Search Header Logo

GRADE 10 Teks Anekdot +EYD

Authored by yuniar susanti

World Languages

10th Grade

Used 974+ times

GRADE 10 Teks Anekdot +EYD
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

25 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Struktur teks anekdot adalah….

abstraksi-orientasi-komplikasi-koda-reaksi

abstraksi-orientasi-komplikasi- penegasan ulang

orientasi-argumentasi- koda-abstraksi

orientasi-komplikasi- reaksi-koda-abstraksi

abstraksi-orientasi-komplikasi- reaksi-koda

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Aspek yang harus ada dalam struktur teks anekdot adalah…

unsur luar

unsur dalam

unsur intrinsik dan ekstrinsik

unsur-unsur ekstrinsik

unsur-unsur intrinsik

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Bagian yang menunjukkan situasi awal cerita disebut ….

Abstraksi

Orientasi

Krisis

Reaksi

Koda

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Bagian yang menunjukkan konflik cerita atau terdapat hal menarik/ kontradiktif disebut….

Abstraksi

Orientasi

Krisis/ komplikasi

Reaksi

Koda

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai. “Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”. Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam. Kapalnya selamat setelah dia membuang semua muatannya dengan bersusah payah. Kejadiaan tersebut mengingatkan padanya kalau dia seorang ‘pelaut ulung’. Badailah yang membuatnya ulung. Pikirannya kembali kepada keluarganya.“Bagaimana kalau istri dan anakku yang kubuang? Apakah saya akan memperoleh ketenangan dan merasakan kebahagiaan?” ujar si pelaut. Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.

Kalimat yang menunjukkan abstraksi adalah…

Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai.

“Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”

Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam.

Badailah yang membuatnya ulung.

Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai. “Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”. Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam. Kapalnya selamat setelah dia membuang semua muatannya dengan bersusah payah. Kejadiaan tersebut mengingatkan padanya kalau dia seorang ‘pelaut ulung’. Badailah yang membuatnya ulung. Pikirannya kembali kepada keluarganya.“Bagaimana kalau istri dan anakku yang kubuang? Apakah saya akan memperoleh ketenangan dan merasakan kebahagiaan?” ujar si pelaut. Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.

Bagian koda terdapat pada kalimat ….

Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai

“Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”

Badailah yang membuatnya ulung

Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam.

Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir” jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

Kalimat yang menunjukkan krisis/komplikasi adalah…

Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas.

“Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir” jelasnya.

Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto.

”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”

Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?