Search Header Logo

STRUKTUR TEKS CERPEN

Authored by Syanti Rohayati

Other

9th Grade

STRUKTUR TEKS CERPEN
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

5 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Ada berapakah struktur teks cerpen ?

3

4

5

6

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Senja memerah. Langit sajikan semburat jingga yang berkobar di batas horison. Sesaat lagi malam akan menebarkan keremangan yang membaur bersama nafas kesunyian. Perlahan,alam mulai melepaskan diri dari jeratan hari. Seakan jemu menimbun lelah, bumi mulaimeredupkan kehidupan. Aroma sepi mulai menyebar ke setiap celah udara.

Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....

Komplikasi

Resolusi

Orientasi

Koda

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Ternyata benar, di setiap musibah ada hikmah yang diambil. Kita ikhlas dan bersabar menghadapinya. Aku bisa belajar banyak hal, banyak pengalaman yang yang aku dapat darisana. Sekarang, walaupun fisikku tidak sempurna, aku bisa menjalani hidup seperti biasa. Akubekerja di sebuah laundry.

Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....

Orientasi

Komplikasi

Koda

Resolusi

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Bila ada yang bertanya , siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar, pada sebuah pergunjingan yang penuh kedengkian, seseorang menambahkan kata kikir di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun.

Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....

Orientasi

Komplikasi

Resolusi

Koda

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

“Apa-apaan sih, posternya kan jadi sobek!!!” “Maaf, Rin! aku benar-benar gak sengaja!” Rinta sama sekali tidak menggubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, maaf ya. aku . . . .” “Aah! Udah! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya tidak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang.

Kutipan cerita tersebut merupakan bagian….

Pengenalan tokoh

Pemunculan masalah

Klimaks

Penurunan masalah

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?