
Menganalisis Puisi
Authored by Ridha Adilla
World Languages
10th Grade
Used 73+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Menceritakan tentang apakah puisi tersebut?
Kepasrahan penyair dalam hidupnya. Ia tidak punya tujuan dalam menghadapi liku-liku kehidupan. Ia hanya pasrah terhadap nasib, bagai biduk yang terbawa arus yang tidak tentu arahnya.
Kebahagiaan penyair dalam hidupnya. Ia punya tujuan dalam menghadapi liku-liku kehidupan. Ia pasrah terhadap nasib, bagai biduk yang terbawa arus yang tidak tentu arahnya.
Kesengsaraan penyair dalam hidupnya. Ia tidak punya tujuan dalam menghadapi liku-liku kehidupan. Ia pasrah terhadap nasib, bagai biduk yang terbawa arus yang tidak tentu arahnya.
Kemarahan penyair dalam hidupnya. Ia marah dalam menghadapi liku-liku kehidupan. Ia tidak suka dengan kuasa Tuhan.
Kebijaksanaan penyair dalam hidupnya. Ia punya tujuan dalam menghadapi liku-liku kehidupan. Ia pasrah terhadap nasib, bagai biduk yang terbawa arus yang tidak tentu arahnya.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Suasana apakah yang tergambar dalam puisi tersebut?
tenang, kecewa
tenang, haru
tenang, pasrah
tenang, sedih
tenang, gelisah
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Bacalah kutipan puisi berikut!
Setelah perang memberi kita
Puing demi puing kepapaan dan air mata
Daftar jenazah yang sentiasa bertambah
Hutang dalam ratusan jam kerja
Timbullah kini kesabaran dan kekuatan
Memikul berat beban nestafa
Seorang tiada hingganya
(Taufik Ismail 1965)
Tema puisi tersebut adalah ...
Perang menumbuhkan dendam.
Kedamaian tumbuh setelah perang.
Perang mengakibatkan kesengsaraan.
Perang menimbulkan hutang.
Perang memikul beban nestafa
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Bacalah puisi berikut!
Dalam terik matahari esok hari
Ku masih duduk di sini
Bak seonggok sampah
Tertiup angin kemarau yang membakar jiwa
Tergores luka hingga berdarah-darah
Ingin kumenjerit sekuat tenaga
Namun mulut terbekap oleh pisau kedudukan
Tema puisi tersebut adalah ...
Kesanggupan menahan angin
Kepasrahan menjalani hidup
Keperkasaan menantang bahaya
Kesepian menghalau kedudukan
Mulut terbekap pisau kedudukan
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Tanah Airku
Karya : Haris R.N.
Angin berdesir di pantai
Burung berkicau dengan merdu
Embun pagi membasahi rumput-rumput
Itulah tanah airku
Sawahnya menghijau
Gunungnya tinggi menjulang
Rakyat aman dan makmur Indonesiaku
Tanah tumpah darahku
Tema puisi tersebut adalah ....
Sawah hijau
Keindahan alam Indonesia
Keindahan gunung
Keamanan rakyat Indonesia
Angin di pantai sangat sejuk
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Cermati kutipan puisi berikut dengan Saksama!
Andai esok tak ada lagi mentari
Arah langkah terhenti seketika
Langit berubah warna kelabu
.....
Bunga-mendadak layu
Kalimat bermajas yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang Puisi berikut adalah
Gerimis pun mulai mulai reda lagi.
Udara dingin sekali.
Angin dan embun pagi berhenti
Tanpa lentera akan berbahaya sekali.
Pembawa berita bercerita.
7.
MULTIPLE SELECT QUESTION
1 min • 1 pt
Pilihlah tokoh yang termasuk tokoh sastrawan Indonesia dalam bidang puisi angkatan 45!
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?