
Teks Anekdot x Hikayat 3.5 4.5 x 3.6 4.6
Authored by Muhammad Ariefin
World Languages
10th Grade
Used 61+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 1 pt
Dosen yang juga Menjadi Pejabat
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.
Tono : “Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu
duduk, tidak pernah mau berdiri.”
Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.”
Tono : “Ya, Udin tahu sebabnya.”
Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.”
Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.”
Udin : “Loh, apa hubungannya.”
Tono : “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.”
Dari sisi partisipan, apa alasan teks anekdot di atas bertema politik …
Seorang dosen ilmu poliltik
Seorang dosen pejabat
Seorang dosen tidak kuat berdiri
Seorang mahasiswa yang sedang kuliah
Seorang mahasiswa berbincang tentang seorang dosen yang juga pejabat
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 1 pt
Dosen yang juga Menjadi Pejabat
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.
Tono : “Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu
duduk, tidak pernah mau berdiri.”
Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.”
Tono : “Ya, Udin tahu sebabnya.”
Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.”
Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.”
Udin : “Loh, apa hubungannya.”
Tono : “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.”
Aspek humor kursi yang setara dengan anekdot di atas adalah …
Kursi kayu jati di teras rumah diambil oleh tetangga.
Seorang peserta didik ingin datang pada pagi hari untuk mendapatkan posisi kursi di awal tahun.
Pendidikan terbatas dan tanpa pengalaman mengakibatkan bencana.
Orang tua peserta didik membeli kursi di sekolah negeri agar anaknya dapat bersekolah di sekolah tersebut
Seorang anggota DPR tidak ingin kursinya diambil karena menjabat juga sebagai pemimpin perusahaan.
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 1 pt
Dosen yang juga Menjadi Pejabat
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.
Tono : “Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu
duduk, tidak pernah mau berdiri.”
Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.”
Tono : “Ya, Udin tahu sebabnya.”
Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.”
Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.”
Udin : “Loh, apa hubungannya.”
Tono : “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.”
Makna tersirat yang serupa dengan makna tersirat anekdot di atas adalah ...
Kursi yang diambil pejabat lain
Jabatan ganda pada seseorang
Dosen yang tidak ingin berdiri
Kursi dosen takut diduduki orang lain di kelas
Cara mengajar yang selalu duduk
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 1 pt
Teks 1
Jamal : “Saya punya tebakan, Mal!”
Luqman : “Tentang apa?.”
Jamal : “Tentang SIM, Kenapa SIM seharusnya tidak perlu diperpanjang?.”
Luqman : “Ya jangan lah nanti kamu ditilang polisi.”
Jamal : “Soalnya kalau terlalu panjang nanti tidak muat masuk dompet?”
Luqman : “…”
Teks 2
Alkisah, terdapat seorang pengemis tua yang sedang meminta-minta kepada anak muda. “Nak, minta sedekahnya Nak,” pinta si pengemis tersebut.
Si anak muda lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis tua sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pinta pemuda tersebut.
Bapak pengemis tua tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini Nak kembaliannya silakan diambil.”
“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pemuda tersebut keheranan.
“Oh, tidak apa-apa Nak. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”
Alasan teks 1 disebut teks humor bukan teks anekdot adalah …
teks di atas tidak ada kritik yang kuat
teks di atas kritik terhadap polisi
teks di atas tebak-tebakan
humor yang di sampaikan tidak terstruktur
humor yang di sampaikan antar teman.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 1 pt
Teks 1
Jamal : “Saya punya tebakan, Mal!”
Luqman : “Tentang apa?.”
Jamal : “Tentang SIM, Kenapa SIM seharusnya tidak perlu diperpanjang?.”
Luqman : “Ya jangan lah nanti kamu ditilang polisi.”
Jamal : “Soalnya kalau terlalu panjang nanti tidak muat masuk dompet?”
Luqman : “…”
Teks 2
Alkisah, terdapat seorang pengemis tua yang sedang meminta-minta kepada anak muda. “Nak, minta sedekahnya Nak,” pinta si pengemis tersebut.
Si anak muda lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis tua sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pinta pemuda tersebut.
Bapak pengemis tua tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini Nak kembaliannya silakan diambil.”
“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pemuda tersebut keheranan.
“Oh, tidak apa-apa Nak. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”
Alasan teks 2 disebut teks anekdot bukan teks humoradalah …
teks di atas tidak ada kritik yang kuat dari pemuda ke pengemis
teks di atas terdapat kritik terhadap pengemis kepada pemuda
teks di atas cerita nasihat
humor yang di sampaikan berupa sedekah
humor yang di sampaikan kembalian
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 1 pt
(1) Maka kata Bayan, “Adalah seekor bayan tiga ekor anaknya; berdiam ia pada suatu lubang kayu. (2) Pohon kayu tersebut terdapat cerpelai yang mempunyai anak. (3) Hatta sebermula adapun anak Bayan itu bersahabat dengan anak cerpelai. (4) Maka kata Bayan kepada anaknya, “Jangan apalah hai anakku, engkau bersahabat dengan anak cerpelai itu, karena ia binatang yang tiada teguh setianya. (5) Beberapa pula dikatakan oleh ibu˗bapanya, tiada juga diturut oleh anak Bayan itu. (6) Maka kata bayan pada anaknya, “Engkau ini adalah seperti hikayat anak kera bersahabat dengan anak saudagar. (7) Oleh karena itu, anak bayan malu dan jahat karena tidak menuruti kata Bapak Bayan.
(Hikayat Bayan Budiman dengan perubahan)
Keterikatan peristiwa dalam kutipan hikayat tersebut dengan kehidupan saat ini adalah …
Perbedaan pendapat antara orang tua dan anak
Seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya
Lingkungan akan membawa pengaruh buruk pada anak
Orang tua takut kehilangan anak-anaknya
Seorang anak yang tidak mematuhi nasihat orang tua
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 1 pt
(1) Maka kata Bayan, “Adalah seekor bayan tiga ekor anaknya; berdiam ia pada suatu lubang kayu. (2) Pohon kayu tersebut terdapat cerpelai yang mempunyai anak. (3) Hatta sebermula adapun anak Bayan itu bersahabat dengan anak cerpelai. (4) Maka kata Bayan kepada anaknya, “Jangan apalah hai anakku, engkau bersahabat dengan anak cerpelai itu, karena ia binatang yang tiada teguh setianya. (5) Beberapa pula dikatakan oleh ibu˗bapanya, tiada juga diturut oleh anak Bayan itu. (6) Maka kata bayan pada anaknya, “Engkau ini adalah seperti hikayat anak kera bersahabat dengan anak saudagar. (7) Oleh karena itu, anak bayan malu dan jahat karena tidak menuruti kata Bapak Bayan.
(Hikayat Bayan Budiman dengan perubahan)
Kalimat yang menggunakan bahasa Indonesia ragam modern, yaitu nomor …
(1) dan (4)
(1) dan (5)
(2) dan (6)
(2) dan (7)
(3) dan (7)
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?