Search Header Logo
Teks Laporan Percobaan: Inferensial 3

Teks Laporan Percobaan: Inferensial 3

Assessment

Presentation

World Languages

9th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

IRVAN PAKSI EKANANTO

Used 1+ times

FREE Resource

13 Slides • 13 Questions

1

​Teks Laporan Percobaan

By IRVAN PAKSI EKANANTO

​Inferensial 3

2

Pengertian Teks Laporan Percobaan

Menurut Pendapat Ahli:
1.
Kemendikbud: Teks laporan percobaan adalah teks yang berisi pemaparan hasil percobaan atau praktikum yang disusun secara sistematis dan logis berdasarkan proses ilmiah.
2. Priyatni (2014): Teks laporan percobaan merupakan teks yang menyajikan informasi hasil kegiatan percobaan secara objektif dan faktual dengan tujuan melaporkan temuan yang diperoleh.
Kesimpulan: Teks laporan percobaan adalah teks yang memaparkan tujuan, proses, dan hasil dari suatu percobaan ilmiah yang telah dilakukan. Teks ini digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pembaca tentang apa yang telah dilakukan dan ditemukan selama percobaan, kegiatan praktikum, ataupun dalam karya ilmiah sederhana.
Penekanan untuk TKA (Inferensial)

Dalam TKA, pengertian ini penting karena:

- Teks laporan percobaan tidak hanya dibaca, tetapi ditafsirkan.

- Siswa harus mampu menyimpulkan makna data meskipun tidak tertulis secara langsung.

- Pemahaman pengertian membantu siswa membedakan laporan fakta dengan opini atau teks lain.

Intinya:
Teks laporan percobaan = laporan fakta + data → ditarik kesimpulan (inferensi).

3

Tujuan Teks Laporan Percobaan

1. Menyampaikan Hasil Percobaan Secara Jelas dan Sistematis

Tujuan utama teks laporan percobaan adalah menyampaikan hasil kegiatan percobaan kepada pembaca dengan urutan yang jelas dan mudah dipahami. Penyajian yang sistematis membantu pembaca mengetahui apa yang dilakukan dan apa hasilnya. Penekanan TKA: Siswa harus mampu menemukan hasil utama percobaan meskipun disajikan dalam bentuk tabel atau grafik.
2.Mendokumentasikan Prosedur dan Hasil Percobaan untuk keperluan analisis

Teks laporan percobaan berfungsi sebagai dokumen tertulis yang mencatat langkah-langkah dan hasil percobaan. Dokumentasi ini penting agar percobaan dapat dipelajari kembali atau diulang. Penekanan TKA Inferensial: Jika prosedur tidak dijelaskan jelas, pembaca tidak dapat menyimpulkan keabsahan hasil.
3.Menyajikan Data sebagai Bukti Ilmiah

Data yang disajikan dalam teks laporan percobaan menjadi bukti ilmiah dari hasil percobaan. Data ini menunjukkan bahwa kesimpulan yang diambil tidak berdasarkan perkiraan, melainkan hasil pengamatan. Contoh data: suhu air meningkat dari 30°C menjadi 60°C, tinggi tanaman bertambah 5 cm. Penekanan TKA: Siswa sering diminta menentukan pernyataan yang didukung oleh data.
4.Membantu Pembaca Memahami Proses atau Fenomena

Melalui laporan percobaan, siswa dapat memahami cara kerja suatu proses atau fenomena, misalnya proses penguapan, pertumbuhan tanaman, atau perubahan wujud benda. Penekanan TKA: Siswa diminta menjelaskan hubungan sebab-akibat berdasarkan proses yang dijelaskan dalam teks.
5. Menarik Kesimpulan Berdasarkan Data

Teks laporan percobaan bertujuan menghasilkan kesimpulan yang logis dan sesuai dengan data. Kesimpulan ini merupakan hasil penalaran dari data yang diperoleh selama percobaan. Penekanan TKA : Siswa harus mampu menarik simpulan yang tepat, meskipun kalimat kesimpulan tidak ditulis secara langsung dalam teks.

4

Ciri-ciri Teks Laporan Percobaan

1. Bersifat Faktual dan Objektif

Teks laporan percobaan harus berdasarkan fakta yang benar-benar terjadi selama percobaan, bukan pendapat atau perasaan penulis. Semua informasi yang disampaikan berasal dari hasil pengamatan dan data.

Penekanan TKA:
Jika ada
pernyataan yang bersifat opini (misalnya: menurut saya, hasilnya sangat bagus), maka bukan ciri teks laporan percobaan.
2. Menggunakan Bahasa yang Jelas, Baku, dan Formal

Bahasa yang digunakan harus mudah dipahami, tidak bermakna ganda, serta mengikuti kaidah bahasa Indonesia baku. Kalimat disusun secara efektif dan tidak menggunakan bahasa sehari-hari.

Contoh:
tanamannya jadi gede banget
tanaman mengalami pertumbuhan tinggi yang signifikan
Penekanan TKA:
Siswa sering diminta
menentukan kalimat yang sesuai dengan ciri kebahasaan teks laporan percobaan.

5

lanjutan . . . .

3. Memuat Data yang Dapat Diamati dan Diukur

Informasi dalam teks harus berupa data yang bisa diamati, dihitung, atau diukur, seperti jumlah, ukuran, waktu, suhu, atau berat.

Contoh data:

- Tinggi tanaman: 15 cm

- Waktu pemanasan: 10 menit

- Volume air: 200 ml

Penekanan TKA:
Dari data ini, siswa diminta
menarik kesimpulan atau membandingkan hasil (inferensial).
4. Disusun Secara Sistematis dan Runtut

Teks laporan percobaan memiliki urutan yang jelas, mulai dari tujuan hingga kesimpulan. Urutan ini membantu pembaca memahami proses percobaan secara logis.

Urutan umum: 1. Tujuan, 2. Alat dan bahan, 3. Prosedur, 4. Hasil, 5. Kesimpulan

Penekanan TKA:
Soal sering menanyakan
bagian yang tertukar atau struktur yang tidak sesuai.

6

lanjutan . . . .

5. Berdasarkan Proses Ilmiah

Percobaan dilakukan melalui tahapan yang masuk akal dan dapat diuji ulang. Prosedur harus jelas sehingga orang lain dapat melakukan percobaan yang sama.

Penekanan TKA:
Jika
langkah tidak logis atau tidak bisa diulang, maka teks tersebut tidak memenuhi ciri laporan percobaan.


6. Kesimpulan Sesuai dengan Hasil

Kesimpulan harus diambil berdasarkan data yang diperoleh, bukan dugaan atau harapan penulis. Kesimpulan menjawab tujuan percobaan.

Contoh:
Percobaan ini pasti berhasil karena tanamannya bagus.
Berdasarkan data pertumbuhan, penyiraman rutin berpengaruh terhadap tinggi tanaman.

Penekanan TKA Inferensial:
Siswa sering diminta
menentukan kesimpulan yang paling tepat berdasarkan data.

7

Struktur Teks Laporan Percobaan

1. Tujuan Percobaan

Bagian tujuan percobaan berisi alasan dilakukannya percobaan atau hal yang ingin dibuktikan melalui kegiatan tersebut. Tujuan biasanya ditulis singkat, jelas, dan langsung pada inti masalah.

Contoh:
Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman.
Penekanan TKA:
Siswa sering diminta:

- menentukan tujuan yang sesuai dengan isi teks, atau

- menyimpulkan tujuan berdasarkan hasil percobaan (inferensial).

2. Alat dan Bahan

Bagian ini memuat daftar alat dan bahan yang digunakan selama percobaan. Penulis harus menuliskan alat dan bahan secara lengkap agar percobaan dapat diulang oleh orang lain.

Contoh: pot, tanah, biji kacang hijau, air

Penekanan TKA:
Jika ada alat atau bahan yang digunakan dalam prosedur
tetapi tidak tercantum, berarti struktur teks tidak lengkap.

8

lanjutan . . .

3. Prosedur atau Metode

Prosedur berisi langkah-langkah percobaan yang disusun secara urut dan logis. Bagian ini menjelaskan apa yang dilakukan dari awal hingga akhir percobaan.

Ciri prosedur:

- menggunakan kata kerja aktif atau pasif

- menggunakan kata penghubung urutan (pertama, kemudian, selanjutnya)

Penekanan TKA Inferensial:
Dari prosedur, siswa dapat: 1. menyimpulkan
alasan terjadinya hasil tertentu, 2. memprediksi hasil jika langkah diubah.

4. Hasil Percobaan

Bagian hasil percobaan berisi data dan temuan yang diperoleh setelah percobaan dilakukan. Data disajikan apa adanya, tanpa ditambah opini.

Bentuk hasil: tabel, grafik, deskripsi

Contoh:
Tanaman yang diletakkan di tempat terang tumbuh setinggi 15 cm, sedangkan tanaman di tempat gelap hanya 8 cm.
Penekanan TKA:
Bagian ini paling sering digunakan untuk soal
menarik kesimpulan, membandingkan, dan menentukan pernyataan yang benar.
5. Kesimpulan

Kesimpulan merupakan simpulan akhir yang diperoleh berdasarkan hasil percobaan. Kesimpulan harus menjawab tujuan dan sesuai dengan data.

Contoh:
Berdasarkan hasil percobaan, cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.

Penekanan Utama TKA Inferensial:
Sering kali kesimpulan
tidak ditulis secara langsung, sehingga siswa harus menarik simpulan sendiri dari data.

9

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Percobaan

1. Menggunakan kalimat deklaratif (pernyataan).
Contoh:
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman.

2. Menggunakan kata kerja pasif.
Larutan gula
dicampurkan ke dalam air dan diaduk hingga merata.

3. Menggunakan kata teknis atau ilmiah.
Proses fotosintesis berlangsung lebih cepat pada tanaman yang memperoleh cahaya matahari cukup.

4. Menggunakan konjungsi urutan.
Pertama, biji kacang hijau direndam selama enam jam. Kemudian, biji ditanam ke dalam pot yang telah berisi tanah. Selanjutnya, tanaman disiram setiap hari.

5. Menggunakan kata bilangan dan satuan.
Air sebanyak
200 ml dipanaskan selama 10 menit hingga suhu mencapai 60°C.

10

Unsur Inferensial dalam Teks Laporan Percobaan

Dalam TKA, siswa tidak hanya membaca teks, tetapi juga menarik kesimpulan dari data. Kemampuan inferensial yang sering diuji meliputi:

a. Menyimpulkan hasil percobaan
→ Apa yang dapat disimpulkan dari data yang disajikan?

b. Menentukan hubungan sebab-akibat
→ Jika perlakuan diubah, apa dampaknya terhadap hasil?

c. Memprediksi hasil lanjutan
→ Jika percobaan diteruskan, apa kemungkinan hasilnya?

d. Menentukan pernyataan yang sesuai dengan hasil
→ Pernyataan mana yang didukung oleh data?

e. Menolak kesimpulan yang tidak sesuai data
→ Mana kesimpulan yang keliru atau berlebihan?

11

Contoh Teks Laporan Percobaan

Judul:
Pengaruh Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau

1. Tujuan Percobaan
Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau.

2. Alat dan Bahan
Pot, tanah, biji kacang hijau, air, dan penggaris.

3. Prosedur Percobaan

  1. Pot diisi dengan tanah secukupnya.

  2. Biji kacang hijau ditanam ke dalam tanah.

  3. Tanaman disiram dengan air sebanyak 100 ml setiap hari.

  4. Tanaman pertama diletakkan di tempat terang, sedangkan tanaman kedua diletakkan di tempat gelap.

  5. Pertumbuhan tanaman diamati selama tujuh hari.

4. Hasil Percobaan
Tanaman yang diletakkan di tempat terang tumbuh dengan tinggi rata-rata 15 cm. Tanaman yang diletakkan di tempat gelap tumbuh dengan tinggi rata-rata 8 cm.

5. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan, cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau.

12

Perbedaan Teks Laporan Percobaan dan Teks Laporan Hasil Observasi

  • Teks laporan percobaan melaporkan hasil kegiatan percobaan yang dilakukan dengan perlakuan dan prosedur tertentu untuk membuktikan suatu hal. Sementara itu, teks laporan hasil observasi melaporkan hasil pengamatan terhadap suatu objek atau fenomena tanpa perlakuan khusus.

  • Teks laporan percobaan menggunakan alat, bahan, dan langkah-langkah percobaan, sedangkan teks laporan hasil observasi hanya mengandalkan pengamatan langsung.

13

Prediksi Soal Inferensial TKA Teks Laporan Percobaan

• Menarik kesimpulan paling tepat berdasarkan data hasil percobaan
• Menentukan
pernyataan yang sesuai data, bukan opini
Memprediksi hasil jika prosedur atau perlakuan diubah
• Menyimpulkan
tujuan percobaan dari isi teks
• Mengidentifikasi
struktur teks (tujuan, prosedur, hasil, kesimpulan)
• Menentukan
kalimat kebahasaan yang tepat (pasif, baku, deklaratif)
• Membedakan dengan
teks laporan hasil observasi (ada percobaan/perlakuan)

14

Draw

Coba isi canvas itu dengan gambar yang sangat aestetic!

15

Multiple Select

Tujuan kegiatan : pembuatan sabun dari lidah buaya ini adalah untuk menambah wawasan tentang cara membuat sabun dan memahami pentingnya keamanan bahan yang digunakan pada sabun bagi kulit.

Alat dan Bahan:

Lidah buaya, pewangi, sendok sayur, air, pisau, saringan, dan panci.

Langkah-Langkah Kegiatan:

a. Cucilah lidah buaya hingga benar-benar bersih.

b. Potonglah lidah buaya menjadi bagian kecil-kecil.

Peraslah potongan lidah buaya tersebut hingga keluar serat dan lendirnya. C.

d. Tambahkan sedikit air dan pewangi secukupnya.

Aduklah semua bahan sampai tercampur rata. e.

f. Setelah campuran tersebut mengembang, tambahkan sabun cair.

g. Campuran tersebut dapat langsung digunakan sebagai sabun cair.

h. Jika ingin membuat sabun batangan, simpan campuran ke dalam lemari pendingin.

i. Setelah mengeras, keluarkan sabun tersebut dari dalam lemari pendingin. Sabun lidah buaya siap untuk digunakan.

Hasil Percobaan:

Sabun mandi yang terbuat dari lidah buaya telah berhasil dibuat.

Kesimpulan:

Sabun terbukti sangat bermanfaat bagi tubuh dan kulit. Hal itu dikarenakan kandungan dan manfaat yang sangat banyak dari lidah buaya. Sabun lidah buaya sangat mudah dibuat, bersifat ramah lingkungan, dan dapat membuat kulit menjadi lebih segar.

dilansir dari berbagai sumber

Pilihlah pernyataan yang tepat mengenai sabun lidah buaya (Jawaban lebih dari satu)

1

Sabun lidah buaya dapat dibuat menjadi sabun cair atau batangan.

2

Setelah campuran mengembang, sabun dapat langsung digunakan.

3

Sabun lidah buaya batangan dapat disimpan di suhu ruang.

4

Pewangi ditambahkan dalam jumlah banyak untuk membuat harum.

16

Categorize

Options (3)

Masukkan lidah buaya langsung ke lemari pendingin tanpa dicampur.

Aduk semua bahan hingga tercampur merata dan mengembang.

Peras potongan lidah buaya hingga keluar serat dan lendirnya.

Tujuan kegiatan : pembuatan sabun dari lidah buaya ini adalah untuk menambah wawasan tentang cara membuat sabun dan memahami pentingnya keamanan bahan yang digunakan pada sabun bagi kulit.

Alat dan Bahan:

Lidah buaya, pewangi, sendok sayur, air, pisau, saringan, dan panci.

Langkah-Langkah Kegiatan:

a. Cucilah lidah buaya hingga benar-benar bersih.

b. Potonglah lidah buaya menjadi bagian kecil-kecil.

Peraslah potongan lidah buaya tersebut hingga keluar serat dan lendirnya. C.

d. Tambahkan sedikit air dan pewangi secukupnya.

Aduklah semua bahan sampai tercampur rata. e.

f. Setelah campuran tersebut mengembang, tambahkan sabun cair.

g. Campuran tersebut dapat langsung digunakan sebagai sabun cair.

h. Jika ingin membuat sabun batangan, simpan campuran ke dalam lemari pendingin.

i. Setelah mengeras, keluarkan sabun tersebut dari dalam lemari pendingin. Sabun lidah buaya siap untuk digunakan.

Hasil Percobaan:

Sabun mandi yang terbuat dari lidah buaya telah berhasil dibuat.

Kesimpulan:

Sabun terbukti sangat bermanfaat bagi tubuh dan kulit. Hal itu dikarenakan kandungan dan manfaat yang sangat banyak dari lidah buaya. Sabun lidah buaya sangat mudah dibuat, bersifat ramah lingkungan, dan dapat membuat kulit menjadi lebih segar.

dilansir dari berbagai sumber

Seretlah jawaban yang benar dan salah sesuai dengan teks tersebut!

Salah
Benar

17

Multiple Choice

Bacalah kutipan teks berikut!

Setelah campuran tersebut mengembang, tambahkan sabun cair. Cairan tersebut dapat langsung digunakan sebagai sabun cair. Jika ingin membuat sabun batangan, simpan campuran ke dalam lemari pendingin.

Bagian teks di atas termasuk struktur teks laporan percobaan bagian.......

1

tujuan

2

langkah-langkah percobaan

3

hasil percobaan

4

kesimpulan

18

Multiple Choice

Judul:
Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau

Tujuan Percobaan:
Mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau.

Alat dan Bahan:
Pot, tanah, biji kacang hijau, air, penggaris.

Prosedur Percobaan:

1. Biji kacang hijau ditanam pada dua pot yang berisi tanah dengan jumlah yang sama.

2. Pot A diletakkan di tempat terang, sedangkan pot B diletakkan di tempat kurang cahaya.

3. Kedua tanaman disiram air sebanyak 100 ml setiap hari.

4. Pertumbuhan tanaman diamati selama 10 hari.

Hasil Percobaan:
Tanaman pada pot A tumbuh dengan tinggi rata-rata 16 cm, sedangkan tanaman pada pot B tumbuh dengan tinggi rata-rata 9 cm.

Kesimpulan:
Intensitas cahaya memengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau.

Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan data hasil percobaan tersebut adalah …

1

Tanaman kacang hijau dapat tumbuh tanpa cahaya.

2

Semakin lama tanaman disiram, pertumbuhannya semakin cepat.

3

Tanaman kacang hijau tumbuh lebih baik pada tempat yang cukup cahaya.

4

Semua tanaman kacang hijau memiliki tinggi yang sama.

19

Multiple Choice

Judul:
Pengaruh Suhu Air terhadap Kecepatan Pelarutan Gula

Tujuan Percobaan:
Mengetahui pengaruh suhu air terhadap kecepatan pelarutan gula.

Alat dan Bahan:
Gelas, sendok, gula pasir, air dingin, air panas, stopwatch.

Prosedur Percobaan:

1. Gula sebanyak 10 gram dimasukkan ke dalam dua gelas.

2. Gelas A diisi air dingin bersuhu 20°C dan gelas B diisi air panas bersuhu 60°C.

3. Kedua larutan diaduk dengan kecepatan yang sama.

4. Waktu pelarutan gula dicatat.

Hasil Percobaan:
Gula pada gelas A larut dalam waktu 120 detik, sedangkan gula pada gelas B larut dalam waktu 40 detik.

Kesimpulan:
Suhu air memengaruhi kecepatan pelarutan gula.

Berdasarkan data hasil percobaan tersebut, pernyataan yang paling tepat adalah …

1

Gula tidak dapat larut dalam air dingin.

2

G Air panas mempercepat proses pelarutan gula.

3

Semua jenis air melarutkan gula dengan waktu yang sama.

4

Pengadukan tidak berpengaruh terhadap pelarutan gula.

20

Multiple Choice

Judul:
Pengaruh Lama Waktu Pemanasan terhadap Suhu Air

Tujuan Percobaan:
Mengetahui pengaruh lama waktu pemanasan terhadap suhu air.

Alat dan Bahan:
Panci, kompor, air, termometer, stopwatch.

Prosedur Percobaan:

1. Air sebanyak 500 ml dipanaskan di atas kompor.

2. Suhu air diukur setelah 5 menit dan 10 menit pemanasan.

3. Pemanasan dilakukan dengan api yang sama.

Hasil Percobaan:
Setelah 5 menit pemanasan, suhu air mencapai 50°C. Setelah 10 menit pemanasan, suhu air mencapai 80°C.

Kesimpulan:
Lama waktu pemanasan memengaruhi suhu air.

Jika pemanasan dilanjutkan hingga 15 menit dengan api yang sama, kemungkinan suhu air akan …

1

menurun

2

tetap sama

3

meningkat

4

menjadi 50°C

21

Multiple Choice

Judul:
Pengaruh Jumlah Pupuk terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam

Tujuan Percobaan:
Mengetahui pengaruh jumlah pupuk terhadap pertumbuhan tanaman bayam.

Alat dan Bahan:
Pot, tanah, bibit bayam, pupuk, air, penggaris.

Prosedur Percobaan:

1. Bibit bayam ditanam pada tiga pot yang berisi tanah dengan jumlah sama.

2. Pot A diberi pupuk 5 gram, pot B 10 gram, dan pot C 20 gram.

3. Tanaman disiram secara rutin setiap hari.

4. Pertumbuhan tanaman diamati selama 12 hari.

Hasil Percobaan:
Tanaman pada pot A tumbuh setinggi 12 cm, pot B 20 cm, dan pot C 14 cm.

Kesimpulan:
Jumlah pupuk memengaruhi pertumbuhan tanaman bayam.

Kesimpulan inferensial yang paling tepat berdasarkan hasil percobaan tersebut adalah …

1

Semakin banyak pupuk, tanaman semakin subur.

2

Pemberian pupuk 10 gram menghasilkan pertumbuhan terbaik.

3

Tanaman bayam tidak memerlukan pupuk.

4

Semua tanaman bayam tumbuh sama.

22

Multiple Choice

Judul:
Pengaruh Jumlah Garam terhadap Titik Didih Air

Tujuan Percobaan:
Mengetahui pengaruh jumlah garam terhadap titik didih air.

Alat dan Bahan:
Panci, kompor, air, garam, termometer.

Prosedur Percobaan:

1. Air sebanyak 1 liter dipanaskan hingga mendidih.

2. Percobaan dilakukan dengan menambahkan garam sebanyak 0 gram dan 10 gram.

3. Suhu air saat mendidih dicatat.

Hasil Percobaan:
Air tanpa garam mendidih pada suhu 100°C, sedangkan air dengan 10 gram garam mendidih pada suhu 103°C.

Kesimpulan:
Jumlah garam memengaruhi titik didih air.

Kesimpulan inferensial yang tepat berdasarkan data tersebut adalah …

1

Garam menurunkan titik didih air.

2

Penambahan garam meningkatkan titik didih air.

3

Semua air mendidih pada suhu yang sama.

4

Air tanpa garam lebih cepat mendidih.

23

Multiple Choice

Judul:
Pengaruh Kecepatan Pengadukan terhadap Kelarutan Gula

Tujuan Percobaan:
Mengetahui pengaruh kecepatan pengadukan terhadap kelarutan gula.

Alat dan Bahan:
Gelas, gula, air, sendok, stopwatch.

Prosedur Percobaan:

1. Gula 10 gram dimasukkan ke dua gelas berisi air.

2. Gelas A diaduk perlahan, gelas B diaduk cepat.

3. Waktu pelarutan dicatat.

Hasil Percobaan:
Gula pada gelas A larut dalam 90 detik, sedangkan pada gelas B larut dalam 35 detik.

Kesimpulan:
Kecepatan pengadukan memengaruhi kelarutan gula.

Berdasarkan hasil percobaan, pernyataan yang paling tepat adalah …

1

Pengadukan tidak berpengaruh terhadap kelarutan gula.

2

Gula lebih cepat larut jika diaduk lebih cepat.

3

Gula hanya dapat larut jika diaduk perlahan.

4

Semua gula larut dengan waktu yang sama.

24

Multiple Choice

Judul:
Pengaruh Ketebalan Kertas terhadap Kecepatan Pembakaran

Tujuan Percobaan:
Mengetahui pengaruh ketebalan kertas terhadap kecepatan pembakaran.

Alat dan Bahan:
Kertas tipis, kertas tebal, korek api, stopwatch.

Prosedur Percobaan:

1. Kertas tipis dan kertas tebal dibakar secara terpisah.

2. Waktu pembakaran hingga habis dicatat.

Hasil Percobaan:
Kertas tipis terbakar habis dalam 20 detik, sedangkan kertas tebal dalam 45 detik.

Kesimpulan:
Ketebalan kertas memengaruhi kecepatan pembakaran.

Inferensi yang tepat berdasarkan data tersebut adalah …

1

Semua kertas terbakar dengan waktu yang sama.

2

Kertas tebal lebih mudah terbakar.

3

Kertas tipis terbakar lebih cepat dibanding kertas tebal.

4

Pembakaran tidak dipengaruhi ketebalan kertas.

25

Multiple Choice

Judul:
Pengaruh Jarak Lampu terhadap Intensitas Cahaya

Tujuan Percobaan:
Mengetahui pengaruh jarak lampu terhadap intensitas cahaya.

Alat dan Bahan:
Lampu, meteran, sensor cahaya.

Prosedur Percobaan:

1. Lampu dinyalakan.

2. Intensitas cahaya diukur pada jarak 1 meter dan 3 meter.

3. Data dicatat.

Hasil Percobaan:
Intensitas cahaya pada jarak 1 meter sebesar 800 lux, sedangkan pada jarak 3 meter sebesar 300 lux.

Kesimpulan:
Jarak lampu memengaruhi intensitas cahaya.

Jika pengukuran dilakukan pada jarak 5 meter, kemungkinan intensitas cahaya akan …

1

meningkat

2

tetap

3

menurun

4

menjadi 800 lux

26

Multiple Choice

Judul:
Pengaruh Waktu Penyimpanan terhadap Kesegaran Buah Apel

Tujuan Percobaan:
Mengetahui pengaruh waktu penyimpanan terhadap kesegaran buah apel.

Alat dan Bahan:
Buah apel, lemari pendingin, lemari terbuka.

Prosedur Percobaan:

  1. Apel disimpan di lemari pendingin dan di ruang terbuka.

  2. Kondisi apel diamati setelah 7 hari.

Hasil Percobaan:
Apel dalam lemari pendingin tetap segar, sedangkan apel di ruang terbuka mulai membusuk.

Kesimpulan:
Waktu dan tempat penyimpanan memengaruhi kesegaran buah apel.

Soal

Kesimpulan inferensial yang tepat berdasarkan data tersebut adalah …

1

Semua apel akan membusuk setelah 7 hari.

2

Penyimpanan dingin dapat memperlambat pembusukan apel.

3

Apel tidak dapat disimpan dalam lemari pendingin.

4

Kesegaran apel tidak dipengaruhi tempat penyimpanan.

​Teks Laporan Percobaan

By IRVAN PAKSI EKANANTO

​Inferensial 3

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 26

SLIDE