
LATIHAN KE-8 TEKS CERPEN
Authored by anna ismawati
World Languages
9th Grade
Used 15+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen di bawah ini dengan cermat!
(1) Hari ini semakin sial, tidak ada satu pun ojek di pangkalan. (2) Hari Senin seperti ini memang biasanya menjadi sangat sibuk, begitu pun tukang ojek. (3) Di seberang jalan, ia melihat sosok lelaki yang menertawakan raut wajahnya. (4) Sari semakin mendengus kesal, lelaki itu semakin menertawakannya. (5) Dialah Ario.
(6) Ario dengan motornya mendatangi Sari di seberang jalan dan menawarkan untuk mengantarnya. (7) Awalnya Sari menolak, karena pasti Ario, teman masa kecilnya akan mengejeknya habis-habisan di jalan. (8) …
…
Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan cerpen tersebut adalah...
Tapi, ketika tergesa, akhirnya Sari pun menerima ajakan
Ario Namun, Sari tetap menolak ajakan teman masa kecilnya.
Tapi, Ario tidak menyerah untuk terus menawarkan bantuan.
Meskipun demikian, Ario tetap menertawakan Sari.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Bacalah penggalan cerpen berikut ini!
….
(1) Setelah sampai ke meja pustakawan, terlihat pustakawan sudah siap-siap mau pulang. Segera, aku bilang untuk memberi tahu ingin mengembalikan buku. Hanya saja, ibu pustakawan yang sudah beruban itu bilang, “Diurus sama mas yang itu, ya. Lagi magang dia. Reno, sini No.” Sosok tinggi berusia 20 tahunan itu menghampiri meja pustakawan. “Ibu pulang duluan ya, No.”
(2) “Ah iya Bu,” lelaki itu hanya tersenyum sopan. Lantas ibu itu pergi keluar dan menyisakan kami berdua.
(3) “Bidhari, ya.. tunggakannya Rp20.000,” ujarnya sambil mengecek di layar komputer. Kuserahkan uang itu kepadanya, lantas ia tersenyum sambil menerima uangku, “Namanya bagus”
(4) …
Paragraf yang tepat untuk melengkapi rangkaian peristiwa dalam kutipan cerita tersebut adalah…
“Terima kasih, Mas,” hanya itu yang bisa kuucapkan. Karena terlalu salah tingkah dengan pujian yang aku terima. Pasalnya baru pertama kali ada yang memuji nama
Buku bercover warna biru putih itu sudah lama belum aku kembalikan. Jika aku menundanya lagi, sudah pasti tunggakanku semakin banyak.
“Kartu perpusnya ketinggalan, Dek,” ujarnya sambil tersenyum. Aku kembali kikuk dan mengucapkan terima kasih
Sepertinya kikukku terlihat jelas olehnya. Segera kupercepat langkah juga. Namun, saat perjalanan pulang, aku terus memikirkannya. Inikah yang dirasakan para remaja di buku cerpen remaja saat jatuh cinta?
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen berikut!
(1) Dara mencoba mencerna perkataan dari Hana secara perlahan, meskipun seringkali ia menangis ketika teringat kenyataan bahwa ia hanyalah seorang gadis yang diacuhkan. Hal yang dipikirkan oleh Dara adalah bagaimana ia bisa mewujudkan mimpinya dengan kondisi tersebut.
(2) Saat sedang terisak di taman, tiba-tiba Dara dihampiri oleh seorang gadis seusianya dengan kondisi yang sama. Gadis tersebut mengulurkan tangan untuk Dara dan mulai menyebutkan namanya, yaitu Hana. mereka berdua mudah sekali akrab, mungkin karena keduanya saling mengerti kondisi masing-masing.
(3) Semenjak pertemuannya di taman dengan Hana itu, Dara mulai merenungi kata-kata yang diucapkan oleh gadis tersebut. Dara berpikir bagaimana ia bisa seutuhnya menerima dirinya ketika orang di dekatnya tidak mendukungnya sama sekali.
(4) Tiba-tiba Hana Berkata, “ Dara, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang terlahir sia-sia. Mungkin kita tidak bisa berdiri tegak layaknya manusia lain. Tapi, kita masih punya hak untuk merasakan bahagia. Cobalah untuk menerima dirimu sendiri, Dara.” lalu, akhirnya gadis itu berpamitan pada Dara.
Paragraf-paragraf tersebut di
atas akan menjadi rangkaian cerita yang padu apabila disusun dengan urutan…
(1), (3), (2), (4)
(1), (2), (4), (3)
(2), (4), (3), (1)
(3), (4), (1), (2)
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
1. Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
(1) Suara alarm terdengar begitu keras ….sehingga menyebabkan tidurnya terganggu. (2) Sementara ia masih sangat mengantuk dan terlelap. (3) Dengan masih menahan rasa kantuk yang luar biasa, ia pun membuka kedua matanya. (4) Perlahan ia mencoba bangkit dari tidurnya.
Penggunaan majas perumpamaan yang tepat untuk melengkapi kalimat nomor (1) dalam kutipan cerpen tersebut adalah…
bergetar mengguncang tempat tidur joni
mengusik kenyamanan Joni saat tidur
berdering tiada pernah berhenti
bagai alunan musik mengisi kesunyian malam
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini!
Perlahan mimpi sang Dara mulai terwujud saat diam-diam ia sering mem-posting lukisannya melalui media sosial. Hingga suatu hari ada seseorang datang ke rumah Dara untuk menemui gadis itu guna mengajaknya untuk bergabung di dalam sebuah pameran lukisan.
Kedua orang tua Dara terperangah mendengar ucapan pria tersebut, sebab tidak menyangka bahwa Dara si gadis kursi roda bisa menghasilkan karya lukisan yang indah. Dara hanya tersenyum melihat respon kedua orang tuanya dan memilih menerima tawaran pameran tersebut.yang indah.
Paragraf yang tepat untuk melengkapi bagian akhir penggalan cerpen tersebut adalah…
Berbagai lukisan indah dipajang dalam pameran yang diberi tema Mimpi Sang Dara. Orang tua Dara menghadiri pameran tersebut dan merasa terharu atas pencapaian putri yang selama ini diacuhkannya. Sementara Dara merasa lega bisa menerima keadaan fisiknya dan memanfaatkan apa yang dimiliki.
Mimpi Dara adalah menjadi seorang pelukis yang karyanya bisa dipajang di dalam pameran besar. Hal yang dilakukan Dara untuk memulainya adalah rajin membuat lukisan. Kesibukan tersebut juga dilakukan Dara untuk tidak memikirkan mengenai dirinya yang selalu diacuhkan dan mulai memahami perkataan Hana.
Dara mencoba mencerna perkataan dari Hana secara perlahan, meskipun seringkali ia menangis ketika teringat kenyataan bahwa ia hanyalah seorang gadis yang diacuhkan. Hal yang dipikirkan oleh Dara adalah bagaimana ia bisa mewujudkan mimpinya dengan kondisi tersebut.
Semenjak pertemuannya di taman dengan Hana, Dara mulai merenungi kata-kata yang diucapkan oleh gadis tersebut. Dara berpikir bagaimana ia bisa seutuhnya menerima dirinya ketika orang di dekatnya tidak mendukungnya sama sekali.
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen berikut ini dengan cermat!
1) Tak jarang aku menyesali apa yang sudah terjadi, tapi sekarang justru sebaliknya. Aku bersyukur karena keadaan mulai membaik. Semangatku untuk menjalani hari-hari kembali tumbuh, merasakan lagi kebahagiaan yang telah lama menghilang, juga menemukan secercah harapan yang selama ini kuimpikan.
2) Dan semua itu berkat gadis bernama Nara. Ia yang kini tengah berjalan mendekatiku dengan sebuah keranjang berisi nasi bungkus di tangannya.
3) Pagi itu aku menunggunya dengan hati gelisah. Selama dua jam berdiri di pinggir jalan dekat tempatku bekerja. Sebenarnya aku mulai bosan, tapi aku tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bertemu dengannya-gadis penjual nasi bungkus yang berhati mulia.
4) Aku mengenalnya setelah kami mengalami peristiwa yang begitu menyedihkan. Ia kehilangan seseorang yang sangat berharga dalam hidupnya, sedangkan aku kehilangan sesuatu dalam diriku sebab alasan yang menyakitkan.
Paragraf-paragraf tersebut di
atas akan menjadi rangkaian cerita yang padu apabila disusun dengan urutan…
4-3-1-2
4-1-3-2
3-4-1-2
3-2-4-1
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen berikut ini dengan cermat!
1) Aku bergeming. Menatap wajahnya lekat-lekat dengan rasa sesal di hati. Tanpa harus mendengar ucapannya lagi, aku sudah mengerti bahwa ia menginginkan agar aku segera pergi. Menjauhinya atau bahkan lebih dari itu.
“Kita masih bisa bertemu lagi, bukan?” ucapku cemas.
“Aku rasa kita tidak perlu melakukannya.”
“Kenapa? Bukankah…”
“Aku mohon jangan pernah menemuiku lagi.”
2) Pelan, aku membalikkan badan dan menatap pintu yang sudah tertutup rapat. Berharap ia kembali lalu mengijinkanku masuk lagi. Tapi tidak. Ia tidak memberiku kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Sedikit pun. Bagaimana aku bisa menjauhimu, jika namamu saja sudah bersemayam kuat di hatiku? Nara.
3) Kami terdiam. Tenggelam dalam benak masing-masing dengan raut wajah menegang. Ketika aku baru saja ingin mengatakan sesuatu, gadis itu meraih tongkatnya. Perlahan berdiri, lalu mendekat ke arahku dan menyodorkan celana yang sudah dijahitnya tadi.
“Aku menghargai apa yang sudah kau lakukan untuk kami. Pelunasan biaya rumah sakit itu….” Ia menghela napas sejenak, “terima kasih.”
4) Ia membuka pintu dan berdiri tanpa sedikit pun menatapku. Tak lama kemudian, aku berjalan menghampirinya. Sekali lagi mengucapkan kata maaf padanya, sebelum berdiri di teras dengan perasaan tak karuan.
Paragraf-paragraf tersebut di atas akan menjadi rangkaian cerita yang padu apabila disusun dengan urutan…
1-3-4-2
1-4-3-2
3-4-1-2
3-1-4-2
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?