
Tema 8 Subtema 2 Pembelajaran 1
Authored by Ratna Hapsari Putri
Other
4th Grade
Used 1+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 1 pt
Rawa Pening
Pada zaman dahulu, hiduplah seorang anak yang sakti. Kesaktiannya ini membuat seorang menyihir jahat iri. Penyihir jahat menyihir anak itu, sehingga tubuhnya penuh luka dengan bau yang sangat menyengat. Luka-luka baru akan muncul begitu luka lama mulai kering. Keadaannya kondisi tubuhnya itu, tidak ada seorang pun yang mau berhubungan dengannya. Jangankan bertegur sapa, berdekatan saja orang tidak mau. Mereka takut tertular.
Suatu hari, anak ini bermimpi ada seorang perempuan tua yang dapat menyembuhkan penyakitnya. Ia pun berkelana mencari perempuan tua dalam mimpinya tersebut. Di setiap kampung yang ia datangi, ia selalu ditolak oleh penduduk. Mereka merasa jijik dan mengusir anak ini.
Akhirnya, sampailah ia di sebuah kampung yang sebagian besar penduduknya adalah orang-orang yang sombong. Tidak banyak orang yang miskin di desa itu. Mereka akan diusir atau dibuat tidak nyaman kalau tinggal di sana. Hal ini mengusik hati anak kecil ini.
Pada sebuah pesta yang diselenggarakan di kampung itu, anak kecil ini berhasil masuk. Namun, orang-orang segera mengusirnya dan mencaci-makinya. Ia langsung diseret keluar.
Pada saat terseret, ia berpesan kepada orang-orang itu supaya lebih memerhatikan orang tak punya. Mendengar kata-kata anak itu, beberapa orang makin marah, bahkan meludahinya sambil berkata, “Dasar anak setan, anak buruk rupa!”
Anak itu merasa terluka dengan perlakuan orang-orang tersebut. Lalu, ia menancapkan sebuah lidi di tanah dan berkata, “Tak ada satu pun yang bisa mencabut lidi ini dari tanah, hanya aku yang bisa melakukannya!”
Orang-orang meragukan ucapan anak tersebut. Mereka pun mencoba mencabut lidi tersebut. Namun, tak seorangpun dapat melakukannya. Dalam beberapa hari, lidi itu tak bisa tercabut. Suatu hari, secara diam-diam, anak itu datang dan mencabut lidi itu. Tanpa sepengetahuannya, ada seorang warga yang melihatnya dan melaporkannya kepada warga yang lain.
Dari tempat lidi itu dicabut, mengalirlah mata air. Semakin lama, air itu semakin deras. Air menenggelamkan daerah tersebut, sehingga menjadi sebuah telaga yang kini bernama Telaga Rawa Pening.
Tidak ada yang selamat dari musibah itu kecuali seorang perempuan tua yang berbaik hati memberinya tempat tinggal dan merawatnya. Secara ajaib penyakit kulit anak itu sembuh.
Namun, penyihir jahat yang telah menyihir si anak itu tidak terima dengan kesembuhan itu. Kemudian, ia menyihir anak itu menjadi seekor ular besar dengan sebuah kalung genta di lehernya.
Konon, ular ini sering keluar dari sarangnya pada tengah malam. Setiap kali bergerak, dentingan kalung di lehernya selalu berbunyi klentang-klenting. Bunyi inilah yang kemudian membuatnya dinamakan Baru Klinting.
Kemunculan ular itu diyakinin masyarakat sebagai tanda keberuntungan bagi nelayan nelayan yang tidak mendapat ikan.
Kini, Telaga Rama Pening adalah objek wisata yang sangat populer di Jawa Tengah. Tempat ini terletak di Desa Bukit Cinta, Kabupaten Ambarawa.
Sumber : https://dongengceritarakyat.com/cerita-rakyat-rawa-pening-dari-jawa-tengah/
Tokoh utama dari teks cerita Rawa Pening yaitu ...
Bandung Bondowoso
Malin Kundang
Baru Klinting
Sangkuriang
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Suatu hari, anak ini bermimpi ada seorang perempuan tua yang dapat menyembuhkan penyakitnya. Ia berkelana ke kampung-kampung, tetapi penduduk kampung selalu ...
menerima kehadiran si anak karena merasa sebagai tanda keberuntungan
menolak kehadiran si anak karena merasa jijik dengan luka di tubuhnya
menantikan kehadiran si anak karena merupakan anak yang sakti
mengusir si anak karena merasa iri dan dengki
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Tidak ada yang selamat dari musibah itu kecuali ...
Perempuan tua yang menerima dan memberikan si anak tempat tinggal
Penyihir yang merasa iri dan dengki kepada si anak yang sakti
Seekor ular besar dengan kalung besar di lehernya
Penduduk desa yang angkuh dan sombong
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Pada teks cerita Rawa Pening, Si Penyihir tidak terima dengan kesembuhan si anak kecil yang disihirnya dengan penuh luka menjijikan. Sehingga menyihirnya kembali menjadi ...
seekor yuyu kangkang
seekor naga raksasa
seekor ular besar
seekor kijang
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Pak Maman sedang mengusung batu bata untuk membangun pagar sekolah menggunakan gerobak dorong. Berikut ini merupakan aktivitas gaya yang serupa dengan aktivitas Pak Maman yaitu ...
Sebuah mobil yang mogok ditarik oleh mobil derek supaya dapat berjalan
Alika menarik layangannya supaya tidak terbang terlalu tinggi dan jauh
Anggika sedang berlatih memanah dengan menarik tali pengendalinya
Paman Rudi selalu membantu ayah mendorong gerobak dagangannya
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Lusi menarik permen karet yang menempel di rambutnya dengan hati-hati. Peristiwa tersebut termasuk aktivitas yang memerlukan gaya ...
dorong
belok
balik
tarik
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Yudi melihat seorang kakek mengayuh sepedanya dengan lambat di jalan menanjak. Kemudian Yudi membantu mendorong sepedanya supaya berjalan lebih cepat dan tidak berjalan mundur. Pengaruh aktivitas gaya yang dilakukan Yudi adalah ...
gaya dapat memengaruhi benda bergerak menjadi diam
gaya dapat memengaruhi benda diam menjadi bergerak
gaya dapat memengaruhi benda bergerak lebih cepat
gaya dapat memengaruhi arah gerak benda
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?