
SNBT
Authored by aris purnomo
Education
University
Used 3+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
20 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Tercatat lebih dari seratus orang tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka akibat tragedi kericuhan yang terjadi di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 1 Oktober silam. Dalam mengenai Tragedi konferensi pers Kanjuruhan ini disebutkan, kebanyakan korban berasal dari pihak suporter Arema, yakni Aremania. Korban jiwa dari pihak kepolisian berjumlah dua orang.
Sampai berita ini diterbitkan, Dinas Kesehatan Kota Malang telah melaporkan 131 orang tewas dalam tragedi di Stadion Stadion Kanjuruhan. Banyak pihak mengkritik aksi polisi menembakkan gas air mata kepada suporter Arema di lapangan Stadion Kanjuruhan, bahkan juga ke arah tribun penonton, yang memicu kepanikan massal sehingga membuat orang berdesakan menuju pintu keluar. Hal ini menyebabkan penumpukan massa di dekat pintu keluar sehingga membuat banyak penonton sesak napas, lemas, dan bahkan terinjak-injak.
Kejadian ini sangat disayangkan, terutama terkait penggunaan gas air mata yang ditembakkan hingga puluhan kali oleh pihak kepolisian. Padahal dalam aturan FIFA, badan pengatur sepak bola dunia, terkait pengamanan dan keamanan stadion (FIFA Stadium Saferty dan Security Regulations), petugas keamanan tidak diperbolehkan memakai gas air mata.
Hal itu tertulis di pasal 19 B tentang petugas penjaga keamanan lapangan (pitchside stewards), yang berbunyi, "No firearms or 'crowd control gas' shall be carried or used." Artinya, "senjata api atau 'gas pengendali massa' massa' tidak boleh dibawa atau digunakan."
Dalam tragedi Kanjuruhan, polisi berdalih bahwa gas air mata ditembakkan untuk mereda kericuhan. Namun, polisi tidak hanya menembakkan gas air mata ke arah suporter yang masuk ke lapangan, tapi juga ke tribun penonton sehingga memicu kepanikan.
Larangan penggunaan gas air mata di stadion bukanlah tanpa alasan. Gas air mata telah menjadi
faktor dalam beberapa bencana stadion sebelumnya, karena orang-orang di kerumunan saling menekan saat mereka berusaha melarikan diri melalui pintu keluar yang terbatas atau bahkan terkunci.
mencatat American Lung Association juga banyak dampak buruk yang bisa ditimbulkan oleh agen pengendali kerusuhan, atau yang sering disebut sebagai "gas air mata". Mereka menjabarkan gas air mata adalah bahan kimia yang menyebabkan iritasi kulit, pernapasan, dan mata. Beberapa bahan kimia yang paling umum digunakan adalah chloroacetophenone (CN) yang merupakan polutan udara beracun, chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA) dan dibenzoxazepine (CR).
Secara umum, paparan gas air mata dapat menyebabkan sesak dada, batuk, rasa tercekik, mengi dan sesak napas, rasa terbakar pada mata, mulut dan hidung, serta penglihatan kabur dan kesulitan menelan. Gas air mata juga dapat menyebabkan luka bakar kimia, reaksi alergi, dan gangguan pernapasan. Orang yang punya masalah pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala penyakit parah yang dapat menyebabkan gagal napas.
Efek kesehatan jangka panjang dari gas air mata lebih mungkin terjadi jika terpapar dalam waktu lama atau dalam dosis tinggi saat berada di area tertutup. Dalam kasus ini, dapat menyebabkan kegagalan pernapasan dan kematian.
Sebuah studi tahun 2017 dari data yang dikumpulkan selama 25 tahun pernah mencatat efek gas air mata pada tubuh manusia. Bahan kimia dan tabung yang digunakan untuk melepaskannya telah menyebabkan cedera parah, cacat permanen, dan kematian, seperti ditulis di Medical News Today.
Ada dua kematian yang tercatat dari 5.910 orang dalam penelitian ini. Yang pertama, pelepasan gas air mata di rumah seseorang menyebabkan kematian karena gagal pernapasan. Kematian kedua melibatkan dampak tabung gas air mata yang menyebabkan cedera kepala yang fatal.
Dalam penelitian ini, 58 orang melaporkan cacat permanen setelah terpapar gas air mata. Disabilitas tersebut antara lain terkait masalah pernapasan, efek kesehatan mental, kebutaan, kerusakan otak, kehilangan fungsi anggota badan, amputasi anggota badan, dan kondisi kulit.
Setelah kamu membaca teks di atas, kebanyakan korban tragedi kanjuruhan berasal dari ....
kepolisian
para wartawan
suporter Arema
warga Kota Malang
pedagang di sekitar stadion
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Tercatat lebih dari seratus orang tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka akibat tragedi kericuhan yang terjadi di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 1 Oktober silam. Dalam mengenai Tragedi konferensi pers Kanjuruhan ini disebutkan, kebanyakan korban berasal dari pihak suporter Arema, yakni Aremania. Korban jiwa dari pihak kepolisian berjumlah dua orang.
Sampai berita ini diterbitkan, Dinas Kesehatan Kota Malang telah melaporkan 131 orang tewas dalam tragedi di Stadion Stadion Kanjuruhan. Banyak pihak mengkritik aksi polisi menembakkan gas air mata kepada suporter Arema di lapangan Stadion Kanjuruhan, bahkan juga ke arah tribun penonton, yang memicu kepanikan massal sehingga membuat orang berdesakan menuju pintu keluar. Hal ini menyebabkan penumpukan massa di dekat pintu keluar sehingga membuat banyak penonton sesak napas, lemas, dan bahkan terinjak-injak.
Kejadian ini sangat disayangkan, terutama terkait penggunaan gas air mata yang ditembakkan hingga puluhan kali oleh pihak kepolisian. Padahal dalam aturan FIFA, badan pengatur sepak bola dunia, terkait pengamanan dan keamanan stadion (FIFA Stadium Saferty dan Security Regulations), petugas keamanan tidak diperbolehkan memakai gas air mata.
Hal itu tertulis di pasal 19 B tentang petugas penjaga keamanan lapangan (pitchside stewards), yang berbunyi, "No firearms or 'crowd control gas' shall be carried or used." Artinya, "senjata api atau 'gas pengendali massa' massa' tidak boleh dibawa atau digunakan."
Dalam tragedi Kanjuruhan, polisi berdalih bahwa gas air mata ditembakkan untuk mereda kericuhan. Namun, polisi tidak hanya menembakkan gas air mata ke arah suporter yang masuk ke lapangan, tapi juga ke tribun penonton sehingga memicu kepanikan.
Larangan penggunaan gas air mata di stadion bukanlah tanpa alasan. Gas air mata telah menjadi
faktor dalam beberapa bencana stadion sebelumnya, karena orang-orang di kerumunan saling menekan saat mereka berusaha melarikan diri melalui pintu keluar yang terbatas atau bahkan terkunci.
mencatat American Lung Association juga banyak dampak buruk yang bisa ditimbulkan oleh agen pengendali kerusuhan, atau yang sering disebut sebagai "gas air mata". Mereka menjabarkan gas air mata adalah bahan kimia yang menyebabkan iritasi kulit, pernapasan, dan mata. Beberapa bahan kimia yang paling umum digunakan adalah chloroacetophenone (CN) yang merupakan polutan udara beracun, chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA) dan dibenzoxazepine (CR).
Secara umum, paparan gas air mata dapat menyebabkan sesak dada, batuk, rasa tercekik, mengi dan sesak napas, rasa terbakar pada mata, mulut dan hidung, serta penglihatan kabur dan kesulitan menelan. Gas air mata juga dapat menyebabkan luka bakar kimia, reaksi alergi, dan gangguan pernapasan. Orang yang punya masalah pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala penyakit parah yang dapat menyebabkan gagal napas.
Efek kesehatan jangka panjang dari gas air mata lebih mungkin terjadi jika terpapar dalam waktu lama atau dalam dosis tinggi saat berada di area tertutup. Dalam kasus ini, dapat menyebabkan kegagalan pernapasan dan kematian.
Sebuah studi tahun 2017 dari data yang dikumpulkan selama 25 tahun pernah mencatat efek gas air mata pada tubuh manusia. Bahan kimia dan tabung yang digunakan untuk melepaskannya telah menyebabkan cedera parah, cacat permanen, dan kematian, seperti ditulis di Medical News Today.
Ada dua kematian yang tercatat dari 5.910 orang dalam penelitian ini. Yang pertama, pelepasan gas air mata di rumah seseorang menyebabkan kematian karena gagal pernapasan. Kematian kedua melibatkan dampak tabung gas air mata yang menyebabkan cedera kepala yang fatal.
Dalam penelitian ini, 58 orang melaporkan cacat permanen setelah terpapar gas air mata. Disabilitas tersebut antara lain terkait masalah pernapasan, efek kesehatan mental, kebutaan, kerusakan otak, kehilangan fungsi anggota badan, amputasi anggota badan, dan kondisi kulit.
Dari bacaan di atas, apa hasil dari studi di tahun 2017 tentang penggunaan gas air mata?
Gas air mata dapat menyebabkan luka fatal pada kepala.
Tabung yang digunakan pada gas air mata dapat menyebabkan cacat permanen.
Telah menyebabkan kematian pada lebih dari 2 orang.
Tercatat dapat menyebabkan cacat permanen akibat terpapar gas air mata bahkan kematian.
Dari 5.190 orang dalam penelitian, lebih dari setengah mengalami cacat permanen.
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Tercatat lebih dari seratus orang tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka akibat tragedi kericuhan yang terjadi di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 1 Oktober silam. Dalam mengenai Tragedi konferensi pers Kanjuruhan ini disebutkan, kebanyakan korban berasal dari pihak suporter Arema, yakni Aremania. Korban jiwa dari pihak kepolisian berjumlah dua orang.
Sampai berita ini diterbitkan, Dinas Kesehatan Kota Malang telah melaporkan 131 orang tewas dalam tragedi di Stadion Stadion Kanjuruhan. Banyak pihak mengkritik aksi polisi menembakkan gas air mata kepada suporter Arema di lapangan Stadion Kanjuruhan, bahkan juga ke arah tribun penonton, yang memicu kepanikan massal sehingga membuat orang berdesakan menuju pintu keluar. Hal ini menyebabkan penumpukan massa di dekat pintu keluar sehingga membuat banyak penonton sesak napas, lemas, dan bahkan terinjak-injak.
Kejadian ini sangat disayangkan, terutama terkait penggunaan gas air mata yang ditembakkan hingga puluhan kali oleh pihak kepolisian. Padahal dalam aturan FIFA, badan pengatur sepak bola dunia, terkait pengamanan dan keamanan stadion (FIFA Stadium Saferty dan Security Regulations), petugas keamanan tidak diperbolehkan memakai gas air mata.
Hal itu tertulis di pasal 19 B tentang petugas penjaga keamanan lapangan (pitchside stewards), yang berbunyi, "No firearms or 'crowd control gas' shall be carried or used." Artinya, "senjata api atau 'gas pengendali massa' massa' tidak boleh dibawa atau digunakan."
Dalam tragedi Kanjuruhan, polisi berdalih bahwa gas air mata ditembakkan untuk mereda kericuhan. Namun, polisi tidak hanya menembakkan gas air mata ke arah suporter yang masuk ke lapangan, tapi juga ke tribun penonton sehingga memicu kepanikan.
Larangan penggunaan gas air mata di stadion bukanlah tanpa alasan. Gas air mata telah menjadi
faktor dalam beberapa bencana stadion sebelumnya, karena orang-orang di kerumunan saling menekan saat mereka berusaha melarikan diri melalui pintu keluar yang terbatas atau bahkan terkunci.
mencatat American Lung Association juga banyak dampak buruk yang bisa ditimbulkan oleh agen pengendali kerusuhan, atau yang sering disebut sebagai "gas air mata". Mereka menjabarkan gas air mata adalah bahan kimia yang menyebabkan iritasi kulit, pernapasan, dan mata. Beberapa bahan kimia yang paling umum digunakan adalah chloroacetophenone (CN) yang merupakan polutan udara beracun, chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA) dan dibenzoxazepine (CR).
Secara umum, paparan gas air mata dapat menyebabkan sesak dada, batuk, rasa tercekik, mengi dan sesak napas, rasa terbakar pada mata, mulut dan hidung, serta penglihatan kabur dan kesulitan menelan. Gas air mata juga dapat menyebabkan luka bakar kimia, reaksi alergi, dan gangguan pernapasan. Orang yang punya masalah pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala penyakit parah yang dapat menyebabkan gagal napas.
Efek kesehatan jangka panjang dari gas air mata lebih mungkin terjadi jika terpapar dalam waktu lama atau dalam dosis tinggi saat berada di area tertutup. Dalam kasus ini, dapat menyebabkan kegagalan pernapasan dan kematian.
Sebuah studi tahun 2017 dari data yang dikumpulkan selama 25 tahun pernah mencatat efek gas air mata pada tubuh manusia. Bahan kimia dan tabung yang digunakan untuk melepaskannya telah menyebabkan cedera parah, cacat permanen, dan kematian, seperti ditulis di Medical News Today.
Ada dua kematian yang tercatat dari 5.910 orang dalam penelitian ini. Yang pertama, pelepasan gas air mata di rumah seseorang menyebabkan kematian karena gagal pernapasan. Kematian kedua melibatkan dampak tabung gas air mata yang menyebabkan cedera kepala yang fatal.
Dalam penelitian ini, 58 orang melaporkan cacat permanen setelah terpapar gas air mata. Disabilitas tersebut antara lain terkait masalah pernapasan, efek kesehatan mental, kebutaan, kerusakan otak, kehilangan fungsi anggota badan, amputasi anggota badan, dan kondisi kulit.
Bahan kimia apa yang merupakan polutan udara beracun yang digunakan pada gas air mata?
Chloroacetophenone (CN)
Chlorobenzylidenemalononitrile (CS)
Chloropicrin (PS)
Bromobenzylcyanide (CA)
Dibenzoxazepine (CR)
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Bahan kimia korosif adalah bahan yang dapat merangsang terjadinya karat pada bahan-bahan logam. Zat korosif akan merusak dan menghancurkan zat yang bersentuhan dengannya. Bahan korosif juga merupakan bahan yang dapat mengakibatkan kerusakan dan cacat permanen pada jaringan terkena bahan tersebut.
Biasanya, zat yang bersifat korosif pada bahan kimia memiliki pH kurang dari 2 atau lebih dari 11,5, seperti disebutkan dalam buku bertajuk Pengelolaan Laboratorium IPA Sekolah oleh Ridwan Abdullah Sani.
Berikut beberapa contoh zat kimia yang bersifat korosif:
Asam klorida (HCI), Asam sulfat (H2SO4), Asam nitrat (H(NO3)2), Formalin, Natrium Hidroksida (NaOH), Asam Asetat (CH3(COOH)2), dan Amonia
Dikarenakan adanya sifat korosif pada bahan kimia berbahaya, upayakan agar barang-barang di
sekitar terhindar dari jangkauan zat korosif. Hendaknya melindungi tubuh dengan menggunakan perangkat pelindung, seperti sarung tangan, jas lab, dan kacamata.
Sifat Bahan Kimia Berbahaya Lainnya
Mudah Terbakar
Bahan kimia yang mudah terbakar dapat berwujud gas, cairan yang mudah menguap, serta dapat berwujud padat seperti debu yang mudah terbakar apabila bereaksi dengan udara. Upaya yang dapat dilakukan agar terhindar dari bahan kimia mudah terbakar adalah dengan tidak memanaskannya secara langsung pada permukaan panas, yakni menggunakan penangas air atau penangan uap. Contoh bahan kimia mudah terbakar adalah karbon monoksida, hidrogen, gas metana, dan masih banyak lagi.
Oksidasi
Bahan kimia pengoksidasi dapat menimbulkan panas yang sangat tinggi jika berkontak langsung dengan bahan lainnya, terutama bahan yang mudah terbakar. Bahan kimia pengoksidasi terbagi menjadi dua kelompok, yaitu bahan pengoksidasi organik dan anorganik. Bahan pengoksidasi organik adalah bahan yang dapat menimbulkan ledakan luar biasa. Sedangkan bahan pengoksidasi anorganik adalah bahan yang dapat menimbulkan bahaya api atau bahan kimia contoh kebakaran. Beberapa pengoksidasi adalah chlorate, perchlorate, peroksida, dan lain-lain.
Mudah Meledak
Peroksida merupakan bahan kimia yang mudah meledak. Akan tetapi bahan ini biasanya tidak tersedia, kecuali dicampurkan dengan bahan netral dengan persentase kecil sehingga dianggap mudah terbakar. Agar dapat menghindari terjadinya ledakan, biasakan bereksperimen di tempat terbuka atau di dalam lemari uap.
Beracun
Bahan kimia beracun dibedakan menjadi 3 kelompok besar berdasarkan tempat masuknya ke dalam tubuh
manusia, yakni mulut, absorpsi kulit, dan pernapasan. Bahan beracun yang terhisap dapat mengakibatkan asfiksi (kesulitan bernapas) dan iritasi di jaringan saluran pernapasan dan paru-paru. Contoh bahan kimia beracun adalah amonia, hidrogen klorida, gas bromin, dan sebagainya.
Manakah di bawah ini yang merupakan zat kimia yang bersifat oksidasi?
Chlorate, perchlorate, dan peroksida.
Chlorate, peroksida, dan hydrogen.
Ammonia, hydrogen klorida dan asam
asetat.
Gas bromin, peroksida, dan formalin.
Karbon monoksida, gas metana, dan asam
sulfat.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Bahan kimia korosif adalah bahan yang dapat merangsang terjadinya karat pada bahan-bahan logam. Zat korosif akan merusak dan menghancurkan zat yang bersentuhan dengannya. Bahan korosif juga merupakan bahan yang dapat mengakibatkan kerusakan dan cacat permanen pada jaringan terkena bahan tersebut.
Biasanya, zat yang bersifat korosif pada bahan kimia memiliki pH kurang dari 2 atau lebih dari 11,5, seperti disebutkan dalam buku bertajuk Pengelolaan Laboratorium IPA Sekolah oleh Ridwan Abdullah Sani.
Berikut beberapa contoh zat kimia yang bersifat korosif:
Asam klorida (HCI), Asam sulfat (H2SO4), Asam nitrat (H(NO3)2), Formalin, Natrium Hidroksida (NaOH), Asam Asetat (CH3(COOH)2), dan Amonia
Dikarenakan adanya sifat korosif pada bahan kimia berbahaya, upayakan agar barang-barang di
sekitar terhindar dari jangkauan zat korosif. Hendaknya melindungi tubuh dengan menggunakan perangkat pelindung, seperti sarung tangan, jas lab, dan kacamata.
Sifat Bahan Kimia Berbahaya Lainnya
Mudah Terbakar
Bahan kimia yang mudah terbakar dapat berwujud gas, cairan yang mudah menguap, serta dapat berwujud padat seperti debu yang mudah terbakar apabila bereaksi dengan udara. Upaya yang dapat dilakukan agar terhindar dari bahan kimia mudah terbakar adalah dengan tidak memanaskannya secara langsung pada permukaan panas, yakni menggunakan penangas air atau penangan uap. Contoh bahan kimia mudah terbakar adalah karbon monoksida, hidrogen, gas metana, dan masih banyak lagi.
Oksidasi
Bahan kimia pengoksidasi dapat menimbulkan panas yang sangat tinggi jika berkontak langsung dengan bahan lainnya, terutama bahan yang mudah terbakar. Bahan kimia pengoksidasi terbagi menjadi dua kelompok, yaitu bahan pengoksidasi organik dan anorganik. Bahan pengoksidasi organik adalah bahan yang dapat menimbulkan ledakan luar biasa. Sedangkan bahan pengoksidasi anorganik adalah bahan yang dapat menimbulkan bahaya api atau bahan kimia contoh kebakaran. Beberapa pengoksidasi adalah chlorate, perchlorate, peroksida, dan lain-lain.
Mudah Meledak
Peroksida merupakan bahan kimia yang mudah meledak. Akan tetapi bahan ini biasanya tidak tersedia, kecuali dicampurkan dengan bahan netral dengan persentase kecil sehingga dianggap mudah terbakar. Agar dapat menghindari terjadinya ledakan, biasakan bereksperimen di tempat terbuka atau di dalam lemari uap.
Beracun
Bahan kimia beracun dibedakan menjadi 3 kelompok besar berdasarkan tempat masuknya ke dalam tubuh
manusia, yakni mulut, absorpsi kulit, dan pernapasan. Bahan beracun yang terhisap dapat mengakibatkan asfiksi (kesulitan bernapas) dan iritasi di jaringan saluran pernapasan dan paru-paru. Contoh bahan kimia beracun adalah amonia, hidrogen klorida, gas bromin, dan sebagainya.
Mengapa bahan kimia yang bersifat korosif sangat berbahaya?
Mudah meledak jika salah menggunakannya.
Mampu merusak dan membuat cacat
permanen pada bagian yang terkena zat
tersebut.
Mampu menyebabkan keracunan.
Dapat menimbulkan panas yang tinggi dan
terbakar.
Membuat kesulitan bernafas.
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Pertentangan Pemuda dengan Sukarno-Hatta Mengenai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Setelah tersebar berita kekalahan Jepang atas Sekutu pada tanggal 9 Agustus 1945, terjadi perbedaan pendapat antara golongan pemuda dan Sukarno-Hatta mengenai proklamasi kemerdekaan. Sukarno menginginkan agar proklamasi kemerdekaan harus ditetapkan oleh PPKI karena anggota badan ini berasal dari berbagai penjuru tanah air dan dianggap mewakili seluruh Indonesia.
Dengan ikutnya mereka, tercapailah simbol persatuan rakyat Indonesia. Sedangkan golongan muda yang dipelopori oleh Sukarni, Chaerul Saleh, Adam Malik, dan Wikana berpendapat bahwa kemerdekaan adalah hak yang harus dicapai oleh jerih payah bangsa Indonesia sendiri, dan tidak perlu tergantung, apalagi diberikan oleh orang lain.
Oleh karena itu, segala hubungan dan janji kemerdekaan dari Jepang harus dilepaskan. Perbedaan pendapat ini melahirkan peristiwa Rengasdengklok yang merupakan usaha pengamanan Sukarno-Hatta.
Apa yang terjadi setelah berita kekalahan jepang tersebar?
Indonesia memproklamasikan
kemerdekaan.
Semua golongan bersuka cita merayakan
kemerdekaan.
Terjadi perbedaan pendapat antara golongan Pemuda dengan Soekarno-Hatta.
Belanda ingin mengambil alih
kepemimpinan.
Munculnya simbol persatuan rakyat
Indonesia.
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Dampak Letak Astronomis Indonesia
Memiliki Iklim Tropis Indonesia terletak di sepanjang garis khatulistiwa
sehingga memiliki iklim tropis. Wilayah negara dengan iklim tropis akan memperoleh sinar matahari sepanjang waktu. Wilayah tropis menyebabkan Indonesia hanya memiliki dua musim, yakni musim hujan dan musim kemarau. Kondisi ini berbeda dengan yang terjadi di negara-negara wilayah subtropis. Negara beriklim
subtropis memiliki 4 musim, yaitu musim panas, musim dingin, musim semi, dan musim gugur.
Kelembaban Udara Tinggi
Pulau-pulau di Indonesia mudah dipengaruhi peredaran udara yang datang dari laut-laut yang mengelilinginya. Akibatnya, Indonesia banyak menerima hujan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan kelembaban udara rata-rata yang tinggi pula.
Kaya Flora dan Fauna
Akibat curah hujan yang tinggi dan dikelilingi arus laut, Indonesia kaya akan flora dan fauna. Pasokan makanan dan mineral yang dibutuhkan untuk flora tumbuh sangat kaya dan beragam. Fauna juga disajikan dengan berbagai flora sebagai sumber daya makan. Kedua sumber daya alam ini merupakan kekayaan alam sekaligus kekuatan Indonesia.
Memiliki 3 Zona Waktu
Letak astronomis mempengaruhi perbedaan waktu yang ditetapkan mulai pada titik lintang dan bujur 0 derajat di Kota Greenwich, Inggris. Sesuai Keputusan Presiden No. 41 Tahun 1987, Indonesia terbagi atas 3 zona waktu, yaitu Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia bagian Timur (WIT). Zona waktu Indonesia membuat waktu di pulau Jawa akan berbeda dengan waktu di Bali maupun di Papua.
Dampak letak astronomis yang dirasakan di Indonesia, kecuali ...
Memiliki hanya dua musim di setiap
tahunnya.
Memiliki perbedaan waktu di bagian barat
dan timur Indonesia.
Kekayaan flora yang berlimpah.
Curah hujan yang sedang sehingga menjaga
wilayah Indonesia tetap panas.
Membuat Indonesia beriklim tropis.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?