentation
•
World Languages
•
9th Grade
•
Practice Problem
•
Easy
IRVAN PAKSI EKANANTO
Used 1+ times
FREE Resource
8 Slides • 11 Questions
1
Artikel Ilmiah Populer
By IRVAN PAKSI EKANANTO
2
Pengertian
Artikel ilmiah populer adalah tulisan ilmiah yang ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat umum, bukan hanya oleh kalangan akademisi atau ahli di bidangnya. Sesuai dengan namanya, penulisan artikel ilmiah populer ini berpedoman pada standar ilmiah karena menyampaikan hasil penelitian atau studi ilmiah, tetapi disajikan dengan gaya bahasa yang lebih sederhana, ringkas, dan menarik sehingga lebih mudah dimengerti dan diterima oleh publik. Artikel ilmiah populer umumnya diterbitkan di media massa.
3
1. Tujuan Artikel Ilmiah Populer
Artikel ilmiah populer ditulis dengan tujuan sebagai berikut.
a. Sebagai media komunikasi ilmu pengetahuan kepada masyarakat dengan menggunakan cara yang lebih mudah dimengerti.
b. Mempermudah penyebaran ilmu pengetahuan agar dapat dipahami oleh masyarakat awam.
c. Meningkatkan minat baca dan pengetahuan masyarakat awam karena menggunakan bahasa populer.
4
2. Ciri-Ciri Artikel Ilmiah Populer
Menurut Nurhadi dalam bukunya yang berjudul Teknik Membaca, ciri-ciri artikel ilmiah populer adalah sebagai berikut.
a. Artikel berupa informasi yang bersifat ilmiah, tetapi disajikan dengan bahasa yang populer.
b. Tulisan ditujukan untuk pembaca awam atau masyarakat umum.
c. Umumnya berisi temuan-temuan ilmiah atau perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru.
d. Diterbitkan dalam rubrik khusus pada majalah, surat kabar, atau portal berita lainnya.
e. Merupakan tulisan ekspositori yang bersifat informatif.
f. Menggunakan kaidah penulisan karya ilmiah yang telah disesuaikan dengan gaya penulisan media penerbitnya.
g. Tidak mencantumkan rujukan atau daftar pustaka secara eksplisit.
h. Menggunakan bahasa yang populer dan mudah dipahami.
i. Artikel tidak selalu berasal dari penelitian akademik formal, tetapi juga bisa berdasarkan laporan survei dan lain sebagainya.
5
3. Struktur Artikel Ilmiah Populer
Artikel ilmiah populer umumnya menyajikan fakta dan opini. Fakta disampaikan sebagai dasar yang kuat untuk mendukung opini yang disampaikan dalam artikel tersebut. Struktur artikel ilmiah populer secara garis besar dimulai dari judul, pendahuluan, isi atau pembahasan, dan terakhir penutup. Berikut penjelasannya.
a. Judul artikel ilmiah populer dirancang sederhana, menarik, dan mencerminkan substansi naskah.
b. Pendahuluan merupakan bagian awal yang berfungsi untuk memperkenalkan atau membuka pembahasan dalam artikel ilmiah populer.
c. Bagian isi berisi gagasan atau pandangan penulis, disertai dengan bukti relevan mengenai topik yang dibahas. Penulis cenderung menambahkan argumen dari para ahli dan data yang mendukung tulisannya untuk memperkuat gagasannya.
d. Bagian penutup dalam struktur artikel ilmiah populer berfungsi sebagai kesimpulan dari topik yang telah dibahas. Kesimpulan ini mencerminkan pandangan penulis terhadap isu yang dibahas.
6
4. Langkah-Langkah Menulis Artikel Ilmiah Populer
Berikut adalah langkah-langkah dalam menulis artikel ilmiah populer.
a. Menentukan topik yang menarik dan sesuai dengan kepentingan umum.
b. Menentukan tujuan penulisan, seperti memberikan informasi, menyampaikan pendapat, atau menjelaskan suatu fenomena.
c. Mengumpulkan informasi dan data yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan.
d. Menyusun kerangka tulisan berdasarkan struktur yang jelas.
e. Mengembangkan tulisan dengan bahasa yang mudah dipahami berdasarkan kerangka dan data yang telah dikumpulkan.
f. Melakukan penyuntingan dan revisi untuk memastikan kelancaran isi dan kesesuaian gaya bahasa.
g. Melakukan finalisasi dan publikasi melalui media cetak atau daring.
7
Contoh Artikel Ilimah Populer
Gawai dan Remaja: Antara Manfaat dan Ancaman bagi Kesehatan Mental
Perkembangan teknologi digital telah menjadikan gawai sebagai bagian penting dalam kehidupan remaja masa kini. Hampir seluruh aktivitas remaja, mulai dari belajar, berkomunikasi, hingga hiburan, tidak lepas dari penggunaan gawai. Meskipun memberikan banyak kemudahan, penggunaan gawai yang berlebihan juga memunculkan berbagai persoalan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan mental dan perilaku sosial remaja. (pendahuluan)
Penggunaan gawai memberikan dampak positif bagi remaja, terutama dalam bidang pendidikan. Melalui gawai, remaja dapat mengakses berbagai sumber belajar secara daring, seperti buku digital, video pembelajaran, dan aplikasi pendidikan. Selain itu, gawai juga memudahkan komunikasi antara siswa dan guru sehingga proses belajar menjadi lebih fleksibel dan efektif. (pembahasan)
Selain dalam bidang pendidikan, gawai juga berperan sebagai sarana hiburan dan informasi. Remaja dapat memperoleh berita terkini, pengetahuan umum, serta hiburan seperti musik dan film dengan mudah. Jika digunakan secara wajar, gawai dapat membantu remaja mengurangi kejenuhan dan menambah wawasan.(pembahasan)
Namun, penggunaan gawai yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Remaja dapat mengalami kecanduan gawai sehingga sulit mengatur waktu belajar dan berkurangnya interaksi sosial secara langsung. Selain itu, paparan media sosial yang berlebihan juga dapat menimbulkan kecemasan, rendah diri, dan tekanan psikologis.(pembahasan)
Dampak negatif lainnya adalah terganggunya pola tidur dan menurunnya aktivitas fisik. Banyak remaja yang bermain gawai hingga larut malam sehingga sulit tidur dan kurang konsentrasi di sekolah. Kebiasaan duduk terlalu lama saat menggunakan gawai juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti nyeri mata, leher, dan punggung.(pembahasan)
Gawai merupakan hasil kemajuan teknologi yang memberikan banyak manfaat bagi remaja apabila digunakan secara bijak. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah bagi kesehatan mental dan fisik. Oleh karena itu, remaja perlu mampu mengatur penggunaan gawai secara seimbang agar manfaatnya dapat dirasakan tanpa menimbulkan dampak negatif. (penutup)
8
Contoh Soal
1. Berikut ini pernyataan yang benar tentang artikel ilmiah populer adalah......
A. Topik yang diangkat dalam penulisan artikel ilmiah populer adalah isu terbaru yang berkaitan dengan kesehatan, lingkungan, atau sosial kemanusiaan.
B. Artikel ilmiah populer ditulis dengan bahasa yang santun dalam kalimat-kalimat lengkap serta menggunakan gaya bahasa ilmiah.
C. Data pendukung yang digunakan dalam penulisan artikel ilmiah populer dapat berupa informasi dari teman.
D. Sumber data yang valid untuk penulisan artikel ilmiah populer antara lain berasal dari observasi lapangan dan statistik resmi.
Pembahasan:
Topik yang diangkat atau ditulis dalam artikel ilmiah populer umumnya berkaitan dengan isu kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, atau masalah sosial lainnya. Oleh karena itu, untuk menyebarluaskan pengetahuan, bahasa artikel ilmiah dibuat lebih sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami meskipun pengembangannya harus berdasarkan sumber data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Jawaban: A
9
Multiple Select
Pengelolaan Sampah dengan Cara Menjadikannya Kompos
Pendahuluan
Sampah merupakan sisa hasil aktivitas manusia yang tidak lagi diinginkan dan bersifat padat, seperti sampah dari rumah tangga, pasar, hingga industri. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, terutama di kawasan perkotaan, volume sampah pun makin bertambah. Faktor-faktor, seperti kepadatan penduduk, sistem pengelolaan sampah yang tersedia, dan tingkat sosial ekonomi masyarakat, turut memengaruhi jumlah sampah yang dihasilkan.
Sampah umumnya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sekitar 80% dari total sampah yang dihasilkan merupakan sampah organik, yang sebagian besar masih dapat didaur ulang.
Sampah organik dapat berupa sisa makanan yang mudah membusuk atau bahan yang lebih tahan lama, seperti kertas. Agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, diperlukan sistem pengelolaan sampah yang baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengolah sampah organik menjadi kompos. Pengelolaan sampah membutuhkan sistem yang teratur, terutama dalam pengumpulan dan penanganannya. Pengomposan menjadi langkah preventif dalam mengelola sampah.
Pembahasan
Kompos adalah pupuk alami yang terbuat dari bahan organik dengan bantuan zat tambahan untuk mempercepat proses pembusukan, seperti daun-daunan, sisa makanan, kotoran ternak, atau pupuk buatan seperti urea. Proses pengomposan ini dapat dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja. Namun, sebelum membuat kompos, sampah perlu dipilah terlebih dahulu agar hanya bahan organik yang digunakan.
Beberapa faktor penting yang memengaruhi proses pengomposan, antara lain pemilahan bahan, bentuk bahan organik, kadar nutrisi. dan tingkat kelembapan. Proses pengomposan melibatkan mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur. Untuk mempercepat proses pengomposan, dapat ditambahkan bahan tambahan, seperti urea, kotoran hewan, atau teknologi, seperti Effective Microorganisms 4 (EM4). Penggunaan EM4 membantu mempercepat proses dekomposisi sampah organik dan menghasilkan produk akhir berupa bokashi, yaitu kompos setengah jadi yang siap digunakan.
Tempat pengomposan pun beragam, mulai dari lubang di tanah, bak kompos, hingga tumpukan terbuka. Semua metode ini dapat dilakukan secara sederhana tanpa memerlukan alat atau teknologi canggih.
Penutup
Kompos merupakan pupuk organik yang sangat baik dan bermanfaat bagi berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman hias, sayuran, buah-buahan, dan tanaman pangan. Penggunaan kompos pada tanaman hias sebaiknya dicampurkan secara merata dengan tanah sebelum penanaman bibit, dengan perbandingan campuran tanah dan kompos adalah 1: 1.
Untuk tanaman sayur, kompos dapat dicampurkan selama proses pengelolaan tanah atau dapat ditaburkan di sekitar bibit yang ditanam. Jumlah kompos yang digunakan berkisar antara lima hingga dua puluh per hektare, tergantung pada jenis tanaman. Sementara itu, tanaman buah-buahan juga dapat diberi kompos dengan cara menggali tanah di sekitar pohon atau membuat lubang di sekeliling pohon, kemudian ditambahkan dengan kompos.
Untuk tanaman lainnya, penggunaan kompos disesuaikan dengan jenis dan kondisi tanah tempat tanaman ditanam. Pada tanaman padi ladang, kompos diberikan bersamaan dengan penanaman bibit, sedangkan pada padi sawah, kompos disebar saat proses pengolahan tanah. Dengan pemanfaatan kompos yang tepat, lingkungan tidak hanya menjadi lebih bersih, tetapi kesuburan tanah juga dapat ditingkatkan secara alami dan berkelanjutan.
Sumber: https://www.detik.com/jateng/berita/d-7361884/6-contoh-artikel-ilmiah-dengan-struktur-yang-benar-untuk-tugas-kuliah, dengan penyesuaian.
Apa saja hal-hal yang melatarbelakangi pemilihan topik artikel tersebut?
Volume sampah perkotaan meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk.
Pengomposan merupakan langkah preventif dalam mengelola sampah.
Proses pembuatan kompos dapat dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja dengan mudah.
Kompos merupakan pupuk khusus untuk tanaman sayuran di lahan yang tanahnya kurang subur.
10
Multiple Choice
Pengelolaan Sampah dengan Cara Menjadikannya Kompos
Pendahuluan
Sampah merupakan sisa hasil aktivitas manusia yang tidak lagi diinginkan dan bersifat padat, seperti sampah dari rumah tangga, pasar, hingga industri. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, terutama di kawasan perkotaan, volume sampah pun makin bertambah. Faktor-faktor, seperti kepadatan penduduk, sistem pengelolaan sampah yang tersedia, dan tingkat sosial ekonomi masyarakat, turut memengaruhi jumlah sampah yang dihasilkan.
Sampah umumnya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sekitar 80% dari total sampah yang dihasilkan merupakan sampah organik, yang sebagian besar masih dapat didaur ulang.
Sampah organik dapat berupa sisa makanan yang mudah membusuk atau bahan yang lebih tahan lama, seperti kertas. Agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, diperlukan sistem pengelolaan sampah yang baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengolah sampah organik menjadi kompos. Pengelolaan sampah membutuhkan sistem yang teratur, terutama dalam pengumpulan dan penanganannya. Pengomposan menjadi langkah preventif dalam mengelola sampah.
Pembahasan
Kompos adalah pupuk alami yang terbuat dari bahan organik dengan bantuan zat tambahan untuk mempercepat proses pembusukan, seperti daun-daunan, sisa makanan, kotoran ternak, atau pupuk buatan seperti urea. Proses pengomposan ini dapat dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja. Namun, sebelum membuat kompos, sampah perlu dipilah terlebih dahulu agar hanya bahan organik yang digunakan.
Beberapa faktor penting yang memengaruhi proses pengomposan, antara lain pemilahan bahan, bentuk bahan organik, kadar nutrisi. dan tingkat kelembapan. Proses pengomposan melibatkan mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur. Untuk mempercepat proses pengomposan, dapat ditambahkan bahan tambahan, seperti urea, kotoran hewan, atau teknologi, seperti Effective Microorganisms 4 (EM4). Penggunaan EM4 membantu mempercepat proses dekomposisi sampah organik dan menghasilkan produk akhir berupa bokashi, yaitu kompos setengah jadi yang siap digunakan.
Tempat pengomposan pun beragam, mulai dari lubang di tanah, bak kompos, hingga tumpukan terbuka. Semua metode ini dapat dilakukan secara sederhana tanpa memerlukan alat atau teknologi canggih.
Penutup
Kompos merupakan pupuk organik yang sangat baik dan bermanfaat bagi berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman hias, sayuran, buah-buahan, dan tanaman pangan. Penggunaan kompos pada tanaman hias sebaiknya dicampurkan secara merata dengan tanah sebelum penanaman bibit, dengan perbandingan campuran tanah dan kompos adalah 1: 1.
Untuk tanaman sayur, kompos dapat dicampurkan selama proses pengelolaan tanah atau dapat ditaburkan di sekitar bibit yang ditanam. Jumlah kompos yang digunakan berkisar antara lima hingga dua puluh per hektare, tergantung pada jenis tanaman. Sementara itu, tanaman buah-buahan juga dapat diberi kompos dengan cara menggali tanah di sekitar pohon atau membuat lubang di sekeliling pohon, kemudian ditambahkan dengan kompos.
Untuk tanaman lainnya, penggunaan kompos disesuaikan dengan jenis dan kondisi tanah tempat tanaman ditanam. Pada tanaman padi ladang, kompos diberikan bersamaan dengan penanaman bibit, sedangkan pada padi sawah, kompos disebar saat proses pengolahan tanah. Dengan pemanfaatan kompos yang tepat, lingkungan tidak hanya menjadi lebih bersih, tetapi kesuburan tanah juga dapat ditingkatkan secara alami dan berkelanjutan.
Sumber: https://www.detik.com/jateng/berita/d-7361884/6-contoh-artikel-ilmiah-dengan-struktur-yang-benar-untuk-tugas-kuliah, dengan penyesuaian.
Kata "preventif" dalam teks bermakna....
upaya memperbaiki kerusakan yang sudah ada
tindakan pencegahan agar masalah tidak terjadi
proses mempercepat pembusukan sampah organik
cara mengolah sampah agar menghasilkan pupuk
11
Multiple Choice
Budaya Membaca di Kalangan Remaja yang Semakin Menurun
Perkembangan teknologi digital telah mengubah banyak kebiasaan manusia, termasuk kebiasaan membaca di kalangan remaja. Dahulu, membaca buku menjadi salah satu aktivitas utama untuk mengisi waktu luang. Namun, saat ini, kebiasaan tersebut mulai tergeser oleh penggunaan gawai yang menawarkan hiburan instan, seperti gim daring, media sosial, dan video singkat.
Menurunnya minat baca remaja dapat dilihat dari semakin jarangnya mereka mengunjungi perpustakaan. Banyak remaja yang menganggap membaca sebagai kegiatan yang membosankan dan melelahkan. Mereka lebih tertarik pada aktivitas yang bersifat visual dan cepat memberikan kesenangan. Padahal, membaca memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir kritis, memperkaya kosakata, serta meningkatkan kemampuan memahami informasi.
Dampak dari rendahnya minat baca cukup terasa dalam dunia pendidikan. Remaja yang jarang membaca cenderung mengalami kesulitan memahami bacaan panjang, lambat dalam menangkap isi teks, serta kurang terampil dalam menulis. Hal ini berpengaruh pada prestasi belajar mereka, terutama dalam mata pelajaran yang menuntut kemampuan literasi yang tinggi.
Meskipun demikian, perkembangan teknologi sebenarnya juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan minat baca. Saat ini tersedia banyak buku digital, artikel daring, dan platform literasi yang dapat diakses dengan mudah. Jika digunakan secara tepat, teknologi justru dapat menjadi sarana yang efektif untuk menumbuhkan kembali budaya membaca di kalangan remaja.
Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menumbuhkan minat baca remaja. Sekolah dapat menyediakan program literasi yang menarik, orang tua dapat membiasakan anak membaca di rumah, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kegiatan membaca. Dengan upaya yang berkelanjutan, budaya membaca di kalangan remaja diharapkan dapat kembali tumbuh.
Tujuan utama penulis menyusun artikel tersebut adalah …
Mengkritik penggunaan gawai secara berlebihan
Menjelaskan penyebab remaja jarang datang ke perpustakaan
Menggambarkan menurunnya budaya membaca serta upaya mengatasinya
Menjelaskan jenis-jenis bacaan digital
12
Multiple Choice
Budaya Membaca di Kalangan Remaja yang Semakin Menurun
Perkembangan teknologi digital telah mengubah banyak kebiasaan manusia, termasuk kebiasaan membaca di kalangan remaja. Dahulu, membaca buku menjadi salah satu aktivitas utama untuk mengisi waktu luang. Namun, saat ini, kebiasaan tersebut mulai tergeser oleh penggunaan gawai yang menawarkan hiburan instan, seperti gim daring, media sosial, dan video singkat.
Menurunnya minat baca remaja dapat dilihat dari semakin jarangnya mereka mengunjungi perpustakaan. Banyak remaja yang menganggap membaca sebagai kegiatan yang membosankan dan melelahkan. Mereka lebih tertarik pada aktivitas yang bersifat visual dan cepat memberikan kesenangan. Padahal, membaca memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir kritis, memperkaya kosakata, serta meningkatkan kemampuan memahami informasi.
Dampak dari rendahnya minat baca cukup terasa dalam dunia pendidikan. Remaja yang jarang membaca cenderung mengalami kesulitan memahami bacaan panjang, lambat dalam menangkap isi teks, serta kurang terampil dalam menulis. Hal ini berpengaruh pada prestasi belajar mereka, terutama dalam mata pelajaran yang menuntut kemampuan literasi yang tinggi.
Meskipun demikian, perkembangan teknologi sebenarnya juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan minat baca. Saat ini tersedia banyak buku digital, artikel daring, dan platform literasi yang dapat diakses dengan mudah. Jika digunakan secara tepat, teknologi justru dapat menjadi sarana yang efektif untuk menumbuhkan kembali budaya membaca di kalangan remaja.
Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menumbuhkan minat baca remaja. Sekolah dapat menyediakan program literasi yang menarik, orang tua dapat membiasakan anak membaca di rumah, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kegiatan membaca. Dengan upaya yang berkelanjutan, budaya membaca di kalangan remaja diharapkan dapat kembali tumbuh.
Hubungan sebab-akibat yang tepat sesuai isi artikel adalah …
Gawai semakin mahal → minat baca menurun
Hiburan digital semakin menarik → kebiasaan membaca tergeser
Perpustakaan semakin sepi → teknologi berkembang pesat
Buku digital semakin banyak → remaja malas belajar
13
Multiple Choice
Pengaruh Polusi Udara terhadap Kesehatan Pelajar
Polusi udara saat ini menjadi salah satu masalah lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, terutama di daerah perkotaan. Asap kendaraan bermotor, kegiatan industri, serta pembakaran sampah menjadi penyumbang utama menurunnya kualitas udara. Pelajar termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak polusi udara karena mereka masih berada dalam masa pertumbuhan dan setiap hari melakukan aktivitas di luar rumah.
Paparan polusi udara dalam jangka pendek dapat menimbulkan gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, dan iritasi pada mata. Pelajar yang sering terpapar udara kotor cenderung lebih mudah terserang flu dan infeksi saluran pernapasan. Kondisi ini dapat mengganggu kehadiran siswa di sekolah serta menurunkan daya tahan tubuh.
Dalam jangka panjang, polusi udara juga berisiko menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti asma dan gangguan paru-paru. Selain berdampak pada fisik, polusi udara juga dapat memengaruhi konsentrasi belajar. Udara yang tercemar membuat tubuh cepat lelah sehingga pelajar menjadi sulit fokus saat menerima pelajaran di kelas.
Meskipun demikian, upaya untuk mengurangi dampak polusi udara tetap dapat dilakukan. Pelajar dapat menggunakan masker saat berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di area yang tingkat polusinya tinggi, serta menjaga kebersihan lingkungan. Sekolah juga dapat menanam lebih banyak pohon untuk membantu menyaring udara kotor.
Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya polusi udara, diharapkan pelajar dan masyarakat dapat berperan aktif menjaga kualitas udara. Lingkungan yang bersih dan sehat akan membantu menciptakan kondisi belajar yang nyaman serta mendukung tumbuh kembang pelajar secara optimal.
Simpulan paling tepat dari isi artikel adalah …
Polusi udara hanya berbahaya bagi orang dewasa
Polusi udara tidak berdampak serius bagi pelajar
Polusi udara berbahaya bagi kesehatan pelajar sehingga perlu upaya pencegahan
Masker adalah satu-satunya cara mengatasi polusi
14
Multiple Choice
Pengaruh Polusi Udara terhadap Kesehatan Pelajar
Polusi udara saat ini menjadi salah satu masalah lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, terutama di daerah perkotaan. Asap kendaraan bermotor, kegiatan industri, serta pembakaran sampah menjadi penyumbang utama menurunnya kualitas udara. Pelajar termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak polusi udara karena mereka masih berada dalam masa pertumbuhan dan setiap hari melakukan aktivitas di luar rumah.
Paparan polusi udara dalam jangka pendek dapat menimbulkan gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, dan iritasi pada mata. Pelajar yang sering terpapar udara kotor cenderung lebih mudah terserang flu dan infeksi saluran pernapasan. Kondisi ini dapat mengganggu kehadiran siswa di sekolah serta menurunkan daya tahan tubuh.
Dalam jangka panjang, polusi udara juga berisiko menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti asma dan gangguan paru-paru. Selain berdampak pada fisik, polusi udara juga dapat memengaruhi konsentrasi belajar. Udara yang tercemar membuat tubuh cepat lelah sehingga pelajar menjadi sulit fokus saat menerima pelajaran di kelas.
Meskipun demikian, upaya untuk mengurangi dampak polusi udara tetap dapat dilakukan. Pelajar dapat menggunakan masker saat berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di area yang tingkat polusinya tinggi, serta menjaga kebersihan lingkungan. Sekolah juga dapat menanam lebih banyak pohon untuk membantu menyaring udara kotor.
Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya polusi udara, diharapkan pelajar dan masyarakat dapat berperan aktif menjaga kualitas udara. Lingkungan yang bersih dan sehat akan membantu menciptakan kondisi belajar yang nyaman serta mendukung tumbuh kembang pelajar secara optimal.
Pernyataan berikut yang merupakan opini penulis adalah …
Polusi udara berasal dari asap kendaraan dan industri
Pelajar termasuk kelompok rentan terhadap polusi udara
Lingkungan yang bersih diharapkan menciptakan kondisi belajar yang nyaman
Paparan polusi menyebabkan gangguan pernapasan
15
Multiple Choice
Pengaruh Polusi Udara terhadap Kesehatan Pelajar
Polusi udara saat ini menjadi salah satu masalah lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, terutama di daerah perkotaan. Asap kendaraan bermotor, kegiatan industri, serta pembakaran sampah menjadi penyumbang utama menurunnya kualitas udara. Pelajar termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak polusi udara karena mereka masih berada dalam masa pertumbuhan dan setiap hari melakukan aktivitas di luar rumah.
Paparan polusi udara dalam jangka pendek dapat menimbulkan gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, dan iritasi pada mata. Pelajar yang sering terpapar udara kotor cenderung lebih mudah terserang flu dan infeksi saluran pernapasan. Kondisi ini dapat mengganggu kehadiran siswa di sekolah serta menurunkan daya tahan tubuh.
Dalam jangka panjang, polusi udara juga berisiko menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti asma dan gangguan paru-paru. Selain berdampak pada fisik, polusi udara juga dapat memengaruhi konsentrasi belajar. Udara yang tercemar membuat tubuh cepat lelah sehingga pelajar menjadi sulit fokus saat menerima pelajaran di kelas.
Meskipun demikian, upaya untuk mengurangi dampak polusi udara tetap dapat dilakukan. Pelajar dapat menggunakan masker saat berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di area yang tingkat polusinya tinggi, serta menjaga kebersihan lingkungan. Sekolah juga dapat menanam lebih banyak pohon untuk membantu menyaring udara kotor.
Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya polusi udara, diharapkan pelajar dan masyarakat dapat berperan aktif menjaga kualitas udara. Lingkungan yang bersih dan sehat akan membantu menciptakan kondisi belajar yang nyaman serta mendukung tumbuh kembang pelajar secara optimal.
Jika seorang pelajar sering bermain di pinggir jalan raya tanpa memakai masker, dampak yang paling mungkin terjadi sesuai artikel adalah …
Daya tahan tubuh meningkat
Lebih kebal terhadap penyakit
Mengalami gangguan pernapasan
Konsentrasi belajar semakin baik
16
Multiple Choice
Pengaruh Polusi Udara terhadap Kesehatan Pelajar
1)Polusi udara saat ini menjadi salah satu masalah lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, terutama di daerah perkotaan. Asap kendaraan bermotor, kegiatan industri, serta pembakaran sampah menjadi penyumbang utama menurunnya kualitas udara. Pelajar termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak polusi udara karena mereka masih berada dalam masa pertumbuhan dan setiap hari melakukan aktivitas di luar rumah.
2)Paparan polusi udara dalam jangka pendek dapat menimbulkan gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, dan iritasi pada mata. Pelajar yang sering terpapar udara kotor cenderung lebih mudah terserang flu dan infeksi saluran pernapasan. Kondisi ini dapat mengganggu kehadiran siswa di sekolah serta menurunkan daya tahan tubuh.
3)Dalam jangka panjang, polusi udara juga berisiko menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti asma dan gangguan paru-paru. Selain berdampak pada fisik, polusi udara juga dapat memengaruhi konsentrasi belajar. Udara yang tercemar membuat tubuh cepat lelah sehingga pelajar menjadi sulit fokus saat menerima pelajaran di kelas.
4)Meskipun demikian, upaya untuk mengurangi dampak polusi udara tetap dapat dilakukan. Pelajar dapat menggunakan masker saat berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di area yang tingkat polusinya tinggi, serta menjaga kebersihan lingkungan. Sekolah juga dapat menanam lebih banyak pohon untuk membantu menyaring udara kotor.
5)Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya polusi udara, diharapkan pelajar dan masyarakat dapat berperan aktif menjaga kualitas udara. Lingkungan yang bersih dan sehat akan membantu menciptakan kondisi belajar yang nyaman serta mendukung tumbuh kembang pelajar secara optimal.
Ide pokok paragraf ketiga adalah …
Penyebab utama terjadinya polusi udara
Dampak jangka panjang polusi udara terhadap kesehatan dan konsentrasi pelajar
Cara memakai masker yang benar
Peran sekolah dalam menanam pohon
17
Multiple Choice
Pengaruh Polusi Udara terhadap Kesehatan Pelajar
1)Polusi udara saat ini menjadi salah satu masalah lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, terutama di daerah perkotaan. Asap kendaraan bermotor, kegiatan industri, serta pembakaran sampah menjadi penyumbang utama menurunnya kualitas udara. Pelajar termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak polusi udara karena mereka masih berada dalam masa pertumbuhan dan setiap hari melakukan aktivitas di luar rumah.
2)Paparan polusi udara dalam jangka pendek dapat menimbulkan gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, dan iritasi pada mata. Pelajar yang sering terpapar udara kotor cenderung lebih mudah terserang flu dan infeksi saluran pernapasan. Kondisi ini dapat mengganggu kehadiran siswa di sekolah serta menurunkan daya tahan tubuh.
3)Dalam jangka panjang, polusi udara juga berisiko menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti asma dan gangguan paru-paru. Selain berdampak pada fisik, polusi udara juga dapat memengaruhi konsentrasi belajar. Udara yang tercemar membuat tubuh cepat lelah sehingga pelajar menjadi sulit fokus saat menerima pelajaran di kelas.
4)Meskipun demikian, upaya untuk mengurangi dampak polusi udara tetap dapat dilakukan. Pelajar dapat menggunakan masker saat berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di area yang tingkat polusinya tinggi, serta menjaga kebersihan lingkungan. Sekolah juga dapat menanam lebih banyak pohon untuk membantu menyaring udara kotor.
5)Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya polusi udara, diharapkan pelajar dan masyarakat dapat berperan aktif menjaga kualitas udara. Lingkungan yang bersih dan sehat akan membantu menciptakan kondisi belajar yang nyaman serta mendukung tumbuh kembang pelajar secara optimal.
Pesan tersirat yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca adalah …
Pelajar sebaiknya tidak perlu berangkat ke sekolah
Polusi udara tidak bisa dicegah
Setiap orang perlu ikut menjaga lingkungan demi kesehatan bersama
Masker wajib dipakai sepanjang hari di mana pun
18
Multiple Choice
Pengaruh Polusi Udara terhadap Kesehatan Pelajar
1)Polusi udara saat ini menjadi salah satu masalah lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, terutama di daerah perkotaan. Asap kendaraan bermotor, kegiatan industri, serta pembakaran sampah menjadi penyumbang utama menurunnya kualitas udara. Pelajar termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak polusi udara karena mereka masih berada dalam masa pertumbuhan dan setiap hari melakukan aktivitas di luar rumah.
2)Paparan polusi udara dalam jangka pendek dapat menimbulkan gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, dan iritasi pada mata. Pelajar yang sering terpapar udara kotor cenderung lebih mudah terserang flu dan infeksi saluran pernapasan. Kondisi ini dapat mengganggu kehadiran siswa di sekolah serta menurunkan daya tahan tubuh.
3)Dalam jangka panjang, polusi udara juga berisiko menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti asma dan gangguan paru-paru. Selain berdampak pada fisik, polusi udara juga dapat memengaruhi konsentrasi belajar. Udara yang tercemar membuat tubuh cepat lelah sehingga pelajar menjadi sulit fokus saat menerima pelajaran di kelas.
4)Meskipun demikian, upaya untuk mengurangi dampak polusi udara tetap dapat dilakukan. Pelajar dapat menggunakan masker saat berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di area yang tingkat polusinya tinggi, serta menjaga kebersihan lingkungan. Sekolah juga dapat menanam lebih banyak pohon untuk membantu menyaring udara kotor.
5)Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya polusi udara, diharapkan pelajar dan masyarakat dapat berperan aktif menjaga kualitas udara. Lingkungan yang bersih dan sehat akan membantu menciptakan kondisi belajar yang nyaman serta mendukung tumbuh kembang pelajar secara optimal.
Jika sekolah ingin menindaklanjuti isi artikel, kegiatan yang paling tepat dilakukan adalah …
Menambah jam pelajaran
Mengurangi waktu istirahat
Mengadakan program penghijauan di lingkungan sekolah
Melarang siswa berangkat sekolah
19
Multiple Choice
Pengaruh Polusi Udara terhadap Kesehatan Pelajar
1)Polusi udara saat ini menjadi salah satu masalah lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, terutama di daerah perkotaan. Asap kendaraan bermotor, kegiatan industri, serta pembakaran sampah menjadi penyumbang utama menurunnya kualitas udara. Pelajar termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak polusi udara karena mereka masih berada dalam masa pertumbuhan dan setiap hari melakukan aktivitas di luar rumah.
2)Paparan polusi udara dalam jangka pendek dapat menimbulkan gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, dan iritasi pada mata. Pelajar yang sering terpapar udara kotor cenderung lebih mudah terserang flu dan infeksi saluran pernapasan. Kondisi ini dapat mengganggu kehadiran siswa di sekolah serta menurunkan daya tahan tubuh.
3)Dalam jangka panjang, polusi udara juga berisiko menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti asma dan gangguan paru-paru. Selain berdampak pada fisik, polusi udara juga dapat memengaruhi konsentrasi belajar. Udara yang tercemar membuat tubuh cepat lelah sehingga pelajar menjadi sulit fokus saat menerima pelajaran di kelas.
4)Meskipun demikian, upaya untuk mengurangi dampak polusi udara tetap dapat dilakukan. Pelajar dapat menggunakan masker saat berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di area yang tingkat polusinya tinggi, serta menjaga kebersihan lingkungan. Sekolah juga dapat menanam lebih banyak pohon untuk membantu menyaring udara kotor.
5)Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya polusi udara, diharapkan pelajar dan masyarakat dapat berperan aktif menjaga kualitas udara. Lingkungan yang bersih dan sehat akan membantu menciptakan kondisi belajar yang nyaman serta mendukung tumbuh kembang pelajar secara optimal.
Pandangan penulis terhadap polusi udara adalah …
Masalah kecil yang tidak perlu diperhatikan
Masalah serius yang berdampak bagi kesehatan pelajar
Masalah yang hanya bisa diselesaikan pemerintah
Masalah yang tidak ada hubungannya dengan sekolah
Artikel Ilmiah Populer
By IRVAN PAKSI EKANANTO
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 19
SLIDE
Similar Resources on Wayground
13 questions
Bahasa Indonesia
Lesson
•
9th Grade
17 questions
Cerita Pendek
Lesson
•
9th Grade
13 questions
Mengidentifikasi Teks Tanggapan
Lesson
•
9th Grade
13 questions
kelompok 1 sandi
Lesson
•
9th Grade
11 questions
PASSIVE VOICE
Lesson
•
9th Grade
12 questions
STRUKTUR TEKS PIDATO PERSUASIF
Lesson
•
9th Grade
17 questions
Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Diskusi
Lesson
•
9th Grade
15 questions
Kelas 9 - Cerita Inspiratif
Lesson
•
9th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
29 questions
Alg. 1 Section 5.1 Coordinate Plane
Quiz
•
9th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
FOREST Effective communication
Lesson
•
KG
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
Discover more resources for World Languages
20 questions
El Verbo IR Practice
Quiz
•
9th Grade
22 questions
El Imperfecto
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
verbos reflexivos en español
Quiz
•
9th - 12th Grade
28 questions
Ser vs estar
Quiz
•
9th - 12th Grade
15 questions
Regular -AR Verbs in the Present Tense
Quiz
•
9th - 12th Grade
22 questions
Viajes y excursiones
Quiz
•
9th - 12th Grade
60 questions
Preterito e imperfecto
Quiz
•
9th Grade
20 questions
Preterite-Regular verbs
Quiz
•
9th Grade