Search Header Logo
Ketenagakerjaan

Ketenagakerjaan

Assessment

Presentation

•

Social Studies

•

11th Grade

•

Practice Problem

•

Hard

Created by

Tubagus Mulyana

Used 4+ times

FREE Resource

8 Slides • 30 Questions

1

ketenaga kerjaan

By Tubagus Mulyana

2

Narasi 1

Dinamika Angkatan Kerja dan Tingkat Bekerja di Indonesia Tahun 2025**

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan dinamika ketenagakerjaan Indonesia yang cukup kompleks jika dibandingkan antara Februari dan Agustus. Secara nasional, jumlah angkatan kerja meningkat dari sekitar 153,05 juta orang pada Februari 2025 menjadi 154,00 juta orang pada Agustus 2025. Kenaikan sekitar 954 ribu orang ini menunjukkan bertambahnya penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi.

Pada periode yang sama, jumlah penduduk bekerja meningkat dari 145,77 juta orang menjadi 146,54 juta orang, atau bertambah sekitar 771 ribu orang. Namun, jumlah pengangguran justru meningkat dari 7,28 juta orang menjadi 7,46 juta orang. Kondisi ini menunjukkan bahwa tidak seluruh tambahan angkatan kerja dapat terserap oleh pasar kerja.

Hal tersebut tercermin dari persentase penduduk bekerja terhadap angkatan kerja yang menurun tipis dari 95,24% menjadi 95,15%. Penurunan ini secara numerik menggambarkan adanya tekanan pada pasar kerja nasional, di mana pertumbuhan angkatan kerja lebih cepat dibandingkan penciptaan lapangan kerja.

3

Multiple Select

Berdasarkan narasi di atas, kesimpulan yang BENAR secara numerik adalah…

=

1

Pertumbuhan angkatan kerja lebih besar daripada pertumbuhan penduduk bekerja

2

Seluruh tambahan angkatan kerja berhasil diserap lapangan kerja

3

Selisih pertumbuhan angkatan kerja dan penduduk bekerja berpotensi menambah pengangguran

4

Penurunan persentase bekerja menunjukkan jumlah penduduk bekerja menurun

5

Tingkat penyerapan tenaga kerja nasional mengalami pelemahan

4

Multiple Choice

Selisih antara kenaikan angkatan kerja dan kenaikan penduduk bekerja paling tepat diinterpretasikan sebagai…

1

Penurunan produktivitas nasional

2

Tambahan potensi pengangguran baru

3

Kesalahan pencatatan data BPS

4

Penurunan jumlah penduduk usia kerja

5

Migrasi besar-besaran tenaga kerja

5

Multiple Choice

  Kenaikan jumlah penduduk bekerja selalu diikuti penurunan jumlah pengangguran.

1

BENAR

2

SALAH

6

Multiple Choice

Persentase bekerja dapat menurun meskipun jumlah penduduk bekerja meningkat.

1

BENAR

2

SALAH

7

Multiple Choice

  Pertumbuhan angkatan kerja yang lebih cepat dari penciptaan lapangan kerja dapat meningkatkan pengangguran.

1

BENAR

2

SALAH

8

Multiple Choice

Persentase bekerja digunakan untuk mengukur efektivitas penyerapan tenaga kerja.

1

BENAR

2

SALAH

9

​Perbandingan Penyerapan Tenaga Kerja Antarprovinsi Tahun 2025

Data BPS tahun 2025 menunjukkan adanya perbedaan tingkat penyerapan tenaga kerja antarprovinsi di Indonesia. Provinsi dengan jumlah penduduk besar, terutama di Pulau Jawa, memiliki jumlah angkatan kerja dan penduduk bekerja yang tinggi, namun juga menghadapi persaingan kerja yang lebih ketat.

Sebaliknya, beberapa provinsi dengan jumlah angkatan kerja relatif kecil justru menunjukkan persentase bekerja yang tinggi, bahkan mendekati atau melebihi 97%. Kondisi ini menunjukkan bahwa hampir seluruh angkatan kerja telah bekerja, meskipun sebagian besar pekerjaan berada di sektor informal atau sektor primer.

Perbedaan ini menegaskan bahwa persentase bekerja yang tinggi belum tentu mencerminkan kekuatan ekonomi daerah secara keseluruhan. Oleh karena itu, analisis ketenagakerjaan perlu mempertimbangkan angka absolut dan persentase secara bersamaan agar menghasilkan kesimpulan yang tepat.

10

Multiple Select

Berdasarkan narasi di atas, pernyataan yang BENAR adalah…

1

Persentase bekerja yang tinggi selalu menunjukkan kesejahteraan tinggi

2

Jumlah angkatan kerja memengaruhi interpretasi tingkat pengangguran

3

Provinsi berpenduduk besar cenderung memiliki pasar kerja lebih kompetitif

4

Persentase bekerja tinggi meniadakan risiko pengangguran

5

Struktur ekonomi daerah memengaruhi penyerapan tenaga kerja

11

Multiple Choice

Provinsi dengan persentase bekerja tinggi tetapi jumlah angkatan kerja kecil menunjukkan bahwa…

1

Ekonominya pasti lebih maju

2

Risiko pengangguran tidak ada

3

Penyerapan tenaga kerja relatif merata secara internal

4

Seluruh penduduk bekerja di sektor formal

5

Pendapatan masyarakat lebih tinggi

12

Multiple Choice

Persentase bekerja harus dianalisis bersama jumlah absolut tenaga kerja.

1

BENAR

2

SALAH

13

Multiple Choice

  Provinsi berpenduduk besar tidak pernah memiliki tingkat pengangguran tinggi.



1

Benar

2

salah

14

Multiple Choice

Persentase bekerja yang tinggi selalu mencerminkan kekuatan ekonomi daerah.

1

Benar

2

Salah

15

Pendidikan Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Wilayah dan Jenis Kelamin

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat pendidikan penduduk usia 15 tahun ke atas di Indonesia masih didominasi oleh jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pada tahun-tahun awal pengamatan, proporsi penduduk yang belum atau tidak pernah sekolah serta yang tidak tamat SD masih cukup signifikan, terutama di wilayah perdesaan. Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan akses pendidikan antarwilayah yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, geografis, dan sosial.

Jika dibandingkan berdasarkan klasifikasi wilayah, penduduk perkotaan memiliki persentase lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi yang lebih tinggi dibandingkan penduduk perdesaan. Sebaliknya, di wilayah perdesaan, persentase penduduk dengan pendidikan maksimal SD dan SMP relatif lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi masih lebih terbuka di wilayah perkotaan, seiring dengan ketersediaan fasilitas pendidikan dan dukungan ekonomi yang lebih memadai.

Berdasarkan jenis kelamin, terdapat perbedaan pola pendidikan antara laki-laki dan perempuan. Pada beberapa jenjang pendidikan dasar, perempuan memiliki persentase yang relatif lebih tinggi, sementara pada jenjang pendidikan tinggi, selisih antara laki-laki dan perempuan masih terlihat. Perbedaan ini menunjukkan bahwa faktor sosial dan ekonomi masih berperan dalam menentukan capaian pendidikan, yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kualitas tenaga kerja dan produktivitas ekonomi di masa depan.

16

Multiple Select

Berdasarkan narasi di atas, pernyataan yang tepat adalah …
(Jawaban bisa lebih dari satu)

1

Penduduk perkotaan cenderung memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan penduduk perdesaan.

2

Tingginya persentase lulusan SD di perdesaan menunjukkan kualitas pendidikan di desa lebih baik.

3

Kesenjangan pendidikan antarwilayah dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan ketersediaan fasilitas.

4

Persentase pendidikan tinggi yang rendah tidak berpengaruh terhadap kualitas tenaga kerja.

5

Tingkat pendidikan penduduk berpotensi memengaruhi produktivitas ekonomi suatu wilayah.

17

Multiple Choice

Implikasi ekonomi yang paling mungkin terjadi jika mayoritas penduduk hanya berpendidikan dasar adalah …

1

Produktivitas tenaga kerja cenderung lebih rendah

2


Tingkat investasi otomatis meningkat

3

Pendapatan per kapita pasti lebih tinggi

4

Pengangguran tidak mungkin terjadi

5

Distribusi penduduk menjadi lebih merata

18

Multiple Choice

Perbedaan tingkat pendidikan antara desa dan kota mencerminkan ketimpangan pembangunan manusia.

1

BENAR

2

SALAH

19

Multiple Choice

Tingginya persentase lulusan perguruan tinggi selalu menjamin rendahnya pengangguran.

1

BENAR

2

SALAH

20

Multiple Choice

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja.

1

BENAR

2

SALAH

21

Multiple Choice

Data pendidikan penduduk tidak memiliki keterkaitan dengan analisis ekonomi wilayah.

1

BENAR

2

SALAH

22

Gaji Pekerja

Rata-rata upah/gaji/pendapatan bersih sebulan pekerja pada Februari 2025 mencapai 2,84 juta rupiah, mengalami kenaikan dibandingkan dengan Februari 2024 sebesar 2,76 juta rupiah. Terdapat perbedaan yang nyata antara rata-rata pendapatan bersih sebulan pekerja bebas di pertanian dan nonpertanian dibandingkan dengan rata-rata upah/gaji bersih buruh/karyawan/pegawai. Pada Februari 2025, rata-rata pendapatan bersih sebulan pekerja bebas di sektor pertanian dan nonpertanian masing-masing sebesar 1,38 juta rupiah dan 2,03 juta rupiah. Sementara itu, rata-rata upah/gaji bersih sebulan buruh/karyawan/pegawai mencapai 3,09 juta rupiah. Secara nominal, baik rata-rata upah/gaji/pendapatan bersih sebulan pekerja maupun buruh/karyawan/pegawai mengalami kenaikan dibandingkan keadaan Februari 2024. Pada Februari 2025, dari 17 kategori pekerjaan utama, rata-rata upah/gaji/pendapatan bersih sebulan pekerja tertinggi terdapat di Kategori D (Pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara) sebesar 5,35 juta yang diikuti Kategori K (Aktivitas keuangan dan asuransi) dan Kategori B (Pertambangan dan penggalian) masing-masing sebesar 4,81 juta rupiah dan 4,68 juta rupiah. Sementara upah/gaji/pendapatan bersih sebulan pekerja terendah terdapat di Kategori A (Pertanian, kehutanan, dan perikanan) sebesar 1,71 juta rupiah. Rata-rata upah/gaji/pendapatan bersih sebulan pekerja yang dirinci menurut provinsi pada Februari 2025 memperlihatkan adanya variasi yang tinggi, berkisar antara 2,10 juta rupiah sampai dengan 4,79 juta rupiah. Rata-rata upah/gaji/pendapatan bersih sebulan pekerja tertinggi terdapat di Provinsi DKI Jakarta (4,79 juta rupiah), Papua Tengah (4,75 juta rupiah), dan Kepulauan Riau (4,57 juta rupiah). Sedangkan pada buruh/karyawan/pegawai, rata-rata upah/gaji bersih sebulan tertinggi terdapat di Provinsi DKI Jakarta (4,88 juta rupiah), Papua Tengah (4,75 juta rupiah), dan Kepulauan Riau (4,74 juta rupiah).

23

Multiple Select

Berdasarkan data Februari 2025, pernyataan yang benar terkait perbandingan rata-rata pendapatan pekerja adalah …

1

Rata-rata upah buruh/karyawan/pegawai merupakan yang tertinggi dibanding jenis pekerja lain

2

Pekerja bebas di sektor pertanian memiliki rata-rata pendapatan di atas 2 juta rupiah

3

Semua jenis pekerja mengalami kenaikan pendapatan dibanding Februari 2024

4

Rata-rata upah buruh/karyawan/pegawai lebih rendah dibandingkan pekerja bebas nonpertanian

5

Pendapatan pekerja bebas di sektor nonpertanian lebih tinggi dibanding pekerja bebas di sektor pertanian

24

Multiple Select

Perhatikan data rata-rata upah/gaji/pendapatan bersih sebulan pekerja menurut kategori lapangan usaha pada Februari 2025. Pernyataan yang tepat adalah …

1

Kategori pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara memiliki rata-rata pendapatan tertinggi

2

Sektor pertanian memiliki pendapatan yang lebih tinggi dibanding sektor pertambangan

3

Selisih pendapatan antara kategori tertinggi dan terendah melebihi 3 juta rupiah

4

Aktivitas keuangan dan asuransi berada di bawah rata-rata nasional

5

Semua kategori memiliki rata-rata pendapatan di atas 2 juta rupiah

25

Multiple Choice

Rata-rata upah/gaji/pendapatan bersih sebulan pekerja secara nasional pada Februari 2025 adalah …

1

3,09 juta rupiah

2

2,84 juta rupiah

3

2,76 juta rupiah

4

2,03 juta rupiah

5

4,88 juta rupiah

26

Multiple Choice

Provinsi dengan rata-rata upah/gaji/pendapatan bersih sebulan pekerja tertinggi pada Februari 2025 adalah DKI Jakarta.

1

BENAR

2

SALAH

27

Multiple Choice

Rata-rata upah/gaji bersih sebulan buruh/karyawan/pegawai di Kepulauan Riau lebih tinggi dibanding Papua Tengah.

1

BENAR

2

SALAH

28

media

29

Multiple Select

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada Februari 2025 sebesar 4,76%, turun dibandingkan Februari 2024. Berdasarkan konsep ekonomi ketenagakerjaan, pernyataan yang benar adalah …

1

Penurunan TPT menunjukkan meningkatnya penyerapan tenaga kerja

2

Penurunan TPT berarti kesejahteraan semua pekerja meningkat

3

Penurunan TPT dapat dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah pekerja penuh

4

Penurunan TPT berarti setengah pengangguran sudah tidak ada

5

TPT hanya menggambarkan pengangguran terbuka, bukan kualitas pekerjaan

30

Multiple Select

Pada Februari 2025 terdapat 96,48 juta pekerja penuh (>35 jam) dan 49,29 juta pekerja tidak penuh (1–34 jam). Pernyataan yang sesuai adalah …

1

Pekerja tidak penuh termasuk kelompok setengah pengangguran

2

Meningkatnya pekerja penuh menandakan perbaikan struktur pasar tenaga kerja

3

Semua pekerja tidak penuh termasuk pengangguran terbuka

4

Banyaknya pekerja tidak penuh menunjukkan masalah kualitas lapangan kerja

5

Jam kerja dapat digunakan sebagai indikator produktivitas tenaga kerja

31

Multiple Choice

Penurunan TPT pada Februari 2025 menunjukkan bahwa masalah ketenagakerjaan di Indonesia telah sepenuhnya terselesaikan.

1

BENAR

2

SALAH

32

Multiple Choice

Masih besarnya jumlah pekerja tidak penuh menunjukkan bahwa penciptaan lapangan kerja belum sepenuhnya berkualitas.

1

BENAR

2

SALAH

33

Pekerjaan

Rina bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta setelah menyelesaikan pendidikan diploma kesehatan. Ia bekerja dengan jam kerja tetap dan menerima gaji bulanan.

Andi bekerja sebagai teknisi pendingin udara (AC). Untuk pekerjaannya tersebut, Andi mengikuti kursus dan pelatihan keterampilan sebelum mulai bekerja dan menerima upah berdasarkan jumlah pekerjaan yang diselesaikan.

Sementara itu, Budi bekerja sebagai buruh bangunan harian tanpa mengikuti pendidikan formal maupun pelatihan keterampilan khusus. Penghasilannya tidak tetap dan bergantung pada ada atau tidaknya proyek.

34

Multiple Select

Berdasarkan narasi tersebut, klasifikasi jenis tenaga kerja yang tepat adalah …

1

Rina termasuk tenaga kerja terdidik

2

Andi termasuk tenaga kerja terlatih

3

Budi termasuk tenaga kerja terdidik

4

Budi termasuk tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih

5

Andi termasuk tenaga kerja terdidik karena memiliki keahlian teknis

35

Multiple Select

Berdasarkan konsep ekonomi ketenagakerjaan, pernyataan yang sesuai dengan narasi adalah …

1

Pendidikan dan pelatihan berpengaruh terhadap jenis pekerjaan yang dapat diakses

2

Tenaga kerja terdidik dan terlatih cenderung memiliki pendapatan lebih stabil

3

Semua jenis tenaga kerja memiliki risiko pengangguran yang sama

4

Pekerja tanpa pendidikan dan pelatihan lebih rentan menjadi pekerja tidak penuh

5

Jam kerja dan kestabilan pendapatan merupakan indikator kualitas pekerjaan

36

Pengangguran

Setelah lulus SMA, Dimas aktif mencari pekerjaan dan telah mengirimkan beberapa lamaran ke berbagai perusahaan, namun hingga saat ini belum memperoleh pekerjaan.

Sementara itu, Sari membantu orang tuanya berjualan di warung setiap hari selama sekitar 20 jam dalam seminggu dan menerima penghasilan yang tidak tetap. Ia sebenarnya ingin bekerja lebih lama, tetapi tidak ada tambahan pekerjaan yang tersedia.

Di sisi lain, Rizky bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan jasa dengan jam kerja 40 jam per minggu dan menerima gaji tetap setiap bulan.

37

Multiple Select

Berdasarkan narasi tersebut, pernyataan yang benar terkait status ketenagakerjaan adalah …

1

Dimas termasuk penduduk usia kerja yang belum bekerja dan sedang mencari pekerjaan

2

Sari termasuk penduduk bekerja dengan jam kerja penuh

3

Rizky termasuk penduduk bekerja dengan jam kerja penuh

4

Sari termasuk pekerja tidak penuh karena jam kerjanya kurang dari 35 jam per minggu

5

Dimas termasuk setengah pengangguran karena belum memperoleh pekerjaan

38

Multiple Select

Berdasarkan konsep ekonomi ketenagakerjaan, pernyataan yang tepat adalah …

1

Rizky berkontribusi langsung terhadap kegiatan produksi barang dan jasa

2

Sari termasuk kelompok pekerja yang berpotensi menjadi pengangguran terselubung

3

Dimas termasuk pengangguran terbuka karena belum bekerja tetapi aktif mencari pekerjaan

4

Semua individu dalam narasi memiliki tingkat produktivitas yang sama

5

Jam kerja dapat digunakan sebagai indikator untuk membedakan pekerja penuh dan tidak penuh

pattern-tertiary

ketenaga kerjaan

By Tubagus Mulyana

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 38

SLIDE