
cerpen kelas 11
Authored by Burasin ROSYID
World Languages
11th Grade
Used 490+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
55 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Pernyataa di bawah ini yang menunjukkan perbedaan cerpen dan novel adalah ….
Novel tidak ada konflik sedangkan cerpen ada konflik
Novel tidak berbentuk prosa sedangkan cerpen berbentuk prosa
Novel bercerita tentang seorang tokoh sedang cerpen bercerita tentang pengalaman hidup
Cerpen bercerita tidak sampai menimbulkan perubahan nasib, sementara novel sebaliknya
Cerpen dan novel masing-masing mempunyai tema
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Salah satu unsur Ekstrinsik cerpen adalah
Gaya penyampaian cerita
Penokohan
Latar Budaya Pengarang
Tanggapan pembaca
Tampilan ilustrasi cerpen
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Struktur teks cerpen adalah
Orientasi - insiden - interpretasi
Orientasi - komplikasi - resolusi - koda
Abstrak - orientasi - komplikasi - evaluasi - resolusi - koda
Abstrak - orientasi - komplikasi - resolusi - interpretasi
koda-orientasi-komplikasi-resolusi-abstrak
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Perpaduan antara unsur-unsur yang membangun cerita sehingga merupakan kerangka utama cerita disebut dengan ...
alur
latar
tokoh
sudut pandang
amanat
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Struktur yang berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen terdapat dalam ....
abstrak
orientasi
komplikasi
deskripsi umum
koda
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...
pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca
berbagai kerumitan bermunculan
konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi
nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca
konflik mencapai sebuah selesaian atau lerai
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 12 pts
"Oo, kau marah, Pak Tua? Ah, sudah tua suka marah-marah!"
"Huss! Apakah kau anggap aku ini pak tuamu? Aku bukan kangmasmu! bentak kakek-kakek itu lagi.
"Oo, iya! Tentunya aku harus memanggilmu mbah, ya! Aku lupa, sungguh.
Tapi sebetulnya awal tadi telah aku ingatkan jika aku bersalah. Siapa wajib dingatkan. Jika tidak demikian? Coba gambarkan, betapa banyak kesalahan yang akan kuperbuat selanjutnya. Bersalah Kakek itu tertunduk. Wajahnya berubah terang. Lalu bicara dengan suara yang tak berdaya. "Betulkah bicaramu? Aku sudah tampak sangat tua?"
"Mengapa?"
"Pantas kau panggil mbah?"
"Hi-hi-hi! Pertanyaanmu itu! Kau sekarang kentara sekali merasa sedih!
Mengapa? Apakah karena umurmu yang lanjut, apa karena tidak tahu bahwa kau sudah tua?"
"Jangan bersenda gurau, Kenes, aku betul-betul bertanya!"
Konflik yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah….
kecemasan tokoh kakek akan ketuaan usianya
ketidakcocokan penggunaan kata sapaan dengan realitas
panggilan yang disampaikan kepada kakek dengan kata mbah dan mas
kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas
tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda
kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas
tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?