Search Header Logo

Menyusun Cerita Pendek

Authored by Nurdianah 37

Other

9th Grade

Used 108+ times

Menyusun Cerita Pendek
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

sudah empat hari ini ia duduk di beranda rumah sore hari, pandangannya tak lepas dari tangga gunung dipinggir desa. tak ada lagi yang ia tunggu kecuali suaminya yang pergi ke seberang untuk mengais rezeki, kalaupun ia bisa berlari, sepertinya ia ingin mengejar kepergian orang yang sangat dicintainya.

unsur yang menonjol dalam kutipan cerpen diatas adalah...

Tema

Latar

Karakter Tokoh

Sudut Pandang

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

tetapi rasa gundah gulanaku kali ini bukan lagi karena mengenang Bang Rizani. Aku telah melepas kepergiannya dengan segala kesucian hati dan kejernihan asa. Aku tidak mungkin membohongi naluri keperempuananku. Sepuluh tahun menyendiri bukan waktu yang sekejap. Aku merasa bagaikan sepotong pualam yang tidak boleh tergores sedikit pun supaya selalu berharga di mata banyak orang.


Nilai moral yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dalam kutipan tersebut adalah ...

Seorang istrinya selalu mengenang suaminya yang telah meninggal.

Seorang istri yang setia sampai mati terhadap suaminya

Seseorang wanita ibarat sepotong pualam yang sewaktu-waktu dapat pecah.

Seorang wanita yang telah ditinggal mati suaminya dapat menjaga diri

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Di sinilah ayah dulu mengajariku berenang, mengajariku bunyi gemeletar punggung buaya lapar dan kecipak anak-anak ikan kemuring. Disini juga ayah mendidikku membedakan suara katak daun dan suara keciap ular manau, yang meniru suara katak untuk melahapnya. Sering aku dan ayah menyusupi celah-celah nifah, menyelam di bawah gemersik pelepahnya, saling menguji ketahanan dengan tidak bernafas. Lamunanku buyar ketika telapak kakiku yang mencelup air dikerumuni ikan nari dan batu tempat aku duduk tidak tersinari lantaran matahari hampir tenggelam.


Tema kutipan cerpen tersebut adalah ....

kasih sayang seorang ayah

kehidupan di laut

berenang bersama

air sungai yang dingin

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Baik hati pun pergi ke sebidang tanah tandus itu sambil membawa bibit semangka dan kuda pincang yang menjadi bagiannya. Meskipun mendapat warisan yang kurang menguntungkan, Baik Hati tidak putus asa. Ia langsung menanami lahan tandus itu dengan bibit semangka. Kuda pincang yang ia tambatkan di pohon membuang kotoran sembarangan. Namun, Baik Hati tidak marah. Ia malah mengumpulkan kotoran itu dan menjadikannya pupuk.


Sudut pandang dalam cerita tersebut adalah ....

Orang pertama tokoh utama

Orang pertama sebagai pengamat

Orang kedua

Orang ketiga serba tahu

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Lampu di beranda depan rumah sudah dipasang ibu, Zulbahri juga bercerita, kadang-kadang lambat-lambat, kadang-kadang cepat-cepat. Angin mendesir-desirkan daun-daun jarak. Bulan makin terang. Zulbahri berhenti bicara. Dari kantongnya dikeluarkan sehelai kertas, diberikan kepada ayah. Air teh yang disediakan ibu, tidak disinggung-singgungnya. Ia berdiri dengan merunduk, lalu meninggalkan kami.


latar waktu dalam kutipan cerita tersebut adalah....

sore hari

siang hari

pagi hari

malam hari

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Menjelang fajar, Setiani terbangun, karena perutnya merasa mulas, "mungkin sudah waktunya bayi kita lahir," ujar Mas Juremi dengan gugup bercampur gembira segera diantarkannya berupa Setiani ke klinik. Bu Bidan langsung membantu Setiani melahirkan anaknya dengan lancar.


unsur ekstrinsik yang tepat pada kutipan cerpen tersebut berupa nilai....

budaya

moral

sosial

agama

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 1 pt

(1) "Ini sekalian untuk periksa Puput ke dokter. Biaya dokter mahal. Ayo terima saja. Aku sedih dengar Puput sakit..." jelas katropal. (2) Setelah mendapatkan uang. Nani segera membawa Puput ke dokter. Dia ingin anak semata wayangnya segera sembuh. (3) Dokter menyarankan Puput dibawa ke rumah sakit. Tanpa kata-kata Nani meninggalkan ruang praktek dokter. kepala Nani tiba-tiba Berdenyut-denyut. tidak pernah terbayangkan oleh Nani jika suatu hari ia harus berurusan dengan rumah sakit. Berurusan dengan rumah sakit seperti berurusan dengan polisi pasti berbelit dan selalu berhubungan dengan . Hal terakhir ini yang membuat kepala Nani terus berdenyut nyeri.(4) Menggendong Puput membuat Nani makin tidak berdaya.


Konflik yang dialami tokoh Nani dalam kutipan cerpen tersebut adalah....

memeriksa anak semata wayang ke dokter

sakit kepala membuat semakin tidak berdaya

berurusan dengan polisi yang pasti berbelit-belit

keengganan tokoh berurusan dengan rumah sakit

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?